- Advertisement -
Beranda blog Halaman 160

Cuaca Dingin Akhir-Akhir ini di Jawa-Bali-Nusa Tenggara, BMKG Jelaskan Penyebabnya

Ilustrasi - cuaca di wilayah pegunungan Batur, Kintamani, Bangli, Bali.
Ilustrasi - cuaca di wilayah pegunungan Batur, Kintamani, Bangli, Bali.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Akhir-akhir ini, masyarakat di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, merasakan suhu udara yang lebih dingin dari biasanya.

Banyak yang mengaitkannya dengan fenomena Aphelion. Fenomena astronomi ini terjadi ketika Bumi berada pada titik terjauh dari Matahari dalam orbit tahunannya.

Peristiwa ini biasanya terjadi setiap bulan Juli. Namun, dilansir dari akun Instagram resmi BMKG @infobmkg pada Jumat (11/7/2025) dijelaskan bahwa udara dingin belakangan ini tidak disebabkan oleh Aphelion melainkan disebabkan oleh tiga faktor cuaca.

Pertama, mulai memasuki musim kemarau, yang ditandai dengan dominasi angin timuran (Monsoon Australia) yang bersifat kering dan dingin.

Kedua, langit cerah yang mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer saat malam hari. Ketiga, hujan yang masih terjadi di beberapa wilayah turut menambah rasa dingin karena membawa massa udara dingin dari awan ke permukaan dan menghalangi pemanasan sinar matahari.

Cuaca dingin yang dirasakan masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah selatan khatulistiwa seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, sebenarnya merupakan hal yang wajar dan terjadi setiap musim kemarau, yakni sekitar bulan Juli hingga September,” tulis postingan @infobmkg.

BMKG juga menegaskan, Aphelion adalah fenomena rutin yang terjadi setiap tahun dan tidak perlu menimbulkan kekhawatiran. Tidak ada bukti bahwa fenomena ini menyebabkan gangguan cuaca ekstrem di Indonesia. Penurunan suhu saat ini lebih dipengaruhi oleh pola angin muson timur daripada jarak Bumi-Matahari.

Dalam menghadapi beredarnya berbagai informasi cuaca yang simpang siur di media sosial, BMKG mengimbau masyarakat untuk tdak langsung percaya pada informasi yang viral tanpa sumber resmi.

Jangan menyebarkan hanya informasi terverifikasi, agar tidak memicu kepanikan. Kemudian, masyarakat harus mastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi BMKG seperti: Situs: www.bmkg.go.id, Instagram: @infobmkg, serta Aplikasi resmi BMKG.

BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tetap tenang dan siaga terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti suhu dingin, hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi. Pemahaman dan kesiapan menghadapi kondisi ini penting untuk keselamatan. (ana)

Kunjungan Wisatawan Domestik ke Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Turun 20 Persen Dampak Jalur Denpasar-Gilimanuk Jebol

Kunjungan Wisatawan di DTW Tanah Lot, Kediri, Tabanan.
Kunjungan Wisatawan di DTW Tanah Lot, Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jebolnya jalur nasional Denpasar-Gilimanuk berdampak terhadap sektor pariwisata di Kabupaten Tabanan. Dua destinasi unggulan yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan domestik yakni DTW Tanah Lot di Kecamatan Kediri dan DTW Ulun Danu Beratan di Kecamatan Baturiti mengalami penurunan kunjungan wisatawan hingga 20 persen.

Penurunan ini mulai terjadi sejak sehari setelah jalan nasional tersebut jebol di kawasan depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg pada Senin (7/7/2025). Gangguan lalu lintas akibat insiden itu menyebabkan rombongan wisatawan dari arah barat, khususnya yang menggunakan bus besar dari Pulau Jawa, mengurungkan atau menunda kunjungan mereka.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot, I Putu Toni Wirawan, mengungkapkan, angka kunjungan harian kini berada di kisaran 3.000 hingga 4.000 orang, turun sekitar 20 persen dibandingkan sebelumnya.

