- Advertisement -
Beranda blog Halaman 814

KPU Tabanan Sosialisasikan Anggaran Pemilu 2024 ke TAPD

TABANAN – Pantaubali.com – Guna persiapan pemilu serentak 2024 termasuk Pilkada Tabanan nantinya, KPU Kabupaten Tabanan mulai mensosialisasikan anggaran pemilu 2024 kepada tim TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah) Pemkab Tabanan. Dalam sosialisasi tersebut Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa didampingi Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi I Ketut Sugina dan Sekretaris KPU Tabanan, I Nyoman Swandika menegaskan, sosialisasi ini adalah koordinasi awal, agar nantinya TAPD Pembab Tabanan sudah mulai memikirkan anggaran pilkada Tabanan 2024 terlebih dalam kondisi pandemi saat ini.

“Kita tahu bersama situasi anggaran saat ini, sehingga lebih awal kita sosialisasikan sehingga, jauh-jauh hari sudah mulai menjadi pertimbangan bersama untuk memenuhi anggaran pemilu, karena bagaimanapun pemilu harus berjalan,” ucap Weda Subawa usai sosialisasi, Senin, (20/9).

Menurut Weda Subawa, sesuai dengan yang diusulkan KPU RI ke DPR dan Pemerintah, bahwa Pilkada serentak direncanakan 27 Nopember 2024.

“Tanggal ini baru usulan KPU ke DPR dan Pemerintah dan masih dilakukan pendalaman, kita juga masih menunggu keputusan dan penetapan pusat,” ucapnya.

Dan dalam sosialisasi kepada TAPD, pihaknya hanya menyampaikan secara garis besar mulai dari rencana tahapan hingga kebutuhan anggaran yang diperlukan dalam pemilu 2024 nantinya. Dengan demikian pihaknya berharap pihak TAPD sudah memiliki acuan guna pemenuhan anggaran pemilu nanti.

“Ini hanya sosialisasi awal, sehingga Pemkab Tabanan mulai memikirkan kebutuhan anggaran pemilu 2024 nantinya,” ucap Weda Subawa.

Weda Subawa mengatakan sesuai dengan Rencana Kegiatan Biaya (RKB) yang disusun tim KPU Tabanan kebutuhan anggaran Pilkada Tabanan 2024 berkisar diangka 51.164.028.150 milyar. Anggaran tersebut 40.65%nya atau sekitar 20.797.000.000 milyar untuk kebutuhan honorarium kelompok kerja dan penyelenggara, sedangkan 59.35% yakni sekitar 30.366.228.150 untuk kebutuhan barang dan jasa.

“ini baru rancangan sementara, angka ini dengan asumsi pilkada masih dalam situasi pandemic covid 19, sehingga ada anggaran untuk APD dan lains sebagainya,” beber Weda Subawa.

Sementara dipihak TAPD Pemkab Tabanan yang dikomandoi Sekda Tabanan, I Gede Susila menyambut baik adanya sosialisasi yang dilakukan KPU Tabanan kepada pihaknya.

“Kami mengapresiasi langkah KPU Tabanan, sehingga kami di TAPD mulai bisa memikirkan langkah-langkah untuk pemenuhan anggaran pilkada 2024,” ucapanya.

Dia mengatakan pada prinsipnya TAPD Tabanan siap mendukung dan mensuskseskan Pilkada 2024, namun melihat situasi saat ini, hendaknya semua pihak melakukan langkah-langkah penghematan.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung, namun melihat situasi saat ini, mari kita bersama-sama melakukan langkah-langkah efisensi serta melakukan terobosan-terobosan bersama agar semua bisa berjalan dengan baik,” harap Susila.(Rilis)

Wabup Tabanan, Panen Perdana M70D di 10 hektar Lahan Pertanian di Subak Timan Agung

TABANAN – Pantaubali.com – Ingin Pertanian Tabanan menjadi skala priotiras, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan S.E melakukan Panen perdana M70D di Subak Timan Agung Banjar Sangging, Desa Kelating, Kecamatan Kerambitan Tabanan, Minggu (19/9).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis Pertanian, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan Ir.I Ketut Arsana Yasa, OPD terkait, Camat, Ketua HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Badan Penyuluhan Pertanian Kecamatan Kerambitan, Perbekel Desa Kelating, Bendesa Adat Kelating dan Pekaseh Subak Timan Agung.

