- Advertisement -
Beranda blog Halaman 813

Tim Pembinaan dan Pengawasan Tata Kelola Minuman Fermentasi dan Destilasi Khas Bali Terjun ke Desa Telagatawang

KARANGASEM – Pantaubali.com – Pemerintah Provinsi Bali kembali melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, Kamis (23/9).  Pembinaan dan pengawasan kali ini dilakukan di Desa Telagatawang, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean A Denpasar Puguh Wiyatno yang didampingi Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Provinsi Bali Ida Ayu Kalpikawati disela pembinaan mengatakan pihaknya mencoba untuk memahami kondisi pengrajin Arak Bali dengan terjun langsung ke lapangan.

“Semoga kita bisa membawa arak Bali ini sesuai dengan apa yang diharapkan Pak Gubernur. Sesuai dengan Pergub,” ujar Puguh.

Ia juga berharap dapat memajukan arak Bali menjadi suatu arak yang legal yang bisa dinikmati dan dibanggakan sampai ke luar negeri.

Menurutnya ini suatu proses panjang yang harus dilakukan bersama-sama melalui kolaborasi, komunikasi dan koordinasi antar pihak pemangku kepentingan.

“Kita harapkan bisa sesuai harapan Pak Gubernur bisa mensejahterakan para pengrajin supaya mereka bisa menambah perekonomian dari sisi yang selama ini sudah dijalankan,” ujarnya.

Kelihan Banjar Dinas Kebung Kauh I Wayan Sukayasa mengatakan Pergub No 1 Tahun 2020 sudah disosialisasikan oleh Perbekel Desa Telagatawang kepada warga perajin arak di Kebung dan Kebung Kauh

Ia  berharap pemerintah daerah dan aparat terkait dapat melakukan penertiban terhadap maraknya arak Bali yang tidak diproduksi secara tradisional.

“Kendala ada di pemasaran dengan banyak arak (non tradisional beredar,red) sehingga tersaingi karena harga lebih murah,” kata Sukayasa

Selain menilai dari sisi kualitas, tim berharap agar petani arak di Desa Telagatawang ke depan dapat membentuk koperasi sehingga manajemennya menjadi lebih baik.

Hadir juga saat pembinaan dan pengawasan Kelihan Banjar Dinas Kebung Putu Edi Eka Arimbawa. Dari 234 warga Kebung dan 242 warga Kebung Kauh hampir semuanya merupakan petani arak tradisional. Setelah berkoordinasi dengan Camat setempat, Tim berkesempatan melihat langsung proses produksi arak Bali di Desa Telagatawang tepatnya di tempat petani arak Wayan Pica dan Putu Sukarsa.

Selain KPPBC TMP A Denpasar dan Disperindag Provinsi Bali, hadir pula perwakilan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BB POM) Denpasar, Satpol PP Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali dan Diskominfos Provinsi Bali.

Wagub Cok Ace Harap Para Duta Besar Indonesia di Negara ASEAN Bisa Promosikan Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) sangat mengapresiasi perhatian banyak pihak terutama para Duta Besar Indonesia di kawasan Asia Tenggara akan pemulihan pariwisata Bali. Hal itu disampaikannya saat menjadi salah satu pembicara dalam Forum Brainstorming Kepala Perwakilan RI di Kawasan Asia Tenggara terkait dengan “Kesiapan Bali dalam menerima Wisatawan Mancanegara dan Penjajakan Pembentukan Travel Bubble dengan negara ASEAN” secara virtual dari ruang rapat Wakil Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (23/9).

Dalam penjelasannya, Wagub Cok Ace mengatakan saat ini Bali sangat siap menerima wisatawan mancanegara. Apalagi, trend positif berupa penurunan kasus terkonfirmasi COVID-19 yang cukup signifikan terjadi dalam kurun satu minggu ini.

“Dalam kurun beberapa hari ini kasus aktif di Bali melandai, angka kesembuhan selalu di atas kasus aktif harian. Bahkan saat ini PPKM di Bali telah diturunkan menjadi level 3. Sudah tidak ada lagi zona merah di sini, lima Kabupaten berada di zona kuning dan 4 lainnya zona orange,” paparnya dalam kesempatan yang turut didampingi oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho, Ketua BTB Ida Bagus Agung Partha Adnyana, serta Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Prov Bali Ida Ayu Indah Yustikarini.

