- Advertisement -
Beranda blog Halaman 811

Tuntaskan Vaksinasi Penyandang Disabilitas, Ny. Rai Wahyuni Kembali Jemput Bola ke Rumah Penyandang Disabilitas di Desa Petiga

TABANAN – Pantaubali.com -Sebagai upaya mempercepat vaksinasi Covid-19 bagi penyandang disabilitas, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan bersama tim Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya, turun langsung dor to dor memberikan vaksin sinophharm tahap II bagi penyandang disabilitas umur 12 tahun ke atas di wilayah Desa Petiga, Marga, Tabanan, Jumat, (1/10) pagi.

Dalam kegiatannya tersebut, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga memberikan bantuan paket sembako bagi para penyandang disabilitas dan sebelumnya juga meninjau pelaksanaan vaksinasi yang diselenggarakan pihak Polri di TPB Margarana. Turut hadir saat itu, Putu Yuni Widyadnyani selaku anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Camat Marga dan unsur Muspika Kecamatan Marga, Perbekel dan jajaran Desa Petiga serta unsur terkait lainnya.

“Kita di Tabanan berkmitmen menuntaskan program vaksinasi bagi penyandang disabilitas. Bagaimanapun juga, para penyandang disabilitas adalah warga kita yang perlu perhatian khusus karena memiliki berbagai keterbatasan. Untuk itu, kita harus bekerjasama dengan semua pihak terkait dan saling bahu-membahu melancarkan program ini,” ujar Ny. Rai Wahyuni Sanjaya usai kunjungan pertamanya di rumah penyandang disabilitas di Desa Petiga.

Ia menambahkan, penyandang disabilitas perlu perhatian khusus karena mereka merupakan orang-orang yang cacat fisik maupun mental yang tentunya sangat menyulitkan bagi mereka untuk melakukan proses vaksinasi secara normal. Atas kondisi tersebut, pihaknya dan unsur terkait berkomitmen melakukan vaksinasi langsung menjemput bola atau dor to dor ke rumah warga para penyandang disabilitas yang tersebar di seluruh Kabupaten Tabanan.

“Pagi ini, tiang selaku Ketua TP PKK Tabanan didampingi Bapak Kepala Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, ada juga perwakilan DPRD, Bapak Camat, Perbekel dan jajaran PKK Tabanan, sangat bangga melihat antusias dari para penyandang disabilitas dan semua orang pasti menginginkan sehat. Astungkara vaksinasi ini lancar, semua yang divaksin sehat dan kita harapkan juga pandemi ini segera berakhir,” harap Ketua PPK Tabanan itu.

Setidaknya pada kesempatan tersebut ada sekitar 20 orang penyandang disabilitas di Desa Petiga yang divaksin. Mereka memiliki beragam keterbatasan, seperti ; ada yang cacat tubuh, strock, idiot, sakit tua, ODGJ bahkan ada juga yang mengalami sakit kanker otak, sehingga sangat menyulitkan bagi mereka ataupun pihak keluarga untuk melakukan atau mengantar melakukan vaksinasi ke tempat-tempat yang sudah disediakan oleh petugas.

Selebihnya, Putu Yuni Widyadnyani selaku anggota DPRD Kabupaten Tabanan memberikan apresiasi kepada Ketua TP PKK Tabanan dan pihak terkait yang telah jemput bola melakukan vaksinasi kepada penyandang disabilitas. Ia berharap, TP PKK Tabanan selalu bergotong-royong dengan pihak terkait agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik bukan hanya bagi penyandang disabilitas, tetapi juga bagi seluruh masyarakat di Bali, khususnya di Tabanan.(Rilis)

Tepati Janji Politik, Bupati Tabanan Pantau Langsung Rekonstruksi Ruas Jalan Perean-Penyucuk

Tabanan PR – Tepati janji politik yang digaungkan sebelumnya, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M didampingi oleh Sekda Tabanan, monitoring langsung rekonstruksi ruas jalan Perean-Penyucuk, di Perean Kauh, Kecamatan Baturiti Tabanan, Kamis (30/9).

