- Advertisement -
Beranda blog Halaman 132

Ajak Teman Gasak Motor di Kosan, Pelaku Diringkus di Bedeng Proyek

ID diamankan bersama barang bukti sepeda motor yang digasak.
ID diamankan bersama barang bukti sepeda motor yang digasak.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  – Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat berhasil mengamankan seorang pria berinisial ID yang diduga terlibat dalam kasus pencurian sepeda motor (curanmor) milik seorang warga di wilayah Pemecutan Kelod, Denpasar Barat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa aksi pencurian tersebut terjadi pada Minggu pagi, 20 Juli 2025, sekitar pukul 07.30 WITA. Korban, Rizal Arif Istiadi (24), menyadari sepeda motor Honda Vario miliknya hilang setelah sebelumnya memarkir kendaraan tersebut tanpa mengunci stang di depan kamar kosnya di Perumahan Amertha Wisata, Gang 1B.

“Korban sempat mencari sepeda motornya di sekitar kos, namun tidak ditemukan. Ia kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Barat,” kata AKP Sukadi, Selasa (22/7).

Dari hasil penyelidikan, polisi memperoleh informasi bahwa pelaku berada di kawasan Pecatu, Kuta Selatan. Tim opsnal yang dipimpin oleh Kanit Reskrim dan Panit Opsnal langsung bergerak ke lokasi dan berhasil mengamankan ID di bedeng proyek tempatnya bekerja, sekitar pukul 03.30 WITA.

“Pelaku mengaku mencuri motor tersebut bersama seorang temannya yang masih dalam penyelidikan. Modusnya dengan mendorong motor yang tidak dikunci setang,” ujarnya.

Menurut pengakuan ID, motor hasil curian itu digunakan untuk kepentingan pribadi karena pelaku tidak memiliki kendaraan. Polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario merah tahun 2014 bernomor polisi H-5116-LH, atas nama Laelatun Nafisah, warga Semarang, Jawa Tengah.

AKP Sukadi menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, mengamankan pelaku beserta barang bukti, serta melengkapi administrasi penyidikan.

“Kasus ini masih dalam pengembangan untuk memburu rekan pelaku yang turut membantu saat kejadian,” tegasnya.

Saat ini pelaku ID telah diamankan di Mapolsek Denpasar Barat dan menjalani proses hukum lebih lanjut. ra

Parkir Sembarangan, Pengendara Mobil di Kuta Selatan Ditegur Polisi

Polisi memberikan teguran langsung kepada pengendara yang parkir di bawah rambu larangan parkir di Jalan Pratama Raya, Benoa.
Polisi memberikan teguran langsung kepada pengendara yang parkir di bawah rambu larangan parkir di Jalan Pratama Raya, Benoa.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Upaya menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman di wilayah Kuta Selatan terus digalakkan. Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana W, turun langsung ke lapangan untuk menegur pengendara mobil yang nekat parkir di bawah rambu larangan parkir di Jalan Pratama Raya, Kelurahan Benoa, Selasa (29/7/2025).

Teguran tersebut dilakukan secara humanis namun tetap tegas. Kapolsek menyampaikan bahwa tindakan tersebut merupakan bagian dari pembinaan awal sebelum langkah hukum lebih keras diterapkan.

“Parkir sembarangan bukan hanya melanggar aturan, tapi juga membahayakan pengguna jalan lainnya. Kami harap masyarakat lebih peduli dan taat terhadap rambu-rambu lalu lintas,” tegas Kompol Dharmayana.

Ia juga menambahkan, pihaknya akan terus menggencarkan patroli dan penertiban di titik-titik rawan pelanggaran parkir. Langkah ini bertujuan untuk meminimalisasi potensi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang sering terjadi akibat parkir liar.

