- Advertisement -
Beranda blog Halaman 130

Update Dampak Banjir di Bali, 9 Orang Tewas dan 6 Hilang, Ratusan Warga Mengungsi

Penanganan pasca banjir di wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025).
Penanganan pasca banjir di wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor melanda wilayah Bali pada Rabu (10/9/2025). Hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga malam hari mengakibatkan kerusakan bangunan, korban jiwa, hingga puluhan warga mengungsi.

BPBD Bali mencatat banjir terjadi di 123 titik, dengan rincian 81 titik di Denpasar, 14 titik di Gianyar, 4 titik di Karangasem, serta sejumlah titik di Jembrana dan Badung.

Sementara longsor terjadi di 18 titik, tersebar di Gianyar (5), Karangasem (12), dan Badung (1). Bencana ini juga menyebabkan 16 bangunan jebol, di antaranya dua di Gianyar, dua di Badung, 11 di Karangasem, dan satu di Denpasar.

Potensi kerugian terbesar terjadi di Pasar Kumbasari dan Jalan Sulawesi, Denpasar, dengan nilai kerugian diperkirakan lebih dari Rp4 miliar. Sejumlah kios, los, dan ruko roboh, sementara peralatan dagangan rusak atau hanyut terbawa arus.

Hingga Rabu malam, tercatat 9 orang meninggal dunia dan 6 lainnya masih dalam pencarian. Selain itu, sebanyak 240 orang mengungsi di beberapa titik di Denpasar, seperti Banjar Tohpati, Kesambi, Gedung NU, dan SD Pemecutan Kelod.

Untuk merespons bencana ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar rapat koordinasi di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar, Rabu malam.

Rakor dipimpin langsung Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Gubernur Bali Wayan Koster, Pangdam IX/Udayana Mayjen Piek Budiyanto, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra, serta sejumlah kepala daerah.

Gubernur Koster mengapresiasi langkah cepat BNPB dalam membantu penanganan banjir. “Terima kasih atas perhatian pemerintah pusat. Agar persoalan ini bisa segera clear, mengingat Bali merupakan kawasan wisata dunia. Jangan sampai mengganggu pemulihan pariwisata pasca pandemi,” ujarnya.

Danrem 163/Wirasatya melaporkan bahwa prajurit TNI sudah melakukan evakuasi korban di sejumlah titik, termasuk tiga orang yang berhasil diselamatkan. Ia menyebut sekitar 50–70 kendaraan masih terjebak di basement Pasar Badung, dengan ketinggian air mencapai delapan meter. TNI mengerahkan kendaraan khusus serta empat Satuan Setara Kompi untuk pembersihan di Pasar Kumbasari, Pasar Badung, dan Jalan Pulau Demak.

Kepala BNPB Suharyanto menegaskan penanganan pasca bencana akan diprioritaskan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia memastikan logistik darurat berupa pompa air dan genset sudah diserahkan ke pemerintah daerah. “Kami pastikan pencarian korban hilang terus dilakukan sampai ketemu, dengan melibatkan lebih dari 100 personel gabungan,” katanya.

Suharyanto juga menjelaskan bahwa curah hujan ekstrem kali ini dipicu fenomena atmosfer Rossby dan Kelvin yang jarang terjadi di Bali. Namun, menurut BMKG, gelombang tersebut kini sudah bergeser ke arah barat.

BNPB menegaskan bahwa status darurat bencana diperlukan untuk mempercepat administrasi bantuan pusat ke daerah. Bantuan logistik termasuk makanan bayi dan anak-anak juga akan terus disalurkan, sembari mendukung penuh pencarian korban hilang serta pemulihan rumah warga, ruko, dan infrastruktur umum yang terdampak. (ana)

Lima Bangunan di Kediri Tabanan Tergerus Longsor

Kapolres Tabanan menjinjau bangunan tergeruus longsor di Kecamatan Kediri, Tabanan.
Kapolres Tabanan menjinjau bangunan tergeruus longsor di Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sedikitnya lima bangunan ambruk akibat longsor yang dipicu hujan deras di Kecamatan Kediri, Tabanan, Rabu (10/9/2025).

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Lembah Sanggulan dan Panorama Indah Sanggulan, Desa Banjaranyar, setelah luapan Sungai Yeh Dati merendam kawasan itu sejak dini hari.

Kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar. Bangunan yang terdampak terdiri atas tiga rumah, satu rumah kos, dan satu warung.

Selain itu, sebanyak 33 unit rumah terendam banjir sehingga 33 kepala keluarga (KK) harus mengungsi ke SDN 6 Banjar Anyar. Meski kerugian materiil cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejak pagi hingga siang hari, masyarakat bersama BPBD dan aparat kepolisian melakukan evakuasi serta pembersihan material longsor dan banjir.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati bersama bersama anggota turun langsung meninjau lokasi bencana alam banjir dan longsor di Kecamatan Kediri.

Selain di Kecamatan Kediri, Kapolres bersama Wakapolres, Kabag Ops, dan jajaran juga meninjau lokasi longsor di Kecamatan Tabanan, tepatnya di Kuburan Banjar Adat Bongan Lebah Kelod dan dapur rumah warga di Banjar Bongan Jawa Kawan.

Kehadiran Kapolres didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat untuk memastikan situasi tetap kondusif sekaligus memberi dukungan moril kepada warga terdampak.

“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami minta masyarakat selalu siaga dan segera melapor jika ada potensi bencana,” ujar Bayu Pati.

Pihaknya juga menegaskan Polri bersama TNI, BPBD, dan pemerintah daerah siap membantu penanganan bencana serta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. (ana)

Bangunan di Pasar Kumbasari Roboh Diterjang Banjir, 4 Orang Tewas

Gubernur Bali bersama Pemkot Denpasar tinjau dampak banjir di Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, dan Hasanuddin, Denpasar, Rabu (10/9/2025).
Gubernur Bali bersama Pemkot Denpasar tinjau dampak banjir di Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, dan Hasanuddin, Denpasar, Rabu (10/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Runtuhnya bangunan di tepi Tukad Badung, kawasan Pasar Kumbasari, Denpasar, menelan empat korban jiwa. Insiden ini dipicu banjir akibat hujan deras yang mengguyur Bali dua hari terakhir.

“Total sembilan orang menjadi korban dari runtuhnya bangunan. Empat orang meninggal, dua selamat, dan dua pedagang masih dalam pencarian,” ujar seorang sumber di lokasi kejadian, Rabu (10/9/2025).

Bangunan yang roboh berada di tepi Tukad Badung. Empat korban meninggal masing-masing adalah Nadira dan Maimunah dari Toko Kain Centrum, serta Tasnim dan Parwa Husein dari Toko Kain Tasnim. Dua korban selamat dari Toko Kain Centrum, yaitu Muis dan Ousay yang merupakan bapak dan anak.

Selain itu, tiga pedagang juga menjadi korban. Satu orang pedagang bernama Ni Wayan Lenyot ditemukan tewas, sementara dua pedagang lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan evakuasi dan pencarian korban yang hilang.

“Kami terus melakukan pencarian terhadap dua pedagang yang masih hilang. Tim penyelamat mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencari mereka,” tambah sumber tersebut.

Hingga saat ini, pencarian korban masih berlangsung di lokasi kejadian. (ana)

Gubernur Bali Gelontorkan Dana BTT untuk Bantu Korban Banjir

Gubernur Bali bersama Pemkot Denpasar tinjau dampak banjir di Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, dan Hasanuddin, Denpasar, Rabu (10/9/2025).
Gubernur Bali bersama Pemkot Denpasar tinjau dampak banjir di Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, dan Hasanuddin, Denpasar, Rabu (10/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster mengambil langkah cepat dalam penanganan dampak banjir yang melanda sejumlah titik di Kota Denpasar, Badung dan wilayah lainnya.

Untuk menutupi kerugian material akibat banjir, Gubernur bersinergi dengan Walikota IGN. Jaya Negara akan menggelontorkan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) yang ada dalam APBD Pemprov Bali dan Pemkot Denpasar.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Koster kepada awak media disela meninjau dampak banjir di Pasar Kumbasari, Jalan Sulawesi, Jalan Gajah Mada, dan Hasanuddin, Denpasar, Rabu (10/9/2025).

Lebih jauh Koster menerangkan, dari hasil pantauan sementara, banjir bandang yang disebabkan meluapnya Tukad Badung mengakibatkan bagian belakang sejumlah bangunan toko di Jalan Sulawesi amblas.

