- Advertisement -
Beranda blog Halaman 82

Turnamen Mini Soccer Antar OPD Pemkab Badung

Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Badung, I Wayan Wijana menyerahkan piala kepada Tim Gabungan Disdikpora, Disbud, Dispar yang meraih Juara 1 Turnamen Mini Soccer Antar OPD Pemkab Badung, di Lapangan Kapal Mini Soccer, Kelurahan Kapal, Mengwi, Selasa (11/11).
Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesra Badung, I Wayan Wijana menyerahkan piala kepada Tim Gabungan Disdikpora, Disbud, Dispar yang meraih Juara 1 Turnamen Mini Soccer Antar OPD Pemkab Badung, di Lapangan Kapal Mini Soccer, Kelurahan Kapal, Mengwi, Selasa (11/11).

PANTAUBAL.COM, BADUNG – Turnamen Mini Soccer Antar OPD Pemkab Badung turut memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-16 Kota Mangupura resmi berakhir setelah melalui rangkaian pertandingan.

Turnamen yang diikuti 16 Tim Gabungan OPD berlangsung dari tanggal 3 Nopember hingga partai final 11 Nopember 2025 resmi ditutup oleh Bupati Badung yang diwakili Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Badung I Wayan Wijana di Lapangan Kapal Mini Soccer, Kelurahan Kapal, Mengwi, Selasa (11/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memberikan bantuan dana kegiatan sebesar Rp 30 juta yang diserahkan Plt. Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Wayan Wijana kepada panitai turnamen.

Dalam sambutannya, Plt. Asisten Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra mengatakan bahwa Bupati dan Wakil Bupati Badung memberikan apresiasi atas kegiatan seperti Mini Soccer antar OPD. Menurutnya kegiatan seperti ini untuk menjalin dan menjaga silaturahmi antar OPD di Pemkab Badung.

“Bapak Bupati dan Wabup sangat mengapresiasi kegiatan Turnamen Mini Soccer Antar OPD Pemkab Badung untuk menyambut dan memeriahkan HUT Ke-16 Kota Mangupura. Pimpinan juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh OPD, Perumda dan seluruh pemain dan supporter yang telah mendukung turnamen ini sehingga turnamen sukses dilaksanakan,” ujar Wayan Wijana.

Wayan Wijana juga menyampaikan, turnamen ini juga untuk memperingati HUT KORPRI Ke-54 yang jatuh pada tanggal 29 Nopemper. Diharapkan turnamen seperti ini agar terus bisa dilaksanakan tiap tahun dan menjadi agenda rutin yang pesertanya tidak hanya dari kalangan instansi di Pemkab Badung.

“Tentu saja ini sangat baik untuk kita menggali bibit-bibit pemain Mini Soccer untuk Badung mewakil di Porprov atau pelaksanaan kegiatan Pekan Olahraga KORPRI. Sebagai aparat pemerintah ini sangat baik untuk menjaga kesehatan fisik sehingga bisa memberikan pelayanan yang optimal untuk masyarakat Badung,” ucapnya.

Sebelumnya dilaksanakan perebutan juara 3 dan 4 antara Tim Gabungan Bapenda, Disdukcapil dan Kominfo berhadapan dengan Tim Gabungan Perumda (PD. Pasar, PDAM) dengan skor 2-2 dan dilanjutkan adu pinalti dengan skor 2-4 untuk kemenangan Tim Gabungan Perumda.

Di Babak final Tim Gabungan Disdikpora, Disbud, Dispar berhasil mengalahkan Tim Gabungan Diskarmat dan BPBD dengan skor 2-1. Tim Gabungan Disdikpora, Disbud, Dispar berhak mendapatkan Juara 1 dan piala bergilir, medali dan uang pembinaan. Sedangkan Best Supporter diraih oleh Supporter Perumda dan mendapatkan uang sebesar Rp1 juta. (jas)

Penyerahan Bantuan Hari Raya Galungan di Kecamatan Mengwi dan Kuta Utara

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan Rp. 2 juta per KK di Balai Serba Guna, Banjar Tengah Gulingan, Kecamatan Mengwi dan di Wantilan Desa Adat Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Selasa (11/11).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan Rp. 2 juta per KK di Balai Serba Guna, Banjar Tengah Gulingan, Kecamatan Mengwi dan di Wantilan Desa Adat Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Selasa (11/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemkab. Badung tetap berkomitmen meringankan beban masyarakat Kabupaten Badung beragama Hindu menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, untuk itu Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta kembali menyerahkan secara simbolis bantuan Rp. 2 juta per Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Mengwi dan Kuta Utara , pada Selasa (11/11) bertempat di Balai Serba Guna, Banjar Tengah Gulingan, Mengwi dan di Kecamatan Kuta Utara bertempat di Wantilan Desa Adat Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara.

