- Advertisement -
Beranda blog Halaman 159

Sanggar Tindak Alit Hidupkan Kembali Sekaa Barong yang Vakum 40 Tahun di PKB 2025

Ngelawang barong Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi pada Sabtu (12/7/2025).
Ngelawang barong Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi pada Sabtu (12/7/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Parade Ngelawang dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 menjadi panggung istimewa bagi Sanggar Seni Tindak Alit dari Banjar Sengguan, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi pada Sabtu (12/7/2025).

Sanggar ini tampil memukau membawakan garapan bertajuk Nangiang Warih, sebuah pertunjukan yang tidak hanya menampilkan seni, tetapi juga menyuarakan kebangkitan sebuah tradisi yang sempat terhenti selama lebih dari empat dekade.

Pertunjukan dimulai dari pelataran Kalangan Ayodya, menyusuri kawasan Taman Budaya Art Center menuju pelataran Gedung Kriya. Dalam kesempatan ini, Sanggar Tindak Alit menggandeng para pemuda dari 10 banjar di wilayah Sempidi, yang tergabung dalam Yowana Sempidi.

Lebih dari 100 orang terlibat dalam parade ini, terdiri dari 8 penari barong cilik, 20 penari, 26 penabuh, serta pembawa atribut dan papan nama kelompok.

Koordinator sekaligus pemilik sanggar, I Putu Candra Pradhita, mengungkapkan bahwa Nangiang Warih terinspirasi dari dokumentasi pertunjukan barong di era 1960-an.

Namun, akibat banyaknya anggota sekaa yang wafat, tradisi ini sempat vakum hingga akhirnya kembali dihidupkan di ajang PKB 2025.

“Inilah momentum kebangkitan sekaa barong yang dulu pernah menghibur masyarakat. Kami bahkan menampilkan sejumlah topeng tua yang pernah digunakan dalam pementasan ngelawang di masa lalu,” tuturnya.

Tak kurang dari belasan topeng berusia lebih dari setengah abad turut dipamerkan dalam parade tersebut. Pertunjukan ini dikemas dalam cerita menyentuh tentang seorang anak kecil yang bercita-cita menari barong, lalu didatangi sosok kakeknya, seorang penari lawas.

Sang kakek kemudian mewariskan pesan tentang pentingnya menjaga seni warisan leluhur, membangun jembatan nilai antara generasi lama dan muda.

Lebih jauh, keterlibatan para pemuda dari 10 banjar menjadi simbol kuat persatuan dan kebersamaan antar-desa adat. “Para yowana sangat antusias. Selain berkesenian, ini juga menjadi ruang interaksi dan mempererat ikatan antar-pemuda,” jelas Candra.

Sebelum tampil di PKB, pertunjukan ini juga sempat dipentaskan di wilayah setempat. Respons masyarakat sangat emosional, banyak yang larut dalam nostalgia hingga meneteskan air mata mengenang kejayaan sekaa barong tempo dulu.

“Memang tidak mudah menghidupkan kembali tradisi ini. Kami tak punya rekaman dokumentasi, tapi beruntung beberapa pelaku lama masih ada. Ini benar-benar menjadi ajang nostalgia,” tambahnya.

Candra pun mengajak masyarakat menjadikan PKB sebagai ruang kebanggaan untuk melestarikan seni tradisi.

“Mari jadikan PKB wadah bagi kita semua untuk merawat dan membanggakan seni budaya warisan leluhur. Karena di sinilah tujuan sebenarnya,” pungkasnya. (jas)

 

 

 

 

 

 

Sejarah Desa Blahkiuh Menggema di PKB 2025 Lewat Garapan Sekaa Gong Wira Agra Kusuma

Sekaa Gong Wira Agra Kusuma dari Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Sabtu (11/7/2025)
Sekaa Gong Wira Agra Kusuma dari Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, tampil dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Sabtu (11/7/2025)

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Denpasar, kembali menjadi saksi gemerlap kreativitas seni tradisional Bali.

