- Advertisement -
Beranda blog Halaman 9

Bentuk Karakter Pemimpin, Ketua GOW Badung Bekali Finalis Jegeg Bagus 2026

Ketua GOW Badung, Yunita Oktariani Alit Sucipta menjadi narasumber dalam kegiatan Pra Karantina Pemilihan Duta Pariwisata (Jegeg Bagus) di Ruang Sapta Pesona Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Sabtu (21/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Yunita Oktariani Alit Sucipta menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Pra Karantina Pemilihan Duta Pariwisata (Jegeg Bagus) Kabupaten Badung Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Sapta Pesona Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Sabtu (21/2/2026).

 

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi Pemilihan Duta Pariwisata Jegeg Bagus Kabupaten Badung yang bertujuan membekali para peserta dengan pengetahuan, wawasan, serta keterampilan sebelum memasuki tahap karantina.

 

Dalam kesempatan tersebut, Yunita Alit Sucipta menyampaikan materi tentang kepemimpinan. Ia menekankan pentingnya karakter, integritas, kemampuan komunikasi, serta tanggung jawab sosial yang harus dimiliki oleh seorang Duta Pariwisata. Menurutnya, seorang Jegeg dan Bagus tidak hanya dituntut memiliki penampilan menarik, tetapi juga harus mampu menjadi role model generasi muda serta berperan aktif dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya daerah. “Melalui literasi dan materi yang diberikan hari ini, saya berharap adik-adik finalis mampu menerapkan nilai-nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari. Paling tidak, mampu memimpin diri sendiri dengan arah, visi, dan tanggung jawab yang jelas,” ujarnya.

 

Pada sesi evaluasi dan pendalaman materi, ia juga mengajukan sejumlah pertanyaan kepada para finalis. Dua peserta dengan nilai tertinggi, masing-masing satu pria dan satu wanita, mendapatkan apresiasi berupa uang tunai sebesar Rp 500.000.

Ketua GOW Badung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Badung serta seluruh panitia Pemilihan Jegeg Bagus Badung yang telah mengundangnya sebagai narasumber dalam pembekalan finalis Tahun 2026.

 

Ia pun berharap para finalis mampu menjadi pemimpin di lingkungan keluarga, masyarakat, hingga kelak menjadi pemimpin di daerah yang dicintai. “Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai juara adalah putra-putri terbaik Jegeg Bagus Badung yang memiliki kompetensi luar biasa—bukan hanya cantik dan tampan secara fisik, tetapi juga memiliki kecerdasan (brain) serta sikap dan perilaku yang baik (behavior) sebagai generasi muda yang membanggakan,” tambahnya.

 

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, l Nyoman Rudiarta beserta jajaran dan para peserta Duta Pariwisata Jegeg Bagus Kabupaten Badung Tahun 2026. (rls)

Ketua TP. PKK Badung Hadiri Cek Kesehatan Gratis dan Serahkan Bantuan Sosial

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Klinik Permana bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Kuta Utara di Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Sabtu (21/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak (TP.) PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menghadiri acara Cek Kesehatan Gratis yang diselenggarakan oleh Klinik Permana bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Kuta Utara di Banjar Kesambi, Kelurahan Kerobokan, Kuta Utara, Sabtu (21/2/2026).

Selain kegiatan Cek Kesehatan, ada juga kegiatan Posyandu dan kegiatan ini merupakan rangkaian Ulang Tahun Klinik Permana Ke-8.

 

Pada kesempatan ini, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga mengunjungi rumah penyandang disabilitas seraya menyerahkan paket sembako kepada Alit Widi Astuti (50), Ni Putu Ayu Sapta Gayatri (11), Kadek Yudik Adi Artawan (20) dan menyerahkan Cane atau tongkat alat bantu jalan kepada Ni Putu Purwati (79). Selain itu juga, Rasniathi juga melaksanakan kuis tanya jawab yang diikuti oleh seluruh peserta cek kesehatan gratis, sebagai upaya untuk mensosialisasikan program-program PKK, Posyandu, K3S dan lainnya.