Bupati Adi Arnawa ditemui seusai acara memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Badung yang telah melaksanakan tahapan-tahapan dalam menyukseskan program ini. Dengan adanya bantuan ini, Bupati Adi Arnawa mengharapkan masyarakat agar lebih fokus dalam meningkatkan sradha bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi.

“Saya atas nama pemerintah, mengucapkan selamat hari Galungan dan Kuningan kepada masyarakat. Mudah-mudahan kita semua diberikan kekuatan, kesehatan. Dan yang paling penting adalah kebahagiaan, bahwa filosofi daripada program ini kan adalah menumbuhkan dia beli masyarakat. Kenapa kami dorong dengan memberikan bantuan stimulan seperti ini, Karena dengan menumbuhkan daya beli otomatis produk yang kita punya bisa dibeli oleh masyarakat. Jadi daya beli masyarakat ada, sehingga kalau itu terjadi otomatis UMKM-UMKM itu  hidup. Sehingga dia akan bisa mendapatkan pendapatan. Ekosistem ini ada tentu akan menyebabkan dampaknya pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung AA. Ngurah Raka Sukaeling melaporkan bantuan ini merupakan wujud nyata dari hadirnya Pemerintah Daerah untuk membantu masyarakat dalam menyambut hari Raya Keagamaan dimana sering terjadi peningkatan harga barang serta peningkatan kebutuhan masyarakat. Di Kecamatan Mengwi diberikan kepada 24.429 KK dan di Kecamatan Kuta Utara sebanyak 9.039 KK.

“Tujuan diberikan Bantuan Sosial ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk meningkatkan daya beli masyarakat untuk meringankan beban ekonomi masyarakat serta dapat meningkatkan perputaran roda perekonomian,” jelasnya

Turut Hadir pada kesempatan ini, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti bersama anggota DPRD Badung Dapil Kecamatan Mengwi dan Kuta Utara, Sekda Badung beserta Forkopimda Badung, Ketua GOW Badung, Kepala OPD terkait, Kepala Cabang BPD Mangupura, Camat Mengwi dan Camat Kuta Utara beserta unsur tripika Kecamatan, Perbekel dan Lurah se-Kecamatan Mengwi dan Kuta Utara. (rls)

 

Caption :

 

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan secara simbolis bantuan Rp. 2 juta per KK di Balai Serba Guna, Banjar Tengah Gulingan, Kecamatan Mengwi dan di Wantilan Desa Adat Padang Luwih, Dalung, Kuta Utara, Selasa (11/11).

 

Siswa SD dan Anak Usia Sekolah di Tabanan Disasar Imunisasi Difteri dan Tetanus 

Kegiatan imunisasi difteri dan tetanus di Kabupaten Tabanan.
Kegiatan imunisasi difteri dan tetanus di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan pemberian imunisasi difteri dan tetanus kepada seluruh siswa Sekolah Dasar kelas 1, 2, dan 5, serta anak-anak usia 7, 8, dan 11 tahun yang tidak bersekolah.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama bulan November 2025 dan menyasar seluruh wilayah kerja Puskesmas di Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya berharap program ini dapat memberikan perlindungan optimal bagi anak-anak dari ancaman penyakit berbahaya seperti difteri dan tetanus.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi menjelaskan, imunisasi difteri memiliki peran penting dalam mencegah penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat menyebabkan gejala berat hingga kematian.

“Manfaat imunisasi ini sangat besar, tidak hanya melindungi anak dari penyakit difteri, tetapi juga mencegah komplikasi serius seperti gagal jantung dan kelumpuhan, serta menghambat penyebaran penyakit di masyarakat,” ujarnya, Selasa (11/11/2025).

