- Advertisement -
Beranda blog Halaman 815

Masuk Polres Tabanan Wajib Scanning QR Code Aplikasi PeduliLindungi

TABANAN – Pantaubali.com – Polres Tabanan menerapkan sistem pengamanan dan pengawasan dengan mewajibkan kepada masyarakat serta personil Polres Tabanan yang memasuki Kantor Polres Tabanan agar melakukan scanning QR Code Aplikasi PeduliLindungi di Pintu masuk utama Polres Tabanan.

QR Code Aplikasi PeduliLindungi, apabila belum memiliki disarankan langsung di download melalui aplikasi play store, bahkan gojek pun diberhentikan di pintu masuk Polres untuk melakukan scanning, itu disampaikan,Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra belum lama ini di Tabanan.Bahwa sistem pengamanan ini juga telah diterapkan di jajaran Polsek se Polres Tabanan.

“Mari Kita Jaga diri , Jaga Keluarga , Jaga Negara, dengan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan mematuhi Peraturan Pemerintah, semua warga yang memasuki tempat pelayanan publik, tempat wisata dan tempat pusat perdagangan wajib melakukan scanning QR Code Aplikasi PeduliLindungi,” jelasnya.

Membantu Masyarakat Terdampak Pandemi, INTI Bali Gelontorkan 150 Ton Beras

DENPASAR – Pantaubali.com – Di tengah kondisi wabah Virus Covid-19 yang berdampak pada sektor ekonomi masyarakat.Akhirnya membuat pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari ikut berpengaruh.Melihat kondisi tersebut,Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Provinsi Bali tergerak untuk melakukan aksi sosial dalam bentuk pembagian sembako berupa beras.

Menurut Ketua INTI Bali Romo Sudiarta Indrajaya menyebutkan, dalam aksi ketiga kali ini menyalurkan 50 ton beras dengan mengambil tempat di pelataran jaba sisi Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Kemarin,(Selasa (14/9).Hingga kini pengurus INTI Bali di semua kabupaten/kota di Bali telah menyalurkan sebanyak 150 ton beras ke masyarakat dan kelompok yang membutuhkan.

“Bantuan sembako ini dihimpun dari donatur itu diharapkan bisa membantu warga dalam meringankan kebutuhan sehari-hari. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian INTI Bali, terhadap masyarakat yang membutuhkan, saat ini berupa sembako yang didistribusikan secara tepat sasaran,” tutur Romo.

INTI Bali tetap berkomitmen dalam untuk membantu masyarakat pada masa pandemi dan selalu mengimbau agar disiplin menjaga protokol kesehatan dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona.

“Sekarang gelombang ketiga, 50 ton ini untuk lintasagama, jadi disalurkan melalui Forum Kerukunan Umat Beragama meliputi enam agama itu apakah Hindu, Islam, Kristen, Katholik, Budha, Konghucu. Mereka akan membantu bekerja sama menyalurkan kepada umat masing-masing yang membutuhkan. Kemudian kepada Forum Paguyuban Etnis Nusantara. Itu banyak sekali ada paguyuban-paguyuban etnis dari Sabang sampai Merauke di Bali ini,” paparnya.

Dijelaskan Romo, untuk menguatkan kerukunan kita harus saling membantu, saling bergotong-royong. Juga ia melihat dalam pandemi ini kita tidak melihat siapa dan apapun profesinya semua kena dampak termasuk seniman tari, musisi, budayawan.

“Semuanya terdampak, itu juga kita bantu. Karena selama ini tidak ada aktivitas seni budaya yang bisa menghidupi kehidupan mereka selama ini. Tentu juga itu menjadi perhatian kami. Dan desa-desa wisata agar mereka semangat kembali membangun desa wisatanya. Nah itulah yang menjadi sasaran kami. Di samping itu adalah doa,” bebernya.

Selanjutnya masih dalam waktu yang sama, seorang pengurus ASITA (Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies) Ayu Saraswati. Ia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh INTI Bali.

“Sebelumnya juga kita menyelenggarakan vaksinasi (Covid-19). Kita harapkan dengan hal ini dapat menggerakkan perekonomian Bali yang sedang terpuruk karena pandemi Covid. Kami sangat berharap pariwisata ini segara bangkit dengan banyaknya vaksinasi yang dilakukan, kami berharap border akan segera dibuka,” pungkasnya.

