- Advertisement -
Beranda blog Halaman 130

Cara Cek Rekening Dormant Masih Diblokir PPATK atau Tidak

Ilustrasi rekening diblokir.
Ilustrasi rekening diblokir.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Jangan kaget jika tiba-tiba rekening Anda tidak bisa digunakan, padahal saldo masih ada. Bisa jadi rekening tersebut diblokir sementara oleh PPATK karena berstatus dormant atau tidak aktif dalam waktu lama.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya telah melakukan pemblokiran sementara terhadap sejumlah rekening yang tidak aktif. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk mencegah penyalahgunaan rekening pasif dalam tindak kejahatan finansial tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Rekening yang telah dibekukan atau dinonaktifkan oleh pihak bank otomatis tidak dapat digunakan untuk berbagai transaksi seperti transfer, tarik tunai, atau belanja.

Berdasarkan data PPATK, dalam 10 tahun terakhir teridentifikasi lebih dari 140 ribu rekening dormant dengan nilai dana yang mengendap mencapai Rp428,61 miliar. Sementara itu, sepanjang tahun 2024 saja, ditemukan lebih dari 28 ribu rekening yang diduga diperjualbelikan dan digunakan untuk menampung dana hasil aktivitas perjudian online.

Karena berisiko tinggi disalahgunakan, rekening-rekening tidak aktif tersebut diblokir sementara sebagai bagian dari upaya menjaga integritas sistem keuangan nasional.

Secara umum, rekening dormant adalah rekening yang tidak menunjukkan aktivitas seperti penarikan, penyetoran, atau transfer dalam jangka waktu tertentu biasanya antara 3 hingga 12 bulan, tergantung kebijakan masing-masing bank. Jika dibiarkan tidak aktif, rekening ini bisa masuk dalam daftar pemblokiran oleh bank atau PPATK.

Beberapa tanda umum rekening yang berstatus dormant atau sedang diblokir antara lain:

  • Tidak bisa digunakan untuk transaksi seperti transfer, penarikan tunai, atau pembayaran melalui ATM dan mobile banking
  • Masih dapat menerima dana masuk, tetapi tidak bisa melakukan pengeluaran
  • Muncul peringatan dari bank bahwa rekening mendekati status tidak aktif
  • Nasabah diminta melakukan verifikasi identitas atau pembaruan data (KYC)
  • Tidak ada aktivitas transaksi dalam waktu lama
  • Bisa Diajukan Keberatan atau Reaktivasi

Meski diblokir, nasabah tetap memiliki hak untuk mengajukan keberatan. Jika rekening hanya berstatus dormant, pemilik dapat mengajukan reaktivasi ke bank agar dapat digunakan kembali. Namun, bila pemblokiran terjadi karena indikasi penyalahgunaan, proses pemulihan akan melibatkan investigasi lebih lanjut oleh bank maupun PPATK.

Bagi nasabah yang ingin mengajukan keberatan atas pemblokiran, PPATK menyediakan formulir daring yang dapat diakses melalui tautan https://form.ppatk.go.id/index.php/299299?lang=id Setelah pengajuan, PPATK bersama pihak bank akan melakukan verifikasi data lebih lanjut.

Untuk memastikan apakah rekening Anda masih aktif, berstatus dormant, atau telah diblokir, Anda bisa melakukan pengecekan dengan cara berikut:

  • Menghubungi layanan call center resmi bank
  • Datang langsung ke kantor cabang terdekat
  • Mengirim email ke customer service bank
  • Mengakses kanal media sosial resmi bank
  • Melakukan pengecekan langsung melalui ATM atau aplikasi mobile banking. (ana)

Sudah Terlaksana di 50 Desa, Program Bungan Desa Dievaluasi BRIDA Tabanan

Program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kamis, (22/5/2025).
Program Bungan Desa (Bupati Ngantor di Desa) di Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Kamis, (22/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hingga Juli 2025, Program Bungan Desa atau Bupati Ngantor di Desa telah menjangkau lebih dari 50 desa dari total target 133 desa di seluruh wilayah Kabupaten Tabanan. Untuk itu, program unggulan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya ini memasuki tahap evaluasi menyeluruh.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Tabanan menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai bagian dari kajian strategis berbasis data, guna mengukur efektivitas, tantangan, dan arah penguatan program ke depan.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti arahan langsung Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, untuk melakukan evaluasi dan kajian berbasis data terhadap seluruh program unggulan dan inovatif yang telah, sedang, dan akan dijalankan di Kabupaten Tabanan.

