- Advertisement -
Beranda blog Halaman 156

TP PKK Tabanan Bergerak Bersama Wujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045

Puncak Acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (30/6/2025).
Puncak Acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (30/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, menghadiri penyelenggaraan Puncak Acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2025.

Kegiatan yang mengusung tema ‘Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas’ ini dilaksanakan di Gedung Ksirarnawa, UPTD Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (30/6/2025).

Acara ini dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dan turut dihadiri oleh perwakilan jajaran Forkopimda dan para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemprov Bali, seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran pengurus, serta Ketua TP PKK Kecamatan se-Bali.

Perayaan HKG bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momen refleksi dan evaluasi terhadap peran PKK dalam membangun kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Melalui sambutan Ketua TP PKK Pusat yang dibacakan oleh Ny. Putri Suastini Koster, PKK disebutnya telah menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan nasional melalui 10 Program Pokok PKK yang terus beradaptasi menghadapi tantangan zaman.

“PKK hadir di tengah masyarakat dengan semangat gotong-royong dan kebersamaan. Gerakan ini telah berkembang menjadi kekuatan sosial yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan, baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun lingkungan,” ujar Ny. Putri Koster dalam sambutannya.

Pihaknya menambahkan, bahwa PKK adalah organisasi paling masif dalam mendukung program-program pemerintah, dan menjadi pilar utama dalam pembangunan yang berbasis keluarga.

Peringatan HKG ke-53 disebutnya sebagai momen strategis untuk semakin menguatkan peran PKK menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Tema “Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas” memiliki makna yang mendalam.

PKK ditegaskannya juga harus bersatu langkah dalam mewujudkan delapan cita-cita nasional yang tertuang dalam RPJPN 2025–2045, yakni Indonesia yang bersatu, berdaulat, maju, dan berkelanjutan.

“Sebagai ujung tombak gerakan ini, kita semua memiliki tanggung jawab besar untuk terus berinovasi dan melakukan langkah nyata yang berdampak langsung kepada masyarakat,” imbuhnya seraya menyoroti isu penting tentang pengelolaan sampah di Bali.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk lebih sadar terhadap regulasi pengelolaan sampah yang saat ini menjadi prioritas utama daerah. “Sampah bukan sekadar dibuang, tapi harus dikelola dengan baik. Harapan saya, semua bertanggung jawab terhadap sampah yang kita hasilkan sendiri agar Bali benar-benar bersih dari sampah,” tegasnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster, melalui sambutan yang dibacakan oleh Kepala Dinas PMD-Dukcapil Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK se-Bali atas kerja keras dan kontribusinya dalam mendukung program-program pemerintah.

Ia berharap peringatan ini dijadikan momentum evaluasi menyeluruh terhadap peran PKK sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat yang sejahtera.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyambut positif pelaksanaan kegiatan ini. Ia menyampaikan apresiasi atas sinergi PKK Provinsi dengan seluruh kabupaten/kota, serta menegaskan kesiapan TP PKK Tabanan dalam mendukung implementasi program pusat dan provinsi.

“Kami di Tabanan siap bergerak bersama, sejalan dengan visi-misi daerah dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Bunda Rai juga menegaskan bahwa TP PKK Tabanan akan terus memperkuat program-program yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, kesehatan ibu dan anak, serta penanganan stunting.

“Kami akan terus mendampingi dan mengedukasi masyarakat agar semakin berdaya dan mandiri, karena pembangunan dimulai dari keluarga,” imbuhnya.

Sekaligus menyampaikan peringatan HKG ke-53 menjadi kesempatan emas untuk meneguhkan kembali semangat kebersamaan dan komitmen seluruh kader PKK dalam mendukung pembangunan nasional dari akar rumput. (rls)

Porprov Bali XVI 2025, Tim Tenis Lapangan Badung Diperkuat Tiga Atlet TNI AD

Cabang olahraga tenis lapangan Kabupaten Badung siap mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-XVI.
Cabang olahraga tenis lapangan Kabupaten Badung siap mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-XVI

PANTAU BALI.COM, BADUNG — Cabang olahraga tenis lapangan Kabupaten Badung siap mempertahankan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali ke-XVI yang akan berlangsung mulai 9 September 2025. Event olahraga dua tahunan ini dijadwalkan digelar di dua daerah, yakni Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.

