- Advertisement -
Beranda blog Halaman 886

Putri Koster Sebut,PKK Memiliki Struktur Yang Jelas

DENPASAR – Pantaubali.com -PKK disebut memiliki struktur sangat jelas secara berjenjang dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, desa hingga ke satuan terkecil yaitu Dasa Wisma.PKK dalam gerakannya sesuai dalam 10 pokok program PKK, di mana dalam 10 program pokok PKK mencakup semua hal harus dilakukan dalam segala aspek kehidupan kita,itu disampaikan,Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny Putri Koster didampingi oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina menjadi narasumber dalam talkshow yang mengangkat tema ‘Sinergitas Program dan Kegiatan PKK Tahun 2021,disalah satu setation Radio swasta, Senin (11/1) di Denpasar.

“Dari 10 program pokok PKK ini, setiap daerah akan membuat program unggulannya masing-masing yang disesuaikan dengan kondisi daerahnya yang merupakan turunan dari 10 program pokok,” katanya.

Selain itu juga Dirinya juga menyampaikan, keberadaan PKK memilki peran sangat strategis di tengah masyarakat. Sebagai mitra kerja pemerintah, PKK membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi maupun edukasi di tengah masyarakat dalam upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat sesuai visi dan misi pemerintah.

“Terlebih di masa pandemi Covid 19 saat ini, keberadaan PKK tidak hanya membantu melakukan sosialisasi terkait imbauan maupun kebijakan pemerintah dalam penanganan Covid 19.PKK juga ikut berperan membantu mewujudkan ketahanan pangan keluarga,” terangnya.

PKK melalui program HATINYA PKK mengajak masyarakat untuk menata halaman rumahnya dan menanami dengan tanaman yang bermanfaat untuk kebutuhan sehari hari seperti sayur mayur, cabai, bawang dan sebagainya.

“Dengan pelaksanaan program HATINYA PKK ini, di samping keluarga akan memperoleh pangan yang sehat juga akan terwujud ketahanan pangan di dalam sebuah keluarga,” ujarnya.

PKK juga terus melakukan sosialisasi serta edukasi melalui media yang ada baik cetak maupun elektronik akan pentingnya Pesan Ibu 3 M yaitu,Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak sebagai salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran Covid-19.Sembari Dirinya menambahkan,dalam pergerakannya PKK akan terus bersinergi dengan semua pihak. PKK akan terus bergerak mensejahterakan masyarakat sesuai program-program yang disusun berdasarkan skala prioritas kebutuhan daerah berdasar pada 10 program pokok PKK.

“Dengan pergerakan PKK yang masif, terstruktur dan bersinergi dengan semua komponen maka, PKK akan dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan visinya Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ucapnya.

Selanjutnya,Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dukcapil Provinsi Bali Putu Anom Agustina menyampaikan,Sebagai salah satu wujud nyata sinergitas PKK Provinsi dengan kabupaten atau kota se Bali maka,TP PKK Provinsi Bali memberi dukungan pendanaan pada kabupaten atau kota di mana selanjutnya dana tersebut digerakkan sampai ke desa dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

“Di tahun 2021, TP PKK Provinsi Bali akan memberikan BKK kepada kabupaten/kota sebesar Rp 500 juta kepada tiap kabupaten atau kota,” pungkasnya.

Diduga Depresi, Nenek 73 tahun Gantung Diri di Kandang Sapi

TABANAN – Pantaubali.com -Diduga Depresi nenek (73) berinisial NKR akhiri hidup dengan cara gantung diri di Kandang Sapi,Banjar Dinas Jembrana, Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan,(Senin,(11/1) sekitar pukul 12.15 wita.

Terkait kejadian tersebut seijin Kapolres Tabanan, Kasubbag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia,Selasa,(12/1) di Tabanan menyampaikan kronologis kejadian, Senin,(11/1) sekitar jam 08.00 wita, saksi I Made Sumerta Yasa yang merukananak kandung korban berangkat kerja kepenyosohan beras di Banjar Dinas Singin, Desa Selemadeg, Kecamatan Selemadeg, Tabanan untuk giling padi. Sekitar jam 12.05 wita Saksi 1 kembali ke rumah dan langsung mengecek ibu kandungnya ( Korban) yang dalam keadaan sakit pikun ( hilang ingatan ), dan ternyata ibu kandungnya ( Korban ) tidak ada di kamar tidur. Kemudian saksi 1 mencari ibu kandungnya ( Korban ) bersama anak dan keluarga.

