- Advertisement -
Beranda blog Halaman 97

Ketua DPRD Tabanan Harap Moratorium Pembangunan di Bali Tegas dan Konsisten

Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa.
Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa mendukung penuh keputusan Gubernur Bali Wayan Koster terkait moratorium pembangunan hotel, vila, restoran, dan usaha sejenis di lahan produktif serta wilayah resapan air.

Menurutnya, kebijakan ini akan berdampak positif dalam menekan maraknya bangunan liar, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di Tabanan.

“Pada prinsipnya saya sangat setuju. Namun dalam penerapannya, bukan hanya sebatas aturan. Harus konsisten dalam penegakan,” tegas Arnawa, Kamis (18/9/2025).

Ia menilai, moratorium ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat implementasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), terutama dalam mempertahankan lahan sawah dilindungi (LSD). Karena itu, Arnawa mendorong pemerintah daerah segera menuntaskan penyusunan RDTR di seluruh wilayah Tabanan.

“Target kami satu sampai dua bulan sudah selesai karena ini menyangkut kelangsungan pembangunan dan pertanian. Saya sangat atensi sekali,” ujarnya.

Arnawa menegaskan DPRD Tabanan akan ikut mengawasi pelaksanaan moratorium tersebut. Agar jangan sampai banyaknya bangunan yang berdiri di sempadan sungai seperti sekarang semakin marak terjadi, yang menurutnya turut menjadi pemicu bencana di Bali.

“Ini tidak boleh dibiarkan lagi. Kami akan pastikan pengawasan berjalan ketat agar aturan benar-benar ditegakkan,” tandasnya. (ana)

Bupati Tabanan Dukung Pemprov Bali Moratorium Pembangunan di Lahan Produktif

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Provinsi Bali resmi mengumumkan moratorium pembangunan hotel, vila, restoran, dan usaha sejenis di lahan produktif serta wilayah resapan air.

Kebijakan itu disampaikan langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster usai rapat gabungan bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq, Bupati Badung, Wali Kota Denpasar, serta jajaran Forkopimda Provinsi Bali, Sabtu (14/9/2025).

Menanggapi hal tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyatakan dukungannya. “Saya sangat setuju sepanjang itu sesuai dengan aturan dan regulasi yang berlaku,” ujarnya usai mengikuti rapat Paripurna di DPRD Tabanan, Kamis (18/9/2025).

Bupati dua periode itu menegaskan pemerintah kabupaten akan selalu mengikuti aturan yang berlaku di tingkat provinsi maupun pusat, termasuk Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan regulasi lainnya. “Di kabupaten, kami selalu menyesuaikan dengan aturan provinsi dan pusat,” tegasnya.

Kebijakan moratorium ini ditempuh sebagai langkah strategis pasca bencana banjir yang menewaskan 18 orang di Bali. Selain itu, kondisi lingkungan di Pulau Dewata dinilai semakin memprihatinkan akibat masifnya alih fungsi lahan.

Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq bahkan menyebut tutupan atau vegetasi hutan di Bali kini kurang dari 4 persen. Kondisi paling disoroti ada di daerah aliran sungai (DAS) Ayung yang melintasi Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Dari total 49.500 hektare, hanya sekitar 1.500 hektare atau 3 persen yang masih memiliki tutupan hutan. (ana) 

Wujudkan Bali Bersih, Putri Koster Ajak Warga Ngrombo Urusan Sampah

Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, mengajak masyarakat untuk ngrombo atau bergotong royong menata dan mengelola sampah demi menjaga kebersihan lingkungan.

Ajakan tersebut ia sampaikan dalam kegiatan sosial Menyapa dan Berbagi yang digelar di Wantilan Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Rabu (17/9/2025).

Program rutin yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Wayan Koster ini dihadirkan sebagai wadah koordinasi, silaturahmi, sekaligus kesempatan menyapa masyarakat secara langsung.