Tim tenis Pelti Pengkab Badung yang sebelumnya sukses meraih juara umum pada Porprov 2022 dengan torehan empat medali emas dari tujuh nomor yang dipertandingkan, menargetkan hasil maksimal meskipun dihadapkan pada sejumlah tantangan.

Pada Porprov kali ini, Badung harus tampil tanpa dua atlet andalannya, Eskar Revilla dan Komang Sri Maryati. Meski demikian, manajer tim tenis Badung, Nyoman Adi Wiratma, tetap optimistis timnya bisa tampil kompetitif. Hal itu disampaikannya saat menyaksikan sesi latihan para atlet di Lapangan Tenis Lumintang, Minggu (29/6/2025).

“Kami tetap menargetkan mempertahankan gelar juara umum meskipun tanpa dua pemain inti. Kami bersyukur karena komposisi pemain yang ada tetap solid, apalagi dengan tambahan tiga anggota TNI AD yang memperkuat tim,” ujar Adi Wiratma, didampingi Media Officer Pelti Badung, Roy Emerson Hidiya.

Adapun tiga anggota TNI Angkatan Darat yang bergabung dalam tim Badung adalah I Made Bagas Khrisnamurti, Kadek Ari Sanjaya Dwi Putra, dan Kadek Adi Pradinata. Ketiganya bertugas di Bekang Mabes TNI Jakarta. Mereka akan bergabung bersama Iben Zulkarnaen dan Made Pranata Kusuma di sektor putra.

Sementara untuk sektor putri, Badung mengandalkan Ni Gusti Kade Ayu Fani Damayanti, Dewa Ayu Sita Delvia, Putu Ayu Natasya Kumala, Nabela Dwi Putri, dan Ni Kadek Sukmayani. Tim ini akan dibina oleh pelatih Made Arsana dan Wayan Edi Mahendra.

Pertandingan tenis lapangan Porprov Bali XVI 2025 dijadwalkan berlangsung mulai 9 September 2025 di Lapangan Tenis KONI Bali, Jalan Angsoka, Denpasar.

Dengan persiapan yang matang dan komposisi pemain yang kompetitif, tim tenis Badung bertekad kembali menorehkan prestasi terbaik dan mempertahankan dominasi di ajang olahraga terbesar di Pulau Dewata tersebut. (jas)

Sempat Disinggung Presiden, Kasus Perbekel Baturiti Mulai Masuk Tahap Penyelidikan

Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Moh Taufik Efendi.
Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Moh Taufik Efendi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Presiden RI Prabowo Subianto saat kunjungan ke Bali beberapa waktu lalu sempat menitip pesan kepada  Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah.

Salah satu pesannya yakni penanganan kasus Perbekel Baturiti, Kecamatan Kerambitan, I Made Suryana, terkait dugaan ujaran kebencian karena menolak menandatangani proposal pengajuan bantuan sosial jika berembel-embel Partai Gerindra.

Atas perbuatannya itu, Made Suryana dilaporkan sereempak oleh simpatisan dan kader Gerindra seluruh Bali. Kini Polres Tabanan mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP M. Taufik Effendi menyampaikan, pihaknya mulai melakukan klarifikasi terhadap para saksi.

“Kemarin (Sabtu 28/6) kami sudah klarifikasi dua orang saksi, termasuk pelapor. Minggu depan akan kami jadwalkan ulang untuk mengundang saksi-saksi lainnya,” ujar Taufik saat dikonfirmasi, Sabtu (28/6) petang.

Taufik menambahkan, laporan yang diterima saat ini masih berstatus sebagai pengaduan. Namun, apabila dari hasil penyelidikan ditemukan unsur tindak pidana, maka statusnya akan ditingkatkan ke tahap penyidikan.

Kasus ini bermula dari beredarnya rekaman suara I Made Suryana saat rapat resmi pada 31 Mei 2025. Dalam rekaman tersebut, ia terdengar menyatakan penolakan untuk menandatangani proposal bantuan sosial (bansos) yang mencantumkan nama Partai Gerindra.

Rapat itu sendiri dihadiri oleh tim ahli dari anggota DPR RI I Made Adi Wiryatama, para calon penerima bansos, kepala wilayah, serta perangkat desa lainnya.