“Setiap program harus bisa diukur dampaknya. Tidak boleh hanya berhenti di seremoni, tapi harus nyata manfaatnya bagi rakyat. Karena itu, evaluasi ilmiah sangat penting,” tegas Bupati dalam berbagai kesempatan.

Program ini dirancang untuk memperkuat akses masyarakat terhadap layanan publik, menyerap aspirasi secara langsung, serta mempererat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat akar rumput.

Dalam forum FGD, BRIDA menghadirkan unsur akademisi dan OPD teknis. Kajian ini tidak hanya memotret pencapaian, tetapi juga mengidentifikasi tantangan dan peluang penguatan di masa mendatang.

BRIDA Tabanan melaporkan keberhasilan pelaksanaan Program Bungan Desa lebih dipengaruhi oleh faktor tata kelola desa (good governance), dibandingkan dengan penerapan teknologi atau digitalisasi.

Tata kelola yang transparan, akuntabel, dan partisipatif terbukti mendorong peningkatan kualitas layanan publik dan kepercayaan masyarakat. Sementara itu, aspek e-Government masih terkendala keterbatasan infrastruktur digital, SDM, serta minimnya integrasi data antar desa dan OPD.

Sebagai hasil evaluasi, BRIDA merumuskan tujuh poin rekomendasi kebijakan untuk memperkuat implementasi Program Bungan Desa ke depan. Diantaranya penguatan SDM Desa dan OPD, pengembangan sistem informasi digital terintegrasi, peningkatan partisipasi substantif warga, penguatan koordinasi lintas OPD dan lintas sector, optimalisasi penyaluran dana dan evaluasi anggaran, mitigasi risiko politisasi program, serta monitoring dan evaluasi berbasis fasil dan dampak

Kepala BRIDA Tabanan I Gusti Made Darma Ariantha menegaskan, kajian ini merupakan bentuk nyata implementasi kebijakan riset berbasis bukti (evidence-based policy), sebagaimana ditekankan oleh Bupati I Komang Gede Sanjaya.

Evaluasi ini dilakukan tidak hanya untuk memastikan efektivitas Program Bungan Desa, tetapi juga sebagai model penguatan program-program strategis lainnya di Kabupaten Tabanan.

“Kami memastikan bahwa hasil kajian ini akan menjadi masukan strategis bagi pimpinan daerah, sekaligus memperkuat fondasi kebijakan berbasis data yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan desa,” ujarnya.

Program Bungan Desa telah membuka jalan bagi transformasi pelayanan publik dan tata kelola yang lebih dekat, inklusif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (ana)

157 Atlet KORPRI Badung Siap Berlaga di 10 Cabor, Targetkan Pertahankan Gelar Juara Umum

Sekda Surya Suamba melepas Kontingen Atlet KORPRI Badung yang akan mengikuti Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali di Lapangan Puspem Badung, Kamis (31/7/2025).
Sekda Surya Suamba melepas Kontingen Atlet KORPRI Badung yang akan mengikuti Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali di Lapangan Puspem Badung, Kamis (31/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sebanyak 157 atlet Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Badung secara resmi dilepas untuk mengikuti Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali.

Pelepasan dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba selaku Ketua Dewan Pengurus KORPRI Badung, bertempat di Lapangan Puspem Badung, Kamis (31/7/2025).

Dalam arahannya, Sekda Surya Suamba menyampaikan semangat dan motivasi kepada para atlet dan ofisial agar memberikan penampilan terbaik dan mampu mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya berhasil diraih.

“Kami minta para atlet agar berjuang dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas dan tentunya membawa nama baik Badung untuk kembali menjadi juara umum dalam turnamen ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Sekda menambahkan bahwa apresiasi berupa bonus telah disiapkan bagi atlet yang berhasil menyumbangkan prestasi.