Selain itu, ia juga menjabarkan berbagai persiapan yang dilakukan tidak hanya oleh pemerintah Provinsi Bali, namun juga oleh para pelaku pariwisata. Menurut guru besar ISI Denpasar ini, Pemprov Bali telah menyiapkan grand design penerimaan wisatawan mancanegara mulai dari kedatangan, karantina, perjalanan selama di Bali hingga keberangkatan kembali ke negara asal. Tidak hanya itu, pemerintah bahkan telah bekerja sama dengan TNI/Polri dan juga Satpol PP untuk menjaga ketat pintu-pintu masuk ke Bali.

Dari segi pelayanan medis, tokoh Puri Ubud ini juga mengaku bahwa Pemprov Bali telah menunjuk 62 RS rujukan COVID-19 yang tersebar di seluruh Bali.

“Bahkan jumlah nakes kami sudah memadai untuk melayani jika hal terburuk terjadi,” imbuhnya seraya mengatakan bahwa ketersediaan fasilitas kesehatan seperti oksigen sudah sangat memadai di setiap RS.

Dari segi pelaku pariwisata, ia mengaku sekitar 1.871 tempat di Bali yang terdiri dari hotel, restoran, destinasi pariwisata, mall hingga tempat umum telah tersertifikasi CHSE dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Saat ini Pemprov Bali juga tengah mendorong penggunaana aplikasi pedulilindungi sebagai salah satu syarat memasuki tempat publik. Semua usaha tersebut tentu saja juga didukung dengan capaian vaksinasi yang cukup baik di Bali. Hingga hari ini ia mengatakan jumlah masyarakat yang sudah divaksis dosis pertama sekitar 96%, dan 73,22% sudah menerima dosis kedua.

“Untuk pegawai pariwisata rata-rata sudah menerima vaksin kedua,” tambahnya.

Dari berbagai penjabaran di atas, ia berharap pintu pariwisata Bali untuk wisatawan mancanegara bisa segera dibuka. Serta, ia juga mengharapkan kerjasama negara-negara ASEAN dengan didukung oleh para Dubesnya untuk kerjasama lebih lanjut di bidang pariwisata. Mengenai travel bubble yang ditawarkan oleh Dubes RI untuk Laos Pratito Soeharyo, ia sangat mengapresiasi dan tentu saja membuka peluang. Hanya saja, ia melanjutkan untuk berbagai ketentuan dan persyaratan tentu saja harus menunggu arahan dari pemerintah pusat.

Selain di bidang pariwisata, Wagub Cok Ace juga menawarkan kerjasama dengan negara-negara ASEAN di bidang pertanian. Saat ini menurutnya pemerintah Bali tengah menggalakkan sistem pertanian hilirisasi.

“Dari dulu sistem pertanian kami selalu bersumber dari hulu, pemerintah memberikan bantuan berupa bibit, pupuk, dll. Sistem ini sangat merugikan saat masa panen tiba karena bisa membuat harga komoditas anjlok. Saat ini kami ingin mengembangkan sistem hilir. Jika ada perusahaan dari negara ASEAN yang ingin berinvestasi untuk pengolahan hasil pertanian hingga kami bisa mengekspornya, kami sangat mengapresiasi,” tandasnya.

Rapat pada sore itu juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang turut memberikan arahan tentang pengendalian penyebaran COVID-19, meskipun saat ini Indonesia tengah mengalami kasus melandai. Hal ini sangat penting menurutnya karena saat ini negara-negara tetangga Indonesia tengah mengalami kenaikan kasus COVID-19 yang sangat signifikan, bahkan sampai membuat beberapa RS di beberapa negara penuh.

 

Menjelang Musim Penghujan,Perumda TAB Tabanan Sebut, Tetap Antisipasi Kebocoran

TABANAN – Pantaubali.com – Menjelang musim penghujan, Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan memperkirakan titik daerah rawan longsor berada di daerah Baturiti.Dalam upaya mengatisipasi kebocoran pada pipa tranmisi, pipa distribusi serta pada pompa – pompa maka, antisipasi tetap dilakukan.Antisipasi dilakukan mengingat sumber air berada pada pinggir sungai,Itu disampaikan, Kabag Hubungan Langganan Perumda Tirta Amertha Buana, Ida Bagus Marjaya Wirata,Kamis,(23/9) di Tabanan.

