- Advertisement -
Beranda blog Halaman 148

Proyek Villa Diduga Langgar Tata Ruang di Desa Beraban Tabanan Dihentikan Sementara

Satpol PP Tabanan sidak proyek vila di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Selasa (9/7/2025).
Satpol PP Tabanan sidak proyek vila di Banjar Batugaing, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, Selasa (9/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Proyek vila di lahan persawahan Banjar Batu Gaing, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan dihentikan sementara oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan.

Penghentian sementara proyek yang jaraknya hanya beberapa meter dari kawasan Suci Pura Tanah Lot tersebut dilakukan setelah tim Satpol PP Tabanan melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada Selasa (8/7/2025).

Kepala Satpol PP Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, saat tim melakukan pengecekan ke lokasi, petugas hanya menemui para pekerja dan tidak dapat menunjukkan dokumen perizinan. Petugas pun langsung memerintahkan agar pengerjaan proyek dihentikan sementara.

“Kita lakukan penutupan sementara dan hari ini akan panggil pemilik proyek,” ujarnya dikonfirmasi, Rabu (9/7/2025) pagi.

Pemanggilan ini dilakukan untuk klarifikasi karena proyek tersebut sebelumnya pada tahun 2023 lalu sudah pernah diberhentikan lantaran lahan proyek masuk dalam kawasan zona hijau.

Yang artinya pemilik melanggar Pasal 104 ayat (2) huruf a Perda Nomor 11 Tahun 2012 tentang RTRW Kabupaten Tabanan 2012–2032, terkait pemanfaatan ruang tanpa izin atau tidak sesuai peruntukan. Namun secara diam-diam proyek kembali dilanjutkan.

“Kita akan dalami kembali, kenapa proyek dilakukan kembali dan apakah sudah mengantongi izin atau tidak,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, proyek pembangunan di kawasan suci Pura Tanah Lot dan di atas Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Desa Beraban, Kediri, Tabanan, kembali dilakukan.

Berlokasi hanya beberapa kilometer dari kawasan Suci Pura Tanah Lot, proyek pembangunan tersebut dibangun diatas lahan yang secara aturan masuk dalam zona penyangga tempat suci Tipe II serta Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), berdasarkan Keputusan Menteri ATR/BPN Nomor 1589/SK-HK.02.01/XII/2021 tanggal 16 Desember 2021.

Selain itu, dari Informasi yang dihimpun menyebutkan, lahan tersebut tercatat atas dua Sertifikat Hak Milik (SHM), dengan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atas nama seorang warga negara asing asal Jerman, yang juga disebut sebagai investor. (ana)

Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala Harumkan Nama Badung di Utsawa Gong Kebyar Wanita PKB ke-47

Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala dari Ungasan saat beradu kreativitas dengan duta Gianyar dalam Utsawa Gong Kebyar Wanita PKB ke-47, Senin (7/7/2025).
Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala dari Ungasan saat beradu kreativitas dengan duta Gianyar dalam Utsawa Gong Kebyar Wanita PKB ke-47, Senin (7/7/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR – Seka Gong Wanita Karang Asti Komala dari Desa Adat Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, tampil memukau sebagai duta Kabupaten Badung dalam ajang Utsawa Gong Kebyar Wanita Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (7/7/2025) malam, sekaa gong wanita kebanggaan Badung selatan ini beradu kreativitas seni dengan perwakilan dari Kabupaten Gianyar.

Dengan busana bernuansa biru berpadu aksen perak, para seniman muda Ungasan melangkah mantap di panggung. Riuh tepuk tangan serta sorak sorai penonton mengiringi penampilan mereka di bawah langit malam Denpasar yang cerah.

Hadir pula menyaksikan langsung, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, Gubernur Bali I Wayan Koster, Bendesa Adat Ungasan I Wayan Disel Astawa, jajaran OPD Pemkab Badung, serta ribuan penonton yang memadati tribun.

Tiga repertoar seni mereka sajikan malam itu, hasil kolaborasi apik seni tabuh, tari, dan vokal tradisional Bali. Pembuka, Tabuh Telu “Yogi Suara”, merupakan karya kreasi yang lahir dari keprihatinan atas kondisi Bali kekinian. Diciptakan untuk merefleksikan paradoks sosial yang terjadi akibat pesatnya perubahan zaman, karya ini mengajak masyarakat kembali menjaga keseimbangan nilai-nilai luhur Pulau Dewata.