Dirinya berharap, apa telah dilakukan INTI Bali dapat memotivasi kelompok masyarakat lainnya agar ikut berbagi dalam aksi sosial,pembagian sembako misalnya kepada masyarakat bawah yang merasakan merosotnya sektor pariwisata dan ekonomi lainnya.

Bupati Tabanan Jawab Pandangan Umum Fraksi Fraksi DPRD terkait Ranperda tentang APBD T.A 2021

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengikuti agenda rapat Paripurna untuk memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Tabanan terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang APBD Tahun Anggaran 2021 kehadapan rapat paripurna DPRD Kabupaten Tabanan sebagai upaya untuk menyiapkan landasan hukum yang jelas dan pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan untuk mewujudkan visi Kabupaten Tabanan, Selasa, (14 September 2021).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga dan diikuti oleh Wakil Bupati Tabanan, para Wakil DPRD dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para jajaran Forkopimda, BUMD, Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan. Nampak juga beberapa awak media baik media cetak maupun media online.

Pada dasarnya, semua pemandangaan umum fraksi-fraksi DPRD memberikan apresiasi kepada Bupati dan seluruh jajaran atas kinerja dan menunjukan komitmen dan sinergi yang baik antara Pemkab dan DPRD. Selain apresiasi, semua fraksi DPRD Tabanan juga memberikan beberapa saran dan juga sepakat terhadap Ranperda tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 tentang APBD Tahun Anggaran 2021 dilanjutkan ke tingkat pembahasan selanjutnya.

“Kami sepakat dengan saran Dewan untuk tetap memprioritaskan penanganan Pandemi Covid-19 pada APBD 2021, khususnya memperkuat perekonomian masyarakat, yaitu dengan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang bertujuan selain untuk penanganan krisis kesehatan juga sebagai respon atas menurunnya aktivitas masyarakat yang berdampak pada ekonomi, khususnya sektor informal atau UKM,” ujar Bupati Sanjaya.

Pada kesempatan itu, Ia juga menjelaskan beberapa rangkuman, diantaranya : Pendapatan Daerah direncanakan sebesar Rp. 1,864 Trilyun lebih, mengalami penurunan sebesar Rp. 2,196 Milyar lebih atau 0,12 persen dari rencana APBD Induk sebesar Rp. 1,866 Trilyun lebih. Penurunan Pendapatan Daerah karena kebijakan pusat telah disesuaikan dengan Permen Keuangan Nomor : 17/PMK.07/2021 tentang pengelolaan transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2021 dalam rangka mendukung penanganan pandemi Covid-19 dan dampaknya. Khusus PAD mengalami peningkatan sebesar Rp. 16,3 Milyar.

Sedangkan Belanja Daerah direncanakan sebesar Rp. 2,021 Trilyun lebih, mengalami peningkatan sebesar Rp. 66,505 Milyar lebih atau 3,40 persen dari rencana APBD Induk sebesar Rp. 1,954 Trilyun lebih. Sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 156,607 Milyar lebih yang ditutup dari pembayaran netto yang bersumber dari SILPA Tahun 2020 dan Pinjaman Daerah. Kenaikan Belanja sebesar Rp. 66,505 Milyar lebih ini bersumber dari Pinjaman PEN Daerah sebesar Rp. 125 Milyar yang difokuskan pada infrastruktur jalan yang memiliki nilai strategis. Kenaikan Belanja ini dikatakan akan menciptakan value (nilai manfaat) dan multiplayer effect (efek yang berlipat ganda). Bupati Sanjaya juga berharap, penjelasan ini nantinya dapat dijadikan bahan dalam memperlancar pembahasan pada tahap-tahap berikutnya.

Gelar Dialog Interaktif Strategi Pembangunan Pertanian dan Ketahanan Pangan Wabup Edi Motivasi Penyuluh Pertanian

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang handal dalam mengelola dan meningkatkan pengetahun, keterampilan dan sikap pelaku utama sasaran, sesuai dengan program Pertanian Organik Padi Berkelanjutan, Pemkab Tabanan menggelar pertemuan strategis dengan para penyuluh pertanian Kabupaten Tabanan Tahun 2021 di aula rapat kantor Camat Kediri, Selasa, (14/9). Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., didampingi OPD terkait, dengan tetap menerapkan prokes yang ketat.