“Titik daerah rawan longsor berada di daerah Baturiti jika masuk pada musim penghujan,” jelasnya.

Dalam upaya antisipasi terjadinya kebocoran maka,antisipasi tetap dilakukan khususnya pada pipa tranmisi, pipa distribusi serta pada pompa – pompa.

“Hal tersebut diantisipasi mengingat sumber yang kita pakai tersebut dibagian barat pas di pinggir sungai,” katanya.

Dirinya tetap menghimbau kepada pelanggan saat musim hujan tiba setidaknya tetap menampung air secukupnya.Jika terjadi gangguan dengan pendistribusian air maka,pelanggan mempunyai air secukupnya untuk memenuhi sebagai kebutuhan pokok selama dalam perbaikan.

Kesekian Kalinya Ditengah Pandemi, Sahabat Ganjar Sambangi Masyarakat Kurang Mampu

BADUNG – Pantaubali.com -Meski baru terbentuk beberapa waktu lalu,Sahabat Ganjar Provinsi Bali telah melakukan beberapa aksinya dalam kepedulian kepada masyarakat.Kali ini, Sahabat Ganjar Provinsi Bali melakukan aksinya bersama Sahabat Ganjar Kabupaten Badung melakukan kegiatan bakti sosial berbagi sembako untuk masyarakat tidak mampu dalam situasi masa pandemi.

Bapak Ketut Roma selaku ketua Sahabat Ganjar kabupaten Badung menyampaikan, pembagian bantuan sembako hari ini akan salurkan untuk daerah Kuta tengah dan Seminyak dimana penerimanya kita berikan kepada masyarakat tidak mampu yang terdampak pandemi seperti (Masyarakat Umum, Tukang Kebersihan Dan Lainnya)

“Dalam pergerakan Sahabat Ganjar ini kami fokus dalam kegiatan sosial yang mana sudah berjalan di 5 kabupaten (Karangasem (19/8), Bangli (26/8), Jembrana (02/09) , Buleleng (9/9) , Denpasar (16/09) , dengan kegiatan setiap satu Minggu sekali berupa pembagian paket sembako yang mana pengadaannya kegiatan ini dihimpun dari intern anggota Sahabat Ganjar secara gotong royong di,” paparnya.

Selanjutnya, Ketua Sahabat Ganjar Provinsi Bali I Gusti Gede Arya Teja,menyampaikan, semoga bantuan diberikam mampu membantu masyarakat dalam situasi pandemi saat ini.Memang Kami bukan orang-orang berkelebihan, namun mencoba berbagi dan saling menguatkan dengan tujuan memberikan pertolongan pada Masyarakat Bali di masa Pandemi ini.

“Maafkan kami juga memiliki keterbatasan makanya hanya beberapa saja dahulu yang kami berikan kepada masyarakat yang benar-benar tidak mampu untuk tepat sasaran.Jangan dilihat besar kecilnya bantuan dari kami tapi keikhlasan ketulusan dan kebersamaan kami untuk berbagi di kondisi Pandemi saat ini,” bebernya.

Sahabat Ganjar ini murni dibentuk untuk memberikan dukungan kepada Ganjar Pranowo menuju PILPRES 2024 nantinya.Mengingat sosok Ganjar Pranowo dinilai begitu dekat masyarakat. Bahkan para relawan yang bergabung di Sahabat Ganjar ini dari berbagai elemen masyarakat.

“Mereka bergabung tanpa ada paksaan atau suruhan dari siapapun. Sahabat Ganjar terbentuk berdasarkan sosok seorang Ganjar Pranowo yang peduli dan dekat dengan masyarakat seperti Bapak Presiden kita Joko Widodo,” pungkasnya.

Bupati Tabanan Tanda Tangani MOU Kerjasama dengan Pemerintah Bangli di Bidang Pemasaran Pangan

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M menandatangani kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Pemerintah Kabupaten Bangli tentang Distribusi dan Pemasaran Pangan serta Pengembangan Potensi Daerah, yang dilakukan secara virtual di TCC, Kantor Bupati Tabanan, Rabu (22/9).

Dalam hal ini, Bupati Tabanan didampingi oleh Sekda, Kepala Inspektorat, Para Asisten Setda dan OPD terkait, serta dihadiri oleh Bupati Bangli, Bupati Lombok Barat beserta jajarannya, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat secara daring.