Pernyataan itu memicu kecaman dari kader dan simpatisan Gerindra. Pada Jumat, 13 Juni, ratusan relawan dan anggota organisasi Semeton Mulyadi Tabanan (Semut) mendatangi Mapolres Tabanan sambil membawa spanduk dan diiringi tabuhan baleganjur. Mereka menuntut agar penegakan hukum terhadap Suryana segera dilaksanakan.

Sosok Agung Ketut Rai, Penyanyi Bali yang Kini Naik Daun Lewat Lagu Timpal Sirep

Agung Ketut Rai.
Agung Ketut Rai.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Agung Ketut Rai, seorang penyanyi dari Pulau Dewata Bali, kini tengah naik daun. Nama pria asal Kabupaten Gianyar ini mulai dikenal luas berkat lagu ciptaannya yang berjudul Timpal Sirep, yang menjadi perbincangan di berbagai platform digital.

Selain lagunya yang menyentuh, sosok Agung Ketut Rai juga dikenal dengan jargonnya saat tampil di atas panggung Salam Aroohh!

Meski begitu, tak banyak yang mengetahui siapa sebenarnya Agung Ketut Rai. Dalam tayangan Podcast Tolet Mana?, Agung mengungkap perjalanan hidupnya yang penuh warna.

Ia bercerita bahwa inspirasi untuk menciptakan lagu datang dari kegemarannya mendengarkan lagu-lagu Mandarin pada era 1990-an.

Saat ini, Agung sudah berkeluarga dan memiliki anak. Ia mengatakan anaknya sangat mendukung pilihannya untuk bernyanyi. Namun, dukungan serupa tidak ia dapatkan dari istrinya di awal karier. “Tidak didukung mungkin karena kalau nyanyi harus sering keluar,” tuturnya.

Sejak kecil, Agung memang memiliki kegemaran bernyanyi. Namun, ia tidak pernah bercita-cita menjadi penyanyi karena keterbatasan ekonomi membuatnya tak punya modal untuk membuat lagu.

“Baru di umur sekarang saya bisa mengumpulkan uang dan membeli alat-alat untuk rekaman lagu,” ucap pria kelahiran tahun 1977 itu.

Sebelum terjun ke dunia musik, kehidupan Agung penuh perjuangan. Ia tak sempat menamatkan pendidikan hingga jenjang SMA. Pendidikan formalnya terputus sejak sekolah dasar karena kondisi ekonomi keluarganya yang sangat sulit.

Meski tanpa latar belakang pendidikan tinggi, Agung tak menyerah. Ia menekuni meditasi untuk memurnikan diri dan memperkuat spiritualitasnya.

Sejak kecil, tepatnya saat duduk di bangku kelas 5 SD, ia sudah mencoba berbagai usaha seperti membuat patung kuda, menjual kolang-kaling, hingga berdagang kelapa.

Namun, jalan hidupnya tak selalu mulus. Ia pernah terlilit utang saat membuka usaha bengkel mobil. Meski demikian, dengan keyakinan dan kerja keras, ia berhasil bangkit. Setelah itu, ia sempat beralih ke usaha pembuatan batako dan kemudian menjual kayu.

“Cita-cita tiang ingin membuka lapangan pekerjaan. Walaupun keuangan saya sedang sulit, namun tiang tetap berusaha memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan. Prinsip saya berbisnis dengan jujur,” ujarnya mantap.

Kini, meski mulai dikenal melalui TikTok dan kanal YouTube yang baru ia buat setahun lalu, Agung tetap menunjukkan kesederhanaan. Ia tampil dengan gaya khas: rambut panjang sebahu dan kacamata putih.

“Seadainya tiang sukses dengan bernyanyi, namun tiang tetap sederhana. Tiang ingin mengangkat ekonomi orang-orang yang susah dengan membuat lapangan kerja bagi mereka,” pungkasnya. (ana)

Tragis! Mayat Bayi Perempuan Ditemukan di Parit Sawah Mengwi, Begini Kondisinya

Jasad bayi perempuan ditemukan di kawasan Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Sabtu (29/6).
Jasad bayi perempuan ditemukan di kawasan Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Sabtu (29/6).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemandangan mengerikan mengusik keheningan dini hari di kawasan Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Sabtu (29/6). Sesosok bayi perempuan tak bernyawa ditemukan tersangkut di parit persawahan oleh dua pemancing yang sedang mencari ikan.

Bayi mungil itu diduga baru saja dilahirkan. Panjang tubuhnya hanya sekitar 37 cm, tanpa sehelai benang pun menutupi tubuhnya, dan masih terdapat tali pusar serta selaput bayi yang melekat. Penemuan ini sontak mengundang duka dan amarah warga.