Sebanyak 50 penerima manfaat hadir dalam kegiatan ini, terdiri dari balita, ibu hamil, lansia, penyandang disabilitas, serta kader PKK. Bantuan yang disalurkan meliputi susu bayi, susu lansia, telur, beras, vitamin, dan paket kesehatan. Dinas Kesehatan Provinsi Bali juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis serta penyuluhan pencegahan stunting.

Ny. Putri Koster menegaskan, pengelolaan sampah harus dilakukan sejak dari rumah tangga. “Mari kita ngrombo urusan sampah dan urusan kebersihan. Sampah organik yang jumlahnya 65 persen harus selesai di rumah tangga dan desa adat, sementara sisanya bisa dikelola di TPS3R dan TPST,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa desa adat memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan Bali. “Jika desa bersih, maka Bali pasti bersih. Tidak boleh ada desa yang mengotori desa lainnya,” tambahnya.

Selain isu sampah, Ny. Putri Koster juga menyoroti pentingnya transformasi Posyandu sesuai amanat Permendagri Nomor 13. Menurutnya, Posyandu kini tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), antara lain pendidikan, sosial, pekerjaan umum, ketenteraman, dan perlindungan masyarakat.

“Posyandu bukan hanya sekadar menimbang bayi. Data tumbuh kembang anak yang diperoleh sangat penting untuk pencegahan stunting,” jelasnya. Ia juga mengingatkan bahwa pada 26 September mendatang akan digelar pertemuan akbar Tim Posyandu se-Bali.

Apresiasi juga datang dari Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, yang menyatakan bahwa kehadiran Ibu Putri Koster memberi semangat bagi warganya. “Kami akan terus bersinergi antara kabupaten dan provinsi, terutama dalam penanganan sampah dan penguatan Posyandu,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan sendiri telah mengalokasikan anggaran untuk pembuatan lubang biopori bagi 2.000 rumah tangga guna mengatasi masalah sampah dari bawah. Selain itu, Tabanan memiliki 832 Posyandu yang sudah ber-SK dan dilengkapi standar pelayanan minimal yang terus dibina agar pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Nyoman Gede Anom, menekankan pentingnya penanganan stunting sejak dini, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. “Remaja putri tidak boleh kekurangan gizi dan zat besi agar kelak melahirkan generasi yang sehat dan cerdas,” ujarnya.

Melalui kegiatan Menyapa dan Berbagi, TP PKK Provinsi Bali kembali meneguhkan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat, memberikan manfaat nyata, serta menggerakkan keluarga dan desa dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkualitas. (rls)

Koster Buka Suara soal Iuran Donasi ASN: Itu Sukarela

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menepis kabar yang menyebut Aparatur Sipil Negara (ASN) diwajibkan membayar iuran untuk korban banjir. Menurutnya, dana tersebut bersifat gotong royong dan sukarela.

“Itu dana gotong royong sukarela. Kalau mau ikut silakan, kalau nggak juga nggak apa-apa,” kata Koster di Denpasar, Kamis (18/9).

Koster mencontohkan bantuan yang sudah masuk, di antaranya dari OJK sebesar Rp100 juta, BPD Bali Rp200 juta, serta iuran sukarela pegawai BPD yang mencapai Rp400 juta. Ia menilai wajar jika nominal berbeda-beda, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

“Ada yang hasilnya banyak, Kepala Dinas, kayak saya, Rp50 juta ngasi, kan ada kerelaan saja. Kalau nggak segitu juga nggak apa-apa, nggak juga nggak masalah,” ujarnya.

Soal adanya Surat Keputusan (SK) atau aturan resmi, Koster menegaskan tidak ada. “Gak perlu SK, ngapain ribet? Itu juga OJK sama BPD ngasih bantuan nggak pakai SK, nggak pakai permintaan, iya, semua juga gotong royong. Kalian juga kalau mau gotong royong bagus, gitu,” tegasnya.

Terkait wacana penggunaan dana Pungutan Wisatawan Asing (PWA) untuk penanggulangan bencana, Koster menegaskan dana tersebut hanya untuk program budaya, lingkungan, dan desa adat. “PWA itu khusus untuk budaya dan lingkungan, termasuk desa adat. Jadi tidak bisa dipakai ke yang lain,” jelasnya.