Dalam momentum ini, pelaksanaan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan motivasi dan semangat kerja serta terjalinnya komunikasi yang intens bagi para penyuluh pertanian di Kabupaten Tabanan terkait teknologi terbarukan sehingga sesuai dengan program yang telah direncenakan. Hadir juga saat itu, perwakilan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Denpasar serta perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, serta beberapa Pakar Pertanian dan Penyuluh Pertanian.

“Seperti kita ketahui bersama, bahwa pertemuan teknis ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang sangat penting untuk memberikan arahan dan motivasi kepada penyuluh pertanian agar mampu memberikan pendampingan kepada pelaku utama dalam mewujudkan pertanian organik padi berkelanjutan, sehingga ketahanan pangan dapat terwujud di Kabupaten Tabanan sesuai Misi Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (Aum),” ujar Wabup Edi dalam sambutan pembukanya saat itu.

Disamping itu, melalui pertanian organik padi berkelanjutan ini diharapkan kelestarian lingkungan dapat terjaga dengan menghasilkan produk padi/beras yang sehat, aman, berkelanjutan untuk meningkatkan imun dan kesehatan masyarakat. Pun kegiatan ini dikatakan oleh Wabup Edi dilaksanakan agar kembali atau semakin meningkatkan kesadaran melestarikan kearipan lokal/spesifik lokasi dengan menggalakan penggunaan pupuk organik dilahan pertanian khususnya padi sawah. Mengingat, disinyalir bahan organik tanah sawah kurang dari 2 % yang seharusnya minimal 5 %. Dengan penggunaan pupuk organik akan dapat memperbaiki struktur, tekstur dan sifat kimia maupun biologi tanah, bahkan pengaplikasian pupuk organik dilahan sawah akan mengaktifkan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.

Lebih jauh, Wabup Edi juga berharap agar melalui kegiatan ini mampu mewujudkan terjalinnya kerjasama/komunikasi yang baik antara narasumber dengan peserta, sehingga pelaksanaan kegiatan pertanian organik padi berkelanjutan di Kabupaten Tabanan bisa berjalan dengan baik dan lancar untuk memasok kebutuhan pangan yang sehat, aman dan berkelanjutan. Selain itu, Ia juga menginginkan adopsi ilmu dan teknologi pertanian dalam arti luas bagi peserta sangat penting diraih untuk meningkatkan dan mempertahankan swasembada pangan sesuai dengan tujuan Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (Aum).(Rilis).

Wagub Cok Ace Paparkan Strategi Pertanian 4.0 Provinsi Bali

Denpasar,Belajar dari pandemi Covid-19 yang menekan pertumbuhan ekonomi Bali hingga titik nadir, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mendorong upaya penguatan sektor pertanian. Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi salah satu narasumber pada 2nd Webinar Transformasi Bali Nusra “Balinusra Menuju Pertanian 4.0” yang diselenggarakan oleh Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Provinsi Bali, secara daring pada,Selasa (14/9).

Menurut Wagub Cok Ace, Bali mengalami kontraksi ekonomi paling hebat jika dibandingkan provinsi lain di Indonesia karena sangat bergantung pada sektor pariwisata. Ia menyebut, 54 persen PDRB bersumber dari sektor ini sehingga di masa pandemi, Bali kehilangan devisa hingga Rp. 9,7 triliun setiap bulan.

“Bali sangat terpuruk karena ketergantungan pada sektor pariwisata. Sementara daerah lain lebih tahan,” ucapnya.

Menurut Cok Ace, hal ini perlu dijadikan bahan evaluasi untuk menggenjot sektor alternatif selain pariwisata. Salah satu sektor alternatif yang menurutnya harus digarap lebih serius adalah pertanian. Untuk menggairahkan sektor pertanian, ia mendorong pemanfaatan teknologi.

“Penerapan teknologi di bidang pertanian sangat penting untuk menarik minat generasi muda menekuni sektor ini,” imbuhnya.

Dengan demikian, ke depan ia berharap sektor pertanian bisa memberi kontribusi yang sama besar dengan pariwisata.

“Jika kedua sektor ini bisa dijadikan lokomotif perekonomian secara imbang, saya yakin kita tak akan menghadapi keterpurukan seperti ini,” sebutnya.

Untuk itu, Wagub Cok Ace masyarakat Bali untuk kembali menekuni pertanian dan membangkitkan kerajinan lokal di tengah kondisi pandemi covid-19. Harapannya bisa mendongkrak aktivitas perekonomian yang kini tengah tertekan.