Kepolisian menyebut bayi tersebut pertama kali ditemukan oleh FK (19) dan WS (25), dua buruh proyek asal Lumajang, Jawa Timur, sekitar pukul 00.30 WITA. Kala itu, mereka tengah memancing tak jauh dari bedeng tempat mereka tinggal.

“Saat mereka melempar joran, tiba-tiba melihat sesuatu tersangkut di pinggir parit. Setelah didekati dan disorot dengan senter handphone, ternyata itu jasad bayi,” jelas PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aipda Ni Nyoman Ayu Inastuti, Minggu (30/6).

FK dan WS langsung kembali ke bedeng dan memberi tahu rekan mereka, RF (21). Bersama-sama, mereka lalu menghubungi kepolisian. Tak lama, Tim Identifikasi Polres Badung dan personel Polsek Mengwi tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP.

Dari hasil pemeriksaan awal, selain masih terdapat tanda-tanda kelahiran, juga ditemukan luka pada paha kanan bayi. Namun penyebab luka tersebut belum bisa dipastikan. Jenazah bayi kemudian dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi kini tengah menyelidiki kasus ini. Siapa orang tua dari bayi malang itu, dan bagaimana bayi tersebut bisa berakhir di parit sawah, masih menjadi misteri yang menyisakan luka mendalam.

“Kasus ini sedang dalam penyelidikan. Kami akan usut tuntas dan mencari tahu siapa yang bertanggung jawab,” tegas Aipda Inastuti. (ra)

Gegara Sopir Mengantuk, Mikrobus Keluar Jalur Tabrak Xenia di Selemadeg Barat

Kondisi microbus yang terlibat kecelakaan di simpang tiga Bakiang Jaran, Selemadeg Barat, Tabanan, Senin (30/6/2025) pagi.
Kondisi microbus yang terlibat kecelakaan di simpang tiga Bakiang Jaran, Selemadeg Barat, Tabanan, Senin (30/6/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nasional Denpasar – Gilimanuk, tepatnya di simpang tiga Bakiang Jaran, barat Jembatan Tukad Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, Senin (30/6/2025) pagi.

Insiden tersebut melibatkan mobil Xenia dan microbus Isuzu, yang menyebabkan satu orang mengalami luka berat.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata menjelaskan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.20 WITA. Dua kendaraan yang terlibat dalam insiden yakni mobil Xenia hitam dengan nomor polisi DK 1707 JZ dan mikrobus Isuzu berwarna abu-abu bernomor N 7605 NN.

Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kecelakaan berawal saat mobil Xenia datang dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar).

Di lokasi kejadian, dari arah berlawanan datang mikrobus yang diduga pengemudinya mengantuk sehingga terjadi tabrakan.

“Mobil Mikrobus keluar jalur dan menabrak sisi kanan mobil Xenia,” terang Iptu Berata.

Pengemudi mobil Xenia diketahui bernama Junaedi (39), asal Jember, Jawa Timur. Ia mengemudi bersama tiga orang penumpang yang selamat, namun satu penumpang bernama Ruyadi (55) mengalami luka berat dan telah dirujuk ke BRSU Tabanan untuk mendapat perawatan medis.

“Penumpang Xenia luka dikepala dan sakit di dada. Kemungkinan akibat benturan dan dokter belum bisa memastikan luka tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, pengemudi mikrobus, Imam Syafi’i (28), juga berasal dari Jember dan mengangkut tiga orang penumpang lainnya. Keempat orang dalam mikrobus dilaporkan dalam kondisi sadar dan tidak mengalami luka serius.

“Dalam kecelakaan ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian material belum dapat dipastikan jumlahnya,” imbuh Berata. (ana)

Viral Video Perkelahian Warga Pendatang di Pasar Senggol Tabanan, Polisi: Hanya Salah Paham

Tangkapan Layar - Video perkelahian di area Senggol Pasar Tabanan, tepatnya di depan Kedai M. Aboe Talib, Jalan Gajah Mada.
Tangkapan Layar - Video perkelahian di area Senggol Pasar Tabanan, tepatnya di depan Kedai M. Aboe Talib, Jalan Gajah Mada, pada Jumat malam (28/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah video yang memperlihatkan perkelahian viral di media sosial. Dalam keterangan video yang ramai beredar, disebutkan lokasi kejadian berada di area Senggol Pasar Tabanan, tepatnya di depan Kedai M. Aboe Talib, Jalan Gajah Mada, pada Sabtu malam (28/6/2025).

