PANTAUBALI.COM, TABANAN – Didik Haryono (28), seorang buruh proyek villa di Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, yang menjadi korban pengeroyokan orang tak di kenal pada Jumat (8/9/2023) malam dalam keadaan kritis.
Kini, pria asal Desa Pangereman, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Sanglah, Denpasar.
“Korban ada di rumah Sakit Sanglah. Kondisinya kritis akibat beberapa luka tusuk di bagian dada hingga kepala,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tabanan AKP Arung Wiratama, Sabtu (9/9/2023).
Dia menyebut, berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan para saksi diperkirakan korban dikeroyok oleh tiga hingga empat orang.
Selain itu, sebelum pengeroyokan terjadi, para pelaku sempat melakukan pesta miras di sekitar tempat kejadian.
“Namun, kronologi sebenarnya belum dapat dipastikan karena masih memeriksa saksi-saksi,” ucapnya.
AKP Arung menambahkan, dari hasil olah TKP belum ditemukan senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban. Namun, ditemukan satu barang bukti berupa motor yang diduga milik pelaku.
“Barang bukti lain belum kami temukan,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, peristiwa pengeroyokan dialami Didik Haryono oleh orang tak dikenal terjadi di sebuah proyek villa di Banjar Tegal Kepuh, Desa Kaba-Kaba, Kecamatan Kediri, Tabanan, sekitar pukul 21.00 WITA.
Kejadian tersebut diketahui oleh dua rekan kerja korban bernama Sumaan (38) dan Ringga Andika Putra (21).
Kemudian, mereka melaporkan peristiwa penganiaaan tersebut ke kepala wilayah (kawil) setempat I Putu Agus Indra Jaya (33).
Kejadian tersebut lantas dilaporkan ke Polsek Kediri dan Babinkamtibnas untuk penanganan lebih lanjut. Korban lalu dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. (ana)

