Padahal, menurutnya, Bali pada awalnya hidup di sektor agraris kemudian beralih pada sektor pariwisata, dan secara tanpa sengaja melompati sektor industri pengolahan (sekunder). Kontribusi sektor pariwisata sebelum pandemi mencapai 68 persen, sedangkan sektor pertanian dan pengolahan berkisar 15 hingga 17 persen.

“Oleh karena itu, beberapa langkah yang saat ini bisa dilakukan yakni kembali menekuni sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan membangkitkan kerajinan lokal sebagai mata pencaharian penopang ekonomi rakyat,” ucapnya

Menurut pria yang biasa disapa Cok Ace itu, hikmah yang dapat dipetik saat ini, salah satunya harus kembali kepada sektor pengolahan hasil-hasil pertanian yakni di antaranya memetik buah yang ditanam contohnya jeruk dan salak yang masing-masing buah ini dapat diolah menjadi jus yang kemudian bisa dijual untuk masyarakat lokal.

Selain itu, Cok Ace juga mendorong masyarakat Bali untuk menggunakan transaksi digital dalam kegiatan jual beli hasil produksi. “Dengan begitu perputaran ekonomi juga akan kembali tumbuh,” katanya.

Untuk mendukung peningkatan produk pertanian lokal, maka sebagai payung hukum Pemerintah Provinsi Bali juga telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali (Pergub) no 99 Tahun 2018 Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali, petani lokal Bali akan memiliki kepastian harga dan keuntungan dalam menjual hasil panennya. Dengan adanya payung hukum tersebut, Wagub Cok Ace berharap masyarakat semakin semangat dalam menekuni dunia pertanian sehingga sektor pertanian dan pariwisata menjadi satu kesatuan mata rantai yang tidak terpisahkan dan saling menguatkan.

DPC PDIP Tabanan,Laporkan 12 Akun Medsos Penyebar Hoax Megawati Meninggal ke Polres Tabanan

TABANAN- Pantaubali.com- Terkait berita bohong (Hoax) yang menyampaikan kabar Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarno Putri meninggal dunia yang tersebar di beberapa akun media sosial.Berkaitan dengan hal tersebut,Dewan Pempinan Cabang (DPC) PDIP Kabupaten Tabanan melaporkan 12 akun ke Polres Tabanan.Laporan tersebut diterima langsung oleh, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Tabanan,Selasa (14/9).

Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya,disela kesempatan tersebut menyampaikan,Jajaran DPD PDIP Provinsi Bali dan DPC PDIP Kabupaten/Kota se-Bali,Selasa,(14/9) serentak mendatangi Kepolisian Polda Bali dan Polres Kabupaten/Kota untuk pembuatan laporan atau pengaduan Polisi dengan menempatkan akun-akun tersebut sebagai terlapor.

“Kami selaku kader-kader Partai,masyarakat dan Pimpinan,tidak terima Ketua Dewan Pimpinan Pusat PDIP Ibu Prof.Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri Presiden ke 5 diberitakan Hoax oleh beberapa akun yang telah tercantum dalam laporan kami tersebut,” jelasnya.

Tentu tidak menerima hal tersebut selain itu, hal tersebut merupakan tindak Pidana.Maka dari itu, intruksi telah diterima dari Pusat untuk melaporkan secara serentak di seluruh Indonesia terkait kejadian tersebut.

“Hal tersebut dilakukan, tentu agar hal-hal yang sama tidak terulang kembali.Selain itu, karena kita sebagai Partai besar sangat keberatan.Apalagi kami di Kabupaten Tabanan sebagai Partai yang mayoritas.Tentu fraksi kami tidak terima pada hal-hal seperti ini,” ujarnya.

Jika dilihat dari sekian laporan pemilik akun tersebut tidak ada pemiliknya dari Bali sebagian luar Bali.

“Meskipun demikian tetap rasa tanggung jawab terhadap pimpinan kami dan partai wajib dibela dimanapun sampai titik darah pengabisan.Maka dari itu, adapun tujuan mendatangi Polres Tabanan tentu dengan tujuan ingin melaporkan tindakan pindana tersebut.Jika dilihat diduga hal tersebut telah melanggar ketentuan Pasal 27 Ayat (3),Pasal 28 Ayat (2),Pasal 40 Ayat (2) UU RI Nombor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo.UU RI Nombor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nombor 11 Tahun 2008 tenang Informasi dan trasaksi Elektronik jo Pasal 390 KUHP pidana tentang berita bohong jo Pasal 14 dan pasal 15 UU No.1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana,”bebernya.