Kali ini, giliran Sekaa Gong Wira Agra Kusuma dari Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, yang unjuk karya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025, Sabtu (11/7/2025).

Sebagai duta Sekaa Gong Kebyar Dewasa (GKD) Kabupaten Badung, kelompok ini tampil bersanding dengan duta Kabupaten Buleleng, memukau ribuan penonton yang memadati arena pagelaran.

Kehadiran mereka tak sekadar mempertontonkan kemahiran seni, tetapi juga menyuarakan kembali jejak sejarah desa mereka dalam balutan karya garapan yang sarat makna.

Menurut konseptor garapan, I Gusti Made Darma Putra, Sekaa Gong Wira Agra Kusuma mempersembahkan tiga sajian utama yang diilhami dari perjalanan sejarah Desa Blahkiuh. Ketiganya adalah Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi “Giri Kusuma”, Tari Kreasi Kebyaran “Kakundur”, serta Fragmentari “Sabda Prawara”.

“Garapan ini lahir dari inspirasi sejarah Blahkiuh yang bermula dari kisah Singasari, keberadaan Pura Luhur Giri Kusuma beserta taksunya, hingga geliat Tari Kecak Blahkiuh yang telah mewarnai kehidupan budaya desa,” jelasnya.

Sebagai pembuka, Tabuh Nem Lelambatan Periring Kreasi “Giri Kusuma” dihadirkan sebagai wujud ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas anugerah kehidupan dan keharmonisan alam semesta. Melalui alunan melodi yang berpadu dengan pola ritme nan dinamis, tabuh ini merefleksikan euforia keberhasilan dalam menapaki harapan menuju tata tentram kerta raharja.

Sementara itu, Tari Kreasi Kebyaran “Kakundur” menggambarkan sinar permata budaya yang memancar dari Blahkiuh. Tarian ini berakar dari semangat leluhur yang terinspirasi oleh keagungan Hyang Ratu Panji di Pura Luhur Giri Kusuma.

Dengan energi khas dan kekuatan vokabuler gerak yang dibalut aura spiritual, Kakundur bukan sekadar tari kreasi, melainkan pusaka gerak yang mengalirkan gema abadi dari denyut tradisi desa.

“Kakundur adalah nyanyian semesta yang menari dalam irama cak, menggetarkan nadi budaya, dan menjadikan Blahkiuh sebagai benteng spiritual yang tetap bersinar di tengah arus zaman,” ujar Darma Putra.

Sebagai penutup, Fragmentari “Sabda Prawara” menyajikan kisah tentang bara hasrat di balik gemerlap kekuasaan. Drama panggung ini mengisahkan pergulatan batin, intrik politik, dan benturan spiritualitas di persimpangan takdir.

Petuah “Ndi rug Singasari, rug Ayunan, Ndi rug Ayunan, Rug Singasari” menjadi sabda yang tak sekadar bergema di udara, melainkan mengguncang keyakinan jiwa para pemimpin kala itu.

Ketika mantra suci berkumandang dan pusaka keramat diangkat, panggung pertunjukan berubah menjadi altar pengorbanan, di mana “Sabda Prawara” menjadi penentu arah takdir.

Penampilan megah Sekaa Gong Wira Agra Kusuma melibatkan 32 seniman muda, terdiri dari penari dan penabuh.

Dengan dedikasi penuh, mereka berhasil menyajikan sebuah pentas yang tidak hanya memukau secara artistik, tetapi juga membangkitkan kembali ingatan kolektif tentang sejarah, spiritualitas, dan budaya Desa Blahkiuh di hadapan masyarakat Bali. (jas)

Lagi! Kecelakaan Beruntun di Jalur Denpasar-Singaraja Akibat Truk Alami Rem Blong

Truk terguling usai terlibat kecelakaan beruntun di jalur rawan Denpasar–Singaraja, tepatnya di sebelah timur Pasar Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu kemarin (12/7/2025) sore.
Truk terguling usai terlibat kecelakaan beruntun di jalur rawan Denpasar–Singaraja, tepatnya di sebelah timur Pasar Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu kemarin (12/7/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan beruntun kembali terjadi di jalur rawan Denpasar–Singaraja, tepatnya di sebelah timur Pasar Sayur Baturiti, Banjar Baturiti Kaja, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Sabtu kemarin (12/7/2025) sore.