Turut mendampingi langsung, Anggota DPRD Tabanan, Kadis PUPRPKP Tabanan, Camat Baturiti dan Perbekel Perean, sekaligus berkantor di kantor perbekel Desa Perean sebagai wujud dari komitmen Bupati Sanjaya. Proyek rekonstruksi ruas jalan sepanjang 754m yang tembus sampai wilayah Desa Tua Marga Tabanan tersebut, direncanakan selesai dalam tenggat waktu 150 hari. Pendanaan guna pelaksanaan perbaikan jalan ini didapatkan dari dana APBD (BKK Provinsi Bali) dengan total nilai sebesar Rp. 933.434.823.

Kunjungan langsung ini sebagai salah satu bentuk perwujudan dan komitmen yang dikampanyekan Bupati Sanjaya sejak waktu Pilkada.

“Saya berkomitmen bahwa saya akan memperbaiki infrastruktur yang ada di seluruh kabupaten Tabanan. Jadi janji ini pelan-pelan tapi pasti akan saya realisasikan” Ujarnya.

Perbaikan infrastruktur jalan disebut sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan utamanya masyarakat Desa Perean yang mayoritasnya bekerja pada sektor pertanian. Ia berharap, dengan perbaikan ini bisa menambah semangat masyarakat untuk menjual hasil produksi pertanian ke wilayah di luar Tabanan.

Pada kesempatan ini, Sebagai wujud empati di masa pandemi Covid-19, Bupati Sanjaya juga membagikan bantuan sembako langsung kepada para pekerja proyek yang sedang bertugas di lokasi dan berikutnya pembagian sembako dilanjutkan langsung ke rumah warga yang kurang mampu dan secara simbolis di kantor Perbekel Perean.

Di samping itu, Bupati Sanjaya menugaskan pemerintah daerah dan berpesan pada masyarakat untuk merawat perbaikan jalan ini dengan bergotong royong dan menerapkan budaya tedun.

“Saya minta untuk Perbekel, Bendesa, Camat, dan warga Desa Perean, supaya jalan yang sangat bagus ini bisa dirawat. Buatlah awig-awig atau perarem, bagaimana budaya tedun ini diterapkan. Bisa di depan pekarangan saja supaya got tidak mampet dan air mudah meluap” lanjutnya.

Perawatan Hotmix memang membutuhkan kerjasama yang baik oleh masyarakat, pasalnya jika terlalu sering terkena air, maka jalanan akan cepat rusak dan bolong, pesan Sanjaya.

Selaras dengan program unggulan tersebut, implementasi rekonstruksi jalan serta kunjungan langsung dari Bupati, mendapat apresiasi luar biasa dari Dinas PUPRPKP, bendesa adat serta OPD terkait dan masyarakat di Desa Perean.

“Terima kasih kepada Pak Bupati dan Pemerintah Kabupaten Tabanan, untuk memberikan waktunya berkunjung ke Desa Perean dengan diadakannya perbaikan jalan di Desa Perean yang sudah berjalan selama 2 minggu, semoga bisa diberikan kemudahan dan kelancaran untuk penggunaan akses jalan dalam memajukan ekonomi masyarakat Desa Perean” Ujar I Ketut Korban selaku bendesa adat.

Masyarakat merasa, dukungan langsung yang diberikan, sangat memberikan arti besar. Serta mampu meningkatkan optimalisasi kerja guna mewujudkan Visi dan Misi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Mandiri (AUM).

“Sesuai arahan Bupati, kita selalu secara berkesinambungan melakukan perbaikan jalan yang ada di kabupaten Tabanan, kami berterimakasih sekali atas perhatian dan arahan yang sangat intens dari Bapak Bupati sehingga kami berkewajiban untuk segera membantu menyukseskan Visi dan Misi Tabanan” Kata Made Yudiana selaku Kadis PUPRPKP.(Rilis)

Pengedar dan Peluncur Kejahatan Narkotika Berhasil Diringkus Polres Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam situasi pandemi Covid-19 tidak serta merta menyurutkan niat para pelaku penyalahguna Narkotika, hal ini dibuktikan Satuan Reskrim Narkoba.

