- Advertisement -
Beranda blog Halaman 87

400 Atlet, Pelatih dan Official dari 26 Negara Ikuti Kejuaraan Dunia Vovinam di Buleleng

Pembukaan Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (2/11/2025) malam.
Pembukaan Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (2/11/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Semangat persahabatan dan sportivitas dunia menggema dari jantung Bali Utara. Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (2/11/2025) malam.

Pembukaan berlangsung megah dan sarat makna budaya. Dengan pemukulan kulkul (alat komunikasi tradisional Bali) oleh Gubernur Koster, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, dan Presiden Federasi Vovinam Dunia Mai Huu Tin, serta Anggota Federasi Vovinam Dunia, denting suara kayu suci itu seolah menjadi tanda dimulainya perhelatan yang menyatukan 26 negara di bawah semangat persaudaraan dan harmoni.

Sorak riuh tepuk tangan dari 400 atlet, pelatih, dan ofisial yang hadir dari berbagai penjuru dunia berpadu dengan lantunan gamelan dan tarian khas Bali Utara seperti Tari Goak, Joged Bumbung, hingga Barong Sai, menghadirkan simbol kebersamaan lintas budaya.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan dunia menjadikan Bali, khususnya Buleleng sebagai tuan rumah kejuaraan internasional bergengsi ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen dari berbagai negara di dunia. Kehadiran World Vovinam Championships bukan sekadar ajang olahraga bela diri, tetapi momentum mempererat persahabatan antarbangsa serta memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal Bali kepada dunia,” ujar Koster disambut tepuk tangan meriah.

Gubernur Koster menegaskan, falsafah Vovinam yang menekankan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan sangat sejalan dengan spirit Tri Hita Karana, pandangan hidup masyarakat Bali yang mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungannya.

“Melalui ajang ini, kita tidak hanya bertanding untuk medali, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan antarbangsa,” tegasnya.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan kejuaraan dunia ini, mulai dari Indonesia Vovinam Federation, Pemerintah Kabupaten Buleleng, hingga KONI dan para relawan lokal.

Koster berharap, selain mempererat solidaritas global, ajang ini juga mampu memberikan dampak ekonomi dan promosi pariwisata positif bagi masyarakat Buleleng dan Bali Utara.

“Welcome to Bali – the Island of Harmony and Spirit. Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, dan nikmatilah keindahan serta keramahan masyarakat Bali,” tutupnya sebelum memukul kulkul sebagai tanda pembukaan resmi.

*Presiden Vovinam Dunia: Kembali karena Bali Ramah*

Sementara itu, World President Vovinam Federation, Mai Huu Tin, dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya terhadap Bali dan masyarakatnya.

“Saya berada di sini Desember tahun lalu untuk Kejuaraan Asia dan kami semua sangat menikmati keramahan masyarakat Bali. Karena itulah kami memutuskan untuk kembali lagi tahun ini,” ujarnya.

Mai Huu Tin menceritakan sejarah panjang Vovinam yang lahir di Vietnam pada 1938 dan kini berkembang di 76 negara dengan lebih dari dua juta praktisi aktif. Menurutnya, Vovinam tidak sekadar bela diri, tetapi sebuah jalan hidup yang menumbuhkan kasih, senyum, dan kekuatan untuk kemanusiaan.

“Para praktisi Vovinam tidak hanya berjuang untuk diri atau negaranya, tetapi juga untuk kemanusiaan. Di sinilah kita berkumpul untuk merayakan solidaritas seluruh bangsa,” ucapnya penuh semangat.
*City Tour ke Destinasi Wisata Unggulan Buleleng*

Sebagai Ketua Panitia sekaligus Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menambahkan bahwa Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 diikuti oleh 26 negara, berlangsung dari 1 hingga 8 November 2025, dengan pertandingan utama di GOR Undiksha, Jinengdalem, Singaraja.

Selain laga, para kontingen juga dijadwalkan mengikuti city tour ke destinasi wisata unggulan Buleleng seperti Lovina, Air Terjun Gitgit, dan desa-desa budaya Bali Utara.
“Inilah kesempatan terbaik untuk memperkenalkan pesona Buleleng kepada dunia,” ujar Supriatna.

400 Atlet, Pelatih dan Official dari 26 Negara Ikuti Kejuaraan Dunia Vovinam di Buleleng

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Semangat persahabatan dan sportivitas dunia menggema dari jantung Bali Utara. Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi membuka Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 Tahun 2025 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (2/11/2025) malam.

