- Advertisement -
Beranda blog Halaman 132

Bupati Sanjaya Paparkan Empat Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan

Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Senin (8/9/2025).
Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Senin (8/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – DPRD Tabanan menggelar Rapat Paripurna ke-20 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025 di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Senin (8/9/2025).

Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mengagendakan penyampaian pidato pengantar Bupati terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk dibahas di DPRD Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan empat buah Ranperda diantaranya, Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2024 tentang APBD Tahun Anggaran 2025, Ranperda tentang Inovasi Daerah, Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana, dan Ranperda tentang Pengelolaan Tanah Milik Daerah.

Dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, didampingi para Wakil Ketua itu, Bupati Sanjaya menjelaskan, Ranperda Perubahan APBD 2025 disusun berdasarkan perubahan Kebijakan Umum APBD serta Perubahan PPAS. Dalam rancangan tersebut, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,281 triliun lebih atau naik 1,99 persen dari target awal.

Sementara itu, belanja daerah diproyeksikan Rp2,351 triliun lebih, meningkat 1,64 persen, dengan defisit sebesar Rp70,095 miliar yang akan ditutup dari pembiayaan netto tahun sebelumnya. “APBD adalah cerminan kebijakan publik yang dituangkan dalam bentuk angka-angka, maka wajib kita kawal bersama agar tepat sasaran dan selesai tepat pada waktunya,” tegas Sanjaya.

Terkait Ranperda Inovasi Daerah, Sanjaya menekankan pentingnya regulasi untuk mendorong kreativitas, daya saing, dan pelayanan publik berbasis inovasi. Ia mencontohkan perlunya pembangunan museum dan galeri untuk melestarikan karya maestro asal Tabanan agar tidak diklaim oleh daerah lain.

“Semua bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah harus berpedoman pada prinsip good governance. Hal ini menjadi kebutuhan untuk menciptakan ekosistem yang memungkinkan pemerintah, masyarakat sipil, dan swasta bersinergi dalam mengembangkan inovasi guna meningkatkan potensi daerah,” jelasnya.

Adapun Ranperda Perusahaan Umum Daerah Sanjayaning Singasana disebut sebagai langkah strategis revitalisasi BUMD menuju holding company yang profesional, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Transformasi ini, menurutnya, sangat penting agar Tabanan mampu bersaing dan tidak kalah oleh sistem ekonomi kapitalistik maupun liberalistik.

“Saatnya Tabanan membenahi diri, menguatkan BUMD, dan menjadikannya motor penggerak ekonomi daerah, terutama pada sektor pangan, jasa, industri, dan pariwisata,” imbuh Sanjaya.

Sedangkan Ranperda Pengelolaan Tanah Milik Daerah, dikatakan Sanjaya diajukan untuk menyesuaikan dengan regulasi terbaru, yakni PP Nomor 28 Tahun 2022, yang menggantikan Perda Nomor 15 Tahun 2017.

“Pengelolaan barang milik daerah harus dilakukan secara efektif, efisien, transparan, dan bertanggung jawab. Karena itu, perda lama perlu diganti agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan hukum saat ini,” terangnya.

Di akhir pidatonya, Sanjaya mengajak seluruh pihak, khususnya DPRD Kabupaten Tabanan, untuk bersama-sama mengawal pembahasan empat Ranperda strategis tersebut.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan bimbingan dan tuntunan kepada kita semua, sehingga pembahasan Ranperda ini berjalan baik dan lancar demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya. (ana) 

Momen Long Weekend, DTW Tanah Lot Ramai Wisatawan, Jatiluwih Stagnan

Kunjungan Wisatawan di DTW Tanah Lot, Kediri, Tabanan.
Kunjungan Wisatawan di DTW Tanah Lot, Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua Daya Tarik Wisata (DTW) terkenal di Kabupaten Tabanan yakni Tanah Lot dan Jatiluwih dikunjungi ribuan wisatawan saat momen libur panjang atau long weekend pada 5 sampai dengan 7 September 2025 kemarin.