Sekitar jam 12.15 wita, Saksi berikutnya bernama I Made Arsa Wiguna menemukan Korban dalam keadaan gantung diri di sebuah kandang sapi dan dalam keadaan sudah meninggal dunia.Setelah mendengar berita Korban gantung diri, Saksi I Made Sumerta Yasa langsung menuju TKP dan membuka sampul ikatan dileher Korban, dan mengangkat Korban untuk dibawa ke rumah.

Setelah sampai di rumah Saksi 1 menghubungi Babinkamtibmas Desa Serampingan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Selemadeg untuk penanganan lebih lanjut.

“Adapun modus operandi korban mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,”jelasnya.

Sembari Dirinya menambahkan,diduga korban meninggal dunia karena gantung diri akibat Depresi.

Pandemi,Kapolres Tabanan Ajak Anggota Bergembira

TABANAN – Pantaubali.com -Ditengah Covid-19,tentu protokol kesehatan dalam pelaksanaan tugas maupun saat berada di lingkungan keluarga masing-masing harus dilakukan dengan disiplin.Mulai dari,memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain, Mencuci tangan dengan sabun di air mengalir serta tetap menjauhi kerumunan.Selain itu, ada juga hal penting perlu diperhatikan, seperti disampaikan Kapolres Tabanan AKBP Mariochristy PS Siregar dengan mengajak seluruh anggota Polres Tabanan khususnya dalam  uapaya meningkatkan imun tubuh dengan tetap bergembira.

“Kurangi perasaan bersedih, mari kita bergembira, cari hal-hal positif termasuk konten-konten lucu, sehingga perasaan gembira dalam jiwa akan terbangun dari imun tubuh jadi meningkat,” jelasnya.

Hati Gembira adalah obat meningkatkan imun tubuh, jaga diri,jaga keluarga dan jaga Negara.

“Mari kita mulai dari dalam diri kita, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi, mari kita semua dengan Disiplin yang tinggi menerapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, Dalam beberapa kegiatan masyarakat agar seluruh anggota Polres Tabanan selalu memberikan himbauan guna mentaati protokol kesehatan, melakukan koordinasi dan kerjasama dengan instansi terkait.

Gubernur Bali Bangga, Aksara Bali Akan Sejajar dengan Aksara Lain di Dunia

DENPASAR – Pantaubali.com – Usaha Gubernur Bali Wayan Koster dalam melestarikan seni dan budaya Bali perlahan namun pasti bisa diakui. Bahkan tidak tanggung-tanggung hingga kancah dunia. Setelah dilantik menjadi Gubernur Bali pada tanggal 5 September 2018, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini memang langsung tancap gas sebulan kemudian mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutannya pada acara Penyerahan Hadiah Lomba Desain Website Aksara Bali, di Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Udayana, Denpasar Sabtu (9/1).

“Ini merupakan komitmen kita untuk melestarikan budaya Bali serta warisan leluhur yang adiluhung,” jelasnya. Hal tersebut semakin membanggakan, ketika aksara Bali menjadi salah satu aksara di Indonesia yang didaftarkan dalam domain internet. Menurutnya, dengan didaftarkannya aksara Bali menjadi domain internet, maka menegaskan posisi aksara Bali di kancah internasional. “Ini bisa disamakan juga dengan aksara Jepang, China atau Korea. Kita akan semakin dikenal di dunia,” tegas Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Prov Bali ini.

Keseriusan tersebut ditandai dengan peresmian penggunaan aksara Bali di bandara I Gusti Ngurah Rai pada tanggal 5 Oktober 2018. Kemudian dilanjutkan dengan penggunaan aksara Bali di papan nama instansi baik pemerintah, BUMN maupun swasta.