Ia menegaskan pentingnya imunisasi tetanus yang bertujuan mencegah penyakit akibat bakteri Clostridium tetani.

“Tetanus merupakan penyakit serius yang bisa menimbulkan kejang otot parah dan berakibat fatal. Dengan vaksinasi, tubuh anak-anak akan memiliki kekebalan yang mampu melindungi mereka dari racun bakteri penyebab tetanus.” imbuhnya.

Secara teknis, pelaksanaan kegiatan akan dilakukan oleh petugas kesehatan dari masing-masing Puskesmas yang akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan layanan imunisasi. Pendekatan jemput bola ini dilakukan agar seluruh sasaran dapat terlayani dengan baik tanpa mengganggu aktivitas belajar siswa.

Sebagai penutup, dr. Surya mengajak seluruh orang tua dan pihak sekolah untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung kegiatan imunisasi ini.

“Kami harap para orang tua memberikan izin dan pendampingan kepada anak-anaknya untuk mengikuti imunisasi. Upaya ini bukan hanya melindungi individu, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga kesehatan masyarakat Tabanan,” pungkasnya. (ana) 

12 Inovator Lolos ke Tahap Verifikasi Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana

Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha
Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana 2025 yang digagas Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) telah memasuki tahap III verifikasi inovasi.

Dari total 55 peserta yang mengikuti penilaian Tahap II, sebanyak 12 peserta terbaik dari empat kategori dinyatakan lolos untuk melanjutkan ke tahap berikutnya.

Kepala BRIDA Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha menjelaskan, penilaian Tahap II berfokus pada pembuatan video inovasi yang memuat penjelasan mengenai latar belakang, proses penjaringan ide, manfaat, dan dampak inovasi yang dikembangkan peserta.

Berdasarkan hasil penilaian tersebut, Dewan Juri menetapkan 12 peserta yang berhak melaju ke Tahap III sebagaimana tertuang dalam Surat BRIDA Kabupaten Tabanan Nomor 510.15/1081/BRIDA tertanggal 8 November 2025.

Adapun peserta yang lolos Tahap III untuk kategori SMP/Sederajat adalah Dewa Ayu Gede Indira Anandini Putri dengan inovasi MARS (Maggot Recycle School): Daur Ulang Sampah Organik Berbasis Maggot, Ni Putu Novi Suda Aryani dengan inovasi KECO-LIFE: Pemanfaatan Tanaman Kecombrang sebagai Solusi Ganda untuk Penanggulangan Erosi dan Ketahanan Pangan di Sekolah, serta Dewa Ayu Fanny Apriliani dengan inovasi BANANA PLASTIK “Biu Gedang Saba” untuk Masa Depan.

Untuk kategori SMA/SMK/Sederajat, peserta yang berhasil lolos adalah Ni Putu Jeni Padma Gayatri dengan inovasi BONZALA (Abon Salak): Optimalisasi Hasil Panen Salak sebagai Produk Ikon Kuliner Tabanan, Ni Kadek Dinda Cantika Dewi dengan inovasi TAMAS (Tabanan Agricultural Monitoring and Analysis System), serta Ni Kadek Giyopani Santi Dewi dengan inovasi ECO BOKOR: Pemanfaatan Koran dan Kertas Bekas agar Memiliki Nilai Jual Tinggi.

Sementara itu, untuk kategori ASN (Aparatur Sipil Negara), tiga peserta yang melaju ke tahap selanjutnya adalah Ni Wayan Sri Yasmini dengan inovasi SAHABAT SELSA (Sapa Hati Berbasis AI Teknologi di SMP Negeri 1 Selemadeg), Febrina Rachmawati dengan inovasi SUNARI (Suara dan Aspirasi Murid), serta Ni Made Era Puspayani dengan inovasi PEDULI (Program Edukasi Unit Layanan Disabilitas).