Selanjutnya,Kapolres Tabanan,AKBP Ranefli Dian Candra dalam kesempatan yang sama menangapi terkait pengaduan yang dilakukan tersebut Dirinya mengatakan, telah menerima pengaduan tersebut di SPKT Polres Tabanan, tentu selanjutnya akan didalami pengaduan terkait berita Hoax.

“Pengaduan tersebut berkaitan dengan UU ITE, dan dari monitor dilakukan tentu nantinya melakukan koordinasi dengan Polda terkait tidak lanjut penanganan seperti apa nantinya akan dilakukan,” ucapnya.

Sebagai devisi penegak hukum jika, ada warga negara melapor apapun itu bentuknya.Tentu merupakan kewajiban pihak Kepolisian menerima pengaduan tersebut.Sembari Menambahkan,bagaimana prosesnya nanti tentu akan disampaikan perkembangan lebih lanjut.

Gerakan Tanam Padi Organik Wakil Bupati Tabanan dan HKTI Bali,Gelotorkan 350 Kg Benih Padi

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Bersama DPD Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali melaksanakan gerakan tanam padi organik dengan memberikan bantuan benih padi organik di Rumah Aspirasi Edi Wirawan Center, Jalan Pantai Nyanyi, Tabanan,(Senin (13/9).

Penyerahan tersebut merupakan program berkelanjutan Pemerintah Tabanan sebagai bentuk keseriusan Pemerintah dalam mewujudkan visi Nangun Sat Kherti Loka Bali Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

“ini sebagai bentuk dukungan kami selaku pemerintah memang betul-betul berpihak kepada pertanian,” jelasnya.

Bantuan benih padi diberikan sebanyak 350 Kg untuk lahan seluas 6 Hektar.Sembari Dirinya berharap, dengan dilaksanakannya demplot pertanian organik di Subak Pumahan Desa Dalang setidaknya dapat berjalan dengan maksimal dan menjadi contoh atau pilot projects dalam bertani organik di Kabupaten Tabanan.

Dalam acara tersebut dihadiri juga, Ketua DPD HKTI Bali, Dewan Pembina HKTI, Pengurus HKTI Bidang Pertanian, Kelompok Tani Sidi Makmur, UD Ciri Misi, Perbekel, Desa Dalang, Pekaseh Subak Pumahan Desa Dalang, Kelihan Subak serta Bendahara Subak.

Ketua DPRD Tabanan Pimpin Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan, Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2021

 

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga S.Sos memimpin Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan, Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

Rapat Paripurna tersebut digelar secara daring, Senin ( 13 September 2021).

Selain dihadiri Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya bersama dengan Wakil Bupati I Made Edi Wirawan,  dari Tabanan Command Center (TCC), Kantor Bupati Tabanan, rapat Paripurna tersebut juga dihadiri Forkompimda, Ketua Pengadilan Negeri, Sekda, para Asisten,  Sekretaris DPRD dan OPD terkait Kabupaten Tabanan.

Dalam Pidato Pengantarnya, Bupati Sanjaya menyampaikan beberapa hal yang melatarbelakangi perlunya perubahan APBD anggaran 2021. Hal tersebut berdasarkan ketentuan pasal 161 ayat (2) PP Nomor 12 Tahun 2019. Perubahan yang dilakukan meliputi; Perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi KUA yaitu adanya rencana perubahan pendapatan asli daerah, dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Berikutnya, adanya pergeseran-pergeseran anggaran antar unit organisasi, antar kegiatan, antar jenis belanja, obyek belanja dan rincian obyek yang dilakukan oleh perangkat daerah dalam rangka mempertahankan pencapaian sasaran kegiatan.

Selanjutnya perubahan dalam menampung sisa lebih perhitungan APBD tahun anggaran 2020 dan mendanai program dan kegiatan baru dengan kriteria harus diselesaikan sampai dengan batas akhir penyelesaian pembayaran dalam tahun anggaran berjalan serta mendenai kegiatan-kegiatan yang capaian target kinerjanya perlu ditingkatkan dari yang telah ditetapkan semula dalam DPA perangkat daerah tahun anggaran berjalan yang dapat diselesaikan sampai dengan batas akhir penyelesaian pembayaran dalam tahun anggaran yang berjalan.