Dengan klarifikasi ini, Koster berharap polemik iuran ASN segera mereda. “Donasi adalah wujud solidaritas dan rasa kemanusiaan, bukan kewajiban,” tutupnya. ra

Kemiskinan di Badung Turun, Triwulan I 2025 Tercatat 1,9 Persen

Rakor Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Badung Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (17/9/2025). 
Rakor Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Badung Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (17/9/2025). 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kabupaten Badung mencatat tren positif dalam penurunan angka kemiskinan. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pada Triwulan I tahun 2025 angka kemiskinan di Badung turun menjadi 1,9 persen, atau berkurang 0,4 persen dari posisi 2024 sebesar 2,3 persen.

Capaian ini menempatkan Badung sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di tingkat provinsi maupun nasional.

Capaian tersebut terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Badung Tahun 2025 yang digelar di Ruang Rapat Kriya Gosana, Puspem Badung, Rabu (17/9/2025).

Rapat dipimpin oleh Plt. Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dr. I Wayan Wijana, mewakili Wakil Bupati Badung selaku Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Badung, didampingi Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya sebagai Sekretaris TKPK, dan Kepala BPS Badung Komang Bagus Pawastra.

Dalam laporannya, Sekretaris TKPK I Made Wira Dharmajaya menegaskan, bahwa tren positif ini menjadi sinyal baik bagi upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di Badung.

“Di triwulan pertama 2025, angka kemiskinan di Badung tercatat sebesar 1,9 persen dan menjadi yang terendah di Indonesia. Kami berharap capaian ini terus menurun. Karena itu, rapat koordinasi ini digelar sebagai upaya mengevaluasi seluruh program agar kemiskinan di Badung dapat ditekan seminimal mungkin,” ujarnya.

Terlebih lagi, Pemerintah Kabupaten Badung juga telah menyusun Rencana Penanggulangan Kemiskinan 2025–2029, dilengkapi Rencana Aksi 2025 yang merumuskan kebijakan, strategi, serta program lintas bidang. Strategi tersebut meliputi pengurangan beban pengeluaran masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, air bersih, hunian layak, serta perlindungan sosial.

Peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat, melalui stabilisasi harga kebutuhan pokok, akses pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan kelompok tani dan nelayan, dukungan UMKM, serta kemudahan permodalan usaha. Terakhir penurunan kantong-kantong kemiskinan, antara lain dengan peningkatan akses air bersih, santiasi, hunian layak, dan sarana pertanian.

Lebih lanjut, Wira Dharmajaya menegaskan, seiring pertumbuhan ekonomi daerah, serta didukung oleh kolaborasi sinergi antara perangkat daerah, pemerintah Desa/Kelurahan, forum TJSP dan stake holder terkait, pihaknya optimis angka kemiskinan di Badung dapat ditekan lebih rendah.

“Kesejahteraan masyarakat Badung akan terus meningkat jika tren positif ini bisa dipertahankan,” tutupnya. (jas) 

TabananPeringkat 6 di Porprov Bali 2025 dengan Raihan 128 Medali

Penutupan Porprov Bali XVI pada Rabu (17/9/2025).
Penutupan Porprov Bali XVI pada Rabu (17/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XVI resmi ditutup pada Rabu (17/9/2025) di Gelanggang Olahraga Lila Bhuana, Denpasar oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, Dr. KN Boy Jayawibawa.

Pada gelaran kali ini, Kontingen Kabupaten Tabanan berhasil menorehkan prestasi dengan mengumpulkan 25 emas, 34 perak, dan 69 perunggu sehingga total medali yang diraih mencapai 128 keping.

Dengan hasil tersebut, Tabanan menempati posisi peringkat ke-6 klasemen akhir, sesuai dengan target yang diproyeksikan secara rasional oleh KONI Tabanan.

Adapun medali emas disumbangkan dari cabang olahraga atletik, biliar, binaraga, dancesport, esport, panahan, pencak silat, petanque, selancar ombak, tarung derajat, woodball, wushu, dan xiangqi.

