- Advertisement -
Beranda blog Halaman 81

Melalui Enam SPM, Posyandu Lebih Cepat dan Efektif Tangani Permasalahan Masyarakat

ksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali ‘Membina dan Berbagi’ yang digelar di Wantilan Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (20/10/2025).
ksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali ‘Membina dan Berbagi’ yang digelar di Wantilan Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (20/10/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, menegaskan pentingnya peran kader posyandu dalam mendata dan mencatat berbagai permasalahan masyarakat di wilayah kerjanya.

Data tersebut, menurutnya, menjadi dasar penting untuk dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah desa agar penyelesaian masalah dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

“Jadi, tugas kader posyandu memang berat, namun kini lebih cepat, tepat, dan efektif dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat,” ujar Putri Koster dalam Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali ‘Membina dan Berbagi’ yang digelar di Wantilan Desa Belancan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, sesuai dengan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024, posyandu kini telah bertransformasi dan tidak lagi hanya berfokus pada pelayanan kesehatan.

Melalui kebijakan baru ini, posyandu memiliki peran yang lebih luas dengan menerapkan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) yang mencakup berbagai aspek penting kehidupan masyarakat.

“Enam Standar Pelayanan Minimum (SPM) Posyandu meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketertiban umum, dan sosial,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster mendorong agar seluruh kader posyandu meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam memahami dan mengimplementasikan enam SPM tersebut.

Ia juga menyampaikan rencana untuk mengadakan bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh kader posyandu di kabupaten/kota se-Bali guna memperkuat pemahaman dan keterampilan mereka.

“Pesan dari Bapak Menteri Dalam Negeri, 75 persen keberhasilan posyandu yang bekerja di banjar masing-masing dengan baik dan tepat mencerminkan keberhasilan pemerintah desa dalam mewujudkan visi pembangunan untuk masyarakat. Kesuksesan kader posyandu adalah kesuksesan pembangunan di Pulau Bali. Kita bekerja sama dan sama-sama bekerja,” ungkapnya.

Aksi Sosial TP Posyandu Provinsi Bali bertajuk ‘Membina dan Berbagi’ tersebut juga diisi dengan penyampaian paparan dari Tim Pengarah Posyandu Provinsi Bali, yang terdiri atas unsur Dinas PMD Dukcapil, Disdikpora, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial P3A, Dinas Sosial, serta Dinas PUPRKim Provinsi Bali.

Masing-masing instansi memaparkan peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung pelaksanaan enam SPM Posyandu.

Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini juga diserahkan paket sembako kepada 50 kader posyandu dari Desa Belancan dan Desa Mangguh. Setiap paket berisi 30 kilogram beras, dua ikat telur, dan dua kotak susu.

Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Ibu Putri Koster terhadap kader posyandu di Kabupaten Bangli.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang dan menjadi motivasi bagi para kader untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (rls)

Nuanu 5K Fun Run Kembali Digelar

Nuanu Fun Run 2024. (Foto: Nuanu Creative City)
Nuanu Fun Run 2024. (Foto: Nuanu Creative City)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Setelah sukses digelar tahun lalu, Nuanu Fun Run kembali digelar Nuanu Creative City, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali.

Tahun lalu, lebih dari 1.000 pelari mengikuti acara lari dari Nuanu Creative City, tampil dengan kostum terbaik mereka bersama keluarga dan teman.

Tahun ini, keseruan tersebut kembali hadir ketika orang-orang berkumpul bersama untuk merayakan gerak di destinasi lari paling inspiratif di Bali. Dikelilingi instalasi seni dan lanskap alami, peserta akan menemukan banyak momen berkesan yang layak diabadikan sepanjang jalur.

Brand & Communications Director Nuanu Creative City Ida Ayu Astari Prada menjelaskan, fun run akan digelar pada Minggu (26/10/2025) nanti.

Acara ini membawa sesuatu yang baru: tanpa podium, tanpa kompetisi, hanya keseruan semata. Dengan menghapus sistem peringkat, 5K Fun Run menghadirkan semangat Fun and Fair untuk semua kalangan.

“Komunitas diajak untuk berlari santai, menikmati hari, dan bersenang-senang bersama. Di berbagai area Nuanu, peserta dapat menikmati berbagai aktivitas,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Mulai dari stan makanan, area pemulihan (recovery corner), hingga spot foto interaktif. Dan tentu saja, akan ada hadiah menarik bagi peserta yang beruntung untuk menambah semangat hari itu.

