- Advertisement -
Beranda blog Halaman 129

Lomba Balap Karung hingga Terompah Meriahkan HUT RI ke 80 di Tabanan

Perlombaan tradisional yang penuh semangat dan keceriaan di Lapangan Alit Saputra, Jumat (1/8/2025). 
Perlombaan tradisional yang penuh semangat dan keceriaan di Lapangan Alit Saputra, Jumat (1/8/2025). 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyambut peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar berbagai perlombaan tradisional yang penuh semangat dan keceriaan di Lapangan Alit Saputra, Jumat (1/8/2025).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian acara yang diinisiasi untuk memeriahkan bulan kemerdekaan di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan.

Berbagai lomba seperti balap karung dan lomba terompah mempererat kebersamaan di antara para pegawai lintas perangkat daerah yang hadir sebagai peserta.

Tak hanya menjadi ajang hiburan, perlombaan ini juga dipenuhi sorakan para pendukung yang memadati lapangan, menciptakan suasana meriah khas perayaan kemerdekaan.

Dalam lomba balap karung, juara pertama diraih oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP), disusul Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan masing-masing di posisi kedua dan ketiga.

Sementara itu, dalam lomba terompah, BRIDA keluar sebagai juara pertama, diikuti oleh Disdukcapil dan Dinas KB di posisi kedua dan ketiga.

Sebelumnya, Pemkab Tabanan mengeluarkan imbauan resmi yang mendorong seluruh Perangkat Daerah, Camat, serta Perbekel dan Lurah untuk ikut serta menghias kantor masing-masing mulai 29-31 Juli 2025.

Imbauan tersebut tertuang dalam surat edaran yang ditandatangani secara elektronik oleh Ketua Umum Panitia Peringatan HUT RI ke-80 Kabupaten Tabanan, I Made Agus Harthawiguna.

“Kami mengajak seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa untuk menunjukkan semangat nasionalisme dan gotong royong melalui kegiatan menghias kantor serta mengikuti lomba-lomba tradisional ini. Semangat ini adalah cerminan dari tema nasional tahun ini, yaitu ‘Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju’,” ujar Agus Harthawiguna yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabanan.

Dengan kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh jajaran, semarak kemerdekaan tahun ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air, serta menumbuhkan semangat kerja yang positif di lingkungan Pemkab Tabanan. (ana)

Turnamen IV KORPRI Bali 2025 Dibuka, Ajang Sportivitas-Persaudaraan ASN

Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali Tahun 2025, Sabtu (2/8/2025).
Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali Tahun 2025, Sabtu (2/8/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali Tahun 2025 resmi dibuka Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, di Stadion Ngurah Rai, Jalan Melati, Denpasar, Jumat (1/8/2025).

Dalam sambutannya, Sekda Bali menegaskan bahwa turnamen KORPRI ini bukan semata-mata ajang olahraga, tetapi juga wadah untuk mempererat komunikasi, solidaritas, dan persaudaraan di antara ASN.

“Turnamen ini bukan sekadar pertandingan. Di sini kita belajar membangun komunikasi yang kuat, saling mengenal, menumbuhkan sportivitas, dan mempererat kerja sama. KORPRI yang sehat, kuat, dan solid akan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Sekda Bali.

Sekda Dewa Indra juga menekankan bahwa penyelenggaraan event ini setidaknya memiliki tiga manfaat utama bagi ASN, yakni memperkuat komunikasi dan kerja sama, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta menjadi sarana rekreasi untuk penyegaran agar kinerja tetap optimal.

“Semoga turnamen ini semakin memupuk jiwa korsa, sportivitas, dan semangat pengabdian KORPRI. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai agenda rutin yang membawa manfaat bagi kesehatan dan kekompakan ASN di Bali,” tuturnya.

