- Advertisement -
Beranda blog Halaman 128

Pemkab Tabanan Salurkan Bantuan Logistik ke Warga Terdampak Banjir dan Longsor

Penyerahan bantuan logistik ke korban banjir di Tabanan, Sabtu (13/9/2025).
Penyerahan bantuan logistik ke korban banjir di Tabanan, Sabtu (13/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan menyalurkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak banjir dan longsor pada Rabu, 10 September 2025 lalu.

Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Sabtu (13/9/2025) di dua lokasi terdampak, yakni Perumahan Panorama Sanggulan, Kecamatan Kediri, serta Perumahan Lembah Jati.

Bantuan logistik yang diberikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari serta perlengkapan berupa sarung. Penyaluran ini dilakukan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan, bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

“Kami di Pemerintah Kabupaten Tabanan hadir untuk masyarakat dalam kondisi apapun, terlebih saat tertimpa bencana. Bantuan ini mungkin belum sepenuhnya mencukupi, namun diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan semangat kepada warga agar tetap kuat dan tabah menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri, menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya sigap dalam memberikan penanganan bencana, baik berupa evakuasi maupun bantuan logistik.

“Penyaluran bantuan ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam memastikan masyarakat terdampak tetap mendapat perhatian. Kami juga terus melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan bencana susulan,” jelasnya.

Pemkab Tabanan melalui BPBD juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di musim hujan, serta terus mengedepankan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana. (ana)

Wabup Badung Serahkan Bansos untuk Warga Terdampak Banjir di Kapal dan Dalung

Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Istri menyerahkan bantuan sosial berupa sembako bagi warga terdampak banjir di Kelurahan Kapal dan Desa Dalung, Sabtu (13/9).
Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Istri menyerahkan bantuan sosial berupa sembako bagi warga terdampak banjir di Kelurahan Kapal dan Desa Dalung, Sabtu (13/9).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Setelah di Kelurahan Sading, Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta didampingi Istri Ny. Yunita Alit Sucipta kembali menyerahkan bantuan sosial berupa sembako bagi warga terdampak banjir di Kelurahan Kapal dan Desa Dalung, Sabtu (13/9/2025).

Di Kelurahan Kapal, hadir pula Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta ikut menyerahkan bantuan sekaligus berdialog dengan warga terdampak.

Usai menyerahkan bantuan di Kapal, Wabup bersama Istri selanjutnya meninjau kondisi pasca banjir sekaligus menyerahkan bantuan sembako bagi warga terdampak bencana di Perumahan Cemara Giri Graha dan Perumahan Dalung Permai yang keduanya berada di wilayah Desa Dalung, Kuta Utara. Di perumahan Dalung Permai Wabup juga bersama Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara beserta jajaran menyerahkan bantuan sembako.

Wabup. Bagus Alit Sucipta atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Badung turut prihatin atas musibah banjir yang menimpa masyarakat badung. Tentu musibah ini menjadi pembelajaran kedepannya untuk bersama-sama menjaga alam, lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan maupun ke got dan sungai.

Pemkab Badung akan selalu bersinergi dengan semua pihak baik itu TNI/Polri, Kecamatan, Desa/Kelurahan untuk melakukan penanganan pasca banjir sehingga segera pulih seperti semula.

“Kami pemerintah bersama pihak terkait akan selalu hadir memberi semangat serta motivasi dan siap membantu memperbaiki kerusakan yang ditimbulkan akibat bencana banjir ini,” jelasnya, seraya menambahkan, Pemkab Badung akan melanjutkan penyerahan bantuan sembako bagi warga terdampak lainnya.

Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta juga turut berbela sungkawa dan berduka atas musibah ini. Terhadap penanganan pasca bencana, Beliau sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali dan sudah melaksanakan tanggap darurat. Pemerintah pusat melalui BNPB juga akan menyalurkan bantuan, untuk bangunan rusak berat dibantu 60 juta, rusak sedang 30 juta dan rusak ringan 15 juta dan dapat di sharing dengan kabupaten, sehingga cepat tertangani.