 

Rasniathi dalam sambutannya menyampaikan bahwa TP. PKK Badung juga rutin mengadakan kegiatan cek kesehatan dan kegiatan sosial lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Kegiatan Cek kesehatan ini merupakan hal yang sangat penting terutama bagi para Lansia.

 

“Cek kesehatan ini merupakan hal yang penting, untuk dapat mendeteksi atau mengetahui penyakit apa yang ada di dalam tubuh kita. Karena ada beberapa penyakit yang tidak ada gejalanya. Jika kita bisa mengetahui secara dini penyakit di tubuh kita, kita bisa secara cepat untuk mengobatinya. Terutama kepada para bapak/ibu lansia yang saya cintai ini. Jaga selalu kesehatan karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” jelasnya.

 

Kepala Lingkungan Banjar Kesambi I Nyoman Widana dalam laporannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Ketua TP. PKK Kabupaten Badung beserta jajaran. Selain itu juga dirinya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Klinik Permana yang telah melaksanakan kegiatan ini.

 

“Kegiatan posyandu dan senam lansia ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan di Banjar kami. Sekali lagi terima kasih atas kehadiran dan perhatiannya Ibu Rasniathi Adi Arnawa dan terima kasih juga kepada seluruh pihak yang menyukseskan kegiatan ini,” ungkapnya.

 

Turut hadir pada kesempatan ini, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana beserta Ketua TP PKK Kecamatan Kuta Utara Ni Made novianti Parmana, Kelian adat Banjar Kesambi Putu Badra, Ketua Pelaksana Kegiatan Putu Taradipa Permana, Kader PKK, Lansia, dan Tokoh Masyarakat Banjar Kesambi. (rls)

 

Peringati HPSN 2026, Bupati Badung Pimpin Korve Bersih Sampah di Pantai Kuta

Bupati Wayan Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung I Gst. Anom Gumanti saat apel peringatan HPSN dan Korve Bersih Sampah, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta, Minggu (22/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi korve bersih sampah laut kembali dilaksanakan pada Minggu (22/2/2026). Kegiatan serangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 tersebut diawali gelaran apel yang secara langsung dipimpin oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, di Shelter Kebencanaan Baruna, Pantai Kuta.

 

Untuk diketahui, peringatan ini merupakan refleksi atas tragedi longsor TPA Leuwigajah pada 21 Februari 2005, yang menjadi titik balik reformasi kebijakan persampahan nasional. Sejak peristiwa tersebut, paradigma pengelolaan sampah bergeser dari pola linear kumpul – angkut – buang menuju pendekatan berbasis prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan ekonomi sirkular, diperkuat melalui kerangka regulasi nasional.

 

Dengan mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI”, kegiatan di tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum strategis untuk mempercepat transformasi tata kelola sampah. Khususnya yang berbasis pendekatan hulu-hilir, yang terintegrasi dan berkelanjutan.

 

Bukan hanya di Pantai Kuta, korve bersih sampah laut tersebut secara serentak dilaksanakan pada sejumlah kawasan pantai lain, di wilayah Kabupaten Badung. Di antaranya yakni Pantai Kudeta Seminyak, Pantai Legian, Pantai Jerman, Pantai Kelan, dan Pantai Kedonganan. Selain itu juga di Lingkungan Pura Batu Ngaus Cemagi dan Lingkungan GOR Putra Persada Banjar Angkeb Canging.

 

Membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Bupati Adi Arnawa menyebutkan bahwa pemerintah bergerak di bawah satu visi besar yakni Gerakan Nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Karenanya ditegaskan bahwa HPSN bukanlah sekadar agenda seremonial, melainkan momentum krusial untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah nasional.