Melalui pendekatan edukatif, Polsek Kuta Selatan ingin menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya ketertiban di jalan raya demi kenyamanan bersama.RA

Warga Binaan Lapas Tabanan Dapat Layanan Pemeriksaan Gigi

Warga Binaan menjalani pemeriksaan gigi, Selasa (29/7/2025).
Warga Binaan menjalani pemeriksaan gigi, Selasa (29/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di balik dinding tinggi dan pintu besi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, senyum para Warga Binaan kembali merekah.

Bukan karena memperoleh kebebasan, melainkan karena rasa sakit yang selama ini mereka pendam akhirnya mendapat perhatian.

Sebanyak 16 orang Warga Binaan menjalani pemeriksaan gigi dalam kegiatan layanan kesehatan yang digelar Lapas Tabanan bekerja sama dengan Puskesmas Tabanan III, Selasa (29/7/2025).

Para Warga Binaan yang mengeluhkan nyeri gigi, gusi bengkak, hingga gangguan mulut lainnya, diperiksa langsung oleh tim medis dari Puskesmas Tabanan III.

Luh Putu Tresnadewi, selaku dokter Lapas sekaligus penanggung jawab klinik, menekankan pentingnya layanan ini mengingat masih banyak Warga Binaan yang menunda pengobatan gigi karena keterbatasan akses.

“Dengan pemeriksaan langsung ini, keluhan-keluhan yang selama ini dirasakan oleh Warga Binaan bisa segera ditangani. Kesehatan gigi sangat berdampak pada kualitas hidup sehingga tidak boleh dianggap sepele,” ungkapnya.

Tak hanya soal kesehatan fisik, layanan seperti ini juga menjadi bentuk perhatian pada kesejahteraan psikis para narapidana. Banyak dari mereka yang merasa dihargai karena mendapat pelayanan kesehatan yang layak, meski tengah menjalani masa pidana.

Terpisah, Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Lapas Tabanan dan Puskesmas Tabanan III. Ia menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya berkelanjutan Lapas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Warga Binaan.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata bahwa Lapas Tabanan siap melayani dan membina mereka secara utuh. Selain itu, kami juga berkomitmen memberikan pelayanan yang menyeluruh dan berkesinambungan,” ujarnya.

Pemeriksaan ini juga diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran para Warga Binaan akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi.

Dengan kondisi tubuh yang sehat, mereka dapat mengikuti berbagai kegiatan pembinaan dengan lebih baik dan tanpa hambatan.

Lebih dari sekadar pengobatan, kegiatan ini memberi pesan kuat bahwa hak atas kesehatan tetap berlaku, bahkan di balik jeruji besi. (ana)

Layanan Fast Boat dari Pemenang ke Bali Ditutup Sementara Karena Cuaca Buruk

Pelabuhan Pemenang. (Foto: Lombokpost)
Pelabuhan Pemenang. (Foto: Lombokpost)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Layanan penyeberangan laut dari Pelabuhan Pemenang, Lombok Utara menuju Bali dihentikan sementara, Selasa (29/7/2025), menyusul cuaca buruk yang melanda wilayah Selat Lombok. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipatif guna menjamin keselamatan pelayaran.

Penutupan sementara ini diumumkan secara resmi oleh Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Pemenang melalui surat edaran yang ditujukan kepada agen, nakhoda, dan operator kapal cepat (fast boat).

Kepala Kantor UPP, I Made Oka, meminta seluruh pihak untuk menunda pelayaran hingga kondisi cuaca dinyatakan aman oleh otoritas terkait.

“Kami mengimbau seluruh operator fast boat agar tidak memaksakan pelayaran dalam kondisi seperti ini. Keputusan ini demi keselamatan bersama, baik penumpang maupun awak kapal,” tegas I Made Oka.

Penutupan layanan ini mengacu pada sejumlah regulasi, di antaranya: Undang-Undang No. 66 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU Pelayaran No. 17 Tahun 2008, Permenhub No. 28 Tahun 2022 tentang tata cara penerbitan surat persetujuan berlayar, Permenhub No. 17 Tahun 2023 tentang organisasi dan tata kerja Kantor UPP.