Pembukaan Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali Tahun 2025 ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Sekda Bali bersama Sekda kabupaten/kota se-Bali.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pertandingan eksibisi mini soccer antar-Sekda se-Bali bersama kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Bali. Pertandingan eksibisi yang berlangsung seru dan penuh kekeluargaan ini dimenangkan oleh Tim Merah dengan skor 3-2.

Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali, HUT ke-80 RI, serta Hari Jadi KORPRI yang jatuh pada bulan November nanti.

Turnamen ini diikuti oleh kontingen KORPRI dari seluruh kabupaten/kota dan perangkat daerah Pemprov Bali. Sebanyak 11 cabang olahraga dipertandingkan, di antaranya sepak bola, futsal, tenis lapangan, tenis meja, gateball, senam, serta balap sepeda, dan akan berlangsung dari 31 Juli hingga 11 Agustus 2025. (rls)

Tak Hanya TOEFL & IELTS, Headwaytest.com Jadi Senjata Baru Pengembangan Kompetensi SDM Indonesia Hadapi Era Digital

Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Rural to Global: Digitalisasi dalam Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Kualitas SDM, dan Tantangan Masyarakat di Pedesaan” berlangsung di Pascasarjana Universitas Ngurah Rai.
Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Rural to Global: Digitalisasi dalam Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Kualitas SDM, dan Tantangan Masyarakat di Pedesaan” berlangsung di Pascasarjana Universitas Ngurah Rai.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Di tengah dominasi tes bahasa internasional seperti TOEFL dan IELTS, kini hadir sebuah inovasi karya anak bangsa yang berpotensi menjadi senjata baru dalam pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

Platform Headwaytest.com menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “From Rural to Global: Digitalisasi dalam Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Kualitas SDM, dan Tantangan Masyarakat di Pedesaan” yang digelar Pascasarjana Universitas Ngurah Rai Denpasar.

Diskusi yang menghadirkan akademisi, praktisi, dan penggiat teknologi ini menegaskan bahwa tantangan era digital membutuhkan solusi konkret, bukan hanya wacana.

Salah satunya adalah menyediakan akses ujian kompetensi bahasa yang terjangkau, kredibel, dan setara standar internasional.

Headwaytest.com hadir menjawab kebutuhan tersebut dengan menawarkan tes kompetensi bahasa asing multiplatform yang setara dengan TOEFL dan IELTS, namun dengan biaya lebih terjangkau, teknologi mutakhir, dan fleksibilitas akses.

Platform ini memungkinkan peserta dari kota hingga pelosok desa untuk menguji kemampuannya dengan jaminan keamanan dan validitas tinggi.

CEO & Founder PT Headway, Willibrordus Surya, menegaskan komitmennya melalui inovasi teknologi. “Dengan fitur AI proctoring, biometric verification, dan speech recognition, kami memastikan asesmen yang objektif, aman, dan bebas kecurangan. Tujuan kami adalah membuka pintu bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk bersaing di panggung global,” ujar Willibrordus.

Rektor Pascasarjana Universitas Ngurah Rai, Prof. Dr. Ni Putu Tirka Widanti, MM., M.Hum, menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran Headwaytest.com. “Universitas Ngurah Rai berkomitmen menjadi jembatan antara inovasi digital dan kebutuhan nyata masyarakat. Kehadiran Headwaytest.com memberi harapan baru agar generasi muda kita tidak hanya berdaya saing lokal, tetapi juga mampu menghadapi kompetisi global,” tegas Prof. Tirka Widanti.

Revitrriyoso Husodo, Ketua Gerak Nusantara Sejahtera, menilai platform ini sebagai pemutus sekat kesenjangan akses. “Selama ini, masyarakat pedesaan sulit mengakses ujian bahasa internasional karena biaya tinggi dan lokasi yang terbatas. Headwaytest.com mematahkan sekat tersebut dan memberi peluang bagi anak-anak bangsa di desa untuk menguji kompetensinya dengan standar global,” jelasnya.