 

Gerakan nasional itu, dicanangkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026. Gerakan dimaksudkan sebagai strategi akseleratif, dalam menghadapi krisis persampahan yang dinilai telah memasuki tahap darurat sistemik. Presiden menekankan bahwa pendekatan lama tidak lagi memadai, sehingga dibutuhkan langkah luar biasa, masif, terstruktur, dan berkelanjutan.

 

Gerakan ini menempatkan perubahan perilaku sebagai fondasi utama, dengan pengelolaan sampah dimulai dari sumber. Baik itu dari rumah tangga, satuan pendidikan, kawasan usaha, hingga institusi pemerintahan, melalui langkah pemilahan, pengurangan timbulan, serta optimalisasi fasilitas pengolahan antara seperti MRF, TPS 3R, dan TPST.

 

Apabila kolaborasi ini berhasil, beban penanganan sampah diyakini akan menjadi lebih ringan. Beban pembiayaan negara serta biaya pemulihan lingkungan akibat pencemaran, akan dapat dikurangi. “Mari kita jadikan semangat HPSN 2026 sebagai titik balik transformasi lingkungan kita. Dengan kerja bersama, kita yakin persoalan sampah dapat tuntas secara cepat dan berkelanjutan. Mari kita buktikan bahwa Indonesia yang ASRI bukan sekadar cita-cita, melainkan realitas yang kita wariskan untuk generasi mendatang. Mulailah hari ini, dari tempat Anda berdiri, perangi sampah untuk Indonesia yang ASRI,” tegas Adi Arnawa saat membaca sambutan Menteri.

 

Seusai kegiatan, Bupati Adi Arnawa kembali menekankan bahwa persoalan sampah tidak lagi dapat ditangani dengan pendekatan konvensional. Dan HPSN, ditegaskan harus dimaknai sebagai titik akselerasi perubahan. “Kita tidak bisa lagi bertumpu pada pola kumpul-angkut-buang. Penanganan sampah harus dimulai dari hulu melalui pemilahan yang disiplin dan konsisten,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga sempat menuturkan bahwa kegiatan bersih pantai di Kabupaten Badung, adalah sebuah agenda rutin yang dilaksanakan pada setiap hari Jumat. Yaitu dengan melibatkan pula satuan pendidikan, pelaku pariwisata, masyarakat, serta ASN sebagai bentuk partisipasi kolektif. “Pantai pada dasarnya sudah dibersihkan. Kendala lebih pada distribusi dan antrean di TPA. Kami telah menginstruksikan koordinasi intensif agar pengangkutan dilakukan bertahap sehingga tidak menimbulkan persepsi bahwa pantai tidak terkelola,” sambungnya.

 

Pemerintah Kabupaten Badung, lanjut dia, juga mengoptimalkan fasilitas pengolahan sementara, termasuk TPST Mengwi dan TPST Padang Seni, guna menekan residu sampah yang masuk ke TPA hingga maksimal 20 persen sesuai ketentuan regulasi. “Sebagai penguatan tata kelola, Kami akan menyelenggarakan lomba penanganan sampah mulai 1 Maret 2026 yang mencakup 62 lokasi dari 46 desa dan 16 kelurahan sebagai instrumen evaluasi berbasis kinerja sekaligus edukasi public,” bebernya dalam kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana dan I Wayan Puspa Negara, unsur Forkopimda Badung, para pimpinan perangkat daerah, instansi vertikal di Kabupaten Badung, unsur lembaga dan organisasi kemasyarakatan, unsur desa/kelurahan, pelaku usaha, serta LSM dan masyarakat. (rls)

 

Baru Bebas, 3 Residivis yang Jambret Wanita Hingga Tewas di Badung Ternyata Saling Mengenal

Petugas dari Polres Badung menunjukkan sejumlah barang bukti kasus penjambretan maut saat konferensi pers di Mapolres Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Fakta mengejutkan terungkap dalam kasus penjambretan maut yang menewaskan Juhaeryah Velina alias Tante Jenna (46) di wilayah Kuta Utara, Badung. Tiga pelaku yang berhasil diringkus polisi ternyata merupakan residivis yang baru bebas dari penjara pada awal 2026 dan saling mengenal saat menjalani hukuman.