Selain itu, keputusan ini juga didasari laporan kondisi cuaca dari BMKG Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid yang mencatat adanya gelombang tinggi dan angin kencang di perairan Selat Lombok, serta laporan langsung dari sejumlah nakhoda kapal yang telah melintasi jalur tersebut.

“Penundaan ini bersifat sementara dan akan kami evaluasi secara berkala. Begitu cuaca dinyatakan normal, operasional kapal cepat akan kembali dibuka,” ujar Oka.

Warga dan wisatawan yang berencana menyeberang dari Lombok ke Bali melalui jalur laut diimbau untuk memantau informasi terkini dan menyesuaikan jadwal perjalanan mereka. Pihak pelabuhan bersama BMKG terus memantau perkembangan cuaca demi memastikan keamanan pelayaran di wilayah tersebut. RA

Gubernur Bali Janji Tahun Depan Tambah Anggaran PKB dan FSBJ

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyebut akan menambah alokasi anggaran untuk penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB) dan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) pada tahun 2026.

PKB yang tahun ini memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp10 miliar, tahun depan minimal akan mendapat dana Rp 12 miliar. Demikian juga anggaran FSBJ yang tahun ini hanya sebesar Rp2,8 miliar, rencananya akan dinaikkan menjadi  Rp6 miliar.

Rencana itu disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya saat menutup pelaksanaan FSBJ VII Tahun 2025 di Panggung Terbuka Ardha Candra Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (28/7/2025) petang.

Koster menerangkan, rencana menambah alokasi anggaran untuk pelaksanaan dua event ini dimaksudkan untuk menggairahkan perkembangan seni dan budaya di Daerah Bali. Menurutnya, seni dan budaya adalah pendorong kemajuan sektor kehidupan lainnya.

“Pariwisata berkembang karena seni dan budaya, sehingga mampu memberi kontribusi besar bagi perekonomian Daerah Bali, mengatasi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Untuk itu tidak ada pilihan selain berupaya sekuat tenaga untuk membela dan memajukan budaya Bali. Ia lantas mengutip penyataan Bung Karno yang mengatakan bahwa kebudayaan adalah jiwa dari bangsa dan jiwa itu tak akan pernah mati.

“Ucapan Bung Karno tentang budaya akan selalu hidup, terutama di Bali karena kita konsisten melaksanakan dua event di bidang seni dan budaya yaitu PKB dan FSBJ,” urainya.

Selain rencana menambah alokasi anggaran, Gubernur jebolan ITB ini juga akan memberi ruang khusus bagi penulis karya sastra.

“Tahun depan akan diadakan lomba menulis karya sastra, mulai dari Tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan Mahasiswa. Nanti kita bahas lebih lanjut, apakah dilaksanakan di ajang FSBJ atau dibuatkan forum tersendiri,” ucapnya.

Ide itu tercetus setelah Koster menyaksikan kiprah tiga penggiat karya sastra penerima Bali Jani Nugraha dalam FSBJ tahun ini. Mereka adalah Sastrawan I Nyoman Manda, Sastrawan Ngakan Made Kasub Sidan dan Sastrawan I Dewa Nyoman Sarjana.

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan rasa kagum karena di usia yang sudah sepuh, ketiganya menunjukkan dedikasi tanpa pamrih dalam menghasilkan karya-karya sastra untuk memajukan kebudayaan Bali.

“Agar ada regenerasi, kita butuh anak muda yang mau menggeluti tradisi menulis karya sastra. Ayo persiapkan diri  mulai sekarang agar karya kalian bisa dilombakan tahun depan,” ujar Gubernur Koster seraya menjanjikan hadiah menggiurkan untuk lomba sastra ini.

