- Advertisement -
Beranda blog Halaman 149

Diduga Tak Bisa Berenang, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Air Panas Toyobungkah

Polisi memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Liburan di kawasan wisata Toyobungkah, Kintamani, berujung duka. Seorang bocah laki-laki bernama Komang Ade W. (10), warga Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, ditemukan tewas tenggelam di kolam air panas Banjar Tirta Husada, Minggu (6/7/2025) sore.

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 15.42 Wita. Saat itu, petugas penjaga kolam bawah, I Kadek Sucita, sedang bertugas ketika dihampiri staf pengelola kolam, Veety Udianingsih Marta Putri. Veety melaporkan bahwa seorang anak tenggelam di kolam dengan kedalaman sekitar dua meter.

Kadek segera menuju lokasi dan mendapati korban sudah diangkat dari air dalam kondisi tak sadarkan diri. Karena tidak tersedia mobil, korban lalu dibawa ke klinik terdekat di wilayah Banjar Dalem, Desa Songan, menggunakan sepeda motor oleh ibu korban dan staf kolam.

Sayangnya, nyawa bocah kelas 3 SD itu tak tertolong. Meski sempat diperiksa oleh dokter, pihak klinik menyatakan Komang Ade sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian dari Polsek Kintamani bersama tim medis langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan jenazah. Hasil visum dari dr. Dinda Firdayani Indayah, Puskesmas Kintamani V, memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan di tubuh korban.

“Korban diduga kuat tidak bisa berenang. Tidak ditemukan bekas luka, lebam, atau tanda-tanda kekerasan lainnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun.

Keluarga korban pun menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. (ra)

Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Selatan Selat Bali

Evakuasi jenazah diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali.
Evakuasi jenazah diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali.

PANTAUBALI.COM, BANYUWANGI – Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali. Kedua jenazah ini ditemukan, pada Selasa (8/7/2025) di perairan selat Tanjung Anjir Sembulungan, Banyuwangi.

SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E. Eko Suyatno mengatakan, jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 01.24 WIB. Menerima informasi tersebut, tim SAR gabunganmengerahkan SRU untuk mengevakuasi jenazah tersebut.

Tim SAR gabungan baru bisa mengevakuasi jenazah ini sekitar pukul 03.30 WIB. Hal ini dikarenakan proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap pada dini hari, gelombang yang cukup tinggi dan kuatnya arus di perairan selatan.

“Jenazah pertama yang ditemukan diduga berjenis kelamin laki-laki, dengan ciri-ciri fisik, yaitu memakai kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam,” kata Eko Suyatno.

Tidak berselang lama, tim SAR gabungan kembali mendapatkan informasi sekitar pukul 05.30 WIB telah ditemukan satu jenazah lagi di sekitar perairan selat Tanjung Anjir Sembulungan.

Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas dan Satpolairud. Jenazah kedua berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 06.28 WIB.

“Jenazah kedua yang ditemukan juga diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri memakai baju lengan pendek dan celana pendek,” terang Eko.

Kedua jenazah ini dievakuasi ke darat melalui pelabuhan perikanan Muncar. Selanjutnya, dibawa ke RSUD Blambangan untuk diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi – BIDDOKKES Polda Jatim.

Eko menambahakn, tim SAR gabungan kembali akan memfokuskan upaya pencarian di permukaan air di wilayah perairan selatan selat Bali, dengan mengerahkan sejumlah Alut laut dengan luas area penyisiran hingga 25 mil laut.

“Jika kondisi cuaca baik, SRU udara akan melaksanakan pergerakan pencarian di area yang telah ditentukan. Sementara itu SRU darat yang ada di sisi Banyuwangi, akan tetap melaksanakan pemantauan dan penyisiran di sepanjang garis pantai, dari Bangsring hingga Pancer,” tegasnya.

