- Advertisement -
Beranda blog Halaman 133

Pohon Tumbang Picu Kemacetan di Jalur Denpasar–Gilimanuk

Pembersihan pohon tumbang di kawasan Hutan Taman Kota, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (21/8/2025) pagi. 
Pembersihan pohon tumbang di kawasan Hutan Taman Kota, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Kamis (21/8/2025) pagi. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jalur utama Denpasar–Gilimanuk sempat mengalami kemacetan akibat tumbangnya sebuah pohon berjenis Spatudia di kawasan Hutan Taman Kota Tabanan, sebelah barat Patung Adipura, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, pada Kamis (21/8/2025) pagi.

Insiden pohon tumbang itu terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, tepat saat arus kendaraan dari arah Denpasar dan Gilimanuk padat merayap.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan, faktor utama penyebab tumbangnya pohon adalah angin kencang yang terjadi sejak pagi serta kondisi batang pohon yang sudah lapuk.

“Saat peristiwa terjadi, pohon tumbang menghalangi setengah badan jalan sehingga kendaraan dari arah Denpasar menuju Gilimanuk maupun sebaliknya mengalami antrean panjang. Untungnya tidak ada korban jiwa maupun kerugian material,” ungkap Srinadha Giri.

Setelah menerima laporan dari warga sekitar pukul 08.30 Wita, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Tabanan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PLN, serta aparat kepolisian langsung dikerahkan ke lokasi.

Penanganan dilakukan mulai pukul 08.45 Wita hingga 09.30 Wita dengan membersihkan batang dan ranting pohon yang melintang di jalan.

Dalam proses evakuasi, petugas kepolisian menerapkan sistem buka tutup arus lalu lintas. Meski kendaraan sempat padat merayap, arus tetap bisa bergerak bergantian hingga pembersihan pohon selesai dilakukan.

Selain itu, petugas PLN juga memastikan keamanan jaringan listrik yang sempat terdampak ranting pohon. Situasi kembali normal setelah seluruh material pohon berhasil disingkirkan dari jalan.

Srinadha Giri menambahkan, kejadian pohon tumbang ini menjadi peringatan akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah Tabanan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat melintas di jalan yang banyak pepohonan, terutama ketika angin kencang melanda,” pungkasnya. (ana)

Puluhan Personel Polres Tabanan Dites Urine, Begini Hasilnya

Jajaran Polres Tabanan jalani tes urine yang berlangsung di Loby Polres Tabanan, Kamis (21/8/2025) pagi.
Jajaran Polres Tabanan jalani tes urine yang berlangsung di Loby Polres Tabanan, Kamis (21/8/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Personel Polres Tabanan menjalani pemeriksaan tes urine yang berlangsung di Loby Polres Tabanan, Kamis (21/8/2025) pagi.

Tes urine tersebut melibatkan jajaran pejabat utama (PJU) Polres Tabanan, Kapolsek jajaran, hingga perwakilan personel, terdiri dari tiga perwira dan enam bintara. Kapolres dan Wakapolres Tabanan juga turut menjadi objek pemeriksaan.

Adapun tim pemeriksa berasal dari Seksi Dokkes (Si Dokes) dan Satuan Narkoba Polres Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk mendeteksi sedini mungkin kemungkinan adanya penyalahgunaan narkoba di kalangan anggota kepolisian.

“Dari total 31 personel yang menjalani pemeriksaan, seluruh hasil tes urine dinyatakan negatif narkoba,” ujarnya.

AKBP Bayu Pati menegaskan, pemeriksaan ini merupakan komitmen Polres Tabanan dalam mewujudkan jajaran yang bersih dari narkoba.

“Kami pastikan Polres Tabanan konsisten melaksanakan pengawasan internal, salah satunya melalui tes urine ini. Hasilnya seluruh personel negatif. Tidak ada ruang bagi anggota yang coba-coba dengan narkoba,” tegasnya. (ana)

Dua Pria Ditemukan Tewas Diduga Tenggak Racun di Apartemen Mewah Denpasar

Petugas mengevakuasi jenazah dua pria yang ditemukan tewas di dalam kamar apartemen mewah di Jalan Imam Bonjol, Denpasar.
Petugas mengevakuasi jenazah dua pria yang ditemukan tewas di dalam kamar apartemen mewah di Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Suasana tenang sebuah apartemen mewah di Jalan Imam Bonjol, Perumahan Budha Cemeng Ukir, Desa Pemecutan Kelod, Denpasar Barat, mendadak geger setelah dua pria ditemukan tewas di dalam kamar, Rabu (20/8) sekitar pukul 14.00 WITA.

