- Advertisement -
Beranda blog Halaman 88

Tugu CBP Rupiah di Lapangan Niti Mandala Diresmikan 

Tugu Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang berlokasi di sisi selatan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar.
Tugu Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang berlokasi di sisi selatan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Tugu Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah yang berlokasi di sisi selatan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar diresmikan oleh Gubernur Bali Wayan Koster pada Sabtu (1/11/2025).

Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Bali yang disaksikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja.

Gubernur Koster dalam sambutannya menyampaikan bahwa keberadan Tugu CBP Rupiah di Pulau Dewata merupakan wujud nyata sinergi dan kolaborasi yang baik antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Yang membanggakan, tugu ini memajang miniatur uang pecahan Rp50.000,- tahun Emisi 2005, bergambar Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di satu sisi, serta Pura Ulun Danu Beratan, Tabanan pada sisi lainnya.

“Dua simbol ini bukan sekadar representasi nilai mata uang, namun juga menggambarkan semangat juang, jati diri, dan kebanggaan masyarakat Bali dalam mendukung perekonomian nasional,” ujarnya.

Ia berharap, tugu ini dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin cinta, bangga, dan paham terhadap rupiah. Selain itu, tugu juga merupakan simbol kuatnya kontribusi Bali dalam menjaga stabilitas dan kemandirian ekonomi bangsa.

“Semangat ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk terus memperkuat peran daerah dalam membangun ekonomi yang berdaya saing dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Gubernur Koster mengharapkan keberadaan tugu ini menjadi daya tarik wisata baru. Karena tugu ini didesain artistik dan sarat makna sehingga mencerminkan harmoni antara nilai budaya, semangat kebangsaan, dan penghormatan terhadap pahlawan bangsa.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster mengajak seluruh masyarakat Bali untuk semakin menumbuhkan rasa cinta terhadap rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

“Dengan memahami dan menggunakan rupiah secara bijak, kita turut menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat fondasi pembangunan nasional. Semoga keberadaan tugu ini membawa manfaat yang besar bagi masyarakat Bali dan menjadi inspirasi dalam memperkuat semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap mata uang kita,” pungkasnya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Gubernur Koster sehingga Tugu CBP Rupiah bisa dibangun di areal Monumen Bajra Sandhi.

Erwin menambahkan, tugu CBP Rupiah ini menjadi simbol pentingnya menjaga rupiah sebagai mata uang kebanggaan bersama.

“Ini juga upaya BI untuk terus menumbuhkan rasa cinta dan bangga pada rupiah sebagai satu-satunya alat pembayaran yang sah sekaligus sebagai simbol identitas kekuatan ekonomi dan kedaulatan bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Erwin juga menerangkan secara spesifik tentang Tugu CBP Rupiah. Dijelaskan olehnya, tugu ini berbentuk tridi parametik dengan desain uang pecahan Rp50.000,- tahun Emisi 2005, yang bergambar Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di satu sisi, serta Pura Ulun Danu Beratan, Tabanan di sisi lainnya.

Tugu berdiri di atas fondasi yang melambangkan tanggal, bulan dan tahun Kemerdekaan RI. Peresmian Tugu CBP Rupiah juga diisi dengan kegiatan penanaman 400 pohon sebagai bagian dari kontribusi BI dalam mempertahankan kelestarian lingkungan. (rls) 

Buleleng Hasilkan 416 Ton Sampah per Hari, PSBS Jadi Solusi 

Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan Gerakan Bali Bersih Sampah di Kabupaten Buleleng, Jumat (31/10/2025).
Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan Gerakan Bali Bersih Sampah di Kabupaten Buleleng, Jumat (31/10/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Kabupaten Buleleng tercatat menghasilkan sekitar 416 ton sampah per hari dari total 3.400 ton sampah harian di seluruh Bali. Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Bali terus menggencarkan Program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dan Gerakan Bali Bersih Sampah sebagai langkah nyata menuju Bali Bersih dan Bebas Sampah.

Upaya ini kembali disosialisasikan di dua lokasi di Buleleng, yaitu Balai Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, dan Ruang Rapat Kantor Desa Menyali, Kecamatan Sawan, pada Jumat (31/10/2025).