Pembukaan berlangsung megah dan sarat makna budaya. Dengan pemukulan kulkul (alat komunikasi tradisional Bali) oleh Gubernur Koster, Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra, dan Presiden Federasi Vovinam Dunia Mai Huu Tin, serta Anggota Federasi Vovinam Dunia, denting suara kayu suci itu seolah menjadi tanda dimulainya perhelatan yang menyatukan 26 negara di bawah semangat persaudaraan dan harmoni.

Sorak riuh tepuk tangan dari 400 atlet, pelatih, dan ofisial yang hadir dari berbagai penjuru dunia berpadu dengan lantunan gamelan dan tarian khas Bali Utara seperti Tari Goak, Joged Bumbung, hingga Barong Sai, menghadirkan simbol kebersamaan lintas budaya.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas kepercayaan dunia menjadikan Bali, khususnya Buleleng sebagai tuan rumah kejuaraan internasional bergengsi ini.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, saya menyampaikan selamat datang kepada seluruh kontingen dari berbagai negara di dunia. Kehadiran World Vovinam Championships bukan sekadar ajang olahraga bela diri, tetapi momentum mempererat persahabatan antarbangsa serta memperkenalkan nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal Bali kepada dunia,” ujar Koster disambut tepuk tangan meriah.

Gubernur Koster menegaskan, falsafah Vovinam yang menekankan keseimbangan antara kekuatan dan kelembutan sangat sejalan dengan spirit Tri Hita Karana, pandangan hidup masyarakat Bali yang mengajarkan harmoni antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungannya.

“Melalui ajang ini, kita tidak hanya bertanding untuk medali, tetapi juga membangun jembatan persaudaraan antarbangsa,” tegasnya.

Ia pun memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan kejuaraan dunia ini, mulai dari Indonesia Vovinam Federation, Pemerintah Kabupaten Buleleng, hingga KONI dan para relawan lokal.

Koster berharap, selain mempererat solidaritas global, ajang ini juga mampu memberikan dampak ekonomi dan promosi pariwisata positif bagi masyarakat Buleleng dan Bali Utara.

“Welcome to Bali – the Island of Harmony and Spirit. Bertandinglah dengan semangat, junjung tinggi sportivitas, dan nikmatilah keindahan serta keramahan masyarakat Bali,” tutupnya sebelum memukul kulkul sebagai tanda pembukaan resmi.

*Presiden Vovinam Dunia: Kembali karena Bali Ramah*

Sementara itu, World President Vovinam Federation, Mai Huu Tin, dalam sambutannya mengungkapkan kekagumannya terhadap Bali dan masyarakatnya.

“Saya berada di sini Desember tahun lalu untuk Kejuaraan Asia dan kami semua sangat menikmati keramahan masyarakat Bali. Karena itulah kami memutuskan untuk kembali lagi tahun ini,” ujarnya.

Mai Huu Tin menceritakan sejarah panjang Vovinam yang lahir di Vietnam pada 1938 dan kini berkembang di 76 negara dengan lebih dari dua juta praktisi aktif. Menurutnya, Vovinam tidak sekadar bela diri, tetapi sebuah jalan hidup yang menumbuhkan kasih, senyum, dan kekuatan untuk kemanusiaan.

“Para praktisi Vovinam tidak hanya berjuang untuk diri atau negaranya, tetapi juga untuk kemanusiaan. Di sinilah kita berkumpul untuk merayakan solidaritas seluruh bangsa,” ucapnya penuh semangat.
*City Tour ke Destinasi Wisata Unggulan Buleleng*

Sebagai Ketua Panitia sekaligus Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna menambahkan bahwa Kejuaraan Dunia Vovinam ke-8 diikuti oleh 26 negara, berlangsung dari 1 hingga 8 November 2025, dengan pertandingan utama di GOR Undiksha, Jinengdalem, Singaraja.

Selain laga, para kontingen juga dijadwalkan mengikuti city tour ke destinasi wisata unggulan Buleleng seperti Lovina, Air Terjun Gitgit, dan desa-desa budaya Bali Utara.
“Inilah kesempatan terbaik untuk memperkenalkan pesona Buleleng kepada dunia,” ujar Supriatna.