Masih dalam upaya memajukan seni dan budaya Bali, Gubernur Bali dua periode ini menyinggung peran setiap individu. Ia membagi peran individu dalam empat kelompok. Kelompok individu pada kelas yang paling tinggi atau level satu adalah pencipta karya seni dan budaya, sementara yang masuk kategori kelas kedua adalah pelaku seni seperti penari, penabuh dan lainnya.

“Di kelas ketiga ada partisipan yang memberi kontribusi untuk memajukan seni dan budaya Bali. Jajaran pemimpin seperti gubernur, bupati/walikota masuk dalam kelas ini, mereka bisa memberi support dalam bentuk alokasi anggaran atau dukungan lain untuk mewadahi kegiatan seni dan budaya,” paparnya.

Berikutnya kategori empat adalah kelompok penonton yang memiliki peran dalam memberi apresiasi terhadap karya seni dan budaya. “Kalau tidak mampu menghasilkan karya atau menjadi pelaku seni, paling tidak kita memberi apresiasi dengan menjadi penonton,” imbuhnya.

Penutupan FSBJ VII Tahun 2025 ditandai pemukulan alat musik drum oleh Gubernur Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Wakil Ketua II DPRD Bali dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

“Kembara Sukma Atma Kerthi, Pengembaraan Menuju Jiwa Maha Suci”. Penutupan FSBJ VII makin semarak dengan penampilan artis Bali seperti Lolot Band, Widi Widiana, Bagus Wirata, Joni Agung dan lainnya. (ana)

Tim Tinju Bali Sabet Medali Emas di Ajang Seleknas Menpora 2025

Tim Tinju Bali raih medali emas di ajang Seleksi Nasional (Seleknas) Piala Menpora 2025 yang berakhir Sabtu (26/7/2025) lalu.
Tim Tinju Bali raih medali emas di ajang Seleksi Nasional (Seleknas) Piala Menpora 2025 yang berakhir Sabtu (26/7/2025) lalu.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tim Tinju Bali kembali mengharumkan nama pulau Dewata dengan mencetak hasil gemilang di ajang Seleksi Nasional (Seleknas) Piala Menpora 2025 yang berakhir Sabtu (26/7/2025) lalu di Hall Basketball Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Dari delapan atlet yang bertarung, lima di antaranya berhasil menyumbang medali, dengan rincian satu emas, dua perak, dan dua perunggu.

Puncak prestasi ditorehkan oleh Jekri Riwu yang menyabet medali emas kelas 69 kg setelah menang RSC (Referee Stops Contest) atas petinju asal Bekasi, Jawa Barat, Khairul Munajar.

“Jekri meraih medali emas kelas 69 kg. Jekri mendapatkan medali emas, karena lebih unggul jauh dari lawannya. Dia menang RSC,” ujar Pelatih tinju Pertina Bali, Kornelis Kwangu Langu.

Di babak final, dua petinju Bali lainnya—Julius Babu Eha (kelas 63 kg) dan Krispinus Mariano Wonda (kelas 51 kg)—berhasil tampil kompetitif namun harus puas dengan medali perak. Menurut Kornelis, meski duel berlangsung seimbang, lawan mereka unggul dalam akumulasi pukulan.

“Tapi, dilihat dari akumulasi pukulan, lawan mereka lebih baik,” jelas Kornelis.

Dua medali perunggu disumbangkan oleh Karlus Bria di kelas 48 kg dan Grasela Djera Ata Endi di kelas 54 kg putri. Petinju lainnya seperti Jeklin Ndawajepi, Eduradus Putu Anggito Bere Rudji, dan Melania Gelu Langobiri terhenti di babak delapan besar.

Kornelis menilai hasil ini sudah maksimal. “Itu sudah hasil maksimal,” ucap peraih emas SEA Games 2015 Singapura ini.

Sementara itu, Ketua Pertina Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, turut memberikan apresiasi atas kerja keras tim dan pencapaian yang membanggakan ini.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Bali punya potensi besar. Ini bukan hanya soal teknik, tapi buah dari kerja keras, latihan disiplin, dan semangat juang para petinju kita,” ujar De Gadjah, Senin (28/7/2025).