Sebuah truk tronton bermuatan 16 ton mengalami rem blong dan menabrak tiga unit mobil sebelum akhirnya terguling ke lahan kosong. Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.10 Wita. Kecelakaan berawal dari truk Isuzu GIGA bernomor polisi DR 8618 AD yang dikemudikan oleh Sadli (53), warga Sumbawa, melaju dari arah Singaraja menuju Denpasar.

Saat melintasi jalan menurun dan padat lalu lintas, tepatnya di sekitar Restoran Tundra, truk sempat berhenti karena kemacetan.

Namun saat kendaraan kembali berjalan, rem truk dilaporkan tidak berfungsi. “Sopir sudah berusaha menggunakan rem tangan, tapi kendaraan tetap melaju dengan kecepatan sekitar 40 km/jam,” ujar Berata Minggu (13/7/2025).

Akibatnya, truk menabrak tiga mobil di depannya, diantaranya Toyota Rush DK 1728 FBE yang dikemudikan Dody Widyana Mahayasa (49), warga Buleleng. Daihatsu Terios DK 1979 ACX yang dikemudikan Wahyudi (37), warga Sragen. Serta Toyota Rush DK 71 LA yang dikemudikan I Made Muniadania (46), anggota TNI asal Denpasar.

Setelah menabrak tiga mobil tersebut, sopir membanting setir ke arah kiri menuju lahan kosong untuk menghindari tabrakan lanjutan.

“Truk akhirnya terguling di lahan kosong. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun seluruh kendaraan mengalami kerusakan,” imbuh Berata.

Kecelakaan ini menambah deretan kasus serupa yang terjadi di jalur Denpasar–Singaraja, khususnya di kawasan Baturiti. Jalur ini belakangan menjadi lebih padat akibat pengalihan arus lalu lintas dari arah Denpasar–Gilimanuk menyusul amblesnya jalan nasional di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, pada Senin (7/7/2025) lalu.

Hingga saat ini, perbaikan jalan di titik jebol tersebut masih berlangsung. Kondisi ini membuat sebagian kendaraan berat dan logistik dialihkan melalui jalur Baturiti yang medannya cukup ekstrem dengan turunan dan tikungan tajam, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar. (ana)

Praktik Oplos Beras, Mentan Ungkap Kerugian Rakyat Hingga Rp 99 Triliun

Ilustrasi beras.
Ilustrasi beras.

PANTAUBALI.COM – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkap praktik curang yang dilakukan oleh sejumlah produsen beras di Indonesia. Bersama Satgas Pangan Polri, Kementerian Pertanian menemukan 10 produsen yang diduga melanggar standar kualitas dan mutu beras, dengan potensi kerugian mencapai Rp99 triliun.

Menurut Amran, praktik kecurangan yang dilakukan termasuk pengurangan berat kemasan. Beberapa produsen menjual beras dengan label 5 kilogram, padahal isinya hanya 4,5 kilogram. Selain itu, ada juga yang memasarkan beras dengan klaim kualitas premium 96%, padahal pada kenyataannya hanya beras biasa.

“Kerugian akibat selisih harga mencapai Rp2.000 hingga Rp3.000 per kilogram, seperti menjual emas 24 karat yang sebenarnya hanya 18 karat,” jelas Amran pada Sabtu (12/7/2025), dikutip CNBC Indonesia.