Suasana malam pembukaan di Gedung Kesenian Gde Manik menjadi cermin keindahan harmoni antara olahraga dan budaya. Dentang kulkul Bali malam itu tidak sekadar tanda dimulainya pertandingan, tetapi simbol semangat damai, sportivitas, dan kebanggaan Bali di mata dunia. (rls)

Pemkab Badung Realisasikan Bonus Atlet dan Pelatih Porprov Bali XVI Tahun 2025 Bupati Adi Arnawa Apresiasi Semangat Tim Porprov Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa saat acara penyerahan bonus atlet dan pelatih Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (3/11).
Bupati Wayan Adi Arnawa saat acara penyerahan bonus atlet dan pelatih Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (3/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi atas prestasi gemilang dan perjuangan luar biasa Tim Porprov Badung yang berhasil mengharumkan nama daerah sekaligus menorehkan sejarah baru dalam dunia olahraga daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat Penyerahan Bonus Atlet dan Pelatih Porprov Bali XVI Tahun 2025 di Ruang Kertha Gosana dan Kriya Gosana, Puspem Badung, Senin (3/11).

Pemkab Badung merealisasikan bonus sebesar Rp.42,64 miliar kepada para atlet, pelatih, dan official kontingen Badung yang sukses mempertahankan gelar juara umum untuk Ke-10 kalinya secara berturut-turut. Penyerahan bonus secara simbolis diberikan kepada perwakilan Atlet Badung yang meraih medali terbanyak yaitu Cabor Billiard meraih 4 Emas, 2 Perak, dan 1 Perunggu dengan bonus Rp 345 juta serta Cabor Catur meraih 5 Emas, 1 Perak dengan mendapatkan bonus Rp 285 juta.

Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Badung yang diwakili oleh Ketua Komisi IV DPRD, Nyoman Graha Wicaksana, Kepala OPD lingkup Pemkab Badung, Ketua KONI Kabupaten Badung I Made Nariana beserta jajaran serta para pelatih, official, dan atlet peraih medali.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh insan olahraga Badung atas prestasi luar biasa pada Porprov Bali XVI Tahun 2025 yang digelar 9–17 September lalu. Badung berhasil mengoleksi 191 medali emas, 130 medali perak, dan 148 medali perunggu, dengan total 469 medali, sekaligus meneguhkan predikat Badung sebagai “Juara Abadi” di tingkat Provinsi Bali. “Prestasi hebat ini adalah hasil sinergi luar biasa antara pemerintah daerah, KONI, para pelatih, dukungan orang tua, dan yang paling utama, semangat pantang menyerah para atlet. Kalian telah membuktikan bahwa Badung adalah benteng olahraga terkuat di Bali,” tegas Bupati Adi Arnawa.

 

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pemberian bonus ini merupakan wujud nyata komitmen dan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Badung terhadap kemajuan dunia olahraga. Adapun peraih medali emas memperoleh penghargaan sebesar Rp.80 juta per medali, sebagai bentuk penghargaan tertinggi atas perjuangan mereka mengharumkan nama daerah. “Bonus ini jangan dianggap sebagai akhir dari perjuangan, tetapi jadikan sebagai motivasi untuk berlatih lebih keras. Tantangan sesungguhnya menunggu di ajang nasional dan internasional. Teruslah kibarkan panji Badung dengan semangat juang dan disiplin tinggi,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan arah kebijakan strategis Pemkab Badung untuk menjaga keberlanjutan prestasi olahraga daerah. Ditambahkan bahwa pembangunan sport center akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai dari pembebasan lahan dan penyusunan desain, untuk kemudian diarahkan menjadi pusat kegiatan olahraga yang tidak hanya membina prestasi, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai destinasi sport tourism di Bali. “Saya ingin ini menjadi prioritas untuk segera ditindaklanjuti, yaitu Pembangunan Sport Center Terpadu di Kabupaten Badung sebagai pusat pembinaan dan pengembangan atlet berstandar modern, Revitalisasi Venue Olahraga yang representatif dan berstandar nasional, baik untuk kegiatan indoor maupun outdoor. Pembangunan Kantor Sekretariat KONI Kabupaten Badung yang representatif guna menunjang tata kelola organisasi olahraga yang profesional dan sistem pembinaan atlet yang lebih optimal. Sebagai pembina olahraga Badung, saya berkomitmen penuh mendukung setiap langkah pembinaan dan pengembangan atlet lokal. Bukan hanya mengejar juara umum, tetapi membangun sistem pembinaan berkelanjutan agar prestasi lahir dari kerja keras dan dedikasi anak-anak Badung sendiri,” ucap Adi Arnawa.