Sementara itu, Muhajir Sulthonul Aziz, Ketua Relawan TIK Jawa Timur, menekankan nilai strategis platform ini. “Headwaytest.com bukan sekadar aplikasi, melainkan sebuah terobosan nasional. Dengan memanfaatkan teknologi digital, kita tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tapi juga memperkuat kedaulatan digital bangsa. Ini langkah nyata menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

FGD ini pun memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara universitas dan inovasi digital anak bangsa mampu menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pendidikan dan kompetensi di era digital. Dengan Headwaytest.com, Indonesia kini memiliki senjata baru untuk membangun generasi kompeten, adaptif, dan siap menghadapi persaingan global. (*)

Abolisi & Amnesti: Tolok Ukur Demokrasi Indonesia dari Sudut Akademisi dan Suara Publik di FGD

Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Rural to Global: Digitalisasi dalam Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Kualitas SDM, dan Tantangan Masyarakat di Pedesaan” berlangsung di Pascasarjana Universitas Ngurah Rai.
Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Rural to Global: Digitalisasi dalam Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Kualitas SDM, dan Tantangan Masyarakat di Pedesaan” berlangsung di Pascasarjana Universitas Ngurah Rai.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pada saat Fokus Group Discussion (FGD) bertajuk “From Rural to Global: Digitalisasi dalam Tata Kelola Pemerintahan, Peningkatan Kualitas SDM, dan Tantangan Masyarakat di Pedesaan” berlangsung di Pascasarjana Universitas Ngurah Rai, Indonesia gempar oleh keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti kepada Hasto Kristiyanto, Sekjen PDIP, serta sekitar 1.116 narapidana yang telah disetujui DPR RI.

Fenomena ini menjadi titik simpul antara pragmatisme politik, hak prerogatif presiden, dan pertimbangan akademis terhadap sistem hukum nasional.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan, DPR telah menyetujui kedua kasus tersebut sebagai bagian dari upaya mempererat persatuan nasional menjelang HUT RI ke‑80.

Diskusi di FGD Universitas Ngurah Rai yang dihadiri oleh Rektor Universitas Ngurah Rai, para akademisi, Direktur Headwaytest.com, serta komunitas lokal Bali menyoroti keputusan tersebut sebagai tolok ukur sikap pemerintah terhadap nilai-nilai hukum dan keadilan sosial.

Revitriyoso Husodo, Ketua Gerak Nusantara Sejahtera, menegaskan Abolisi dan amnesti bukan sekadar keputusan hukum, melainkan cerminan politik keberpihakan yang harus dijelaskan secara transparan kepada publik akademis dan masyarakat luas.

“Kami patut mengapresiasi keberpihakan Presiden Prabowo dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kepada keadilan,” ucapnya.

Sementara itu, Muhajir Sulthonul Aziz, Ketua Relawan TIK Jawa Timur, menambahkan bahwa keputusan ini membuka diskusi tentang urgensi reformasi hukum digital.

“Kita perlu memperkuat kerangka hukum dan transparansi digital untuk memastikan tak ada intervensi politik yang melemahkan kualitas penegakan hukum nasional,” ujarnya.

Dalam forum yang sama, Willibrordus Surya, Direktur Headwaytest.com, menekankan pentingnya membangun kompetensi SDM di tengah dinamika politik nasional.

“Keputusan politik seperti abolisi dan amnesti memang punya dampak besar pada kepercayaan publik. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan generasi muda kita memiliki kompetensi yang setara standar global. Melalui Headwaytest.com, kami hadirkan tes bahasa multibahasa yang setara dengan TOEFL dan IELTS, dengan biaya terjangkau, teknologi mutakhir, dan fleksibilitas akses. Inilah bentuk kontribusi konkret agar pembangunan SDM tidak terjebak dalam tarik menarik politik jangka pendek,” tegasnya.