Amran menyoroti dampak terberat dari kecurangan ini yang dirasakan oleh masyarakat kelas menengah ke bawah, yang sangat membebankan mereka yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Pemerintah, dengan komitmen dari Presiden RI, bertekad keras untuk memberantas mafia pangan dan korupsi di sektor ini. “Penegakan regulasi yang konsisten akan meningkatkan daya beli masyarakat serta kesejahteraan petani,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah terus menyelidiki dan memeriksa perusahaan-perusahaan besar yang terlibat, termasuk Wilmar dan Tjipinang Food. (*)

Jajaran Pemkab Tabanan Sembahyang Bhakti Penganyar di Pura Semeru Agung Jawa Timur

Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan saat melaksanakan bhakti penganyar di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025).
Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan spiritual di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan spiritual di Pura Mandhara Giri Semeru Agung, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (12/7/2025).

Dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, beserta istri, Ny. Budiasih Dirga, dan seluruh jajaran Pemkab Tabanan kompak ngaturang sembah Bhakti Penganyar dalam rangkaian Karya Pujawali Krama Satunggil Warsa di pura Mandhara Giri Semeru

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Para Sulinggih, Ketua PHDI Kabupaten Lumajang beserta tokoh masyarakat setempat.

Dengan diikuti oleh kurang lebih 300 orang penganyar dari Pemerintah Kabupaten Tabanan, termasuk Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, pimpinan perangkat daerah, hingga unsur masyarakat.

Hal ini mencerminkan kekompakan Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam menjaga nilai-nilai spiritual serta melestarikan warisan leluhur.

Tidak hanya menghaturkan sembah bahkti, kehadiran penganyar Pemkab Tabanan turut ngayah dengan menghadirkan Sekaa Gong Lanang, Sekaa Santhi hingga Sekaa rejang Tri Datu Sanjayaning Singasana yang dipimpin langsung oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang menambah suasana khidmat persembahyangan di Pura Kahyangan jagat tersebut.

Dalam sambrama wacananya usai sembahyang, Bupati Sanjaya menyampaikan rasa syukurnya atas keselamatan dan kelancaran perjalanan rombongan. Ia mengungkapkan, meski menempuh perjalanan jauh dengan kendala infrastruktur, namun perjalanan berjalan dengan lancar, bahkan kehadirannya disambut dengan cuaca yang cerah dan sejuk.

“Ini membuktikan masyarakat Tabanan beda. Kita jengah, jangankan di sini, dimanapun semasih bisa kita lalui, kita lewati. Karena kita tidak pernah lupa pada leluhur, karena leluhur kita berasal dari sini, dari tanah Jawa,” tegasnya.

Lebih lanjut Sanjaya menilai, kegiatan ngayarin merupakan implementasi dari nilai-nilai yadnya yang mengandung makna penyucian lahir dan batin, serta menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, sesuai filosofi Tri Hita Karana.

“Tiang bangga kita kompak bersatu, apalagi kebanggaan kita, hanya kekompakan, kebersamaan, persatuan dan Sradha Bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Ida betara kawitan, leluhur dan juga sesama,” ucap Sanjaya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PHDI Kabupaten Lumajang, Teguh Widodo, turut menyampaikan apresiasi dan banyak-banyak terima kasihnya atas kehadiran rombongan penganyar dari Kabupaten Tabanan yang begitu kompak dan antusias.

Ia bahkan menyebut, bahwa rombongan dari Tabanan merupakan yang terbanyak hadir dari Bali hingga saat ini. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran, serta berharap jalinan spiritual dan kebersamaan ini terus terjaga di masa yang akan datang. (rls)

Petani Jagung Beralih Tanam Padi di Tengah Kemarau Basah

Tanam Pertama Demplot Padi Organik dan Sarasehan Pengembangan Pertanian Organik yang berlangsung di Subak Bengkel, Desa Bengkel Kecamatan Kediri, Jumat (9/6/2023). (DOC)
Tanam Pertama Demplot Padi Organik dan Sarasehan Pengembangan Pertanian Organik yang berlangsung di Subak Bengkel, Desa Bengkel Kecamatan Kediri, Jumat (9/6/2023). (DOC)

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Musim kemarau basah yang terjadi di wilayah Bali pertengahan tahun ini mendorong sejumlah petani mengalihkan pola tanam mereka.