Pengungkapan kasus ini dilakukan aparat gabungan dari Polres Badung bersama Polda Bali dan Polsek Kuta Utara setelah para pelaku sempat berupaya melarikan diri ke luar Bali.

Kapolres Badung Joseph Edward Purba menjelaskan, ketiga tersangka berinisial A (24), S.Y. (21), dan A.S. (40) ditangkap di lokasi berbeda. A dan S.Y. diamankan di wilayah Tabanan saat hendak kabur ke Jawa Barat, sedangkan A.S. ditangkap di kawasan Sanur.

“Dari hasil pemeriksaan, ketiganya baru bebas dari Lapas Gianyar pada awal tahun ini dan saling mengenal saat menjalani hukuman. Setelah bebas mereka kembali berkomunikasi dan merencanakan aksi pencurian dengan kekerasan,” ungkap Kapolres.

Peristiwa penjambretan terjadi pada Sabtu, 7 Februari 2026 sekitar pukul 23.30 Wita di Jalan Raya Pengubengan, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Korban saat itu dalam perjalanan pulang dari sebuah kafe ketika dipepet sepeda motor berboncengan tiga orang.

Salah satu pelaku kemudian menarik tas korban secara paksa hingga korban kehilangan keseimbangan, motornya oleng dan menabrak tiang listrik. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun meninggal dunia akibat luka dan pendarahan di bagian pelipis kanan.

Polisi mengungkap motor yang digunakan pelaku merupakan hasil curian yang telah dipersiapkan setelah mereka keluar dari penjara. Dalam aksi tersebut, S.Y. berperan sebagai eksekutor yang menarik tas korban, sementara dua pelaku lainnya membantu pelarian.

Ironisnya, tas selempang merek Louis Vuitton milik korban tidak sempat dibawa kabur karena para pelaku terjatuh usai kejadian dan langsung melarikan diri dari lokasi.

Ketiga pelaku diketahui memiliki rekam jejak kriminal berulang. A pernah divonis 1 tahun 10 bulan penjara kasus pencurian dengan pemberatan, S.Y. divonis 1 tahun 6 bulan kasus pencurian, sedangkan A.S. tercatat sudah lima kali keluar masuk penjara dengan kasus serupa.

Saat penangkapan, dua pelaku yakni A dan S.Y. terpaksa ditembak pada bagian kaki karena mencoba melarikan diri.

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain sepeda motor Honda Vario dengan pelat palsu, pakaian yang digunakan saat beraksi, sepeda motor milik korban, serta tas korban.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 479 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres menegaskan pihaknya akan meningkatkan upaya pencegahan kejahatan jalanan melalui koordinasi dengan aparat desa serta sosialisasi kepada masyarakat agar lebih waspada saat berkendara. RAN

Pendaki Remaja Alami Hipotermia di Gunung Abang, Tim SAR Lakukan Evakuasi

Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki remaja yang mengalami hipotermia saat perjalanan turun di jalur pendakian Gunung Abang, Bangli, Sabtu (21/2/2026).
Tim SAR gabungan mengevakuasi pendaki remaja yang mengalami hipotermia saat perjalanan turun di jalur pendakian Gunung Abang, Bangli, Sabtu (21/2/2026).

BANGLI, PANTAUBALI.COM – Seorang pelajar berusia 16 tahun asal Ubud mengalami hipotermia saat melakukan pendakian di Gunung Abang, Kabupaten Bangli, Sabtu (21/2/2026) siang. Korban diketahui mendaki bersama lima rekannya sejak pukul 05.00 Wita.

Insiden terjadi saat rombongan dalam perjalanan turun dan sempat berhenti di Pos 2 Pura Andong pada ketinggian sekitar 1.700 mdpl. Kondisi fisik korban, Ni Putu Kuinandita, tiba-tiba menurun akibat kedinginan hingga lemas.