Bupati Sanjaya menjelaskan, pada Rancangan Perubahan APBD Tahun anggaran 2021, pendapatan daerah sebesar Rp. 1,864 Trilyun lebih terdiri dari pendapatan asli daerah sekitar 21,88 persen, pendapatan transfer sebesar 75,64 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 2,48 persen. Selanjutnya, ia juga menjelaskan tentang jumlah anggaran pada belanja daerah dan pembiayaan serta pengeluaran daerah.

“Anggaran daerah merupakan anggaran publik, hal tersebut mencerminkan kebijakan daerah yang dituangkan dalam bentuk angka dan kita semua berkewajiban mengamankan agar pelaksanaannya dapat dilakukan dalam sisa waktu di tahun anggaran 2021” Sanjaya menyampaikan dalam pidatonya. “Kita semua dituntut untuk membuat perencanaan yang lebih matang, realistis, implementatif dan berkualitas dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk sumber daya yang tersedia” lanjutnya.

Selebihnya ia berharap agar pembahasan rancangan peraturan daerah tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai rencana dan mekanisme yang berlaku, demi pencapaian visi Kabupaten Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan era baru yang Aman, Unggul dan Madani

Kawasan Wisata Dibuka, Pengawasan Prokes Tetap Diawasi

TABANAN – Pantaubali.com – Dengan telah dibukanya Kawasan Wisata bagi kunjungan Wisatawan oleh Pemerintah,Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian, belum lama ini di Tabanan berpesan, khsusnya kepada pengelola DTW dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 agar melakukan pengawasan Prokes yang ketat terhadap setiap pengunjung.

“Lakukan pencegahan jangan sampai ada kerumunan baik ditempat terbuka maupun Restaurant atau tempat tertutup lainnya,” jelasnya.

Selain itu, petugas jaga pintu entery agar menegur dengan humanis bagi para pengunjung yang tidak bisa menunjukkan sertifikasi vaksinasi. Sosialisasikan terus tentang Prokes melalui publik address Kepada masyarakat. Ucap Kapolres Tabanan.

“Agar setiap pengunjung yang datang wajib melakukan scanning Q R Code aplikasi *PEDULILINDUNGI* yang telah telah di siapkan di setiap pintu masuk, dengan tujuan untuk mengendalikan kapasitas pengunjung yang diperbolehkan berkunjung pada satu area tempat wisata,” paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan, disamping itu juga hal ini bertujuan untuk memastikan para pengunjung yang datang sudah di vaksin dan bebas dari Virus Covid-19, Demikian juga saat meninggalkan obyek wisata agar melakukan sign out, sehingga, pengunjung lainnya dapat memasuki area wisata.

Pohon Buah Alpukat, Potensial Dikembangkan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com- Beberapa lahan perkebunan maupun persawahan di Kabupaten Tabanan dinilai berpotensi dikembangkan beberapa jenis varian tanaman yang mampu memberi nilai ekonomis bagi warga sekitar.Pohon buah Alpukat misalnya, disebut sangat potensial dikembangkan di daerah Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel karena, kultur tanah serta kondisi iklim sangat menunjang,itu disampaikan, Kordinator Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Penebel,Tabanan,I Negah Widastra,belum lama ini di Desa setempat.

“Tanah disini cocok ditanam pohon buah Alpukat.Selain itu,peminat buahnya masih banyak untuk dikonsumsi.Jadi, dapat dikatakan mampu memberi nilai ekonomis bagi warga sekitar,” jelasnya.

Jika dilihat lahan milik warga saat ini sebagian besar ditumbuhi pohon kayu.Akan tetapi, jika bisa alangkah baiknya dapat ditanam pohon buah jenis Alpukat juga khususnya di tanam disela-sela tanaman pohon kayu.

“Ya, bisa dilakukan sistem tanam tumpang sari pohon buah Alpukat ini.Jika bisa nantinya setiap KK di Desa dapat menanam dua bibit pohon buah Alpukat.Tentu hasil panen nantinya lumayan didapat,”katanya.

Dirinya menambahkan, jika dilihat dari umur pohon buah Alpukat misal, 4 sampai 5 tahun tingginya mampu mencapai 3 sampai 4 meter dengan hasil panen 20 sampai 50 biji buah Alpukat perpohonnya.