Jika biasanya pada musim kemarau petani menanam jagung, kini mereka memilih menanam padi karena curah hujan yang masih cukup tinggi dan pasokan air yang mencukupi.

Peralihan ini terjadi di sejumlah subak di Kabupaten Tabanan, terutama di Kecamatan Selemadeg dan Kerambitan yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi jagung.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Made Subagia. Menurutnya, fenomena kemarau basah saat ini membuat petani menyesuaikan diri. Beberapa subak pun memutuskan mengganti tanaman dari jagung menjadi padi karena ketersediaan air memungkinkan tanaman padi tumbuh optimal.

“Biasanya, saat kemarau petani menanam jagung. Namun karena masih turun hujan, beberapa subak memutuskan menanam padi. Ini juga sesuai dengan dorongan dari pemerintah pusat untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi demi ketahanan pangan,” ujar Subagia Sabtu (12/7/2025).

Meski sebagian petani beralih ke padi, tanam jagung masih tetap berlangsung di sejumlah wilayah. Salah satunya di Kecamatan Selemadeg, yang menjadi salah satu sentra produksi jagung di Tabanan. Hingga awal Juli ini, sudah tercatat sekitar 700 hektare lahan yang ditanami jagung.

“Tanamannya sudah mulai tumbuh. Petani harus memperbaiki irigasi agar air bisa mengalir lancar dan tidak menyebabkan lahan cepat kering,” ujar Subagia.

Ia menambahkan, pada musim tanam sebelumnya, curah hujan yang tinggi memungkinkan petani menabur benih langsung tanpa membuat saluran irigasi. “Tahun ini, petani harus lebih waspada karena meski masih hujan, kebutuhan irigasi tetap penting jika musim kemarau kembali normal,” jelasnya.

Dinas Pertanian Tabanan sebelumnya telah menargetkan penanaman jagung di lahan seluas hampir 2.000 hektare, yang tersebar di subak-subak wilayah Kecamatan Selemadeg Timur, Kerambitan, dan sekitarnya. Para petani juga telah menerima bantuan benih jagung.

Namun, karena air masih melimpah, ada tiga subak di Kerambitan yang memilih menanam padi. Benih jagung yang sudah terlanjur dibagikan kemudian direalokasikan ke subak lain yang siap menanam jagung pada bulan Juli dan Agustus.

“Pemerintah pusat pada tahun 2024 juga sudah mengalokasikan bantuan pompa air. Jadi, kalau musim kemarau tiba saat pertengahan tanam padi nanti maka kebutuhan air tetap aman,” tambah Subagia.

Terkait kondisi saluran irigasi, Subagia menegaskan, hingga kini tidak ada laporan kerusakan signifikan akibat hujan deras beberapa waktu terakhir.

“Saya belum menerima laporan kerusakan saluran irigasi, baik yang jebol maupun rusak parah. Secara umum, saluran irigasi di tingkat primer relatif aman,” imbuhnya. (ana)

Jadi Buronan Kasus Siber dan Suap, WNA Rusia Diekstradisi dari Bali

WN Rusia diekstradisi dari Bali.
WN Rusia diekstradisi dari Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aleksandr Vladimirovich Zverev, seorang warga negara Rusia, dipulangkan ke negaranya lewat proses ekstradisi setelah sempat diamankan di Bali. Pria tersebut diketahui masuk daftar buronan atas dugaan kejahatan siber dan tindak penyuapan di Rusia.

Zverev diterbangkan menggunakan maskapai Aeroflot pada Jumat (11/7/2025), setelah semalaman dititipkan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Denpasar, Jimbaran.

“Proses ekstradisi ini dilakukan karena yang bersangkutan tidak memiliki perkara hukum di Indonesia. Permintaan dari pemerintah Rusia pun telah dikabulkan sesuai prosedur,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Bali, Putu Agus Eka Sabana Putra.