Ia juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Badung untuk mendukung langsung perjuangan para atlet dengan menonton pertandingan di venue masing-masing.

Turnamen IV KORPRI Provinsi Bali dijadwalkan berlangsung dari 31 Juli hingga 11 Agustus 2025 di Kota Denpasar, dan menjadi ajang untuk memperkuat kolaborasi serta mempererat keakraban antar-KORPRI se-Bali.

“Turnamen ini bukan sekadar untuk meraih prestasi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan kebersamaan antaranggota KORPRI dari seluruh kabupaten/kota di Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Kadisdikpora) Badung I Gusti Made Dwipayana selaku Ketua Badan Pembina Olahraga (Bapor) KORPRI Badung menyampaikan bahwa persiapan kontingen telah dilakukan sejak tanggal 25 hingga 31 Juli 2025.

Kontingen KORPRI Badung tahun ini akan mengikuti 10 dari total 11 cabang olahraga yang dipertandingkan. Cabang olahraga tersebut antara lain: sepak bola, futsal, bola voli, bola basket, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, catur, gateball, dan balap sepeda. Total kekuatan kontingen terdiri dari 157 atlet dan 30 pelatih/official.

Dengan kekuatan penuh dan semangat tinggi, kontingen KORPRI Badung optimistis dapat kembali membawa pulang gelar juara umum dalam ajang bergengsi antar-pegawai negeri ini. (ana)

Parah! 2 Bule Perampok Uang MC di Kuta Pernah Beraksi Serupa di Canggu

2 wna perampok uang money changer dihadirkan di Mapolresta Denpasar, Kamis (31/7)
2 wna perampok uang money changer dihadirkan di Mapolresta Denpasar, Kamis (31/7)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Dua warga negara asing yang terlibat dalam aksi perampokan terhadap karyawan penukar uang di sebuah vila kawasan Tuban, Kuta, Badung, akhirnya berhasil dibekuk aparat kepolisian. Kedua pelaku, Tajaddin Hajiyep (34) asal Azerbaijan dan Evgeniy Viktorovich Pak (34) asal Uzbekistan, kini mendekam di sel tahanan Polsek Kuta.

Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (27/7) lalu. Modus pelaku adalah berpura-pura ingin menukar uang kripto senilai lebih dari Rp191 juta.

Mereka menghubungi korban melalui aplikasi Telegram, kemudian meminta dua staf korban, masing-masing berinisial F dan E, untuk mengantarkan uang tunai ke vila di Jalan Segara Merta, Tuban.

Namun situasi berubah mencekam sesaat setelah kedua staf tiba di lokasi. Evgeniy tiba-tiba muncul dari lantai dua mengenakan helm dan masker, lalu mengaku sebagai anggota Interpol. Ia langsung mencekik korban F, sementara Tajaddin membekap E. Beruntung, E berhasil melarikan diri dan meminta pertolongan warga, sedangkan F sempat disekap dan uang tunai dirampas.

Upaya pelarian Tajaddin tak berjalan mulus. Ia sempat dikejar korban hingga tertabrak motor di Jalan Segara Nadi. Warga yang melihat aksi tersebut segera membantu dan polisi yang sedang patroli pun langsung mengamankannya.

Sementara Evgeniy sempat kabur namun berhasil diringkus keesokan harinya, saat hendak terbang ke Bangkok melalui Bandara Ngurah Rai bersama kekasihnya.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai Rp100.200.000, dua ponsel, sepeda motor, tas, helm, dan sarung tangan hitam.

“Dari hasil penyelidikan, kedua pelaku ini bukan baru pertama kali beraksi. Mereka sudah pernah melakukan aksi serupa di kawasan Canggu pada April 2025 lalu, dengan kerugian korban mencapai Rp170 juta,” ungkap Kompol Agus dalam konferensi pers, Kamis (31/7).

Kedua WNA ini dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman pidana maksimal 9 tahun penjara.