Di akhir sambutan, Bupati Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh atlet, pelatih, official, dan jajaran KONI Kabupaten Badung atas perjuangan yang telah mengharumkan nama daerah. “Kalian adalah kebanggaan kita semua. Jadilah teladan bagi generasi muda bahwa dengan kerja keras, integritas, dan semangat tulus ikhlas, tidak ada yang mustahil untuk diraih. Komitmen Pemkab Badung untuk selalu hadir dan berpihak pada kemajuan olahraga, serta mendorong lahirnya generasi atlet berkarakter dan berdaya saing nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kontingen Porprov Bali Kab. Badung I Made Sutama melaporkan bahwa kontingen PORPROV XVI Kabupaten Badung telah mendominasi Juara Umum 10 kali berturut-turut. Jumlah kontingen Badung sebanyak 1334 orang, terdiri dari 917 atlet yang berlaga serta 417 pendamping dan official dengan perolehan medali sebanyak 469 medali dengan rincian 191 medali emas, 130 medali perak dan 148 medali perunggu. “Pencapaian tersebut menempatkan Badung sebagai benteng terkuat di Provinsi Bali sekaligus menentukan sebagai juara abadi. Keberhasilan yang diperoleh merupakan buah dari sinergi luar biasa dengan bonus yang diserahkan merupakan wujud komitmen dan apresiasi bapak Bupati Badung serta bukti perjuangan atlet yang tidak sia-sia,” ujarnya. (rls)

Hasil Audit BPKP Bali, Perumda Sanjayaning Singasana Katagori Sehat

Exit meeting BPKP Perwakilan Bali di ruang rapat Kantor Perumda Sanjaning Singasana, Senin (3/11/2025).
Exit meeting BPKP Perwakilan Bali di ruang rapat Kantor Perumda Sanjaning Singasana, Senin (3/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perumda Sanjayaning Singasana yang dulu bernama Perumda Dharma Santhika berdasarkan audit BPKP Perwakilan Bali masuk dalam katagori Sehat dengan skor 77,85 atau katagori sehat A.

Hal itu terungkap dalam exit meeting BPKP Perwakilan Bali di ruang rapat Kantor Perumda Sanjaning Singasana, Senin (3/11/2025). Hadir dalam exit meeting BPKP Perwakilan Bali tersebut Dewan Pengawas, Drs. I Gusti Ngurah Supanji, M.Si, Sekretariat Dewas I Nyoman Hari Sujana, S.E. M.Si, Direksi Perumda, hingga manajer dan Asisten manajer.

Seperti diketahui berdasarkan perda nomor 7 tahun 2025 tertanggal 27 Oktober 2025, Perumda Dharma Santhika telah berubah nama menjadi Perumda Sanjayaning Singasana sejak 20 Oktober 2025 BPKP Perwakilan Bali entry meeting guna melakukan audit kinerja perumda Sanjayaning Singasana sekitar 14 hari. Adapun aspek yang menjadi penilaian yakni aspek keuangan, Operasional dan Administrasi.

Hasilnya, seperti diungkapkan Pengendali Teknis BPKP Perwakilan Bali, Ni Gusti Ayu Rai Yuliadi dan Ketua Tim Dody Nursetyo, Y.H serta anggota tim I Gusti Ngurah Satrya P.A  dalam exit meeting dihadapan dewan pengawas, Pembina, direksi dan jajaran perumda Sanjayaning Singasana hasilnya sehat katagori A.

“Hasil evaluasi kinerja Perumda tahun 2024 memperoleh skor 77,85 atau mencapai katagori Sehat A,” tegas Ni Gusti Ayu Rai Yuliadi.

Sementara ketua tim Dody Nursetyo dalam paparan Notisi hasil auditnya mengungkapkan berdasarkan aspek keuangan memperoleh skor 67,50 dari skor maksimal 70 atau mencapai 96,43 persen.

Meskipun demikian, beberapa aspek yang harus ditingkatkan salah satunya aspek Operasional seperti perspektif pelanggan, yakni indicator tingkat penyelesaian keluhan pelanggan dan indicator rata-rata waktu pemerosesan pesanan.