Untuk medali perak, Tabanan meraih 34 medali perak yang datang dari angkat besi, atletik, biliar, dancesport, esport, gateball, golf, judo, kempo, motor, panahan, pencak silat, petanque, sepeda, tarung derajat, woodball, dan wushu.

Sementara itu, raihan 69 medali perunggu disumbangkan oleh cabang olahraga akuatik/renang, angkat berat, atletik, biliar, binaraga, bola tangan, bola voli, bulutangkis, dancesport, gateball, golf, judo, karate, kempo, menembak, muaythai, panahan, pencak silat, petanque, rugby, selam, sepak bola, sepeda, taekwondo, tarung derajat, tinju amatir, woodball, wushu, dan yongmoodo.

Dari seluruh capaian tersebut, wushu menjadi penyumbang medali terbanyak dengan total 16 medali, diikuti petanque dengan 11 medali, dan dancesport dengan 10 medali.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas capaian para atlet Tabanan. Menurutnya, hasil ini menunjukkan kerja keras para atlet, pelatih, serta dukungan penuh dari KONI Tabanan yang mampu mewujudkan target dengan presisi.

“Capaian kali ini presisi dengan target yang diproyeksikan, dan pada Porprov mendatang kita akan optimalkan lagi agar Tabanan semakin baik” ujar Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Ketua KONI Tabanan sekaligus penanggung jawab Kontingen Tabanan pada Porprov 2025, I Made Nurbawa, juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan para atlet. Menurutnya, raihan 128 medali ini diraih dengan kekuatan penuh dari atlet asli putra-putri Tabanan.

“Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi sekaligus motivasi untuk Porprov 2027 di Buleleng nanti, agar peringkat kontingen Tabanan bisa meningkat dan prestasi yang diraih lebih optimal,” ujar Nurbawa.

Dengan berakhirnya Porprov Bali XVI, semangat kompetisi dan kebersamaan yang terjalin diharapkan dapat menjadi energi positif dalam pembinaan olahraga di Tabanan. Pemerintah daerah bersama KONI Tabanan berkomitmen terus mengoptimalkan pembinaan atlet demi prestasi yang lebih baik di masa mendatang. (ana)

Bupati Sanjaya Tinjau Dampak Bencana Cuaca Ekstrem di Desa Banjar Anyar Kediri

Bupati Tabanan bersama jajaran tinjau dampak banjir di Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu, (17/9/2025).
Bupati Tabanan bersama jajaran tinjau dampak banjir di Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu, (17/9/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama jajaran Pemkab Tabanan meninjau langsung lokasi bencana akibat cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Rabu, (17/9/2025).

Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan tersebut mengakibatkan sejumlah kerusakan pada infrastruktur dan rumah warga. Dalam peninjauan itu, Bupati Sanjaya sekaligus memastikan kondisi masyarakat, serta memberikan bantuan kepada warga sekitar yang terdampak.

Kegiatan peninjauan ini juga turut dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan, Organisasi Masyarakat, Perbekel serta tokoh masyarakat setempat, di mana hal tersebut menunjukkan sinergi lintas sektor dalam memastikan bantuan tersampaikan tepat sasaran.

Sebanyak 60 paket bantuan diberikan langsung kepada 60 kepala keluarga (KK) terdampak. Paket bantuan berisi sembako seperti beras, mie instan, minyak goreng, serta perlengkapan mandi berupa sampo, pasta gigi, dan sikat gigi.

Selain itu, Bupati Sanjaya juga menyalurkan alat-alat tidur, seperti matras, selimut, serta tikar untuk meringankan beban warga. Sekaligus, ia menyampaikan kehadirannya bukan hanya sekadar memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, tetapi juga bagaimana kedepannya untuk memastikan adanya solusi jangka panjang, sehingga masyarakat aman, tenang dan nyaman.

“Saya hadir di tengah-tengah masyarakat terdampak akibat banjir bandang tanggal 10 September 2025 lalu, kami di awal sudah turun di beberapa titik dan hari ini khusus datang ke Desa Sanggulan, Desa Banjar Anyar, untuk memastikan langsung kondisi warga,” ucapnya.