Sementara itu, Panglima Koarmada II menyampaikan perkembangan yang didapatkan dari upaya deteksi bawah air yang telah dilakukan. Ditemukan tujuh referensi tanda-tanda fisik yang identik dengan dengan KMP Tunu Pratama Jaya.

“Langkah selanjutnya, kami menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) dari KRI Spica 934 setelah tim PUSHIDROSAL melakukan pendeteksian dengan side scan sonar,” terangnya.

Adapun kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi cuaca perairan selat Bali. Menurut data BMKG, cuaca berawan tebal, kecepatan angin berkisar diantara 4 – 25 knots, ketinggian gelombang maksimal di kisaran 2,5 – 3,5 meter, visibility 7 km, serta kecepatan arus permukaan 2,4 m/s. (ana)

Pansus II DPRD Tabanan Sampaikan Laporan Pembahasan Ranperda RPJMD 2025–2029 dan Penataan Banjar Dinas

Pansus II DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).
Pansus II DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Tabanan menyampaikan laporan hasil pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yakni Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 dan Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas, dalam rapat paripurna internal DPRD Tabanan, Selasa (8/7/2025).

Laporan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Pansus II, I Gusti Komang Wastana, yang menyatakan, kajian dan pembahasan telah dilakukan secara intensif, baik melalui rapat internal maupun rapat kerja dengan perangkat daerah terkait.

Dijelaskannya, RPJMD Semesta Berencana merupakan dokumen strategis yang memuat visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan daerah untuk jangka waktu lima tahun, selaras dengan dokumen RPJMN 2025–2029, RPJMD Provinsi Bali, RTRW Tabanan 2023–2043, serta RPJPD Tabanan 2025–2045.

RPJMD ini menjadi tahap awal pelaksanaan visi pembangunan jangka panjang Kabupaten Tabanan, dengan fokus pada penguatan transformasi menuju daerah yang mandiri dan berkelanjutan.

Arah kebijakan pembangunan meliputi pemenuhan standar pelayanan minimal, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan ketahanan adat dan budaya.

Visi yang diusung adalah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan: Tabanan Era Baru Aman, Unggul, Madani (AUM)”.

Visi ini dijabarkan ke dalam enam misi utama pembangunan daerah yang mengedepankan kearifan lokal, keadilan sosial, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pelestarian lingkungan dan budaya.

“Masih ada beberapa penekanan dan penegasan yang menjadi catatan atau masukan diantarannya terkait Misi RPJMD Semesta Berencana agar ditambahkan program dan kegiatan yang terkait dengan data desa presisi,” ujar Wastana.

Kemudian, terkait Ranperda Penataan Banjar Dinas, Wasta menjelaskan penataan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa, memperkuat pelayanan publik, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Pembentukan maupun penghapusan Banjar Dinas dapat dilakukan atas prakarsa masyarakat melalui perbekel, atau oleh pemerintah daerah sesuai kebutuhan strategis, seperti percepatan pembangunan, pencegahan konflik, maupun penanganan kebencanaan. Pembentukan banjar baru mempertimbangkan aspek jumlah penduduk, luas wilayah, potensi, dan keamanan.

“Ranperda pentaan Banjar Dinas juga telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, namun masih ada beberapa penyempurnaan diantaranya pengertian Banjar Dinas, mekanisme penggabungan dan penghapusan Banjar Dinas,” tegas Wastana. (ana)

Perbaikan Jalan Jebol Denpasar-Gilimanuk Diperkirakan Selesai Sebulan

Kondisi jalan nasional yang jebol di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/7/2025).
Kondisi jalan nasional yang jebol di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perbaikan jalan jebol di Jalur Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, mulai dikerjakan. Proyek ini ditangani oleh Balai Jalan Nasional, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 1, I Nyoman Yasmara.

Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, meski upaya percepatan tetap diupayakan karena statusnya sebagai jalan nasional.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, mengatakan bahwa Satker PJN 1 langsung turun ke lokasi pada hari kejadian, Senin (7/7/2025), untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Sejumlah alat berat dan material pun mulai disiapkan sejak Senin sore.