Selain itu, air juga masuk ke dalam toko yang menyebabkan kerusakan barang dagangan yang didominasi jenis tekstil. Akibat naiknya volume air Tukad Badung, banjir juga menyapu bagian basement dan pelataran Pasar Kumbasari sehingga menghanyutkan barang-barang para pedagang.

Untuk langkah pertama, Gubernur Koster ingin memastikan proses evakuasi korban dan pembersihan sampah akibat banjir bisa dilaksanakan secepat mungkin.

Dengan demikian, kawasan yang menjadi salah satu pusat perekonomian terbesar di Kota Denpasar ini bisa segera pulih. Guna mempercepat upaya pembersihan, ia telah berkoordinasi dengan TNI yang telah mengerahkan pasukan pada titik-titik banjir.

Langkah berikutnya, Koster minta Walikota Denpasar mendata seluruh kerugian material korban banjir.

“Baik itu bangunan yang harus direnovasi, barang dagangan yang rusak dan hanyut. Itu harus didata dan dikalkulasi agar mudah memberi bantuan. Kita akan cairkan Dana BTT, sharing Pemprov dengan Kota Denpasar,” ujarnya.

Gubernur Koster menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur hampir seluruh wilayah Bali pada Selasa (9/9/2025) hingga Rabu (10/9/2025) telah memicu bencana seperti banjir dan longsor.

“Dari laporan yang kami peroleh, di Kota Denpasar ada 43 titik banjir, terparah di kawasan Pasar Kumbasari dan Jalan Pura Demak. Selain itu ada juga di Badung,” imbuhnya.

Koster menyampaikan, telah meminta BPBD bersinergi dengan pihak terkait dan masyarakat untuk mencari korban yang hanyut dibawa arus banjir.

“Bagi yang korban meninggal dunia ada juga kami siapkan santunannya Rp 15 juta,” kata Gubernur Koster.

Mengantisipasi dampak bencana akibat cuaca ekstrem, Gubernur Bali dua periode ini terus berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Sejauh ini, objek vital dan strategis seperti Bandara, tidak mengalami gangguan. Kita kita terus berkoordinasi dengan BMKG untuk informasi cuaca. Kita berharap hujan mulai reda,” paparnya.

Upaya penanganan dampak banjir di Kota Denpasar mendapat dukungan penuh dari Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra yang menurunkan 450 personil untuk membantu pembersihan dan evakuasi korban di titik-titik banjir.

“Yang menjadi prioritas kami saat ini adalah pencarian korban dan pembersihan sampah agar aktivitas masyarakat tidak terganggu,” sebutnya.

Untuk diketahui, di tengah hujan yang masih mengguyur Kota Denpasar pada Rabu (10/9/2025) pagi, Gubernur Bali Wayan Koster beserta Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Suastini Koster meninjau sejumlah titik terdampak banjir.

Peninjauan ini dimaksudkan untuk memastikan penanganan dampak banjir berjalan dengan baik. Gubernur beserta Ibu Putri Koster mengawali peninjauan di kawasan pertokoan Jalan Sulawesi. Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Bali lebih dari 24 jam mengakibatkan naiknya volume Tukad Badung yang berlokasi di sebelah barat kawasan pertokoan di Jalan Sulawesi.

Kehadiran Gubernur dan Ibu Putri Koster di lokasi bencana disambut antusiasi oleh masyarakat dan para pemilik toko. Mereka rata-rata berkeluh kesan tentang bencana banjir terparah yang melanda kawasan itu.

Gubernur Koster berusaha menenangkan korban banjir dan berkomitmen melakukan langkah cepat untuk penanganan para korban. Bahkan, Gubernur yang didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya meninjau satu demi satu toko di sepanjang Jalan Sulawesi.

Peninjauan dilanjutkan ke Pasar Kumbasari yang bagian basemantnya terdampak parah. Bersama Walikota Denpasar IGN Jayanegara, Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa dan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadi Saputra, Gubernur Koster memantau proses pembersihan areal terdampak dan evakuasi barang dagangan yang masih bisa diselamatkan.

Ia juga secara intensif memberi instruksi kepada Kalaksa BPBD Bali untuk mengambil langkah yang dibutuhkan. Setelah memastikan penanganan banjir di Kawasan Jalan Sulawesi dan Pasar Kumbasari berjalan dengan baik, Gubernur beserta rombongan meninjau banjir yang melumpuhkan Jalan Pura Demak.