Sanjaya juga mengajak seluruh element masyarakat untuk menjaga lingkungan. Dalam hal, jangan membuang sampah sembarangan serta menjaga lingkungan sekitar tetap bersih terjag dari sampah, terutama sampah plastik.

Sanjaya juga berpesan kepada Perbekel beserta jajaran, Bendesa adat untuk selalu memantau dan mengedukasi masyarakat. Pihaknya tidak ingin kejadian serupa terulang kembali.

“Ada sembako dan juga matras dan selimut sementara. Semua hadir di sini dengan tujuan memastikan biar tahun depan tidak seperti ini lagi. Tahun depan wajib ada jembatan, supaya tidak lagi ada kejadian seperti ini,” tegasnya.

Selain itu, Sanjaya juga mendorong percepatan langkah teknis melalui penyusunan proposal perbaikan wilayah. Menurutnya, hal ini penting agar upaya rehabilitasi bisa segera terlaksana. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat, diharapkan bencana banjir dapat diminimalisir dan masyarakat lebih terlindungi di masa mendatang.

Untuk mendukung langkah pencegahan, Pemkab Tabanan berencana melakukan pemetaan sungai secara menyeluruh. “Akan kami susuri sungai-sungai ini dengan drone sehingga bisa terlihat secara menyeluruh,” tutupnya. (ana)

Turis Jerman Jadi Korban Jambret di Kuta Utara, Pelaku Ternyata Investor Nigeria

Polres Badung merilis hasil Operasi Sikat Agung.
Polres Badung merilis hasil Operasi Sikat Agung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Aksi penjambretan menimpa turis Jerman berinisial EZ (23) di Jalan Tegal Cupek, Kuta Utara, Sabtu (8/9) sore. Ponsel iPhone senilai Rp19 juta yang sedang digenggam korban dirampas seorang pria asing yang melintas dengan sepeda motor.

Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, menjelaskan pelaku diketahui berinisial CCI (35), warga negara Nigeria. “Korban juga sama-sama WNA,” ujarnya, Rabu (17/9).

Berdasarkan laporan korban, tim opsnal Polsek Kuta Utara melakukan penyelidikan dan menangkap CCI di tempat tinggalnya di Desa Dalung pada 14 September. Polisi masih mendalami kemungkinan pelaku terlibat jaringan kriminal internasional.

Dalam kesempatan terpisah, Polres Badung merilis hasil Operasi Sikat Agung yang berhasil mengungkap 21 kasus kejahatan dengan 23 pelaku diamankan. Salah satunya, seorang buruh proyek bernama Slamet Arifin (38), yang mencuri sepeda motor milik petani berusia 71 tahun di Mengwi. Saat ditangkap, Slamet melawan sehingga petugas terpaksa melumpuhkannya dengan tembakan di kaki.

Kasat Reskrim Polres Badung, Iptu Azarul Ahmad, menegaskan kasus kejahatan jalanan masih didominasi pencurian kendaraan bermotor.

“Motif kebanyakan ekonomi. Namun siapa pun pelakunya, baik lokal maupun asing, tetap akan ditindak tegas,” tegasnya. RA

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Sambut Aksi Sosial “Menyapa dan Berbagi” di Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyambut hangat kehadiran Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dalam program unggulan aksi sosial “Menyapa dan Berbagi” tahun 2025 di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dipusatkan di Wantilan Kantor Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (17/9/2025).

Turut hadir Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, jajaran kepala perangkat daerah terkait Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, pengurus TP PKK Provinsi Bali dan Kabupaten Tabanan, Perbekel Desa Buruan, serta jajaran pengurus TP PKK Kecamatan Penebel.

Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan sosial yang berorientasi langsung pada masyarakat. Kegiatan aksi sosial di Tabanan yang dilaksanakan di Desa Buruan, menghadirkan 50 penerima bantuan. Mereka terdiri dari 10 balita, 10 ibu hamil, 10 penyandang disabilitas, 10 lansia, dan 10 kader PKK yang membutuhkan.