Kegiatan yang dihadiri para pemangku kepentingan lintas sektor ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Guru Besar Pertanian Organik Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. Ni Luh Kartini, M.S., Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 serta Pengendalian dan Kerusakan Lingkungan Hidup DKLH Provinsi Bali, Ida Bagus Kade Wiranegara, dan Sekretaris I TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna.

Dalam paparannya, Prof. Kartini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya program pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk menjaga kelestarian alam Bali.

“Sampah harus dipilah dari sumbernya. Pisahkan antara organik dan anorganik. Jangan membakar sampah dan jangan membuangnya di ruang terbuka,” tegasnya. Ia menjelaskan, pembakaran sampah, terutama yang mengandung plastik, dapat menghasilkan racun dioksin berbahaya yang bisa menyebar hingga radius lima kilometer.

Prof. Kartini juga mendorong setiap desa membentuk unit pengelolaan sampah berbasis sumber serta menyediakan tong komposter untuk sampah organik. Menurutnya, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari kelian subak, bendesa adat, hingga kepala desa menjadi kunci keberhasilan gerakan ini.

Sementara itu, Ida Bagus Kade Wiranegara memaparkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah berbasis sumber telah diatur dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2025. Kebijakan tersebut menegaskan larangan pembuangan sampah secara open dumping serta mendorong pembatasan penggunaan air minum dalam kemasan.

“Sekitar 60 persen sampah di Bali merupakan sampah rumah tangga. Jika dikelola dari sumbernya, maka persoalan sampah dapat teratasi secara signifikan,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan agar gerakan ini tidak berhenti pada tahap sosialisasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Camat Kubutambahan, I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra, yang menegaskan komitmennya mendorong penerapan PSBS di wilayahnya.

Pihaknya telah membentuk Bank Sampah di Kantor Camat yang bekerja sama dengan Bank Sampah Induk. Setiap minggu, para pegawai mengumpulkan sampah anorganik bernilai ekonomis. Selain itu, telah dibangun teba modern di kantor dan di sejumlah desa, serta terdapat delapan TPS3R aktif yang menjadi tulang punggung pengelolaan sampah di tingkat lokal.

Sementara itu, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Hermawati Supriatna, mengajak masyarakat mengubah pola pikir dari sekadar membuang menjadi mengelola sampah.

“Sampah adalah tanggung jawab bersama. Mari kita ubah mindset kita untuk memisahkan dan mengelola sampah agar Bali benar-benar bebas dari sampah,” ujarnya menutup kegiatan.

Dengan penguatan gerakan PSBS dan komitmen lintas sektor di Buleleng, Pemerintah Provinsi Bali optimistis langkah ini akan menjadi tonggak penting dalam mewujudkan Bali Bersih, Sehat, dan Berkelanjutan dari desa ke desa. (rls)

Pakar Gizi Sebut Program MBG di SPPG Polda Bali Sesuai Standar

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Bali.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Bali.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polda Bali mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Pengampu Mata Kuliah Sistem Manajemen Pengawasan Mutu dan Penyelenggaraan Makanan Poltekkes Kemenkes Denpasar, Ni Putu Agustini menilai pelaksanaan program tersebut telah memenuhi standar penyelenggaraan gizi yang baik.

Dalam kunjungannya ke SPPG Polda Bali di Jalan Plawa No. 20, Denpasar, Agustini menyebut sistem penyajian dan porsi makanan yang diberikan sudah disesuaikan dengan kebutuhan anak berdasarkan kelompok usia.

“Porsi yang diterapkan sudah tepat, baik untuk anak di bawah enam tahun maupun di atas enam tahun. Dari aspek keamanan pangan juga terjaga, karena menu yang disiapkan bukan termasuk kategori berisiko tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberlanjutan program ini penting untuk memastikan pemenuhan gizi anak sekolah berjalan optimal. “Kami berharap program ini terus berlanjut dengan pengawasan yang konsisten agar mampu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak secara aman dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Polda Bali mulai beroperasi sejak 5 Mei 2025. Hingga kini, SPPG telah menyalurkan 3.579 porsi makanan bergizi setiap hari ke delapan sekolah di Kota Denpasar, meliputi TK Kemala Bhayangkari Denpasar, TK Darul Huda Denpasar, SDN 2 Sumerta, SDN 29 Dangin Puri, SDN 14 Dangin Puri, SDN 17 Dangin Puri, SMPN 3 Denpasar, dan SMAN 7 Denpasar.