Ia juga menyoroti peran pelatih dan tim pendukung yang bekerja maksimal selama proses seleknas.

“Pelatih dan ofisial telah memberikan bimbingan dan strategi yang tepat. Kita semua bangga karena Bali mampu bersaing di level nasional. Ini modal bagus untuk persiapan menuju ajang yang lebih besar,” tambahnya.

De Gadjah mengungkap usai Seleknas Piala Menpora ini, nantinya 3 atlet dari Bali berpeluang masuk tim SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand pada 9-20 Desember mendatang. (ana)

Perempuan Pengemudi Honda Jazz Jadi Tersangka Usai Tabrak Pemotor di Tabanan Hingga Tewas

Polres Tabanan saat conferensi pers, Senin (28/7/2025).
Polres Tabanan saat conferensi pers, Senin (28/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang perempuan pengemudi mobil Honda Jazz ditetapkan sebagai tersangka usai terlibat kecelakaan maut yang menewaskan satu pengendara sepeda motor di Jalan Nasional Denpasar-Gilimanuk, wilayah Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan. Peristiwa tragis ini terjadi pada Jumat, 18 Juli 2025, sekitar pukul 15.10 WITA.

Pengemudi mobil Honda Jazz dengan nomor polisi DK 1646 FM, itu berinisial MY (36), warga Desa Wanagiri, Kecamatan Selemadeg. Dalam peristiwa tersebut, merenggut nyawa seorang pengendara motor dan lainnya mengalami luka berat. Penetapan dilakukan usai serangkaian penyelidikan dan gelar perkara oleh penyidik Satlantas Polres Tabanan.

“Dari hasil penyidikan, MY ditetapkan sebagai tersangka karena mengemudi dalam kondisi kelelahan hingga hilang kendali dan menabrak sepeda motor dari arah berlawanan,” kata Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati didampingi Kasat Lantas Polres Tabanan AKP Anton Suherman, dalam conferensi pers pada Senin (28/7/2025).

Kecelakaan berawal saat mobil Honda Jazz yang dikemudikan MY melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar. Setelah melewati jembatan menanjak dengan jalur menikung, mobil tersebut hilang kendali dan masuk ke jalur kanan.

Mobil langsung menabrak sepeda motor Honda Beat DK 2964 ZJ yang dikendarai NS (57), warga Pekutatan, Jembrana, yang datang dari arah berlawanan. Akibat tabrakan keras tersebut, NS meninggal dunia di lokasi kejadian.

Sementara penumpang yang dibonceng, NNS (57), mengalami patah tulang di tangan kanan dan kedua kaki. Ia sempat dirawat di RSUD Tabanan sebelum dirujuk ke RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. “Kondisi korban kini masih kritis dirawat di rumah sakit,” jelasnya.

Adapun, kerugian material akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp3,5 juta.

AKP Anton mengungkapkan, setelah dilakukan gelar perkara pada 19 dan 21 Juli 2025, MY ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Pasal 310 ayat (2) dan ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Meski demikian, MY tidak dilakukan penahanan. Hal ini berdasarkan permohonan dari orang tua tersangka selaku penjamin, dengan pertimbangan MY masih merawat bayi berusia dua tahun dan suaminya bekerja di luar negeri.

Selama masa penangguhan, MY diwajibkan wajib lapor setiap Senin dan Kamis serta tidak diizinkan keluar rumah maupun kota.

“Penangguhan penahanan diberikan dengan syarat ketat. Jika tersangka melarikan diri, penjamin akan bertanggung jawab sepenuhnya,” tegas AKP Anton.