Di Nuanu, setiap acara selalu membawa dampak positif. Lima persen dari hasil penjualan tiket akan disalurkan ke Nuanu Social Fund (NSF), yang mendukung program pemberdayaan sosial di komunitas sekitar. “Inilah yang membedakan kami,” tambah Ayu Astari.

Untuk diketahui, Nuanu Fun Run adalah acara tahunan yang merayakan gerakan sebagai gaya hidup, bukan sekadar tren. Acara kembarannya, Nuanu Run, juga digelar setiap tahun dan ditujukan bagi pelari berpengalaman dan profesional dengan lintasan 21K di area yang sepenuhnya berbeda. (rls) 

Rai Wahyuni Tegaskan Pengelolaan Sampah Dimulai dari Rumah Sendiri

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, secara resmi membuka kegiatan ‘Sosialisasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber dan Pembatasan Plastik Sekali Pakai’ yang digelar di Ruang Rapat Utama, Jayaning Singasana Kabupaten Tabanan, Senin (20/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung visi Tabanan menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Hadir dalam kesempatan tersebut OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Anggota TP PKK Kabupaten Tabanan, para Ketua TP PKK Kecamatan, serta Ketua TP PKK Desa se-Kabupaten Tabanan.

Sosialisasi ini merupakan tindak lanjut dari amanat yang diemban oleh Ny. Rai Wahyuni sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Kabupaten Tabanan, yang dikukuhkan berdasarkan Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/868/03/HK/2025.

Dalam sambutannya, Ny. Rai Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan mempercepat implementasi kebijakan pembatasan plastik sekali pakai dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membangun pola hidup bersih melalui pengelolaan sampah berkelanjutan.

Menurutnya, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus dimulai dari tingkat individu dan keluarga. Ia menjelaskan, “Berdasarkan dasar hukum pelaksanaan PSBS terdapat pola koordinasi dari gubernur kepada bupati kemudian dari bupati kepada desa dinas dan desa adat.

Selain itu dibutuhkan adanya koordinasi antara perangkat daerah terkait provinsi Bali dengan perangkat daerah di kabupaten. Permasalahan sampah tidak dapat diselesaikan sendiri, diperlukan adanya kerjasama dari berbagai elemen.

Sebagai informasi, Bali menghasilkan 3.463 ton sampah per hari dan penyumbang terbesarnya adalah dari sektor rumah tangga. Untuk itulah hari ini saya mengumpulkan ibu-ibu TP PKK agar sebelum mensosialisasikan pengelolaan sampah berbasis sumber di lingkungannya harus mengimplementasikannya terlebih dulu di rumah tangga masing-masing.

Lebih lanjut, Ny. Rai Wahyuni menjelaskan bahwa perubahan pola pikir menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Ia menekankan pentingnya memulai dari diri sendiri untuk memilah sampah sesuai jenisnya, baik organik maupun anorganik. Langkah ini, menurutnya, menjadi fondasi dalam membangun kesadaran kolektif di masyarakat.

Ia juga menuturkan bahwa sampah organik dapat dibagi menjadi basah dan kering, sedangkan sampah anorganik dikelompokkan menjadi sampah 3R dan sampah residu. Penanganan dari setiap jenis sampah tersebut memiliki metode berbeda, seperti penggunaan komposter untuk sampah basah, teba modern bagi masyarakat perkotaan, dan teba alami bagi warga pedesaan.

Selain itu, untuk sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), Ny. Rai Wahyuni menjelaskan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) agar sampah dapat diolah menjadi barang bernilai ekonomi.

Adapun untuk sampah residu, diarahkan ke TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) untuk dimusnahkan dengan aman dan sesuai prosedur.

Pemerintah Kabupaten Tabanan sendiri, lanjutnya, telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung pengelolaan sampah. Melalui Dinas Lingkungan Hidup, Pemkab telah melakukan sosialisasi dan himbauan pembuatan teba modern di lingkungan kantor, sekolah, dan tempat ibadah sebagai bagian dari gerakan bersama menuju Tabanan bersih.

“Sebagai langkah nyata, kami di Tim Penggerak PKK juga telah menyalurkan pelubang dan penutup lubang biopori sebanyak 2.000 buah kepada seluruh kecamatan sebagai langkah awal mensukseskan program PSBS ini. Selain itu, kami juga terus melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat, seperti kegiatan yang kita laksanakan pagi ini,” Bunda Rai.

Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Tabanan tengah mengikuti lomba PSBS tingkat provinsi. Dalam ajang tersebut, Tabanan mengirimkan perwakilan dari lima sekolah SMP dan lima sekolah SD untuk menampilkan praktik terbaik pengelolaan sampah di lingkungan sekolah.

Para peserta lomba juga turut hadir dalam sosialisasi untuk mendapatkan pemahaman langsung mengenai konsep PSBS.

Dengan semangat optimisme, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya berharap gerakan ini dapat menjadi gelombang perubahan dari tingkat kecamatan hingga ke rumah tangga.

“Kami berharap gerakan ini dapat digetok tularkan mulai dari kecamatan, kemudian ke desa sampai ke rumah tangga. Saya juga mengingatkan kepada para Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa untuk segera dikukuhkan menjadi Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di wilayahnya masing-masing,” ungkapnya.

Pihaknya juga memaparkan poin-poin penting dalam Gerakan Bali Bersih yang kini tengah digalakkan oleh pemerintah provinsi. Sebagai penutup, Bunda Rai mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kaum perempuan dan kader PKK, untuk menjadi teladan dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menyoroti pentingnya implementasi gerakan Padas (Palemahan Kedas Desaku Bersih) sebagai inisiatif berkelanjutan menuju Bali yang asri dan lestari.

Melalui gerakan Bali Bersih Sampah, konsep Desa tanpa mengotori Desa lain, dan komitmen Menjaga Kebersihan Bersama, ia berharap Tabanan dapat menjadi contoh nyata dalam penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber yang berkelanjutan. (rls)

Waspada Musim Pancaroba! Dinkes Tabanan Ingatkan Penyakit Saluran Pernafasan 

Ilustrasi sakit infeksi saluran pernapasan. (foto:Kominfo Tabanan)
Ilustrasi sakit infeksi saluran pernapasan. (foto:Kominfo Tabanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki musim pancaroba atau masa peralihan musim kemarau ke musim hujan dan sebaliknya, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Kondisi cuaca yang tidak menentu, perubahan suhu ekstrem, serta kelembaban tinggi menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit ini di masyarakat.

Dalam keterangan resmi, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan menjelaskan bahwa perubahan suhu dan kelembaban yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap infeksi.

Sementara itu, lingkungan yang lembap pada musim pancaroba menjadi tempat ideal bagi virus penyebab ISPA untuk berkembang biak dan menyebar dengan mudah.

“Musim pancaroba adalah masa yang sangat sensitif terhadap perubahan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat Tabanan diharapkan lebih waspada dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi, pada Senin (20/10/2025).

Masyarakat juga dihimbau untuk mengenali gejala ISPA sejak dini, seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam, lemas, nyeri otot atau sendi, serta sesak napas bila infeksi sudah cukup parah.

Jika gejala berlanjut dan menunjukkan tanda-tanda yang memburuk seperti demam tinggi diatas 39 derajat celsius disertai menggigil, sesak napas, batuk tidak kunjung reda, batuk berdahak yang tidak membaik dalam lima hingga tujuh hari, disertai lemas berat, hilang nafsu makan, atau dehidrasi, masyarakat diminta segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

“Penanganan dini sangat penting agar infeksi tidak berkembang menjadi lebih berat. Jangan menunggu gejala semakin parah, karena deteksi dan pengobatan lebih awal dapat mempercepat proses pemulihan,” tambah dr. Surya Wira Andi.

Sebagai upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Caranya dengan mencuci tangan secara rutin dengan sabun dan air mengalir, menghindari menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, serta menggunakan masker saat berada di tempat ramai atau ketika udara tercemar (terutama bagi masyarakat yang sakit).

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, tidur cukup, berolahraga secara teratur, serta memastikan rumah memiliki ventilasi yang baik dan bebas dari asap rokok. (ana) 

Gubernur Bali Bersama Delegasi Arizona Bahas Rencana Pembentukan Kamar Dagang Internasional

Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, dalam rangka Misi Perdagangan Legislatif Arizona ke Indonesia di rumah dinas Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (18/10/2025)
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, dalam rangka Misi Perdagangan Legislatif Arizona ke Indonesia di rumah dinas Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (18/10/2025)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Negara Bagian Arizona, Amerika Serikat, dalam rangka Misi Perdagangan Legislatif Arizona ke Indonesia.

Pertemuan berlangsung di rumah dinas Gubernur Bali di Denpasar, Sabtu (18/10/2025). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama ekonomi, termasuk rencana pendirian kamar dagang internasional di Bali.