Menurutnya, penggunaan aksara Bali ada aturannya sendiri dan sudah dijabarkan dalam Pergub nomor 80 Tahun 2018. “Aksara Bali harus diletakkan di atas aksara latin. Hal itu bertujuan untuk menghormati warisan leluhur kita, menyatakan rasa bangga kita kepada kearifan lokal Bali asli,” tegasnya. Sementara untuk papan nama instansi pemerintah Koster menyebutkan sudah ditentukan dengan gradasi merah putih yang melambangkan Negara Indonesia. Sehingga dalam kesempatan tersebut, ia berharap semua pihak bisa menggunakan dan mengimplementasikan penulisan aksara Bali dengan baik dan benar.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menegaskan, Melalui Pergub No 80 tahun 2018, semakin memudahkan mendaftarkan aksara Bali ke pengelola domain internasional ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers). Pasalnya, aksara Bali sudah resmi diakui pemerintah dan sudah mempunyai kekuatan sendiri.

“Ini langkah kita menghormati warisan para leluhur kita yang adiluhung. Jika bukan kita yang melestarikan, lama-lama aksara Bali akan punah,” imbuhnya seraya menyatakan kebanggaannya banyak anak muda yang tergerak menekuni aksara Bali, dan terbukti pemenang lomba kali ini berasal dari generasi muda. “Ilmu pengetahuan dan teknologi boleh berkembang, tapi anak muda jangan terlalu terseret arus modernisasi, jaga terus kebudayaan dan kearifan local kita,” bebernya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur yang juga mantan anggota DPR RI tiga periode ini menyatakan bahwa langkah pendaftaran aksara Bali ini juga sangat selaras dengan visi misi Pemprov Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

Sementara itu Dekan Fakultas Ilmu Budaya Dr. Made Sri Satyawati, SS., M.Hum, mengatakan bahwa Universitas Udayana melalui Fakultas Ilmu Budaya bekerjasama dengan Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) sedang mendaftarkan aksara Bali ke domain internet internasional. Ia menyatakan keseriusan Pemprov Bali dalam melestarikan Aksara Bali yang tertuang dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2018 memudahkan panitia dalam mendaftarkan aksara Bali ke domain internet dunia. “Karena kita sudah mempunyai legal, dan pemerintah sudah mengakui keberadaan aksara Bali secara resmi,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Gubernur Koster yang tidak surut semangatnya melestarikan adat dan budaya Bali. “Dengan semakin diakui eksistensi kebudayaan kita, seperti aksara dan Bahasa Bali, maka semakin banyak anak muda yang tertarik untuk menekuninya,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Bendahara PANDI Azhar Hasyim. Ia mengatakan usaha mendaftarkan aksara-aksara Indonesia sudah dilakukan sejak 2-3 tahun terakhir ini. Karena menurutnya, jika akasara- akasara tersebut tidak dimasukkan ke domain internet, maka berpotensi pada kepunahan di kemudian hari. Ia juga menyatakan sebagai tanggung jawab PANDI juga dalam melestarikan eksistensi akasara daerah Indonesia. “Tanpa ada dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah dan universitas, maka usaha ini tidak akan bisa berjalan dengan mulus,” tandasnya.

Sementara itu Penasihat Komunikasi dan Informasi UNSECO Jakarta Dr. Ming Kuok Lim menyatakan kebanggaannya, karena Asia sekali lagi diwakili oleh Indonesia bisa memperkenalkan aksaranya kembali. Ia mengatakan bahwa sangat mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50 persen dari sekitar 6.700 bahasa yang digunakan saat ini terancam punah. Sementara itu, dari hampir 2.500 bahasa terancam punah yang terdaftar dalam Atlas Bahasa Dunia dalam Bahaya UNESCO, lebih dari 570 bahasa dianggap sangat terancam punah dan lebih dari 230 bahasa telah punah sejak 1950. Pada saat yang sama, kurang dari lima persen bahasa di dunia memiliki kehadiran online. Oleh karena itu, UNESCO mendukung Pendaftaran Domain Internet Indonesia (PANDI) dalam inisiatifnya ‘Menghubungkan Bangsa melalui Digitalisasi Karakter Kuno’ untuk melestarikan karakter bahasa asli Indonesia dan menjadikannya sebagai skrip yang banyak tersedia secara online dan di berbagai platform digital.