Untuk kesekian kalinya Polres Tabanan berhasil meringkus pelaku kejahatan Narkoba, yang saat ini berhasil mengamankan 3 (tiga) orang terduga Penyalahguna Narkotika yang masing – masing mempunyai peran berbeda sebagai Pengguna, sebagai Peluncur dan yang satunya sebagai Pengedar,

Ketiganya diamankan di tempat yang berbeda, petugas juga berhasil mengamankan puluhan paket krital bening ( Shabu ) dan mengamankan barang bukti lainnya yang terkait peran masing-masing pelaku.

Keberhasilan pengungkapan oleh Sar Res Narkona ini disampaikan oleh saat Konferensi Pers bertempat di halaman Depan Polres Tabanan, dihadiri dan diliput oleh rekan awak Media Online, Medsos dan rekan dari Merdia Cetak para hari Kamis, 30/09/202i pukul 10.00 Wita

“Walaupun saat ini dalam situasi pandemi Covid-19, penegakan Hukum tetap kita dilakukan, perbuatan yang nyata-nyata melawan hukum tetap di tindak tegas tentu sesauai dengan prosedur yang berlaku,” Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, kemarin Kamis,(30/9).

Dirinya menyampaikan kronologis kejadian, berawal dari Petugas mendapat Informasi yang menyebutkan ada seseorang dengan ciri-ciri tertentu sering bersentuhan dengan barang haram ( narkoba ), informasi ini terus didalami dan dikembangan, sehingga pada akhirnya Tim Opsnal Sat Res Narkoba secara berturut-turut berhasil dapat mengungkap 3 (tiga) Kasus penyalahguna Narkoba, mengamankan 3 (tiga) orang sebagai Perlaku yang peran berbeda, Petugas juga mengamankan sejumlah Barang bukti.

Adapun inisial 3 orang terduga pelaku tersebut MAS(29) Karyawan Swasta asal Desa Pejaten, Kecamatan Kediri, Kabupaten paada Jumat,(24).Dirinya berhasil diringkus d pinggir Jalan Ahmad Yani VII, Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

“Adapun hasil penggeledahan badan dan termpat tertutup lainnya, petugas menemukan barang haram padanya berupa 1 (satu) buah plastic klip Shabu dengan berat 0,23 gram bruto atau 0,13 gram netto didalam pipet plastic warna bening strip orange terlilit plaster yang terdapat pada bambu, juga menyita barang bukti lainnya yang ada kaitannya dengan peran terduga sebagai Pengguna,” paparnya.

Selanjutnya pelaku berinisial IKFAP(23) Karyawan Swasta asal Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, Tabanan.Terduga berhasil diamankan pada Sabtu,(25/9) dirumahnya.

“Dari hasil penggeledahan badan dan termpat tertutup lainnya, padanya petugas menemukan barang haram 1 (satu) buah plastic klip shabu dengan berat 0,17 gram bruto atau 0,07gram netto, petugas juga menyita barang bukti lainnya yang ada kaitannya dengan peran terduga sebagai Peluncur,” bebernya.Kemudian KHWA(38) alamat Jalan Diponogoro Gang 3, Kecamatan Tabanan,Tabanan.

“Terduga berhasil diamankan pada hari Minggu 26 September 2021 pukul 00.10 wita di rumahnya hasil penggeledahan badan dan termpat tertutup lainnya, padanya petugas berhasil menemukan 15 (lima belas) buah paket shabu dengan berat keseluruhan barang bukti berupa kristal bening diduga shabu seberat 16,7 (enam belas koma tujuh) gram bruto atau 14,75 (empat belas koma tujuh puluh lima) gram netto dan barang bukti lainnya yang berkaitan dengan peran Pelaku sebagai pengedar,” katanya.

Adapun modus operandi pelaku kedapatan memiliki, menyimpan dan menguasai narkotika jenis shabu tanpa ijin masing-masing mempunyai peran yang berbeda,MAS sebagai Pengguna, IKFAP sebagai Peluncur sedangkan KHWA alias sebagai pengedar.