“Satu ide yang akan kami bawa pulang adalah rencana pendirian kamar dagang antara perusahaan Arizona dan perusahaan Indonesia, serta sebaliknya,” kata Ketua DPR Arizona, Tony Rivero, usai berdiskusi dengan Gubernur Bali.

Rivero menjelaskan, rencana ini merupakan bagian dari diplomasi ekonomi yang telah terjalin antara Indonesia dan Arizona selama lima tahun terakhir, khususnya di sektor perdagangan internasional semikonduktor.

Ia menambahkan, selain perdagangan, pihaknya juga melihat potensi besar kerja sama di bidang pariwisata dan kesehatan.

“Kami berkesempatan berkunjung ke fasilitas kesehatan besar di Bali yang mempromosikan pariwisata medis.

Jadi, saya pikir akan ada banyak potensi bisnis seperti yang sudah kami diskusikan dengan Pak Gubernur,” kata Rivero.

Menurut Rivero, Bali juga sudah sangat dikenal masyarakat Arizona, terutama generasi muda berusia 18 tahun ke atas.

Hal ini dinilainya membuka peluang investasi di berbagai sektor. Gubernur Koster menyambut baik rencana tersebut.

Ia menegaskan, Bali siap menjadi pusat investasi, perdagangan berkelanjutan, dan pariwisata kesehatan internasional.

“Saya akan membentuk tim untuk melihat potensi kerja sama antara Indonesia dengan Arizona, terutama sekali untuk Bali,” ujarnya.

Koster menyinggung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang tengah difokuskan pada pariwisata kesehatan, termasuk layanan medis modern dan kesehatan tradisional Bali.

“Itu rumah sakit berkelas dunia yang kebanyakan pasiennya orang asing.

Ini salah satu yang kami promosikan,” katanya. Berdasarkan data pembangunan, Bali mencatat pertumbuhan ekonomi 5,48 persen pada 2024, lebih tinggi dari nasional (5,03 persen), dengan tingkat kemiskinan 3,80 persen dan pengangguran terbuka 1,79 persen, keduanya terendah di Indonesia. Koster berharap kunjungan delegasi Arizona ini menjadi momentum lahirnya kolaborasi strategis yang saling menguntungkan.

“Kemitraan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat hubungan perdagangan dan investasi bilateral,” pungkasnya.

Gelaran Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan Gerakkan Ekonomi UMKM Lokal

UMKM di pergelaran Lomba Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten.
UMKM di pergelaran Lomba Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di balik kemeriahan Lomba Gong Kebyar Wanita Kabupaten Tabanan yang digelar pada Sabtu (18/10/2025) di Gedung Kesenian I Ketut Maria, ada sisi lain yang patut menjadi perhatian. Hal itu adalah meningkatnya geliat ekonomi masyarakat lokal dari keterlibatan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tabanan.

Tercatat selama kurang lebih lima jam pelaksanaan kegiatan, puluhan UMKM yang berjualan di area utama berhasil membukukan transaksi mencapai puluhan juta rupiah.

Dari 20 UMKM yang ikut berpartisipasi, sejumlah pelaku usaha bahkan mencatatkan omzet signifikan.

Sebagai contoh, UMKM Camilan Cantik by Gekka mampu meraih transaksi lebih dari Rp4 juta, sementara Sate Babi Nang Arya dan Just Juice juga menembus angka Rp4 juta.

Tak kalah Sate Babi Nang Oman berhasil mencatatkan penjualan lebih dari Rp2 juta hanya dalam beberapa jam.

Angka tersebut belum termasuk omzet dari 15 UMKM tetap yang beroperasi di kawasan Gedung Kesenian I Ketut Maria (Gedung Mario).

Antusiasme masyarakat juga menjadi salah satu kunci kesuksesan kegiatan ini. Ribuan warga dari 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan hadir untuk memberikan dukungan kepada para duta kesenian wilayahnya.

Selain menikmati suguhan seni tradisional yang memukau, para pengunjung juga aktif berbelanja dan mencicipi berbagai kuliner khas Tabanan yang dijajakan oleh UMKM lokal.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih lima jam itu pun menjadi momentum nyata bahwa sektor ekonomi kreatif di Tabanan terus tumbuh bersama semangat pelestarian budaya.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyampaikan apresiasi terhadap sinergi positif antara pelaksanaan kegiatan seni budaya dengan pemberdayaan ekonomi lokal

. “Inilah wajah Tabanan Era Baru yang kita harapkan , kegiatan seni budaya tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat. Melalui momentum seperti Lomba Gong Kebyar Wanita ini, kita ingin agar para pelaku UMKM lokal terus tumbuh, mandiri, dan berdaya saing. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung agar setiap kegiatan publik juga berdampak nyata terhadap ekonomi rakyat,” ujar Bupati Sanjaya.