Bangkitkan UMKM, Wagub Bali Dukung Gernas Bangga Buatan Indonesia

BADUNG – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) yang dicanangkan pemerintah pusat. Terlebih, Bali menjadi tuan rumah launching secara langsung Gernas BBI yang dilaksanakan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Senin (11/1/2021). Pada saat bersamaan launching juga dilaksanakan secara online di dua bandara lainnya yaitu Bandara Soekarno-Hatta dan Yogyakarta International Airport.

Kegiatan launching di Bandara Ngurah Rai, dihadiri secara langsung oleh Menkop UKM Teten Masduki dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga. Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hadir di Bandara Soekarno-Hatta, dan Gubernur BI Perry Warjiyo, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja hadir secara virtual.

Wagub Cok Ace dalam sambutan singkatnya menyampaikan bahwa pandemi Covid-19 memberi tekanan berat bagi perekonomian Daerah Bali yang banyak bertumpu pada sektor pariwisata. Bahkan, pada triwulan ketiga tahun 2020 lalu, pertumbuhan ekonomi Bali sempat mengalami kontraksi hingga minus 12,28 persen. Beruntung, kondisi itu mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan seiring dengan mulai meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan domestik pada momen pergantian tahun. Hanya saja, upaya pengendalian penyebaran Covid-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kesehatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali kembali menjadi tantangan bagi upaya pemulihan ekonomi.

Kandati demikian, Guru Besar ISI Denpasar ini menyebut launching Gernas BBI yang dilaksanakan di tengah pandemi sebagai sebuah peluang baru bagi upaya pemulihan ekonomi. Gernas BBI memberi harapan baru bagi bangkitnya sektor ekonomi, khususnya UMKM. Cok Ace berpendapat, di tengah keterpurukan ekonomi, UMKM termasuk sektor yang cukup mampu bertahan dan menyesuaikan diri. Di tengah situasi sulit, pelaku UMKM terpacu untuk berkreasi dan berinovasi menghasilkan karya-karya untuk memenuhi selera konsumen. Lebih dari itu, transformasi digital yang terjadi pada berbagai sektor ditangkap pelaku UMKM sebagai peluang untuk bertahan dan mengembangkan usaha mereka. Cok Ace berharap, Gernas BBI yang digalakkan pemerintah pusat memberi dampak positif bagi pelaku UMKM, khususnya di Pulau Dewata.

Sementara itu, Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam arahan yang disampaikan secara virtual mengatakan, Gernas BBI merupakan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan swasta. Gerakan ini dimaksudkan untuk mempromosikan produk UMKM agar semakin diminati dan dibeli masyarakat. “Produk yang dihasilkan UMKM kita kualitasnya makin baik, melalui gerakan ini kita ingin merubah mindset terhadap produk UMKM yang nyatanya memang memiliki kualitas premium dan membanggakan. Kita juga harus betul-betul membeli dan menggunakan produk artisan Indonesia, yang kini sudah dipermudah diperoleh melalui digital,” ujarnya. Ia juga mengatakan salah satu target gernas BBI di 2021 adalah membangkitkan ekonomi Bali, lalu dilanjutkan di provinsi lain.
Pada acara yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa stakeholder transportasi siap mendukung gerakan BBI. Salah satunya dengan memberikan fasilitas area komersil dan display produk UMKM di simpul transportasi seperti bandara, terminal dan stasiun. “Kami bersama stakeholder transportasi mendukung penuh gerakan kampanye BBI dalam rangka memperkuat industri UMKM dalam negeri. Bisa dibayangkan jika seluruh masyarakat Indonesia membeli produk lokal, industri UMKM di dalam negeri akan semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan senang bisa terlibat langsung dalam mendukung gernas BBI. Sebab ia paham betul posisi UMKM sebagai pilar perekonomian Indonesia. “Saya senang sekali BCA dapat mendukung UMKM di Indonesia dalam program pemerintah, yaitu gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia. Kami menyadari bahwa UMKM merupakan pilar perekonomian bangsa Indonesia,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa BCA mempunyai program Bangga Lokal yang satu visi dengan BBI. Sebagai wujud dukungan, BCA menyediakan permodalan hingga infrastruktur transaksi untuk menyukseskan program ini.