“Pemerintah pasti akan turun membantu masyarakat. Semua harus di data, kami pemerintah sudah menyiapkan anggaran, baik pemerintah kabupaten, kota, provinsi maupun pusat. Tujuannya segera memulihkan kondisi pasca bencana ini,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung I Wayan Darma menjelaskan dari data BPBD Badung warga yang terdampak bencana per tanggal 13 September 2025, terdiri dari Kelurahan Sading 100 KK, Desa Dalung 40 KK, Kelurahan Kapal 140 KK, Kelurahan Kerobokan 39 KK, Kerobokan Kaja 59 KK, Kelurahan Kuta 28 KK, Mengwitani 52 KK dan Sempidi 5 KK. (rls)

Perubahan Nama Dikabulkan PN Denpasar, Ida Cokorda Mengwi XIII dan Istri Terima Dokumen Kependudukan

Bupati Wayan Adi Arnawa, secara resmi menyerahkan dokumen kependudukan berupa KTP, KK dan Akta Kelahiran kepada Ida Cokorda Mengwi XIII di Puri Ageng Mengwi, Sabtu (13/9).
Bupati Wayan Adi Arnawa, secara resmi menyerahkan dokumen kependudukan berupa KTP, KK dan Akta Kelahiran kepada Ida Cokorda Mengwi XIII di Puri Ageng Mengwi, Sabtu (13/9).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, secara resmi menyerahkan dokumen kependudukan berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan Akta Kelahiran kepada Ida Cokorda Mengwi XIII di Puri Ageng Mengwi, Sabtu (13/9/2025).

Penyerahan ini menandai pengesahan identitas baru secara hukum setelah sebelumnya dinobatkan melalui prosesi Abhiseka sebagai Penglingsir Puri Ageng Mengwi.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan, pelayanan kependudukan yang diberikan pemerintah memiliki makna strategis lebih luas daripada sekadar pencatatan dokumen.

“Penyerahan dokumen kependudukan di Puri Ageng Mengwi merupakan wujud perhatian pemerintah sekaligus memperkuat jalinan kebersamaan antara pemerintah, adat, dan masyarakat,” ujarnya.

Momen bersejarah ini harus dimaknai sebagai upaya pelestarian budaya Bali yang dikenal dunia sebagai destinasi pariwisata sesungguhnya berakar pada warisan budaya dan tradisi leluhur.

“Penyerahan dokumen kependudukan di Puri Ageng Mengwi menjadi bukti bahwa administrasi kependudukan tidak hanya menyentuh ranah legal-formal, tetapi juga berimplikasi pada pengakuan sosial, budaya, dan historis. Dengan demikian, momentum ini memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menjaga kesinambungan tradisi, sekaligus membangun Badung yang lebih sejahtera, tertib, dan berdaya saing,” ucap Bupati Adi Arnawa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung, AA. Ngurah Arimbawa menambahkan, perubahan nama Ida Cokorda Mengwi XIII dan Ida Istri Mengwi telah dilaksanakan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Hal ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan jo. UU Nomor 24 Tahun 2013, Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2018, Permendagri Nomor 108 Tahun 2019, serta Permendagri Nomor 73 Tahun 2022.

Selain itu, telah terbit Penetapan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 597/PDT.P/2025/PN Dps yang mengesahkan perubahan nama Anak Agung Gde Agung  menjadi Ida Cokorda Mengwi XIII, serta Nomor 598/PDT.P/2025/PN Dps yang menetapkan perubahan nama Jero Nyoman Ratna menjadi Ida Istri Mengwi.

“Dengan dasar hukum tersebut, Disdukcapil Badung  menerbitkan dokumen kependudukan baru yang diserahkan langsung oleh Bupati Badung,” jelasnya.

Sementara itu, Ida Cokorda Mengwi XIII menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Wayan Adi Arnawa sebagai Murdaning jagat Badung dan komitmennya sebagai warga negara yang taat hukum.