Keputusan presidensial ini pun menjadi katalis memicu diskursus lebih luas antara keberpihakan politik dan penguatan kualitas SDM. Akademisi menilai momen ini sebagai kesempatan untuk mendorong regulasi dan integritas lembaga hukum melalui pendekatan ilmiah dan edukatif.

Kolaborasi antara Universitas Ngurah Rai dan Headwaytest.com dalam FGD ini muncul sebagai simbol bahwa penguatan kompetensi tidak boleh lepas dari kesadaran hukum dan demokrasi.

Tanpa pemahaman kritis, pembangunan SDM dikhawatirkan akan kalah oleh dinamika politik jangka pendek, sementara Headwaytest.com hadir sebagai instrumen nyata untuk menjaga daya saing bangsa di era digital. (*)

Bali Kibarkan 10 Juta Bendera Merah Putih

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mencanangkan Gerakan Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi ke-67 Provinsi Bali. Kegiatan ini digelar di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala, Denpasar, Jumat (1/8/2025), sebagai bagian dari Gerakan Nasional yang diinisiasi Kementerian Dalam Negeri RI.

Mewakili Gubernur Bali, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Bali, Gede Suralaga, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata cinta tanah air.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar kain yang berkibar, tapi lambang keberanian, persatuan, dan pengabdian. Di Bali, semangat gotong royong telah lama hidup dalam budaya ngayah,” ujarnya.

Ia juga mengaitkan kegiatan ini dengan visi pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang berlandaskan nilai-nilai Sad Kerthi, sebagai fondasi harmoni dan keberlanjutan pembangunan Bali.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, yang hadir langsung, mengingatkan pentingnya merawat semangat kebangsaan sebagai warisan perjuangan bangsa.

“Bendera Merah Putih bukanlah sesuatu yang gratis. Ia hasil perjuangan panjang, dan tidak ada jaminan negara ini akan selalu ada. Indonesia memang baru 80 tahun, tapi semangat kita harus seribu tahun,” tegasnya.

Ia menambahkan, peringatan kemerdekaan harus menjadi ajang refleksi, bukan sekadar perayaan, mengingat sejarah bangsa-bangsa besar yang pernah runtuh.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pembagian sembako, pemeriksaan kesehatan gratis, senam bersama, lomba panjat pinang, dan pemberian bantuan kepada pelajar, lansia penyandang disabilitas, serta veteran.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan semangat nasionalisme dan gotong royong di tengah masyarakat, sekaligus menjaga warisan kebangsaan bagi generasi mendatang. (ana)

Jelang Badung UMKM Week 2025, Diskop UKMP Lakukan Kurasi Produk Unggulan

Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKMP) Kabupaten Badung mengadakan proses kurasi produk UMKM yang akan ikut di Badung UMKM Week 2025.
Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKMP) Kabupaten Badung mengadakan proses kurasi produk UMKM yang akan ikut di Badung UMKM Week 2025.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Menyambut gelaran Badung UMKM Week 2025 yang akan berlangsung pada 19–25 Agustus di Beachwalk Shopping Center, Kuta, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskop UKMP) Kabupaten Badung mengadakan proses kurasi produk UMKM. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (1/8/2025) bertempat di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung.

Pelaksana Tugas Kepala Diskop UKMP, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana, menyampaikan apresiasinya terhadap kualitas produk UMKM lokal. Menurutnya, kreativitas dan mutu produk yang ditampilkan pelaku UMKM Badung menunjukkan daya saing yang tinggi dan menjadi motor penggerak perekonomian masyarakat di tingkat desa.

“Ini mencerminkan komitmen kuat Pemkab Badung, khususnya Bupati dan Wakil Bupati, dalam memperkuat sektor ekonomi kerakyatan,” ujarnya.

Ia juga menyinggung soal program Sidikumbara (Subsidi Kredit Usaha Mikro Badung Sejahtera) yang kini plafonnya telah ditingkatkan dari Rp25 juta menjadi Rp100 juta per pelaku usaha. Langkah ini disebut sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah dalam mengembangkan potensi usaha mikro.

