- Advertisement -
Beranda blog Halaman 837

Kapolda Bali, Letakan Batu Pertama Program 100.000 Unit Rumah Bagi PNPP di BCA Land Kerambitan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam pelaksanaan program 100.000 unit rumah bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP), Polda Bali menjalin kerjasama dengan dua pengembang perumahan di Bali,BCA Land Kerambitan dan Taman Wira Lovina.Dalam kaitan dengan program tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Bali (Kapolda Bali), Irjen Pol. Putu Jayan Danu Putra secara langsung melakukan peletakan batu pertama yang dilaksanakan di BCA Land Kerambitan, Tabanan, Jumat,(4/6).

“Sesuai Program Bapak Kapolri menyiapkan Fasilitas rumah bagi anggota Polri dan PNS Polri.Program pemenuhan 100.000 unit rumah tersebut Polda Bali telah bekerjasama dengan dua pengembang perumahan di Bali,” jelasnya.

Total pengembangan unit rumah saat ini sebanyak 662 unit rumah di beberapa wilayah, utara Bali di daerah Lovina,Buleleng dan di bagian tengah dan selatan Bali tepatnya di Desa Kerambitan Tabanan.

“Tentu harapannya nanti para anggota Polri dan PNS Polri yang belum memiliki rumah dapat memanfaatkan fasilitas ini, yang betul-betul mudah dan kemudian sistem angsuran juga sangat murah,” ujarnya.

Kemudian Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya mengucapkan terimakasih kepada Kapolri,Kapolda dan Pengembang telah memilih Kota Tabanan sebagai pengembangan perumahan bagi PNPP Polri.Jika dilihat,Kabupaten Tabanan merupakan daerah penyangga Ibu Kota.Apa lagi, kedepan Gubernur Bali akan mengembangkan jalan Tol,tentu di perumahan di sini (BCA Land) akan semakin berkembang.

“Dengan adanya pengembangan Perumahan akan mampu meningkatkan PAD juga.Misal,para penghuni Perum pasti akan membeli makan dan minum di daerah Tabanan,” katanya.

Selain itu, dengan adanya perumahan tentu secara tidak langsung akan menjadi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) selain itu, akan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar perumahan juga.

Selanjutnya, pengembang BCA Land yang juga Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali, I Gede Suardita menyampaikan, apa dilakukan Kapolda Bali dan Bupati Tabanan sangat luar biasa.Dalam hal ini, di REI Bali tentunya tetap berkomitmen dalam pengembangan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Kita di REI membangun perumahan segala macam dan memang betul perumahan kawasan dengan segala macam fasilitasnya.Saat ini, telah terbangun sebanyak 700 unit rumah terjual ke umum dan telah ter huni 350 unit dan setengah nantinya tentu akan di huni oleh ANS Polri,” pungkasnya.

Bupati Tabanan Sebut, Jagung dan Sorgum Alternatif Ditanam di Musim Kemarau

TABANAN -Pantaubali.com -Menghadapi musim kemarau Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, Kamis,(3/6) menyebutkan, tanaman Jagung dan Sorgum dapat dijadikan alternatif varian tanaman selain Padi ditanam para petani di Tabanan.

“Jika dikihat secara umum kondisi air di Tabanan masih bagus. Akan tetapi, memang ada beberapa daerah kondisinya mengalami kering.Misal di daerah Selemadeng Timur (Seltim), setidaknya disana dapat bercocok tanam Jagung dan Sorgum,” jelasnya.

Dalam upaya mewujudkan tentu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dapat meninjau langsung kelapangan untuk melihat kodisi yang ada.

“Melihat langsung dalam kondisi tidak ada air di musim kemarau setidaknya ada tanaman alternatif misal,menanam Jagung dan Sorgum tersebut,” ujarnya.

Para petani menurut Dirinya, tidak ada masalah selama tanaman di tanam dapat menghasilkan sesuatu memiliki nilai bagus maka, tidak harus menanam Padi.

“Jika daerah kering dapat menghasilkan sesuatu untuk ketahanan hidup tentu akan menjadi menarik.Maka dari itu,tugas Pemerintah saat ini adalah upaya ikut membantu,” ucapnya.

Sembari Dirinya menambahkan, pasca panen perlu menjadi perhatian Pemerintah juga, jangan sampai harga dipermainkan oleh tengkulak.