“Melalui Yogi Suara ini, kami ingin menyentil kesadaran bersama agar terus meyasa kerthi, mempertahankan keberlangsungan harmoni di Bali dari berbagai ancaman negatif,” jelas Koordinator Gong Kebyar Wanita Badung, I Made Suada S.Ag M.Si, yang juga menjabat sebagai Prajuru Desa Adat Ungasan.

Pentas berlanjut dengan Tari Kreasi “Tedung Jagat”, sebuah karya yang memaknai figur pemimpin ideal sebagai pelindung jagat raya dan pengayom masyarakat. Diciptakan pertama kali pada PKB ke-40 tahun 2018, tarian ini mengusung filosofi Asta Brata, delapan sifat dasar yang wajib dimiliki seorang pemimpin.

“Lewat Tedung Jagat, kita ingin mengingatkan bahwa kepemimpinan sejati harus mampu memberi kenyamanan dan kesejahteraan bagi rakyatnya,” ujar Suada.

Sebagai penutup, Sandyagita “Jagat Hita” dihadirkan dalam balutan paduan suara Bali yang harmonis. Karya ini menyiratkan pentingnya menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial dan spiritual.

Dengan ornamentasi tembang Bali yang kental, Sandyagita ini mengajak masyarakat memperkuat rasa saling menghargai, toleransi, serta menyatukan harmoni antara sekala (dunia nyata) dan niskala (dunia spiritual).

Penampilan Sekaa Gong Kebyar Wanita Karang Asti Komala ini tak lepas dari dukungan penuh Desa Adat Ungasan serta Pemerintah Kabupaten Badung. Tercatat, puluhan seniman perempuan dari 15 banjar di Desa Ungasan turut ambil bagian, menunjukkan potensi besar kaum muda di bidang seni tradisi.

“Dari 15 banjar yang ada di Ungasan, masing-masing mengirim perwakilan seniman muda. Inilah bentuk regenerasi yang terus kami jalankan,” papar Suada. Ia menyebut, Sekaa Gong Wanita Karang Asti Komala telah dibina sejak awal 2000-an dan terus aktif hingga kini. Tahun ini menjadi kali kedua mereka dipercaya mewakili Badung di PKB.

Bendesa Adat Ungasan, I Wayan Disel Astawa, turut menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan. Ia menyatakan, partisipasi perempuan dalam pelestarian adat dan budaya menjadi komitmen bersama di Ungasan.

“Kami ingin perempuan di desa kami terus aktif dalam berbagai kegiatan seni, budaya, dan keagamaan. Ini cara kami memastikan ada generasi penerus yang siap kapan pun ditugaskan,” tegas Disel Astawa.

Pagelaran tersebut menjadi bukti bahwa regenerasi seniman perempuan di Badung selatan terus tumbuh kuat, membawa semangat pelestarian warisan budaya sekaligus menjawab tantangan zaman. (jas)

Sanggar Seni Cakup Kaler Tampilkan Harmoni Alam Lewat Semara Pegulingan di PKB ke-47

penampilan Sanggar Seni Cakup Kaler dari Kecamatan Petang saat tampil di panggung Kalangan Angsoka, PKB XLVII, Senin (7/7/2025).
penampilan Sanggar Seni Cakup Kaler dari Kecamatan Petang saat tampil di panggung Kalangan Angsoka, PKB XLVII, Senin (7/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sanggar Seni Cakup Kaler dari Banjar Semanik, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, menjadi duta Kabupaten Badung dalam pagelaran Rekasadana Semara Pegulingan di Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Penampilan mereka di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Provinsi Bali, pada Senin (7/7/2025), disambut antusias penonton yang memadati arena pertunjukan.

Ketua Sanggar Seni Cakup Kaler, I Gede Adi Mahendra, menyampaikan, sanggar ini merupakan ruang kreatif bagi para seniman muda di wilayah Petang.

“Seluruh seniman yang tampil dalam pementasan ini adalah anak-anak muda dari Petang. Kami ingin menunjukkan bahwa seni klasik dan tradisi masih hidup di tangan generasi penerus,” ungkapnya.