“Tenggat waktu pengerjaan sesuai perencanaan adalah selama satu bulan atau 30 hari. Namun, diusahakan bisa lebih cepat karena ini jalur nasional, dan Bapak Bupati Tabanan juga meminta agar jalan bisa segera difungsikan kembali,” ujar Dedy, Selasa (8/7/2025).

Saat ini, proses pengerjaan telah dimulai dengan penyiapan lahan. Mengingat kerusakan terjadi di atas struktur gorong-gorong yang mengalami keruntuhan, jalan akan direkonstruksi menggunakan box culvert.

Dedy menjelaskan, penyebab utama jebolnya jalan adalah rusaknya saluran drainase di bawah badan jalan. Aliran air menggerus gorong-gorong hingga akhirnya runtuh, diperparah dengan beban kendaraan besar yang melintasi jalur tersebut.

Ia menambahkan, sebenarnya usulan perbaikan telah diajukan ke Balai Jalan Nasional sejak 25 Juni lalu, karena tanda-tanda kerusakan sudah terlihat. Tim teknis juga telah melakukan survei dan penyusunan rencana perbaikan. Namun, pengerjaan tak bisa segera dilakukan karena harus melalui proses perencanaan teknis dan pengadaan material, khususnya box culvert.

“Penyediaan box culvert membutuhkan waktu karena harus dipesan terlebih dahulu. Ini yang menjadi salah satu kendala keterlambatan pengerjaan,” jelasnya.

Sebelum perbaikan sempat dimulai, kondisi jalan semakin parah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Drainase dan badan jalan ambles hingga memakan setengah badan jalan. “Maka dari itu, saat ini kami lakukan penanganan darurat di lapangan,” pungkasnya.

Sembari menunungu proyek perbaikan rampung, arus lalu lintas kendaraan dialihkan ke jalur alternatif. Kendaraan roda empat kecil, minibus, dan sepeda motor dari arah Jembrana diarahkan ke kanan perempatan Pasar Senggol Bajera.

Sedangkan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret Bajera menuju jalur timur. Untuk kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan roda 6, diarahkan untuk melewati jalur Singaraja, Buleleng.

Sementara itu, kendaraan roda 4 dan roda 2 juga dapat memanfaatkan jalur selatan Polsek Selemadeg sebagai alternatif lainnya. (ana)

Meski Diguyur Hujan, Sanggar Laras Manis Tetap Memukau di Panggung Rekasadana PKB ke-47

Penampilan Sanggar Laras Manis, Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua, salah satu program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.
Penampilan Sanggar Laras Manis, Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua, salah satu program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Suasana hujan deras tak mampu meredam semangat para seniman muda dari Sanggar Laras Manis, Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, yang tampil mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua, salah satu program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

Pagelaran ini berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Minggu (6/7/2025).

Kendati air sempat menggenangi area panggung akibat hujan lebat, penampilan Sanggar Laras Manis tetap berjalan meriah, disambut antusias penonton yang bertahan di lokasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, turut hadir mendampingi para seniman bersama koordinator sanggar dan pembina tabuh, memberikan dukungan langsung bagi anak-anak muda pelestari budaya tersebut.

Di atas panggung, Sanggar Laras Manis membawakan dua komposisi klasik penuh nilai filosofi, yakni Tabuh Petegak Wayang dan Tabuh Pamungkah Wayang.

Kedua karya ini memiliki peran penting dalam tradisi pertunjukan wayang Bali, menjadi pengantar suasana sekaligus penanda dimulainya sebuah pementasan sakral.