“Jika perlu melakukan intervensi stabilitas harga juga,” pungkasnya.

Wagub Cok Ace Ajak Generasi Muda Perluas Makna Perdamaian

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengajak kalangan generasi muda untuk memaknai kata perdamaian secara lebih luas. Dalam artian, perdamaian jangan hanya diidentikkan dengan upaya memerangi terorisme dan tindakan melerai pihak atau kelompok yang bertikai. Menurutnya perdamaian dalam makna lebih luas bisa dikaitkan dengan hal lain seperti berdamai dengan alam. Hal tersebut dilontarkan Wagub Cok Ace saat menerima Yayasan Gema Perdamaian dan Duta Perdamaian Provinsi Bali di ruang kerjanya, Kamis (3/6).

Lebih jauh Wagub Cok Ace mengurai, jika merunut ke belakang, gema perdamaian merupakan gerakan yang muncul di tengah ancaman terorisme saat terjadinya bom Bali. Kala itu, kata perdamaian maknanya lekat dengan harapan agar kejadian keji terorisme tak terulang lagi di belahan bumi manapun. Kendati makna tersebut hingga saat ini masih relevan, namun Wagub Cok Ace mengajak para duta perdamaian untuk memaknai perdamaian secara lebih luas.

“Salah satu contohnya adalah bagaimana kita berdamai dengan alam,” ujarnya.

Berdamai dengan alam yang dimaksudnya adalah turut berperan aktif dalam menjaga dan merawat lingkungan. Peran aktif itu dapat ditunjukkan dengan mendukung upaya Pemprov Bali yang saat ini tengah gencar menangani sampah berbasis sumber. Ia menginformasikan bahwa Gubernur Bali Wayan Koster telah melaunching Keputusan Gubernur Nomor 381/03-P/HK/2021 tentang Pedoman Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Desa/Kelurahan dan Desa Adat dan saat ini secara marathon mensosialisasikannya ke seluruh Bali.

“Saya minta, adik-adik mengambil peran dalam program ini agar sampah bisa tuntas ditangani di hulu sehingga tak menimbulkan masalah di hilir seperti saat ini. Itu salah satu bentuk tindakan berdamai dengan alam,” imbuhnya.

Selain berperan aktif dalam kegiatan penanganan sampah, para duta perdamaian dan mereka yang tergabung dalam komunitas gema perdamaian diminta merancang kegiatan bermanfaat yang tak membutuhkan banyak biaya. Contoh kegiatan yang bisa dilakukan antara lain membuat diskusi, pembinaan dan pemberian motivasi kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. Untuk diketahui, imbuh Cok Ace, pandemi Covid-19 yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak psikologis di mana orang-orang menjadi semakin mudah marah.

“Adik-adik bisa gandeng motivator untuk memberi motivasi, bisa dilakukan secara online memanfaatkan kemajuan teknologi,” sarannya.

Menanggapi apa yang disampaikan Wagub Cok Ace, Koordinator Duta Perdamaian Bali Gusti Ayu Istri Sumadiasih menyampaikan bahwa selama ini komunitasnya telah mengambil peran dalam upaya pelestarian lingkungan melalui gerakan penanaman pohon. Sesuai arahan Wagub, ke depan pihaknya akan lebih mengoptimalkan peran di bidang lingkungan, khususnya mendukung program Pemprov Bali dalam pengelolaan sampah berbasis sumber. Selain kegiatan di bidang lingkungan, duta perdamaian juga aktif dalam gerakan kemanusiaan seperti donor darah.

Dalam kesempatan itu, Sumadiasih yang didampingi Ketua Komunitas Gema Perdamaian I Kadek Adnyana juga menyampaikan rencana pemilihan Duta Perdamaian 2021 pada bulan Oktober mendatang. Menurutnya, tahun lalu pemilihan ditiadakan karena situasi pandemi Covid-19. Demi kelancaran dan suksesnya perhelatan ini, ia sangat mengharapkan dukungan Wagub Cok Ace.