Dikategorikan sebagai varietas bibit padi yang baik, M70D membutuhkan waktu kurang lebih 70-80 hari sejak proses pembajakan sawah, penanaman sampai waktu panen untuk mendapatkan hasil. Sementara di Subak Timan Agung, Dari total 210 hektar ladang, sebanyak 10 hektarnya sudah ditanami percobaan bibit padi M70D, sehingga setiap 1 hektarnya mampu menghasilkan sebanyak 7,8 ton padi.

Dalam sambutannya, Wabup Edi menyampaikan apresiasinya terhadap seluruh petani dan jajaran pemerintahan di Desa Kelating, atas upaya dan kerja kerasnya sehingga tercapai panen padi perdana M70D yang tergolong sukses. Sebab menurutnya, jika disesuaikan dengan BEP (Break Even Point) per satu hektar sewajarnya menghasilkan 6 ton padi, namun dengan bibit M70D bisa melampaui hingga 7 Ton yang ditaksir dengan hasil sangat menguntungkan.

“Memang ada kendala yang sering kita hadapi, biasanya adalah Kelemahan petani dari proses pemilihan bibit yang sudah salah, makannya hasilnya terus menurun. Oleh sebab itu, penyuluh harus terus ke lapangan untuk mengawal para petani, untuk mampu mendampingi pertanian sejak proses pembajakan sawah, pemilihan bibit, perawatan tanaman, sehingga apa yang menjadi harapan pemerintah Tabanan bisa selaras dan berhasil” ujar Wabup Edi.

Ia berharap Pertanian bisa menjadi skala prioritas, utamanya di masa Pandemi yang masih berlangsung.

“Kalau dengan konsep M70 atau sesuai dengan pemilihan bibit yang benar, pasti akan tercapai hasilnya di atas 7 ton” lanjutnya. Ia kemudian menerangkan akan bertemu dengan penyuluh di masing-masing kecamatan setiap bulannya, untuk memantau perkembangan pertanian di Tabanan, sehingga Pemerintah dan masyarakat bersama-sama bisa membuktikan dan mewujudkan Tabanan sebagai lumbung pangannya bali.

“Petani adalah hal yang dilakoni oleh orang-orang dengan jiwa yang kaya” ungkapnya, keberhasilan panen ini diharapkan mampu menjadi motivasi dan contoh bagi para petani di wilayah Kabupaten Tabanan yang lain, untuk bersemangat meningkatkan potensi dan produksi pangan dalam mewujudkan Visi Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, Madani (AUM) di Bidang pertanian.(Rilis).

Bupati Sanjaya Dorong Alih Teknologi Perikanan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai salah satu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan budidaya ikan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mendukung budidaya ikan dengan sistem bioflok di Kabupaten Tabanan yang ditunjukan melalui simbolis penebaran benih lele dengan sistem bioflok di Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) “Mina Darma Bakti” Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan, Minggu, (19/9) pagi.

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok di Kabupaten ini merupakan bantuan aspirasi melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di wilayah Provinsi Bali. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPR RI asal Marga Drs. I Made Urip, M.Si, Sekda Kabupaten Tabanan, Asisten bidang Perekonomian & Pembangunan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan, Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem, Camat Penebel, Perbekel Desa Riang Gede, Pengurus dan Seluruh Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan Mina Darma Bakti.

“Pembangunan perikanan pada hakekatnya adalah pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dan berkelanjutan dengan tetap mempertahankan kelestariannya untuk kesejahteraan masyarakat baik melalui kegiatan budidaya, penangkapan serta pengolahan dan pemasaran hasil perikanan” ujar Bupati Sanjaya.

Selebihnya Ia juga berpendapat, kegiatan perikanan budidaya yang melibatkan kelompok pembudidaya ikan (pokdakan), selama ini menunjukan adanya peningkatan yang sangat menggembirakan. Dimana sudah banyak kelompok mandiri yang berusaha di sektor perikanan, salah satunya adalah Pokdakan Mina Darma Bakti Desa Riang Gede, Kecamatan Penebel. Bupati Sanjaya menerangkan, untuk di Kabupaten Tabanan sampai saat ini sudah terdapat 7 (tujuh) Pokdakan yang mengembangkan budidaya ikan dengan sistem bioflok dan diharapkan produksi yang diperoleh sebanyak 35 ton dalam setahun, sehingga meningkatkan produksi ikan di Tabanan yang berimbas pada meningkatnya tingkat komsumsi masyarakat terhadap ikan.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan alih teknologi kepada pembudidaya ikan, serta meningkatkan produksi perikanan budidaya di Kabupaten Tabanan, khususnya budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. “Potensi wilayah di Tabanan sangat menjanjikan, terutama alam. Saya sangat apresiasi pada Pak Made Urip atas inovasinya. Perikanan bioflok ini luar biasa, sudah termasuk alih teknologi, jadi dalam cuaca hujan atau apapun bisa tetap dijalankan, tidak hanya lele tapi bisa udang, patin, nila juga bisa“ terang Sanjaya.

