Fragmentari “Jero Luh” Angkat Sejarah Mengwi, Duta Badung Pukau Penonton PKB XLVIII

Fragmentari "Jero Luh" Angkat Sejarah Mengwi, Duta Badung Pukau Penonton PKB XLVIII

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Duta Kabupaten Badung kembali mencuri perhatian pada rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Kali ini, Komunitas Seni Baturenggong dari Banjar Delod Bale Agung, Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, tampil dalam Utsawa (Parade) Gong Kebyar Dewasa di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Rabu (8/7/2026), dengan sajian yang memadukan tabuh, tari, dan fragmentari berbasis sejarah lokal.

Penampilan tersebut menyuguhkan tiga materi, yakni Tabuh Lima Lawas, tari kreasi Masepuh, serta fragmentari berjudul “Jero Luh”. Garapan terakhir menjadi sajian utama yang menarik perhatian penonton karena mengangkat kisah yang hidup dalam tradisi masyarakat Mengwi.

Komposer pertunjukan, I Made Adi Suyoga Adnyana, menjelaskan fragmentari Jero Luh terinspirasi dari kisah Si Luh Punggul, seorang parekan yang dikenal setia dan memiliki kesaktian. Tokoh tersebut merupakan bagian dari sejarah yang berkembang di lingkungan Puri Abiansemal dan memiliki keterkaitan dengan keberadaan tapel Rangda yang kini disungsung di Pura Dalem Mengwi.

Baca Juga:  Parkir Liar Puluhan Truk di Terminal Mengwi Ditertibkan, Dishub Siapkan Solusi Jangka Panjang

Dalam cerita yang ditampilkan, Si Luh Punggul dikisahkan menyampaikan permintaan terakhir agar tapel Rangda diletakkan di atas jasadnya sebelum meninggal dunia. Masyarakat kemudian meyakini roh Jero Luh menyatu secara niskala dengan tapel tersebut yang hingga kini masih disakralkan sebagai salah satu sesuhunan di Pura Dalem Mengwi.

Menurut Adnyana, pengangkatan kisah tersebut merupakan upaya memperkenalkan sejarah dan kearifan lokal Mengwi kepada masyarakat melalui media seni pertunjukan. Selain menjadi tontonan, fragmentari diharapkan mampu memperkuat pemahaman generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Baca Juga:  Parkir Liar Puluhan Truk di Terminal Mengwi Ditertibkan, Dishub Siapkan Solusi Jangka Panjang

Ia mengungkapkan proses persiapan pertunjukan berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Sejak Januari, para seniman menjalani latihan intensif untuk memadukan unsur tabuh, tari, dan dramatari agar menghasilkan sajian yang utuh di panggung PKB.

Adnyana juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pembinaan seni dan budaya. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi motivasi bagi komunitas seni untuk terus berkarya sekaligus menjaga kelestarian tradisi.

Baca Juga:  Dishub Badung Bentuk Tim Gabungan Berantas Parkir Liar di Terminal Mengwi

Meski demikian, ia berharap ruang kreativitas bagi generasi muda terus diperluas. Kesempatan bagi komposer, koreografer, maupun penabuh muda dinilai penting untuk melahirkan regenerasi seniman yang mampu mengembangkan potensi budaya lokal tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

Melalui penampilan tersebut, Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan bahwa kekayaan sejarah lokal dapat dikemas menjadi karya seni pertunjukan yang menarik sekaligus edukatif. Panggung PKB pun kembali menjadi ruang untuk memperkenalkan identitas budaya Bali kepada masyarakat luas melalui kreativitas para senimannya. (rls/kmfdbg)