Tanpa Angaran Desa Bubug Gelar Lomba Menanam Padi di Bulan Bung Karno

TABANAN – Pantaubali.com – Meskipun tanpa penganggaran Desa Gubug,Tabanan tetap semangat melakukan berbagai rangkaian kegitan dalam menyabut Bulan Bung Karno, salah satunya lomba menanam Padi diikuti 16 petani perwakilan dari tiga subak di Desa Gubug.Kegiatan tersebut dilakukan menurut, Prebekel Desa Gubug, I Nengah Mawan selain rangkaian menyambut bulan Bung Karno juga untuk menghargai kaum petani.

“Para petani di bulan Bung Karno diberi penghargaan selain itu,memiliki tujuan agar kaum Petani harkat dan martabatnya dapat meningkat.Pelaksanaan Lomba dilakukan bertepatan dengan musim tanam,dewasa ayu serta rangkaian Bulan Bung Karno juga,” jelasnya.

Meskipun dalam pelaksanaanya tanpa disertai penganggaran akan tetapi kegiatan dapat dilaksanakan atau awalnya menjadi beban akan tetapi, akhirnya tidak menjadi beban.

“Salah satunya dengan membuat lomba tanpa harus mengeluarkan biaya mulai, mengelar lomba menanam Padi, Plog dan bersih-bersih lingkungan,” ujarnya.

Untuk Lomba menanam Padi diikuti oleh 16 petani perwakilan dari 3 subak di desa Gubug dengan sistem penanaman Jajar Legowo 41 atau penanaman empat baris dengan satu lorong.

“Ada perwakilan subak Batu Shangyang, Subak Gubug I dan II ikut dalam perlombaan menanam padi dengan kriteria penilaian, kecepatan,ketepatan dan kerapian dari proses penanaman adapun hadiah sekedar berupa uang saja,” tutupnya.

Ditemukan Piutang Pajak Rp 48 Milyar di Bakeuda,Pemkab Tabanan Ambil Langkah Cepat Turun Kelapangan

TABANAN – Pantabali.com -Adanya temuan piutang pajak sebesar Rp 48 Milyar di OPD Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan.Dari hasil penyusuran piutang tersebut disebabkan karena, banyak SPPT tidak sesuai dengan wajib pajak.Serta tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut menjadi piutang.Jika kondisi tersebut terus terjadi, tentu tidak pernah diketahui reil dari APBD.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Tabanan,I Made Edi Wirawan saat ditemui di Marga,Tabanan menyampaikan, telah turun melakukan pengecekan secara langsung ke Kecamatan-kecamatan. Dengan melibatkan Prebekel agar turut serta mengedukasi masyarakat melakukan pembenahan-pembenahan terhadap permasalahan tersebut.

“12 tahun lalu pajak Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) memang dikelola oleh Pajak Pratama setelah diserahkan ke Kabupaten.Tentu data tersebut yang kami lihat dan belum benar-benar akurat di lapangan.Maka, selama 12 tahun terus ada piutang-piutang.Akhirnya menjadi titik yang harus diselesaikan sehinga, saat membayar pajak tersebut sesuai dengan harapan masyarakat dan benar,” bebernya.

Dalam hal ini banyak SPPT tidak sesuai dengan wajib pajak serta tidak diketahui ada atau tidak subjek maupun objeknya.

“Hal tersebut tidak jelas kenapa bisa menjadi piutang.Jika dilihat Penyebaran daripada SPPT,PBB-P2 di 2020 hanya mampu tersentuh 60 persen.Apakah 40 persen tersebut merupakan piutang atau dikarenakan tidak ada subjek dan objeknya,” cetusnya.

Dirinya mencontohkan, dalam hal ini kita hapuskan denda pajak tersebut dan bunga maka, otomatis tidak perlu mengajukan permohonan untuk penghapusan tersebut dan di sistem akan di jawab tidak dikenakan denda dan bunga dari pada denda itu sendiri.

“Kalaupun nantinya masyarakat mapu membayar,dikarenakan melihat situasi saat ini juga tidak menekankan sekali untuk harus bisa membayar.

Terkait permasalahan tersebut Dirinya menyebut telah turun ke 10 Kecamatan dalam upaya bagaimana mengajak OPD terkait Bakeuda serta Dinas Pertanian Tabanan, dapat mensosialisasikan mulai dari penghapusan denda pajak termasuk bunga.