Proses ekstradisi ini diawali pada Kamis malam (10/7), ketika Zverev dijemput di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 22.30 WITA. Penjemputan melibatkan tim gabungan dari Kejaksaan Agung RI, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta tiga perwakilan resmi dari Pemerintah Rusia. Turut hadir pula jajaran Kejati Bali, Kejari Denpasar dan Badung, Polda Bali, Imigrasi Kanwil Bali, hingga Kapolres Bandara.

Setibanya di Terminal VIP 2 bandara, dilakukan pemeriksaan administrasi sebelum Zverev dibawa ke Rudenim Denpasar dengan pengawalan ketat dari personel Kejaksaan, Brimob Gegana, Kepolisian, dan petugas Imigrasi.

Pada keesokan paginya, Jumat pukul 09.30 WITA, Zverev resmi diterbangkan menuju Rusia. Proses ekstradisi ini telah melalui jalur hukum yang panjang dan mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Republik Indonesia melalui Surat Presiden Nomor 12 Tahun 2025.

“Karena tidak ada alasan hukum untuk menahan atau memproses yang bersangkutan di Indonesia, ekstradisi menjadi langkah yang tepat,” tutup Putu Agus. (RA)

Koster: Kepala Desa, Lurah, dan Bendesa Adat Jadi Kunci Sukses Gerakan Bali Bersih Sampah

Konsolidasi Gerakan Bali Bersih Sampah yang berlangsung di Pura Samuan Tiga, Gianyar, Jumat (11/7/2025).
Konsolidasi Gerakan Bali Bersih Sampah yang berlangsung di Pura Samuan Tiga, Gianyar, Jumat (11/7/2025).

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan keberhasilan Gerakan Bali Bersih Sampah sangat bergantung pada komitmen kepala desa, lurah, serta bendesa adat sebagai ujung tombak pengelolaan sampah berbasis sumber.

Penegasan ini disampaikan saat memberikan arahan dalam Konsolidasi Gerakan Bali Bersih Sampah yang berlangsung di Pura Samuan Tiga, Gianyar, Jumat (11/7/2025), yang dihadiri lebih dari 2.000 lurah, kepala desa, dan bendesa adat se-Bali.

Gubernur Koster menyampaikan bahwa volume sampah di Bali saat ini mencapai 3.436 ton per hari, dengan lebih dari 60 persen berasal dari rumah tangga, dan 17 persen di antaranya berupa sampah plastik sekali pakai. Dari total sampah rumah tangga tersebut, mayoritas berasal dari wilayah desa, kelurahan, dan desa adat.

Oleh karena itu, desa menjadi medan utama dalam pengelolaan sampah. Jika desa-desa berhasil dalam pengelolaan sampah, maka sebagian besar persoalan sampah di Bali dapat teratasi.

“Namun, setelah enam tahun penerapan kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber, hasilnya belum memuaskan. Ini disebabkan lemahnya implementasi di tingkat desa dan desa adat, serta kurangnya komitmen dari berbagai pihak,” ungkap Gubernur Koster.

Ia mengingatkan, jika persoalan sampah tidak segera ditangani dengan serius, maka akan mengancam keberlanjutan alam Bali dan merusak citra pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah.

Untuk itu, Gubernur meminta seluruh kepala desa, lurah, dan bendesa adat memperkuat komitmen dalam menangani persoalan sampah.

Mereka diwajibkan mengelola sampah berbasis sumber secara menyeluruh, mulai dari rumah tangga hingga ke TPS3R, serta melarang penggunaan plastik sekali pakai (seperti tas kresek, pipet, dan kemasan plastik di bawah 1 liter) dalam seluruh kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan adat dan pasar tradisional.

Selain itu, desa dan desa adat diminta menetapkan pararem atau peraturan desa yang mengikat, dengan tetap mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal.