“Penurunan sekitar 20 persen. Rata-rata terjadi pada wisatawan domestik yang biasanya datang secara rombongan dengan bus. Sejak jalan jebol, banyak yang menunda kunjungan ke hari berikutnya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, pengalihan arus lalu lintas ke jalur alternatif yang lebih kecil dan memutar membuat waktu tempuh menjadi lebih lama, terutama bagi kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan roda enam. Sebagian besar kendaraan kini dialihkan melalui jalur Singaraja.

“Kondisi itu menyebabkan wisatawan menunda kunjungan dan menggantinya ke hari berikutnya, bahkan ada juga yang membatalkan,” imbuhnya.

Hal serupa juga disampaikan Manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika. Ia menyebut, sejak insiden tersebut, kunjungan wisatawan ke kawasan Danau Beratan tercatat hanya 1.000 hingga 2.000 orang per hari.

“Kunjungan turun sekitar 20 persen. Mayoritas wisatawan yang datang saat ini adalah wisatawan domestik, seiring dengan momentum liburan sekolah. Namun karena pengalihan arus ke jalur Denpasar-Singaraja, kemacetan parah terjadi di kawasan Bedugul,” ujar Mustika.

Akibat kemacetan tersebut, tidak sedikit rombongan wisatawan yang akhirnya membatalkan kunjungan ke Ulun Danu Beratan.

Pihak pengelola DTW Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan berharap proses perbaikan jalan nasional Denpasar-Gilimanuk dapat segera rampung, sehingga akses menuju destinasi wisata kembali lancar dan kunjungan wisatawan dapat pulih seperti semula. (ana)

Topeng Bondres Damar Sasangka, Panggung Refleksi Kepemimpinan di PKB 2025

Sanggar Seni Bajra Geni, Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, tampil membawakan pagelaran Topeng Bondres bertajuk Damar Sasangka, mewakili Kabupaten Badung.
Sanggar Seni Bajra Geni, Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, tampil membawakan pagelaran Topeng Bondres bertajuk Damar Sasangka, mewakili Kabupaten Badung.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Panggung Kalangan Ayodya, Taman Budaya Provinsi Bali, kembali menghadirkan nuansa magis Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Rabu (9/7/2025).

Kali ini, giliran Sanggar Seni Bajra Geni, Banjar Batu, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, yang tampil membawakan pagelaran Topeng Bondres bertajuk Damar Sasangka, mewakili Kabupaten Badung.

Pagelaran ini bukan sekadar sajian seni pertunjukan, tetapi sekaligus menjadi media penyampaian nilai-nilai luhur tentang kepemimpinan, lingkungan, dan harmoni semesta.

Melalui lakon Damar Sasangka, penonton diajak menyelami kisah seorang pemimpin bijak yang rela menempuh laku tapa demi menemukan solusi di tengah bencana kekeringan dan konflik sosial.

Tokoh sentral dalam kisah ini adalah Ida Cokorda Nyoman Mayun, Raja Kawya Pura, yang dihadapkan pada persoalan pelik saat Subak Batan Tanjung mengalami kekeringan panjang. Alih-alih gegabah mengambil keputusan, sang raja memilih bertapa di Pucak Pengelengan untuk menyatukan batin dengan kehendak alam.

Hingga akhirnya, lewat wahyu yang diterima, solusi didapatkan melalui upacara suci Aci Tulak Tunggul di Dam Pura Taman Ayun, lengkap dengan sarana pekelem ulam suci dan iringan tari sakral Baris Keraras. Tradisi ini hingga kini masih lestari dalam piodalan Pura Taman Ayun.

Cerita ini tak hanya menyuguhkan potret kepemimpinan spiritual yang penuh tanggung jawab, tetapi juga menyuarakan pesan lingkungan yang relevan: pentingnya menjaga air sebagai sumber kehidupan dan keberlangsungan pertanian.

Dalam konteks kekinian, pesan ini menjadi pengingat bahwa pemimpin sejati adalah mereka yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan semesta.

Sebelum inti cerita dimulai, pementasan diawali dengan tabuh pembuka dan tiga penampilan Topeng klasik, yakni Topeng Keras, Topeng Tua, dan Topeng Bondres Monyer Manis. Ketiganya menghadirkan karakter-karakter khas yang memancarkan kekuatan, kebijaksanaan, hingga sindiran sosial yang cerdas.