Adapun kategori Komunitas Kreatif dan UMKM Desa, 3 nominatornya adalah I Gusti Ngurah Made Prabhaswara dengan inovasi Mesin Cacah Sampah Organik Bertenaga Surya sebagai Media Edukasi Energi Bersih Menuju Bali Emisi Nol 2045, I Made Sugianto dengan inovasi Pustaka Ekspresi: Inovasi Penerbitan Buku Berbasis Komunitas untuk Meningkatkan Literasi Desa, serta I Nyoman Widhi Adnyana dengan inovasi SIKADEK (Sistem Informasi Kebencanaan Desa Kukuh).

Lebih lanjut, Darma Ariantha menjelaskan, penentuan peserta yang lolos ke Tahap III dilakukan melalui sistem bobot nilai gabungan, yakni 60 persen dari hasil seleksi Tahap I dan 40 persen dari hasil penilaian Tahap II.

“Integrasi nilai dilakukan dengan menghitung total nilai kedua tahap tersebut. Hasilnya menunjukkan para inovator yang terpilih memang layak untuk maju ke Tahap Verifikasi Inovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, bagi tiga peserta terbaik di masing-masing kategori yang dinyatakan lolos Seleksi Tahap II, selanjutnya akan dilaksanakan Tahap Verifikasi Inovasi oleh Tim Juri.

“Teknis dan mekanisme pelaksanaan Verifikasi Inovasi akan dijelaskan melalui technical meeting yang direncanakan pada Rabu (12/11/2025) mendatang,” jelasnya.

Melalui ajang Lomba Inovasi Daerah Jayaning Singasana ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap tercipta budaya inovasi lintas sektor, mulai dari dunia pendidikan, ASN, hingga komunitas desa, guna mewujudkan Visi Besar Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (ana)

Pegawai Laundry di Tuban Kedapatan Simpan Satu Kilo Ganja di Kamar Kos

AR, pegawai laundry kedapatan menyimpan ganja seberat satu kilogram di kamar kosnya.
AR, pegawai laundry kedapatan menyimpan ganja seberat satu kilogram di kamar kosnya.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pegawai laundry berinisial AR (29) digelandang petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali setelah kedapatan menyimpan ganja seberat 1,07 kilogram di kamar kosnya di kawasan Tuban, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung.

AR hanya bisa tertunduk lesu saat kasusnya diungkap ke publik. Ia ditangkap dalam operasi gabungan BNNP Bali yang menyasar wilayah rawan peredaran narkoba di Tuban, Badung, dan Desa Pemogan, Denpasar, pada Selasa (4/11).

“Tersangka AR diamankan di kamar kos dengan barang bukti ganja seberat lebih dari satu kilogram,” ujar Kombes Pol. Tri Kuncoro, Penyidik Ahli Madya Bidang Pemberantasan BNNP Bali, dalam konferensi pers di Denpasar, Senin (10/11).

Selain menangkap AR, petugas juga melakukan tes urine acak terhadap warga sekitar lokasi operasi. Hasilnya, tiga orang dinyatakan positif mengonsumsi narkotika dan langsung dibawa ke Klinik Pratama BNN Bali untuk menjalani asesmen dan rehabilitasi sesuai tingkat ketergantungan.

Dari hasil pemeriksaan, AR mengaku hanya bertugas sebagai perantara. Ia menerima barang haram tersebut dari seseorang yang disebut sebagai “bos”-nya, yang kini telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
“Tugasnya hanya menerima dan menyimpan. Nantinya, bosnya yang akan memecah dan mengedarkan,” terang Tri Kuncoro.

AR diketahui baru dua bulan terlibat dalam jaringan narkoba ini. Sebagai imbalan, ia mendapatkan fasilitas tempat tinggal gratis dan uang saku dari bosnya. “Pengakuannya baru sekali menerima paket satu kilo, tapi sebelumnya sudah beberapa kali menerima paket lebih kecil,” tambahnya.

Atas perbuatannya, AR dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 111 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun. RA

Pemprov Bali Siapkan Regulasi Baru untuk Perlindungan Penyandang Disabilitas

audiensi Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali bersama jajaran Komisi Disabilitas Bali dan sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, pada Senin (10/11/2025).
audiensi Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali bersama jajaran Komisi Disabilitas Bali dan sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, pada Senin (10/11/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima audiensi Pusat Pemberdayaan Penyandang Disabilitas (Puspadi) Bali bersama jajaran Komisi Disabilitas Bali dan sejumlah organisasi penyandang disabilitas di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, pada Senin (10/11/2025).