Dalam proses penyidikan, polisi telah menyita dua unit kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan, yakni Honda Jazz dan sepeda motor Honda Beat, sebagai barang bbukti. (ana)

Keributan di Depan Restoran di Ungasan Berujung Penusukan

Ilustrasi orang berkelahi
Ilustrasi orang berkelahi

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi keributan yang melibatkan dua kelompok pemuda pecah di depan sebuah restoran di Jalan Raya Uluwatu, Desa Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Jumat (25/7/2025) dini hari. Insiden ini memanas hingga berujung penusukan terhadap salah satu terduga pelaku yang terlibat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan laporan masuk ke polisi sekitar pukul 02.00 Wita.

“Awalnya hanya adu mulut sekitar pukul 00.30 Wita, lalu berujung pemukulan, hingga berkembang menjadi keributan yang melibatkan belasan orang,” terang Sukadi, Selasa (29/7/2025).

Keributan bermula saat seorang pemuda bernama Reza (terduga pelaku II) ditelepon oleh rekannya, Prayoga Nur Isnadi (30), karena sedang dicari oleh Tito (terduga pelaku I). Tak lama kemudian, Tito datang bersama temannya mengendarai sepeda motor. Pertemuan mereka langsung diwarnai adu mulut dan saling pukul.

“Saat Reza dan Tito berkelahi, tiba-tiba datang sekitar 15 orang lainnya. Salah satunya memukul Reza dengan batu. Lalu muncul seorang pria berbaju hitam membawa pisau lipat dan menikam teman Reza bernama Sotil. Setelah kejadian, mereka langsung melarikan diri,” ungkap AKP Sukadi berdasarkan keterangan saksi.

Akibat kejadian itu, Reza mengalami luka robek di bibir dan patah gigi seri, Tito terluka ringan di wajah, sementara Sotil menderita luka tusuk di bagian punggung. Ketiganya saat itu mengenakan pakaian berbeda dan langsung mendapatkan penanganan medis.

Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku

Hingga saat ini, pihak kepolisian telah mengamankan tiga terduga pelaku yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Kuta Selatan. Polisi juga memburu pelaku penusukan serta kelompok pemuda yang diduga terlibat dalam pengeroyokan.

“Kami masih mendalami motif serta peran masing-masing pelaku. Semua pihak yang terlibat akan kami proses sesuai hukum,” tegas AKP Sukadi. RA

Lomba Karaoke TP PKK Kabupaten Tabanan Meriahkan Rangkaian Peringatan HKG PKK ke-53

Lomba Karaoke dalam rangka memeriahkan Rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2025.
Lomba Karaoke dalam rangka memeriahkan Rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Suasana penuh semangat dan keceriaan terasa di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (28/7/2025), saat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, secara resmi membuka Lomba Karaoke dalam rangka memeriahkan Rangkaian Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 Tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

Acara yang diikuti oleh perwakilan Ketua TP PKK Desa mewakili masing-masing kecamatan menjadi momen berharga untuk mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri para kader PKK desa, yang selama ini menjadi ujung tombak pelaksanaan berbagai program pembangunan di tingkat desa.

Lomba yang diikuti oleh 10 peserta ini diawali dengan penampilan yel-yel kreatif dan penuh semangat dari para peserta dan dinilai secara langsung oleh para Kepala Perangkat Daerah dengan mengangkat papan skor yang telah disiapkan, memberikan sentuhan meriah sekaligus sportif dalam perlombaan.

Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan menekankan, bahwa lomba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK ke-53, yang tidak hanya bertujuan untuk hiburan, tetapi juga sebagai sarana relaksasi dan pembentukan mental para kader perempuan.

“Saya ajak ibu-ibu terutama yang ada di desa, kita rehat sejenak untuk menyanyi dan meliang-liang. Ini penting untuk melepas penat sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan kepercayaan diri yang terbangun dari ajang seperti ini dapat menjadi modal penting dalam menjalankan tugas PKK ke depan, yang semakin kompleks, sesuai tema Bergerak Bersama PKK Mewujudkan Asta Cita Menuju Indonesia Emas.