Sembari Dirinya menambahkan, terduga disangkakan melanggar Pasal 112 ayat (1) tahun 2009 tentang Narkotika dengan acaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun paling lama 12 tahun dan denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 milyar rupiah.

“Untuk memudahkan Proses penyidikan ketiga terduga saat ini ditahan dirutan Polres Tabanan Kasusnya dalam Proses Penyidikan,” pungkasnya.

Berkantor di Desa Perean, Bupati Tabanan Briefing Langsung Staf Desa

TABANAN – Pantaubali.com -Sebagai wujud komitmen kerja, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M berkantor di Kantor Perbekel Perean Kauh, Kecamatan Baturiti Tabanan sekaligus membagikan bantuan sembako langsung ke rumah warga yang kurang mampu dan terdampak Covid-19, serta bantuan secara simbolis di kantor Perbekel. Dalam hal ini ia juga didampingi oleh Sekda, Anggota DPRD Tabanan, Camat Baturiti, Perbekel Perean dan OPD terkait, pada,Kamis (30/9).

Sebelum berkantor, Bupati Sanjaya memberikan bantuan sembako dan masker yang diterima secara simbolis oleh perwakilan masyarakat Desa Perean di halaman kantor Perbekel. Dengan pemberian bantuan tesebut, Sanjaya berharap bisa membantu kebutuhan harian masyarakat di bidang pangan, serta menfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan masker yang bisa diambil di kantor perbekel.

Di kesempatan ini, Bupati Sanjaya memberikan pengarahan dan diskusi langsung kepada seluruh pegawai di kantor perbekel. Ia sangat terkesan dan mengapresiasi berbagai perbaikkan yang diwujudkan Desa Perean, utamanya dalam merepresentasikan pelayanan yang baik melalui keadaan kantor perbekel yang rapi, nyaman, bersih dan terstruktur. Ini merupakan kunjungan kerjanya di desa yang ke 10, ia berkomitmen untuk bisa berkantor di 133 desa yang tersebar di seluruh kabupaten Tabanan.

Tujuannya agar bisa lebih dekat pada masyarakat, dan memahami langsung kebutuhan dan potensi yang dimiliki masing-masing desa.

“Sesuai dengan program kita di Tabanan, berorientasi pada desa. Karena desa yang ada di Tabanan berbeda karakter dan potensi. Ada 133 desa dan 349 desa adat yang tersebar di seluruh Tabanan, saya paham apa yang menjadi kebutuhan masing-masing wilayah. Saya paham apa yang menjadi harapan dan keinginannya” kata Bupati Sanjaya.

Oleh sebab itu, pentingya ia membuat visi misi yang presisi dengan harapan dapat membangun masayarakat yang tepat guna dan tepat waktu.

“Gunanya Visi Misi yang linier antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten adalah untuk memudahkan pembangunan agar tidak tumpang tindih, konsep one island one management, satu global lini satu manajemen yang tertata” tambahnya.

Dalam arahannya, Sanjaya juga menegaskan kembali agar pemerintah Desa Perean bisa berkolaborasi, serasi dan bersinergi, dengan visi dan misi yang dimiliki Pemkab Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali membangun Bali dengan 6 kesucian secara sekala dan niskala yang perlu dijaga. Jana Kerti, Jagat kerti, Samudra kerti, Wana Kerti, Danu kerti dan Atma kerti. Agar keseimbangan dapat tercapai secara sekala dan niskala.

Melalui Pola pembangunan semesta berencana, dengan patrun sebuah pola untuk membangun yang cepat dan efektif secara menyeluruh dan bertahap. Serta menuju Tabanan Era Baru, yang aman unggul dan madani (AUM). Tujuannya adalah untuk mempercepat proses masysarakat menjadi aman dan nyaman, unggul di bidang apapun, dan madani atau sejahtera.

Masyarakat Desa Perean mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Tabanan yang memantau langsung perkembangan yang ada di Desa.