Pertemuan ini menjadi ruang penyampaian aspirasi terkait penguatan perlindungan hukum, aksesibilitas, serta penanganan bencana yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

Puspadi Bali yang diwakili Nengah Putu Juliani menyerahkan naskah akademik dan draft Peraturan Gubernur (Pergub) tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Inklusif.

Dokumen tersebut disusun melalui serangkaian dialog serta FGD dengan komunitas penyandang disabilitas di berbagai wilayah di Bali.

“Dokumen ini jauh dari sempurna, namun kami bangga dapat menyerahkannya sebagai bentuk perjuangan alat bantu dan perlindungan inklusif. Kami berharap aspirasi ini dapat ditelaah dan diakomodasi dalam regulasi pemerintah daerah,” ujar Juliani.

Ia menambahkan, sejumlah poin dalam draft Pergub juga dapat disinergikan dengan penyusunan Perda Disabilitas yang saat ini tengah digodok Pemprov Bali. Perda tahun 2015 dinilai sudah tidak relevan karena disusun sebelum lahirnya UU Nomor 16 tentang Disabilitas.

Para perwakilan komunitas disabilitas juga menyoroti pentingnya aksesibilitas di kantor pemerintahan, fasilitas publik, serta perlindungan hukum yang lebih kuat bagi seluruh ragam disabilitas, termasuk disabilitas mental.

Menanggapi aspirasi tersebut, Gubernur Koster menyampaikan apresiasi dan menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat landasan hukum serta mempercepat pembahasan Perda Disabilitas.

“Dalam pembahasan Perda nanti, libatkan bapak dan ibu penyandang disabilitas, karena mereka yang paling memahami kebutuhan di lapangan. Saya minta rancangan Perda dan Pergub ini bisa diselesaikan tahun 2025 agar segera disahkan,” tegas Koster.

Gubernur juga menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum untuk mempercepat pembangunan fasilitas umum yang ramah disabilitas. Selain itu, Pemprov Bali akan mendorong pembukaan peluang tenaga kerja khusus bagi penyandang disabilitas di unit-unit yang sesuai.

“Inisiatif produk hukum ini sangat baik dan pasti akan kami akomodasi. Pemerintah berkewajiban memberikan hak dan perlindungan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk teman-teman penyandang disabilitas,” tambahnya.

Pertemuan tersebut menandai langkah penting kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi penyandang disabilitas dalam mewujudkan Bali yang lebih inklusif, aman, dan berkeadilan bagi semua. (rls) 

Nuanu dan Genius Group Resmi Mulail Kembangkan Genius City di Bali

Roger James Hamilton, CEO of Genius Group dan Lev Kroll, CEO of Nuanu Creative City.
Roger James Hamilton, CEO of Genius Group dan Lev Kroll, CEO of Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nuanu Creative City dan Genius Group Limited (NYSE American: GNS) resmi mengumumkan kerja sama untuk meluncurkan Genius City di Bali di kawasan khusus Nuanu. Kawasan itu nantinya berfokus pada edukasi di Tabanan.

Selaras dengan edukasi sebagai salah satu pilar utama Nuanu, Genius City akan menjadi cetak biru (blueprint) bagaimana pembelajaran berbasis AI bisa bersinergi dengan hubungan manusia.

Dengan total investasi sebesar Rp233 miliar (USD14 juta), proyek ini bertujuan untuk menciptakan sarana belajar berkonsep masa depan yang terbaik untuk masyarakat.

CEO of Nuanu Creative City Lev Kroll mengatakan, edukasi yang berkelanjutan, baik formal maupun informal, menjadi sumber kebahagiaan dan cara paling efektif untuk berkembang.

“Menemukan mitra untuk bekerja sama dan mampu menyediakan kesempatan belajar yang menyenangkan bagi orang lain adalah suatu keistimewaan (privilege). Kami tidak sabar untuk melihat bagaimana teknologi dapat memengaruhi dan membentuk edukasi sekaligus menjadikan Nuanu sebagai tempat lahirnya inovasi dan peluang,” ungkapnya.