Ia mengatakan Teknologi bio organisme sebagai bahan pakan lele yang dibiakkan dalam 1 kolam bisa menghasilkan sampai 3 kwintal. “Saya bangga di Tabanan sudah terlihat ada hasil hilirnya, bukan hanya ikannya saja bisa diolah tapi keripiknya, kulitnya, semua bisa diolah. Harapan saya, apapun yang dibantukan oleh pusat, untuk Tabanan dan yang menjadi tugas kita adalah hilir, yaitu bagaimana agar masyarakat bisa gemar makan ikan dan di pemasarannya mendapatkan harga jual yang bagus dan kompetitif” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Sanjaya juga berkesempatan menebarkan benih ikan lele yang diterima sebanyak 12 paket atau 20.000 ekor bibit ikan secara simbolis di Desa Riang Gede. Dengan diterapkan sistem bioflok budidaya ikan lele yang masih relatif baru, Pemkab Tabanan mendukung agar kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga nilai produksi dan konsumsi ikan dapat meningkat pula serta sumberdaya perikanan air tawar tetap terjaga kelestariannya, Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Tabanan Yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, Madani (AUM).(Rilis)

Bali Jadi Yang Teratas Dalam INDEKS KETERBUKAAN INFORMASI PUBLIK (IKIP) Secara Nasional

DENPASAR- Pantaubali.com – Provinsi Bali berhasil menjadi yang terbaik dalam nilai Indeks Keterbukaan Informasi Publik (IKIP) dari 34 Provinsi seluruh Indonesia. Prestasi tersebut ditahbiskan dalam kegiatan Forum Dewan Penyelia Nasional (NAC Forum/National Assesment Council ). Bali berada di urutan teratas dengan akumulasi nilai 83,15 disusul Kalimantan Barat dengan nilai 80, 38 dan Aceh di posisi ketiga dengan nilai 79,51.

NAC Forum merupakan sarana untuk analisis hasil penilaian IKIP 2021 oleh para Informan Ahli Pusat dan Informan Ahli Daerah juga Pokja (Kelompok Kerja) KI Pusat dan KI Provinsi. Penetapan nilai  IKIP secara Nasional Tahun 2021 sendiri sebesar 71,37 yang diumumkan oleh KI Pusat kepada publik, Jumat 17 September 2021 di ICE BSD Tangerang Selatan Banten.

Ketua KI Pusat Gede Narayana menjelaskan nilai IKIP Nasional merupakan hasil analisis dari penilaian 312 Informan Ahli (IA) 34 Provinsi yang memberikan indeks 72,60 dan hasil penilaian 17 IA Nasional yang memberikan indeks 68,54, penilaian IKIP Nasional 2021 merupakan gambaran pelaksanaan keterbukaan Informasi Publik selama tahun 2020 dari bulan Januari hingga Desember.

Ketua KI Pusat Gede Narayana menjelaskan bahwa persiapan dan pelaksanaan IKIP 2021 yang berlangsung selama satu tahun itu telah berhasil menetapkan IKIP secara nasional untuk pertama kalinya sejak 10 tahun pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik di tanah air. Disampaikannya, dengan adanya hasil IKIP  Nasional 202I maka dapat diketahui secara jelas mengenai tingkat keberhasilan pelaksanaan Undang-Undang 14/2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

”Selain itu, nilai IKIP 2021 ini dapat menjadi catatan   dan rekam  jejak dalam proses pengawalan keterbukaan informasi publik di Indonesia serta akan menjadi penguatan terhadap tantangan atau hambatan dalam pelaksanaan UU KIP itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana yang dihubungi terpisah menyatakan bahwa capaian ini merupakan prestasi Pemprov Bali.

