- Advertisement -
Beranda blog Halaman 810

Wakil Bupati Tabanan Pimpin Rapat Bulan Dana PMI Tabanan 2021

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., yang juga selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan, didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, membuka Kegiatan Bulan Dana PMI Kabupaten Tabanan Tahun 2021, di Museum Subak Sanggulan, Kediri, Tabanan (6/10) pagi. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Perwakilan Forkopimda Kabupaten Tabanan, Perwakilan OPD terkait, Para Camat se-Kabupaten Tabanan, Tokoh Masyarakat serta para Pengurus dan Anggota PMI se-Kabupaten Tabanan.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas teknis pelaksanaan Bulan Dana guna tercapainya target untuk mengumpulkan biaya operasional PMI Tabanan Tahun 2021 yang akan dilaksanakan selama 3 bulan, mulai 1 Oktober sampai dengan 31 Desember 2021. Dan ditambah waktunya satu bulan, hingga 31 Januari 2022, apabila target belum bisa tercapai sesuai rencana.

Selaku Ketua PMI Kabupaten Tabanan, Wabup Edi mengatakan, target tersebut wajib terpenuhi. Mengingat, PMI adalah organisasi sosial kemanusiaan yang mempunyai peranan penting di dalam membantu tugas Pemerintah, utamanya di bidang bencana, usaha kesehatan tranfusi darah, pelayanan pertolongan pertama dan ambulance untuk masyarakat serta pembinaan generasi muda melalui Palang Merah Remaja.

Disamping itu, Orang nomer dua di Tabanan tersebut juga sangat menyadari disituasi pandemi saat ini akan lebih sulit dalam mewujudkan target tersebut. Untuk itu, Ia berpesan kepada seluruh elemen PMI Tabanan agar selalu ada ditengah-tengah masyarakat untuk membantu meringankan beban masyarakat. Mengingat, PMI dalam mengemban tugas sudah tentu harus mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat apalagi dalam hal pendanaan, sarana dan prasarana.

“Karena itu Saya mengajak seluruh jajaran pengurus, staf, untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan. Memberikan pelayanan secara optimal sesuai visi misi PMI, yaitu Profesional, Berintegritas, dan Bergerak bersama Masyarakat, serta bersinergi dengan Visi Misi Kabupaten Tabanan yaitu Nangun Sat Kerti Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” pinta Wabup Edi.

Tidak hanya tu, Ia juga menekankan agar hasil dari Bulan Dana PMI ini nantinya harus bisa dipertanggung-jawabkan secara transparan. Ia tidak menginginkan dana tersebut disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu yang nantinya bisa berujung pada rusaknya citra PMI. Untuk itu, ditegaskan juga agar PMI mampu mengambil hati masyarakat, sehingga PMI selalu dipercaya dan semakin menumbuhkan empati masyarakat sesuai dengan visi misi dari PMI.

“Untuk itu, tentunya kerjasama dan kerja keras dari semua jajaran yang terlibat harus ditunjukan dan ditingkatkan bukan hanya demi kemajuan PMI Kabupaten Tabanan di kedepannya. Namun juga harus bisa meningkatkan pelayanan yang lebih baik dalam hal melayani masyarakat. PMI harus selalu ada untuk masyarakat dan bekerja dengan sungguh-sungguh untuk pelayanan yang lebih optimal untuk masyarakat,” tegasnya lagi. (Rilis)

Tangguh Disegala Tantangan, Sekda Dewa Indra Ajak Perkuat UMKM Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretari Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada semua pihak terutama Bank Indonesia atas inisiasinya dalam penyelenggaraan satu even yang mendorong kemajuan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bali untuk tetap hidup dan maju ditengah – tengah terjadinya pandemi Covid – 19 yang menyebabkan ekonomi masyarakat Bali terpuruk. Hal ini disampaikannya saat mewakili Gubernur Bali pada acara Bali Jagathita Cukture Week (BJCW) 2021, yang dilaksanakan secara daring dan luring di Ruang Theatre Lt. III Gedung Dharma Negara Alaya, Denpasar, Rabu (6/10).

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali kami mengucapkan terimakasih atas terselenggaranya acara ini, karena kita ketahui kegiatan ini semakin penting untuk hari ini dan kedepan, mendorong UMKM Bali semakin berkembang, semoga kegiatan ini mencapai manfaat sesuai yang kita harapkan bersama,” ujarnya.

Lebih jauh, Sekda Dewa Indra menyatakan berkaca dari pengalaman dimana Bali yang selalu mengandalkan sektor pariwisata, namun sangat rentan dengan berbagai hal yang menyebabkan guncangan terhadap pariwisata Bali mulai gangguan politik, bencana alam, bahkan kesehatan, dan sebagainya. Sehingga sektor lainnya penopang ekonomi Bali pun ikut terpengaruh. Seperti halnya pandemi Covid – 19 yang melanda hampir 2 tahun, menyebabkan pertumbuhan ekonomi Bali berkontraksu cukup dalam. Hal ini menjadi pandangan bagi Bali untuk mengembangkan sektor lainnya.