Jumlah kunjungan wisatawan paling banyak tercatat di DTW Tanah Lot yang terletak di Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Selama tiga hari, tercatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke DTW yang terkenal dengan keindahan Pura di Tengah laut dan matahari terbenam itu mencapai 15.828 orang.

Kepala Divisi Pengembangan dan Promosi DTW Tanah Lot, I Wayan Sanjaya Tampi mengatakan, puncak kunjungan terjadi pada Sabtu (6/9/2025) yakni tembus di angka 6.000 orang lebih.

Kemudian pada 5 September, jumlah kunjungan mencapai 5.160 wisatawan. Namun pada 7 September, tercatat ada penurunan kunjungan di angka 4.658 orang.

“Ada kenaikan, terutama pada hari Sabtu. Ini juga merupakan suatu yang wajar karena di akhir pekan,” kata Sanjaya ketika dikonfirmasi pada Senin (8/9/2025).

Ia menyebut, sebelum long weekend yakni pada 1 hingga 4 September, rata-rata pengunjung yang datang setiap harinya mencapai 3 ribuan orang.  “Kunjungan masih didominasi wisatawan lokal,” tambahnya.

Sementara di DTW Jatiluwih, kunjungan wisatawan tercatat stagnan dan tidak mengalami peningkatan atau lonjakan signifikan. Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris DTW Jatiluwih, I Putu Eka Saputra.

“Selama libur panjang dari tanggal 5 sampai 7 September itu jumlah pengunjung mencapai 4.482 orang,” jelasnya.

Sedangkan di bulan sebelumnya, terhitung dari 26 sampai 31 Agustus, wisatawan yang berkunjung hampir sama pada saat long weekend yakni 1000-1500 orang.

“Kunjungan masih didominasi wisatawan asing. Selain itu, kunjungan di DTW Jatiluwih di awal bulan September sudah mulai turun jika dibandingkan dengan bulan Agustus,” imbuhnya.  (ana)

Perumda Dharma Santika Diusulkan Bertransformasi ke Holding Company

Rapat Paripurna DPRD Tabanan pada Senin (8/9/2025) yang membahas pidato pengantar Bupati terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Tabanan.
Rapat Paripurna DPRD Tabanan pada Senin (8/9/2025) yang membahas pidato pengantar Bupati terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perumda Dharma Santika akan bertransformasi menjadi perusahaan Holding/Holding Company. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna DPRD Tabanan pada Senin (8/9/2025) yang membahas pidato pengantar Bupati terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Tabanan, termasuk Ranperda tentang Perumda Sanjayaning Singasana.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menjelaskan, perubahan ini merupakan kebutuhan strategis untuk menjadikan BUMD Tabanan sebagai kekuatan ekonomi daerah yang profesional, modern, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

“Transformasi ke holding company dan rebranding nama merupakan langkah adaptif untuk menjawab tantangan zaman. Perda Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perumda Dharma Santika sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan hukum,” tegas Sanjaya usai Rapat Paripurna.

Menurutnya, selama ini, Perumda Dharma Santika hanya bergerak di satu segmen usaha, yakni bidang pangan, khususnya jual beli beras untuk membantu menyalurkan hasil panen masyarakat. Ke depan, setelah menjadi holding company, Perumda Sanjayaning Singasana akan memiliki lini usaha yang lebih beragam.

“Perusahaan nantinya akan memiliki anak usaha di berbagai bidang, seperti percetakan, perbengkelan, maupun penyediaan jasa pariwisata sesuai kebutuhan. Patut sekarang Tabanan memiliki Perusda holding karena market Perumda Dharma Santika di Tabanan sangat tinggi,” kata Sanjaya.