Korban diketahui berinisial BH (37), asal Jatinegara, Jakarta Timur, serta seorang pria lain yang diduga bernama MP (49) asal Sulawesi Utara, meski identitasnya belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menerangkan bahwa peristiwa ini pertama kali diketahui karyawan apartemen berinisial GPP (23). Awalnya, resepsionis melaporkan ada tamu yang belum melakukan check out hingga melewati batas waktu.

“Karena tidak ada respons, saksi bersama rekannya membuka pintu dengan kunci cadangan. Saat masuk, mereka melihat muntahan di dekat kasur dan kaki seseorang di atas ranjang. Temuan itu langsung dilaporkan ke pemilik apartemen dan polisi,” jelas Sukadi, Kamis (21/8).

Hasil olah TKP menunjukkan korban MP ditemukan terbaring di tempat tidur memakai kaos merah dan celana jeans pendek biru. Sementara korban BH tergeletak di lantai dengan kepala bersandar pada tas, mengenakan kaos hijau dan celana jeans pendek. Keduanya ditemukan dalam kondisi mulut berbusa, celana basah, serta terdapat tanda lebam pada tubuh.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang mencurigakan di lokasi, termasuk empat botol kosong racun tikus tetes merek “Hai Zhenwei”, dua ponsel tanpa kartu SIM, serta beberapa obat-obatan seperti ibuprofen dan multivitamin.

“Dugaan sementara, keduanya meninggal akibat keracunan setelah menenggak racun tikus. Dari kondisi tubuh, diperkirakan sudah lebih dari 24 jam meninggal dunia,” ungkap Sukadi.

Meski begitu, motif kedua pria ini nekat mengakhiri hidupnya masih misterius. Pemeriksaan ponsel tidak membuahkan hasil lantaran data-data sudah terhapus, sementara identitas salah satu korban belum sepenuhnya terkonfirmasi karena kendala teknis pada pemeriksaan inafis.

Jenazah kedua korban telah dievakuasi oleh PMI dan BPBD Kota Denpasar ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. ra

Ribuan Uang Kepeng di Pura Puseh Desa Adat Dadia Hilang, Polisi Selidiki Pelaku

Pengurus adat bersama aparat kepolisian saat melakukan pengecekan di Pura Puseh Desa Adat Dadia, Penebel, Tabanan, usai dilaporkan hilangnya ribuan uang kepeng, Rabu (20/8/2025).
Pengurus adat bersama aparat kepolisian saat melakukan pengecekan di Pura Puseh Desa Adat Dadia, Penebel, Tabanan, usai dilaporkan hilangnya ribuan uang kepeng, Rabu (20/8/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pura Puseh Desa Adat Dadia, Banjar Dinas Dadia, Desa Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, menjadi sasaran pencurian.

Sejumlah uang kepeng yang disimpan untuk keperluan upacara hilang tanpa jejak, Rabu (20/8/2025) siang. Total kerugian ditaksir mencapai Rp3,5 juta.

Kapolsek Penebel AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengungkapkan, kasus pencurian itu dilaporkan oleh Bendesa Adat Dadia, I Wayan Kartika. Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 11.00 Wita saat pengurus adat bersama pemangku sedang memasang wastra persiapan upacara Sri Rambut Sedana.

“Saat itu Jro Mangku Istri menangis dan mengatakan uang kepeng yang disimpan di gedong pura sudah tidak ada. Setelah dicek bersama, ternyata benar uang kepeng hilang,” ungkapnya.

Barang yang hilang berupa satu ikat uang kepeng berbentuk pocong berisi 1.000 keping, serta dua ikat uang kepeng masing-masing berisi 200 keping, yang sebelumnya disimpan dalam sebuah sangku di dalam gedong Pura Puseh.