Selain itu, layanan MBG juga menyasar ibu hamil dan ibu menyusui di Posyandu Aspol Kreneng Denpasar.

Pelaksanaan program ini didukung oleh 50 relawan, terdiri atas pegawai BGN dan masyarakat yang bertugas menyiapkan serta mendistribusikan menu ke sekolah-sekolah sasaran.

Program MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan asupan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi contoh penerapan program pangan sehat dan aman yang bisa diadaptasi oleh lembaga lain di Bali. (ana)

Semarak Pembukaan HUT ke-532 Kota Singasana Diawali Singasana Fun Run

Pembukaan Singasana Fun Run peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana Tahun 2025 dengan tema “Mula Jayaning Singasana” di area Taman Bung Karno Tabanan, Minggu (2/11/2025).
Pembukaan Singasana Fun Run peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana Tahun 2025 dengan tema “Mula Jayaning Singasana” di area Taman Bung Karno Tabanan, Minggu (2/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana yang akan berlangsung selama sebulan penuh resmi dibuka di area Taman Bung Karno Tabanan pada Minggu (2/11/2025). Pembukaan HUT bertemakan “Mula Jayaning Singasana” ditandai dengan Singasana Fun Run yang diikuti oleh ribuan peserta.

Acara dibuka dengan pengibaran bendera start (flag off) oleh Bupati Sanjaya bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya dan Unsur Forkopimda dan jajaran sebagai tanda dimulainya Singasana Fun Run. Sanjaya mengucap syukur atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Hari ini kita membuka kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Singasana Tabanan ke-532. Dengan mengucapkan Om Awighnam Astu Nama Sidham, Fun Run Tahun 2025 resmi saya buka,” ujarnya disambut sorak gembira para peserta.

Sepanjang rute, para pelari disambut antusias oleh warga yang turut menyemangati, mencerminkan semangat kebersamaan dan sportivitas masyarakat Tabanan.

Usai peserta mencapai garis finish, Bupati Sanjaya, Bunda Rai, Wakil Bupati dan jajaran Forkopimda memberikan kalungan medali secara simbolis kepada beberapa pelari, sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat mereka.

Acara dilanjutkan dengan pelepasan 500 balon warna tridatu ke udara dan pelepasan 32 burung sebagai simbol pembukaan resmi rangkaian HUT ke-532 Kota Singasana. Bupati Sanjaya menyampaikan rasa bangga dan bahagia atas antusias seluruh masyarakat.

Ia juga menyampaikan pentingnya kegiatan seperti ini sebagai ajang mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menumbuhkan semangat hidup sehat. “Mari kita rayakan dengan riang gembira, bergotong-royong, dan menumbuhkan rasa bangga sebagai orang Tabanan,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasinya kepada seluruh masyarakat khususnya peserta dan para artis nasional serta berbagai pihak terkait lainnya atas dukungan terhadap kegiatan Singasana Fun Run ini.

“Kami juga merasa bangga karena Mas Ariel, Mas Christian, dan Mbak Titi Kamal hadir memeriahkan HUT Kota Singasana. Kehadiran mereka membawa semangat positif dan menjadi daya tarik bagi dunia pariwisata Tabanan. Begitu juga dengan semua pihak, terimakasih atas dukungannya,” imbuhnya.

Senada dengan Bupati Tabanan, Ariel Noah saat ditanya oleh para jurnali dalam sesi wawancara usai kegiatan mengungkapkan rasa bangga bisa mengikuti giat ini, sekaligus senang dan sampaikan rasa kagumnya terhadap semangat masyarakat Tabanan. “Saya benar-benar terkesan. Warganya hangat, suasananya positif, dan semangatnya luar biasa. Ini pertama kalinya saya ikut Fun Run di Tabanan, dan energinya terasa banget,” pungkasnya.

Ariel juga menyoroti potensi pariwisata Tabanan yang menurutnya sangat kaya dan alami yang sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi lebih baik lagi.

“Tabanan punya kombinasi yang sempurna, alamnya indah, udaranya sejuk, masyarakatnya ramah. Dari pantai sampai pegunungan, semua ada disini. Saya berharap semakin banyak orang Indonesia yang datang langsung melihat keindahannya,” tambahnya.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menjelaskan bahwa peringatan HUT ke-532 Kota Singasana akan diisi dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan lingkungan, seperti aksi bersih-bersih kota, penghijauan, pengecatan trotoar, bedah rumah, hingga festival seni budaya, dengan puncak acara pada 29 November 2025. Ia berharap kegiatan berjalan dengan lancar dan memberi manfaat positif bagi masyarakat.