Laporan kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 12.56 Wita dari seorang pendaki lain. Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem langsung diberangkatkan menuju lokasi. Koordinasi juga dilakukan dengan Polsek Kintamani, BPBD Bangli, pemandu lokal, serta keluarga korban.

Upaya pencarian dimulai sekitar pukul 14.40 Wita dengan kondisi cuaca gerimis dan jarak pandang terbatas sekitar 10 meter. Tim SAR gabungan akhirnya menemukan korban pada pukul 15.40 Wita di ketinggian sekitar 1.450 mdpl.

“Korban ditemukan dalam kondisi lemas akibat hipotermia, namun masih stabil,” ujar Koordinator Lapangan, Putu Handika Bhayangkara.

Selanjutnya korban dievakuasi turun menuju basecamp pendakian dan tiba di Pos Pendakian Gunung Abang pada pukul 16.15 Wita. Tim medis dari Puskesmas Kintamani kemudian melakukan pemeriksaan sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan menggunakan ambulans.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan dari tim SAR, aparat kepolisian, tenaga kesehatan, pemandu lokal, serta relawan masyarakat di wilayah Kintamani. Korban dilaporkan telah mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dalam kondisi selamat. RAN

Pemkab Tabanan Tata Ulang Struktur OPD, Sejumlah Dinas Digabung dan Dimekarkan

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melakukan penataan ulang struktur organisasi perangkat daerah (OPD) bertepatan dengan pelaksanaan rotasi, mutasi dan promosi jabatan pada Rabu (18/2/2026). Kebijakan tersebut menjadi langkah awal reformasi birokrasi di tahun 2026, sekaligus menandai perubahan komposisi sejumlah dinas di lingkungan Pemkab Tabanan.

Penataan organisasi ini mengacu pada Peraturan Daerah Kabupaten Tabanan Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 mengenai Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, serta Peraturan Bupati Tabanan Nomor 30 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Nomor 68 Tahun 2021 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Perangkat Daerah.

Salah satu perubahan utama adalah pemecahan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) menjadi dua OPD terpisah. Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan kini dipimpin Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, S.P., M.Si, sedangkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dipimpin oleh pelaksana tugas.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perikanan resmi digabung menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan I Made Yudiana, S.T., M.T.

Dalam momen yang sama, sejumlah pejabat eselon II turut mengalami pergeseran jabatan strategis. Ir. I Gusti Putu Ekayana, M.Si yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Lingkungan Hidup kini dipercaya memimpin Dinas Pertanian. Dra. Ni Wayan Mariati, M.M berpindah tugas dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjadi Kepala Badan Keuangan Daerah.

Posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB kini diemban Ni Made Murjani, S.Sos yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sementara itu, I Gede Sukadana, AP., S.H., M.Si yang sebelumnya memimpin Satuan Polisi Pamong Praja dipercaya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Jabatan Kepala Satpol PP untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, menegaskan bahwa restrukturisasi OPD ini telah melalui kajian mendalam dan sepenuhnya berpedoman pada regulasi yang berlaku.

“Penataan perangkat daerah ini bukan sekadar perubahan nomenklatur, tetapi bagian dari strategi memperkuat fokus kinerja, memperjelas tugas dan fungsi, serta meningkatkan efektivitas pelayanan publik,” ujarnya.