Perjanjian Kesepakatan antara Pemerintahan Tabanan dan Bangli memiliki maksud sebagai wujud implementasi keterpaduan yang sinergi saling membantu dalam distribusi dan pemasaran pangan serta pengembangan potensi daerah sejalan dengan spirit misi Bupati Tabanan yang berorientasi pada terwujudnya kesejahteraan rakyat dengan menjamin hak setiap rakyat melalui jalan Tri Sakti yaitu berdaulat dalam berpolitik, berdikari dalam bidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan.

Bupati Sanjaya berterima kasih atas inovasi yang dilakukan guna terwujudnya fokus pemasaran antar daerah yang didukung oleh Kabupaten Bangli selaku inisiator. Kerjasama ini bertujuan untuk mempercepat distribusi dan pemasaran pangan serta sebagai langkah penyelesaian hambatan dan permasalahan dalam rangka perencanaan, pengendalian dan pencapaian sasaran inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Pemerintah daerah fungsinya menyambungkan, nanti dari Perusda, akan secara langsung melakukan komunikasi, saling mengunjungi untuk melihat potensi terhadap komoditi apa yang bisa ditukar, apa yang menjadi surplus di Tabanan sehingga memenuhi kekurangan yang ada di Bangli, begitupun sebaliknya. Intinya saling memenuhi.

“Ini baru tahap awal, pemerintah melalui bagian ekonomi perdagangan, pertanian, dinas ketahanan pangan, semua akan saling duduk bersama untuk melakukan listing, mempresisi apa yang kita miliki dan apa yang menjadi surplus di Tabanan.” Lanjutnya.

Dalam hal ini, objek dari kesepakatan bersama yang dilakukan meliputi komoditas pada bidang pertanian, peternakan, perikanan dan turunannya, yang ada di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Bangli yang dapat memperkuat sistem perekonomian yang telah terbangun melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah.

Bupati Sanjaya, selaku ketua TPID juga menjelaskan, tujuan Kerjasama ini nantinya tidak hanya fokus di hulu saja, tetapi akan terus melakukan G to G (Government to Government) memajukan olahan di hilir juga, contohnya olahan keripik atau abon pada bidang perikanan di Tabanan, akan ditelaah potensinya untuk dilakukan kerjasama.

“Nanti 9 Kabupaten/Kota, Sesuai dengan komitmen kita, melalui konsep one island one management, satu pulau satu tata Kelola, dengan visi misi Pola Pembangunan Semesta Berencana, agar Bali bisa saling bekerjasama untuk mencukupi kebutuhan pangan,,” pungkasnya. (Rilis)

Penerapan Sistem Ganjil – Genap Di Sanur dan Kuta pada Hari Libur di Jam Tertentu

DENPASAR – Pantaubali.com – Rencana penerapan ganjil – genap bagi pengguna jalan yang menuju kawasan pantai Kuta dan pantai Sanur terus digodok agar tercapai kesiapan bagi semua pihak, baik pihak kepolisian, Pol PP dan instansi terkait dari sisi pengamanan, stakeholder dan khususnya mereka yang berniat melaksanakan liburan di pantai. Kebijkan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan kemudian disesuaikan oleh pemerintah daerah, merupakan bagian dari penerapan pembatasan pelaksanaan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Hal ini disampaikan,kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin saat menghadiri Persiapan Pelaksanaan Pembatasan Kendaraan Bermotor per orangan melalui Ganjil Genap secara virtual, Senin (20/9).

Dijelaskannya terdapat beberapa titik-titik penyekatan yakni mulai jalan akses Pantai Matahari Terbit, dari Simpang Bypass I Gusti Ngurah Rai s.d Lapangan Parkir Pantai Matahari Terbit. Daerah Tujuan Wisata Sanur, Kota Denpasar Jalan Akses Pantai Sanur, dari Jalan Hang Tuah Timur Hingga Pantai Sanur. Jalan Akses Pantai Segara Jalan Akses Pantai Shindu Jalan Akses Pantai Karang Jalan Akses Pantai Semawang Jalan Akses Pantai Merta Sari.