“Banyak terima kasih atas kedatangan Bupati Tabanan dalam rangka kunjungan kerja sekaligus berkantor di desa perean dan menfasilitasi infrastruktur yang sudah dikerjakan.Di Desa Perean, kita juga sudah mendirikan Bumdes yaitu 1 minimarket dan 1 grosir yang akan dilaunching tanggal 20 Oktober mendatang,” kata I Nyoman Suta selaku Perbekel Desa.

Ke depannya Bumdes diharapkan mampu melengkapi kebutuhan desa, mulai dari pemenuhan sembako hingga pembayaran listrik.(Rilis)

Tetap Waspada Penyebaran Covid-19, Perkantoran Pemprov Terapkan Aplikasi PeduliLindungi

DENPASAR – Pantaubali.com – Tingkat penyebaran Covid-19 di wilayah Bali dalam beberapa pekan terakhir memang telah menunjukkan tanda-tanda melandai. Kendati demikian, kewaspadaan harus tetap dijaga untuk mengantisipasi kembali melonjaknya kasus Covid-19.

Selain tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19, pemerintah juga tengah menggencarkan penerapan aplikasi PeduliLindungi pada fasilitas umum. Terkait dengan hal itu, Pemprov Bali mengambil inisiatif menjadi pelopor dalam penerapan penerapan PeduliLindungi pada seluruh perkantorannya. Informasi tersebut disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana dalam siaran persnya, Kamis (30/9).

Lebih jauh ia mengurai, penerapan aplikasi PeduliLindungi ini bertujuan mencegah terjadinya penularan Covid-19 di lingkungan perkantoran. Sesuai arahan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, setiap kantor di lingkungan Pemprov Bali diwajibkan memasang QR Code PeduliLindungi pada pintu masuk. Setiap orang yang akan masuk kantor, baik itu pegawai pemprov maupun masyarakat yang hendak memperoleh pelayanan harus melewati proses screening dengan melakukan scan pada QR Code PeduliLindungi.

Guna mengefektifkan penerapan aplikasi ini, seluruh pegawai Pemprov Bali telah diminta memasang aplikasi PeduliLindungi di smartphone masing-masing. Dengan penerapan aplikasi ini, yang diperbolehkan masuk kantor adalah mereka yang sudah memperoleh vaksin dua kali berdasarkan screening di aplikasi PeduliLindungi (bukan dengan menunjukkan sertifikat vaksin manual, red) dan tidak terkonfirmasi positif Covid-19 yang ditandai dengan warna hijau pada aplikasi PeduliLindungi.

Kadis Kominfos Gede Pramana mengajak seluruh pegawai di lingkungan Pemprov Bali menjadi contoh dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi agar penyebaran Covid-19 di Bali semakin melandai. Ia juga mengimbau masyarakat yang hendak memperoleh layanan di perkantoran Pemprov Bali memperhatikan hal tersebut. Artinya, masyarakat atau tamu yang hendak berurusan di Pemprov Bali diminta menyiapkan aplikasi PeduliLindungi di smartphone masing-masing sehingga tak terkendala ketika hendak masuk kawasan perkantoran.

Prioritaskan Sektor Pertanian Wabup Edi Gali Potensi Bersama Masyarakat

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap pengembangan sektor pertanian Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., turun langsung meninjau potensi pertanian, Selasa (28/9).

Wabup Edi Wirawan dalam hal ini menandaskan sebagai daerah menyandang predikat sebagai “Lumbung Pangan”-nya Bali, Pemkab Tabanan bersama dengan Dinas Pertanian turut mendampingi para petani lokal, agar bisa memanfaatkan potensi yang dimiliki pertanian Tabanan, mulai dari langkah paling awal seperti pemilihan bibit pengolahan tanah, perawatan, hingga proses panen. Oleh sebab itu, para penyuluh selaku ujung tombak pertanian dikerahkan, untuk mengedukasi para petani sehingga bisa mengatasi kendala yang menyebabkan hasil tani terus menurun.