Ia menuturkan, persiapan menuju panggung PKB ke-47 ini memakan waktu sekitar empat bulan. Segala proses yang dilalui diharapkan mampu membuahkan hasil maksimal. “Kami ingin para seniman tampil sepenuh hati dan membanggakan nama Kabupaten Badung di ajang bergengsi ini,” ujarnya penuh harap.

Dalam pementasan tersebut, Sanggar Seni Cakup Kaler membawakan tiga repertoar, yakni Tabuh Sekar Emas, Legong Bhima Sakti, dan Tabuh Kreasi Mangu Puja. Ketiganya dipilih untuk merepresentasikan filosofi harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas sesuai dengan tema PKB 2025, Jagat Kerthi: Lokahita Samudaya, Harmoni Semesta Raya.

Tabuh Sekar Emas adalah karya klasik dari era 1930-1940an ciptaan maestro tabuh I Wayan Lotring. Tabuh ini terinspirasi dari keindahan bunga yang bermekaran dan memancarkan kilau bak emas, kemudian dituangkan menjadi sebuah karya musikal khas Semara Pegulingan yang halus dan anggun.

Kemudian, Tari Legong Bhima Sakti menggambarkan kisah runtuhnya Kerajaan Mengwi yang kemudian diikuti perjalanan spiritual Raja I Gusti Agung Putu menuju Puncak Mangu. Di sana, sang raja melakukan semedi dan tapabrata untuk meraih pencerahan.

Dalam proses itu, penderitaan melahirkan kekuatan baru. Sosok Bhima Sakti pun menjadi simbol ksatria sejati, pembawa kedamaian dan keseimbangan jagat melalui cinta, pengorbanan, dan kesadaran spiritual.

Adi Mahendra menambahkan, pesan moral dari kisah Bhima Sakti adalah bahwa keseimbangan semesta tak hanya bisa diraih melalui kekuasaan, melainkan melalui kesadaran akan keterhubungan semua unsur kehidupan.

“Lewat kisah ini, kami ingin menyampaikan bahwa keharmonisan jagat lahir dari perpaduan kekuatan, cinta, dan ketulusan,” jelasnya.

Tabuh Kreasi Mangu Puja menjadi sajian penutup yang sekaligus merangkum makna tema PKB tahun ini. Kata Mangu, dalam konteks Austronesia, dimaknai sebagai ruang atau waktu untuk kembali merenung dan menyucikan hati di tengah hiruk-pikuk dunia.

Sementara Puja adalah bentuk penghormatan dan pemuliaan kepada alam semesta. Melalui komposisi ini, Sanggar Seni Cakup Kaler mengajak masyarakat untuk menjaga keseimbangan dengan alam dalam suasana yang selaras, serasi, dan damai.

“Kami berharap pentas ini bisa menyentuh hati penonton, sekaligus menjadi pengingat bahwa kehidupan yang selaras dengan alam akan membawa kedamaian bagi semesta,” tutup Adi Mahendra. (ana)

Polda Bali dan HKTI Bali Bersinergi Atasi Masalah Pertanian di Tegallalang

HKTI Bali bersama jajaran Subdit II Intelkam Polda Bali menyerahkan bantuan alat pertanian kepada petani Subak Timbul, Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Selasa (8/7/2025).
HKTI Bali bersama jajaran Subdit II Intelkam Polda Bali menyerahkan bantuan alat pertanian kepada petani Subak Timbul, Desa Pupuan, Tegallalang, Gianyar, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Subdit II Direktorat Intelkam Polda Bali menggandeng Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bali dalam upaya mengatasi berbagai permasalahan di sektor pertanian Bali, mulai dari alih fungsi lahan hingga krisis regenerasi petani.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan kegiatan bakti sosial dan penyuluhan yang digelar pada Selasa, 8 Juli 2025, di Banjar Timbul, Desa Pupuan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar.

Dalam kegiatan tersebut, Polda Bali bersama Ketua HKTI Bali, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., MMA., menyerahkan bantuan sembako dan alat-alat pertanian kepada para petani anggota Subak Timbul. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sektor pertanian lokal serta meningkatkan kesejahteraan para petani.