Menurutnya, rotasi dan mutasi jabatan merupakan dinamika organisasi yang wajar dalam tata kelola pemerintahan. Langkah tersebut diharapkan mampu menghadirkan penyegaran birokrasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta menempatkan pejabat sesuai kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Dengan struktur yang lebih proporsional, Pemkab Tabanan optimistis kinerja pemerintahan semakin optimal dan berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan daerah serta peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat. (pmc)

Pria Asal Sumenep Terekam CCTV Gasak HP Kasir Toko di Denpasar

Petugas Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat mengamankan pelaku pencurian handphone yang terekam CCTV di sebuah toko kawasan Padangsambian, Denpasar.
Petugas Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat mengamankan pelaku pencurian handphone yang terekam CCTV di sebuah toko kawasan Padangsambian, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM  – Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian handphone yang terjadi di wilayah Padangsambian, Denpasar Barat. Seorang pria berinisial Aksaman (40), asal Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diamankan petugas setelah diduga mengambil ponsel milik pemilik toko saat korban lengah.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, peristiwa pencurian terjadi di UD Adi Putra, Jalan Gunung Andakasa No. 7 Padang Sari, Kelurahan Padangsambian, Kecamatan Denpasar Barat, Kota Denpasar, yang diketahui pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 09.00 Wita.

“Pelaku mengambil handphone yang berada di etalase saat korban dalam keadaan lengah. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp900 ribu,” jelas Iptu Adi Saputra.

Korban diketahui bernama Kadek Adi Saputra Yasa (33). Kronologis kejadian bermula saat korban membuka warung pada pagi hari dan meletakkan ponsel yang biasa digunakan untuk transaksi QRIS di meja kasir.

Korban kemudian meninggalkan toko untuk mandi di lantai dua rumahnya. Saat kembali sekitar pukul 09.00 Wita, korban baru menyadari ponselnya hilang ketika tidak terdengar nada notifikasi saat ada transaksi masuk.

Setelah mencari namun tidak menemukan ponselnya, korban mengecek rekaman CCTV dan melihat seorang pria tidak dikenal mengambil handphone tersebut. Korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Denpasar Barat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU Demiral Safriansyah bersama anggota melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi terkait identitas pelaku yang kerap berjualan di sekitar Jalan Gunung Andakasa.

Pelaku akhirnya berhasil diamankan pada Sabtu (14/2/2026) sekitar pukul 08.15 Wita di depan Pasar Penamparan, Jalan Gunung Andakasa, Denpasar. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Denpasar Barat untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya mengambil satu unit handphone Xiaomi warna hitam dan menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Redmi Note 9 Onyx Black milik korban.

“Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal pencurian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 476 KUHP,” tutup Iptu Adi Saputra. (*)

Jalankan Arahan Presiden, Koster Perkuat Penanganan Sampah dan Tata Kelola Pariwisata Bali

Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda se-Bali di Gedung Wiswasabha, Denpasar, Kamis (19/2/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda se-Bali di Gedung Wiswasabha, Denpasar, Kamis (19/2/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia dalam rapat koordinasi nasional beberapa waktu lalu, Gubernur Bali Wayan Koster menggelar Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus tingkat provinsi serta kabupaten/kota se-Bali di Gedung Wiswasabha, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (19/2/2026).

Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun Bali secara terpadu, khususnya dalam menjaga kualitas lingkungan, memperkuat tata kelola pariwisata, serta memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan berlandaskan visi Bali Era Baru.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Presiden RI memberikan perhatian khusus kepada Bali sebagai salah satu destinasi wisata utama dunia, sehingga berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi citra pariwisata harus ditangani secara serius dan terpadu.

“Sesuai arahan Presiden, Bali mendapat perhatian khusus karena merupakan tujuan wisata dunia. Salah satu yang menjadi penekanan adalah persoalan sampah, terutama sampah di pantai yang dapat merusak citra pariwisata Bali,” tegasnya.

Ia mencontohkan kondisi di sejumlah pantai, seperti Pantai Kuta di Kabupaten Badung, yang mengalami peningkatan volume sampah kiriman saat musim tertentu, khususnya Desember hingga Januari akibat arus laut. Untuk itu, seluruh pemerintah kabupaten/kota diminta segera mengambil langkah konkret dan berkelanjutan.