Bahkan di lokasi ini, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Bali ini turut membantu proses evakuasi warga dengan perahu karet. (ana)

Ratusan Warga Terdampak Banjir di Denpasar Dievakuasi Tim SAR

Tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Kota Denpasar pada Rabu (10/9/2025).
Tim SAR mengevakuasi warga terdampak banjir di wilayah Kota Denpasar pada Rabu (10/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Selasa (9/9/2025) menyebabkan sebagian besar wilayah Kota Denpasar terendam banjir.

Sejak dini hari, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar terus menerima laporan permintaan bantuan evakuasi warga.

Salah satu lokasi yang terdampak parah adalah Perumahan Wiraraja, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara. Di lokasi ini, tim SAR mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan medis.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, bahkan turun langsung memimpin atensi di lapangan.

“Awal pergerakan personel sempat menemui kendala karena banyak akses jalan tergenang hingga tidak bisa dilintasi rescue truck, namun saat ini tim sudah berada di lokasi,” ujarnya.

Selain di Ubung Kaja, petugas SAR juga menyebar di sejumlah titik banjir lainnya, di antaranya Jalan Pulau Misol, Jalan Pulau Biak I, Jalan Pura Demak, dan Jalan Teuku Umar. Kepala Seksi Operasi dan Kesiapsiagaan SAR Denpasar, Juni Antara, mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan BPBD untuk memperbarui data.

“Sampai dengan saat ini kami masih terus mengupdate data dengan BPBD, agar permintaan evakuasi maupun data korban yang sudah terevakuasi bisa tersisir dan tidak simpang siur,” jelasnya.

Hingga Rabu (10/9/2025) pukul 12.30 Wita, tercatat korban yang telah terevakuasi yaitu di Jalan Pura Demak: 53 orang dewasa, 17 anak-anak, dan 11 balita. Selanjutnya di Jalan Pulau Misol 5 orang dewasa dan 2 balita serta di Kampung Jawa, Jalan Ahmad Yani sebanyak 2 orang dewasa dan 1 anak.

Sidakarya menambahkan, keterbatasan jumlah personel dan perahu karet menjadi kendala dalam menjangkau seluruh titik banjir. Meski demikian, koordinasi dengan unsur SAR lainnya telah dilakukan.

“Kami minta warga yang tinggal di wilayah rawan banjir agar tetap berada di tempat aman, dan apabila sudah ada tanda-tanda bahaya segera lakukan evakuasi mandiri sebelum kondisinya semakin parah,” imbaunya.

Hingga siang hari, hujan deras masih mengguyur sebagian wilayah Bali dan situasi banjir di Denpasar masih dalam penanganan. (ana)

Setra Desa Bongan Longsor, Belasan Jenazah Terlihat di Permukaan

Longsor di area kuburan (setra) Banjar Bongan Lebah, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.
Longsor di area kuburan (setra) Banjar Bongan Lebah, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Tabanan sejak Selasa (9/9/2025) kemarin mengakibatkan longsor di area kuburan (setra) Banjar Bongan Lebah, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Akibatnya, sejumlah jenazah yang dimakamkan di lokasi tersebut tampak terlihat di permukaan.

Kelian Adat Banjar Bongan Gede, Komang Suparman, menjelaskan peristiwa longsor diperkirakan terjadi pada Rabu (10/9/2025) dini hari, sekitar pukul 01.00 – 03.00 WITA.

Dari hasil pengamatan, sekitar 10 hingga 15 jenazah tampak jelas, bahkan ada dugaan beberapa jenazah terbawa arus sungai yang berada di bawah setra.

“Tanah setra ini berada di tepi Tukad Yeh Panan, perbatasan Desa Bongan dan Desa Pejaten. Ada kemungkinan jenazah hanyut karena tidak terlihat menumpuk,” ungkapnya.

Suparman menambahkan, jenazah-jenazah yang terlihat tersebut seluruhnya sudah melalui prosesi Ngaben.

“Di Desa Bongan, jenazah tidak diangkat lagi saat upacara Ngaben, sehingga jenazah yang terlihat sekarang semuanya sudah menjalani upacara tersebut,” jelasnya.