“HKTI sebagai organisasi sosial yang berlandaskan kesamaan profesi dan fungsi di bidang pertanian, memiliki tujuan meningkatkan pendapatan dan martabat para petani. Ini sejalan dengan komitmen kami untuk menjaga ketahanan pangan Bali,” ujar Prof. Gede Sedana di sela kegiatan.

Direktorat Intelkam Polda Bali menilai bahwa tantangan sektor pertanian Bali semakin kompleks, khususnya terkait alih fungsi lahan yang terus meningkat, terutama ke sektor pariwisata dan permukiman.

Hal ini mengurangi luas lahan produktif dan mengancam keberlanjutan sistem irigasi tradisional seperti subak.

Selain itu, rendahnya minat generasi muda dalam bertani serta dampak perubahan iklim seperti perubahan pola curah hujan dan suhu yang ekstrem turut memperburuk kondisi pertanian di Bali. Hal ini menyebabkan penurunan hasil panen dan gangguan terhadap siklus tanam.

Melalui sinergi ini, diharapkan akan lahir upaya konkret dan berkelanjutan untuk menyelamatkan sektor pertanian Bali.

Selain itu, pendekatan langsung ke kelompok petani di lapangan diyakini dapat membangkitkan kembali semangat bertani, terutama di kalangan muda, sekaligus menjaga eksistensi subak sebagai warisan budaya dan sistem pertanian yang berkelanjutan.

Tanam Jagung di Lahan 88 Hektar Subak Penarukan Dukung Ketahanan Pangan PaJaLe

Kegiatan Tanam Jagung di Lahan 88 Hektar Subak Penarukan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa (8/7/2025).
Kegiatan Tanam Jagung di Lahan 88 Hektar Subak Penarukan, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya kembali melanjutkan program Bupati Ngantor di Desa dengan berkantor di Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (8/7/2025).

Kegiatan ini sekaligus menandai desa ke-58 yang dikunjungi dalam rangka memperkuat pelayanan publik dari dekat dan menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya bersama istri, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tampak antusias menanam jagung di Subak Penarukan, Banjar Mambang Gede, sebagai bagian dari pemanfaatan lahan untuk komoditas PaJaLe (Padi, Jagung, Kedelai).

Tercatat, luas lahan jagung yang ditanami mencapai 88 hektar, dengan pelaksanaan teknis di bawah tanggung jawab Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan.

Kegiatan dimulai pukul 10.13 WITA hingga pukul 10.23 WITA, diawali dengan menyapa para anggota subak, lalu dilanjutkan dengan penanaman jagung bersama petani setempat.

Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya diversifikasi pangan sebagai langkah nyata menghadapi tantangan ketahanan pangan daerah.

“Jagung adalah kekuatan baru yang harus kita dorong bersama. Ini bukan hanya soal komoditas, tapi bagian dari perjuangan mewujudkan kemandirian pangan Tabanan. Dengan semangat PaJaLe, kita pastikan rakyat tidak kekurangan pangan dan petani tetap sejahtera,” ujar Bupati Sanjaya.

Data analisa usaha tani yang dilakukan di Subak Penarukan menunjukkan hasil yang membanggakan.

Dengan biaya produksi Rp18,6 juta per hektar, petani bisa meraup keuntungan bersih hingga Rp14,4 juta berkat produksi rata-rata 6 ton per hektar dan harga jual jagung pipilan sebesar Rp5.500/kg.

Program ini menjadi salah satu model sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan semangat petani di lapangan.

Melalui program Bupati Ngantor di Desa, pemerintah daerah tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi benar-benar turun ke akar rumput untuk memperkuat fondasi pembangunan berbasis desa, terutama dalam sektor strategis seperti pertanian. (ana)

Berkantor di Desa Mambang, Bupati Tabanan Fokus Potensi Pertanian dan Cegah Stunting

Bupati Tabanan berkantor di Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (8/7/2025).
Bupati Tabanan berkantor di Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program unggulan Bungan Desa kembali dilaksanakan oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, awal bulan ini. Fokus utama diarahkan pada sektor pertanian sebagai strategi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dalam kunjungan terbarunya, Selasa (8/7/2025), bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya mendatangi Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, salah satu wilayah yang dikenal sebagai sentra pertanian jagung dan sekaligus dipilih sebagai lokasi ke-58 dari program tersebut.

Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi simbol komitmen pemerintah dalam membangun desa, tetapi juga melibatkan kehadiran, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan asal Seltim, Sekda dan jajaran Kepala Perangkat Daerah, serta elemen masyarakat seperti petani dan anak-anak setempat.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menunjukkan keseriusan dalam merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan bersama.

Kegiatan dimulai dengan peninjauan langsung ke rumah-rumah keluarga yang terdampak stunting. Sebanyak empat keluarga menerima bantuan paket dari pemerintah.

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, selaku Bunda PAUD juga menyerahkan 80 paket makanan tambahan bergizi untuk anak-anak TK. Paket tersebut berisi susu, biskuit, buah, dan telur sebagai upaya mendorong gizi seimbang dan pencegahan stunting.

Selain itu, sebagai Bunda Literasi, pihaknya juga menyerahkan buku bacaan untuk mendukung literasi anak-anak desa.

Bupati Sanjaya, Bunda Rai dan jajaran kemudian melanjutkan kegiatan ke Subak Penarukan, Banjar Mambang Gede, Desa Mambang. Di sana, orang nomor satu di Tabanan tersebut, ikut menanam jagung di lahan seluas 88 hektar.

Hal ini mempertegas arah pembangunan daerah yang menempatkan pertanian sebagai sektor prioritas. Tidak hanya pertanian ketahanan pangan, Bupati juga memantau berbagai pelayanan publik yang dibawa langsung ke desa, mulai dari kesehatan hingga pajak daerah.

Kemudian melakujqn tinjauan Program Pangan Desa di Kelompok Tani Lumlum Sari Banjar Babakan Anyar (Kelompok ternak sapi). Pihaknya dalam kesempatan itu Memberi pakan ternak , Vaksin PMK, Spraying  kandang Ternak dan Eartag.

Setelah giat itu, kemudian melaksanakan tatap muka dengan masyarakat di Wantilan Desa Mambang. Kegiatan dilakukan dari pagi hingga sore bersama Bunda Rai dan jajaran.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyatakan bahwa hadirnya pemerintah di tengah-tengah desa adalah bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa tingkat stunting di Desa Mambang saat ini sudah di bawah 3 persen, menandakan desa menuju status bebas stunting.

“Kalau saya berkantor lagi di sini, mudah-mudahan tidak ada lagi masyarakat yang mengalami stunting,” harapnya.

Dalam Bungan Desa, Bupati juga memperkenalkan program Samara Ratih, sebuah inisiatif edukasi pra-nikah yang telah meraih penghargaan nasional. Calon Pengantin atau mempelai nantinya juga mendapat dokumen kependudukan setelah nikah.

Program ini melibatkan bendesa adat, tenaga medis, babinsa, dan unsur lainnya untuk memberikan pemahaman kepada calon pengantin demi menciptakan keluarga sehat dan bebas stunting di kemudian hari

Dalam konteks pertanian, Bupati Sanjaya mengapresiasi kerja keras warga Desa Mambang yang telah mengembangkan potensi pertanian secara inovatif, khususnya pada komoditas jagung.

Ia menyebut jagung sebagai komoditas strategis yang tidak hanya penting untuk ketahanan pangan tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi, baik untuk konsumsi langsung, pakan ternak, hingga industri.

“Budidaya jagung menjadi solusi nyata di tengah tantangan global terhadap ketahanan pangan,” jelasnya.

Bupati Sanjaya juga menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan akademisi dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga kelestarian alam, tidak membuang sampah sembarangan, dan menjadikan lingkungan sebagai bagian integral dari pembangunan desa yang maju dan madani. Pembangunan tidak hanya diarahkan pada sektor alam, tetapi juga penguatan sumber daya manusia.

Senada dengan Bupati Sanjaya, Bunda Rai Wahyuni apresiasi para petani Desa Mambang yang dikenal sebagai sentra jagung, serta mengajak kaum ibu dan kader PKK untuk terus semangat bertani demi memperkuat ekonomi keluarga dan ketahanan pangan daerah.