Hal senadajuga disampaikan Plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Tabanan, I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi, juga mengapresiasi semangat dan partisipasi para pelaku UMKM dalam kegiatan tersebut.

Ia menegaskan kehadiran UMKM di setiap kegiatan besar daerah merupakan bukti nyata ketangguhan dan adaptivitas pelaku usaha Tabanan.

“Mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga mengangkat ciri khas lokal dan semangat gotong royong ekonomi masyarakat. Ke depan, kami akan terus memperluas fasilitasi dan pendampingan agar UMKM Tabanan semakin siap bersaing di berbagai event, baik tingkat daerah maupun nasional,” ujarnya.

Kemeriahan Lomba Gong Kebyar Wanita dan keberhasilan perputaran ekonomi yang mengikutinya menjadi cerminan nyata bahwa Tabanan tidak hanya kokoh dalam menjaga seni dan budaya, tetapi juga semakin kuat dalam membangun ekonomi rakyat. (ana)

Motor Bonceng Tiga Kecelakaan Tunggal di Jembatan Sanggulan, Satu Tewas-Dua Luka

Kecelakaan di Jembatan Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Sabtu (18/10/2025) malam.
Kecelakaan di Jembatan Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Sabtu (18/10/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jembatan Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Sabtu (18/10/2025) malam.

Sebuah sepeda motor yang ditumpangi tiga orang oleng akibat masuk ke celah trotoar dan aspal jembatan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Gusti Made Berata, membenarkan peristiwa tersebut saat dikonfirmasi, Minggu (19/10/2025). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 21.00 Wita.

Pengendara sepeda motor Honda Beat DK 4888 ZJ tidak dapat mengendalikan laju kendaraannya saat melintasi jembatan hingga akhirnya terjatuh.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Costantinus Andhi Putra (36), asal Kabupaten Jembrana. Ia meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSUD Tabanan dengan kondisi pendarahan di hidung.

Sementara dua penumpangnya, Regi Kurniawan (19) dan Riski Abdula Rahman (27), warga asal Bandung, mengalami luka lecet dan robek di bagian kepala serta dagu.

“Keduanya kini masih dirawat di RSUD Tabanan dalam kondisi sadar,” kata Iptu Berata.
Adapun berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat korban bersama dua rekannya datang dari arah timur, tepatnya dari Kediri menuju Tabanan.

Saat melewati jembatan di wilayah Banjar Sanggulan, pengendara diduga melaju dengan kecepatan tinggi dan kehilangan kendali hingga roda sepeda motor masuk ke sela-sela antara trotoar dan aspal.
Akibatnya, sepeda motor oleng dan terjatuh di badan jalan sebelah selatan.

“Dari hasil pemeriksaan awal, kecelakaan ini murni kecelakaan tunggal. Tidak ada kendaraan lain yang terlibat. Kondisi jalan saat kejadian beraspal namun sedikit rusak dan tanpa marka, cuaca cerah pada malam hari,” tambah Iptu Berata.

Akibat peristiwa tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia, dua luka ringan, dan kerugian material ditaksir sekitar Rp300 ribu. Saat ini, kasus kecelakaan tersebut ditangani Unit Laka Polres Tabanan untuk proses penyelidikan lebih lanjut. (ana)

Lomba Gong Kebyar Wanita Tabanan 2025 Hidupkan Semangat Seni Perempuan

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10/2025).
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seni gong kebyar di Kabupaten Tabanan dikenal sebagai wujud ekspresi budaya yang bernilai tinggi, mencerminkan keindahan, kekompakan, serta kedalaman rasa dalam setiap tabuhannya.

Dalam upaya melestarikan dan menghidupkan warisan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Rai Wahyuni Sanjaya, membuka Pagelaran Kesenian Gong Kebyar Wanita se-Kabupaten Tabanan Tahun 2025 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Sabtu (18/10/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua GOW Kabupaten Tabanan, Ny. Budiasih Dirga, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tabanan,  Sekretaris Daerah, para asisten, para pimpinan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, kepala instansi vertikal dan BUMD di Tabanan, serta para peserta gong kebyar wanita dari berbagai kecamatan.