“Mari bersama-sama kita sukseskan seluruh rangkaian kegiatan ini sebagai bentuk cinta kita pada Tabanan. Jele melah nyame gelah, jele melah gumi kita gelah. Bagaimanapun Tabanan, ini tanah kita bersama,” tegasnya.

Acara kemudian dilanjutkan dengan hiburan dan pengundian doorprize, yang menambah semarak suasana pagi di Taman Bung Karno. Kegiatan berlangsung meriah, penuh keakraban dan kebersamaan antara pemerintah, masyarakat, dan para tokoh publik. Peringatan HUT ke-532 Kota Singasana Tahun 2025 juga melibatkan puluhan UMKM lokal dalam kegiatan ini sebagai penggerak ekonomi Tabanan.

Semua event mempunyai manfaat yang diharapkan menjadi momentum memperkuat semangat persatuan, cinta daerah, serta kebanggaan sebagai masyarakat Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). (ana) 

25 Walikota Bulgaria Bakal Jajaki Sister City ke Bali

Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria, Nikolay Pavlov Bersama Gubernur Bali Watan Koster
Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria, Nikolay Pavlov Bersama Gubernur Bali Watan Koster

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Suasana di Ruang Tamu Jayasabha, yang merupakan rumah dinas Gubernur Bali, terasa berbeda dari biasanya. Aroma kopi Bali tanpa gula berpadu dengan harumnya arak tradisional, menyambut tamu istimewa dari Eropa Timur – Wakil Menteri Luar Negeri Bulgaria, Nikolay Pavlov, yang datang bersama Duta Besar Bulgaria untuk Indonesia, Tanya Dimitrova.

Dalam suasana akrab dan penuh senyum, sebuah pertemuan yang bukan sekadar diplomatik, tetapi juga menandai babak baru jalinan persahabatan budaya antara Bali dan Bulgaria.
Audiensi yang dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster itu turut dihadiri Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Made Dwi Arbani serta Kepala Biro Humas dan Protokol IB. Surja Manuaba. Di ruangan yang hangat namun berwibawa itu, dua bangsa dengan sejarah dan budaya panjang saling bertukar pandangan, ide, dan harapan.

Wakil Menteri Pavlov membuka pembicaraan dengan menyampaikan bahwa pada tahun depan, Indonesia dan Bulgaria akan merayakan 70 tahun hubungan diplomatik. Kunjungannya ke Bali, ujarnya, bukan sekadar pertemuan formal, melainkan juga simbol penghormatan terhadap peran penting Bali dalam citra Indonesia di mata dunia.

“Kami ingin menjalin hubungan yang lebih erat dengan Bali — di bidang perdagangan, pariwisata, pendidikan, pertanian, hingga pertukaran teknologi,” ujarnya penuh antusias.
Ia juga menuturkan apresiasi terhadap tenaga kerja asal Indonesia, khususnya dari Bali, yang dinilai memiliki kualitas kerja dan kepribadian yang sangat baik.

Sebagai tindak lanjut, Pavlov mengumumkan rencana kunjungan delegasi sekitar 25 wali kota dari berbagai kota di Bulgaria pada Desember mendatang, untuk menjajaki peluang kerja sama ‘sister city’ antara pemerintah daerah di Bulgaria dan Bali.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Wayan Koster menyambut baik inisiatif tersebut dengan semangat kolaboratif. “Kami siap membuka ruang komunikasi dan kerja sama yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam bidang kebudayaan, pendidikan, maupun ekonomi kreatif,” ujarnya.

Suasana pertemuan kemudian mencair dalam keakraban. Di sela percakapan serius, Gubernur Koster mengajak Wakil Menteri Pavlov dan Dubes Dimitrova bersulang dengan arak Bali yang dicampur kopi Bali tanpa gula-sebuah tradisi lokal yang sederhana namun sarat makna.
Dalam pembicaraan yang berlanjut, Pavlov juga menyampaikan ketertarikan untuk mengembangkan pertukaran budaya, termasuk kemungkinan mengundang seniman Bali tampil di Festival Kesenian di Bulgaria, serta menghadirkan kelompok seni Bulgaria ke Bali. Duta Besar Dimitrova menambahkan bahwa sebelumnya seniman Bulgaria pernah tampil di Klungkung dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Gubernur Koster menanggapi dengan antusias dan mengundang pihak Bulgaria untuk berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB), yang setiap tahun menjadi ajang promosi dan pelestarian budaya Bali. “Melalui seni, kita membangun jembatan hati dan rasa antarbangsa,” ucapnya.