Para penerima bantuan berasal dari tiga desa, yakni 45 orang dari Desa Buruan, 3 orang dari Desa Penebel, dan 2 orang dari Desa Pitra. Bantuan yang disalurkan cukup beragam. Di antaranya 50 Paket Gemarikan berisi ikan dan olahan, bibit cabai serta tanaman, paket multivitamin, dan paket bahan pokok berupa beras 30 kg, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Paket bantuan diserahkan langsung oleh Ny. Putri Suastini Koster kepada para penerima. Dalam sambutannya, Ia menegaskan pentingnya turun langsung ke kabupaten-kabupaten untuk menyapa masyarakat. Selain itu, juga mampu meningkatkan sinergi untuk kepentingan bersama.

“Kegiatan ini sejak awal sudah saya jalankan, agar koordinasi dan sinergi dengan pemerintah kabupaten berjalan baik. Melihat kondisi masyarakat secara nyata sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menambahkan, perannya sebagai Ketua TP PKK sekaligus Ketua Pembina Posyandu Provinsi Bali sangat penting untuk mendukung enam bidang yang menjadi prioritas. Bidang tersebut mencakup pendidikan, kesehatan, sosial, perumahan rakyat dan pekerjaan umum, ketertiban, serta keamanan.

“Kami membimbing kader-kader agar kapasitas mereka meningkat, sehingga kesejahteraan masyarakat juga terangkat,” jelas Ny. Putri Koster. Sekaligus berpesan terhadap pengelolaan sampah bersama-sama mulai dari rumah tangga, dengan memisahkan sampah basah untuk dijadikan kompos dan gunakan teba modern bagi sampah kering.

Menyambut arahan Ny. Putri Suastini Koster, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, menyampaikan apresiasinya atas kehadirannya dan jajaran di Kabupaten Tabanan, sembari memberikan perhatian kepada masyarakat. Pihaknya juga menyampaikan, program sosial juga rutin dilakukan oleh pihaknya yang sejalan dengan arahan Provinsi.

“Sejalan dengan program TP PKK Provinsi Bali, kami juga melaksanakan aksi sosial Menyapa dan Berbagi di seluruh kecamatan secara berkesinambungan setiap tahun,” ungkapnya.

Ia melaporkan, TP PKK Kabupaten Tabanan juga aktif melakukan aksi sosial dan sosialisasi dalam mendukung program posyandu dengan enam SPM (Standar Pelayanan Minimal). Hal itu dilakukan secara rutin sesuai program-program yang ada di PKK Kabupaten Tabanan.

“Telah terbentuk Pokja Posyandu 6 SPM di 832 posyandu di seluruh Tabanan. Selain itu, kami juga telah menyalurkan 2000 pelubang dan penutup lubang biopori sebagai dukungan terhadap program pengelolaan sampah berbasis sumber,” jelas Bunda Rai.

Berbagai bantuan bermanfaat disalurkan saat itu, mulai dari bantuan pangan, pelayanan kesehatan, demo masak, pembagian kacamata gratis, hingga vaksin rabies yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di Desa. Bunda Rai menegaskan, kegiatan semacam ini memiliki dampak yang nyata bagi masyarakat Tabanan.

“Harapan kami, kegiatan ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang, sehingga semakin berdampak bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan sosial ini ditutup dengan penyerahan simbolis bantuan kepada perwakilan penerima, serta kunjungan langsung ke posyandu desa setempat. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, terutama dari para ibu hamil dan kader PKK yang merasa terbantu dengan dukungan yang diberikan.