Untuk mencegah longsor susulan, warga bersama aparat desa bergotong royong menimbun kembali jenazah dengan tanah serta menutup area longsor menggunakan terpal. Upaya ini dilakukan agar air tidak masuk ke dalam lubang dan memperparah kerusakan.

Menurut Suparman, penyebab utama longsor diperkirakan berasal dari aliran air sawah yang berada di bagian barat setra dengan posisi lebih tinggi dari lokasi pemakaman.
“Kalau sungai posisinya jauh di bawah setra, kemungkinan besar longsor terjadi karena rembesan air sawah,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, pihak desa telah berkoordinasi dengan BPBD Tabanan serta melakukan upaya pencegahan, termasuk secara sekala niskala. Setra Bongan ini sendiri diempon oleh empat banjar, yakni Banjar Adat Bongan Lebah Kelod, Banjar Adat Bongan Lebah Kaja, Banjar Adat Bongan Tengah, dan Banjar Adat Bongan Gede. (ana)

Tabanan Sementara Kantongi 68 Medali Porprov Bali 2025

Pembukaan Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (9/9/2025) malam.
Pembukaan Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (9/9/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pekan Olahraga Provinsi Bali (Porprov Bali) XVI Tahun 2025 resmi digelar dengan mengusung tema Lokahita Samudhaya yang bermakna Bersama Menuju Masa Depan.

Seremonial pembukaan berlangsung meriah di Gelanggang Olahraga Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (9/9/2025) malam, meski diiringi derasnya hujan. Ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi ini dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, dan turut dihadiri para kepala daerah, pimpinan daerah, serta tamu undangan lainnya.

Sebanyak 9 kabupaten/kota di Bali ambil bagian dalam Porprov Bali 2025 dengan mempertandingkan 34 cabang olahraga, 2.132 jadwal pertandingan, serta 634 nomor pertandingan.

Meskipun pembukaan digelar hari ini, sejumlah pertandingan telah berlangsung sebelumnya. Berdasarkan klasemen sementara per Senin (9/9/2025) pukul 18.21 WITA, kontingen Tabanan berhasil mengumpulkan 68 medali yang terdiri atas 13 emas, 17 perak, dan 38 perunggu. Raihan tersebut menempatkan Kabupaten Tabanan di posisi keenam.

Adapun 13 medali emas Tabanan dipersembahkan melalui cabang olahraga Tari (3 emas), Pencak Silat (2 emas), Tarung Derajat (1 emas), Woodball (1 emas), dan Wushu (6 emas). Medali emas pertama diraih oleh atlet Woodball, Ni Made Dwi Purnama Sari, pada nomor pertandingan Single Stroke Competition.

Secara keseluruhan, cabang olahraga Wushu menjadi penyumbang medali terbanyak untuk Tabanan dengan total 16 medali.

Kabupaten Tabanan sendiri menerjunkan 406 atlet, 118 pelatih, dan 29 panitia kontingen dalam ajang olahraga dua tahunan ini.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi atas capaian hasil klasemen sementara untuk seluruh atlet dan official yang telah berjuang membawa nama baik daerah.

“Raihan medali di sejumlah cabang olahraga merupakan bukti kerja keras, disiplin, dan dedikasi para atlet, pelatih, dan seluruh official. Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya,” ungkap Bupati Sanjaya.

Lebih lanjut, Bupati 2 Periode  ini memberikan motivasi kepada para atlet agar tetap tampil maksimal di sisa pertandingan.

“Kepada seluruh kontingen Tabanan, tetaplah menjaga sportifitas, berjuang dengan penuh semangat, dan jangan pernah menyerah. Ingat, setiap tetes keringat adalah pengabdian untuk Tabanan dan Bali,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Tabanan sekaligus Penanggung Jawab Kontingen, I Made Nurbawa, S.E., menyampaikan bahwa hasil sementara ini merupakan modal berharga untuk meningkatkan motivasi.

“Capaian medali hingga hari ini menunjukkan bahwa kontingen Tabanan mampu bersaing di tingkat provinsi. Kami tetap optimis masih banyak peluang untuk meraih medali di berbagai cabang olahraga yang masih dipertandingkan hingga 16 September mendatang,” kata Nurbawa.