“Dari berbagai pengalaman beberapa periode menghadapi berbagai tantangan, UMKM kita merupakan satu sektor kekuatan ekonomi yang sangat tangguh. Sektor – sektor yang lain terpengaruh sangat serius ketika menurunnya sektor pariwisata, tapi UMKM kita bisa tetap eksis. Mereka membutuhkan support dari kita semua untuk mendapatkan kesempatan yang lebih luas dalam perekonomian, mulai peningkatan kapasitas, kualitas produk, kualitas packaging, serta akses pasar. Jadi harus kita perkuat,” cetusnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno dalam sambutan singkatnya turut menyampaikan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam mendukung pemberdayaan sektor riil terutama UMKM, sekaligus dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI).

“Saya percaya dengan bangga berwisata di Indonesia dan bangga gunakan produk buatan Indonesia, saya yakin ekonomi Bali dan Ekonomi Indonesia akan segera pulih,” bebernya.

Disisi lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menjelaskan kegiatan ini diharapkan dapat mendorong UMKM untuk lebih berkembang, tidak hanya bagi UMKM binaan dan mitra binaan Bank Indonesia saja, tetapi juga untuk seluruh UMKM di wilayah Bali dan Nusa Tenggara.

“Bank Indonesia juga berharap sinergitas seluruh pihak untuk memfasilitasi UMKM agar berkembang dan mandiri sehingga menjadi pilar perekonomian Indonesia yang kokoh untuk mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,” katanya sembari menyatakan sesuai dengan strategi pengembangan UMKM, acara ini juga berusaha untuk meningkatkan kapasitas UMKM berorientasi ekspor melalui talkshow (fesyen dan kopi), serta kapasitas pemasaran dan pembayaran digital melalui on boarding UMKM.

Pada puncak acara tersebut juga dilaksanakan seremoni pelepasan ekspor UMKM sebagai bentuk apresiasi kepada UMKM yang telah berhasil melakukan ekspor, serta peluncuran aplikasi Digital Fitting Room yang merupakan inovasi agar kain tradisional dapat lebih diterima oleh generasi muda. BJCW juga menampilkan fashion show yang merupakan kolaborasi antara UMKM tenun dan desainer nasional. Untuk lebih menghibur peserta, acara turut dimeriahkan dengan pameran oleh 21 UMKM yang terdiri dari UMKM kerajinan, kain, kuliner, dan desain grafis.

Bertema Open Border, Wianta Foundation Gelar Art Camp 2021

TABANAN – Pantaubali.com – Wianta Foundation menggelar Art Camp 2021 bertema Open Border, Senin (4/10) di kediaman maestro perupa Made Wianta (alm) di Banjar Apuan, Desa Apuan, Baturiti Tabanan.

I Gede Made Surya Darma (Lepud Art Management) selaku manager project didampingi I Kadek Dedy Sumantra Yasa, Ketua Performance Klub Bali, mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan untuk lebih menggairahkan kegiatan seni budaya di masa pandemi Covid-19, di samping untuk mengenang menjelang setahun berpulangnya Made Wianta, pelukis kenamaan asal desa setempat.

Dikatakan, pandemic Covid-19 telah melanda dunia sejak awal 2020, berpengaruh besar terhadap berbagai aspek kehidupan manusia. Namun demikian, pandemi hendaknya tidak sampai melemahkan gairah berkesenian.

‘’Semua pihak tentu merindukan pulihnya kehidupan seperti sedia kala. Sebab, hampir dua tahun masyarakat sudah beradaptasi menjalani kehidupan new normal dengan protocol kesehatan yang ketat. Untuk bisa melewati masa krisis ini, peranan semua pihak sangat diperlukan. Merespons isu tersebut, para seniman menuangkan kegelisahan estetiknya dengan melakukan kegiatan kesenian dengan tema “Open Border”,’’ ujar Surya Darma yang perupa ini.

Dikatakan, tema ini mengandung makna bahwa kita mesti membuka diri dan membiasakan diri dengan kehidupan new normal. Dengan kata lain, open border mengandung makna membiasakan kehidupan baru dengan membuka hati dan beradaptasi dengan lingkungan.

Selain diskusi seni dan budaya, dalam kegiatan tersebut dimeriahkan dengan performance art, pembacaan puisi, art action, video screening dan gerakan lingkungan. Kegatan ini dibuka Bendesa Adat Desa Pekraman Apuan, I Ketut Murtana, S.Sn. yang sekaligus seniman.