“Pencapaian yang baik ini sudah diketahui Pak Gubernur dan mendapat apresiasi dari beliau. Ini menunjukkan komitmen Bapak Gubernur dan Pemprov Bali dalam memberikan pelayanan publik yang optimal, khususnya terkait informasi publik,” kata Pramana.

Dirinya juga berharap berharap keberhasilan meraih nilai tertinggi ini menjadi motivasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat Bali kedepannya.

Bupati Tabanan Fokus Pengelolaan di Hilir, Harapkan Harga Pertanian Stabil dan Meningkat

TABANAN- Pantaubali.com – Dalam rangka menyambut ulang tahun Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M menghadiri acara Panen Perdana Padi Sertani, Kerjasama Pemerintah Tabanan dengan KTNA, di Subak Ureg Tempek Munduk Sangkur, Banjar Pengayehan, Desa Gubug Tabanan, Sabtu (18/9).

Bupati Sanjaya didampingi oleh Drs. I Made Urip, M.Si. anggota DPR RI Komisi 4 , Kepala BPTP Wilayah Bali, Sekda dan asisten 2 Tabanan, OPD terkait, Camat serta perbekel Desa Gubug dan para anggota KTNA pada acara yang sudah diramaikan sejak pukul 08.00 pagi tersebut.

Sebagai wujud dukungan Pemkab Tabanan dalam memajukan hasil pangan asli pertanian Tabanan dan sebagai daerah “Lumbungnya Pangan” Bali, penanaman padi sertani 13 perdana yang dahulu didampingi oleh Bupati, kali ini sudah siap untuk dipanen. Panen Perdana ini bertepatan dengan rangkaian kegiatan menyambut ulang tahun ke 50 KTNA yang jatuh pada 23 September 2021 mendatang.

Varietas bibit yang digunakan pun bersifat unggul, yaitu jenis varietas sertani 13 ditanamkan pada tanah seluas 10 hektar dan siap untuk dipanen hari ini. Jika bicara soal pertanian, tidak luput dari 3 hal yang essensial, Termasuk Hulu, Tengah dan Hilir. Yang dimaksudkan adalah terkait produksi, distribusi dan pemasaran. Bupati Sanjaya pun tak meragukan hulu dan tengah, sebab petani Tabanan adalah petani yang Tangguh. Sisi Hilir atau Pemasaran yang ia harap untuk terus ditekankan dan mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, agar harga tidak dipermainkan oleh tengkulak dan mendukung pertanian Tabanan dengan membeli hasil produksi sendiri.

“Hasil produksi sangat luar biasa, 1 hektar bisa menghasilkan sampai 11,4 ton. Ini membuktikan bahwa 2 kali lipat varietas ini lebih unggul dari jenis yang lain. Saya sangat apresiasi ini. Ini bukti dari keberhasilan dari sektor pertanian khususnya padi di Kabupaten Tabanan” Tanggap orang nomor satu di Tabanan itu. “Perusda daerah bekerjasama dengan beberapa kabupaten membuat sebuah MOU untuk membeli hasil pertanian di seluruh Kabupaten / kota yang ada di Bali, nanti hasil produksi komoditas unggulan seperti Padi, Kopi, Coklat akan dibuatkan tata niaga, sehingga petani tidak ada kekhawatiran dalam menjual hasil produksinya” lanjutnya

Ia juga menekankan untuk para petani agar selalu tangguh dan terus memotivasi diri serta berinovasi dalam membantu perkembangan di Tabanan sesuai dengan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan era baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Selebihnya ia berharap Pemerintah dan para perani dapat terus membangun kepercayaan diri bahwa perkembangan pertanian ini kelak sangat bisa diandalkan untuk menjadi tulang punggung dalam menopang perekonomian, terlebih di saat sektor pariwisata di Bali sedang redup.

Oleh sebab itu, Pemkab Tabanan mengapresiasi peran dan kinerja KTNA yang senantiasa membina dan mendampingi para petani melalui beragam penyuluhan dan pendampingan kepada para petani yang ada di kabupaten Tabanan.(Rilis)

HUT PMI ke-76, Bergerak Bersama Entaskan Pandemi

TABANAN – Pantaubali.com – Hari Palang Merah Indonesia (PMI) diperingati setiap tanggal 17 September yang juga merupakan hari ulang tahun PMI. Organisasi ini memiliki tugas untuk bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.