Karena hal tersebut merupakan sebuah program selain itu, me motifasi masyarakat agar benar-benar melakukan pembayaran pajak dengan baik sesuai SPPT maupun jumlah sertifikatnya. Maka, perlu dilakukan perbaikan-perbaikan mulai mutasi pajak maupun perbaikan atau perubahan buat SPPT harus dilakukan oleh masyarakat.

“Prebekel ikut dilibatkan agar mampu mengedukasi masyarakat agar dapat melakukan pembenahan-pembenahan.Maka, kita juga tetap mengintruksikan ke Bakeuda agar mendekat ke masyarakat Desa bahkan harus pro aktif dan tidak boleh ada di kantor,” sebutnya.

Selanjutnya,Kepala Bakeuda Tabanan Dewa Ayu Sri Budiarti, mengatakan, jika dilihat telah ada 10,62 persen telah membayar ke Kasda dari 216.000 SPPT,jika dilihat dari total 23 tersebut sebesar Rp 23 milyar jadi baru 10,62 persen terbayarkan sisanya.Sebelumnya memang diserahkan oleh KPP Pratama di 2012 jika dilihat saat ini, sesuai laporan telah mendekati Rp 55 milyar piutang pajak.

Maka dari itu, perlu melakukan pengecekan secara langsung terkait apakah benar subjek maupun objeknya ada atau tidak.

“Dalam hal ini membebaskan Dendanya bukan induknya serta untuk mendapatkan data real dari SPPT se sunguhnya. Sehinga, potensi dalam hal ini akan lebih jelas kedepanya.Bisa dikatakan bayar pajaknya abaikan dendanya,” tutupnya.

Hari Lahir Pancasila, Bupati Tabanan Ajak Masyarakat Membumikan Prinsip Tri Sakti Bung Karno

TABANAN – Pantaubali.com – Peringatan Hari Lahir Pancasila,Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Kemarin,(Selasa, (1/6) di Tabanan, mengajak seluruh lapisan masyarakat melakukan gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, yakni membumikan prinsip Tri Sakti Bung Karno dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Sehingga, sejarah bangsa ini tidak bisa di belokan ataupun digoyahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab.

“Kita patut bersyukur dan berbangga pada Bung Karno karena Beliau adalah salah satu penggali daripada nilai-nilai Pancasila yang sampai saat ini relevansinya masih utuh, masih kita pertahankan dan bangsa-bangsa besar pun meniru isi dari Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno. Ini merupakan sejarah besar yang harus kita gaungkan dan harus kita laksanakan,” jelasnya.

Dirinya berharap, agar prinsip Tri Sakti Bung Karno dan nilai-nilai luhur Pancasila merasuk ke seluruh masyarakat sampai di pelosok Desa. Karena menurutnya, Desa adalah basis dari sektor pembangunan Kabupaten Tabanan lima tahun kedepan.

“Majunya pembangunan di Desa adalah percepatan dari perwujudan Visi Misi Kabupaten Tabanan yang dilandasi prinsip Tri Sakti dan Nilai Nilai luhur Pancasila,” ujarnya.

Sembari Dirinya kembali mengharapkan, semua Desa yang ada di Tabanan memperingati Hari Bulan Bung Karno sebagai upaya menggaungkan Prinsip Tri Sakti Bung Karno dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila guna menumbuhkan karakter mempercepat pembangunan di Desa, menuju Desa yang Presisi yang mandiri dan berkedaulatan.

Satu Tahun Tertunda, Dewan Tabanan Dorong Dinkes Segera Bayarkan Insentif Tenaga Medis

TABANAN – Pantaubali.com – Anggota Komisi IV DPRD Tabanan Dorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan segera membayarkan insentif bagi tenaga medis penangan Covid-19.Jika dilihat sudah setahun lamanya pembayaran ditunda dan belum diketahui pasti apa alasan terjadi penundaan tersebut, jelas Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan, I Gusti Komang Wastana belum lama ini di Sangulan, Tabanan.

“Dari 2020 sampai saat ini belum terbayarkan,jika dilihat katanya masih terbentur dari regulasi aturan.Tentu dalam hal ini kami tidak mau tau,” jelasnya.

Dinkes Tabanan harus menyampaikan persoalan tersebut khsusnya ke Bupati Tabanan.Sehinga ada langkah-langkah maupun proses penyederhanaan kiranya dapat dilakukan nantinya.