Suasana gedung kesenian malam itu dipenuhi semangat dan kebanggaan para seniman perempuan yang tampil dengan pesona dan kemampuan luar biasa.

Pelaksanaan lomba gong kebyar wanita ini diharapkan menjadi wadah untuk membangkitkan kreativitas seniman, khususnya perempuan di Kabupaten Tabanan yang sejalan dengan semangat Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Melalui kegiatan ini, perempuan tidak hanya berperan sebagai penggerak keluarga, tetapi juga sebagai pelaku utama dalam pelestarian seni dan budaya daerah.

Sebanyak sepuluh Sekaa Gong Wanita dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan berpartisipasi dalam lomba tahun ini. Di antaranya Sekhaa Gong Istri Suara Santi Giri dari Desa Wongaya Gede Kecamatan Penebel, Sekaa Gong Istri Gringsing Ulangun Shanti dari Desa Kaba-Kaba Kecamatan Kediri, Sekaa Gong Istri Sari Yoga dari Desa Tiyinggading Kecamatan Selemadeg Barat.

Sekaa Gong Wanita Iswara Murthi dari Desa Meliling Kecamatan Kerambitan, Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja dari Desa Bajera Kecamatan Selemadeg, Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan, Sekaa Gong Ayuning Madusuara dari Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur, Sekaa Gong Istri Langen Suara dari Desa Candikuning Kecamatan Baturiti, Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran Kecamatan Pupuan, dan Sekaa Gong Kebyar Wanita Caksu Agni Swari dari Desa Tua Kecamatan Marga.

Pada kesempatan tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya membuka acara secara resmi, tetapi juga turut tampil membawakan Tabuh Lelambatan Galang Bulan bersama Sekaa gong Istri II Sanjayaning Singasana Kabupaten Tabanan di atas panggung megah Gedung Kesenian I Ketut Marya. Penampilannya yang memukau, disambut tepuk tangan meriah dari para penonton yang hadir, menambah semangat dan semarak suasana malam kesenian tersebut.

Dalam sambutannya, Ny. Rai Wahyuni menyampaikan, bahwa lomba gong kebyar wanita merupakan ajang untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat perempuan dalam dunia kesenian. “Pada malam hari ini semua memberikan penampilan terbaik sehingga suasana terasa berbeda. Lomba ini diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada para wanita hebat Kabupaten Tabanan untuk bisa mengekspresikan kemampuannya dalam hal berkesenian. Para wanita hendaknya tidak boleh kalah untuk menabuh, karena untuk mengajegkan kesenian para wanita juga harus ambil bagian,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan penuh dari Bupati Tabanan. “Kegiatan kita hari ini adalah atas dukungan penuh dari Bapak Bupati. Saya mewakili beliau membuka acara ini, dan untuk seluruh peserta saya ucapkan selamat berlomba, keluarkan kemampuan semaksimal mungkin agar mampu membuat penonton terpukau dan menyuguhkan seni yang luar biasa,” tambah Bunda Rai.

Bunda Rai juga menyampaikan rasa bangganya atas peningkatan kualitas para peserta dalam wawancara singkatnya usai acara. “Acara malam ini sungguh membanggakan, karena dari tahun ke tahun kualitasnya meningkat. Saya melihat banyak anak-anak muda ikut tampil, itu luar biasa. Harapan saya, lomba ini dapat terus digelar setiap tahun agar generasi muda, orang tua, dan anak-anak dapat terus mengajegkan adat serta budaya kita,” tuturnya dengan penuh semangat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, dalam laporannya malam itu, menyampaikan apresiasi kepada Ketua TP PKK dan Bupati Tabanan atas dukungan serta ide cemerlang yang memungkinkan kegiatan ini terselenggara secara berkelanjutan.

“Dari seluruh kecamatan di Kabupaten Tabanan, para duta wanita yang berkompeten di bidang seni dan budaya telah tampil membanggakan. Ini menandakan, bahwa wanita Tabanan tidak kalah saing dengan kabupaten lain. Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Bupati dan juga Ibu Bupati sekaligus sebagai Ketua TP PKK Tabanan atas ide cemerlangnya, sehingga lomba ini dapat terselenggara setiap tahun,” ujarnya.