Peluncuran Gernas BBI kali ini mengambil tema ‘Produk UMKM Indonesia Menjadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri’. Setelah dilaksanakan di tiga bandara, launching Gernas BBI juga akan dilanjutkan di Stasiun Gambir beberapa waktu ke depan. Usai menghadiri launching, Wagub Cok Ace dan undangan lain meninjau pameran dan membeli beberapa produk UMKM.

Ditengah Pandemi,We Love With Love Bakar Semangat Kreatifitas Seniman dan Pelaku Usaha Kecil di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Melihat begitu banyak seniman dan pelaku usaha kecil kesulitan dalam ketidakpastian kapan pandemi akan berakhir.Yang jika dilihat berdasarkan data BPS, perekonomian Bali telah tumbuh minus 12.28%.Tentu hal tersebut akan berdampak bagi perekonomian masyarakat Bali, termasuk seniman dan para pengrajin UMKM sehingga potensi ikut terhambat.

Rasa prihatin terhadap situasi saat ini akhirnya mendorong salah satu Tim Yayasan We Love With Love menjelajahi Bali guna bertemu dengan para pengrajin dan seniman. Tim We Love With Love mencari tau kesulitan yang di temui selama pandemi.

Rendahnya permintaan produk kerajinan, ketidaksiapan menjual secara online, dan sepinya panggung seni menjadi keluhan.Terkait hal tersebut maka,Founder
Yayasan We Love With Love Novi Rolastuti
mulai tergerak guna menggalang dana bagi mereka yang paling terdampak dari segi ekonomi.

“Sampai dengan saat ini, Tim We Love With Love telah bersilaturahmi kepada 12 pengrajin dan seniman. Menyaksikan secara langsung bagaimana mereka tetap tersenyum dan pantang menyerah dengan kondisi yang ada, serta melakukan berbagai macam terobosan untuk tetap bertahan,” jelasnya di Denpasar.

Jelas terlihat kesadaran untuk mencintai alam semesta, menyayangi lingkungan serta sesama justru makin tumbuh di kalangan mereka. Pandemi ini mengajarkan mereka untuk kembali mencintai alamnya dan sesamanya.

“Bagaimanapun situasi saat ini secara langsung maupun tidak langsung merupakan kontribusi dari kita sebagai penghuninya,” katanya.

Menandai inisiatif ini, We Love With Love mengajak seniman Bali untuk membuat suatu pentas tari yang sarat akan makna kehidupan, merupakan suatu perenungan dan penyembuhan dari kondisi terpuruk saat ini. Pentas tari ini akan menjadi prosesi Acara Launching Yayasan We Love With Love secara virtual live streaming melalui channel YouTube We Love With Love langsung dari Bali pada hari Sabtu, 16 Januari 2021, jam 12.00 WITA. Acara akan berlangsung selama satu jam dengan menampilkan Tarian yang diberi judul Lampah Nini.

“Tarian ini merupakan perpaduan pertama kalinya antara seorang Maestro Tari Tradisional Bali Ni Ketut Arini yang berusia 77 tahun dan seorang Koreografer Kontemporer Muda I Komang Adi Pranata yang adalah sebuah Perjalanan dan Refleksi Hidup Manusia terutama di masa pandemi,” tutupnya.

Pandemi,Pol PP Bali Ajak Jajaran dan Instansi Terkait Melakukan Penurunan Baliho dan Razia Masker

DENPASAR – Pantaubali.com – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi bekerjasama dengan TNI-POLRI dan instansi terkait melakukan penertiban sejumlah baliho yang masuk kategori kadarluasa, kondisi sudah tidak layak (robek, melewati batas waktu, sudah tidak layak dan tidak sesuai peruntukkan), di seputaran Kota Denpasar, Senin (11/1).