“Apa telah dilakulan tenaga medis dan resiko dalam melayani pasien Covid-19, benar-benar nantinya mendapatkan penghargaan maupun perhatian penuh dari Dinkes.Karena, ini merupakan hak mereka sudah banyak tenaga medis datang dan menyatakan hal tersebut kepada anggota di Komisi IV dan sudah sering dalam hal ini kita bicarakan juga.Tentu harus ada target setidaknya dapat dibayarkan segera,” bebernya.

Sembari Dirinya menambahkan, jika telah ada anggaran setidaknya dapat segera mungkin dibayarakan dan target jelas tidak boleh ditunda-tunda lagi.

“Seandainya telah ada angaran tersebut setidaknya dapat segera di bayarkan,kanapa harus dihambat,” tutupnya.

Akhirnya, Seorang Pemancing Tenggelam di Water Blow Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

NUSADUA – Pantaubali.com – Korban yang sempat dikabarkan hilang saat memancing di tebing Water Blow pada Minggu (30/5) akhirnya ditemukan. Jenasahnya terlihat terapung-apung di dekat bibir pantai berjarak sekitar 10 meter.

“Tim Balawista melihat tubuh korban dan segera menghubungi Basarnas yang saat itu melakukan penyisiran darat,” jelas Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali),Anak Agung Alit Supartana dalam keterangan Persnya di Badung.

Dirinya menjelaskan posisi penemuan tepatnya di pantai depan Hotel Grand Hyatt Nusadua, kurang lebih 600 meter arah barat daya lokasi kejadian sekitar pukul 13.25 Wita. Selanjutnya korban di evakuasi menuju RSUD Sanglah dengan menggunakan ambulance BTDC.

Sebelumnya tim SAR gabungam telah melakukan operasi SAR selama 4 hari sejak Rohim (40), warga asal Dusun Nganjuk, Karangsari, Banyuwangi, dilaporkan terseret ombak saat memancing. Pagi tadi, Rabu (2/6) pencarian telah dilakukan dengan menurunkan RIB (Rigit Inflatable Boat) dari Pelabuhan Benoa.

“Ketika shorty ke dua mulai melakukan pencarian, diperoleh informasi bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” katanya.

Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan unsur dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Dit Samapta Polda Bali, Dit Polairud Polda Bali, Lanal Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Potensi SAR Radio 115, SAI Rescue, Security BTDC, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat.

Gubernur Koster Buka Peringatan Bulan Bung Karno III Provinsi Bali Bertema ‘Wana Kerthi : Taru Prana Bhuwana’

DENPASAR – Pantaubali.com – Tujuh puluh enam tahun yang lalu, Bung Karno berdiri di hadapan sidang umum Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sejak sehari sebelumnya, diskusi tentang rumusan dasar negara belum juga menemukan titik terang. Tibalah giliran Bung Karno untuk menyampaikan buah pikiran.

“Tanpa menggunakan teks, Bung Karno menguraikan lima hal yang menurutnya adalah landasan filosofis dasar dan cara pandang bagi negara Indonesia merdeka. Kelima hal yang menjadi landasan idiil Indonesia Merdeka tersebut kemudian diberi nama Pancasila. Sehingga saat itu, paparan Bung Karno diterima secara aklamasi dan pada 1 Juni 1945 itulah Pancasila Lahir,” demikian pidato yang disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat membuka peringatan Bulan Bung Karno III Provinsi Bali, Selasa (Saniscara Paing, Langkir) tanggal 1 Juni 2021 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar.

Lebih lanjut, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyampaikan, bahwa sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 18 Agustus 1945, Pancasila ditetapkan sebagai Dasar Negara Republik Indonesia. Sebuah ideologi dan landasan filosofis Bangsa dan Negara dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia merdeka.

“Sebuah negara bangsa yang terdiri dari 300 suku bangsa, memiliki 700 bahasa, dan 17.000-an pulau. Tanpa adanya sebuah ideologi dasar dan landasan filosofis seperti Pancasila, tentunya akan sulit membayangkan bagaimana perjalanan bangsa kita ini untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” jelas Koster yang disambut tepuk tangan.