“Dari hasil olah TKP, tidak ada tanda-tanda kerusakan pada gembok gedong. Namun kunci gedong memang disimpan di samping pintu dan mudah dijangkau. Pintu pura juga diketahui tidak pernah dikunci,” jelas AKP Kade Alit

Ia menambahkan, pihaknya telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain olah TKP, pemeriksaan saksi, pengecekan CCTV di sekitar lokasi, hingga koordinasi dengan Opsnal Polres Tabanan. Namun, di sekitar areal pura tidak terdapat kamera pengawas. “Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk mengungkap siapa pelakunya,” tegasnya. (ana)

Dinas Perikanan Badung Salurkan Paket Olahan Ikan di Desa Buduk

Program Gemarikan di Balai Banjar Umacandi, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Badung, (20/8/2025).
Program Gemarikan di Balai Banjar Umacandi, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, Badung, (20/8/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Badung kembali diperkuat melalui kegiatan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Germarikan) yang digelar oleh Dinas Perikanan.

Kali ini, kegiatan berlangsung di Balai Banjar Umacandi, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, dan disambut hangat oleh masyarakat setempat, Mengwi (20/8/2025).

Dengan mengangkat tema ‘Melalui Pemberian Paket Olahan Ikan Kepada Masyarakat Potensi Stunting, Kita Tingkatkan Konsumsi Ikan dan Cegah Peningkatan Angka Stunting di Kabupaten Badung Untuk Menciptakan Generasi Penerus Bangsa yang Sehat, Kuat, dan Cerdas’, acara ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun generasi yang sehat sejak dini.

Sebanyak 162 paket olahan ikan bergizi dibagikan kepada kelompok masyarakat berisiko stunting, terutama bagi ibu hamil dan anak balita. Paket tersebut berisi berbagai produk ikan siap konsumsi, seperti nila, lele, hingga abon ikan, yang kaya Omega-3 dan nutrisi penting untuk tumbuh kembang anak serta kesehatan ibu.

Kepala Dinas Perikanan Badung, I Nyoman Suardana, menyampaikan, program Germarikan menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Sepanjang tahun ini kami sudah tujuh kali menggelar Germarikan di desa dan kelurahan berbeda. Tahun 2025 ditargetkan bisa menjangkau 10 desa di setiap kecamatan,” jelasnya.

Suardana juga mengungkapkan, tingkat konsumsi ikan masyarakat Badung pada 2024 masih berada di angka 39,49 kg per kapita per tahun. Melalui gerakan ini, ia berharap kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan terus meningkat. Ia juga mendorong desa dan lembaga pemerintah agar lebih sering menghadirkan menu berbahan dasar ikan dalam kegiatan resmi.

Terkait kualitas produk, Suardana memastikan seluruh paket yang dibagikan sudah melalui pengawasan ketat oleh tim teknis Dinas Perikanan, baik dari sisi budidaya maupun pengolahan.

“Mutu dan kebersihan produk terjamin sehingga aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.

Selain pembagian paket, kegiatan juga diisi dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis hasil kerja sama Dinas Perikanan dengan Dinas Kesehatan Badung.

Hadir dalam acara tersebut perwakilan Dinas Kesehatan, perwakilan Camat Mengwi, Perbekel Desa Buduk I Ketut Wira Adi Atmaja, Ketua BPD Desa Buduk I Gusti Agung Ngurah Anom Siwa Anggara, serta Ketua LPM Desa Buduk I Gede Suwantara.

Perbekel Desa Buduk, I Ketut Wira Adi Atmaja, menyampaikan apresiasinya atas dukungan pemerintah daerah.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Perikanan Badung yang sudah memberikan perhatian kepada ibu hamil dan balita di desa kami melalui program ini,” ujarnya. (jas)

Tenggelam di Pantai Berawa, Pemuda Asal NTT Ditemukan Tewas

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Sebastian Jeri Ate (23) yang ditemukan mengapung di perairan Pantai Berawa, Rabu (20/8/2025) pagi.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad Sebastian Jeri Ate (23) yang ditemukan mengapung di perairan Pantai Berawa, Rabu (20/8/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pemuda asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Sebastian Jeri Ate (23), ditemukan tewas setelah tenggelam di Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Badung. Jasad korban berhasil dievakuasi pada Rabu (20/8/2025) pagi, dua hari setelah dinyatakan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan tenggelam pada Senin (18/8/2025) sore sekitar pukul 16.30 Wita.

Saat itu, ia mandi bersama dua rekannya sebelum diduga terseret arus kuat dan tidak mampu berenang kembali ke tepi pantai. Informasi tersebut diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar dari Polairud Polres Badung sekitar pukul 18.40 Wita.