“Untuk perspektif learning and growth, perlu mendapat perhatian yakni indicator penggunaan teknologi informasi dalam penyediaan produk kepada pelanggan dan indicator diklat pegawai,” bebernya.

Selain itu aspek administrasi, perlu diperhatikan ketepanan waktu penyampaian laporan tahunan dan rencana kerja dan anggaran.

Atas penilaian tersebut Dirut Perumda Sanjayaning Singasana, Kompiang Gede Pasek Wedha menyampaikan rasa terima kasihnya atas hasil adut BPKP perwakilan Bali tersebut, untuk kedepannya bekerja lebih giat lagi guna meningkatkan kinerja perumda Sanjayaning Singasana.

“Ini akan kami jadikan acuan untuk melakukan evaluasi guna meningkatkan kinerja kami kedepannya semoga perumda Sanjayaning Singasana sesuai harapan KPM menjadi motor perekonomian Tabanan serta menjadi kebanggaan masyarakat Tabanan,” harapnya.

Hal senada diungkapkan, Sekretariat Dewan Pengawas I Nyoman Hari Sujana, yang juga kabag perekonomian Pemkab Tabanan sekaligus pembina BUMD di Kabupaten Tabanan.

Menurutnya, dengan hasil audit BPKP perwakilan Bali ini hendaknya dijadikan acuan bagi perumda untuk melakukan langkah-langkah perbaikan kedepannya sehingga perumda Sanjayaning Singasana menjadi perumda yang mampu mengambil peran pemerintah dalam upaya mengendalikan penuh atau sebagian besar aktivitas ekonomi di Kabupaten Tabanan. (ana)

Temu Wirasa dengan PKK dan Kader Posyandu Se-Desa Dalung Selaraskan Program Untuk Kesejahteraan Masyarakat

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menggelar acara Temu Wirasa bersama pengurus, anggota PKK, dan kader Posyandu se-Desa Dalung, Minggu (2/11).
Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menggelar acara Temu Wirasa bersama pengurus, anggota PKK, dan kader Posyandu se-Desa Dalung, Minggu (2/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menggelar acara Temu Wirasa bersama pengurus, anggota PKK, dan kader Posyandu se-Desa Dalung, Minggu (2/11). Acara yang bertujuan untuk menyelaraskan program-program PKK demi kesejahteraan masyarakat ini, dilaksanakan di Ruang Pertemuan Kantor Desa Dalung dan diawali dengan serangkaian kegiatan aksi sosial.

Sebelumnya Nyonya Rasniathi Adi Arnawa bersama rombongan melaksanakan aksi sosial dengan mengunjungi warga yang membutuhkan. Mereka menyambangi warga penderita kanker di Banjar Lebak dan warga disabilitas di Banjar Tegal Jaya, Desa Dalung. Selain itu, rombongan juga mengunjungi Bimbingan Belajar (BimBel) bahasa Inggris untuk anak-anak di Banjar Padang Bali, serta meninjau Industri Kecil Menengah (IKM) pembuatan keripik belut di Banjar Lingga Bumi. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis “Tong Edan,” sebuah inovasi penanganan sampah berbasis sumber di Banjar Kwanji, Desa Dalung.

Dalam sambutannya Rasniathi Adi Arnawa menekankan bahwa Temu Wirasa ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gerak langkah antara PKK Kecamatan, PKK Desa/Kelurahan, dan Posyandu dalam menjalankan 10 program pokok PKK untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Badung.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah agar program-program PKK dapat berjalan secara terpadu, tidak tumpang tindih, serta memberikan dampak yang lebih besar bagi kesejahteraan keluarga dan masyarakat di Desa Dalung khususnya, dan Kabupaten Badung pada umumnya,” ujar Rasniathi Adi Arnawa. (rls)

Rumah Warga di Marga Tergenang Air Luapan Sungai

Banjir yang menggenangi rumah warga di Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga.
Banjir yang menggenangi rumah warga di Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupten Tabanan pada Senin (3/11/2025) siang menyebabkan banjir yang menggenangi rumah warga di Banjar Selanbawak Kelod, Desa Selanbawak, Kecamatan Marga. Selain itu, tembok penyengker sepanjang 40 meter dilaporkan roboh akibat derasnya aliran air.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 14.30 Wita. Hujan dengan intensitas tinggi membuat air sungai di sekitar pemukiman meluap dan masuk ke rumah warga.