Kata Gubernur Koster, sambungnya, Peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni oleh Pemerintah Provinsi Bali, sejak 2019 juga dirangkai dengan Perayaan Bulan Bung Karno Provinsi Bali. Karena pada bulan Juni, hal-hal fundamental dan sakral terjadi, dimulai dari pada tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila; 6 Juni Hari Lahir Bung Karno; dan 21 Juni hari Wafat Proklamator Bung Karno.

Untuk mengenang, menghormati, dan memaknai hari-hari penting tersebut, Gubernur Bali telah mengundangkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali. Tahun ini merupakan penyelenggaraan Bulan Bung Karno yang ke-3.

“Perlu Saya sampaikan bahwa dari 636 Desa di Bali sebanyak 427 Desa (67%) menyelenggarakan kegiatan Bulan Bung Karno,” tambahnya dihadapanWakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Arta Ardhana Sukawati, Sekda Dewa Made Indra,Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Bali, Ny Putri Koster, Ketua BKOW Bali Ny Tjok. Putri Hariyani Sukawati,Bupati/Walikota se-Bali, Kapolda Bali, Bendesa Agung, beserta stakeholder maupun instansi terkait dan forkompimda secara live streaming melalui youtube dari Gedung Ksirarnawa.

Sehingga pada tahun 2022, Gubernur Bali berharap semua Desa sudah bisa melaksanakan Bulan Bung Karno.

Selain sebagai wujud penghormatan dan bhakti kepada Bung Karno, Bapak Pendiri Bangsa yang telah merumuskan dasar negara kita, penyelenggaraan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali yang pelaksanaannya juga sampai ke Kabupaten/Kota, Kecamatan, hingga Desa/Kelurahan ini memiliki tujuan mulia, yaitu Pertama, mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila. Ketiga, memperkokoh semangat kebangsaan dan inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas.

Keempat, membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir. Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Kelima, memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila, dan Spirit perjuangan Bung Karno sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

Mengenai Tema Bulan Bung Karno Provinsi Bali tahun ini mengambil tema yakni, Wana Kerthi: Taru Prana Bhuwana (Pohon sebagai Nafas Bumi), yang sejalan dengan Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru. Yang artinya, menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan Krama Bali yang sejahtera dan bahagia sakala-niskala, menuju kehidupan Krama dan Gumi Bali sesuai dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno; Berdaulat secara Politik, Berdikasi secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan, melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasar Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Tema ‘Wana Kerthi’ Taru Prana Bhuwana ini dapat menjadi wahana bagi penyebarluasan, internalisasi serta pelaksanaan Pancasila serta ajaran-ajaran Bung Karno secara nyata dalam upaya pelindungan dan pelestarian alam semesta. Sehingga politik green, politik yang pro-alam lestari, dengan pemanfaatan sepenuhnya energi terbarukan, energi ramah lingkungan, termasuk pola pembangunan yang senantiasa selaras dalam menjaga kesucian dan kelestarian hutan, keragaman hayati, serta ruang hijau, menjadi tekad dan ikrar ideologis bersama. Tidak boleh gentar, lemah, dan putus asa, betapapun tantangan dan godaan hadir untuk membelokkan cita-cita ini, Kita harus tetap tegak demi kelangsungan harmoni alam, manusia, dan kebudayaan Bali,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Tambahnya juga, bahwa alam, hutan, tetumbuhan, dengan segala kekayaan hayati tidak saja menjadi sumber kehidupan, kesejahteraan, dan pengobatan, tetapi juga sumber inspirasi untuk menata kehidupan sosial dan peradaban. Seperti Bung Karno melakukan perenungan dan merumuskan Pancasila sedari melihat, menatap, dan memasuki desa-desa di Indonesia, termasuk kala Bung Karno di pengungsian di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Cerita Gubernur Koster, saat itu, Bung Karno merenung di bawah pohon sukun, dan melihat energi supranatural bekerjanya Tri Murti pada dedaunan, pohon, dan dahan Sukun. Begitulah harmoni tokoh besar Bangsa ini dengan semesta raya. Energi yang dipancarkan oleh Alam adalah energi kehidupan dan keindahan bagi manusia. Karena itu pilihan tema Wana Kerthi menjadi kontekstual dan selaras, terlebih pada situasi pandemi Covid-19, yang mana kembali ke alam, hutan, dan tetumbuhan sebagai sumber usadha-pengobatan.