Sejak laporan diterima, operasi SAR gabungan langsung digelar dengan mengerahkan jetski, rubber boat, serta melakukan penyisiran darat di sepanjang pantai. Upaya pencarian terus dilanjutkan hingga Rabu (20/8/2025) pagi.

Sekitar pukul 07.15 Wita, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung di sebelah barat lokasi kejadian, berjarak kurang lebih 1 nautical mile. “Tim rubber boat Balawista langsung menuju posisi ditemukannya korban dan mengevakuasi ke daratan,” ujar Sidakarya.

Selanjutnya, jasad korban dibawa RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans Balawista Badung.

Dalam operasi SAR ini, unsur yang terlibat meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Samapta Polda Bali, Polair Polres Badung, Bhabinkamtibmas Desa Tibubeneng, Balawista, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban. (ana)

WNA Peru Seludupkan Narkoba Rp10 Miliar ke Bali dengan Cara Tak Terduga

Tersangka WNA asal Peru berinisial NSBC (42) ditangkap di Bandara Ngurah Rai dengan modus menyembunyikan narkoba di tubuh, Selasa (12/8/2025).
Tersangka WNA asal Peru berinisial NSBC (42) ditangkap di Bandara Ngurah Rai dengan modus menyembunyikan narkoba di tubuh, Selasa (12/8/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Bali bersama Bea Cukai Ngurah Rai berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika oleh seorang warga negara asing (WNA) asal Peru.

Barang bukti yang diamankan berupa kokain seberat 1.432,81 gram netto dan 85 butir ekstasi dengan total nilai diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

Menariknya, pelaku menyeludupkan barang-barang terlarang itu dengan cara yang terduga yakni menyimpannya di dalam sex toys lalu dimasukkan ke dalam tibuh, di bra, serta celana dalam.

Dalam konferensi pers di Lobi Ditresnarkoba Polda Bali, Selasa (19/8/2025), Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Radiant menjelaskan, tersangka berinisial NSBC (42) merupakan kurir jaringan internasional. Penangkapan ini turut disaksikan Kepala Kantor Bea Cukai Bali Sunaryo dan Kabid Penindakan Bea Cukai.

Radiant mengungkapkan, tersangka direkrut melalui forum dark web oleh seseorang berinisial PB. Tersangka dijanjikan upah sebesar 20.000 USD (sekitar Rp320 juta) untuk membawa narkotika ke Bali. Setelah perjalanan dari Barcelona–Doha–Denpasar menggunakan Qatar Airways, tersangka akhirnya diamankan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai pada 12 Agustus 2025 malam.

“Petugas Bea Cukai mencurigai gelagat tersangka. Setelah koordinasi dengan Ditresnarkoba, dilakukan pemeriksaan lebih lanjut hingga ditemukan kokain dan ekstasi yang disembunyikan di bra, celana dalam, serta alat bantu seks yang dimasukkan ke dalam tubuh,” jelas Radiant.

Barang bukti yang ditemukan meliputi 194 gram kokain di dalam sex toys, 630,01 gram kokain di celana dalam, 608,8 gram kokain di bra, 85 butir ekstasi seberat 33,09 gram.

Radiant menegaskan, upaya penyelundupan tersebut berhasil digagalkan dan setidaknya menyelamatkan lebih dari 2.200 jiwa dari ancaman narkoba. Tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati, seumur hidup, atau pidana 6–20 tahun penjara.

Saat ini Polda Bali berkoordinasi dengan Divhubinter Mabes Polri, Kedutaan Besar Peru, serta berbagai pihak terkait untuk membongkar jaringan internasional yang melibatkan tersangka.

“Kami masih mendalami peran PB dan jaringannya. Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan. Polda Bali menjamin kerahasiaan dan keamanan pelapor,” tegas Radiant. (*)

DPRD Tabanan Pertanyakan Sikap Pemkab atas Bangunan Melanggar di Jatiluwih

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa.
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – DPRD Tabanan mempertanyakan langkah Pemerintah Kabupaten dalam menyikapi maraknya pelanggaran bangunan usaha di kawasan Jatiluwih.

Dari hasil sidak yang dilakukan Komisi DPRD Tabanan beberapa waktu lalu, ditemukan 13 bangunan usaha yang dibangun diatas lahan sawah dilindungi (LSD).