Koordinator Sanggar, I Made Gatra Astawa, yang didampingi Pembina Tabuh, I Made Martha, mengungkapkan, Tabuh Petegak merupakan gending pembuka yang bertujuan mengajak perhatian penonton serta memperkenalkan suasana musikal yang akan menyertai pertunjukan. Biasanya tabuhan ini dilanjutkan dengan Tabuh Telu saat dalang mulai mempersiapkan ritual pembuka pementasan.

Sementara itu, Tabuh Pamungkah Wayang merupakan komposisi yang dimainkan saat dalang membuka keropak atau gedog, sebagai penanda pertunjukan wayang kulit dimulai.

Dalam tradisinya, tabuhan ini memiliki beberapa bagian penting, seperti Bapang Jojor untuk adegan igel kayonan, Tulang Lindung saat wayang mulai dijejer, Pekaad saat kayonan dicabut, dan Alas Harum (Candi Rebah) sebagai isyarat kemunculan tokoh utama dalam cerita. Sebagai penutup, diperdengarkan Tabuh Gilak Bugari, tanda pertunjukan usai.

“Kami ingin mengenalkan kembali komposisi klasik yang jarang dibawakan di hadapan generasi muda. Ini bagian dari tanggung jawab kami menjaga warisan budaya,” ujar Made Martha.

Walaupun cuaca tidak bersahabat, penonton tetap menunjukkan antusiasme melalui sorakan dan tepuk tangan yang mengiringi setiap bagian pertunjukan.

Pagelaran ini bukan sekadar ajang seni, melainkan wujud nyata semangat anak muda Bali dalam merawat dan melestarikan seni gamelan tua sebagai identitas budaya yang patut dijaga. (jas)

Ibu dan Anak Tersesat di Gunung Batukaru Ditemukan Selamat

Dua pendaki tersesat di Gunung Batukaru ditemukan selamat, Selasa (8/7/2025) dini hari.
Dua pendaki tersesat di Gunung Batukaru ditemukan selamat, Selasa (8/7/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Dua pendaki asal Tuban, Badung, yang sempat dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Batukaru, Tabanan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa (8/7/2025) dini hari.

Mereka adalah Astuti (40) dan anaknya, Resta (19), yang sempat terpisah dari rombongan saat turun dari puncak gunung pada Minggu (6/7/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan, kedua korban ditemukan di sekitar Pos 3 jalur pendakian Pura Malen, Pujungan, Pupuan, oleh seorang pendaki lokal.

Tim SAR gabungan bersama pemandu lokal kemudian melakukan penjemputan dan proses evakuasi.

“Sekitar pukul 00.58 WITA dini hari tadi, korban tiba di Pura Malen dan langsung dipertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan selamat,” kata Srinadha Giri.

Sebelumnya, pencarian dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 2 BPBD Tabanan bersama unsur Basarnas, Polsek Pupuan, relawan, pecalang, serta masyarakat setempat. Tim bergerak ke lokasi setelah menerima laporan pada Senin pagi (7/7/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.

Astuti dan Resta dilaporkan tersesat setelah mereka turun lebih dulu dari rombongan pendaki yang berjumlah sembilan orang. Rombongan tersebut melakukan pendakian dari jalur Pura Malen, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, sejak Minggu dini hari pukul 02.00 WITA.

BPBD Tabanan mengimbau agar para pendaki selalu mengikuti arahan pemandu dan tidak memisahkan diri dari rombongan, demi menghindari kejadian serupa. (ana)

Jalur Denpasar-Gilimanuk Macet Parah Imbas Jalan Jebol, Pengendara Dialihkan ke Jalur Alternatif

Denah pengalihan arus jalan jebol di depan Pasar Bajera, Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan.
Denah pengalihan arus jalan jebol di depan Pasar Bajera, Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan pada Senin (7/7/2025) sore mengakibatkan kemacetan panjang di Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk.

Untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah, Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan segera bertindak cepat dengan mengalihkan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif. Kendaraan roda empat kecil, minibus, dan sepeda motor.