“Kita datang ke Subak Pumahan Klepud ini untuk melihat lahan percontohan demplot seluas 12 hektar. Tujuan kita bagaimana masyarakat petani itu tahu bagaimana cara tepat memilih bibit yang benar sehingga hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Itu salah satu SOP yang kita terapkan dalam pertanian padi ini. Nanti setelah mereka tanam setelah 80 hari nanti saat panen kita kan lihat hasilnya. Karena kemarin kita lakukan demplot di Subak Kelating hasilnya sangat memuaskan. Dari 5 ton per hektar, di situ kita dapatkan 7,8 ton per hektar. Luar biasa peningkatannya. Jika dilakukan dengan maksimal maka akan memperoleh 10 ton per hektar,” tutur Wabup Edi.

Selanjutnya Wabup Edi Wirawan melanjutkan kunjungan kerja menuju agrowisata “Kedampal Garden” di Banjar Pondok Kaja, Desa Gadungan guna menggali potensi agrowisatanya sembari melihat perkembangan unit usaha BUMDes setempat.

“Kami memberikan arahan tentang pengelolaan agrowisata di Subak Tingkih Tebel, Kedampal Garden, melihat hasil panen perkebunan dan budi daya lebah masyarakat, memotivasi petani meningkatkan kuantitas dan kualitas pertaniannya,” terangnya.

Disela-sela kegiatan Wabup Edi Wirawan juga menyempatkan diri mengunjungi Unit Pengolahan Jagung BUMDes Sari Mulya Arta Desa Gadungan.

“Dengan adanya tempat pengolahan jagung ini, harapan kami Pemerintah Desa Gadungan melalui BUMDes ini mampu mengawal petani setempat dalam memasarkan hasil pertaniannya dengan maksimal,” ungkap Wabup Edi.(Rilis)

Permitaan Ekspor Tinggi,Harga Porang Disebut Malah Merosot

DENPASAR – Pantaubali.com – Permintaan Porang saat ini disebut masih tinggi dibeberapa negara diantaranya, ke China, Jepang bahkan ke negara Belanda.

Misal, ekspor ke negara China menurut, Sub. Koordinator Karantina Tumbuhan, Agus Taufik. SP saat ditemui di ruang kerjanya di Sesetan,Denpasar mengatakan, permintaan mencapai 2 Ton perbulan.Dengan kondisi tersebut permintaan Porang dapat dikatakan masih tinggi.

Akan tetapi, dengan banyaknya permintaan tersebut akhirnya berdampak pada harga perkilogram Porang yang ikut mengalami penurunan yakni sebelumnya dikisaran harga Rp 8.000,- perkilogram saat ini hanya diharga Rp 4.500 per Kilogramnya.

Menurut Dirinya kemungkinan disebabkan beberapa faktor mulai dari,banyak masyarakat mulai melirik dan ikut menanam Porang serta masih prospeknya yang dinilai masih tinggi.Sehingga,menyebabkan harga ikut menurun dari sebelumnya.

“Jika dilihat permintaan Porang paling banyak ke negara China,Jepang dan Belanda,” jelasnya, Kamis,(30/9).

Jika dilihat sampai saat ini pemenuhan ekspor Porang masih kurang.Misal,permintaan dari negara China perbulan mencapai 2 ton.Meskipun sebelumnya dari informasi didapat sempat ekspor Porang ditolak oleh negara China dikarenakan,telah ditemukan Cendawan atau jamur pada Porang.Mungkin hal tersebut disebabkan karena pengolahan porang kurang bagus dilakukan sebelum pengiriman.

Meskipun demikian saat ini telah dilakukan kosiliasi ke negara China,yang akhirnya diperbolehkan kembali mengirim Porang dengan catatan beberapa persyaratan harus dipenuhi sebelumnya.

“Melihat jumlah permintaan tersebut dapat dikatakan peluang ekspor Porang masih ada” katanya.

Sampai saat ini, ekspor Porang melalui pulau Jawa.Dengan sistem sementara, di Jawa menerima pasokan dari beberapa daerah luar Jawa.Selanjutnya dikumpulkan digudang, kemudian jika jumlah telah terpenuhi baru di eksport ke negara tujuan.

“Untuk di Bali memang telah ada salah satu Pabrik Porang terletak di Singaraja untuk menerima Porang,” pungkasnya.