Program “Menyapa dan Berbagi” menjadi bukti komitmen TP PKK sebagai garda terdepan mewujudkan keluarga sejahtera, sehat, dan mandiri. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan demo memasak oleh Bali Chef Community serta pelayanan vaksinasi rabies yang digelar di Halaman Kantor Desa Buruan. (rls)

Usulan Koster ke Pusat: Menkes Siap Bantu Alkes RSUD Wangaya, Menteri Hukum Dukung Pemindahan LP Kerobokan

mulai dari bantuan alat kesehatan untuk RSUD Wangaya Denpasar hingga rencana pemindahan Lapas Kerobokan ke Kabupaten Bangli.
mulai dari bantuan alat kesehatan untuk RSUD Wangaya Denpasar hingga rencana pemindahan Lapas Kerobokan ke Kabupaten Bangli.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster terus bergerak cepat membawa aspirasi masyarakat Bali pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.

Usai turun langsung membantu korban, Koster terbang ke Jakarta untuk menyampaikan sejumlah usulan kepada kementerian terkait, mulai dari bantuan alat kesehatan untuk RSUD Wangaya Denpasar hingga rencana pemindahan Lapas Kerobokan ke Kabupaten Bangli.

Gubernur Bali dua periode ini tak ingin sejumlah persoalan, termasuk bencana banjir bandang sungai Tukad Badung terulang. Koster juga hadir di hadapan pemerintah pusat membawa aspirasi seluruh krama Bali, termasuk korban banjir dan permohonan perbaikan infrastruktur di Kota Denpasar. Aspirasi warga Kota Denpasar yang disampaikan Walikota IGN Jaya Negara dibawa oleh Koster ke hadapan sejumlah menteri.

Para menteri-menteri merespon positif usulan visioner Gubernur Koster yang bergerak cepat dan tepat ingin memperbaiki Bali. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerima usulan Gubernur Koster terkait bantuan alat kesehatan (Alkes) untuk RSUD Wangaya pasca dihantam banjir bandang.

Pertemuan Gubernur Koster dan Menkes Budi Sadikin berlangsung Selasa 16 September 2025 di Jakarta. Pertemuan ini, setelah Koster menemui sejumlah menteri pada Senin 15 September 2025.

“Saya menemui Pak Menkes. Dalam kesempatan ini kami mohon bantuan Alkes untuk RSUD Wangaya Denpasar yang rusak akibat banjir. Kami membawa usulan Walikota Denpasar,” kata Koster.

Gubernur Bali dua periode ini menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat dan menteri kesehatan, karena akan membantu alkes tersebut. Menteri juga akan bertolak ke Bali dalam waktu dekat. Ia ingin melihat dari dekat kondisi Bali pasca banjir. “Dan beliau menyampaikan minggu depan akan berkunjung ke Bali,” tambah Koster.

Selain membawa aspirasi dari Denpasar, Gubernur Koster juga membawa aspirasi Pemkab Badung. Koster berkesempatan bertemu dengan Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas di Jakarta.

Dalam pertemuan ini, Koster menyampaikan usulan dari Pemkab Badung agar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan dipindahkan ke Kabupaten Bangli. Menteri Andi Agtas memberi respon positif dan mendukung usulan tersebut.

“Pertemuan dengan Pak Menteri Hukum, kami mengajukan usulan pemindahan LP Kerobokan ke Bangli yang ditawarkan Bupati Badung. Pak Menteri sangat mendukung,” jelas Koster.

Selain menemui, menkes dan menteri Hukum, Koster juga berkesempatan berdialog dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus. Pertemuan berlangsung sekira pukul 12.00 WIB.

Dalam pertemuan ini, Koster menyatakan telah mengajukan usulan pembangunan infrastruktur prioritas tahun 2026 dan normalisasi tukad Badung, tukad Unda, dan tukad lain pasca banjir.

“Ketua Komisi V DPR RI sangat mendukung akan dibahas di komisi V dalam Raker dengan Menteri PU serta meminta agar Menteri PU segera berkunjung ke Bali,” jelas Koster.

Kemudian, Gubernur Koster juga berkesempatan bertemu dengan Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh. Dihadapan beliau, Koster menyampaikan terkait permohonan dukungan ke Kementerian Imigrasi terkait optimalisasi Pungutan Wisatawan Asing (PW). Kepala BPKP merespons postifi dan telah berkoordinasi dengan Menko Hukum,Ham,dan Imigrasi Pemasyarakatan. (rls)