Setelah seluruh penampilan usai, dewan juri mengumumkan hasil lomba dengan tiga indikator utama penilaian, yaitu teknik, keharmonisan, dan kreativitas. Dari hasil penilaian, Juara Pertama diraih oleh Sekaa Gong Istri Kesari Mesari 108 dari Desa Dajan Peken Kecamatan Tabanan dengan total nilai 825.

Juara Kedua diraih oleh Sekaa Gong Wanita Banua Budaya dari Desa Bantiran Kecamatan Pupuan dengan total nilai 797. Sedangkan Juara Ketiga diraih oleh Sanggar Tari dan Tabuh Natya Praja Banjar Dinas Saraswati Desa Bajera Kecamatan Selemadeg dengan total nilai 775. (rls)

Komang Sanjaya Kembali Pimpin PDIP Tabanan

Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gade Sanjaya.
Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gade Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – I Komang Gede Sanjaya kembali sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Tabanan masa bakti 2025–2030.

Ia secara resmi dilantik dalam Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDI Perjuangan Bali dan Konferensi Cabang (Konfercab) DPC PDI Perjuangan Bali yang digelar di Bali Sunset Road Convention Center, Denpasar, Sabtu (18/10/2025).

Dengan demikian, Sanjaya mencatatkan hatrik kepemimpinan selama tiga periode berturut-turut, menegaskan kepercayaan partai dan masyarakat terhadap konsistensi arah kepemimpinannya.

Dalam surat keputusan yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Komunikasi DPP PDI Perjuangan, Adian Napitupulu, seluruh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten/Kota se-Bali dipastikan tetap menjabat tanpa pergantian.

Termasuk Sanjaya yang dinilai berhasil menjaga soliditas internal partai, memperkuat konsolidasi kader, serta menyalurkan energi politiknya untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Tabanan.

Keputusan ini menandai stabilitas politik yang jarang terjadi di tingkat daerah, sekaligus memperlihatkan bagaimana kepemimpinan Sanjaya berakar kuat di tengah struktur kepartaian.

Dengan posisi strategis sebagai Ketua DPC sekaligus Bupati Tabanan, Sanjaya mampu menjembatani kebijakan partai dengan implementasi nyata di lapangan.

Yang berbeda, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) kini dijabat oleh Putu Eka Nurcahyadi, yang naik dari Ketua PAC Marga menjadi pengurus DPC setelah mencatat perolehan suara terbesar se-Bali.

Konsistensi ini menjadikan Tabanan sebagai salah satu kabupaten yang paling solid secara politik di Bali, dengan perolehan suara PDI Perjuangan yang selalu dominan di setiap pemilu legislatif.

Dengan pengurus yang terlantik saat ini yaitu Wakil Bidang Kehormatan Partai I Made Dirga, Sekretaris I Nyoman Arnawa serta Bendahara A.A. Nyoman Dharma Putra, struktur kepemimpinan DPC PDIP Tabanan semakin lengkap dan solid.

Kehadiran jajaran ini memperkuat barisan kerja politik partai di tingkat daerah, memastikan roda organisasi berjalan harmonis, efektif, dan konsisten dalam mengawal visi partai serta kebijakan pro-rakyat.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif di Tabanan pun terbukti solid. Dalam kepemimpinannya, Sanjaya terus mengedepankan harmoni dalam pengambilan kebijakan publik, di mana partai dan pemerintah daerah berjalan seirama menuju visi pembangunan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). Model kepemimpinan seperti ini menjadi cerminan nyata dari efektivitas politik PDI Perjuangan di tingkat lokal.

Sejalan dengan semangat perjuangan partai, Sanjaya juga menjaga hubungan erat dengan DPD PDI Perjuangan Bali yang dipimpin oleh Wayan Koster selaku Gubernur Bali.

Keduanya menjadi simbol kepemimpinan yang berkesinambungan selama tiga periode berturut-turut, memperlihatkan kestabilan dan konsistensi perjuangan politik yang berpihak pada rakyat. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan di Bali dibangun atas dasar kepercayaan, konsistensi, dan sinergi yang kuat.

Dalam arah kepemimpinannya, Sanjaya juga menegaskan bahwa politik bukan hanya soal kekuasaan, tetapi pengabdian kepada masyarakat. Visi besarnya menjadikan Tabanan sebagai kabupaten yang berdikari terus diwujudkan melalui program-program kerakyatan yang konkret.

Mulai dari sektor pertanian, ekonomi kreatif, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, seluruhnya dijalankan dalam bingkai semangat gotong royong.