“Sampah yang dihasilkan di desa harus diselesaikan di desa. Tidak boleh ada lagi sampah yang dibuang ke TPA atau keluar desa. Desaku bersih tanpa mengotori desa lainnya,” tegasnya.

Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Gubernur juga meminta agar lurah, kepala desa, dan bendesa adat membentuk tim terpadu yang melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta kelompok peduli lingkungan.

Tim ini bertugas memberikan edukasi dan pengawasan kepada masyarakat, serta mendorong pasar tradisional untuk meninggalkan penggunaan plastik sekali pakai dan beralih ke tas ramah lingkungan.

“Seluruh desa, kelurahan, dan desa adat wajib mengelola sampahnya secara mandiri paling lambat 1 Januari 2026. Sebagai bentuk penghargaan, saya akan memberikan insentif keuangan hingga Rp1 miliar kepada yang berhasil menjalankan program ini secara optimal. Sebaliknya, bagi yang tidak melaksanakan, akan dikenakan sanksi administratif, termasuk penundaan bantuan keuangan dan insentif,” tandasnya.

Menutup arahannya, Gubernur Koster menegaskan kepala desa, lurah, dan bendesa adat bukan sekadar pemimpin administratif, tetapi juga pemimpin moral dan pelindung alam. Gerakan Bali Bersih Sampah menurutnya bukan sekadar simbolik, melainkan bentuk nyata komitmen bersama menjaga masa depan Pulau Bali.

“Jika saudara-saudara gagal mengelola sampah di desa masing-masing, berarti saudara gagal menjaga Bali. Tidak ada pilihan lain, kita harus berhasil. Ini adalah ikhtiar bersama demi Bali yang bersih, lestari, dan bermartabat,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Ida Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Bupati/Wali Kota se-Bali, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali.

Kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari para bendesa adat yang telah sukses dalam pengelolaan sampah di desanya, antara lain Bendesa Adat Desa Punggul (Abiansemal, Badung), Bendesa Adat Desa Taro (Tegallalang, Gianyar), Bendesa Adat Desa Adat Bindu (Abiansemal, Badung), dan Bendesa Adat Desa Adat Cemenggaon (Sukawati, Gianyar). (rls)

Pria Karangasem yang Culik Anak Mantan Bos dan Minta Rp 100 Juta Kini Diseret ke Meja Hijau

I Wayan Sudirta jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar.
I Wayan Sudirta jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Rasa sakit hati dan tekanan ekonomi mendorong I Wayan Sudirta (29) melakukan aksi nekat yang kini menjerumuskannya ke meja hijau. Pria asal Seraya, Karangasem itu diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar karena menculik anak mantan bosnya dan menuntut tebusan Rp 100 juta.

Sidang perdana kasus ini digelar secara tertutup pada Kamis (10/7/2025). Jaksa Penuntut Umum (JPU) Finna Wulandari dari Kejari Denpasar menyatakan Sudirta dijerat dengan dua dakwaan berat, yakni Pasal 83 jo Pasal 76F Undang-Undang Perlindungan Anak serta Pasal 328 KUHP tentang penculikan.

Kasus bermula dari pemecatan Sudirta dari tempat kerjanya di sebuah toko kosmetik milik orang tua korban, bocah laki-laki berinisial IMRAK (10), pada November 2024. Setelah dipecat, ia terus berpura-pura kepada keluarganya bahwa dirinya bekerja di kapal pesiar.

Menjelang kepulangannya ke kampung halaman pada Februari 2025, kepepet ekonomi membuat Sudirta gelap mata. Ia pun menyusun rencana penculikan dengan sasaran anak mantan bosnya sendiri.

Pada Kamis, 6 Februari 2025, Sudirta datang ke sekolah IMRAK di kawasan Sesetan, Denpasar, dan berpura-pura sebagai utusan orang tua korban. Karena sebelumnya mengenal pelaku, korban pun ikut tanpa curiga.