Pembina tari, Anak Agung Bagus Sudarma, menjelaskan bahwa lakon ini terinspirasi dari Babad Mengwi, khususnya kisah tentang Aci Tulak Tunggul. “Cerita ini menjadi bagian dari upaya pelestarian sejarah dan tradisi Subak Batan Tanjung, serta menyampaikan filosofi tentang pentingnya air dan bendungan sebagai sumber kemakmuran,” jelasnya.

Ia menuturkan, persiapan pementasan telah dilakukan sejak Maret 2025, melibatkan sekitar 50 seniman, baik penari maupun penabuh. “Hari ini menjadi puncak dari proses panjang kami. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali yang konsisten menyediakan ruang untuk seniman daerah melalui PKB,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pembina tabuh, I Wayan Griya. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang memberi kesempatan kepada seniman muda untuk tampil di ajang bergengsi ini. “Lewat berkesenian, generasi muda bisa belajar nilai-nilai kehidupan dan menjauh dari hal negatif. Inilah tujuan utama kami,” katanya.

Wayan Griya juga menyebutkan bahwa perkembangan seni di Badung saat ini sangat membanggakan. “Pembinaan seni kini berjalan terstruktur dari tingkat desa hingga kabupaten, menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah dan pelaku seni,” imbuhnya.

Pagelaran Topeng Bondres Damar Sasangka pun menjadi lebih dari sekadar tontonan. Pertunjukan ini berhasil menyentuh penonton, tidak hanya lewat keindahan gerak tari dan tabuhan gamelan, tetapi juga melalui pesan moral tentang tanggung jawab, spiritualitas, serta pentingnya menjaga harmoni dengan alam.

Sanggar Seni Bajra Geni sukses menunjukkan bahwa panggung seni adalah ruang edukasi, kontemplasi, sekaligus pelestarian warisan budaya yang tak lapuk oleh waktu. (ana)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tersangka Tewas, Kasus Pencabulan Anak di Denpasar Dihentikan

Ilustrasi tahanan.
Ilustrasi tahanan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penyidikan kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang dilaporkan ke Polresta Denpasar pada 3 Juni 2025 resmi dihentikan. Polisi menghentikan proses hukum karena tersangka, pria berinisial AI (36), meninggal dunia hanya sehari setelah laporan masuk.

Kasus ini bermula dari laporan seorang ibu bernama Hanifah, yang melaporkan dugaan pencabulan terhadap putrinya berinisial NAS (12). Laporan tersebut terdaftar dalam LP/B/438/VI/2025/SPKT/POLRESTA DENPASAR.

Namun, sebelum polisi sempat memeriksa lebih jauh, AI ditemukan meninggal pada 4 Juni 2025. Kepastian ini diperkuat oleh sertifikat kematian yang diterbitkan Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar dengan nomor 09/VI/2025.

“Penyidikan dihentikan karena tersangka telah meninggal dunia, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Jumat (13/6).

Kepolisian juga telah menggelar gelar perkara melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim untuk memutuskan kelanjutan proses hukum. Hasilnya, perkara tidak bisa dilanjutkan karena penuntutan terhadap tersangka otomatis gugur setelah ia meninggal dunia.

Kendati demikian, Sukadi menegaskan bahwa penyebab kematian AI masih diselidiki lebih lanjut oleh Unit 1 Sat Reskrim Polresta Denpasar. “Kami tetap mendalami penyebab kematian yang bersangkutan,” ujarnya. (*)

Identitas 4 Korban Tewas Usai Ditabrak Truk Bermuatan Semen di Bangli

Kondisi truk pengangkut semen ringsek usai menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga di Banjar Bangklet, Bangli.
Kondisi truk pengangkut semen ringsek usai menabrak sejumlah kendaraan dan rumah warga di Banjar Bangklet, Bangli.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Kecelakaan tragis terjadi di Banjar Bangklet, Desa Kayubihi, Kecamatan Bangli, Kamis pagi (10/7/2025). Sebuah truk tronton pengangkut semen melaju tak terkendali dan menabrak sejumlah kendaraan serta rumah warga. Insiden maut ini menewaskan empat orang dan melukai dua lainnya.