Pemkab Tabanan berharap, dengan transformasi ini, Perumda Sanjayaning Singasana dapat semakin berkembang, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. (ana)

Museum Sagung Wah Tabanan akan Ditata Ulang

Museum Sagung Wah Tabanan yang menjadi lokasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tabanan.
Museum Sagung Wah Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Museum Sagung Wah yang berlokasi di sisi selatan Taman Bung Karno, Kabupaten Tabanan, akan segera ditata kembali. Gedung tersebut sebelumnya sempat difungsikan sebagai kantor sementara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Tabanan.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan, penataan museum menjadi prioritas setelah adanya kunjungan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Jumat (5/9/2025) lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Fadli Zon didampingi Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Putu Supadma Rudana, serta staf khusus. Mereka menilai Tabanan memiliki potensi besar dengan berbagai tempat bersejarah yang bisa dikembangkan.

“Pasti ada penataan, karena itu memang sudah kami rencanakan dari dulu,” ujar Sanjaya usai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Tabanan, Senin (8/9/2025).

Menurutnya, tempat-tempat bersejarah di Tabanan dapat menjadi daya tarik wisata, selain desa wisata dan puri wisata. Salah satunya adalah museum atau galeri yang berfungsi mengumpulkan benda-benda bersejarah agar dapat dilihat oleh masyarakat. Keberadaan museum juga mendukung pengembangan ekonomi kreatif sekaligus berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Museum Sagung Wah sendiri sebelumnya dipakai sebagai kantor sementara Dinas Perizinan, sebelum kantor pelayanan publik dipindahkan ke Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Tabanan di Sanggulan, Kediri. Saat ini, gedung museum dalam kondisi kosong dan akan ditata kembali menjadi galeri museum yang lebih representatif.

“Gedung Museum Sagung Wah sekarang kosong, sehingga akan kami recreate menjadi galeri museum seperti yang kami cita-citakan sejak dulu,” jelas Sanjaya.

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, juga menyatakan kesiapannya mendukung penataan kembali museum tersebut. Nantinya, museum tidak hanya memamerkan benda peninggalan sejarah atau artefak, tetapi juga akan menampilkan perjalanan maestro tari Tabanan, I Ketut Mario, pematung I Nyoman Nuarta yang pencipta Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana serta seniman besar lainnya.

“Bagaimana perjalanan para seniman top itu, hingga pahlawan yang menjadi ikon lapangan di Tabanan seperti Wagimin, Debes, dan Alit Saputra, bisa diceritakan di sana. Itu akan menjadi daya tarik,” tambahnya.

Sanjaya menegaskan, sebelum proses penataan dimulai, pihaknya akan kembali bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan staf khusus untuk memfinalkan rencana tersebut. “Setelah itu baru kami bisa beri kepastian. Mudah-mudahan anggarannya bisa dibantu pemerintah pusat,” pungkasnya. (ana)

Gegara Sopir Ngantuk, Mobil Wuling Terbalik Masuk Parit di Jalur Denpasar Gilimanuk

Alami OC, mobil Wuling masuk parit dan terbalik di Jalan Nasional jurusan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bantas Bale Aging, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan pada Senin (8/9/2025) pagi. 
Alami OC, mobil Wuling masuk parit dan terbalik di Jalan Nasional jurusan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bantas Bale Aging, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan pada Senin (8/9/2025) pagi. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Mobil Wuling mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Nasional jurusan Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bantas Bale Aging, Desa Bantas, Selemadeg Timur, Tabanan pada Senin (8/9/2025) pagi. Mobil dengan nomor polisi B-2917-FKL itu terbalik dan masuk ke parit di pinggir jalan.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu I Gusti Made Berata membenarkan kejadian tersebut. “Kecelakaan terjadi karena sopir mengantuk, sehingga mengalami out of control (OC) hingga jatuh di parit yang berada di sisi utara jalan,” jelasnya.

Berata menyebut, pengemudi bernama Pratiwi Anjarwati (27), asal Sidoarjo, Jawa Timur. Sebelum kejadian, mobil yang dikemudikan Pratiwi datang dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Sesampainya di lokasi kejadian, kendaraan oleng ke kiri saat melewati tikungan. Diduga pengemudi mengantuk, sehingga mobil terbalik dan akhirnya masuk ke parit di sisi utara jalan.

“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp5 juta,” jelasnya.