“Bagaimana pun penghormatan paling utama kepada Bung Karno adalah dengan meneladani dan melaksanakan ide, pemikiran, gagasan, dan cita-citanya untuk Indonesia Raya. Saya berharap seluruh lapisan masyarakat Bali, terutama generasi muda mari dengan suka cita memikul tanggungjawab ideologis ini,” pungkasnya seraya mengatakan nada Merdeka, Merdeka, Merdeka.

Sebagai penutup, Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Bali, Cok Ace menyaksikan pergelaran drama tari musikal Bung Karno di Bawah Pohon Sukun.

Bupati Sanjaya Gaungkan Prinsip Tri Sakti Bung Karno dan Nilai Nilai Luhur Pancasila dalam Pembangunan Tabanan

 

TABANAN – Pantaubali.com –  Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, membuka Perayaan Bulan Bung Karno Kabupaten Tabanan Tahun 2021 dirangkaikan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang diselenggarakan di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan, ditandai dengan pemukulan gong, Selasa, (1/6).

Kegiatan yang dilakukan secara sederhana namun penuh makna tersebut, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE, Sekda beserta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Nampak juga Ketua DPRD beserta beberapa anggotangnya, Tjokorda Anglurah Tabanan, Perwakilan jajaran Forkopimda, dan undangan lainnya.

Dasar hukum pelaksanaan kegiatan ini adalah Pergub Bali Nomor 19 Tahun 2019 tentang Bulan Bung Karno di Provinsi Bali, Peraturan Bupati Tabanan nomor 25 Tahun 2019 tentang pelaksanaan Bulan Bung karno Kabupaten Tabanan. Dan dengan Tema “Implementasi nilai-nilai Sad Kertih dengan prinsip Tri Sakti Bung Karno Menuju Tabanan Era Baru Yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)”.

Yang bertujuan menjadikan Desa sebagai episentrum dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan di segala bidang kehidupan dengan menyelanggarakan pendataan desa yang presisi menuju desa yang berdaulat dan mandiri, membangkitkan ekonomi kerakyatan UMKM agar mampu menembus dan bersaing di era pasar digital serta membentuk karakter dan menumbuhkan kecintaan generasi milenial terhadap seni dan budaya Bali

“Jadi sangat tepat Bapak Presiden Jokowi yang sudah diberikan arahan oleh Ibu Megawati, dimana pada tanggal 1 Juni ini wajib diselenggarakan Apel bersama. Kenapa? Kita sadari bersama bahwa sedikit saja sejarah ini dibelokan, sekian generasi akan menjadi bengkok,” ujar Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Untuk itu, dalam momentum ini Bupati Sanjaya  mengajak seluruh lapisan masyarakat terutama di Tabanan melakukan gerakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, yakni membumikan prinsip Tri Sakti Bung Karno dan mengamalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam ideologi Pancasila. Sehingga, sejarah bangsa ini tidak bisa dibelokan ataupun digoyahkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung-jawab.

“Kita patut bersyukur dan berbangga pada Bung Karno karena Beliau adalah salah satu penggali daripada nilai-nilai Pancasila yang sampai saat ini relevansinya masih utuh, masih kita pertahankan dan bangsa-bangsa besar pun meniru isi dari Pancasila yang dicetuskan oleh Bung Karno. Ini merupakan sejarah besar yang harus kita gaungkan dan harus kita laksanakan,” tegas Sanjaya.

 

Disamping itu, Ia juga berharap agar prinsip Tri Sakti Bung Karno dan nilai-nilai luhur Pancasila merasuk ke seluruh masyarakat sampai di pelosok Desa. Karena menurutnya, Desa adalah basis dari sektor pembangunan Kabupaten Tabanan lima tahun kedepan. Majunya pembangunan di Desa adalah percepatan dari perwujudan Visi Misi Kabupaten Tabanan yang dilandasi prinsip Tri Sakti dan Nilai Nilai luhur Pancasila.

Maka dari itu, Bupati Sanjaya juga berharap semua Desa yang ada di Tabanan memperingati Hari Bulan Bung Karno sebagai upaya menggaungkan Prisnsip Tri Sakti Bung Karno dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila guna menumbuhkan karakter mempercepat pembangunan di Desa, menuju Desa yang Presisi yang mandiri dan berkedaulatan. @humastabanan