“Kami mengimbau para pelaku usaha penukaran aset digital agar menghindari transaksi tunai tanpa pengamanan yang cukup, demi mencegah kejadian serupa,” tutup Kompol Agus. RA

Pemotor Perempuan Tewas Ditabrak Truk Usai Terpeleset di Jalur Tengkorak Denpasar-Gilimanuk

Pengendara motor meninggal usai ditabrak truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Koripan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (30/7/2025) sore.
Pengendara motor meninggal usai ditabrak truk di Jalur Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Banjar Koripan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (30/7/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan maut kembali terjadi di jalur rawan kecelakaan Denpasar–Gilimanuk. Seorang pengendara motor perempuan berusia 21 tahun tewas setelah terjatuh dan ditabrak truk di Banjar Koripan, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (30/7/2025) sore kemarin.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana ketika dikonfirmasi Kamis (31/7/2025) membenarkan peristiwa nahas itu. Ia menyebut, kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30 Wita saat hujan lebat mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan sehingga jalan menjadi licin.

Korban diketahui bernama Ni Kadek Pani Purnama Dewi, asal Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Buleleng. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario DK 4810 AH dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

Setibanya di lokasi kejadian, korban terpeleset dan terjatuh. Kemudian terseret ke jalur berlawanan hingga melewati marka jalan. Saat bersamaan, dari arah berlawanan datang sebuah truk Toyota DK 8724 QB yang langsung menabrak korban karena jarak yang terlalu dekat,

Truk tersebut dikemudikan oleh Muhammad Agus Trianto (29), warga Jember, Jawa Timur. Sopir dalam kondisi selamat dan telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

Akibat kecelakaan itu, korban mengalami luka serius di bagian dada, pinggang, dan paha kiri.

“Korban sempat dilarikan ke RSU Tabanan, namun dinyatakan meninggal dalam perjalanan,” ujar Sukadana.

Polisi menyebut kondisi jalan saat kejadian dalam keadaan datar dan beraspal baik, namun licin akibat hujan deras. Tidak ada korban luka lainnya dalam insiden ini, dan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp1 juta.

Petugas dari Polsek Kediri bersama Unit Laka Lantas Polres Tabanan telah melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta mengamankan barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (ana)

Perbaikan SDN 1 Samsam Masuk Prioritas, Diusulkan Anggaran Rp 700 Juta pada APBD 2026

Dinas Pendidikan Tabanan saat mengecek kerusakan SDN 1 Samsam, Kerambitan.
Dinas Pendidikan Tabanan saat mengecek kerusakan SDN 1 Samsam, Kerambitan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah kerusakan parah di SDN 1 Samsam, Kecamatan Kerambitan, ramai jadi sorotan, Dinas Pendidikan Tabanan memastikan sekolah tersebut masuk program prioritas perbaikan.

Anggaran senilai Rp 700 juta telah diusulkan melalui APBD Induk 2026 untuk memperbaiki atap bocor, plafon jebol, dan pintu kelas yang rusak.

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, menyampaikan, pihaknya telah mengusulkan anggaran perbaikan gedung sekolah ini pada anggaran APBD Induk 2026 senilai Rp 700 juta.

“Telah kami usulkan. SDN 1 Samsam masuk program prioritas,” ujarnya Kamis, (31/7/2025)

Selain SDN 1 Samsam, Darma Utama menyebut, ada delapan sekolah yang juga mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat pada anggaran 2025 melalui program Revitalisasi Sekolah.

Diantaranya SDN 6 Penatahan dan SDN 4 Babahan di Kecamatan Penebel, SDN 3 Pejaten dan SDN 1 Beraban di Kecamatan Kediri, SDN 3 Gubug dan SDN 1 Buahan di Kecamatan Tabanan serta SDN 1 Mambang di Kecamatan Selemadeg Timur dan SDN 2 Brembeng di Kecamatan Selemadeg.

“Total nilainya mencapai sekitar Rp 6,8 milar lebih,” ucapnya.

Selain itu, pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga mendapatkan bantuan yang sangat signifikan pada 2025. Ada tujuh sekolah SMP yang mendapatkan bantuan pusat.