Ia juga menegaskan bahwa KONI Tabanan akan terus memberikan dukungan penuh kepada para atlet agar tampil maksimal hingga ajang ini berakhir. (ana) 

Ditengah Guyuran HUjan Porprov Bali XVI 2025 Dibuka Wagub Giri Prasta

Pembukaan Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (9/9/2025) malam.
Pembukaan Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (9/9/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI Tahun 2025 di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Selasa (9/9/2025) malam. Acara pembukaan diwarnai hujan deras.

Dalam sambutannya, Giri Prata menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sportivitas serta menyampaikan komitmen kuat pemerintah dalam memperbaiki sarana olahraga di Bali.

agub memastikan Pemprov Bali bersama KONI akan terus mengevaluasi dan melakukan perbaikan venue olahraga di kabupaten/kota, termasuk penataan GOR Lila Bhuana yang direncanakan akan dibangun tribun baru serta dilengkapi fasilitas UMKM untuk mendukung ekosistem olahraga.

“Juara memang tujuan, namun sportivitas adalah hal utama. Atlet dari berbagai kabupaten/kota adalah saudara kita, kita menyame. Jangan sampai olahraga dinodai oleh hal-hal yang tidak baik,” tegasnya.

Wagub Giri Prasta juga berpesan agar para juri dan wasit menjaga objektivitas serta independensi dalam memimpin perlombaan maupun pertandingan. Hadirnya teknologi canggih saat ini akan dimanfaatkan sebagai instrumen pengawasan demi menjaga integritas ajang olahraga.

“Semoga Porprov XVI ini melahirkan pertandingan yang berkualitas serta bibit-bibit unggul yang siap berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Kalian adalah pahlawan lapangan, dan kami akan terus mendukung agar olahraga di Bali semakin maju dan berkualitas,” pungkas Wagub Bali.

Pembukaan Porprov Bali XVI diawali dengan defile atlet. Meski berlangsung di bawah guyuran hujan lebat, semangat para atlet tidak surut dan justru menjadi simbol tekad serta jiwa sportivitas sejati.

Defile dibuka dengan penampilan marching band, atraksi kepala naga, dilanjutkan defile Bendera Merah Putih, Bendera Pemprov Bali, Bendera KONI, Bendera Porprov, serta bendera 49 cabang olahraga, dan ditutup dengan tabuhan baleganjur

Rangkaian acara pembukaan juga ditandai dengan penyerahan Piala Bergilir Porprov dari Kabupaten Badung kepada Ketua Umum KONI Bali, kemudian diserahkan kepada Wakil Gubernur Bali.

Selanjutnya, api obor yang diambil dari Kawah Gunung Batur, Bangli, dan sebelumnya diarak melewati sejumlah kabupaten/kota, diserahkan pasukan Paskibraka kepada Wagub Bali untuk kemudian diteruskan kepada atlet yang menyalakan kaldron Porprov XVI. Dentuman kembang api dan pemutaran theme song Porprov menjadi penanda resmi dimulainya Porprov Bali XVI Tahun 2025.

Porprov Bali XVI Tahun 2025 berlangsung pada 9–17 September 2025 dengan melibatkan ribuan atlet, juri, dan wasit dari seluruh kabupaten/kota se-Bali. Tercatat 49 cabang olahraga akan dipertandingkan, dengan ratusan nomor pertandingan siap memeriahkan pesta olahraga terbesar di Pulau Dewata ini.

Penyelenggaraan Porprov Bali Tahun 2025 bukan hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, melainkan juga cermin komitmen bersama terhadap nilai sportivitas, integritas, dan kesetaraan antar-kontingen.

Semangat kebersamaan di tengah guyuran hujan saat pembukaan menjadi simbol tekad bahwa olahraga Bali siap melahirkan generasi unggul menuju prestasi nasional maupun internasional.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Provinsi Bali, Dewa Made Mahayadnya; jajaran Forkopimda Provinsi Bali; para bupati/wali kota se-Bali; Wakil V Ketua Umum KONI Pusat, Tursandi Alwi; Ketua KONI Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan; Ketua KONI kabupaten/kota se-Bali; serta para atlet, juri, dan wasit dari seluruh kabupaten/kota. (rls)

Program Desa BISA Ekspor Jadi Semangat Baru Ekonomi Desa Menuju Pasar Global

Peluncuran Program Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (9/9).
Peluncuran Program Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (9/9).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Program Desa BISA (Berani Inovasi, Siap Adaptasi) Ekspor resmi diluncurkan di Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Selasa (9/9/2025).

Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso, serta jajaran pemerintah daerah Jembrana.