Dari arah Jembrana dialihkan ke kanan dari perempatan Pasar Senggol Bajera, sedangkan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret Bajera menuju jalur timur.

Untuk kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan roda 6, diarahkan untuk melewati jalur Singaraja.

Sementara itu, kendaraan roda 4 dan roda 2 juga dapat memanfaatkan jalur selatan Polsek Selemadeg sebagai alternatif lainnya.

Sementara kondisi jalan yang jebol tampak cukup dalam dan membahayakan, sehingga seluruh akses di titik itu telah ditutup total dengan barikade dan garis pembatas.

 

Petugas kepolisian juga bersiaga untuk mengarahkan arus lalu lintas serta mengantisipasi kemacetan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Sekdis Kominfo) Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, membenarkan adanya pengalihan arus tersebut. Ia menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satlantas dan instansi terkait untuk memastikan informasi terkini dapat segera disampaikan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan. Keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat adalah prioritas kami,” ujarnya Senin (7/7/2025).

Ia menyebut penyebab pasti kerusakan jalan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada kerusakan struktur bawah jalan akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari lokasi terdampak demi keselamatan bersama,” tambah Winiantara. (ana)

Anak Agung Gde Agung Mebhiseka Ida Cokorda Mengwi di Pura Taman Ayun

Upacara penobatan Bhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII di Pura Taman Ayun Mengwi, Senin (7/7).
Upacara penobatan Bhiseka Ida Cokorda Mengwi XIII di Pura Taman Ayun Mengwi, Senin (7/7).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Prosesi sakral Bhiseka atau penobatan Ida Cokorda Mengwi XIII dilangsungkan khidmat di Utamaning Mandala Pura Taman Ayun, Mengwi, Badung, Senin (7/7/2025).

Penglingsir Puri Ageng Mengwi yang juga merupakan bupati Badung dua periode di masa bakti 2005 – 2010 dan masa bakti 2010-2015, Anak Agung Gde Agung resmi diberi gelar Bhiseka Ratu, Ida Cokorda Mengwi XIII.

Upacara yang dipuput oleh 11 sulinggih dan disaksikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta.

Prosesi diawali Peed Agung, dimana dalam prosesi ini Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup. Bagus Alit Sucipta mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster dan AA. Gde Agung berjalan dari Puri Ageng Mengwi menuju Pura Taman Ayun.

Di Pura Taman Ayun dilaksanakan upacara mejaya-jaya dan upacara Bhiseka Ida Cokorda yang dipuput 11 Sulinggih. Dengan upacara mejaya-jaya, AA. Gde Agung diberikan gelar Bhiseka Ratu, Ida Cokorda Mengwi XIII dan Istri Beliau Mabiseka Ratu, Ida Istri Mengwi.

Prosesi mejaya-jaya memiliki makna pemberian restu secara niskala untuk menjalankan dharma kepemimpinan dan dharma masyarakat.

Upacara dilanjutkan metapak kebo, pemberian gelar Bhiseka Ida Cokorda oleh Ida Bhagawanta dan pemasangan Pin simbol keabsahan. Penyerahan tongkat kerajaan oleh Ida Dalem dan pemasangan destar sebagai lambang Bhiseka atau pengangkatan resmi.

Prosesi tersebut juga disaksikan Sri Sultan Hamengkubuwono X bersama Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Ketua DPD RI, Sekjen DPR RI, Puri Ageng Klungkung, Puri Ageng Karangasem, DPRD Badung, Mangu Kertha Mandala Mengwi dan Angga Puri.

Pada kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa atas nama pemerintah dan masyarakat Badung sangat mengapresiasi dan memberikan ucapan selamat atas penobatan Penglingsir Puri Ageng Mengwi AA. Gde Agung Abiseka Ratu Ida Cokorda Mengwi XIII.