“Saya ingin ibu-ibu bisa tampil lebih percaya diri, karena nanti tugas kita di PKK akan semakin berat. adalah motor penggerak perubahan, dan kita semua adalah bagian penting dalam mewujudkan Asta Cita yang mendukung visi Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Bunda Rai juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan PKK, yakni Bupati Tabanan selaku Pemerintah Daerah dan termasuk juga para kepala perangkat daerah dan secara khusus kepada Kepala Bank BPD Bali Cabang Tabanan sebagai donatur utama kegiatan tersebut.

“Mari kita tunjukkan rasa percaya diri dan semangat kebersamaan. Terima kasih atas kerja sama dan dukungan semua pihak terhadap setiap langkah yang kami lakukan,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, PKK Kabupaten Tabanan tak hanya merayakan ulang tahunnya yang ke-53, namun juga menunjukkan, bahwa gerakan perempuan dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun bangsa, dimulai dari desa, menuju Indonesia yang lebih tangguh, berkualitas, dan berdaya saing di masa depan.

Adapun peserta lomba karaoke yang tampil berasal dari 10 kecamatan, yaitu Tabanan, Kerambitan, Penebel, Marga, Selemadeg Timur, Selemadeg, Selemadeg Barat, Baturiti, Kediri, dan Pupuan.

Setelah melalui penilaian ketat, Kecamatan Kediri berhasil meraih Juara I dengan nilai 687, disusul oleh Kecamatan Marga di posisi kedua dengan nilai 667, dan Juara III diraih oleh Kecamatan Tabanan dengan nilai 598.

Turut hadir Sekda, Para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait, Kepala Bank BPD Cabang Tabanan dan Instansi Vertikal terkait, jajaran Ketua Organisasi Wanita, serta seluruh pengurus TP PKK Desa, kecamatan dan Kabupaten Tabanan. (ana)

Identitas Mayat Pria di Tabanan Belum Terungkap, Polisi Beberkan Temuan Baru

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati.
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Identitas mayat pria tanpa identitas (Mister X) yang ditemukan membusuk di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Mumbu Residence, Banjar Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jumat (25/7/2025) lalu belum terungkap.

Hingga kini Senin (28/7/2025), Polres Tabanan masih melakukan penyelidikan. Bahkan rencananya hari ini akan dilakukan visum pada tubuh mayat itu di RSUP Prof. I.G.N.G Ngoerah Denpasar.

Meskipun identitas belum terungkap, Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati membeberkan beberapa temuan awal. Dikatakannya, mayat tersebut diduga adalah warga negara Ukraina yang mengontrak di rumah ditemukannya mayat.

Korban telah tinggal di Bali selama kurang lebih lima tahun. Namun, identitas lengkapnya belum dapat disampaikan karena masih dalam proses penyelidikan.

“Korban adalah WNA Ukraina. Usianya diperkirakan sekitar 20 tahun. Untuk nama belum bisa kami sampaikan karena masih kami dalami,” kata AKBP Bayu Pati saat konferensi pers di Polres Tabanan, Senin (28/7/2025).

Selain itu, pihaknya juga tengah melacak keberadaan tiga WNA lainnya yang diketahui menyewa rumah tersebut bersama korban. Ketiganya diduga telah meninggalkan lokasi sebelum jenazah ditemukan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi Denpasar dan Konsulat Ukraina untuk menelusuri identitas serta keberadaan ketiga orang itu. Hubungan mereka dengan korban juga masih kami selidiki,” ungkap AKBP Bayu.

Ia menambahkan, ada keterangan dari beberapa saksi di lokasi menyebutkan korban sempat mengeluh sakit sebelum ditemukan meninggal dunia. Namun, polisi belum bisa memastikan apakah sakit itu berkaitan dengan penyebab kematian.

“Informasi awal memang menyebutkan korban memiliki riwayat sakit. Tapi untuk memastikan penyebab kematian, kami menunggu hasil pemeriksaan forensik. Setelah hasil forensik keluar, kami akan sampaikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ana)