Bahkan ada restoran yang sudah 70 persen berdiri namun diketahui melanggar garis sepadan jalan. Selain itu, ditemukan pula tanah urugan di area sawah pinggir jalan menuju Kantor Operasional DTW Tanah Lot.

Dewan menilai pemerintah terkesan lamban bertindak, sementara sejumlah bangunan sudah berdiri meski jelas melanggar aturan.

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, sangat menyangakan lemahnya pengawasan pemerintah daerah sehingga banyak ditemukan pelanggaran di kawasan Jatiluwih yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

“Saya sudah sering pertanyakan, kenapa masyarakat membangun duluan, sementara eksekutif dan legislatif justru tahu belakangan?” ujar Arnawa usai rapat kerja Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan dengan agenda pembahasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Tabanan pada Selasa (19/8/2025).

Menurutnya, pemerintah daerah harus memiliki strategi jelas dalam menyikapi masyarakat yang ingin membangun di kawasan tertentu, termasuk Lahan Sawah Dilindungi (LSD) di Jatiluwih.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi aturan hingga ke tingkat camat dan perbekel agar tidak terus terjadi gesekan dengan masyarakat.

“Kalau bangunan yang sudah ada kita paksa bongkar, itu salah. Tapi kalau tidak dibongkar, juga melanggar aturan. Maka pemerintah harus tegas sekaligus memberikan edukasi dari awal,” ujarnya.

Arnawa menambahkan, pemerintah harus segera menyelesaikan kajian terkait pelanggaran ini, terutama terhadap bangunan yang jelas melanggar marka jalan. “Harapan saya, yang benar-benar melanggar marka jalan harus segera ditindak. Bila perlu dibongkar,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Tabanan I Gede Susila menekankan, penindakan terhadap bangunan bermasalah harus mengikuti prosedur. Tidak bisa langsung dilakukan pembongkaran tanpa tahapan.

“Prosesnya harus melalui pemberian surat peringatan (SP) 1 dan SP 2 seperti yang sudah kami lakukan. Kalau pemilik mau bongkar sendiri, itu lebih baik,” jelas Susila.

Ia menambahkan, saat ini tindak lanjut atas pemberian SP 2 terhadap sejumlah pemilik bangunan masih berproses. Pihaknya juga akan menggandeng pekaseh, perbekel, hingga badan pengelola agar bisa lebih cepat memberikan informasi jika ada pelanggaran baru.

“Kami harap pemilik usaha yang terbukti melanggar bersedia melakukan pembongkaran secara mandiri. Saat ini, pembangunan baru sudah tidak ada lagi,” tegasnya. (ana)

Dewan Tabanan Soroti PAD Masih Stagnan

Rapat kerja Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan dengan agenda pembahasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Tabanan pada Selasa (19/8/2025).
Rapat kerja Badan Anggaran bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan dengan agenda pembahasan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) di Gedung DPRD Tabanan pada Selasa (19/8/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – DPRD Tabanan menyoroti Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai masih ‘jalan di tempat’ alias stagnan.

Meski dalam rancangan perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun 2025, PAD dipasang sebesar Rp754 miliar lebih.

Angka ini meningkat Rp14 miliar atau 1,96 persen dari target APBD induk sebelumnya Rp739,81 miliar.

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menegaskan, kenaikan PAD tersebut belum menunjukkan progres signifikan. Menurutnya, Pemkab Tabanan belum menampilkan strategi konkret untuk meningkatkan pendapatan daerah.

“PAD kita stagnan. Belum ada kiat-kiat yang jelas dari eksekutif untuk menggali potensi lebih besar,” ujar Arnawa usai rapat kerja Banggar DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Tabanan di Gedung DPRD, Selasa (19/8/2025).

Arnawa juga menyoroti lambannya penerapan sistem tiket elektronik (e-ticketing) di objek wisata. Ia mengungkapkan, wacana ini sudah bergulir lebih dari 15 tahun namun belum terealisasi hingga kini.

“Saya berharap e-ticketing wajib diberlakukan pada 2026 mendatang. Tujuannya jelas, untuk mengurangi kebocoran PAD,” tegasnya.

Selain itu, DPRD mendorong Pemkab Tabanan melakukan kajian dan investasi strategis, termasuk penyediaan lahan yang diharapkan bisa memberikan tambahan PAD dalam dua hingga tiga tahun ke depan.