Sekolah tersebut adalah, SMPN 2 Kerambitan, SMPN 1 Penebel, SMPN 2 Penebel, SMPN 2 Kediri, SMPN 6 Tabanan, SMPN 3 Marga dan SMPN 2 Selemadeg Barat.

“Ini nilai bantuannya mencapai Rp 7,9 miliar,” ujar I Gusti Putu Ngurah Darma Utama.

Tidak hanya itu, pada jenjang Sanggar Kegiatan Belajar atau sekolah kejar paket mendapatkan anggaran revitalisasi senilai Rp 500 juta lebih. Untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Tabanan tahun ini dua PAUD mendapatkan dana revitalisasi. TK Negeri Tabanan dan TK Negeri Selemadeg Barat senilai Rp 200 juta lebih.

“Total nilai anggaran revitalisasi sekolah yang kami dapat dari pusat pada 2025 mencapai Rp 15 miliar lebih,” ujarnya.

Darma Utama menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan.

“Ini sejalan dengan program Bupati Tabanan melalui visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diwujudkan lewat Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pungkasnya. (ana)

Tutup Permanen Akhir 2025, TPA Suwung Stop Terima Sampah Organik Mulai Besok

Konferensi pers kebijakan penutupan bertahap TPA Suwung Rabu (30/7/2025).
Konferensi pers kebijakan penutupan bertahap TPA Suwung Rabu (30/7/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Regional Sarbagita Suwung dipastikan akan berhenti beroperasi sepenuhnya pada akhir Desember 2025. Namun, mulai 1 Agustus 2025, tempat penampungan sampah terbesar di Bali ini lebih dulu menghentikan penerimaan sampah organik.

Kebijakan ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, dalam keterangan persnya, Rabu (30/7). Ia menyebut, langkah bertahap ini merupakan implementasi penghentian sistem pengelolaan sampah terbuka (open dumping) sesuai amanat pemerintah pusat.

“Mulai 1 Agustus 2025, TPA Regional Suwung hanya akan menerima sampah anorganik dan residu. Penutupan total akan dilakukan pada akhir Desember 2025,” ujarnya.

Penghentian bertahap itu merujuk pada Keputusan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI Nomor 921 Tahun 2025, yang mewajibkan penghentian sistem open dumping paling lambat 180 hari setelah keputusan ditetapkan pada 23 Mei 2025.

Sebagai tindak lanjut, Gubernur Bali juga telah menerbitkan surat edaran Nomor: B.24.600.4/3664/PSLB3PPKLH/DKLH tertanggal 23 Juli 2025, yang ditujukan kepada Wali Kota Denpasar dan Bupati Badung. Surat tersebut menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan sampah di tingkat hulu.

Pemkot Denpasar dan Pemkab Badung diminta segera memaksimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), baik yang telah ada maupun yang sedang dibangun. Selain itu, kedua daerah juga didorong untuk mempercepat pelaksanaan program Gerakan Bali Bersih Sampah (GBBS), pengurangan plastik sekali pakai, serta penerapan sistem pengelolaan sampah berbasis sumber (PSP-PSBS).

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, I Made Rentin, menyatakan pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif untuk mendukung kebijakan tersebut.

“Rapat koordinasi lintas instansi sudah kami gelar bersama Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, TNI/Polri, Satpol PP, Inspektorat, hingga penggiat lingkungan. Ini penting untuk menyukseskan transisi menuju pengelolaan sampah yang lebih modern,” jelasnya.

Sebagai upaya pengawasan, DKLH akan membentuk posko pemantauan di UPTD Pengelolaan Sampah TPA Suwung, dan Satpol PP akan meningkatkan patroli di area pusat pemerintahan untuk mencegah potensi penolakan dari masyarakat atau pihak tertentu.