Sementara untuk Daerah Tujuan Wisata Kuta, Kab. Badung sepanjang jalan pantai kuta, dimulai dari simpang jalan pantai kuta – jalan bakung dari Kebijkan IMENDAGRI Nomor 42 Tahun 2021 yang mengatur pengendalian mobilitas untuk mengurangi kepadatan ditujukan agar masyarakat tertib dan mematuhi ketentuan yang berlaku untuk kepentingan bersama. Pemberlakuan sistem ganjil – genap pada hari Jumat – Sabtu dan Minggu serta hari Libur Nasional merupakan sistem yang sudah diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia, dalam rangka mengurangi penyebaran Covid-19 dan mempercepat pemulihan perekonomian rakyat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta mengatakan bahwa berbeda dengan status level 4 sebelumnya yang lebih menekankan kepada sistem penyekatan kepada aktivitas masyarakat, di level 3 diberikan kelonggaran bagi masyarakat dan pekerja pada sektor esensial sebanyak 50%. Selain itu, kebijakan ini merupakan bagian dan strategi dari pelaksanaan level 3, dimana lebih menekankan pada pembatasan orang menuju lokasi obyek wisata (pantai Sanur dan pantai Kuta) pada jam tertentu yakni berlangsung 3 jam di pagi hari ( 06.30 – 09.30) dan 3 jam di sore hari (15.00 – 18.00). Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mengatur jadwal masyarakat mengunjungi atau berlibur ke pantai agar tidak menumpuk, mengingat virus Corona hingga saat ini masih menjadi ancaman bagi kesehatan dan belum diketahui obatnya. Di samping Bali juga memerlukan pengakuan untuk bisa di bukanya pintu masuk bagi wisatawan asing.

Selain itu ada beberapa jenis kendaraan yang dikecualikan dapat melintas pada saat dilaksanakan penerapan sistem ganjil genap di Sanur dan Kuta, yakni jenis kendaraan operasional karyawan yang digunakan untuk menjemput tamu VIP, serta jenis angkutan on-line yang membawa makanan. Untuk meminimalisir pelanggaran, maka pada kendaraan angkutan online yang diperbolehkan melintas akan disiapkan stiker oleh petugas.

Selain itu, ditambahkan oleh Kepala Biro Ops Polda Bali Kombes Pol. Firman Nainggolan bahwa penerapan sistem ganjil – genap yang rencananya akan dilaksanakan nanti bertujuan untuk membatasi pergerakan manusia/ orang menuju pantai yang nantinya akan menimbulkan keramaian. Dan hal ini tentu sangat diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak khususnya mereka yang memiliki usaha di dekat dua (2) lokasi penerapan sistem ganjil – genap ini.

Kota Denpasar dan Badung yang menjadi titik episentrum penyebaran Covid-19 selain tujuh Kabupaten lainnya di Provinsi Bali, sehingga Polda Bali berupaya penuh melakukan pendisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) dan pengetatan mobilitas penduduk.

Petugas kepolisian secara intensif mengimbau kepada masyarakat agar disiplin mentaati prokes.

Kebijakan ganjil – genap diberlakukan untuk kendaraan bermotor perseorangan baik R4 maupun R2 dicirikan dengan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) berwarna Latar Belakang Hitam tulisan Putih.

Pemberlakuan sistem ini didasarkan pada kesesuaian hari dengan tanggal ganjil kendaraan yang diperbolehkan melintas adalah kendaraan dengan angka terakhir TNKB ganjil dan/atau sebaliknya, dan pembatasan Arus tidak berlaku untuk kendaraan dengan TNKB Berwarna Dasar Merah, TNKB berwarna dasar Kuning, Kendaraan Dinas Operasional TNI/Polri, Kendaraan Kepentingan Tertentu, dan Kendaraan Pengangkut Logistik.

Bupati Tabanan Harapkan Purnama Kapat Menjadi Momentum Yang Baik Untuk Memohon Keselamatan Bersama

TABANAN – Pantaubali.com – Bertepatan dengan Purnama Kapat, Selasa, (21/9), Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya,didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya bersama Sekda, para Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan melaksanakan Persembahyangan sebagai wujud puja bhakti kehadapan Tuhan Hyang Maha Esa di Pura Luhur Batukau, Wangaya Gede, Penebel, Tabanan.