Pada kali ini HUT PMI ke-76 pada 17 September 2021 dengan tema “Bergerak Bersama untuk Sesama” dengan harapan percepatan kebangkitan bangsa Indonesia dari pandemi. Mengingat situasi pandemi PMI Kabupaten Tabanan dalam memperingati HUT ke-76 ini diisi dengan mengikuti virtual dari PMI Pusat dan mempublikasi kegiatan kemanusiaan yang telah dilakukan ke sosial media.

Ketua PMI Kabupaten Tabanan I Made Edi Wirawan, SE yang saat ini juga menjabat sebagai Wakil Bupati Tabanan mengatakan, berbagai kegiatan kemanusiaan pada penanganan kasus Covid-19 dalam hal ini PMI bersama instansi lainnya bergerak bersama mengentaskan pandemi. Tercatat, upaya penanggulangan tersebut secara konsisten dilakukan PMI hingga kini.

“PMI Kabupaten Tabanan bersama relawan masih rutin melakukan Spraying Disinfektan Eco Enzym di lingkungan tempat tinggal serta di fasilitas publik dengan truck gunner, mobil grandmax pickup, gendong.”tuturnya

PMI Kabupaten Tabanan juga telah melaksanakan kegiatan donor darah secara rutin, pelayanan ambulans yang terdiri dari respon kecelakaan, rujukan orang sakit, respon musibah/bencana dan layanan transportasi mobil jenazah. Saat ini juga PMI Kabupaten Tabanan telah meningkatan kapasitas relawan PMI tingkat desa yang bernama Relawan CP3.

“Kendala kami saat ini selalu kekurangan stok darah karena minim pendonor dan permintaan yang meningkat di musim pandemi ini,” ungkapnya

Dalam menghadapi Pandemi Covid-19 ini PMI Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan selalu bersinergi dengan seluruh pihak.

“Kami berkomitmen menjadi organisasi yang terdepan dalam upaya pengendalian Covid-19 dan kami mengajak masyarakat untuk bergerak bersama untuk sesama dalam pelayanan kemanusiaan, baik persoalan Covid-19 maupun disituasi krisis atau bencana lainnya, mari kita hadapi bersama-sama,” tutupnya

Hingga saat ini seluruh relawan terus bergerak, mulai dari memberikan edukasi, sosialisasi, penyaluran bantuan dan lain sebagainya.(Rilis)

Serangan Hama Tikus,Masih Menghantui Petani di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sampai saat ini serangan hama Tikus disebut masih menghantui beberapa lahan pertanian di Tabanan.Kondisi tersebut disebabkan karena, faktor cuaca serta jenis tanaman di tanam para petani mendukung ketersedian pakan bagi hama Tikus-tikus tersebut,itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Nyoman Budana.

“Di daerah Baturiti dan Penebel misalnya, serangan hama Tikus masih memprihatinkan,dalam artian masih banyak tanaman pertanian diserang dengan serangan tidak merata,” jelasnya belum lama ini di Tabanan.

Adanya serangan hama Tikus di areal pertanian dibeberapa Subak di Tabanan disebabkan oleh faktor cuaca selain itu, faktor lainya jenis tanaman di tanam petani mendukung hama tikus masih ada.

“Ya, disebabkan pakannya masih ada dilahan pertanian.Jika dilihat saat ini agak sulit petani untuk diarahkan menanam misal, dalam satu hamparan sawah ditanam satu jenis komunitas saja.Akhirnya hal tersebut menjadi peluang bagi hama Tikus untuk berkembang biak lebih banyak.Karena, ketersedian pakan tikus selalu ada sehinga,pekembangan Tikus akhirnya ikut memungkinkan.Itulah kendala kita saat ini,”bebernya.

Sedangkan untuk hamparan lahan pertanian di daerah Tabanan menurut Dirinya, relatif masih cukup aman setelah sempat adanya kegiatan upkara ngaben Tikus digelar di Desa Bedha.

“Setelah kegitan tersebut dilakukan (Upkara Ngaben Tikus) dari pantauan khusus di daerah Kediri hamparan Padinya cukup bagus.Tumbuh tanpa ada ganguan dari hama tikus,” katanya.

Melihat kondisi tersebut Dirinya tetap menghimbau para petani di Tabanan agar tetap waspada akan serangan hama tikus tersebut.