Selain seni dan budaya, kedua pihak juga menyinggung peluang pertukaran pelajar dan kerja sama antaruniversitas, guna memperluas wawasan generasi muda dan mempererat hubungan antarbangsa melalui jalur pendidikan.

Sebagai penutup yang penuh makna, Gubernur Koster menyerahkan cinderamata berupa kain endek khas Bali kepada Wakil Menteri Pavlov simbol keindahan tradisi dan kreativitas rakyat Bali, serta bentuk dukungan nyata terhadap UMKM lokal.

Pertemuan yang diwarnai dengan senyum, budaya, dan secangkir kopi arak menjadi bukti bahwa diplomasi tidak selalu kaku dan formal. Kadang, jalinan antarnegara bisa tumbuh hangat dari segelas kopi arak, selembar kain, dan niat tulus untuk saling memahami. (rls)

Kadek Mudarta Dilantik Sebagai Kepala Dinas Perhubungan Bali

Pelantikan I Kadek Mudarta \sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, bertempat di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, pada Jumat (31/10/2025).
Pelantikan I Kadek Mudarta sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, bertempat di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, pada Jumat (31/10/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – I Kadek Mudarta resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali oleh Gubernur Bali Wayan Koster, bertempat di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, pada Jumat (31/10/2025).
Pelantikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bali Nomor 930/04C/KK/2025 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

Sebelum dilantik sebagai Kepala Dinas Perhubungan, Kadek Mudarta menjabat sebagai Kepala Bidang Keterpaduan Modal Dinas Perhubungan Provinsi Bali.
Dalam sambutannya, Gubernur Koster menegaskan jabatan Kepala Dinas Perhubungan merupakan posisi strategis yang membutuhkan ketegasan, keberanian, serta kemampuan berpikir komprehensif dalam menghadapi kompleksitas persoalan transportasi di Bali.

“Saya minta Kadis Perhubungan bekerja tegas dan berani. Kejar program-program prioritas dari APBN dan APBD agar administrasinya segera diselesaikan dan bisa dilaksanakan pada tahun 2026, seperti pembangunan fasilitas parkir di kawasan Batur, pembangunan underpass, serta penataan kawasan di sekitar PKB,” tegas Gubernur Koster.

Ia juga menyoroti pentingnya penyusunan skenario pengaturan lalu lintas jangka pendek untuk mengatasi kemacetan yang semakin sering terjadi, terutama di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan).

Gubernur asal Desa Sembiran tersebut meminta agar Dinas Perhubungan segera memetakan titik-titik kemacetan yang disebabkan oleh tingginya arus kendaraan masuk dan keluar, termasuk truk pengangkut material dari wilayah Jembrana dan Karangasem.
“Daerah Sarbagita adalah pusat aktivitas lokal dan wisatawan.

Maka penanganannya tidak cukup hanya dengan pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus disertai manajemen transportasi yang cermat dan adaptif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menyoroti maraknya permasalahan transportasi di Bali, seperti ojek daring (ojol), transportasi wisata ilegal, serta pengemudi non-KTP Bali yang beroperasi tanpa izin resmi. Ia menegaskan bahwa penegakan aturan harus dilakukan dengan tegas dan konsisten, mengingat telah adanya Peraturan Daerah yang mengatur tentang angkutan sewa khusus.

“Harus tertib, tapi dengan pendekatan yang tepat. Tolong pikirkan skemanya. Lakukan operasi gabungan antara Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan kalau perlu melibatkan kepolisian,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur dua periode tersebut juga menyinggung isu yang kini menjadi sorotan publik, yaitu banyaknya wisatawan asing yang melanggar aturan lalu lintas di Bali, seperti mengendarai sepeda motor tanpa helm dan tanpa surat izin mengemudi.

