Polda Bali Gandeng Pertamina dan Hiswana Migas, Perketat Distribusi BBM-LPG agar Tepat Sasaran

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Polda Bali melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) memperkuat pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan LPG dengan menggandeng Hiswana Migas DPC Bali serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Bali.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan koordinasi bertema penguatan peran lembaga penyalur BBM dan LPG agar tepat sasaran, tepat manfaat, serta sesuai regulasi. Kegiatan berlangsung di kawasan Duta Orchid Garden, Denpasar Timur, Rabu (29/4/2026).

Direktur Intelkam Polda Bali, Kombes Pol Andy Ervyn, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas distribusi energi, khususnya BBM dan LPG bersubsidi.

Baca Juga:  Diduga Investor Bodong, Tiga WN Ghana Diamankan Imigrasi Denpasar

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa kondisi ketersediaan BBM dan LPG di Bali saat ini relatif aman dan terkendali. Distribusi berjalan lancar dengan dukungan pasokan dari dalam negeri maupun impor yang disalurkan melalui terminal utama di wilayah Manggis dan Pesanggaran.

Selain itu, jaringan distribusi dinilai cukup kuat dengan dukungan infrastruktur seperti SPBU, SPBE, Pertashop, serta agen LPG yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.

Baca Juga:  Diduga Investor Bodong, Tiga WN Ghana Diamankan Imigrasi Denpasar

Namun demikian, terdapat dinamika konsumsi energi yang menjadi perhatian, terutama penurunan penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar, sementara permintaan LPG subsidi justru meningkat. Kondisi ini mendorong perlunya pengawasan lebih ketat agar penyaluran tetap tepat sasaran.

Sebagai upaya pengendalian, Pertamina telah menerapkan sistem QR Code melalui program Subsidi Tepat untuk memastikan distribusi BBM subsidi lebih terkontrol. Pengawasan juga dilakukan secara rutin melalui monitoring di SPBU, termasuk pengecekan kualitas dan kuantitas BBM.

Baca Juga:  Diduga Investor Bodong, Tiga WN Ghana Diamankan Imigrasi Denpasar

Dalam forum tersebut juga dibahas potensi penyalahgunaan, seperti penggunaan surat rekomendasi secara tidak semestinya untuk transaksi berulang. Praktik ini dinilai berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu dan perlu diantisipasi bersama.

Selain pengawasan, pendekatan persuasif kepada masyarakat juga terus dilakukan, termasuk imbauan untuk menjaga integritas dalam proses distribusi energi.

Melalui sinergi antara kepolisian, pelaku usaha, dan penyedia energi, diharapkan distribusi BBM dan LPG di Bali semakin transparan, tepat sasaran, serta mampu mencegah berbagai potensi penyimpangan demi menjaga ketahanan energi daerah. (tim)