Setelah membawa korban keliling kota, pelaku sempat membeli kartu SIM baru dan berhenti di sebuah minimarket kawasan Renon. Dari sana, ia menghubungi orang tua korban dengan nomor tak dikenal dan menyampaikan ancaman.

“Aku bawa anakmu. Jangan coba-coba lapor polisi, anak yang di Surabaya juga bisa kena,” ujar Sudirta dalam pesan ancamannya.

Tak hanya mengancam, ia juga menuntut uang tebusan Rp 100 juta. Orang tua korban sempat menawar karena keterbatasan limit internet banking, namun pelaku tetap ngotot dan bahkan mengirimkan foto korban sebagai tekanan.

“Uangnya atau anaknya?” tulisnya dengan nada mengancam.

Beruntung, orang tua korban langsung melapor ke polisi. Petugas dari Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar bergerak cepat. Setelah uang ditransfer, polisi berhasil melacak dan menangkap Sudirta di lokasi.

Kini, Sudirta harus menghadapi proses hukum atas aksinya yang membahayakan keselamatan anak. Sidang lanjutan dijadwalkan digelar dalam waktu dekat. (RA)

Kecelakaan Beruntun di Jalur Denpasar-Singaraja, Satu Kendaraan Terjun ke Jurang Sedalam 9 Meter

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan beruntun terjadi di jalur nasional Denpasar–Singaraja tepatnya di Banjar Abianluang, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (10/7/2025) sore.

Kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan ini diduga akibat rem blong pada truk boks yang melaju dari arah Singaraja menuju Denpasar. Beruntung tidak ada korban luka serius maupun meninggal dalam insiden mengerikan tersebut.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata menyebutkan, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.40 WITA. Tabrakan melibatkan Hino Truck Box bernomor polisi P 8845 VM, Mitsubishi Colt Diesel DK 8809 DC, dan Toyota Car Carrier DK 9085 FA.

“Kecelakaan beruntun menyebabkan kendaraan Toyota Car Carrier DK 9085 FA jatuh kedalam jurang sedalam kurang lebih 9 meter. Beruntung sopir selamat,” jelasnya dikonfirmasi Jumat (11/7/2025).

Adapun kronologi kecelakaan bermula ketika truk boks yang dikemudikan Amanto Filimon Yusuf (41), warga Banyuwangi, mengalami rem blong saat melintasi turunan dan tikungan landai di lokasi kejadian.

Truk tersebut kemudian menabrak bagian belakang Colt Diesel yang dikemudikan Antonius Poto Lelan (29), warga Timor Tengah Utara, NTT. Benturan berlanjut hingga menabrak Toyota Car Carrier yang dikemudikan Dhomir Mubarizihi (35), asal Bekasi.

Benturan keras mengakibatkan mobil car carrier tersebut terjun ke jurang sedalam sekitar 9 meter. Beruntung, ketiga pengemudi kendaraan dalam keadaan selamat dan tidak mengalami luka serius.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, hanya kerusakan pada kendaraan dan kerugian material,” jelas Berata.

Adapun rincian kerusakan kendaraan dan kerugian materi yakni Truk Hino mengalami penyok di bagian depan, ditaksir merugi sekitar Rp3 juta. Colt Diesel mengalami retak pada kaca depan, penyok pada bemper depan dan belakang kiri, kerugian ditaksir Rp7 juta. Kemudian, Toyota Car Carrier mengalami kerusakan parah di bagian depan, dengan taksiran kerugian mencapai Rp80 juta.

Atas kejadian tersebut, Berata mengimbau para pengendara untuk selalu berhati-hati dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum digunakan. Terlebih lagi, saat ini pengalihan arus akibat perbaikan jalan jebol di Jalur Denpasar-Gilimanuk tepatnya di depan Pasar Bajera, Selemadeg, Tabanan masih berlangsung.

Kendaraan besar seperti truk dan bus dari arah Denpasar dan Gilimanuk dialihkan ke jalur alternatif Denpasar-Singaraja. (ana)