Dari informasi yang beredar, mereka yang terlibat dalam perkelahian tersebut merupakan sejumlah remaja pendatang asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, hanya beberapa menit setelah keributan terjadi, sebuah mobil patroli kepolisian tiba di lokasi.

Aparat dengan sigap meredam situasi dan mengamankan beberapa orang yang terlibat, sehingga situasi bisa terkendali.

Saat dikonfirmasi pada Senin (30/6/2025), Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan, perkelahian itu melibatkan empat orang warga pendatang dari Sumba yang merupakan teman dalam satu perkumpulan.

“Kebetulan saat kejadian, petugas Patroli Samapta Polres Tabanan sedang melintas dan langsung melakukan penanganan. Keempat orang tersebut kemudian dibawa ke Mapolres untuk diperiksa,” jelasnya.

Ia menegaskan, insiden tersebut murni akibat kesalahpahaman antar teman. “Tidak ada korban luka dalam kejadian itu, dan keempat orang yang diamankan sudah dipulangkan di hari yang sama,” tambahnya. (ana)

Empat Pendaki yang Tersesat di Gunung Batukaru Ditemukan Selamat

Empar pendaki ditemukan selamat usai tersesat di Gunung Batukaru.
Empar pendaki ditemukan selamat usai tersesat di Gunung Batukaru.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat pendaki yang dilaporkan tersesat di Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Tabanan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat. Mereka adalah Ketut Ganes Sandiago, Daniello Christiano Baskoro Seubelan, Heppy Ratna Utami, dan Ni Kadek Chyntia Dewi.

Keempat pendaki tersebut diketahui memulai perjalanan pada Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 04.30 Wita. Mereka mendaki melalui jalur Pujungan, dengan sepeda motor yang ditinggalkan di area parkir setempat.

Laporan mengenai hilangnya para pendaki diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dari ibu salah satu pendaki, Ketut Ganes, pada pukul 02.15 Wita. “Ibu dari Ganes menyampaikan bahwa anaknya pamit untuk mendaki bersama tiga temannya, satu pria dan dua wanita,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Tim rescue dari Pos SAR Buleleng yang terdiri dari enam personel langsung diberangkatkan ke lokasi sekitar pukul 02.30 Wita. Sementara itu, koordinasi juga dilakukan dengan BPBD Tabanan, Polsek Pupuan, dan pemandu lokal. Tim gabungan tiba di Pura Siwa, Desa Pujungan, sekitar pukul 04.05 Wita dan memulai pendakian pada pukul 04.45 Wita.

Setelah pencarian intensif, keempat pendaki akhirnya ditemukan pada Senin pagi (30/6/2025) pukul 09.15 Wita. Mereka dalam kondisi selamat dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga. (RA)

4 Pendaki Tersesat di Gunung Batukaru, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR lakukan pencarian empat pendaki tersesat di Gunung Batukaru, Tabanan, Senin (30/6/2025).
Tim SAR lakukan pencarian empat pendaki tersesat di Gunung Batukaru, Tabanan, Senin (30/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Empat orang pendaki dilaporkan tersesat di Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Senin (30/6/2025). Tim SAR gabungan dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pencarian terhadap keempat pendaki tersebut.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan, petugas siaga menerima informasi dari salah satu orang tua pendaki yang tersesat yakni Ketut Ganes pada Senin dini hari sekiar pukul 02.15 WITA.

Keempat pendaki berangkat pada Minggu (29/6/2025) sekitar pukul 04.30 WITA, dari Perumahan Grya Loka Subak Dalem III Gatsu Denpasar.

Mereka memulai pendakian dari jalur Pujungan, Kecamatan Pupuan, dimana ditemukan motornya terparkir di area tersebut.

Adapun Ayah Ketut Ganes sempat menghubungi pada Minggu siang sekitar pukul 11.00 WITA melalui telepon genggam, namun selanjutnya sudah tidak bisa lagi dihubungi.

“Ibu nya melaporkan anaknya berpamitan untuk melakukan pendakian di Gunung Batukaru bersama 3 teman lainnya, 1 orang pria dan 2 orang wanita,” kata Sidakarya, Senin (30/6/2025).