“Pertanian adalah kekuatan kita. Saya mengajak ibu-ibu dan kader PKK untuk terus semangat bertani, karena melalui pertanian kita bisa memperkuat ekonomi keluarga dan menjaga ketahanan pangan kita,” tegasnya di hadapan warga.

Kepala Desa Mambang, I Made Astra Adnyana, dalam laporannya, mengaku bangga atas kehadiran langsung Bupati bersama rombongan. Ia menyebut kunjungan ini sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap petani dan menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan serta dukungan terhadap pertanian.

“Kami memiliki sejumlah 251 hektar sawah dan subak, dan jagung adalah potensi utama kami,” ucapnya dengan antusias.

Menutup kunjungannya, Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh warga untuk selalu melestarikan budaya ngerombo atau bergotong royong dalam membangun desa. Dimana pada kesempatan tersebut, Sanjaya tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan menerapkan teba modern untuk kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Mari kita bersatu, bangga menjadi orang Tabanan, dan mewujudkan Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani,” pungkasnya dengan penuh semangat. (ana)

Badung Bentuk Tim Terpadu untuk Pendataan Potensi Pajak Daerah

Bupati Wayan Adi Arnawa secara resmi mencanangkan pelaksanaan pendataan potensi pajak daerah secara serentak di Kabupaten Badung, Selasa (8/7), di Wantilan Pura Dang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara.
Bupati Wayan Adi Arnawa secara resmi mencanangkan pelaksanaan pendataan potensi pajak daerah secara serentak di Kabupaten Badung, Selasa (8/7), di Wantilan Pura Dang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung semakin serius menggarap potensi pajak guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Komitmen ini diimplementasikan dengan pembentukan Tim Terpadu Optimalisasi Pajak Daerah (TOPD) yang melibatkan kolaborasi semua komponen, mulai Perangkat Daerah, Lurah, Perbekel, termasuk Kelian Banjar Dinas dan Kepala Lingkungan (Kaling).

Untuk mengawali tugas TOPD, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa secara resmi mencanangkan dimulainya pelaksanaan pendataan potensi pajak daerah secara serentak di Kabupaten Badung, bertempat di Wantilan Pura Dang Kahyangan Petitenget, Kerobokan, Kuta Utara, Selasa (8/7/2025). Tim tersebut diketuai oleh Sekda Badung IB. Surya Suamba.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan, kebijakan strategis dan langkah taktis yang diambil ini atas dasar kondisi potensi pajak yang belum digarap secara maksimal.

Terbukti data dari Sistem Online Single Submission (OSS) menunjukkan dari 40.060 izin usaha yang terbit, baru 10.400 memiliki NPWPD.

“Dari laporan Sekda, di Kuta Utara saja ada 13.362 atau 34,03 persen izin usaha yang telah terbit, namun belum memiliki NPWPD. Kondisi ini jangan dibiarkan, sehingga kami membentuk Tim TOPD dengan melibatkan semua Perangkat Daerah, Camat, Perbekel/Lurah hingga Kelian Dinas dan Kaling terlibat didalamnya,” jelasnya.

Melalui upaya ini diharapkan mendapatkan hasil yang maksimal, setidaknya dapat dilihat dari kuantitatif dan kualitas wajib pajak yang didata. “Dengan pencanangan ini, kami optimis PAD Badung akan meningkat,” sambungnya.

Sementara Sekda IB. Surya Suamba selaku Ketua Tim TOPD menjelaskan, jumlah potensi pajak daerah berdasarkan data perizinan berusaha terbit tahun 2021-2025 sebanyak 40.060 usaha. Dari jumlah tersebut 10.467 usaha telah memiliki NPWPD, namun 7.232 usaha perlu validasi ulang.

Kemudian 29.593 usaha baru yang perlu didata dan total 36.825 usaha yang perlu didata dan validasi ulang sudah dilengkapi koordinat lokasi-lokasi usaha tersebut.

Sebaran data potensi pajak daerah berdasarkan data izin usaha yang terbit dari sistem OSS yaitu; Kecamatan Kuta Utara 13.362 izin, Kuta Selatan 10.061 izin, Kuta 9.803 izin, Mengwi 5.380 izin, Abiansemal 995 izin dan Petang 189 izin.