“Sebagai warga negara yang taat hukum, saya mengikuti seluruh proses administrasi kependudukan sesuai ketentuan. Penyerahan dokumen kependudukan ini merupakan peristiwa penting bagi saya, sekaligus menjadi pengakuan negara terhadap identitas baru sebagai penglingsir Puri Ageng Mengwi. Ke depan, saya berharap dapat bersama-sama pemerintah membangun kesejahteraan lahir batin masyarakat Badung,” ujarnya. (rls)

Presiden Prabowo dan Gubernur Koster Pastikan Pemulihan Cepat Dampak Banjir

Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung warga terdampak banjir pada Sabtu (13/9/2025).
Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung warga terdampak banjir pada Sabtu (13/9/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Presiden RI Prabowo Subianto didampingi Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung warga terdampak banjir besar yang melanda Bali pada Rabu (10/9/2025) dini hari.

Presiden bersama rombongan tiba di Jalan Gajah Mada, Denpasar, Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 13.00 WITA, kemudian berjalan memasuki Gang Gajah Mada IV untuk berdialog dengan warga.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo berjanji membantu seluruh perbaikan atas kerusakan dan kerugian yang dialami masyarakat akibat banjir bandang.

Gubernur Koster pun menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama pemerintah pusat bersinergi mempercepat pemulihan Bali pascabencana.

Sejak hari pertama, Gubernur Wayan Koster beserta jajaran langsung mengerahkan seluruh sumber daya pemerintah daerah, didukung TNI, Polri, dan BNPB, untuk evakuasi, distribusi logistik, serta penanganan darurat. Kehadiran Presiden RI diharapkan semakin memperkuat semangat warga Bali untuk bangkit kembali.

Setelah berdialog, Presiden Prabowo menyapa warga hingga ke gerbang Pasar Kumbasari, yang lokasinya berdekatan dengan titik kunjungan. Masyarakat yang memadati kawasan Jalan Gajah Mada pun antusias menyambut kehadiran Presiden dan Gubernur Bali.

Turut hadir dalam kunjungan tersebut Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budiyanto, Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Data pemerintah daerah mencatat, banjir bandang di Bali mengakibatkan 17 korban jiwa, masing-masing 11 orang di Kota Denpasar, 3 orang di Kabupaten Gianyar, 2 orang di Kabupaten Jembrana, dan 1 orang di Kabupaten Badung. Selain korban jiwa, banjir juga merusak jalan, jembatan, serta puluhan rumah warga.

Banjir ini dipicu oleh hujan lebat ekstrem yang berasal dari fenomena gelombang ekuatorial Rossby sejak awal pekan. Gubernur Koster menyebutkan bahwa penanganan darurat saat ini terus berjalan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Fokus utama pemerintah adalah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, evakuasi berjalan cepat, dan infrastruktur vital segera dipulihkan.

Presiden Prabowo diagendakan melanjutkan peninjauan ke posko penanganan darurat yang didirikan pemerintah daerah bersama TNI dan Polri guna memastikan percepatan proses pemulihan.  (rls)

Pasca Banjir, DKLH Bali Kerahkan 300 Personel Bersihkan Sampah Plastik

Petugas DLHK Bali bersihkan kawasan hutan mangrove dari sampah pasca banjir.
Petugas DLHK Bali bersihkan kawasan hutan mangrove dari sampah pasca banjir.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Banjir bandang yang melanda Bali pada 10 September 2025 mengakibatkan kerusakan di sedikitnya tujuh titik wilayah kabupaten/kota, dengan dampak terparah terjadi di Kota Denpasar.

Peristiwa ini menimbulkan korban jiwa, bahkan hingga Jumat (12/9/2025) masih ada warga yang dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim gabungan Basarnas bersama aparat terkait.

Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali, I Made Rentin, mengungkapkan, pihaknya kini tengah fokus pada penanganan timbulan sampah yang terbawa arus banjir, khususnya di kawasan mangrove.

Menurutnya, banjir tidak hanya menyisakan kerusakan dan korban, tetapi juga meninggalkan tumpukan sampah dalam jumlah besar, terutama sampah plastik.

“Hari ini kami bersama komunitas dan kelompok nelayan turun langsung ke kawasan mangrove. Kita melihat tumpukan sampah, terutama plastik, yang cukup mengkhawatirkan. Tidak ada kata menyerah, apalagi lelah. Semua komponen kita gerakkan untuk membersihkan sisa banjir,” ujar Rentin.

Ia menjelaskan, sekitar 300 personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, pemerintah daerah, komunitas, hingga kelompok nelayan dilibatkan dalam aksi bersih-bersih ini.