Kepemimpinan Sanjaya selama tiga periode juga menegaskan kemampuannya menjaga ritme politik dan pembangunan dengan stabil. Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan dirinya sebagai figur politisi yang matang, tetapi juga sebagai pemimpin daerah yang berorientasi pada hasil.

Keberlanjutan kebijakan dan kesinambungan program menjadi faktor kunci dalam menjaga Tabanan tetap berada pada jalur pembangunan yang berkeadilan.

Selain itu, keberhasilan PDI Perjuangan Tabanan di bawah kepemimpinan Sanjaya tidak lepas dari upaya menjaga ideologi partai agar tetap membumi di tengah masyarakat. Penerapan nilai-nilai Pancasila dan gotong royong menjadi ruh utama dalam setiap langkah pembangunan yang dilakukan.

Dalam hal ini, Sanjaya berhasil menjadikan Tabanan sebagai representasi dari kekuatan politik yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Kepercayaan ini bukan sekadar mandat politik, tetapi juga amanah moral. Bersama seluruh jajaran partai dan masyarakat Tabanan, kami akan terus kompak bersatu, berjuang mewujudkan kabupaten yang Aman, Unggul, dan Madani, serta menjaga konsistensi perjuangan partai demi kesejahteraan rakyat.” sebutnya. (ana)

Laboratorium Lingkungan Bali Raih Akreditasi Nasional

Penyerahan sertifikat akreditasi dan registrasi UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (15/10/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali menorehkan prestasi dalam pengelolaan lingkungan.

UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Provinsi Bali kini resmi terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan teregistrasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Capaian ini diumumkan dalam penyerahan sertifikat akreditasi dan registrasi di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Provinsi Bali, Renon, Denpasar, Rabu (15/10/2025).

Sertifikat diserahkan oleh Sekretaris Jenderal KAN, Dr. Wahyu Probo Warsito, dan Kepala Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup KLHK, Ir. Sinta Saptarina Soemiarno, M.Sc, kepada Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra. Sekda Dewa Made Indra menyatakan bahwa pengakuan nasional ini adalah langkah besar untuk memperkuat layanan pengujian lingkungan yang terpercaya dan profesional di Bali.

“Mewakili Pemprov Bali, kami mengucapkan terima kasih. Dengan terakreditasinya laboratorium ini, kita kini memiliki lembaga pengujian lingkungan yang diakui secara nasional,” ujar Dewa Indra.

Lebih lanjut, ia menegaskan Pemprov Bali akan segera mendorong laboratorium tersebut bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Transformasi ini bertujuan agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efisien, dan mandiri. “Kami ingin pelayanan laboratorium ini menjadi BLUD, sehingga dapat bergerak lebih fleksibel.

Bahkan, karya ilmiah siswa SMK pun bisa difasilitasi melalui mekanisme BLUD agar lebih produktif,” tambahnya, Laboratorium yang telah lolos proses akreditasi ketat sejak Februari hingga Oktober 2025 ini mengacu pada SNI ISO/IEC 17025:2017 dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.23 Tahun 2020, dengan masa berlaku akreditasi hingga 29 September 2030.

Kepala Pusat Sarana Pengendalian Lingkungan Hidup KLHK, Sinta Saptarina Soemiarno menambahkan, Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Bali adalah satu-satunya di Bali yang terverifikasi dan teregistrasi nasional.

“Laboratorium ini paling lengkap, memiliki 482 parameter uji, dan mampu melayani berbagai sektor, mulai dari limbah TPA, hotel, hingga genset,” jelas Sinta.

Ia juga mencatat laboratorium Bali mendapat nomor registrasi 306 dari 282 laboratorium lingkungan yang teregistrasi di seluruh Indonesia.

Dr. Wahyu Probo Warsito dari KAN mengapresiasi keberhasilan ini, seraya menilai Bali memiliki potensi besar untuk mengembangkan layanan laboratorium, termasuk di bidang verifikasi dan validasi daya serap karbon yang bernilai ekonomi tinggi. “Bali memiliki potensi besar.

Tinggal memperluas kapasitas dan layanan agar bisa menjadi pusat pengujian yang unggul di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Dengan capaian ini, Kepala DKLH Provinsi Bali, Made Rentin, berharap laboratorium ini dapat menjadi pusat layanan pengujian mandiri dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup Provinsi Bali resmi menjadi laboratorium pengujian pertama di Bali yang terakreditasi dan teregistrasi nasional, membuka jalan menuju pusat layanan terpadu (one stop service) di bidang lingkungan hidup untuk kawasan Indonesia timur.