Tentu kegiatan ini sebagai salah satu bentuk pelestarian adat, tradisi dan budaya khususnya di Kabupaten Badung. Terlebih upacara dilaksanakan di utamaning mandala Pura Taman Ayun sebagai Warisan Budaya Dunia dari UNESCO.

Diharapkan dengan penobatan ini peradaban di bali, baik itu budaya dan adat istiadat tetap terjaga dengan baik. Yang terpenting lagi melalui upacara ini, generasi muda akan memahami tentang perjalanan sejarah kerajaan di Badung.

“Mudah-mudahan dengan penobatan ini, akan semakin banyak menambah khasanah budaya di Bali khususnya di Badung,” tambahnya. (rls)

Jalur Denpasar-Gilimanuk Kembali Lumpuh Akibat Jalan Jebol Dekat Pasar Bajera

Kondisi jalan nasional yang jebol di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/7/2025).
Kondisi jalan nasional yang jebol di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk kembali terganggu. Pasalnya ruas jalan di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, jebol pada Senin (7/7/2025) sore. Kondisi itu menyebabkan kemacetan di sepanjang jalur padat kendaraan tersebut hingga wilayah Kecamatan Pupuan.

Camat Selemadeg, I Wayan Budhiarsana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kendaraan besar tidak dapat melintas dan dialihkan ke jalur alternatif.

“Untuk kendaraan besar tidak bisa lewat. Kami sarankan putar balik. Kalau yang dari arah Gilimanuk disarankan untuk lewat Jalan Antosari-Pupuan. Sedangkan dari arah Denpasar (timur), kendaraan bisa lewatdi Jelijih atau menepi di rest area yang luas. Kalau mobil kecil masih bisa lewat jalur Antap dan sekitarnya tapi terpantau macet,” terangnya.

Kondisi ini memperparah gangguan lalu lintas yang sebelumnya telah terjadi. Sehari sebelumnya, ruas jalan di Jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, juga sempat lumpuh selama beberapa jam karena terendam air. Kendaraan dari dua arah tidak bisa bergerak akibat banjir yang melanda wilayah tersebut.

Sementara itu, Perbekel Desa Bajera, I Putu Sukerata mengungkapkan, jalan amblas di titik ini bukan kali pertama terjadi.

“Ini sudah kejadian yang keempat, sejak awal terlihat pada 19 Juni 2025 lalu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada 25 Juni 2025, lubang di badan jalan mulai melebar, namun belum ada tindakan perbaikan. Kerusakan semakin parah pada Minggu (6/7/2025) setelah hujan deras mengguyur wilayah Bajera.

“Sekitar 30 menit yang lalu (pukul 16.00 Wita), jebolnya melebar sampai setengah badan jalan. Rambu peringatan sudah kami pasang sejak kemarin (Minggu). Kedalamannya kurang lebih 6 meter,” sambung Sukerata.

Ia menduga hujan lebat yang mengguyur wilayah tersebut menjadi faktor utama semakin lebarnya kerusakan. Untuk menghindari penumpukan kendaraan, pihak desa bersama aparat Polsek Selemadeg turut mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kalau sepeda motor masih memungkinkan untuk lewat dari arah Gilimanuk. Namun roda empat ke atas sudah tidak bisa dilewati,” jelasnya.

Dari pengamatannya, jalan tersebut masih menggunakan konstruksi lama peninggalan era kolonial, yang belum dilengkapi struktur penunjang modern. Hal ini diduga membuat daya tahan jalan semakin menurun, terlebih saat curah hujan tinggi. (ana)

24 Adegan Rekonstruksi Ungkap Sadisnya Pembunuhan Penjaga Villa di Sesetan

Dua tersangka, Muhammad Babul Wahyudi dan Dimas Ari Ramadhan, saat memperagakan adegan pembunuhan dalam rekonstruksi kasus di Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar Selatan.
Dua tersangka, Muhammad Babul Wahyudi dan Dimas Ari Ramadhan, saat memperagakan adegan pembunuhan dalam rekonstruksi kasus di Jalan Gurita, Sesetan, Denpasar Selatan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Fakta mengerikan terungkap dalam rekonstruksi kasus pembunuhan penjaga villa, Ade Adriansah (54), yang digelar di lokasi kejadian, Jalan Gurita IV, Banjar Pegok, Sesetan, Denpasar Selatan, Senin (7/7/2025).