Menurut keterangan Kasatlantas Polres Bangli, AKP Ni Luh Putu Deniasi, kejadian bermula sekitar pukul 08.25 Wita. Truk dengan nomor polisi BK 8709 EM itu datang dari arah utara, tepatnya dari wilayah Palaktiyin, Desa Landih. Diduga mengalami rem blong, kendaraan raksasa itu tak mampu dikendalikan saat menuruni jalan.

“Truk pertama menabrak mobil APV bernopol DK 1961 ACA dan seorang pejalan kaki. Tak berhenti di situ, truk terus melaju hingga menghantam mobil Feroza DK 1435 AAQ, lalu menabrak rumah warga atas nama I Nengah Resep di Banjar Bangklet,” jelas AKP Deniasi.

Benturan keras tak hanya menimbulkan kerusakan material, tetapi juga menelan korban jiwa. Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ini, di antaranya Ni Nengah Rania (71), warga Banjar Palaktiying, Desa Landih, I Wayan Garsana (35), warga Payangan, Gianyar, I Nengah Resep (70), pemilik rumah yang tertabrak.

Kemudian opir truk, yang identitasnya masih dalam proses identifikasi. Sementara dua korban luka telah dilarikan ke RS Bangli untuk mendapatkan penanganan medis.

Kerusakan material yang ditimbulkan juga cukup besar. Polisi mencatat setidaknya dua rumah warga rusak, lima mobil ringsek, serta satu sepeda motor turut hancur dalam kecelakaan beruntun tersebut.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kecelakaan dan terus mengupayakan identifikasi terhadap sopir truk,” tutup AKP Deniasi. (RA)

Tiga Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Kembali Ditemukan

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

PANTAUBALI.COM, BANYUWANGI – Memasuki hari kesembilan operasi pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi tiga jenazah yang diduga merupakan korban kapal nahas tersebut, Kamis (10/7/2025).

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, yang bertindak sebagai SMC (SAR Mission Coordinator), dalam konferensi pers pagi hari menyampaikan bahwa korban ke-43 ditemukan pada Rabu (9/7/2025) pukul 16.23 WIB di sekitar perairan Pantai Perpat, Sembulungan, Banyuwangi.

“Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi cuaca di perairan Selat Bali yang kurang bersahabat. Sekitar pukul 22.30 WIB, jenazah berhasil dievakuasi ke Pantai Satelit Muncar,” ujarnya.

Selanjutnya, sekitar pukul 04.00 WIB, tim SAR gabungan menerima laporan penemuan satu jenazah di sekitar Pantai Plengkung. SRU darat dari Polsek dan Koramil setempat, dibantu warga, segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.

Satu jenazah lainnya ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 03.00 WITA di perairan Pantai Perancak. Proses evakuasi juga menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Jenazah tersebut akhirnya berhasil dievakuasi ke darat melalui Pantai Pebuahan pada pukul 08.55 WITA.

Ketiga jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RSUD Blambangan Banyuwangi untuk proses identifikasi oleh tim DVI SIDOKKES Polresta Banyuwangi dan BIDDOKKES Polda Jawa Timur.

Sementara itu, operasi pencarian hari kesembilan tetap dilaksanakan sesuai rencana. SRU laut difokuskan menyisir 11 sektor di bagian selatan, dengan melibatkan sejumlah kapal besar.

Kondisi cuaca di Selat Bali masih menjadi tantangan, dengan cuaca dominan berawan tebal, angin kencang 6–25 knot, gelombang setinggi 2,5–4 meter, dan arus permukaan mencapai 3 m/s. Penyisiran darat juga terus dilakukan di sepanjang pesisir sisi Banyuwangi dan Bali, melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat.

Dengan penemuan tiga jenazah terbaru ini, total korban yang berhasil ditemukan dari musibah KMP Tunu Pratama Jaya sebanyak 45 orang. Dari jumlah tersebut, 30 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sementara 15 orang dinyatakan meninggal dunia. (ana)

Usai Proyek Vila, Tiga Tempat Usaha di Zona LSD Desa Beraban Disidak

Petugas Satpol PP Tabanan bersama tim dari Dinas PUPRPKP dan DPMPTSP saat melakukan pengawasan terhadap bangunan usaha yang berdiri di lahan terindikasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kamis (10/7/2025).
Petugas Satpol PP Tabanan bersama tim dari Dinas PUPRPKP dan DPMPTSP saat melakukan pengawasan terhadap bangunan usaha yang berdiri di lahan terindikasi Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kamis (10/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah memberhentikan proyek pembangunan vila yang melanggar tata ruang di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kediri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan kembali melakukan penertiban terhadap bangunan usaha yang terindikasi melakukan hal serupa.