Anggota kepolisian Polsek Selemadeg Timur bersama warga langsung mengevakuasi kendaraan untuk mencegah kemacetan. “Anggota sudah menghubungi derek untuk mengevakuasi kendaraan dari parit,” imbuh Berata. (ana)

Jajaran Pemkab Tabanan Laksanakan Persembahyangan di Pura Luhur Batukau

Persembahyangan bersama serangkaian Purnama Sasih Ketiga di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (7/9/2025). 
Persembahyangan bersama serangkaian Purnama Sasih Ketiga di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (7/9/2025). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama Ny. Budiasih Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, melaksanakan persembahyangan serangkaian Purnama Sasih Ketiga di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (7/9/2025).

Kehadiran jajaran Pemkab Tabanan dalam persembahyangan ini menjadi bentuk nyata sradha bakti pemerintah daerah kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Selain sebagai momentum spiritual, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya bersama untuk menjaga keharmonisan antara pemerintah, masyarakat, dan menjaga kelestarian alam semesta sesuai dengan nilai-nilai ajaran Tri Hita Karana.

Rangkaian acara diawali dengan mesandekan, dilanjutkan dengan prosesi memberi makan ikan dan pelepasan burung sebagai simbol keharmonisan antara manusia dengan alam.

Kemudian, rombongan melaksanakan mesucian ring beji, dilanjutkan dengan sembahyang di Pura Beji. Prosesi utama berlangsung di Utama Mandala, di mana Bupati Sanjaya bersama jajaran, pemedek, serta masyarakat melaksanakan sembahyang bersama dengan penuh kekhusyukan, yang kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan di Jaba Tengah.

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa syukur, meneguhkan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur, melestarikan tradisi, adat, agama, dan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun serta tetap menjaga kesucian Pura demi kerahayuan jagat dan kesejahteraan masyarakat.

Dimana, Pura Luhur Batukau merupakan salah satu pura kahyangan jagat di Bali yang berstana kepada Dewa Mahadewa, penguasa Gunung Batukau.

Pura Luhur Batukau dikenal memiliki nilai spiritual yang tinggi dan diyakini sebagai penjaga keseimbangan alam, khususnya di wilayah Tabanan. Keberadaannya juga menjadi bagian penting dari Sad Kahyangan Jagat, enam pura utama di Bali yang menjadi pancer spiritual bagi umat Hindu.

Dengan latar hutan yang asri dan udara pegunungan yang sejuk, Pura Luhur Batukau tidak hanya menjadi pusat pemujaan, tetapi juga simbol harmonisasi antara manusia, alam, dan Tuhan.

Piodalan Purnama Sasih Ketiga di Pura Luhur Batukau ini juga menjadi pengingat, bahwa keberadaan pura sebagai kahyangan jagat memiliki makna penting, tidak hanya bagi umat Hindu di Tabanan, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Bali.

Dengan pelaksanaan persembahyangan bersama ini, diharapkan kerahayuan jagat, keselamatan, serta kesejahteraan senantiasa menaungi seluruh masyarakat. (rls) 