“Kalau mereka tidak memiliki SIM internasional, ya harus ditindak. Tidak boleh dibiarkan karena mencoreng wajah pariwisata Bali,” katanya dengan tegas.

Ia meminta agar Dinas Perhubungan bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan penertiban secara rutin dan edukatif agar wisatawan memahami pentingnya keselamatan dan etika berlalu lintas.

Menutup arahannya, Gubernur Koster mengingatkan pentingnya kekompakan internal di lingkungan Dinas Perhubungan. Ia menegaskan bahwa seluruh pejabat eselon harus bekerja sebagai satu tim yang solid.

“Semua harus satu langkah, satu visi, satu semangat. Kita ini bekerja untuk kepentingan masyarakat Bali,” pesannya.

Pelantikan Kepala Dinas Perhubungan yang baru diharapkan dapat memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun sistem transportasi yang aman, tertib, ramah lingkungan, serta mendukung pengembangan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (rls)

Diduga Kelelahan, Sales Pipa Ditemukan Tak Bernyawa di Pinggir Jalur Denpasar–Gilimanuk

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pria ditemukan dalam keadaan tak bernyawa di pinggir Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Soka Kelod, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pada Jumat (31/10/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Mudi Susilo (46), asal Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang bekerja sebagai sales pipa di wilayah Bali.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Wayan Swastika membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban diduga meninggal dunia akibat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh.

“Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena kelelahan atau kecapekan,” ujar Swastika saat dikonfirmasi, Sabtu (1/11/2025).

Ia menyebut, korban pertama kali ditemukan oleh pasangan suami istri asal Kecamatan Negara, Jembrana, yang saat itu melintas di lokasi sekitar pukul 06.10 Wita.

Saat itu, mereka melihat sebuah sepeda motor Honda Beat hitam bernomor polisi DK 3786 FCW tergeletak di pinggir jalan bersama pengendaranya yang tidak bergerak.

“Saksi sempat memanggil korban, tapi tidak ada respons. Saat diperiksa, korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan,” terang Swastika.

Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Personel Polsek Selemadeg tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim medis dari RS Singasana Nyitdah.

Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh dokter menyebutkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas memastikan korban meninggal bukan akibat tindak pidana.

Dugaan kematian korban juga diperkuat dengan oleh keterangan rekan kerja korban yakni Yusup, bahwa tiga hari sebelum kejadian, korban masih bekerja seperti biasa di kantor penjualan pipa di kawasan Sempidi, Badung.

Namun, ia mengaku sempat memperhatikan kondisi korban yang tampak tidak sehat. Wajahnya kelihatan pucat dan seperti kelelahan. Mungkin karena pekerjaannya yang menuntut untuk keliling menawarkan barang ke toko-toko dengan jarak jauh.

“Keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak melaporkan peristiwa tersebut keranah hukum dan menolak untuk di lakukan autopsi,” pungkas Kompol Swastika. (ana)

Bupati Badung Serahkan 210 Unit Bantuan Rumah Layak Huni

Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat menyerahkan Program Bantuan Rumah Layak Huni kepada 210 penerima manfaat di Wantilan Pura Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/10/2025).
Bupati Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat menyerahkan Program Bantuan Rumah Layak Huni kepada 210 penerima manfaat di Wantilan Pura Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/10/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menyerahkan Bantuan Rumah Layak Huni (BRLH) 2025, kepada 210 penerima manfaat.

Penerima berasal dari 28 Desa/Kelurahan di 5 Kecamatan se-Kabupaten Badung (kecuali Kecamatan Kuta). Penyerahan dilakukan di Wantilan Pura Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Jumat (31/10/2025).

Bupati I Wayan Adi Arnawa mengatakan, pelaksanaan program BRLH bukan sekadar bentuk bantuan fisik berupa bangunan rumah, melainkan wujud nyata kehadiran dan tanggung jawab sosial pemerintah daerah terhadap masyarakat.

“Program ini bersumber dari APBD Kabupaten Badung Tahun 2025 sebesar Rp 9,35 miliar serta dari CSR Bank BPD Bali sebesar Rp 1,5 miliar, sehingga total bantuan mencapai 210 unit rumah,” ujarnya.

Ia menekankan, meskipun Badung dikenal sebagai daerah dengan pendapatan tinggi, masih terdapat warga yang hidup dalam kondisi rumah tidak layak huni.