Sementara itu, Ketua TAPD yang juga Sekda Tabanan, I Gede Susila, menyampaikan meski PAD dirancang meningkat, pendapatan transfer dari pemerintah pusat justru turun sebesar Rp42,5 miliar atau 2,8 persen dari APBD induk. Dari rencana awal Rp1,496 triliun, kini turun menjadi sekitar Rp1,454 triliun.

Susila menjelaskan penurunan ini dipicu oleh sejumlah regulasi pemerintah pusat, di antaranya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi belanja negara, serta beberapa keputusan Menteri Keuangan terkait perubahan alokasi dana transfer ke daerah, termasuk Dana Alokasi Khusus (DAK) dan dana insentif fiskal.

Dari sisi belanja daerah, KUA-PPAS Perubahan 2025 dirancang sebesar Rp2,294 triliun atau turun 0,85 persen dari APBD induk sebelumnya Rp2,3 triliun.

Adapun rinciannya meliputi belanja operasi sebesar Rp1,7 triliun lebih, yang terdiri dari belanja pegawai Rp9,87 miliar, belanja barang dan jasa Rp64,6 miliar, belanja bunga Rp6 miliar, serta belanja hibah Rp120 miliar lebih.

Dengan kondisi ini, APBD Tabanan diproyeksikan mengalami defisit sekitar Rp70,95 miliar.
“Walaupun ada penurunan, program-program strategis yang sudah berjalan harus tetap diselesaikan, misalnya pembangunan infrastruktur jalan,” tegas Susila. (ana)

Warga Denpasar Keluhkan Gas Langka, Satgas LPG 3 Kg Bali Sidak Pangkalan

Sidak di sejumlah pangkalan LPG 3 kg di Kota Denpasar, Selasa (19/8/2025).
Sidak di sejumlah pangkalan LPG 3 kg di Kota Denpasar, Selasa (19/8/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim Pengawasan Terpadu Satgas LPG 3 Kg Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pangkalan LPG 3 kg di Kota Denpasar, Selasa (19/8/2025).

Sidak yang dipimpin oleh Pengawas Perdagangan Ahli Madya, Ni Luh Putu Suratini, bersama tim dari perangkat daerah terkait, menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan LPG 3 kg serta memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan di tingkat pangkalan.

Setelah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Denpasar, tim satgas turun ke beberapa pangkalan yang berlokasi di Renon, Sanur, Sesetan, dan Padangsambian.

Hasil pengawasan tim di lapangan menunjukkan, dari tujuh pangkalan yang diperiksa, enam diantaranya telah memenuhi ketentuan dan menjalankan usaha sesuai aturan.

Namun, satu pangkalan ditemukan masih meletakkan papan pangkalan tidak pada posisi yang mudah terlihat masyarakat serta menjual LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini terjadi karena pangkalan memperoleh LPG dari agen dengan harga di atas ketentuan HET.

Selain itu, tim juga mencatat distribusi LPG 3 kg dari agen ke pangkalan tetap sesuai alokasi tanpa ada pengurangan. Beberapa pangkalan bahkan masih memiliki stok LPG 3 kg yang belum terdistribusi.

Secara terpisah, Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Disperindag Provinsi Bali, Ida Ayu Putriani, menjelaskan, sidak ini merupakan upaya memastikan distribusi LPG 3 kg tetap kondusif dan tepat sasaran, sekaligus mengajak masyarakat/rumah tangga untuk membeli LPG 3 kg di pangkalan resmi sesuai dengan lokasi terdekat tempat tinggal.

Atas temuan tersebut, tim satgas memberikan pembinaan kepada pangkalan terkait agar menempatkan papan pangkalan di lokasi yang mudah terlihat masyarakat serta memanggil agen penyalur untuk memastikan distribusi sesuai aturan yang berlaku.

Tim juga meminta para agen ikut melakukan pengawasan terhadap kinerja pangkalan di wilayahnya agar operasional sesuai SOP.

Sementara itu, Sales Branch Manager IV Pertamina Patra Niaga Bali, Zico Aldillah, yang turun langsung dalam sidak menyampaikan bahwa Pertamina akan bersikap tegas.

“Jika masih ditemukan pelanggaran berat, maka pangkalan bersangkutan akan dikenakan sanksi berupa rekomendasi pencabutan hak usaha (PHU),” tegasnya. (rls)