Perjanjian kerja sama antara Nuanu Creative City dan Genius Group mencakup dua proyek utama.

Pertama, berkolaborasi dengan ProEd Global School, yang akan mengintegrasikan model Genius School dan program Genius Apprentice dalam kurikulumnya yang sudah ada serta memperluas program edukasi di Genius City dengan ekstrakurikuler di bidang teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI) sebagai materi utama.

Kedua, pengembangan dan kepemilikan ruang retret perusahaan di Nuanu dan ruang komunitas pengusaha, mencakup fasilitas konferensi (bagian dari MICE) dan ruang untuk akselerator, retret, dan lokakarya (workshops).

Sementara itu, CEO of Genius Group Roger James Hamilton, mengungkapkan, pihaknya sudah berdiskusi dengan Nuanu selama setahun terakhir untuk meluncurkan model Genius City.

“Kami berkesempatan untuk merumuskan ulang masa depan edukasi dalam sebuah kawasan kreatif yang sudah beroperasi, di mana penduduk dan pengunjung dapat mempelajari mempelajari dasar-dasar masa depan dalam kawasan berteknologi tinggi, ekonomi berorientasi layanan manusia, serta ekologi dan lingkungan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Nuanu dan Genius memperkirakan pendapatan tahunan dari dua kerja sama tersebut melebihi Rp333 miliar (USD20 juta), dengan laba tahunan sebesar Rp99 miliar (USD6 juta) dalam kurun waktu 4 tahun. Kolaborasi ini menjadi salah satu investasi terbesar di Bali di bidang edukasi, mencetak generasi pembelajar yang siap bersaing secara global dari Bali. (rls)

Pemkab Badung Kembali Beri Bantuan Hari Raya Galungan Wujud Nyata Pemerintah Ringankan 83 Ribu Beban Krama Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat menyerahkan secara simbolis bantuan sosial kepada masyarakat di Lapangan Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang dan di Wantilan Obyek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Senin (10/11).
Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat menyerahkan secara simbolis bantuan sosial kepada masyarakat di Lapangan Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang dan di Wantilan Obyek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Senin (10/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung menghadirkan kebijakan yang inklusif, adaptif, dan berpihak kepada masyarakat terus diwujudkan secara konkret, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta memperkuat kesejahteraan sosial.

Bupati I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai sebesar Rp. 2 juta per Kepala Keluarga (KK) kepada masyarakat beragama Hindu yang berpenghasilan maksimal Rp.5 juta per bulan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan bulan November Tahun 2025.

 

Bantuan tahap kedua ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok, mengendalikan inflasi, serta menjaga daya beli masyarakat menjelang hari raya keagamaan. Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis di dua lokasi, yakni Lapangan Monumen Pahlawan I Gusti Ngurah Rai, Desa Carangsari, Kecamatan Petang dan Wantilan Obyek Wisata Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Senin (10/11).

 

Kebijakan penyaluran bantuan sosial hari raya ini diatur berdasarkan: Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, Perbup Badung Nomor 69 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembentukan Keputusan Kepala Daerah, dan Perbup Badung Nomor 10 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penganggaran, Pelaksanaan, Penatausahaan, Pertanggungjawaban, dan Pelaporan Hibah dan Bansos. Pada tahap kedua ini, Pemkab Badung menyalurkan bantuan kepada 83.768 Kepala Keluarga (KK) umat Hindu di 6 (enam) Kecamatan, dengan rincian: Petang 7.998 KK, Abiansemal 22.542 KK, Mengwi 24.429 KK, Kuta Utara 9.039 KK, Kuta 5.275 KK, Kuta Selatan 14.485 KK.

 

Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah disalurkan pada April 2025 kepada sekitar 90 ribu KK. Seluruh proses pencairan dilakukan melalui rekening Bank BPD Bali penerima untuk menjamin transparansi, akuntabilitas, dan efektivitas penggunaan anggaran daerah. Langkah ini sekaligus mencerminkan pelaksanaan Kriya Kelima Kriya Sewaka Dharma, yang menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa bantuan ini bukan merupakan tunjangan hari raya, melainkan stimulus ekonomi daerah untuk memperkuat daya beli masyarakat dan menggerakkan perekonomian lokal. “Pemerintah harus hadir untuk mengurangi beban sosial ekonomi masyarakat, khususnya menjelang perayaan hari besar keagamaan. Bantuan ini diharapkan dapat menjaga daya beli, sekaligus menjadi stimulan agar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan layak,” ujarnya.