“Kami mengajak seluruh masyarakat di Denpasar dan Badung untuk mendukung penuh kebijakan ini demi menjaga kelestarian lingkungan,” tegas Rentin. RA

Daftar 28 PTN/PTS di Bali Ikut Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Lengkap dengan Kuota

Penandatanganan kesepakatan kerja sama dan perjanjian kerjasama (PKS) program satu keluarga satu sarjana di Kertha Sabha Jaya Sabha, Selasa (29/7/2025). 
Penandatanganan kesepakatan kerja sama dan perjanjian kerjasama (PKS) program satu keluarga satu sarjana di Kertha Sabha Jaya Sabha, Selasa (29/7/2025). 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 28 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di Bali resmi bergabung dalam Program Satu Keluarga Satu Sarjana yang diluncurkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Program ini menyasar keluarga miskin yang belum memiliki anggota keluarga bergelar sarjana, dan akan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025 mulai Agustus ini.

Program inovatif ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bali, sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat yang kurang mampu.

Melalui kerja sama antara Pemprov Bali dan PTN/PTS, sebanyak 1.450 calon mahasiswa akan dibiayai penuh, baik biaya kuliah maupun biaya hidup selama delapan semester atau empat tahun.

Gubernur Koster menegaskan seluruh komponen biaya ditanggung penuh oleh pemerintah provinsi, termasuk biaya pendidikan sebesar Rp 1 juta per mahasiswa per semester.

Selain itu, mahasiswa nantinya akan mendapatkan biaya hidup dan tempat tinggal Rp 1,4 juta per bulan untuk mahasiswa yang berdomisili atau kuliah di wilayah Denpasar dan Badung. Sedangkan Rp 1,2 juta per bulan untuk mahasiswa yang kuliah di wilayah Buleleng dan Karangasem.

Total bantuan akan diberikan hingga delapan semester. PTN/PTS peserta program juga sepakat untuk tidak memungut biaya apapun dari mahasiswa, termasuk bebas dari biaya pendaftaran, uang pangkal, maupun biaya pembangunan.

Berikut adalah daftar lengkap PTN dan PTS di Bali yang ikut serta dalam program ini, lengkap dengan kuota masing-masing:

Perguruan Tinggi Negeri (PTN):

  1.  Universitas Udayana – 100
  2. Universitas Pendidikan Ganesha – 100
  3. Politeknik Negeri Bali – 100
  4. Institut Seni Indonesia Bali – 55
  5. Universitas Terbuka Denpasar – 50
  6. Poltekkes Kemenkes Denpasar – 50
  7. Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja – 35
  8. Politeknik Pariwisata Bali – 30

Perguruan Tinggi Swasta (PTS):

  1. Universitas Mahasaraswati – 100
  2. Universitas Warmadewa – 100
  3.  Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) – 100
  4. Universitas PGRI Mahadewa Indonesia – 100
  5. STIKes Buleleng – 100
  6. Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia (INSTIKI) – 50
  7. Universitas Mahendradata – 50
  8. Universitas Dhyana Pura – 50
  9. Universitas Hindu Indonesia – 50
  10. Universitas Dwijendra – 40
  11. ITB Stikom Bali – 35
  12. Primakara University – 25
  13. Universitas Ngurah Rai – 25
  14. Institut Teknologi dan Kesehatan Bali – 25
  15. Universitas Bali Internasional – 20
  16. Universitas Triatma Mulya – 20
  17. Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional – 10
  18. STIKes Wira Medika Bali – 10
  19. STKIP Amlapura – 15
  20. Institut Desain dan Bisnis Bali – 5

Program ini diprioritaskan untuk rumah tangga miskin yang belum memiliki lulusan sarjana. Verifikasi terhadap data calon mahasiswa akan dilakukan langsung oleh masing-masing perguruan tinggi sebelum proses penerimaan dimulai.

“Ini adalah program gotong royong antara Pemprov dan perguruan tinggi. Perguruan tinggi tidak boleh memungut biaya tambahan apa pun. Semua harus gratis,” tegas Koster.

Untuk tahap awal di tahun 2025, Pemprov Bali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 9,7 miliar untuk membiayai 1.450 mahasiswa dari Agustus hingga Desember 2025. Tahun berikutnya, anggaran penuh untuk program ini diperkirakan mencapai Rp 27 miliar.