Ditambahkan, pendataan potensi pajak daerah menggunakan Sistem Informasi Optimalisasi Pajak Daerah (SIOPD) yang dibangun oleh Tim IT DPMPTSP, Bappeda dan PUPR Badung. Pembagian lokasi dan target diatur secara proporsional berdasarkan jumlah pegawai.

Waktu yang dibutuhkan untuk pendataan selama 30 hingga 45 hari mulai 8 Juli – 21 Agustus 2025. Seluruh admin perangkat daerah dan petugas pendataan sebanyak 386 orang, sudah diberikan pelatihan simulasi penggunaan SIOPD.

Sementara bidang usaha yang menjadi target pendataan meliputi; Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) makanan dan atau minuman, PBJT atas jasa perhotelan, PBJT atas jasa kesenian dan hiburan, pajak reklame dan pajak air tanah. (rls)

Koster Minta Media Televisi Manfaatkan Turyapada Tower Digratiskan Enam Bulan

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster meminta media massa khususnya media televisi di Bali dapat memanfaatkan Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng sebagai pemancar sinyal telekomunikasi dan tv digital untuk media massa televisi di Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Jawapos TV Bali di Denpasar, Selasa (8/7/2025).

Dengan adanya Turyapada Tower, kata Gubernur Koster insan media tidak massa tak perlu membangun tower komunikasi lagi. Cukup memanfaatkan Turyapada Tower yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, terlebih pemerintah memberikan kemudahan dengan menggratiskan seluruh biaya untuk enam bulan pertama pemanfaatan. Seperti Jawapos TV Bali juga ternyata telah memanfaatkan pemancar sinyal digital TV Turpada Tower.

“Tidak perlu lagi sewa lahan, tidak perlu membangun kontruksi pemancar, tidak perlu perawatan. Enam bulan pertama gratis. Tinggal pakai,” kata Koster.

Ia menyampaikan bahwa sudah terdapat sembilan televisi dibawah viva group yang sudah memanfaatkan tower digital milik Pemprov Bali tersebut sementara 20 saluran TV lainnya sedang berproses.

Koster menyampaikan akhir 2026 nanti pembangunan Turyapada Tower akan rampung seluruhnya dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Bali.

“Pembangunan tahap dua akan segera dilaksanakan, targetnya akhir Agustus sudah selesai. Itu akan menjadi kawasan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Buleleng dan Tabanan,” ungkapnya.

Sementara itu, program-program pemerintah lainnya juga diharapkan dapat dikomunikasikan dengan baik oleh media cetak maupun media elektronik di Bali. Ia menjelaskan banyak program Pemerintah Provinsi Bali yang belum tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Harapan kita agar masyarakat di seluruh Bali mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Bali sehingga pembangunan Bali dapat terlaksana dengan efektif, produktif dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, terkait maraknya hoax atau berita bohong yang ada di media sosial, Koster meminta masyarakat agar tidak terlalu mudah percaya dengan informasi yang ada di media sosial karena tidak dapat dijamin kebenarannya.

“Kawan-kawan di media inilah yang harus aktif membuat suatu pemberitaan supaya masyarakat mendapat pemberitaan yang benar tentang apa yang terjadi,” ungkapnya kepada insan media yang hadir.

Mengakhiri sambutannya Gubernur Bali menyampaikan apresiasi dan selamat atas HUT ke-3 Jawapos TV Bali. Ia berharap Jawapos TV Bali dapat terus bersinergi, bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam momen bahagia ini, Gubernur Koster juga diminta kesediaan oleh awak redaksi Jawapos TV, untuk meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Kemudian pose bersama dan Gubernur Bali dua periode ini melanjutkan agenda penting pemerintahan bertemu tamu wakil menteri luar negeri Jepang di Konjen Jepang Denpasar. (ana)

Pansus III DPRD Tabanan Rancang Pembangunan Industri Berbasis Budaya Branding Bali

Pansus III DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).
Pansus III DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Tabanan melaporkan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044 dalam rapat paripurna internal yang digelar Selasa (8/7/2025).