Urus Perizinan Tak Perlu Pakai Calo

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah terus berupaya menciptakan iklim ramah investasi bagi pelaku usaha melalui penyempurnaan regulasi di bidang perizinan. Salah satu sistem perizinan termuktahir yang secara resmi diluncurkan Presiden RI Joko Widodo pada 9 Agustus 2021 lalu adalah sistem online single submission (OSS) berbasis risiko berusaha.

Terkait dengan sistem OSS, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (DPMPTSP) Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana meminta pelaku usaha yang hendak mengurus perizinan, bisa melakukannya secara mandiri dan tak perlu menggunakan calo dengan mengeluarkan biaya tertentu. Karena sebagian besar jenis perizinan berusaha (kecuali izin tertentu yang diatur undang-undang,red), pengurusannya tak dikenakan biaya alias gratis. Penegasan itu disampaikan Agung Sutha Diana saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (16/9).Menurutnya hal ini perlu disosialisasikan karena masih banyak pihak yang menawarkan pengurusan izin dengan pengenaan tarif tertentu.

Lebih jauh ia menjelaskan, sesungguhnya sistem OSS bukanlah hal yang baru dalam pelayanan perizinan dan sudah dilaksanakan sejak tahun 2018 oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ditambahkan Agung Sutha Diana, pembaharuan sistem ini sejalan dengan semangat UU Cipta Kerja yang mengamanatkan pengurusan izin menjadi pasti, mudah dan cepat bagi pelaku usaha.

Menurut Agung Sutha Diana, OSS berbasis risiko ini memberi kemudahan bagi mereka yang ingin mengurus izin usaha. Selain SOPnya jelas, permohonan juga bisa dilakukan dari mana saja dan kapanpun karena berbasis digital. Pengusaha tinggal mengaploud persyaratan yang diperlukan, kalau sudah lengkap dan benar, tunggu 10 menit izin sudah jadi (seperti yang disiarkan saat peluncuran sistem OSS oleh Presiden Joko Widodo, red).

“Jadi, tak perlu mencari pihak ketiga atau bertemu petugas di kantor perizinan,” urainya.

Ia menambahkan, prinsip kemandirian pengurusan izin ini merujuk pasal 11, PP 6 Tahun 2021 yang mengamanatkan bahwa pelayanan perizinan berusaha dengan sistem OSS di daerah dilakukan secara mandiri oleh pelaku usaha. Pelayanan secara mandiri dilakukan dengan perangkat/fasilitas sendiri atau yang disediakan oleh DPMPTSP.

Melaksanakan amanat pasal ini, DPMPTSP Bali menyediakan perangkat komputer bagi pemohon izin yang belum memiliki fasilitas sendiri. Lebih dari itu, saat ini juga masih ada pendampingan bagi mereka yang belum begitu paham dalam penggunaan sistem OSS.

Selain kemudahan dalam pengurusan, pelayanan perizinan berusaha oleh DPMPTSP juga tidak dipungut biaya alias gratis. Kecuali, perizinan berusaha tertentu dikenakan retribusi daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini mengacu pada ketentuan Pasal 9 PP 6 Tahun 2021. Agung Sutha Diana mengimbuhkan, mengacu pada Pergub 63 Tahun 2019 Tentang Standar Pelayanan Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, ada beberapa izin yang berbayar yaitu Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dan Izin Penggunaan Tenaga Kerja Asing.

“Nominalnya sesuai ketentuan yang diatur dan dilakukan secara online, jadi saat mengurus izin, cukup upload bukti pembayaran. Taka da penyerahan uang kepada petugas kami di perizinan,” imbuhnya.

Selain sistem OSS, pada kesempatan itu Agung Sutha Diana juga menerangkan tentang e-Perizinan yang telah diterapkan DPMPTSP Bali. Diuraikannya, dalam rangka memberikan pelayanan perizinan secara elektronik sebagaimana amanat Permendagri 138/2017, sejak tahun 2020 Pemprov Bali mengembangkan sistim e-Perizinan. Keunggulan dari e-Perizinan adalah mudah, transparan dan aman.

Mudah, pengajuan izin tanpa tatap muka dan tanpa dokumen cetak, sistem e-Perizinan dapat diakses kapan pun dan dimana pun dan tersedia layanan berbantu serta konsultasi. Transparan, pemohon dapat mengetahui proses berkas secara real-time dan terdapat fitur konsultasi dan pengaduan yang dapat dilihat seluruh pengguna serta 100% gratis. Aman, sistem e-Perizinan menggunakan Secure Socket Layer/SSL untuk menjamin keamanan data pengguna. Selain itu, produk izin menggunakan tanda tangan elektronik BSrE/BSSNRI.