“Mulai 2026, semua kabupaten/kota harus berpartisipasi. Besaran bantuannya bisa disesuaikan dengan kemampuan fiskal masing-masing daerah,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini. (ana)

Sambut HUT RI ke-80, Kantor Pemkab Tabanan Dihias Merah Putih

Pegawai OPD Tabanan mulai menghias lingkungan kerja dengan nuansa kemerdekaan, menyambut HUT ke-80 RI. Bendera, umbul-umbul, dan ornamen perjuangan.
Pegawai OPD Tabanan mulai menghias lingkungan kerja dengan nuansa kemerdekaan, menyambut HUT ke-80 RI. Bendera, umbul-umbul, dan ornamen perjuangan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, suasana semarak mulai tampak di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Sejumlah pegawai kantor OPD sejak Selasa, (29/7/2025) pagi mulai menghias lingkungan kerja mereka dengan nuansa merah putih, memasang bendera, umbul-umbul, baliho bertema nasionalisme, hingga ornamen kreatif bertema perjuangan bangsa.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan mengatakan, kegiatan menghias kantor merupakan bentuk partisipasi aktif dalam memeriahkan peringatan HUT RI serta upaya menumbuhkan semangat kebangsaan di lingkungan aparatur sipil negara.

“Ini adalah bagian dari gerakan nasional dalam menyemarakkan bulan kemerdekaan,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Ia menyebut, dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tabanan menginstruksikan seluruh perangkat daerah, camat hingga perbekel dan lurah untuk menghias lingkungan kantor masing-masing mulai tanggal 29 Juli hingga 31 Agustus 2025.

Instruksi tersebut tertuang dalam Surat Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 003.1/1824/T.Pem tertanggal 25 Juli 2025, yang ditandatangani oleh Ketua Umum Panitia Pelaksana Peringatan Hari-Hari Besar Nasional Tahun 2025, I Made Agus Harthawiguna. Penghiasan kantor ini mengusung tema nasional tahun ini, yaitu Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju.

Selain menghias kantor, berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-80 RI juga akan digelar di Tabanan, mulai dari lomba-lomba tradisional, pentas seni, hingga upacara bendera pada 17 Agustus mendatang yang menjadi puncak peringatan. (rls)

70 Calon Paskibraka Tabanan Latihan Disiplin di Rindam IX/Udayana

Puluhan calon Paskibraka Tabanan latihan intensif di Lapangan Rindam IX/Udayana.
Puluhan calon Paskibraka Tabanan latihan intensif di Lapangan Rindam IX/Udayana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 70 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan mulai menjalani latihan intensif di Lapangan Rindam IX/Udayana.

Latihan yang dimulai sejak Jumat (25/7/2025) ini menjadi tahap awal dari pembinaan mental, fisik, dan disiplin jelang peringatan HUT ke-80 Proklamasi Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

Selama delapan hari pertama, peserta yang terdiri dari siswa-siswi SMA/SMK terbaik se-Kabupaten Tabanan digembleng selama lebih dari delapan jam setiap harinya.

Materi latihan mencakup baris-berbaris, penguatan fisik, pembentukan karakter, serta penghayatan nilai-nilai kebangsaan dan kepemimpinan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan menjelaskan, pelatihan di lingkungan militer Rindam IX/Udayana dipilih karena dianggap ideal untuk membentuk disiplin dan kekompakan para calon Paskibraka.

“Rindam memberikan atmosfer latihan yang sangat mendukung pembentukan karakter nasionalis dan tangguh. Kami berharap para peserta bisa menjalani proses ini dengan semangat dan tanggung jawab, karena mereka adalah putra-putri pilihan yang akan membawa nama baik Tabanan saat upacara 17 Agustus nanti,” ujarnya, Rabu (30/7/2025)

Ia menyebut, Dinas Kesehatan juga dilibatkan dengan menyiagakan mobil P3K dan petugas medis selama kegiatan berlangsung untuk memastikan kondisi fisik peserta tetap prima.

Latihan ini juga turut mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh peserta diwajibkan membawa tumbler sendiri selama pelatihan, sesuai amanat Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Sampah Plastik Sekali Pakai.

Setelah menyelesaikan latihan di Rindam, peserta akan melanjutkan tahap pelatihan selanjutnya di Lapangan Alit Saputra Tabanan hingga menjelang upacara puncak. (ana)