 

Menurutnya, kebijakan ini bukan hanya sekedar bentuk bantuan finansial, melainkan juga bagian dari program strategis daerah yang tertuang dalam Sapta Kriya AdiCipta, yakni 7 (tujuh) gerak pengabdian pembangunan yang menitikberatkan pada kesejahteraan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pemerataan hasil pembangunan. Program bantuan hari raya ini merepresentasikan pelaksanaan Kriya Ketiga: Kriya Jagadhita, yang menekankan pada upaya menciptakan kesejahteraan lahir batin masyarakat Badung melalui kebijakan sosial yang berkeadilan dan berdampak langsung.

 

Bupati kembali menegaskan bahwa kebijakan bantuan sosial ini merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial, yang menegaskan pentingnya pemenuhan kebutuhan material, spiritual, dan sosial warga negara agar dapat hidup layak serta melaksanakan fungsi sosialnya. Pola penyaluran bantuan sosial serupa juga akan diterapkan bagi umat beragama lain di Badung, seperti perayaan Idul Fitri, Natal, Waisak, dan Imlek, sesuai kalender keagamaan masing-masing, sebagai pengejawantahan Kriya Ketujuh Kriya Ekasraya, yang menumbuhkan harmoni dan solidaritas antar umat dalam bingkai Kebhinekaan. “Tradisi hari raya bukan sekadar melaksanakan upacara keagamaan, melainkan momentum mempererat persaudaraan, kebersamaan, dan kekeluargaan. Karena itu, kami ingin memastikan semua umat dapat merayakan dengan layak tanpa terbebani oleh tekanan ekonomi akibat terjadi inflasi tersebut. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk meningkatkan daya beli dan kesejahteraan masyarakat, serta membawa kedamaian dan kerahayuan bagi seluruh krama Badung dalam menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan,” pungkas Adi Arnawa.

 

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung AA. Ngurah Raka Sukaeling melaporkan Hari raya keagamaan merupakan momentum kebahagiaan dan refleksi spiritual. Akan tetapi, menjelang hari raya sering terjadi peningkatan harga barang serta peningkatan kebutuhan masyarakat. “Peningkatan ini akan berpengaruh terhadap kemampuan daya beli masyarakat, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya. Maka dari itu, pemerintah daerah wajib hadir memberikan perlindungan sosial bagi warganya,” katanya.

 

Hadir mendampingi Bupati dan Wabup saat penyerahan bantuan di Petang anggota DPRD Badung Bima Nata, I Gusti Lanang Umbara, Putu Yunita Oktarini dan I Nyoman Artawa, Forkopimda Badung, Kepala OPD terkait, Plt. Camat Petang AA. Ngr Darma Putra, Plt.Perbekel Carangsari dan di Abiansemal dihadiri anggota DPRD Kab. Badung I Putu Dendy Astra Wijaya,  I Wayan Joni Pergawa, I Gusti Ngurah Saskara, I Gede Budi Yoga, I Nyoman Gede Wiradana, Ni Luh Putu Sekarini, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, Forum Perbekel Se- Kecamatan Abiansemal serta krama penerima manfaat. (rls)

Upacara Hari Pahlawan di Tabanan Momentum Tingkatkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian Tanpa Batas

Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (10/11).
Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (10/11).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (10/11). Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, yang menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk meneladani nilai juang dan semangat pengorbanan para pahlawan demi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

Semangat perjuangan ini turut mewarnai perayaan HUT ke-532 Kota Singasana yang puncaknya akan dilangsungkan pada 29 November 2025 mendatang, di mana semangat kepahlawanan menjadi inspirasi dalam melanjutkan pembangunan dan memperkuat persatuan masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat, bahwa perjuangan belum usai, dan setiap langkah menuju kemajuan daerah adalah bentuk nyata pengabdian kepada tanah air. Turut hadir, Danrindam IX Udayana atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah serta para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMD, dan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Suasana tampak khidmat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh penghormatan oleh pasukan pengibar bendera.

Membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Wabup Dirga menyampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Amanat tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang jasa para pahlawan. Mereka bukan sekadar nama di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga tersirat tiga teladan utama yang patut dihayati dari para pahlawan, yakni kesabaran dalam berjuang, semangat mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, serta pandangan visioner demi masa depan generasi penerus. Lebih lanjut, Wabup Dirga menegaskan bahwa semangat pantang menyerah, keberanian, dan keikhlasan para pahlawan harus menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Perjuangan kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan, dedikasi, dan empati sosial dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa seperti kemiskinan, kebodohan, dan disinformasi. “Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, kepedulian, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” lanjut Dirga membacakan sambutan Mensos RI.

Selain itu, melalui momentum Hari Pahlawan, Wabup Dirga mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk menyalakan kembali api perjuangan dengan bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani dengan sepenuh hati. Ia menekankan bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sesuai peran masing-masing. “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak padam  dengan bekerja, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda. Menurutnya, para pahlawan berjuang bukan hanya untuk masa mereka, tetapi demi kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus. Nilai-nilai perjuangan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), yang menekankan semangat pengabdian, kebersamaan, dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para pahlawan bangsa. Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Tabanan Tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa nasionalisme, solidaritas, dan persatuan, sekaligus meneguhkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meneruskan perjuangan membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik. (rls)

Diskominfo Tabanan Gelar Sosialisasi Pemerintahan Digital

Diskominfo Tabanan gelar sosialisasi pemerintahan digital secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin (10/11/2025).
Diskominfo Tabanan gelar sosialisasi pemerintahan digital secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin (10/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan mengadakan sosialisasi pemerintahan digital secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin (10/11/2025).

Sosialisasi ini sebagai upaya mempercepat implementasi dan memperluas pemahaman mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau yang kini dikenal dengan Pemerintahan Digital (Pemdi).

Kegiatan yang dipusatkan dari Ruang Rapat Diskominfo Tabanan ini diikuti oleh seluruh pimpinan perangkat daerah (OPD), para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kominfo, I Gusti Putu Winiantara, mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan.

Winiantara menyampaikan gambaran kondisi riil pelaksanaan SPBE di Kabupaten Tabanan, mencakup infrastruktur yang telah dibangun, tingkat integrasi sistem, keamanan data, serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

Ia menegaskan, walaupun infrastruktur dan sistem sudah berjalan baik, kapasitas dan kompetensi SDM masih menjadi tantangan utama yang perlu terus ditingkatkan agar penerapan SPBE dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kita sudah memiliki pondasi yang kuat melalui infrastruktur TIK dan sistem yang terintegrasi, namun tantangan terbesar kita masih pada peningkatan kemampuan SDM. Pemerintahan digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga kesiapan manusia yang mengelolanya,” ujar Winiantara.

Sementara itu, sebagai narasumber utama, hadir Andrari Grahitandaru, Pejabat Fungsional Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memaparkan mengenai perubahan nomenklatur dari SPBE menjadi Pemerintahan Digital (Pemdi).

Andrari menjelaskan, perubahan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis data serta kolaborasi lintas sektor.

“Secara substansi, evaluasi Pemdi tidak jauh berbeda dengan SPBE. Namun ada penyederhanaan dari 45 indikator penilaian SPBE menjadi hanya 20 indikator pada evaluasi Pemdi tahun 2026 mendatang,” jelas Andrari.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa yang paling penting bukanlah jumlah indikator, melainkan integrasi antar sistem, keterhubungan aplikasi yang digunakan, pemanfaatan data bersama (data sharing), serta dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kepuasan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Diskominfo Tabanan berharap seluruh perangkat daerah dapat memahami arah kebijakan baru Pemerintahan Digital dan bersinergi dalam mewujudkan transformasi digital di Kabupaten Tabanan, sesuai dengan visi Tabanan yang Smart, Terpadu, dan Berdaya Saing.

“Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, membangun kolaborasi, dan memastikan bahwa transformasi digital di Tabanan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Winiantara. (ana)