“Akibat curah hujan yang tinggi, air sungai meluap dan menggenangi rumah milik warga atas nama Nyoman Sukerta, Wayan Kardi, dan Made Sudana. Tembok penyengker sepanjang 40 meter juga dilaporkan roboh,” ujar Srinadha Giri.

Setelah menerima laporan kejadian, tim BPBD Tabanan melalui Pusdalops dan TRC Regu 2 langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Perlengkapan sarana prasarana (sarpras) serta armada dikerahkan ke lokasi untuk membantu warga terdampak membersihkan area yang tergenang air.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara anggota masih di lokasi untuk melakukan proses pembersihan material banjir,” tambah Srindha.

Selain itu, BPBD Tabanan juga sempat menangani pohon tumbang di jalan penghubung Desa Selanbawak dengan Desa Marga, Kecamatan Marga. Dahan pohon yang tumbang itu melintang di tengah jalan hingga menyebabkan arus lalu lintas terganggu.

“Tim sudah melakukan penanganan ke lokasi dan akses jalan sudah bisa dilalui kembali oleh warga,” pungkasnya.

BPBD Tabanan tetap mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor, saat intensitas hujan yang tinggi. (ana)

Lembaga Keuangan Tampilkan Busana Kerja Berbasis Wastra di Dekranasda Bali Fashion Week Day

Pergelaran Dekranasda Bali Fashion Week Day 2, Minggu (2/11/2025).
Pergelaran Dekranasda Bali Fashion Week Day 2, Minggu (2/11/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kolaborasi unik antara dunia mode dan sektor keuangan tampil memikat dalam ajang Dekranasda Bali Fashion Week Day 2, Minggu (2/11/2025). Acara yang disaksikan langsung oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, ini berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar.

Sebanyak tujuh lembaga keuangan di Bali, yaitu Bank Indonesia Provinsi Bali, Bank Mandiri, BNI, BTN, BPD Bali, BPR Lestari, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berpartisipasi dalam peragaan busana yang menampilkan koleksi berbahan kain tenun khas Bali.

Mengusung tema “Wastra Hita Kara”, pagelaran ini menegaskan bahwa kain tradisional tidak hanya indah secara visual, tetapi juga memiliki nilai manfaat dan filosofi yang luhur. Sebanyak 64 model memperagakan busana dalam tiga kategori, yakni pakaian adat madya yang digunakan setiap Kamis sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018, pakaian kerja kantor, dan busana pesta.

Koleksi tersebut memperlihatkan bagaimana wastra Bali dapat diadaptasi menjadi busana kerja modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Kolaborasi ini menjadi contoh nyata keterlibatan sektor keuangan dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus pemberdayaan industri kreatif daerah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, Gusti Ngurah Wiryanata, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan arah pengembangan mode di Bali yang berpijak pada kearifan lokal.

“Sektor keuangan berkontribusi besar terhadap pengembangan UMKM dan IKM. Seperti inilah seharusnya tren mode di Bali, berakar pada budaya, namun tetap relevan dengan zaman,” ujarnya.

Wiryanata menambahkan, Dekranasda Bali Fashion Week 2025 diselenggarakan dalam dua sesi, yakni 1–7 November dan 2–8 Desember, dengan rangkaian kegiatan yang mencakup Festival Anggrek dan Pasar Kuliner. Agenda ini menjadi bukti kolaborasi lintas sektor yang berjalan harmonis dan produktif.

Wiryanata menegaskan bahwa ajang ini merupakan fashion week pertama di Bali yang digagas oleh Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster. Melalui kegiatan ini, semangat untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap kain tenun Bali terus digelorakan, sekaligus menjadikan Bali sebagai trendsetter mode berbasis budaya yang dapat menginspirasi daerah lain di Indonesia. (rls)

Dari Lomba Anjing hingga Layanan Vaksin Rabies, Singasana Dog Show Meriahkan HUT Kota Singasana

Singasana Dog Show yang digelar di Lapangan Alit Saputra (Lapangan DC), pada Minggu (2/11/2025).
Singasana Dog Show yang digelar di Lapangan Alit Saputra (Lapangan DC), pada Minggu (2/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam suasana perayaan Hari Ulang Tahun ke-532 Kota Singasana, turut dimeriahkan dengan kegiatan Singasana Dog Show yang digelar di Lapangan Alit Saputra (Lapangan DC), pada Minggu (2/11/2025).