Penertiban dilakukan bersama Dinas PUPRPKP dan DPMPTSP pada Kamis (10/7/2025), sebagai bagian dari upaya pembinaan dan pengawasan terhadap pemanfaatan ruang di kawasan Lahan Sawah Dilindungi (LSD). LSD merupakan zona pertanian produktif yang ditetapkan untuk dilindungi dari alih fungsi guna menjamin ketahanan pangan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, ditemukan tiga tempat usaha yang berdiri di atas lahan terindikasi LSD. Ketiganya adalah Rumah Makan Bebek Sari Uma, sebuah warung kopi, serta Vetra Garden yang seluruhnya berlokasi di Banjar Batugaing, Desa Beraban.

Dari hasil pemeriksaan di lapangan, pemilik Rumah Makan Bebek Sari Uma dan satu warung kopi mengaku telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), namun belum mengantongi izin lainnya. Sedangkan pemilik Warung Kopi Abian Bali Lucky dan Vetra Garden belum dapat menunjukkan dokumen perizinan sama sekali.

Ketiga pemilik usaha telah diminta untuk hadir ke Kantor Satpol PP Kabupaten Tabanan pada Selasa, 15 Juli 2025, guna menjalani klarifikasi dan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga keteraturan pemanfaatan tata ruang.

“Penertiban ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk menegakkan Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tabanan Tahun 2023–2043,” ujar Gede Sukanada.

Mantan Kadis Pariwisata Kabupaten Tabanan itu menambahkan, penegakan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga ditujukan sebagai edukasi bagi masyarakat agar lebih tertib dalam mengurus perizinan, khususnya terkait pembangunan di zona strategis yang dilindungi.

“Kami akan terus bergerak untuk memastikan pemanfaatan ruang di Kabupaten Tabanan sesuai dengan regulasi, demi mendukung terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas pria alumni IPDN ini.

Lebih lanjut, Gede Sukanada menegaskan bahwa Pemkab Tabanan tetap mendukung investasi yang bertanggung jawab dan berpedoman pada aturan.

“Silakan berinvestasi di Tabanan, kami terbuka. Namun tentu harus patuh pada aturan tata ruang dan zonasi. Pemerintah daerah juga membuka pintu seluas-luasnya untuk memfasilitasi para investor atau masyarakat yang ingin mendapatkan informasi zona yang sesuai. Mereka bisa langsung berkonsultasi ke Dinas PUPR,” jelasnya.

Melalui langkah ini, pemerintah daerah tidak hanya berupaya menyelesaikan pelanggaran yang ada, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, khususnya di wilayah yang memiliki nilai strategis bagi sektor pertanian dan ketahanan pangan. (ana)

Moeldoko: Gubernur Bali Pelopor Nasional Ekonomi Hijau dan Kendaraan Listrik

Gubernur Bali saat hadiri jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7/2025).
Gubernur Bali saat hadiri jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster disebut sebagai pelopor dalam gerakan ekonomi hijau dan pemanfaatan kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Pasalnya, jauh sebelum isu ini menjadi pembahasan dunia, Gubernur Koster telah mencanangkan berbagai program nyata dalam mendukung terwujudnya ekonomi hijau.

Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo), Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko dalam acara jamuan makan malam peserta Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Rabu (9/7/2025).

Lebih lanjut, Moeldoko menyebut salah satu program nyata Gubernur Koster dalam gerakan ekonomi hijau adalah kebijakan penghentian penggunaan batubara sebagai sumber energi listrik di Bali.

“Saat dunia mulai membahas tentang ekonomi hijau, Gubernur Koster telah bicara jauh sebelumnya,” ujarnya.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini juga menegaskan bahwa dirinya tidak meragukan keseriusan Gubernur Koster dalam pemanfaatan kendaraan listrik.