Program Desa BISA Ekspor merupakan langkah kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam membuka akses pasar global bagi produk unggulan desa. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pelepasan ekspor kakao ke Prancis, perikanan ke Filipina, dan hortikultura ke Singapura.

Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta menyebut Desa BISA Ekspor sebagai semangat baru pembangunan ekonomi desa. Menurutnya, potensi lokal yang tumbuh di desa mulai dari pertanian, perikanan, kerajinan, hingga produk kreatif harus terus didorong agar mampu menembus pasar global.

“Melalui Desa BISA Ekspor, kita dorong desa sebagai motor penggerak ekspor dan penopang devisa negara,” ujarnya.

Ia menambahkan, Bali memiliki keunggulan kompetitif dalam ekspor pertanian berkat karakteristik alami, proses budidaya ramah lingkungan, dan sentuhan tradisi lokal.

Dengan semangat pertanian organik dan berkelanjutan, generasi muda petani Bali kini semakin aktif meningkatkan standar mutu, memperluas jejaring ekspor, dan berinovasi dalam pemasaran digital.

Wakil Menteri Desa Ahmad Riza Patria menegaskan bahwa program ini adalah jembatan agar produk unggulan desa berdaya saing internasional.

“Desa tidak lagi sekadar pusat produksi, tetapi menjadi pemain aktif dalam ekosistem perdagangan global. Masa depan bangsa ada pada desa yang berdaya saing global,” katanya.

Senada dengan itu, Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan Desa BISA Ekspor sebagai kolaborasi penting pemerintah dan swasta. Presiden Prabowo Subianto, kata Budi, menekankan prinsip 3T (Terbaik, Terbanyak, Tercepat) dalam pengembangan ekspor.

“Produk unggulan yang dipasarkan ke pasar internasional harus berkualitas terbaik, jumlah terbanyak, dan dilakukan secepat mungkin,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut, ditandatangani pula perjanjian kerja sama antara Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan PDT, serta LPEI tentang Pemberdayaan Desa Berorientasi Ekspor dalam rangka Pengembangan Ekspor Nasional.

Acara ini turut dihadiri Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, Ketua DPRD Kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali I Gusti Ngurah Wiryanata. (ana)

Pendaki Gunung Batukaru Dievakuasi Akibat Kaki Kram

Proses evakuasi seorang pendaki yang mengalami kram kaki saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (9/9/2025).
Proses evakuasi seorang pendaki yang mengalami kram kaki saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (9/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tim SAR gabungan mengevakuasi seorang pendaki yang mengalami kram kaki saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan, pada Selasa (9/9/2025).

Korban bernama Raysa (18) bersama tiga rekannya memulai perjalanan dari Pos Pura Malen sekitar pukul 05.30 Wita. Namun, saat mencapai ketinggian 1.920 mdpl atau Pos 3, Raysa mengalami kram pada bagian kaki.

Rombongan kemudian sepakat membagi tim: dua orang tinggal menemani korban, sementara dua lainnya turun untuk meminta bantuan.

Sekitar pukul 13.30 Wita, kedua rekan korban tiba di bawah dan melapor kepada pecalang setempat. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar. Laporan resmi diterima pukul 14.05 Wita dan langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan Tim Aju ke lokasi.

Selain itu, delapan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng juga diberangkatkan.

“Kondisi di lokasi hujan, jalur cukup licin. Dengan kondisi korban yang mengalami kram kaki, kami perlu menyiapkan tim untuk membackup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Sekitar pukul 15.40 Wita, pecalang berhasil bertemu dengan korban bersama dua rekannya di ketinggian sekitar 1.500 mdpl. Saat ditemukan, korban tampak lelah, kedinginan, dan masih mengeluhkan sakit pada kakinya. Korban kemudian dibantu turun menuju Pos Pura Malen.

“Setibanya di Pos Pura Malen, korban langsung diberikan penanganan medis untuk mengurangi dampak hipotermia karena kondisi hujan, dingin, dan angin kencang,” tambahnya.

Evakuasi berakhir pada pukul 17.34 Wita. Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Pupuan untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, BPBD Tabanan, Polsek Pupuan, Pecalang Adat Pujungan, pemandu Pujungan, Bali Buana Rescue, staf kecamatan setempat, serta rekan dan keluarga korban. (ana)