“Ke depan kami berharap UMKM bisa bersatu membentuk kelompok usaha sejenis agar lebih mudah diarahkan untuk ekspor, dengan pendampingan menyeluruh mulai dari modal hingga pengemasan,” tambahnya.

Tercatat sebanyak 65 UMKM mendaftar sebagai calon peserta dalam ajang tahunan ini. Dari jumlah tersebut, 57 UMKM lolos seleksi administrasi, dan 47 hadir dalam proses kurasi langsung. Namun, hanya 28 pelaku UMKM yang akan dipilih untuk menempati stan dalam event utama.

Sementara itu, Kepala Bidang UMKM dan Kewirausahaan Diskop UKMP, I Made Wirya Santosa, menjelaskan bahwa seleksi ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan ketersediaan ruang dan fasilitas di lokasi acara.

“Tingginya minat menjadi peserta sangat menggembirakan, tapi kami tetap harus melakukan seleksi agar hanya produk terbaik yang tampil,” ujarnya.

Wirya menekankan, kurasi ini bukan untuk mengecilkan usaha yang tidak lolos, melainkan memastikan bahwa peserta memenuhi standar kualitas tertentu. Aspek yang dinilai meliputi keunikan, tampilan, dan inovasi produk, khususnya untuk produk non-pangan. Sedangkan untuk produk olahan pangan, rasa menjadi faktor utama penilaian.

“Produk makanan yang tampilannya menarik belum tentu laris jika rasanya kurang sesuai dengan selera pasar,” ujarnya menegaskan.

Lebih jauh, ia menambahkan, Badung UMKM Week bukan sekadar ajang pameran sementara, melainkan sarana promosi dan perluasan jaringan usaha jangka panjang.

“Tujuan kami adalah membuka akses pasar yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM. Beberapa peserta dari tahun-tahun sebelumnya bahkan telah berhasil menjalin kerja sama dengan pasar modern, hingga menembus konsumen luar negeri,” tutupnya. (jas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Badung Promo Tani Permudah Petani Pasarkan Hasil Panen

Kegiatan Badung Promo Tani di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Jumat (1/8/2025).
Kegiatan Badung Promo Tani di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Jumat (1/8/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memberdayakan petani lokal terus diwujudkan melalui kegiatan Badung Promo Tani yang kembali digelar oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Badung, Jumat (1/8/2025).

Bertempat di area parkir selatan Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, kegiatan ini menjadi salah satu strategi memperkuat posisi petani dalam rantai pemasaran hasil pertanian.

Kepala Diperpa Badung, I Wayan Wijana, menyampaikan,  kegiatan ini bertujuan untuk menjembatani petani agar lebih mudah menjual produk mereka secara langsung kepada konsumen.

“Masalah utama yang dihadapi petani kita adalah keterbatasan akses pasar. Dengan kegiatan ini, mereka bisa mempromosikan sekaligus menjual hasil panennya tanpa perantara,” jelas Wijana.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga memberi manfaat bagi para ASN dan masyarakat umum. Mereka dapat membeli produk kebutuhan sehari-hari, khususnya hasil pertanian yang segar, sehat, dan terjangkau secara langsung dari petaninya.

“Selain membantu petani menjual hasil pertaniannya, kegiatan ini juga mendekatkan masyarakat terhadap produk lokal yang berkualitas dengan harga bersaing,” tambahnya.

Beragam produk lokal dipasarkan dalam Badung Promo Tani, mulai dari sayuran segar, buah lokal, beras organik, hingga aneka produk olahan dari hasil pertanian. Pelaksanaannya turut melibatkan kelompok tani, UMKM, serta pelaku usaha pangan lainnya.

Wijana menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan Diperpa Badung, sekaligus mendukung langkah pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi dan menjaga kestabilan pasokan pangan lokal.