“Kalau bicara soal EV, Gubernur Koster adalah pelopor sesungguhnya,” cetus Moeldoko.

Karena itu, ia tak heran ketika pertama kali bertemu untuk membahas penyelenggaraan PEVC di Bali, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng itu langsung memberikan sambutan sangat positif.

Dalam sambutannya, Moeldoko juga menegaskan bahwa kendaraan listrik bukan sekadar teknologi, tetapi bagian penting dari upaya pelestarian lingkungan.

“Berbicara tentang EV itu bukan hanya bicara teknologi. Ini tentang bagaimana kita membangun lingkungan yang bersih untuk anak cucu kita. EV juga bagian penting dari diplomasi ekonomi hijau,” tegasnya.

Moeldoko menambahkan, Indonesia melalui Periklindo akan terus mengkampanyekan pentingnya perubahan ke arah yang lebih baik bagi lingkungan.

Menutup sambutannya, Moeldoko mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Koster dan jajaran yang telah menyiapkan jamuan makan malam untuk peserta PEVC di tempat yang dinilai sangat terhormat dan memiliki nilai sejarah luar biasa bagi Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster sendiri menyambut baik inisiatif Moeldoko menggelar konferensi kendaraan listrik di Pulau Dewata. Menurutnya, agenda ini sejalan dengan kebijakan Pemprov Bali yang saat ini tengah gencar mengkampanyekan penggunaan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai.

“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Periklindo yang telah mempercayakan Bali sebagai tuan rumah PEVC. Ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur dua periode ini juga memaparkan visi besar Bali melalui Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. Visi tersebut tidak hanya menekankan pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan harmoni spiritual yang berakar pada adat, budaya, dan agama.

“Visi ini melandasi komitmen kami untuk melestarikan lingkungan alam dan memuliakan sumber-sumber kehidupan. Itulah sebabnya kami menerapkan kebijakan yang ramah lingkungan,” jelas Koster.

Di bidang energi, Bali telah menerbitkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, yang diperkuat oleh Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Provinsi Bali Tahun 2020–2050.

Berkat keteguhan Gubernur Koster, Menteri ESDM dan PLN telah menyetujui bahwa pembangkit listrik di Bali tidak boleh lagi menggunakan batubara.

“Sebagai gantinya, kami mendorong pemanfaatan energi bersih dari angin, matahari, gelombang laut, dan panas bumi. PLN juga telah mencantumkan rencana ini dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional untuk wilayah Bali,” tambahnya.

Di sisi hilir, Pemprov Bali menerapkan kebijakan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai melalui Peraturan Gubernur Nomor 48 Tahun 2019.

“Kami mengkampanyekan penggunaan kendaraan listrik kepada seluruh elemen masyarakat. Mobil dinas saya kendaraan listrik. Kapolda, Kajati, Ketua Pengadilan Tinggi, Danlanal, Danlanud, dan Danrem juga telah menggunakan kendaraan listrik. Mulai tahun ini, saya dorong seluruh ASN juga menggunakan kendaraan listrik. Ini produk yang memuliakan alam,” jelas Koster.

Guna memperluas pemanfaatan kendaraan listrik, Pemprov Bali tengah merancang zona ramah lingkungan di kawasan wisata seperti Kuta, Sanur, Ubud, dan Nusa Penida. Kawasan ini akan diatur untuk menggunakan energi bersih dan kendaraan listrik secara menyeluruh.

Untuk mendukung percepatan peralihan dari kendaraan konvensional ke kendaraan listrik, Gubernur Koster meminta dukungan semua pihak agar kebijakan ini berjalan lancar. “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi,” katanya.

Dalam sambutannya, Koster juga mengundang para investor untuk merealisasikan kawasan industri kendaraan listrik yang lahannya telah disiapkan di Jembrana. Ia meyakini, jika kawasan ini terealisasi, percepatan penggunaan kendaraan listrik akan lebih optimal.

“Kami juga mengundang investor yang berminat mengembangkan PLTS atap di Bali. Ini bagian dari upaya menyeluruh dari hulu ke hilir dalam pemanfaatan energi bersih,” imbuhnya.