Digitalisasi perizinan ini diharapkan mencegah peluang terjadinya tindak pidana korupsi. Saat ini, kata Sutha Diana, e-Perizinan sudah siap diakses untuk pengurusan 84 jenis perizinan dan non perizinan dari 7 OPD teknis dan masing-masing OPD Teknis sudah dilengkapi dengan hak akses.

Wakil Bupati Tabanan Edi Wirawan Kembali Motivasi Para Penyuluh Pertanian

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., kembali memberikan motivasi bagi para penyuluh pertanian dengan memberikan berbagai saran dan dukungan guna meningkatkan sumber daya manusia pertanian untuk mewujudkan program Pertanian Organik Padi Berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Hal itu ditunjukannya bersama OPD terkait dengan menggelar pertemuan strategis dengan para penyuluh pertanian Kabupaten Tabanan di wantilan Desa adat Soka, Desa Antap, Selemadeg, Kamis, (16/9) pagi.

Sebelumnya, pertemuan serupa juga dilakukannnya pada Selasa,(14/9) di aula rapat kantor Camat Kediri yang juga dihadiri oleh perwakilan Balai Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia Denpasar serta perwakilan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia, serta para Penyuluh Pertanian guna menyatukan persepsi untuk mewujudkan program Pertanian Organik Padi Berkelanjutan di Kabupaten Tabanan.

“Kali ini kita mengumpulkan para penyuluh dan Petani di zona barat, kemarin kita mengumpulkan para penyuluh di zona timur. Tujuan kita mengumpulkan penyuluh itu, pertama SOP pertanian itu berjalan sesuai manajemen pertanian itu sendiri. Karena kita melihat kelemahan pertanian kita adalah petani itu bekerja tidak sesuai dengan SOP atau manajemen pertanian. Seperti halnya menanam padi, harus dilakukan dengan pembajakan sawah dengan benar, kemudian pemilihan bibit sangat berpengaruh dan pemupukan yang baik untuk mendapatkan hasil yang berkualitas,” ujar Wabup Edi saat itu.

Karena menurutnya, Penyuluh Pertanian adalah ujung tombak yang harus disamakan persepsinya sehingga mereka paham dan massif melakukan penyuluhan untuk memantau para petani agar melakukan aktivitas pertanian sesuai dengan SOP. Ia juga mengatakan selama pengalamannya turun kelapangan dan melakukan perbincangan dengan beberapa petani, dikatakannya permasalahan utamanya adalah mengeluh tentang pupuk, hasil dan pengairan. Ia juga menyayangkan, khususnya petani di Tabanan sebagian besar memilih pupuk kimia dibanding dengan pupuk organik padahal pupuk organik sangat baik untuk pertanian.

“Untuk itulah kami di Pemkab Tabanan ini ingin betul-betul menyelesaikan hal itu, sehingga apa yang menjadi harapan petani masalah hasilnya itu bisa sesuai harapan. Nah ini kita lakukan cara-cara kita dengan mengedukasi para petani itu melakukan demplot-demplot. Makanya di semua subak ini, kita memilih bibit yang benar. Contohnya nanti kita kan panen di subak Klating yang sudah kita demplotkan dan kita buktikan disana nanti hasilnya,” ungkap Wabup Edi.

Disamping itu, melalui pertanian organik padi berkelanjutan ini diharapkan kelestarian lingkungan dapat terjaga dengan menghasilkan produk padi/beras yang sehat, aman, berkelanjutan untuk meningkatkan imun dan kesehatan masyarakat. Pun kegiatan ini dikatakan oleh Wabup Edi dilaksanakan agar kembali atau semakin meningkatkan kesadaran melestarikan kearipan lokal/spesifik lokasi dengan menggalakan penggunaan pupuk organik dilahan pertanian khususnya padi sawah. Mengingat, disinyalir bahan organik tanah sawah kurang dari 2 % yang seharusnya minimal 5 %. Dengan penggunaan pupuk organik akan dapat memperbaiki struktur, tekstur dan sifat kimia maupun biologi tanah, bahkan pengaplikasian pupuk organik dilahan sawah akan mengaktifkan mikroorganisme yang ada di dalam tanah.(Relis)