Polisi memperagakan 24 adegan yang menggambarkan secara rinci betapa sadis dan terencananya aksi dua pelaku, Muhammad Babul Wahyudi (33) dan sepupunya, Dimas Ari Ramadhan (24).

Babul, yang disebut memiliki ketertarikan sesama jenis, menjadi otak kejahatan ini. Motifnya diduga dilatarbelakangi rasa cemburu dan kekecewaan terhadap korban, yang disebut-sebut memiliki pria lain serta ingkar janji soal uang.

Dalam reka adegan, diketahui rencana pembunuhan mulai dirancang sejak Jumat (3/5), saat Babul dan Dimas bertemu di sebuah minimarket kawasan Pulau Kawe. Dari sana, mereka menyusun strategi untuk menghabisi nyawa Ade.

Setelah membeli makanan cepat saji, keduanya menuju villa korban sekitar tengah malam. Motor mereka diparkir di ujung gang, lalu berjalan kaki masuk ke lokasi.

Di villa, korban sempat menerima kedatangan mereka dengan santai. Ketiganya duduk berbincang sambil makan di ruang tamu. Namun suasana berubah panas ketika terjadi adu mulut antara Babul dan korban. Saat itu, Dimas beristirahat di ruang tamu, sementara Babul mulai mengeksekusi rencananya.

Sekitar pukul 01.30 WITA, Babul memastikan korban sudah tertidur. Ia kemudian mengambil cobek batu dan memukul dada korban. Ade terbangun dan sempat melawan. Namun Dimas langsung memiting leher dan membekap mulut korban. Babul kembali memukul korban, lalu mengambil pisau dari dapur dan menusuk perutnya.

Kekerasan terus berlanjut. Korban dipukul dengan kayu, cobek, hingga dihantam menggunakan kotak kayu. Bahkan, gunting digunakan untuk menusuk leher korban. Setelah memastikan korban tak bernyawa, jasadnya dibungkus selimut dan diseret ke kamar mandi.

Kedua pelaku kemudian mandi bergantian untuk membersihkan diri. Mereka meninggalkan TKP dan membeli pertalite di warung kelontong. Beberapa jam kemudian, keduanya kembali untuk membersihkan bekas darah dengan alat pel, mengumpulkan barang bukti seperti pisau dan pakaian berdarah ke dalam kantong plastik, lalu membakar jenazah dengan menyiramkan pertalite dan menyalakan api.

Usai membakar jenazah, keduanya keluar, mengunci pintu pagar, lalu kabur dengan sepeda motor. Dalam adegan terakhir, Babul bahkan menghubungi seseorang bernama Saipudin agar mengambil motornya di kos dan menyimpannya. Keduanya lantas kabur ke Bondowoso menggunakan mobil travel, sambil membuang barang bukti seperti handphone korban ke laut dan tas plastik berisi barang berdarah di wilayah Jembrana.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menjelaskan, rekonstruksi ini penting untuk menguji kebenaran keterangan para pelaku dan saksi, sekaligus memperjelas kronologi serta peran masing-masing.

“Rekonstruksi memberikan gambaran menyeluruh tentang peristiwa pidana, termasuk waktu, lokasi, hingga cara pelaku menghabisi korban,” ujar Sukadi.

Ia juga membenarkan bahwa motif utama pembunuhan ini adalah kecemburuan bercampur dengan kekecewaan karena janji korban yang tak ditepati.

“Pelaku menjanjikan uang kepada sepupunya agar bersedia membantu membunuh korban,” jelasnya. (ra)