Wagub Cok Ace Optimis Wisata Mice Akan Bangkit Kembali Dengan Mengedepankan “Quality Tourism”

DENPASAR – Pantaubali.com – Mulai melandainya kasus Covid 19 di Indonesia terlebih di Bali yang ditandai dengan penurunan level, dari level 4 ke level 3 merupakan kesempatan bagi pemerintah untuk menyusun kembali program dan strategi pengembangan pariwisata demi mendukung pertumbuhan ekonomi.

Seiring dengan pandemi Covid-19, konsep pariwisata massal (mass tourism) yang selama ini menjadi andalan untuk mengejar kuantitas wisatawan, kedepan diharapkan mulai berubah menjadi pariwisata berkualitas (quality tourism).

Kualitas yang diharapkan wisatawan ke depan terkait dengan pelayanan, ketersediaan infrastruktur di daerah tujuan wisata, belanja, dan lama tinggal di daerah destinasi wisata.

Perubahan itu juga mendukung tatanan normal baru yang lebih mengutamakan interaksi dengan alam dan mementingkan cara menjaga lingkungan pada setiap destinasi wisata.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof.Dr.Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menjadi Keynote Speaker sekaligus membuka acara Bincang Pariwisata: Kebijakan Terkini Bea Cukai Dalam Mendukung Wisata Mice dan Event di Indonesia, yang dilaksanakan oleh Badan Pengembangan Pariwisata Daerah (BPPD) secara daring pada Rabu (29/9).

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace mengatakan bahwa Pariwisata berkualitas memberikan manfaat, tidak hanya bagi ekonomi negara, tetapi juga kemajuan masyarakat di destinasi wisata secara utuh dan berkesinambungan.

Selain memberikan dampak pada perekonomian nasional, penyelenggaraan Meeting Incentive Convention Exhibition (MICE) pun turut mendongkrak popularitas daerah yang didapuk menjadi tuan rumah even MICE berskala internasional. Hal ini pun akan berdampak signifikan pada pengembangan bisnis, sosial-budaya, dan pendidikan

Untuk itu, kedepan kaitannya dengan wisata Mice dan Event, Wagub Cok Ace meminta sinergi Bea Cukai dalam menerapkan aturan yang dapat mendukung hal tersebut, sehingga para wisatawan merasa terbantu ketika dilapangan. Selain itu, dengan penerapan protokol CHSE (cleanliness, health, safety, environment sustainability) yang saat ini sudah digalakkan baik pada akomodasi penginapan atau kuliner akan semakin memberikan keyakinan bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali.

“Sebentar lagi jika tidak ada halangan even mandalika lombok akan memberikan kontribusi yang positif bagi pariwisata Bali selain itu G-20 pada tahun 2022 tentunya akan mendongkrak pariwisata Bali, untuk itu saya harap kedisiplinan dalam prokes akan tetap menjadi perhatian masyarakat, sehingga kasus covid-19 di Bali akan terus melandai dan border internasional dapat segera dibuka”, pungkasnya.

Peran Notaris Dalam Penyelenggaraan Kredit Disebut Penting di LPD

DENPASAR – Pantaubali.com – Peran Notaris dalam penyelenggaraan kredit di LPD sangat penting.Sehinga kontribusi alat bukti sebagai perjanjian hutang piutang dilakukan oleh kreditur maupun LPD kepada kreditur atau masyarakat harus benar-benar dibuatkan secara notariil.

Jika dilihat ketentuan-ketentuan tersebut telah jelas diatur dalam peraturan Bank Indonesia.Berkaitan dengan ketentuan penilaian lembaga LPD terhadap dibitur yang layak untuk menerima kredit.

Hal tersebut penting tentu agar sekecil mungkin penilaian dilakukan oleh LPD kepada kreditur kepada debitur benar-benar sesuai dengan 5C.