DKLH sendiri menurunkan sedikitnya 80 kano yang masing-masing dioperasikan dua orang, dengan target mengumpulkan puluhan ton sampah dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan data DKLH, total timbulan sampah akibat bencana banjir pada 10–11 September 2025 mencapai 154,65 ton.

Sampah tersebut terdiri dari potongan kayu dan pohon tumbang, sampah organik, serta sampah anorganik seperti beton, lumpur, plastik, logam, kain, kaca, dan karet. Tidak sedikit pula ditemukan limbah B3 yang berasal dari barang hanyut maupun bangunan yang roboh.

Rentin menargetkan, dalam tiga hingga empat hari ke depan, seluruh kawasan mangrove dapat kembali bersih dari timbunan sampah plastik. Ia menegaskan, upaya ini bukan hanya tugas pemerintah, melainkan memerlukan kesadaran kolektif seluruh pihak, termasuk dunia usaha.

“Kita berharap ke depan ada kesadaran bersama bahwa ancaman sampah plastik sangat nyata. Saat banjir kemarin, yang paling dominan terlihat adalah sampah plastik. Ini menjadi peringatan bagi kita semua,” tegasnya.

Lebih jauh, Rentin menambahkan, pembersihan ini juga ditujukan untuk melindungi ekosistem mangrove dari kerusakan. Ia mengingatkan, jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah dapat mencemari bahkan mengakibatkan kematian tanaman mangrove.

“Fokus kita bukan hanya membersihkan, tetapi juga menyelamatkan mangrove agar tidak rusak akibat kontaminasi sampah. Semoga Bali segera pulih pasca banjir,” tutupnya. (ana)

Tenggelam Saat Pindahkan Jukung di Pantai Kelan, Aldi Ditemukan Tewas di Pelabuhan Benoa

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aldi Pratama (25), pemuda yang dilaporkan hilang setelah terseret arus di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta Selatan, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Sabtu (13/9/2025).

Korban sebelumnya hilang pada Jumat (12/9/2025) malam saat hendak memindahkan jukung ke arah lebih dalam. Peristiwa bermula ketika pamannya meminta korban membantu menggeser jukung.

Namun sekitar pukul 18.00 Wita, sang paman tidak menemukan Aldi di pantai, sehingga peristiwa tersebut dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Jenazah Aldi pertama kali terlihat nelayan di Dermaga Selatan Alur Pelabuhan Benoa, Sabtu pagi sekitar pukul 07.45 Wita. Penemuan itu segera dilaporkan kepada tim SAR gabungan yang sedang melakukan penyisiran di darat.

“Saat penyisiran darat, tim SAR menerima informasi adanya penemuan korban oleh nelayan setempat. Tim SAR gabungan bergerak cepat menuju lokasi penemuan menggunakan jukung nelayan,” jelas Sophie Ardi, Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.

Setelah dievakuasi, jenazah dibawa ke Pantai Kelan bagian timur. Sesuai permintaan keluarga, jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka di Banyuwangi, Jawa Timur, menggunakan ambulans Yayasan MWC NU Kecamatan Kuta Selatan.

Upaya pencarian telah dilakukan sejak Jumat malam oleh tim SAR gabungan. Unsur yang terlibat dalam operasi ini antara lain Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Dit Polairud Polresta Denpasar Pos Kedonganan, Yayasan MWC NU Kecamatan Kuta Selatan, nelayan, serta masyarakat setempat. (ana)

Warga Binaan Lapas Tabanan Dilatih Usaha Laundry

Warga Binaan Lapas Tabanan mengikuti praktik mencuci dan menyetrika dalam Pelatihan Usaha Laundry yang bekerja sama dengan Bali Laundry Mart (BLM).
Warga Binaan Lapas Tabanan mengikuti praktik mencuci dan menyetrika dalam Pelatihan Usaha Laundry yang bekerja sama dengan Bali Laundry Mart (BLM).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan terus memberikan peluang bagi Warga Binaan untuk mengasah keterampilan yang bermanfaat.

Salah satunya melalui Pelatihan Usaha Laundry yang digelar di Aula Candra Prabhawa, Jumat (12/9/2025), dengan melibatkan 32 peserta.