Tak hanya di sektor energi, Bali juga mendorong kebijakan ramah lingkungan di sektor pertanian dengan mengembangkan pertanian organik tanpa pupuk kimia maupun pestisida. “Saat ini, 70 persen sawah di Bali sudah organik,” ungkapnya.

Kebijakan pelestarian lingkungan juga diwujudkan dalam pelarangan penggunaan plastik sekali pakai yang telah diterapkan secara luas.

Selain para peserta PEVC, jamuan makan malam itu juga dihadiri oleh Duta Besar RI untuk Republik Rakyat Tiongkok Drs. Djauhari Oratmangun, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Wang Lutong, tokoh kendaraan listrik Asia Prof. C.C. Chan, serta Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok, Al Busyra Basnur.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Koster turut menyerahkan cendera mata berupa arak Bali kepada para tamu kehormatan. (ana)

Parade Gebogan hingga Tari Kecak Kembali Digelar di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden

Pembukaan festival budaya di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden pada Kamis (10/7/2025).
Pembukaan festival budaya di DTW Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden pada Kamis (10/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Parade gebogan kembali memeriahkan kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan dan The Blooms Garden di Kecamatan Baturiti, Tabanan. Festival budaya ini akan berlangsung selama satu bulan penuh, dengan pembukaan resmi digelar pada Kamis (10/7/2025) di The Blooms Garden.

Selain parade gebogan, pengunjung juga akan disuguhi berbagai pertunjukan seni budaya khas Bali, seperti Gong Baleganjur, Tari Barong, dan Tari Kecak yang membawakan kisah rakyat “Legenda Ulun Danu Beratan”.

Manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, menjelaskan bahwa parade ini melibatkan sekitar 1.000 peserta, terdiri atas penari dan pemain baleganjur dari 15 desa adat yang tergabung dalam Gebog Pesatakan Ulun Danu Beratan.

“Tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua parade gebogan, dengan mengusung tema Tri Hita Karana,” ujarnya.

Selama sebulan, agenda pertunjukan dibagi berdasarkan lokasi. Dari Senin hingga Rabu, parade dan pertunjukan seni digelar di kawasan Ulun Danu Beratan. Sedangkan dari Kamis hingga Minggu, kegiatan berpusat di The Blooms Garden. Pertunjukan tari dan Baleganjur dimulai pukul 10.00 WITA, sementara parade gebogan berlangsung mulai pukul 13.00 WITA.

“Porsi kegiatan lebih banyak dilakukan di The Blooms Garden sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut,” tambah Mustika.

Ia berharap penyelenggaraan parade dan pertunjukan budaya ini mampu mendongkrak angka kunjungan wisata serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.

Saat ini, kunjungan wisatawan ke Ulun Danu Beratan tercatat antara 1.000 hingga 2.000 orang per hari, sedangkan The Blooms Garden dikunjungi sekitar 500 hingga 1.000 orang per hari. Wisatawan didominasi oleh pelancong domestik, seiring momentum libur sekolah.

Namun demikian, terjadi penurunan jumlah kunjungan wisatawan sekitar 20 persen sejak diberlakukannya pengalihan arus lalu lintas akibat jebolnya jalur Denpasar–Gilimanuk pada Senin (7/7/2025) lalu.

Arus kendaraan besar dialihkan ke jalur Denpasar–Singaraja, yang mengakibatkan kemacetan parah di kawasan Bedugul.

“Banyak wisatawan akhirnya membatalkan kunjungan ke Ulun Danu Beratan karena terjebak kemacetan. Mudah-mudahan, dengan adanya parade selama satu bulan ini, kunjungan bisa meningkat setidaknya 10 persen,” harap Mustika. (ana)

Tampilkan Kearifan Lokal Tabanan, Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna Pukau Penonton PKB 2025

Penampilan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna, Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa PKB 2025, Rabu (9/7/2025) malam.
Penampilan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna, Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa PKB 2025, Rabu (9/7/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ribuan penonton terpukau menyaksikan secara langsung penampilan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna, Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan dalam Parade Gong Kebyar Dewasa Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, yang digelar di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center Denpasar.

Duta Kabupaten Tabanan ini hadir dengan balutan busana bernuansa Tri Datu, menciptakan atmosfer sakral dan megah sejak awal kemunculan mereka di atas panggung, Rabu (9/7/2025) malam.