“Maka dari itu bagaimana perjanjian pokok dibuatkan secara Notaril ataupun dibuat kan dibawah tanggan.Sehinga dapat memberikan usulan maupun pandangan tentang pasal-pasal yang harus dibuatkan oleh LPD terhadap perjanjian pokok akan dilakukan bersama-sama dengan Debitur,” papar I Made Pria Dharsana, Dosen Notariat Universitas Warmadewa yang juga salah satu pendiri Perkumpulan Pemerhati Pertanahan dan Agraria Terpadu Indonesia (P3ATI),Rabu,(29/9) di Denpasar.

Jadi, tidak ada celah sekecil mungkin yang tidak diatur dalam perjanjian pokok apabila debitur mungkin gagal bayar.Baik itu,terhadap jaminan tidak Liqued atau tidak mudah dicairak.Kemudian kemampuan bayarnya tidak dinilai sebagai masalah hukum terhadap likuiditas keuangan LPD.

“Jika dilihat di tengah pandemi kemampuan debitur tentunya akan mampu menyeret kemampuan Cashflow dan bagaimana cara menangulanginya.Sehingga dengan demikian akan mampu meminimalisir kemungkinan terseretnya LPD dikarenakan persoalan-persoalan hukum misal kredit macet,” bebernya.

Sembari Dia menambahkan,setidaknya bagaimana LPD nantinya dapat menjadi paras-paros menumbuhkan perekonomian masyarakat dipedesaan.

“Itu paling penting sehingga, peranan ekonomi keuangan dijalankan oleh LPD benar-benar menemukan niat baik pada pemberdayaan masyarakat Desa,” pungkas Pria Dharsana.

Tingkatkan Screening Covid-19 di Wilayah Perkantoran, Pemkab Tabanan Lakukan Rapid Test Antigen Secara Reguler

TABANAN – Pantaubali.com – Pemkab Tabanan lakukan rapid test antigen di wilayah perkantoran, guna meningkatkan screening dan menerapkan langkah pertama dari 3T (Testing, Tracing dan Treatment) pada pegawai Sekretariat Daerah, di Kantor Bupati Tabanan, Selasa (28/9).

Pelaksanaan rangkaian testing hari pertama tersebut, diikuti langsung oleh Sekda Tabanan, Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si, beserta para asisten Setda, Kepala Pelaksana BPBD dan juga para pegawai Sekretariat Daerah Tabanan. Pelaksanaan testing terjadwal yang dilakukan mulai tanggal 28 September hingga 23 November tersebut dilakukan oleh Dinas Kesehatan di bawah pengawasan Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Tabanan.

Bertujuan untuk mengetahui dan mengantisipasi keadaan, peningkatan testing rapid antigen terhadap masyarakat utamanya ASN, tenaga kontrak dan Guru di lingkungan Pemkab Tabanan akan dilakukan secara reguler. Terlebih untuk menyambut pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan berlangsung di bulan Oktober. Para guru dianjurkan untuk melakukan test rapid antigen di puskesms yang tersebar di seluruh kecamatan sebelum melakukan pembelajaran.

Dengan target rapid test per hari 50 sampai 100 orang, Pemkab Tabanan berharap screening awal yang dilakukan bisa membantu mengatasi penyebaran kluster baru.

“Di masa PPKM level 3 di kabupaten Tabanan ini, mudah-mudahan kasus turun dan kita bisa melakukan deteksi dini kepada semua ASN, tenaga kontrak dan Guru, termasuk jajaran TNI dan Polri yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat” Kata Sekda I Gede Susila.

Ia berharap dengan adanya pelonggaran yang akan terjadi, kegiatan ini bisa memastikan virus tidak tersebar, terutama dalam persiapan Pembelajaran Tatap Muka.

“Sesuai arahan Pak Bupati, rencana kita untuk melakukan PTM ini pada tanggal 1 Oktober, sehingga dengan demikian guru di semua lini pendidikan harus kita pastikan sudah steril dari virus untuk melakukan pembelajaran” pesannya.

Dukungan dan kontribusi di Kawasan Pemkab Tabanan diharapkan mampu mendukung program pemerintah dalam menekan angka penyebaran virus. Sehingga jika salah satu pegawai terdeteksi lebih awal, bisa langsung diberikan pengobatan lebih cepat. (Rilis)