Tiba sekitar pukul 18.30 wita, Bupati Sanjaya beserta rombongan terlebih dahulu mesandekan di wantilan, kemudian melakukan persembahyangan di Beji Luhur Batukau sebelum melakukan persembahyangan di Pura Luhur Batukau.

Usai persembahyangan Bupati Sanjaya mengatakan, dalam momentum rahina Purnama Kapat ini digunakan untuk puja bhakti cerminan wujud syukur dan memohon keselamatan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Mengingat, saat ini di seluruh Dunia termasuk Tabanan mengalami musibah yang berkepanjangan ulah dari pandemi Covid-19. Karena menurutnya, restu dan karunia dari-Nya sangat penting dalam menghadapi segala cobaan yang dihadapi.

Untuk itu, Ia meminta agar seluruh jajaran di Pemkab Tabanan untuk melakukan puja bhakti dan memohon dengan sungguh-sungguh dengan tulus ikhlas kepada Tuhan. Niscaya dengan ketulusan dan keikhlasan, bencana ini bisa ditanggulangi dengan baik sehingga dapat meringankan beban masyarakat dan berharap situasi kembali normal.

“Saya yakin semua masyarakat Bali terutama di Tabanan dan yang ada disini saat ini memohon hal yang sama. Mari kita bersama-sama mohon dengan hati yang murni penuh rasa tulus ikhlas dan dengan segala kerendahan hati kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar diberikan kerahayuan untuk kita semua dan semoga pandemi ini cepat berakhir,” harap Bupati Sanjaya.

Pada kesempatan itu, Bupati Sanjaya bersama jajaran melakukan persembahyangan dengan sangat khidmat dengan tetap menerapkan prokes dengan ketat. Selebihnya, Ia juga berharap kepada seluruh masyarakat agar tidak pernah bosan dan selalu taat, patuh dan disiplin menerapkan protokol kesehatan.(Rilis)

Operasi Patuh, Polres Tabanan Edukasi Prokes Dengan Pembagian Sembako Dan Masker

TABANAN – Pantaubali.com – Polres Tabanan memberi Edukasi kepada masyarakat dalam kaitan untuk selalu patuh pada peraturan lalulintas dalam berkendaraan di jalan raya.

Pelaksanaan Edukasi bidang Lalulitas dalam operasi Patuh Agung 2021 diwujudkan dengan membagikan sembako dan masker secara gratis.

Dalam Operasi Patuh Agung 2021 dari Polres Tabanan melaksanakan pembagian Sembako, masker, penyebaran Brosur,stiker dan himbauan peraturan Lalu Lintas melakukan pendisiplinan masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dalam percepatan penanganan Covid -19,itu disampaikan, Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Kanisius Franata,dalam keterangan rilisnya,Selasa,(21/9) di Tabanan.

“Hal tersebut juga dilakukan dalam rangka Hari Lalulintas Bhayangkara Ke-66,” jelas Kasat Lantas Polres Tabanan.

“Adapun tempat disasar ( Tempat Pembuangan Akhir ) Sampah yang berlokasi di Mandung, Kerambitan Kabupaten Tabanan. Sembako diberikan kepada para pekerja yang ada di TPA tersebut,” katanya.

Disamping pemberian Sembako juga memberikan Brosur dan Masker di jalan raya bagi para pengendara kendaraan bermotor.

Adapun lokasi lainnya yang kami sasar adalah di kecamatan Kediri dan Tabanan.

“Selain itu juga melakukan himbauan langsung dengan pengeras suara agar masyarakat mentaati Peraturan Lalu lintas dan tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,ditunjukkan dengan membentangkan spanduk bertuliskan “Ayo Pakai Masker” ucap AKP Kanisius Franata.

Pembagian Sembako merupakan tali asih Polres Tabanan kepada masyarakat terdampak PPKM dan Covid-19 ini dibagikan kepada pedagang Tissue keliling , Buruh pasir , pedagang asongan . Secara keseluruhan Kami bagikan hari ini sebanyak 150 paket Sembako, 300 Pcs masker , Brosur 200 lembar dan 200 lembar Stiker.

“Jangan dilihat besar kecilnya bantuan kami namun ini merupakan keikhlasan, semoga bermanfaat dan bisa menjadi ladang amal bagi kita semua,” pungkasnya.