“Kita tidak hanya menangani sampah di pantai, tetapi juga sampah di daratan, sungai, dan danau. Ini harus menjadi gerakan bersama. TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat harus terlibat aktif,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan program strategis Pemerintah Provinsi Bali melalui Gerakan Bali Bersih Sampah di Sungai, Laut, dan Pantai se-Bali yang akan dicanangkan serentak pada 1 Maret 2026. Program tersebut melibatkan pemerintah daerah, TNI/Polri, desa adat, komunitas lingkungan, serta masyarakat luas, dengan tujuan menjaga ekosistem laut, melindungi keindahan pantai, serta mempertahankan citra Bali di mata wisatawan domestik dan internasional.

Selain penanganan sampah, rapat koordinasi juga membahas sejumlah isu strategis lain, antara lain penertiban spanduk dan reklame ilegal, penataan kabel listrik dan telekomunikasi, pengendalian kemacetan lalu lintas, penguatan keamanan dan ketertiban, serta pengendalian alih fungsi lahan produktif.

Gubernur Koster menegaskan seluruh kepala daerah di Bali harus mengambil langkah tegas dan terukur untuk menjaga kualitas lingkungan, estetika wilayah, serta keberlanjutan pembangunan daerah.

“Kita harus bergerak bersama, memperkuat koordinasi, dan memastikan Bali tetap bersih, tertib, aman, dan nyaman. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah provinsi, tetapi tanggung jawab seluruh pemerintah kabupaten/kota dan seluruh komponen masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan data indikator makro pembangunan, kondisi Bali menunjukkan capaian positif dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,82 persen, tingkat kemiskinan 3,42 persen, dan tingkat pengangguran terbuka 1,45 persen, yang menjadi salah satu terendah secara nasional.

Meski demikian, ia menekankan keberhasilan pembangunan harus diiringi penguatan tata kelola lingkungan, budaya, dan pariwisata agar Bali tetap menjadi destinasi wisata unggulan dunia yang berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi Bali bersama Forkopimda dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali berkomitmen memperkuat sinergi, mempercepat implementasi program strategis, serta memastikan Bali tetap menjadi daerah yang bersih, tertata, aman, dan berdaya saing global. RAN

TPAKD Badung Gelar Financial Clinic #3, Perkuat Literasi Keuangan ASN Cegah Investasi Ilegal

TPAKD Badung Gelar Financial Clinic #3, Perkuat Literasi Keuangan ASN Cegah Investasi Ilegal

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) terus memperkuat literasi keuangan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Financial Clinic #3 bertema “ASN Anti Boncos: Memahami Investasi Legal dan Bahaya Investasi Bodong” yang digelar di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) ini bertujuan membekali ASN dengan pemahaman komprehensif mengenai pengelolaan keuangan serta kewaspadaan terhadap maraknya investasi ilegal dan kejahatan keuangan berbasis digital.

Acara dibuka Camat Kuta Selatan, I Ketut Gede Arta, dan diikuti 30 staf Kantor Camat beserta perwakilan staf kelurahan dan desa se-Kecamatan Kuta Selatan.

Dalam sambutannya, Camat menekankan pentingnya literasi investasi bagi ASN sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan.

“Selain menjalankan tugas pelayanan publik, ASN diharapkan memiliki pemahaman yang baik terkait investasi. Jangan sampai informasi keuangan hanya diperoleh dari media sosial yang belum tentu kebenarannya. Kita ingin membangun SDM yang profesional dan cerdas secara finansial,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan pada lima komponen utama literasi keuangan, yakni regulasi, narasi, aksi, dampak, dan keberlanjutan. Kelima aspek ini diharapkan dapat dipahami secara menyeluruh agar ASN mampu melindungi diri dari risiko keuangan sekaligus menjadi rujukan informasi yang benar bagi masyarakat.

Financial Clinic #3 menghadirkan narasumber dari Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali dan Bank BPD Bali Cabang Badung.