Untuk itu Adi Arnawa mendorong agar sebagian dana APBDes dapat dialokasikan untuk mendukung program rumah layak huni di masing-masing wilayah.

“Ini menjadi tanggung jawab moral kita bersama. Karena itu, saya minta para Perbekel, Lurah, dan perangkat desa lebih tanggap dan peka terhadap kondisi warganya. Jangan sampai ada warga yang diketahui membutuhkan bantuan justru lebih dulu diketahui oleh pihak luar dibanding pemerintah sendiri,” ucapnya.

Selain itu, Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi, objektivitas, dan keadilan sosial dalam menentukan penerima manfaat. Adapun program BRLH sejalan dengan semangat Sapta Kriya AdiCipta, khususnya dalam aspek pemerataan dan keadilan sosial.

“Saya tidak ingin ada penyimpangan atau nepotisme dalam penyaluran bantuan. Saya minta verifikasi di lapangan dilakukan dengan sungguh-sungguh, agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan, bukan karena kedekatan atau kepentingan tertentu,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Badung, AA. Ngurah Bayu Kumara, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Program BRLH Tahun 2025 menyasar 210 penerima bantuan yang tersebar di 28 Desa/Kelurahan di 5 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, 170 unit rumah dibiayai melalui APBD Kabupaten Badung sebesar Rp 9,35 miliar, sedangkan 40 unit rumah bersumber dari dana CSR Bank BPD Bali sebesar Rp 1,5 miliar.

Setiap penerima memperoleh dua jenis bantuan, yaitu pembangunan rumah baru senilai Rp 55 juta atau peningkatan kualitas rumah senilai Rp 30 juta, sesuai hasil verifikasi tim teknis di lapangan. Program ini juga bertujuan mengurangi backlog perumahan, mencegah timbulnya kawasan kumuh, dan mendukung kebijakan nasional Satu Juta Rumah.

“Melalui program ini, kami ingin memastikan tidak ada warga Badung yang tertinggal dalam hal kesejahteraan dan tempat tinggal yang layak. Selain memberi manfaat sosial, program ini juga membuka lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal,” jelasnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, anggota DPRD Badung, Putu Yunita Oktarini, I Putu Dendy Astra Wijaya, I Nyoman Gede Wiradana,  Ni Luh Putu Sekarini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan IB. Gede Arjana, beserta pimpinan OPD lingkup. Pemkab Badung, Camat beserta Perbekel/Lurah se Kab. Badung, Direktur Utama Bank BPD Bali, Kepala Bank BPD Bali Cabang Mangupura serta masyarakat penerima. (ana)

Ikuti Google Maps, Truk Muatan Batu Kali Berujung Terguling di Tanjakan Goa Gong

Truk terguling di tanjakan Goa Gong, Jimbaran, Jumat (31/10/2025).
Truk terguling di tanjakan Goa Gong, Jimbaran, Jumat (31/10/2025).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah truk bermuatan batu kali mengalami kecelakaan tunggal di tanjakan Pura Goa Gong, Jalan Goa Gong, Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, pada Jumat (31/10/2025) dini hari sekitar pukul 04.30 Wita.

Truk jenis Hino Light Truck bernomor polisi DK 8382 TC yang dikemudikan oleh IKBW (28), terguling setelah gagal menanjak dan mundur hingga melintang di badan jalan.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Komang Agus Dharmayana W,  membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, truk berangkat dari Karangasem menuju Desa Kutuh dengan membawa muatan batu kali. Sopir mengikuti rute dari aplikasi Google Maps yang ternyata mengarahkan kendaraan melewati jalur tanjakan curam Goa Gong.

“Sesampainya di tanjakan Pura Goa Gong, truk tidak kuat menanjak hingga mundur dan terguling melintang di badan jalan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka, hanya kerusakan pada bodi kendaraan,” jelas Kompol I Komang Agus Dharmayana.

Mendapat laporan warga, Unit Lantas Polsek Kuta Selatan yang dipimpin Kanit Lantas Iptu Ida Bagus Suardika bersama Aiptu Wayan Mardika, Aiptu Ida Bagus Suarnaya, dan Bripka Gede Sukadana segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.

Petugas kemudian menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas karena posisi truk yang melintang menutup hampir seluruh badan jalan. Polisi juga membantu sopir berkoordinasi dengan pemilik kendaraan untuk mendatangkan mobil derek dan memindahkan muatan batu kali.