Rai Wahyuni Sanjaya Resmikan Aula TK Darma Kumala Penebel

Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.
Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.
PANTAUBALI.COM, TABANAN – Suasana penuh kebersamaan mewarnai peresmian Aula TK Darma Kumala di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu (7/9/2025).  Acara tersebut dirangkaikan dengan pemelaspasan bangunan, serta dihadiri langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.
Kegiatan ini terlaksana, setelah Bunda Rai bersama dengan Bupati Tabanan dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan Persembahyangan Purnama Sasih Ketiga di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Penebel, Tabanan.
Dalam sambutannya, Bunda Rai menyampaikan apresiasi mendalam atas berdirinya aula TK Darma Kumala yang didanai dari dana desa. Diharapkan kedepannya mampu meningkatkan semangat anak-anak untuk belajar, sehingga mampu mengembangkan diri lebih baik lagi.“
Saya sangat mengapresiasi dan berbangga sekali karena tadi sudah dijelaskan, bahwa aula ini bisa berdiri karena ada dana desa. Saya apresiasi karena artinya, bahwa pemerintah desa di sini memberikan ruang dan perhatian yang besar pada anak-anak PAUD kita,”  ujarnya.
Lebih lanjut, Bunda Rai menyampaiakan, aula ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan wadah penting untuk mendukung tumbuh kembang anak.
“Aula ini kan bukan sekedar bangunan fisik, tetapi ruang yang akan menjadi wadah anak-anak belajar, bermain, berinteraksi, beraktifitas dan berkreatifitas, dan juga yang tidak kalah penting untuk mengembangkan potensi anak itu masing-masing. Itu memerlukan sarana prasarana dan fasilitas yang bagus untuk mendukung itu semua,” tambahnya.
Sebagai Bunda PAUD Kabupaten Tabanan, ia juga menegaskan komitmennya untuk selalu memperjuangkan fasilitas terbaik bagi anak-anak.
“Untuk kebutuhan yang diperlukan desa, pasti akan saya atensi, saya sampaikan kepada Bapak Bupati, karena itu merupakan komitmen saya. Saya ingin sekali, agar anak-anak mendapat tempat yang nyaman, akan saya perjuangkan, seperti aula ini saya sangat apresiasi sekali dan berterima kasih kepada sinergi dari semua pihak,” jelas Bunda Rai.
Sebagaimana diketahui bersama, selain sebagai ruang belajar bagi anak-anak PAUD, aula tersebut juga diperuntukkan sebagai fasilitas serbaguna bagi masyarakat.
Bunda Rai berharap agar Desa Penatahan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mendukung perkembangan anak usia dini melalui pembangunan sarana yang representatif. Di hadapan masyarakat yang hadir, Bunda Rai juga menegaskan pentingnya program wajib belajar satu tahun pra-sekolah yang harus diikuti oleh anak-anak.
Setiap anak sebelum memasuki sekolah dasar dikatakannya wajib mendapatkan layanan PAUD minimal 1 tahun. “Usia dini adalah masa emas perkembangan anak, di mana 80% otak anak berkembang pada usia 0–6 tahun,”papar Bunda Rai.
Pun Ia menjelaskan, melalui pendidikan PAUD anak-anak akan terbiasa belajar, berinteraksi, serta memiliki kesiapan mental, sosial, emosional, dan akademik sebelum memasuki jenjang sekolah dasar. Dengan begitu, anak-anak lebih siap menghadapi pembelajaran selanjutnya tanpa merasa terbebani.
Di samping itu, Bunda Rai juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung program tersebut untuk tumbuh kembang anak kedepan.
“Saya mengajak seluruh masyarakat Tabanan yang hadir di sini untuk mendukung program wajib belajar 1 tahun pra sekolah, selalu bersinergi antara pemerintah, pendidik, orang tua dan masyarakat agar layanan PAUD semakin berkualitas dan merata. Anak-anak kita adalah generasi emas yang harus tumbuh cerdas, ceria, sehat, dan memiliki daya saing sejak dini,” ajaknya.
Sementara itu, Perbekel Desa Penatahan, I Nengah Suartika, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas peresmian aula yang sangat bermanfaat bagi pendidikan anak usia dini di desanya.
“Atas nama Perbekel dan Bunda PAUD kecamatan mengucapkan terima kasih atas kehadiran ibu. Di TK Darma Kumala terdiri dari guru pendidik 4 orang, anak didik 44 orang. Ini adalah bagian dari 6 banjar dinas yang ada di Desa Penatahan. Ini langkah besar dalam upaya kita untuk menyediakan pendidikan terbaik bagi anak-anak kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan hingga peresmian aula tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada seluruh lembaga desa juga Yayasan serta semua tenaga dan pikiran yang telah memberikan pelayanan terbaik bagi kami. Kami percaya melalui TK ini akan lahir generasi-generasi penerus yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki karakter yang kuat. Guru-guru di sini akan menjadi pilar utama dalam membimbing anak-anak kita,” ungkapnya.
Hadir dalam peresmian tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten III Setda Kabupaten Tabanan, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Bunda PAUD Kecamatan Penebel, serta Perbekel Desa Penatahan.
Kehadiran Kepala Sekolah, para guru TK Darma Kumala, dan masyarakat setempat turut menambah semarak acara yang penuh makna bagi dunia pendidikan usia dini di desa tersebut. (rls)