Hal ini sebagai salah satu upaya menciptakan Bali yang bersih, sehat dan aman sehingga mampu berperanserta menurunkan angka Covid-19 di Bali.

“Dengan lingkungan yang bersih, aman dan nyaman maka kita juga mampu mewujudkan suasana yang sehat bagi masyarakat Bali. Setidaknya memulai dari diri sendiri, kemudian menularkan kepada lingkungan sekitar dengan memberi contoh yang baik maka secara otomatis juga akan memberi pengaruh positif kepada kalangan masyarakat luas” tegas Kasat Pol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi.

Kegiatan terpadu ini akan dilaksanakan oleh Satuan Pol PP Provinsi Bali yang bersinergi dengan Forkompinda dan Satuan Pol PP Kabupaten-Kota dan jajarannya, lokasi penertiban akan disesuaikan dengan wilayah kewenangan, untuk sepanjang jalan Provinsi maka akan dilaksanakan oleh Jajaran dari Provinsi, sedangkan untuk wilayah Kabupaten-Kota akan dikerjakan oleh pihak sesuai kewenangannya.

Kegiatan ini dimulai dari tanggal 11 Januari sampai dengan 16 Januari mendatang. Kegiatan yang serentak dilaksanakan di seluruh Bali ini merupakan program yang tidak lepas dari bagian pola hidup bersih dan sehat, karena Bali wajib menjaga alamnya yang sehat, lingkungannya yang sehat dan masyarakatnya juga harus sehat.

“Kegiatan yang kita lakukan ini juga berkaitan dengan upaya menjaga tata kota, tata kelola keindahan lingkungan disekitar kita agar jangan sampai Bali terlihat kotor dan jorok, tanpa ada yang mengatur,” ungkap Kasat Pol PP Provinsi Bali Dewa Dharmadi.

Selain penurunan baliho, kegiatan rutin yang akan dilaksanakan setiap hari selama dua (2) minggu ke depan adalah melaksanakan penertiban penggunaan masker di jalan raya saat berkendara. Seperti yang dilakukan hari pertama bertepatan dengan diberlakukannya Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Denpasar, kegiatan terpadu gabungan antara Polisi Pamong Praja Provinsi Bali dan unsur Kepolisian mengadakan penertiban bagi warga pengguna kendaraan tanpa masker dan juga bagi mereka yang menggunakan masker yang tidak baik dan benar, di Jl. Moh. Yamin.

Bagi pengendara yang tidak menggunakan masker akan dikenai sanksi denda Rp 100.000 (tunai dan non tunai) yang nantinya akan dimasukkan ke dalam uang Kas Daerah dan dapat dimanfaatkan untuk membantu penanganan Covid-19 secara materiil, namun bagi mereka yang dikenai sanksi denda dan tidak mampu membayar akan dikenai sanksi social yang di bekali dengan surat pernyataan untuk tidak akan mengulangi lagi. Sementara bagi pengendara yang menggunakan masker namun kurang baik dan benar akan di tegur secara lisan.

Penertiban PROKES khususnya penggunaan masker dengan baik dan benar akan dilakukan setiap hari mulai dari tanggal 11 januari sampai 25 januari dengan tempat yang berbeda mulai dari jam 09.00 Wita sampai 11.00 Wita dan juga 21.00 Wita sampai 23.00 Wita.

Dengan dilaksanakannya penertiban ini di harapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan, terutama menggunakan masker dengan baik dan benar, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer serta menjaga jarak, dengan tujuan untuk turut mengurangi penyebaran Covid-19 di Bali.

HUT PDIP Ditegah Pandemi,DPC PDIP Tabanan Bagikan 48 Tumpeng ke Warga

TABANAN-Pantaubali.com -DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Kabupaten Tabanan merayakan HUT ke-48 dengan tema “Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan” Minggu,(10/1) di kantor DPC PDIP Tabanan.