Gubernur Bali Keluarkan Edaran Tentang Sistem Pembelajaran Selama PPKM Level 3 di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Menyusul Instruksi Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat level 4, level 3, dan level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, di mana menetapkan Bali menjadi level 3, Gubernur Bali Wayan Koster pun mengeluarkan Surat Edaran No. B.31.420/76560/DIKPORA tentang Pelaksanaan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 di Provinsi Bali. Dalam edaran bertanggal 14 September 2021 tersebut mengatur tentang sistem pembelajaran di Bali bisa dilakukan dengan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) maupun daring.

Dalam SE disebutkan untuk sistem PTM harus memenuhi ketentuan seperti jumlah siswa yang terbatas serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Bagi satuan pendidikan yang ingin melaksanakan sistem PTM, diwajibkan untuk berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 setempat,Itu disampaikan I Wayan Koster dalam keterangan surat edarannya.

“Jika ada indikasi tidak aman seperti ditemukan kasus konfirmasi positif Covid-19, dan atau tingkat resiko daerah berubah ke level yang lebih tinggi maka sistem PTM terbatas harus ditutup sementara,” jelas

Mengenai berbagai ketentuan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar, setiap Satuan Pendidikan wajib melaksanakan sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tertanggal 30 Maret 2021. Surat Edaran ini berlaku mulai tanggal ditetapkan sampai dengan adanya pemberitahuan lebih lanjut.

Paripurna DPRD Tabanan, Setujui Ranperda APBD TA 2021

 

TABANAN – Pantaubali.com – Rapat paripurna DPRD Tabanan yang berlangsung secara daring Senin ( 20 September 2021) menyetujui Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

Paripurna tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Wakil DPRD Ni Made Meliani dan , Wakil DPRD Ni Nengah Sri Labantari.

Sementara itu dari Eksekutif hadir  Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M  didampingi oleh Wakil Bupati, Sekda, Para Asisten Setda dan OPD Terkait. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD dan Para Wakil Ketua DPRD, Forkopimda, Camat dan seluruh OPD Kabupaten Tabanan.

Rencana tahunan keuangan daerah dalam membiayai seluruh program kegiatan pembangunan tahun 2021, yang tertuang dalam pembahasan Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah Kab Tabanan nomor 6 tahun 2020 tentang anggaran pendapatan dan belanja tersebut telah dinyatakan dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

Bupati Sanjaya dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wabup Edi Wirawan menerangkan secara garis besar, mengenai penerimaan daerah khususnya untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp. 408,055 Milyar lebih terdiri dari pajak daerah sebesar Rp. 135,763 Milyar lebih. Retribusi daerah sebesar Rp. 31,652 Milyar lebih, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp.10,198 Milyar lebih dan lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp. 230,440 Milyar Lebih dari jumlah pendapatan daerah sebesar Rp. 1,864 Triliun lebih.

Sedangkan besaran belanja daerah adalah sebesar Rp. 2,021 Triliun lebih, belanja daerah terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 1,426 Triliun lebih, belanja masal sebesar Rp. 347,281 Milyar lebih, belanja tidak terduga sebesar Rp. 6,269 Milyar lebih dan belanja transfer sebesar Rp. 241,148 Milyar lebih, yang berarti pada RAPBD-P tahun anggaran 2021 terdapat defisit sebesar Rp. 156,607 Milyar lebih. Besarnya defisit tersebut direncanakan akan ditutupi dari pembiayaan netto yang bersumber dari SILPA tahun 2020 dan pinjaman daerah.

“Kita sangat menyadari bahwa selama ini masih terdapat kesenjangan kemampuan fiskal daerah dalam memenuhi kebutuhan untuk membiayai pelaksanaan program pembangunan, namun demikian kita tetap berupaya dengan sumber daya yang ada untuk mewujudkan pembangunan yang adil, merata dan berkesinambungan dalam dimensi kewilayahan maupun lintas sektoral” jelasnya. Selanjutnya acara diteruskan dengan penandatanganan kesepakatan perubahan APBD tahun anggaran 2021 oleh Bupati dan Ketua DPRD Tabanan untuk selanjutnya diverifikasi oleh Gubernur.

Ia juga menyampaikan bahwa kekompakan, semangat, kerjasama dan suasana saling pengertian patut dipertahankan oleh semua pihak, demi percepatan pencapaian pelaksanaan Program tahun 2021 menuju terwujudnya Visi Kabupaten Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.