Pemkab Tabanan Sambut Kunjungan Menteri Kebudayaan

Kunjungan Budaya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Kabupaten Tabanan, Jumat (5/9/2025).
Kunjungan Budaya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Kabupaten Tabanan, Jumat (5/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya sambut Kunjungan Budaya, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, di Kabupaten Tabanan, Jumat (5/9/2025).

Rangkaian kegiatan diawali di Jero Tengah, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken, kemudian di Puri Gede Tabanan, dan dilanjutkan dengan acara Temu Wicara yang dipusatkan di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan.

Momentum ini menjadi ajang unjuk kebolehan potensi kesenian lokal, mulai dari seni gamelan, tari, sastra hingga pameran seni rupa bertajuk “Aneka Warna Gaya di Kota Singasana”.

Turut hadir dalam acara tersebut yakni jajaran pejabat tinggi kementerian dan tokoh budaya, seperti Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi, Direktur Bina Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Masyarakat Adat, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV, serta Direktur Warisan Budaya.

Tampak pula Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia, Wakil Bupati Tabanan, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para Asisten Setda dan para Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, serta seniman dan budayawan lokal.

Saat itu, rombongan menyaksikan pertunjukan seni gamelan lintas usia bertajuk “Dinamika Aura Warisan Budaya”, dipandu oleh I Gusti Nengah Nurata. Penampilan mencakup tari kebesaran “Jayaning Singasana AUM”, tari Kebyar Duduk ciptaan maestro I Ketut Maria oleh I Putu Gede Raka Anggara Guna, hingga pembacaan puisi “Tabanan dalam Untaian Kata dan Rasa” oleh I Gusti Ayu Putu Mahindu Dewi dan I Gusti Putu Bawa (Samar Gantang) di Jero Tengah, Banjar Tegal Belodan, Desa Dauh Peken.

Setelah itu, rombongan Menteri beranjak ke Puri Gede Singasana Tabanan bertemu dengan Tjokorda Anglurah Tabanan serta para Penglingsir Puri dan kemudian ke Gedung Kesenian I Ketut Marya, tempat digelarnya Temu Wicara yang dirangkaikan dengan pameran seni rupa memukau. Penyambutan dilengkapi tabuhan baleganjur yang mengiringi tamu kehormatan, mempertegas semangat budaya yang hidup dan berkembang di Tabanan.

Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menyampaikan kekagumannya terhadap keragaman budaya Indonesia. Ia sekaligus mengapresiasi Bupati Tabanan yang telah mampu melakukan regenerasi budaya melalui pembinaan generasi muda.

“Saya selalu mengatakan, tidak ada di belahan bumi ini yang kekayaan budaya dan keragamannya lebih hebat dari Indonesia. Kita ini pantas disebut mega diversity. Indonesia ini superpower di bidang kebudayaan, kita ini adidaya. Dan ini yang harus kita gali terus, lestarikan, lindungi, kembangkan dan manfaatkan,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan tujuan kedatangannya ke Bali yang berkaitan dengan agenda Chandi 2025 (Culture, Heritage, Art, Narrative, Diplomacy and Innovation), yang baru saja ditutup.

“Budaya bukan beban atau masa lalu, maka tema Chandi 2025 adalah Culture for The Future, budaya untuk masa depan. Budaya bisa menjadi ekonomi budaya dan industri budaya. Ini penting untuk pembangunan bangsa,” ungkapnya di hadapan para tokoh budaya dan tamu yang hadir.

Dalam wawancara terpisah, Menteri Fadli Zon menambahkan, “Suguhan dari pertunjukkan yang luar biasa dan menyenangkan karena dilakukan oleh generasi muda, ini satu bukti bahwa budaya kita bisa lestari dan tentu ini harus dapat dukungan semua pihak. Kemajuan kebudayaan adalah tugas bersama,” ujarnya.