Menerima laporan tersebut, Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bergerak dengan 6 personel kurang lebih pukul 02.30 WITA menuju Batukaru.

Sementara itu koordinasi juga dilaksanakan dengan BPBD Kabupaten Tabanan, Polsek Pupuan dan pemandu lokal.

Pada pukul 04.05 WITA tim SAR gabungan sudah sampai di Pura Siwa, Desa Pujungan. Setelah persiapan personel dan peralatan SAR, pendakian dimulai pada pukul 04.45 WITA.

Pagi ini, kurang lebih pukul 07.40 WITA diterima informasi dari pihak keluarga, bahwa keempat pendaki itu dipastikan tersesat.

Kemudian, mereka  kembali bisa dihubungi dan mengatakan bahwa mereka ada di daerah Wanagiri Kauh dan rencananya akan kembali ke Pujungan.

“Korban tersesat atas nama Ketut Ganes sudah berada di Pujungan pada pukul 08.10 WITA, sementara 3 teman lainnya berada di Sari Bhuana menunggu penjemputan,” imbuh Sidakarya. (ana)

Badung Tampilkan Gong Kebyar Legendaris Taruna Jaya di PKB 2025

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Duta Kabupaten Badung kembali mempersembahkan suguhan seni istimewa di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Sekaa Gong Kebyar Taruna Jaya dari Banjar Lambing, Desa Mekar Bhuana, Kecamatan Abiansemal, tampil memukau dalam parade Gong Kebyar Legendaris yang berlangsung Sabtu, 28 Juni 2025.

Dalam kesempatan ini, Sekaa Gong Kebyar Taruna Jaya menghadirkan sejumlah repertoar pilihan, mulai dari Tabuh Dua Lelambatan Galang Bulan, Tabuh Kreasi Kumbang Atarung, Sandya Gita Pupuh Kaduhung, hingga Tari Legong Kreasi Widya Lalita. Kehadiran mereka sukses menyedot perhatian ratusan penonton yang memenuhi area pertunjukan di Taman Budaya Art Center, Denpasar.

Koordinator Sekaa, I Gusti Ngurah Ari Wisnawa, menuturkan perjalanan panjang kelompok seni ini. Sekaa Gong Kebyar Taruna Jaya berawal dari keberadaan gamelan Pelegongan Saih Lima yang telah eksis sejak era perjuangan kemerdekaan.

“Dulu saat masa penjajahan, aktivitas seni di Banjar Lambing begitu kuat, bahkan sempat membuat warga enggan mengikuti kerja paksa pembangunan lapangan udara di Tuban karena sibuk menabuh gamelan,” kisahnya.

Memasuki tahun 1956, perkembangan seni pertunjukan di Bali mendorong perubahan format gamelan dari Pelegongan menjadi Gong Kebyar, mengikuti tren kekebyaran yang saat itu berkembang pesat.

Sejak saat itu, Sekaa Gong Kebyar Taruna Jaya terus aktif dalam berkesenian, menjaga tradisi warisan leluhur agar tetap lestari.

“Semangat masyarakat Banjar Lambing dalam melestarikan seni ini luar biasa. Tahun 1994, kami dipercaya mewakili Badung di PKB ke-16 dan kembali tampil di PKB 2016 untuk kategori Gong Kebyar Anak-anak,” ungkap Ari Wisnawa.

Di PKB ke-47 ini, Sekaa Gong Kebyar Taruna Jaya membawa sekitar 80 seniman, terdiri atas penabuh dan penari dari berbagai generasi. Kolaborasi seniman senior dan muda menjadi upaya nyata untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi di tengah arus zaman.

“Kami ingin regenerasi terus berjalan. Para seniman tua tetap berkarya dan generasi muda bisa belajar langsung dari para maestro,” imbuhnya.

Ari Wisnawa juga berharap, ajang PKB ke depan tetap memberikan ruang bagi para seniman senior untuk terus berkarya.

“Berkesenian itu tidak mengenal usia. Semoga seniman seperti kami tetap bisa diberikan kesempatan tampil dan berbagi pengalaman,” harapnya.

Penampilan Sekaa Gong Kebyar Taruna Jaya kali ini menjadi bukti konsistensi Badung dalam menjaga identitas budaya, sekaligus merawat keberlanjutan seni Bali dari masa ke masa. (jas)q