“Lewat kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kualitas produksi pertanian lokal dan membuka peluang bagi petani untuk mengembangkan jejaring pasar. Harapannya, produk pertanian asal Badung semakin diminati dan memiliki daya saing yang tinggi,” tutupnya. (ana)

2 Staf Imigrasi Terlibat Sindikat Kriminal Rusia, WNA di Bali Jadi Korban Pemerasan dan Penganiayaan

2 WNA Rusia dan 2 staff Imigrasi dihadirkan pada Jumat (1/8).
2 WNA Rusia dan 2 staff Imigrasi dihadirkan pada Jumat (1/8).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aksi kejahatan yang menyeret dua warga negara Rusia dan dua staf Imigrasi mencoreng wajah Bali. Mereka ditangkap polisi usai melakukan penculikan, pemerasan, dan penganiayaan terhadap seorang WNA Rusia berinisial RS (42) di Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, pada Kamis (10/7).

Dua bule Rusia yang diamankan yakni Iurii Vitchenko (30) dan Ilia Shkutov (32), disebut bagian dari geng kriminal asal Rusia. Ironisnya, mereka mendapat ‘backup’ dari dua WNI yang merupakan staf Imigrasi, masing-masing Ernest Ezmail (24) dan Yopita Barinda Putri (24). Keempatnya kini mendekam di balik jeruji besi Polda Bali.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya mengungkap modus para pelaku yakni korban dijerat, dianiaya, lalu diancam akan dideportasi jika tidak menyerahkan informasi soal uang USD 150.000 (sekitar Rp2,4 miliar). “Korban dipaksa membuka ponsel, difoto paspornya, bahkan diancam dipenjara dan dibunuh,” tegasnya.

Polisi bergerak cepat melakukan pelacakan melalui CCTV dan informasi kendaraan hingga ke Pelabuhan Lembar, NTB. Dari hasil koordinasi, dua pelaku bule berhasil ditangkap di sebuah restoran di Kuta Mandalika pada Senin (21/7). Penangkapan itu kemudian membuka keterlibatan dua staf Imigrasi yang diduga menjadi beking sindikat kriminal tersebut.

Tak berhenti di situ, polisi kini masih memburu satu otak kejahatan lain berinisial GG yang masuk daftar buronan. Dari hasil pemeriksaan, sindikat ini bukan hanya melakukan pemerasan, tetapi juga diduga terhubung dengan jaringan narkoba, prostitusi WNA, hingga pencucian uang melalui kripto.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 KUHP dan/atau Pasal 351 KUHP jo Pasal 55 dan 56 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan. Penyidik juga masih mendalami kemungkinan tindak pidana lain yang lebih besar dalam jaringan internasional ini. RA

Perbedaan Abolisi dan Amnesti yang Diterima Tom Lembong dan Hasto

Tom Lembong (kiri) dan Hasto Kristianto (kanan). (foto:Instagram)
Tom Lembong (kiri) dan Hasto Kristianto (kanan). (foto:Instagram)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Tengah ramai menjadi perbincangan terkait usulan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberikan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, dan abolisi untuk mantan Menteri Perdagangan periode 12 Agustus 2015 hingga 27 Juli 2016, Thomas Trikasih Lembong atau Tom Lembong.

Keduanya merupakan terdakwa dalam kasus dugaan korupsi. Tom Lembong divonis 4,5 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi impor gula, sementara Hasto Kristiyanto dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara dalam kasus dugaan suap terhadap eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Usulan pengampunan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, dalam konferensi pers di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, pada Kamis (31/7/2025) malam. DPR menyatakan menyetujui pemberian amnesti dan abolisi yang diajukan Presiden Prabowo.

Lantas, apa perbedaan dari amnesti dan abolisi? Mengacu pada Pasal 14 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, baik amnesti maupun abolisi merupakan bentuk pengampunan yang diberikan oleh Presiden.