Ia pun menyoroti pentingnya keberlanjutan ekosistem budaya yang menurutnya sudah terbangun baik di Bali, terutama di Tabanan. Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Tabanan dan seluruh stakeholder terkait atas kelestarian dan berkembang pesatnya kebudayaan, khususnya di Kabupaten Tabanan.

Di kesempatan yang sama, selaku Bupati Tabanan, Sanjaya menyambut hangat kehadiran Menteri Kebudayaan dalam kunjungan budaya ini. Pihaknya menyampaikan apresiasi karena telah memilih Tabanan sebagai lokasi kegiatan.

“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan dan seluruh masyarakat Kabupaten Tabanan menyampaikan selamat datang kepada bapak Menteri, beserta rombongan di Kota Singasana. Semoga kehadiran bapak Menteri akan membuat masyarakat kami semakin bersemangat menjaga akar budayanya sendiri,” pungkasnya.

Ia juga menegaskan, Tabanan tidak hanya memiliki budaya yang potensial tapi juga merupakan lumbung berasnya Bali. Selaku Bupati, ia juga menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelestarian dan pengembangan budaya.

“Melalui acara temu wicara ini, mari kita saling bertukar pikiran, gagasan dan saling memberikan inspirasi demi kemajuan kesenian di Kabupaten Tabanan. Saya sangat berharap pertemuan ini dapat kita jadikan wadah untuk berdiskusi tentang kekayaan dan keragaman seni budaya yang kita miliki, sekaligus menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat,” imbuhnya.

Sanjaya berharap, semangat yang tercipta dari kegiatan hari ini dapat terus menjalar ke setiap lapisan masyarakat, menjadi tenaga penggerak untuk kemajuan Tabanan dengan semangat Tabanan Era Baru. Pihaknya juga menjelaskan terkait nilai sejarah yang melekat dalam pembangunan Gedung Kesenian I Ketut Marya, yang sarat dengan kekayaan budaya lokal.

Gedung ini dan semangat masyarakat Tabanan sekaligus merepresentasikan Tabanan sebagai kabupaten yang tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan Bali, tetapi juga sebagai daerah agraris dengan masyarakat pejuang yang turut berperan dalam memerdekakan Indonesia, serta kaya akan nilai seni dan budaya yang luhur. “Bangga menjadi orang Tabanan,” ujarnya.

Di samping itu, penampilan seni dalam acara ini menjadi representasi konkret dari komitmen budaya masyarakat Tabanan. Tarian, musik, puisi, dan pameran seni rupa Tabanan bertema ‘Aneka Warna Gaya di Kota Singasana’ adalah bukti bahwa persatuan dalam keberagaman adalah kekuatan terbesar demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Dari panggung pertunjukan hingga forum diskusi, semua pihak menyuarakan satu tekad, bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, tapi aset strategis untuk masa depan bangsa. (ana)

Pemkab Badung Kucurkan Rp3 Miliar untuk Pembangunan Balai Banjar dan Pura Begawan Penyarikan Munggu

Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri upacara Ngenteg Linggih, di Pura Begawan Penyarikan, Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (7/9/2025)
Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri upacara Ngenteg Linggih, di Pura Begawan Penyarikan, Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (7/9/2025)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri upacara Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Penyegjeg dan Pengenteg Medasar antuk Caru Rsi Gana dan Caru Manca Kelud, di Pura Begawan Penyarikan, Banjar Kerobokan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Minggu (7/9/2025).

Turut hadir Perwakilan DPR RI, Perwakilan DPD RI, anggota DPRD Provinsi Bali I Made Bawa, anggota DPRD Badung Made Yudana, Kadisbud Badung I Gde Eka Sudarwitha, Perwakilan Camat Mengwi serta Tripika Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Munggu I Ketut Darta dan tokoh masyarakat setempat.