Ratusan ekor anjing dari berbagai komunitas se-Bali ikut serta memeriahkan ajang yang dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Acara yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT Kota Singasana ini mempertandingkan 15 kategori lomba, mulai dari lomba makan bulls kecil dan besar, sprint run berbagai kelas berat, spring poll, hingga fun show untuk berbagai kelas seperti puppy, remaja, dewasa, dan exotic frenchie.

Para juri didatangkan dari Bandung, Surabaya, dan Tabanan, menambah kualitas penjurian sekaligus daya tarik tersendiri bagi peserta.

Tak hanya kompetisi, kegiatan ini juga mengandung misi sosial melalui vaksinasi rabies dan sterilisasi hewan yang dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan.

Dari kegiatan tersebut, 55 ekor anjing dan 19 ekor kucing tervaksinasi, serta 33 ekor anjing lokal dan 7 ekor kucing lokal disterilisasi sebagai bentuk upaya menjaga kesehatan hewan dan masyarakat.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang dinilai sejalan dengan semangat HUT Kota Singasana tahun ini, yakni menumbuhkan rasa kebersamaan, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial.

“Perayaan HUT Kota Singasana bukan hanya tentang pesta rakyat, tetapi juga momentum untuk meneguhkan nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama makhluk hidup. Melalui kegiatan seperti Singasana Dog Show ini, kita belajar bahwa merawat dan menyayangi hewan juga bagian dari wujud keadaban dan kemajuan masyarakat,” ujar Sanjaya.

Ia menambahkan, kegiatan yang melibatkan berbagai komunitas ini mencerminkan semangat gotong royong dan harmoni antara manusia, hewan, dan alam, yang menjadi ciri khas masyarakat Tabanan.

“Salah pergaulan berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari semangat masyarakat kita,” tambahnya. (ana) 

Perumda Sanjayaning Singasana Kejar Target Omzet Rp64 Miliar di Sisa Dua Bulan 2025

Direktur Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompiang Gede Pasek Wedha
Direktur Perusda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompiang Gede Pasek Wedha

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sanjayaning Singasana Tabanan telah mencatat omzet sekitar Rp40 miliar hingga Oktober 2025.

Meski nilai capaian itu cukup besar, perusahaan daerah yang dulunya bernama Perumda Dharma Santhika tersebut masih harus mengejar sekitar Rp24 miliar agar target omzet tahun 2025 sebesar Rp64 miliar dapat tercapai.

Direktur Utama Perumda Sanjayaning Singasana Tabanan Kompyang Pasek Wedha menjelaskan, saat ini pendapatan terbesar diperoleh dari penjualan komoditas beras yang berkontribusi lebih dari 50 persen total omzet perusahaan.

“Beras kami pasok ke berbagai supermarket, hotel, serta toko jejaring yang tersebar di sejumlah wilayah,” ujar Pasek Wedha, Senin (3/11/2025).

Kompyang menjelaskan, target omset di tahun ini ditetapkan berdasarkan tahun 2024 lalu. Yang mana, penjualan tertinggi dicapai dari toko jejaring dengan total nilai mencapai Rp24 miliar dari sekitar 80 unit toko.

Sementara penjualan ke hotel-hotel Marriot Group mencapai Rp13 miliar, dan di luar jaringan tersebut sebesar Rp1,3 miliar.

Dengan sisa dua bulan terakhir tahun 2025, pihaknya terus melakukan berbagai langkah untuk menggenjot penjualan, mulai dari memperluas jaringan pasar hingga menggelar pasar murah secara rutin.

“Kami rutin melaksanakan pasar murah minimal lima kali dalam sebulan. Ke depan, kami juga berharap bisa menjalin kerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan agar kegiatan ini lebih optimal,” jelasnya.

Kompyang pun optimistis target penjualan tahun ini dapat tercapai. “Astungkara, dengan sisa waktu dua bulan ini kami yakin bisa menembus target Rp64 miliar,” tegasnya. (ana)

Baru Usia 19 Tahun, Pemuda Ini Nekat Curi Motor di Pantai Kelan

Pelaku pencurian NMAX di Pantai Kelan saat diamankan di Polsek Kuta.
Pelaku pencurian NMAX di Pantai Kelan saat diamankan di Polsek Kuta.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Unit Reskrim Polsek Kuta berhasil mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di kawasan Pantai Kelan, Kuta, Badung. Seorang pria berinisial MAH (19) asal Makassar berhasil diamankan bersama barang bukti 1 unit sepeda motor Yamaha NMAX warna abu-abu.