Pelaksanaan HUT dilaksanakan secara virtual langsung dari DPP PDI Perjuangan diikuti mulai dari, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, beserta jajaran pengurus DPP, Presiden dan Wakil Presiden RI, serta diikuti pula secara virtual DPD PDI Perjuangan, DPC PDI Perjuangan, PAC PDI Perjuangan, Ranting PDI Perjuangan Anggota Fraksi DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kader PDI Perjuangan seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDIP)Perjuangan Kabupaten Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan,pelaksanaan HUT dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia dalam pelaksanaanya juga tetap saling berbagi ke beberapa elemen masyarakat di Tabanan mulai dari, forum majelis,forum prebekel,tokoh masyarakat karang taruna, PKK dan lainnya.Yaitu dengan membagikan sebanyak 48 tumpeng serta diantar langsung ke rumah masing-masing masyarakat.

“Segitunya kita, jadi dalam kemeriahan ini tetap dilandaskan dengan protokol kesehatan.Tumpeng diantar, untuk selanjutnya akan dibagikan ke tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Dalam pembagian 48 tumpeng ketengah mayarakat tersebut akan di dokumentasikan juga untuk selanjutnya dikirim ke pusat.

“Dalam pembagian tumpeng kita juga foto kemudian langusung dikirim ke DPP, bahwasanya kita telah melakukan amanah tugas ke partaian kita dalam pelaksanaan HUT saat ini,” katanya.

Dalam kaitan dengan tema HUT yaitu “Indonesia Berkepribadian dalam Kebudayaan”, yaitu bagaiamana kader memiliki kepribadian dengan bercirikan kearifan lokal.

“Kepribadian kebudayaan apa yang kita miliki di Tabanan,di Bali maupun di Nusantara ini itulah yang harus kita jalankan,” tutupnya.

Banjir,Rendam Belasan Rumah Warga Perumahan Lebah Asri Kediri

TABANAN – Pantaubali.com- Hujan lebat yang sempat menguyur Kota Tabanan siang hari tadi mengakibatkan belasan rumah warga di Perumahan Lebah Asri,Banjar Dajan Tenten, Kediri,Tabanan terendam banjir,Minggu,(10/1).

Dalam tinjauan kelapangan beberapa warga yang sempat diwawancara terkait kondisi banjir tersebut mengatakan,mulai dari Bapak Wayan Widiantara mengatakan, banjir terlihat terjadi kurang lebih jam 2 siang,tepat saat hujan lebat turun.Selain itu, banjir memanag terjadi untuk kesekian kalinya.

“Selain karena volume air memang naik, juga disebabkan karena adanya tangul (tembok) yang di bangun dibsebelah selatan di Perumahan ini,” jelasnya.

Kemudian warga lainnya Ibu Sarmariyani menyampaikan,hujan menguyur tidak sampai 15 menit air telah sampai di lutut orang dewasa kemudian pada 20 menit selanjutnya air telah sampai sepingang.

“Padahal kita sudah melakukan pembersihan di penyaringan di sebelah selatan perumahan ini.Akan tetapi, diatas penyaringan tersebut ada tembok dan semenjak ada tembok di selatan perumahan dari situlah(November 2020) mulai kena banjir di sini,” paparnya.

Warga lainnya Ibu Niam meyampaikan, air telah masuk sampai ke rumah-rumah dan menyebabkan beberapa barang di dalam rumah ikut terendam.Mulai dari,lemari es dan sepeda motor juga ikut terendam air akibat banjir tadi siang.

“Memang ini banjir yang kesekian kalinya disini akan tetapi,sebelumnya tidak pernah masuk ke rumah seperti terjadi saat ini.Ya, lihat barang-barang berharga di dalam rumah juga ikut terendam akhirnya,” ucapnya.

Masih dalam waktu dan kesempatan yang sama Ketua Warga Perumahan Lebah Asri,Banjar Dajan Tenten, Kediri,Tabanan I Gusti Niarta menyampaikan, banjir terlihat mulai pukul 14.14 menit dengan ketinggian air kurang lebih mencapai sepaha orang dewasa.

“Memang setiap hujan lebat disini pasti warga kena banjir,” sampainya.