Meski menjadi hak prerogatif Presiden, pelaksanaannya tetap harus melalui pertimbangan DPR dan nasihat dari Mahkamah Agung.

Sementara itu, melansir dari Naskah Akademik RUU tentang Grasi, Amnesti, Abolisi, dan Rehabilitasi yang disusun oleh Kementerian Hukum dan HAM RI, dijelaskan bahwa amnesti dan abolisi merupakan pengampunan yang bersifat yudisial sekaligus politis, yakni keputusan yang diambil berdasarkan proses hukum dan pertimbangan kekuasaan negara.

Amnesti adalah penghapusan hukuman terhadap seseorang atau sekelompok orang yang telah dijatuhi pidana. Dengan diberikannya amnesti, seluruh akibat hukum dari putusan pidana terhadap seseorang menjadi tidak berlaku lagi.

Dalam kasus ini, Hasto Kristiyanto memperoleh amnesti, sehingga statusnya sebagai terpidana dihapuskan oleh negara.

Sementara itu, abolisi adalah hak negara untuk menghentikan proses penuntutan pidana, baik sebelum atau sesudah ada putusan pengadilan.

Abolisi dapat menghapus semua konsekuensi hukum dari proses peradilan, termasuk membatalkan pelaksanaan vonis. Dalam kasus Tom Lembong, pemberian abolisi membuat proses hukum terhadapnya dihentikan sepenuhnya.

Ketentuan mengenai amnesti dan abolisi diatur dalam Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 1954. Meskipun tidak secara rinci menjelaskan definisinya, UU ini tetap menjadi landasan pemberian pengampunan oleh Presiden.

Dengan pemberian amnesti dan abolisi tersebut, baik Hasto maupun Tom Lembong kini secara hukum tidak lagi menjalani atau menghadapi konsekuensi pidana atas perkara yang menjerat mereka. (ana)

Perbaikan Jalan Jebol di Desa Tista Hampir Rampung

Progres perbaikan jalan jebol di Desa Tista, Kerambitan, Tabanan. (doc)
Progres perbaikan jalan jebol di Desa Tista, Kerambitan, Tabanan. (doc)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Proses perbaikan ruas Jalan Kerambitan–Pasut di Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, yang jebol pada pertengahan Juli lalu, kini hampir rampung.

Pengerjaan pondasi dasar jalan, termasuk pemasangan box culvert sebagai konstruksi gorong-gorong di bawah badan jalan yang sebelumnya amblas, telah diselesaikan. Proses pengurugan hingga pemadatan juga telah selesai, dan saat ini hanya tinggal menunggu tahap pengaspalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan saat ini dijabat oleh I Made Dedy Darmasaputra mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu material untuk pengaspalan.

Untuk sementara, jalan masih ditutup hingga nanti pengaspalan selesai dilakukan untuk menghindari risiko kerusakan. Pengguna jalan yang akan menuju wilayah Desa Tista, Belumbang, dan Tibubiu, sementara masih dialihkan ke jalur alternatif

“Mudah-mudahan minggu depan material aspal sudah datang sehingga lebih cepat kami rampungkan,” ujarnya, Jumat (1/8/2025).

Selain di Tista, perbaikan jalan rusak atau jebol juga tengah berlangsung di dua titik lain, yakni di Banjar Senapahan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, serta di dekat Pasar Kodok, Desa Dauh Peken, Tabanan.

“Dua titik di Tista dan Senapahan kami tangani secara darurat agar segera bisa dilalui masyarakat. Sementara untuk perbaikan di sekitar Pasar Kodok, masih dalam tahap perencanaan,” tambahnya.

Terkait total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan ketiga titik jalan tersebut, Dedy mengaku belum bisa merinci. “Kami masih melakukan perhitungan detail karena masing-masing titik memerlukan penanganan teknis yang berbeda,” tutupnya. (ana)