“Hingga pukul 11.00 Wita, proses pemindahan muatan ke truk lain sudah selesai. Kami masih siaga di lokasi sambil menunggu mobil derek untuk mengevakuasi truk yang terguling,” kata Iptu Ida Bagus Suardika.

Atas kejadian ini, Kapolsek Kuta Selatan Kompol I Komang Agus Dharmayana mengimbau para sopir truk dan kendaraan berat agar lebih waspada dan tidak sepenuhnya bergantung pada panduan aplikasi navigasi.

“Jalur Goa Gong memiliki tanjakan yang cukup curam dan tidak direkomendasikan untuk kendaraan berat. Kami imbau pengemudi memilih jalur utama yang sesuai dengan kapasitas kendaraan agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain,” tegasnya. (ra)

Pansus VII DPRD Tabanan Bahas Ranperda Hari Lahir Ibu Kota, Himne, dan Mars Kabupaten

Rapat Kerja Pansus VII DPRD Kabupaten Tabanan.
Rapat Kerja Pansus VII DPRD Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Panitia Khusus (Pansus) VII DPRD Kabupaten Tabanan melaksanakan rapat kerja bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penegasan Hari Lahir Ibu Kota, Himne, dan Mars Kabupaten Tabanan. Rapat berlangsung di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Jumat (31/10/2025).

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari Ranperda yang sebelumnya telah disampaikan oleh Bupati Tabanan dan disetujui oleh tiga fraksi DPRD Tabanan dalam rapat paripurna.
Ranperda ini disusun untuk memperkuat identitas, sejarah, serta kebanggaan daerah Tabanan. Regulasi tersebut juga menjadi bentuk penegasan terhadap nilai-nilai luhur budaya dan sejarah perjuangan daerah agar generasi penerus memiliki kesadaran sejarah yang kuat sekaligus memperkokoh jati diri daerah.

Ketua Pansus VII DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani menjelaskan, penentuan mars dan nama ibu kota Singasana didasarkan pada aspek sejarah yang menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan. Karena itu, diperlukan kajian yang matang sebelum penetapan dilakukan.

“Kita sesuaikan namanya menjadi Kota Singasana. Sebelumnya, penetapan nama ibu kota Tabanan sebagai Singasana sudah diatur dalam Perda Tahun 2010. Namun karena adanya Undang-Undang baru yakni Nomor 79 Tahun 2024 yang kembali menetapkan Kota Tabanan sebagai Kota Singasana, maka perlu dilakukan penegasan kembali dalam bentuk Perda,” jelas Omardani.

Ia menambahkan, nama Singasana pertama kali muncul pada saat pelantikan Raja Tabanan, dan sejak itu menjadi ikon yang sarat makna sejarah.

“Jika dicermati dari kajian tim ahli berdasarkan peninggalan dan sumber-sumber sejarah, Tabanan memang dikenal sebagai wilayah bernama Singasana,” ujarnya.

Selain itu, batas geografis wilayah Kota Tabanan juga telah disepakati antara Pansus DPRD dan pihak eksekutif. Batas kota mengacu pada wilayah wewidangan Desa Adat Kota Tabanan yang mencakup Desa Adat Dajan Peken, Delod Peken, dan Dauh Peken.

“Kita sudah memiliki batas yang jelas. Jika ke depan terjadi perubahan status administrasi wilayah, maka batas tersebut akan tetap mengacu pada tiga desa adat itu. Batas wilayah ini juga akan dimuat dalam pasal perda,” katanya.

Dalam pembahasan tersebut juga disepakati bahwa Hari Lahir Pemerintahan Kota Singasana akan diperingati setiap 29 November. Tanggal ini merupakan momentum penetapan Arya Kenceng sebagai penguasa wilayah Tabanan.

Menurutnya, sosialisasi dan konsultasi publik terkait hal ini telah dilakukan sejak jauh hari. “Secara mekanisme, semestinya undang-undang lahir terlebih dahulu baru perda menyusul. Namun, dalam kasus ini perda sudah ada sejak 2010, dan dengan lahirnya UU Nomor 79 Tahun 2024 yang menjadi dasar hukum baru bagi KabupatenTabanan, maka kini dilakukan penegasan melalui pembentukan perda tentang Hari Lahir Kota Singasana,” jelasnya. (ana)