Laporan disampaikan oleh Ketua Pansus III, I Wayan Lara, menjelaskan, pembangunan industri di Tabanan selama 20 tahun kedepan akan diarahkan pada pendekatan berbasis Budaya Branding Bali yang berkualitas, kompetitif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pembangunan industri ini bersumber dari nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang diselenggarakan dalam satu kesatuan wilayah, satu pola, dan satu tata kelola,” jelasnya.

Ia menyebut, pembangunan industri daerah bertujuan untuk memperkuat industri unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Tujuan lainnya mencakup peningkatan ketersediaan bahan baku, pengembangan SDM industri yang kompeten, diversifikasi produk, pembangunan infrastruktur pendukung, perbaikan iklim usaha, hingga perluasan pasar global.

Industri unggulan yang menjadi fokus antara lain industri pangan, tekstil dan produk tekstil, serta industri kerajinan. Dalam penyempurnaan Ranperda, Pansus III juga menambahkan dua sektor potensial, yaitu industri penyosohan gabah dan industri pakan ternak.

“Kami mohon tanggapan sebagai masukan untuk penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024-2044 dan untuk dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya. (ana)

Dituntut 15 Tahun Penjara, Mas Pras Dinilai Tak Menyesal Usai Tikam Kadek Parwata

Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras dituntut 15 tahun penjara.
Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras dituntut 15 tahun penjara.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tersangka kasus pembunuhan sadis di Denpasar, Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras (34) menghadapi tuntutan hukum. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (8/7), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haris Dianto Saragih menuntut Mas Pras dengan hukuman penjara selama 15 tahun.

Tuntutan tersebut dijatuhkan karena terdakwa dinilai secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP. Tak ada satu pun hal yang meringankan.

“Agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa telah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP sesuai dakwaan primair penuntut umum,” ucapnya.

JPU menilai perbuatan terdakwa dinilai tidak menunjukkan rasa bersalah, bahkan sempat melarikan diri.

Kasus yang menyeret nama Mas Pras ini bermula dari insiden sepele di jalan. Pada Kamis dini hari, 13 Februari 2025, sekitar pukul 01.30 WITA, ia merasa tersinggung karena nyaris diserempet motor lain saat mengendarai Honda Spacy di Jalan Nangka Utara.

Pelaku kemudian mengejar pengendara itu, Made Darma Wisesa, yang kebetulan berhenti di depan Warung Auna untuk berbelanja. Mas Pras tiba-tiba menabraknya, memukuli korban, bahkan mengancam dengan pisau.

Aksi ini sempat dilerai oleh pemilik warung, Ashuri, namun Mas Pras yang tengah emosi tak kunjung tenang.

Tak lama berselang, datanglah Kadek Parwata bersama rekannya, I Wayan Wawa Anggara. Bukannya tenang, Mas Pras justru semakin agresif dan melontarkan pertanyaan tak masuk akal, “Kamu kenal saya?”. Situasi memanas. Parwata mencoba menjaga jarak, tapi justru didorong dan ditikam.

Tusukan pertama masih bisa ditangkis, namun tusukan kedua menghujam dada kirinya. Dalam kondisi terluka, Parwata mencoba kabur, tapi pelaku kembali menyerang dengan tusukan dan bacokan hingga korban tumbang.

Sempat berdiri di atas tubuh korban dan hendak mengayunkan pisau lagi, Mas Pras akhirnya dihentikan oleh tendangan Wawa. Ia pun kabur, mengejar Wawa tapi gagal, lalu kembali ke tubuh Parwata sebelum akhirnya melarikan diri.

Korban dilarikan ke RS Bakti Rahayu, namun nyawanya tak tertolong. Hasil visum menyatakan luka tusuk menembus paru kiri serta pendarahan hebat menjadi penyebab kematian.

Usai kejadian, Mas Pras berupaya menghilangkan jejak. Ia menyimpan motornya di Jalan Antasura, berganti jaket, lalu mengambil motor lain dan pulang ke kosnya di Gianyar. Ia bahkan sempat minta dijemput teman di Pasar Wangaya, berdalih ingin pulang ke Jawa.

Namun pelariannya tak bertahan lama. Polisi berhasil membekuknya di Jember, Jawa Timur. Kini, pria asal Jawa Timur itu tinggal menanti vonis dari majelis hakim atas perbuatannya yang merenggut nyawa Kadek Parwata. (RA)