Sebagai bentuk dukungan lancarnya upacara ini Wabup Bagus Alit Sucipta memberi bantuan dana sebesar Rp25 juta, DPR RI Wayan Sudirta membantu Rp 2 juta, DPD RI Komang Merta Jiwa Rp 2 juta, DPRD Provinsi bali Made Bawa membantu Rp 5 juta dan DPRD Badung Made Yudana membantu Rp 2 juta.

Dalam sambutannya, Wabup menyampaikan rasa bahagia bisa hadir di tengah-tengah masyarakat Banjar Kerobokan, Munggu, yang sedang melaksanakan karya Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, di Pura Begawan Penyarikan, Banjar Kerobokan. Wabup juga memberikan apresiasi kepada pemerintah desa yang sudah membuat program untuk membantu masyarakat dalam hal ini bantuan dana aci untuk kegiatan upacara.

“Balai banjar ini kita jadikan pusat peradaban karena di sini adalah tempat berkumpul masyarakat untuk kegiatan seni, tradisi dan budaya. Dan kami dari pemerintah memiliki program Bimbel (Bimbingan Belajar) Bahasa Inggris untuk di Banjar, apalagi Badung PAD nya bersumber dari pariwisata. Selain itu program kami lainnya yang sudah berjalan menjelang hari raya keagamaan yakni 2 juta per KK,” jelas Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu Manggala karya I Made Suada menyampaikan upacara ini terlaksana atas kesepakatan masyarakat dan juga bangunan balai banjar serta Pura Begawan Penyarikan sudah rampung yang dibantu dana sebesar Rp 3 miliar oleh Pemkab Badung.

Selain itu kami juga mendapat bantuan di Pura Abianbase dari dana BKK sebesar Rp 2,8 miliar dan Pura lainnya juga mendapat bantuan sebesar Rp 1,3 miliar.

Kami juga selalu berharap kepada Pemkab Badung untuk selalu bisa membantu kami karena masih ada 3 Pura yang kami empon belum tersentuh oleh pemerintah,” ungkapnya. (ana)

Sosialisasi PSBS di Gereja Katedral, Putri Koster Ajak WKRI Pilah Sampah Sejak Awal

Sosialisasi PSBS dan keamanan pangan di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (6/9/2025).
Sosialisasi PSBS dan keamanan pangan di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (6/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Palemahan Kedas (PSBS PADAS), Putri Koster, mengajak umat Katolik dan organisasi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) untuk aktif memilah sampah sejak dari rumah tangga.

Hal ini disampaikannya saat sosialisasi PSBS dan keamanan pangan di Gereja Katedral Denpasar, Sabtu (6/9/2025).

Menurutnya, pemisahan sampah harus dimulai sejak awal produksi agar tidak menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Sebaiknya sampah organik kita selesaikan sendiri di rumah, misalnya dengan membuat teba modern sedalam dua meter, tong edan, atau komposter di halaman rumah. Dengan begitu lingkungan tetap bersih tanpa mengotori wilayah orang lain,” ujar Putri Koster.

Ia menegaskan, TPA Suwung sudah tidak menerima sampah organik dan menutup sistem open dumping. Karena itu, masyarakat diminta mengolah sampah organik secara mandiri, sedangkan sampah anorganik dan residu dipisahkan untuk dikelola di TPS3R atau TPST.

“Dengan prinsip sampahku tanggung jawabku, setiap rumah bisa menciptakan lingkungan bersih dan sehat,” tambahnya.

Koordinator Pokja Pembatasan Plastik Sekali Pakai dan PSBS, Prof. Luh Riniti Rahayu, menekankan bahwa penanganan sampah adalah program prioritas mendesak yang membutuhkan kedisiplinan dan kerja sama semua pihak.

“Konsistensi dan dukungan bersama akan menghasilkan dampak maksimal,” katanya.

Ketua Panitia, Emilinda Naisoko, menyebut kegiatan ini sebagai respons atas meningkatnya volume sampah, terutama organik, sekaligus memberikan edukasi praktis kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah sederhana dan efektif. (rls)