Pelatihan ini menghadirkan tenaga profesional dari Bali Laundry Mart (BLM), sebuah usaha yang telah berpengalaman bertahun-tahun di bidang laundry.

Para peserta dibekali keterampilan teknis sekaligus pengetahuan dasar usaha laundry yang bisa menjadi modal penting ketika kembali ke masyarakat, baik untuk membuka usaha sendiri maupun mencari pekerjaan.

Kalapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menyampaikan harapannya agar program ini benar-benar menjadi bekal nyata bagi Warga Binaan.

“Dengan keterampilan yang diberikan oleh tenaga terampil, kami ingin Warga Binaan punya kemampuan untuk menyambung hidup secara mandiri setelah bebas nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Instruktur dari BLM, Wayan Suarsana, menambahkan, pelatihan tidak hanya sebatas praktik mencuci, mengeringkan, atau menyetrika, tetapi juga mencakup pemahaman dasar menjalankan usaha laundry.

“Kami membekali peserta mulai dari pemilihan tempat usaha, penggunaan mesin yang tepat, hingga pemilihan deterjen. Harapan kami, setelah pelatihan ini mereka benar-benar punya gambaran untuk membuka usaha sendiri,” jelasnya.

Salah satu peserta pelatihan mengaku termotivasi mengikuti program ini.
“Saya berusaha menyerap ilmu sebanyak-banyaknya karena yakin keterampilan ini akan sangat berguna ketika kembali ke masyarakat,” ungkapnya penuh semangat.

Dengan antusiasme tinggi para peserta, pelatihan laundry ini diharapkan menjadi bekal berharga yang mampu memotivasi Warga Binaan Lapas Tabanan untuk menata kehidupan baru yang lebih baik dan produktif setelah bebas nanti. (ana)

Menteri LH Sebut Tutupan Hutan Minim Hingga Sampah Jadi Pemicu Banjir Parah di Bali

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan di Sentra Mahatmiya, Sabtu (13/9/2025).
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan di Sentra Mahatmiya, Sabtu (13/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyoroti kondisi lingkungan di Bali yang kian mengkhawatirkan. Ia menyebut tutupan hutan di Pulau Dewata kini sangat minim yakni hanya 4 persen dan menjadi salah satu faktor pemicu banjir parah yang melanda beberapa wilayah Bali selatan.

Hal itu disampaikan Hanif saat berkunjung ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan di Sentra Mahatmiya, Sabtu (13/9/2025). Menurutnya, dari total 49 ribu hektare hutan di Bali, hanya sekitar 1.200 hektare yang masih memiliki tutupan vegetasi. “Maka kami harus mengubah detail rencana lanskap,” ujarnya.

Selain hutan yang minim, Hanif juga menekankan persoalan sampah yang hingga kini belum tertangani dengan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten. Timbunan sampah, kata dia, kerap menyumbat drainase dan menimbulkan banjir parah saat curah hujan tinggi.

“Kita harus mengubah total. Beberapa kebijakan provinsi juga terus kami monitor, mulai dari pelarangan air kemasan di bawah 1 liter, pengurangan sampah dari hulu, hingga pembatasan plastik sekali pakai. Semua komponen, baik masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun NGO, harus mendukung,” tegasnya.

Hanif turut menyoroti maraknya alih fungsi lahan di Bali. Menurutnya, konversi lahan pertanian harus dikendalikan meski pariwisata berkembang pesat. “Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi. Kalau memang diperlukan, kami siap turun melakukan pendekatan hukum dan penguatan tata lingkungan, karena posisi Bali ini perlu perhatian khusus,” katanya.

Untuk langkah jangka pendek, pemerintah pusat akan menyiapkan kajian lingkungan hidup strategis sebagai rujukan bagi pemerintah daerah di Bali. Hanif menegaskan, pihaknya tidak akan segan menempuh jalur hukum terhadap pelaku perusakan lingkungan.