Berhadapan dengan Duta Kota Denpasar, Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna menyajikan tiga garapan unggulan yang mengangkat kekayaan musikalitas, spiritualitas, serta sejarah lokal Desa Adat Bendha. Riuh tepuk tangan penonton menggema ketika mereka memasuki panggung, menandai antusiasme tinggi terhadap penampilan yang sarat nilai budaya ini.

Garapan pertama, Tabuh Nem Lelambatan ‘Tungtung Tangis III’, merupakan karya seni tradisional yang merekonstruksi karya pendahulunya pada Festival Gong Kebyar Bali tahun 1992 dan PKB 2009.

Ditata oleh I Made Arnawa garapan ini mempertahankan roh Lelambatan yang sakral namun dikemas ulang sesuai kebutuhan waktu, menjadikannya penuh rasa dan kenangan, seolah mengajak penonton bernostalgia ke era kejayaan Tungtung Tangis I dan Tungtung Tangis II sebelumnya.

Selanjutnya, garapan kedua adalah tari kreasi kekebyaran berjudul Awor Tiga, yang merepresentasikan filosofi AUM yaitu penyatuan tiga aksara suci Ang, Ung, Mang, simbol kekuatan, kesucian, dan kebijaksanaan.

Digarap oleh koreografer Ida Bagus Putu Darmayasa dan penata karawitan Ade Putra Iwan Setiawan, tari ini tidak hanya menggambarkan kekuatan spiritual, namun juga menjadi representasi dari arah pembangunan Kabupaten Tabanan yang mengusung semangat Aman, Unggul, Madani (AUM).

Pementasan ditutup dengan fragmen tari bertajuk Wiwitaning Bedha, yang membumikan kisah heroik Patih Kebo Iwa di masa Kerajaan Bedulu. Fragmen ini mengangkat perjuangan, pengabdian, hingga pengaruh Patih Kebo Iwa dalam membangun Desa Adat Bedha mulai dari strategi pertahanan, pembangunan subak, hingga pendirian pura untuk kesejahteraan dan keharmonisan masyarakat.

Karya fragmen ini dikonsep oleh I Wayan Juana Adi Saputra dengan sentuhan artistik dari penata tari I Made Dendi Dwi Karyana dalang Jana Mejaya, penata tabuh dan gerong Yan Kiung serta Tanda oleh Wahyu Diantara.

Penampilan monumental ini turut disaksikan langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, beserta Ny. Budiasih Dirga, jajaran DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah beserta istri, para Kelompok Ahli Pemkab Tabanan, Asisten Setda Tabanan, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Tabanan.

Bupati Tabanan dalam komentarnya menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam terhadap seluruh insan kreatif, baik penari, penabuh, penata seni, hingga para official yang telah mempersiapkan penampilan dengan sangat maksimal.

“Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna tidak hanya tampil estetik dan harmonis, tetapi juga mampu menggugah rasa bangga akan warisan budaya Tabanan yang luhur. Ini adalah bentuk pengabdian seni yang luar biasa, keren sekali. Bahkan termasuk mengemas pesan sejarah dari Patih Kebo Iwa sebagai cikal bakal Desa Adat Bedha, keren pokoknya” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu penonton, Ni Made Astiti, warga Kabupaten Buleleng yang hadir langsung di panggung Ardha Candra, turut memberikan apresiasi. Ia menyebut fragmen Wiwitaning Bedha sangat menyentuh dan sarat makna.

“Garapan ini bukan hanya hiburan, tapi pelajaran tentang sejarah, keberanian, dan spiritualitas leluhur Bali. Luar biasa sekali bagaimana kisah Patih Kebo Iwa dikemas dengan artistik,” ujarnya.

Pementasan Sekha Gong Satyaning Kebo Taruna juga menjadi penampilan pamungkas dari rangkaian Duta Kabupaten Tabanan yang tampil dalam jenis parade Gong Kebyar pada PKB tahun ini.

Mereka menutup rangkaian dengan penuh kebanggaan dan kemegahan, mengukuhkan keyakinan dan aksi nyata dalam melestarikan seni budaya Bali melalui karya yang berkualitas, filosofis, dan menggugah rasa.  (ana)