Perwakilan Bank BPD Bali Cabang Badung, Putu Eli Desi Arisandi, menegaskan bahwa rendahnya literasi keuangan dapat membuka celah bagi masyarakat untuk terjerat penawaran ilegal, seperti pinjaman online tidak berizin, investasi bodong, hingga modus kejahatan siber yang mengatasnamakan lembaga resmi.

“Tanpa literasi yang memadai, masyarakat akan mudah terpengaruh berbagai penawaran menyesatkan yang berpotensi merugikan secara pribadi maupun institusi,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan ASN semakin bijak dalam mengelola keuangan secara terencana dan sederhana, sehingga tercipta kondisi yang lebih aman dan sejahtera.

Dengan terselenggaranya Financial Clinic #3, Pemkab Badung menegaskan komitmennya menjadikan ASN sebagai garda terdepan dalam penguatan literasi keuangan, sekaligus agen edukasi bagi masyarakat dalam mengenali investasi legal dan menghindari praktik investasi ilegal. (rls)

Ratusan WNA Terpantau di Tabanan, Polda Bali dan Pemkab Perkuat Sinergi Pengawasan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kepolisian Daerah Bali bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam pengawasan keberadaan warga negara asing (WNA) guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan tatap muka yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana, Kabupaten Tabanan, Kamis (19/2/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tabanan ini melibatkan unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, instansi terkait, serta pemangku kepentingan sektor pariwisata. Pertemuan tersebut menjadi forum strategis untuk meningkatkan koordinasi dan kolaborasi menghadapi dinamika keamanan seiring meningkatnya aktivitas pariwisata dan mobilitas orang asing di wilayah Tabanan.

Plt Kasubdit 4 Direktorat Intelkam Polda Bali, Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti, menegaskan pentingnya peran seluruh unsur kewilayahan, mulai dari tingkat kecamatan hingga desa, dalam melakukan pendataan dan pengawasan terhadap keberadaan orang asing, baik yang tinggal di akomodasi wisata maupun hunian pribadi.

“Pengawasan orang asing harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Peran pemerintah daerah hingga desa sangat penting dalam memastikan data orang asing terpantau dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Polda Bali mendorong optimalisasi sistem pendataan berbasis teknologi melalui website Cakrawasi (Cakra Pengawasan Orang Asing) serta Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Kedua sistem tersebut diharapkan dapat memperkuat pengawasan secara real time dan memudahkan koordinasi antarinstansi.

Berdasarkan data pada website Cakrawasi, jumlah pelaporan WNA di Kabupaten Tabanan selama periode 12 hingga 19 Februari 2026 tercatat sebanyak 503 orang. Pelaporan terbanyak berada di Kecamatan Kediri dengan 207 orang, disusul Baturiti 85 orang, Kerambitan 64 orang, Tabanan 56 orang, Penebel 37 orang, Selemadeg 24 orang, Selemadeg Timur 18 orang, Selemadeg Barat 6 orang, Marga 4 orang, dan Pupuan 2 orang.

Sementara itu, data real WNA yang tercatat berada di Kabupaten Tabanan per 19 Februari 2026 sebanyak 233 orang. Sebaran WNA tersebut meliputi Kecamatan Kediri sebanyak 64 orang, Tabanan 53 orang, Selemadeg Timur 42 orang, Kerambitan 32 orang, Selemadeg 10 orang, Baturiti 9 orang, Penebel 8 orang, Selemadeg Barat dan Marga masing-masing 7 orang, serta Pupuan 1 orang.

Kompol Ni Luh Komang Sri Subakti menambahkan, dengan kolaborasi yang solid antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan kondusivitas wilayah Kabupaten Tabanan dapat terus terjaga. Hal ini sekaligus mendukung terciptanya iklim pariwisata yang aman, tertib, dan berkualitas di Bali.

Kegiatan berlangsung dengan aman dan lancar, mencerminkan komitmen bersama dalam menjaga keamanan wilayah melalui pengawasan orang asing yang efektif, terkoordinasi, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (pmc)