Kapolsek Kuta Kompol Agus Riwayanto Diputra, S.I.K., M.H. melalui Kanit Reskrim Iptu Matheus Diaz Prakoso, S.Tr.K. menjelaskan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja cepat tim opsnal yang dipimpin Panit Reskrim Ipda I Putu Santhi Adnyana, S.H., M.H. setelah menerima laporan dari korban pada Rabu (29/10/2025).

“Berdasarkan laporan korban dan hasil olah TKP serta rekaman CCTV di sekitar lokasi, tim berhasil mengidentifikasi pelaku dan menangkapnya di wilayah Tuban, Kuta, Badung. Saat diamankan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Kuta untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kompol Agus.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi. Ia memanfaatkan kelalaian korban yang meninggalkan kunci masih menempel di sepeda motornya. Motor hasil curian itu rencananya akan dijual untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kapolsek Kuta menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan mengimbau masyarakat agar lebih waspada menjaga barang berharganya, terutama di area publik seperti pantai dan tempat wisata.

“Kerja cepat ini merupakan bentuk komitmen Polsek Kuta untuk menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polresta Denpasar,” pungkasnya. (*)

2 Pencuri Tas Milik Turis Kazakhstan di Nusa Penida Dibekuk Dalam Hitungan Jam

Petugas Polsek Nusa Penida saat mengamankan dua pelaku pencurian tas milik wisatawan asal Kazakhstan.
Petugas Polsek Nusa Penida saat mengamankan dua pelaku pencurian tas milik wisatawan asal Kazakhstan.

PANTAUBALI.COM – Respons cepat jajaran Polsek Nusa Penida kembali membuahkan hasil. Dua pelaku pencurian tas milik wisatawan asal Kazakhstan berhasil dibekuk hanya beberapa jam setelah laporan diterima. Aksi pencurian itu terjadi di area parkir Naomi Snorkeling, Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Sabtu (1/11/2025).

Korban, Shokhrukh Shomukhsinov (32), seorang guru asal Kazakhstan, kehilangan tas berisi dua unit telepon genggam (iPhone 15 Pro Max dan Oppo), paspor, dompet, kamera GoPro, AirPods, serta pakaian pribadi. Usai mencari di sekitar lokasi dan memeriksa rekaman CCTV tanpa hasil, korban melapor ke Polsek Nusa Penida pada Minggu (2/11/2025) dini hari sekitar pukul 00.12 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kapolsek Nusa Penida AKP I Ketut Kesuma Jaya, S.H. memerintahkan Kanit Reskrim Iptu I Putu Fery Seputra, S.H., M.H. bersama tim Unit Reskrim untuk bergerak cepat. Di bawah koordinasi Panit Opsnal Ipda Anak Agung Mahendra Putra, S.H., M.H., tim melakukan penyelidikan dengan menelusuri rekaman CCTV dan jejak para pelaku.

Dari hasil penelusuran, polisi berhasil mengidentifikasi dua orang yang diduga kuat sebagai pelaku. Tak butuh waktu lama, keduanya ditangkap di sebuah kamar kos di Desa Ped, lengkap dengan barang bukti hasil kejahatan.

“Begitu laporan masuk, anggota langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan pelaku berikut barang bukti. Ini merupakan wujud komitmen kami dalam menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan di Nusa Penida,” ujar Kapolsek AKP Kesuma Jaya.

Dalam pemeriksaan, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Mereka mematikan ponsel hasil curian agar tidak dapat dilacak. Polisi juga menyita dua unit ponsel, tas, paspor, dompet, serta sepasang sepatu yang disembunyikan di kamar kos milik rekan pelaku.

Kapolsek menegaskan, pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan memperkuat sinergi dengan masyarakat serta pelaku pariwisata untuk menjaga keamanan di kawasan wisata.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat turut aktif menjaga situasi kamtibmas agar wisatawan merasa aman dan nyaman berkunjung ke Nusa Penida,” tegasnya.

Keberhasilan Polsek Nusa Penida ini menjadi bukti nyata kesigapan aparat dalam melindungi wisatawan sekaligus menjaga citra pariwisata Bali, khususnya di wilayah Kepulauan Klungkung.