Jika dilihat banjir telah terjadi ketiga kalinya dengan kondisi yang sama seperti saat ini.Dan telah merendam sebanyak 16 KK di perumahan.

Adapun harapan dari seluruh warga setempat, setidaknya penanganan banjir bisa ditangani dengan baik dan cepat oleh Pemerintah terkait.Agar kedepan tidak terus terjadi banjir serta merendam pemukiman khsusnya di Perumahan Lebah Asri,Banjar Dajan Tenten, Kediri,Tabanan.

Bandara Ngurah Rai, Kawal Penerapan SE No. 1 Tahun 2021 Secara Ketat

BADUNG– Pantaubali.com -Pasca berlakunya Surat Edaran Satgas Penanganan COVID-19 No. 1 Tahun 2021 pada hari Sabtu (09/01), PT Angkasa Pura I (Persero) selaku pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, mulai mengawal pelaksanaan aturan ini secara ketat.

Dalam aturan yang ditujukan untuk mengatur persyaratan dan ketentuan transportasi rute domestik tersebut, terdapat beberapa perubahan peraturan yang diatur melalui beberapa peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah sebelumnya.

Salah satu di antaranya adalah mewajibkan calon penumpang rute domestik tujuan Bali untuk melengkapi diri dengan Surat Keterangan Hasil Negatif Tes PCR yang sampelnya diambil dalam 2×24 jam sebelum keberangkatan atau Surat Keterangan Hasil Non-Reaktif Rapid Tes Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Per hari ini (Sabtu, 09/01), terdapat beberapa perubahan persyaratan untuk calon penumpang transportasi udara rute domestik. Seperti penerapan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pusat maupun daerah, intinya kami berkomitmen untuk selalu siap dalam mengawal implementasi kebijakan terkait persyaratan penerbangan dalam masa pandemi ini,” jelas General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali, Herry A.Y. Sikado,Sabtu (09/01) sore (kemarin).

“Untuk calon penumpang yang berangkat dari Bali menuju kota lain, telah kami siapkan dua lokasi layanan rapid tes, baik antigen maupun antibodi. Yang pertama adalah di area publik Terminal Domestik, dan yang satu lagi berlokasi di Gedung Wisti Sabha lama. Dua lokasi ini untuk mengakomodasi tingginya kebutuhan calon penumpang akan layanan rapid tes yang mudah dijangkau, di samping masyarakat umum lainnya,” paparnya.

Selain penyiapan infrastruktur, PT Angkasa Pura I (Persero) juga selalu berkoordinasi dengan instansi komunitas bandar udara lain, serta dengan instansi terkait dalam mengawal kelancaran transportasi udara dalam masa pandemi ini.

Bahwa koordinasi dan sinergi dengan instansi vertikal terkait sangat diperlukan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan bagi para pengguna jasa bandar udara.

“Koordinasi dan sinergi selalu terjaga, ya. Baik dengan instansi komunitas bandar udara, seperti maskapai, Kantor Kesehatan Pelabuhan, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV, ground handling, maupun dengan instansi terkait seperti Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali. Pengawalan aturan perjalanan ini tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan dengan sinergi dan koordinasi antar instansi,” ucapnya.

Terkait tren meningkatnya jumlah penumpang secara konsisten dalam beberapa bulan terakhir, manajemen pengelola bandar udara turut menyiapkan tambahan personel dan pengaturan kapasitas terminal, yang kini beroperasi untuk melayani 26 penerbangan setiap jamnya, dengan pembagian 14 penerbangan kedatangan dan 12 keberangkatan per jam. Sebelumnya, setiap jamnya terminal bandar udara diatur untuk melayani 18 penerbangan/jam.

“Intinya, setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah selalu kami kawal penerapannya di lapangan. Personel, manajemen kapasitas terminal, penyiapan infrastruktur utama dan pendukung, serta kualitas layanan selalu kami jaga. Semua faktor tersebut harus berjalan beriringan dan saling terkait satu sama lain, demi tetap tercapainya standar kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa bandar udara,” pungkasnya.