“Kami juga tetap dalami jika ada hal yang menyebabkan kerusakan lingkungan, dan kami akan lakukan tindakan hukum,” tegasnya. (ana)

Bhakti Penganyar Jajaran Pemkab Tabanan di Pura Giri Salaka Alas Purwo

Bhakti penganyar di Pura Giri Salaka Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/9/2025).
Bhakti penganyar di Pura Giri Salaka Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan bhakti penganyar di Pura Giri Salaka Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Jumat (12/9/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Penyengker Hibah 2024 dari Pemkab Tabanan, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Hal tersebut menjadi simbol komitmen Pemkab Tabanan dalam menjaga dan melestarikan kawasan suci khususnya Pura Giri Salaka Alas Purwo sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dan kebudayaan yang ada. Saat itu juga menghadirkan persembahan seni dari Sekaa Gong, Sekaa Rejang Tridatu, serta Sekaa Santi.

Kehadiran unsur seni dan budaya tersebut menambah kekhidmatan suasana, sekaligus memperlihatkan perpaduan harmonis antara spiritualitas dan kearifan lokal. Sebelum mulai persembahyangan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, beserta Ny. Budiasih Dirga dan Ibu-ibu, istri dari Kepala Perangkat Daerah dan Ibu-ibu PKK, ngayah menari Rejang Tridatu dengan kompak dan semangat.

Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan. Beliau menegaskan, persembahyangan ini menjadi momentum penting untuk memanjatkan doa bersama bagi kerahayuan jagat dan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

“Ini menjadi simbol dalam rangka kita Pemerintah Kabupaten Tabanan ikut membangun penyengker madya mandala ini, pertanda ada piring dan keramik ini sebagai ciri khas Tabanan. Simbol keagungan sesuai seperti di era Majapahit,” ujar Bupati Sanjaya.

Ia juga berharap, melalui persembahyangan bhakti penganyar ini semakin memperkuat rasa kebersamaan, persaudaraan, dan keyakinan umat, serta memberikan energi positif bagi pembangunan di Alas Purwa dan tentunya di Kabupaten Tabanan.

Pemerintah Kabupaten Tabanan berkomitmen untuk senantiasa menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan, sesuai dengan nilai-nilai luhur yang diwariskan leluhur dan ajaran Tri Hita Karana.

Persembahyangan turut diikuti oleh Ketua DPRD dan beberapa anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Sekda, Para Asisten dan para Kepala Perangkat Daerah beserta staf, Pimpinan DTW Tanah Lot, Jatiluwih, Ulundanu, Perbekel se-Kabupaten Tabanan, PSN Tabanan serta unsur masyarakat.  (rls) 

Command Center Badung Diapresiasi Kemendagri, Dinilai Efektif Pantau Pascabencana

Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, saat mengunjungi Badung Command Center pada Kamis (11/9/2025).
Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, saat mengunjungi Badung Command Center pada Kamis (11/9/2025).

PANTAUBALI. COM, BADUNG – Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberikan apresiasi terhadap kinerja Command Center Kabupaten Badung yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Fasilitas ini dinilai memiliki peran penting dalam memantau kondisi pascabencana banjir sekaligus kesiapan posko tanggap darurat di wilayah Badung.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Dirjen Bina Pemdes Kemendagri, La Ode Ahmad P. Bolombo, saat mengunjungi Badung Command Center pada Kamis (11/9/2025).

Sebelum itu, rombongan Kemendagri lebih dulu meninjau lokasi banjir dan memantau aktivitas sistem keamanan lingkungan (siskamling) di sejumlah titik wilayah Badung.

Setelah rangkaian kunjungan lapangan, rombongan kemudian melanjutkan agenda ke Command Center. Dalam kesempatan tersebut, La Ode Ahmad menegaskan, keberadaan Command Center Pemkab Badung telah mendukung upaya penanganan bencana dengan lebih cepat, terukur, dan terkoordinasi.

“Kami melihat Command Center Badung mampu menjadi pusat informasi yang efektif, tidak hanya untuk memantau kondisi pascabencana, tetapi juga dalam mendukung koordinasi lintas sektor. Ini patut diapresiasi dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.

Sementara, Kepala Diskominfo Badung I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, menyampaikan terima kasih atas perhatian Kemendagri dan menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan fungsi Command Center, termasuk memperkuat sistem pemantauan bencana dan keamanan lingkungan berbasis digital. (jas)