Lulusan ISI Denpasar ini juga memberi sarasehan singkat mengenai kesenian dan kebudayaan yang berkembang di Desa Apuan. Sejumlah seniman juga hadir berbagi pengetahuan seni dan pengalaman berkesenian, di antaranya I Made Bakti Wiyasa, Iwan Wijono yang Ketua Performance Art Yogyakarta berbagi pengalamannya berkeliling dunia dengan kegiatan berkesenian. I Wayan Tastra, dalang wayang kulit dari Banjar Apuan berbagi pengalaman menjadi seniman dalang secara otodidak.

Aktivis lingkungan, I Ketut Sudarwata berbicara tentang gerakan lingkungan, Jedink Alexander berbicara mengenai proses kreatifnya di era digital, Made Adnyana Ole bicara tentang proses kreatif dalam penulisan kegiatan seni.

‘’Selain itu ada performance art, pemuteran video karya kreativitas seniman, art action dan lain sebaginya,’’ kata Surya Darma.

Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan Desa Adat Apuan, seniman, akademisi, budayawan, aktivis lingkungan, penggiat UMKM, petani, dan sekaa teruna setempat.

Gubernur Koster Serahkan Sertifikat Tanah Hibah untuk Perumahan Prajurit TNI AD

 

 

Denpasar –  Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyerahkan sertifikat tanah hibah seluas 1,7 hektar (ha) kepada Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak yang akan digunakan untuk pembangunan perumahan bagi prajurit TNI AD, Selasa (5/10) di Hall Makodam IX/ Udayana, Denpasar, serangkaian Peringatan HUT TNI ke-76.

Penyerahan sertifikat tanah hibah ini sebagai apresiasi terhadap prajurit TNI yang telah menjaga teritorial keamanan daerah Bali, baik di laut, darat dan udara. Tidak hanya menjaga keamanan teritorial daerah Bali, namun TNI juga melaksanakan tugas-tugas dalam meringankan masyarakat Bali termasuk memperhatikan kondisi wilayah. Seperti salah satunya menyiapkan pompa hidrant untuk kebutuhan air bersih bagi masyarakat Bali di Kabupaten Klungkung, Karangasem, Buleleng dan Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur – Tabanan.

Pria asal Sembiran, Kabupaten Buleleng ini juga menyebutkan lahan yang berada di wilayah Mengwi ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan perumahan bagi prajurit TNI AD.

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perhatian terhadap kesejahteraan prajurit TNI khususnya penyediaan perumahan prajurit yang kondisinya kurang layak harus segera di rehabilitasi. “Penyiapan sarana tempat tinggal yang layak bagi prajurit menjadi perhatian bagi saya. Apalagi saya yang sempat tiga periode menjabat di DPR Republik Indonesia pada Badan Anggaran selalu memprioritaskan kepentingan TNI khususnya pembangunan fasilitas perumahan kurang layak. Sehingga dengan pengelolaan kebijakan anggaran yang strategis akan mempermudah bagi pemerintah dan TNI-POLRI untuk terus berkolaborasi dalam meningkatkan layanan terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Gubernur menitikberatkan bahwa menjaga teritorial dan keamanan satu wilayah menjadi tanggung jawab bersama, namun TNI-POLRI dengan kewenangan dan tugasnya memiliki tanggung jawab yang lebih besar dalam menjaga NKRI.

Menurutnya prajurit yang dididik dengan kedisiplinan dan karakter yang siap menyerahkan jiwa raganya untuk negara, menjadikan seorang prajurit bertanggung jawab terhadap keamanan, kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya bertugas. “Oleh sebab itu sinergitas dan kerjasama antara TNI-POLRI, pemerintah dan masyarakat dalam menjaga dan meningkatkan toleransi untuk keamanan adalah kewajiban yang harus diutamakan,” kata Gubernur Koster.

Di kesempatan yang sama Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Bali atas hibah tanah seluas 1,7 hektar untuk pembangunan perumahan prajurit, yang memang selama ini kurang layak. “Perbaikan akan dilakukan secara bertahap, dan pembangunan di Mengwi akan terlebih dahulu dilaksanakan. Sehingga di waktu ke depan, akan menjadi alternatif saat dilakukan perbaikan perumahan prajurit yang ada di wilayah Denpasar, yang nantinya akan dilakukan perbaikan secara silih berganti,” terang Pangdam IX/ Udayana.

Ke depan antara pemerintah dan TNI-POLRI diharapkan mampu berkarya dan bekerjasama membangun Bali. Dan secara bertahap khususnya di bidang pertanian dan pangan akan meningkat, dengan maksud Bali mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Kasus Baru Covid-19 Bali Terus Melandai, Gubernur Koster Terima Penghargaan PPKM Mikro Terbaik Dari Mabes TNI

 

Denpasar – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster menerima penghargaan Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro terbaik untuk Provinsi dan Kabupaten\Kota se-Indonesia dari Markas Besar (Mabes) TNI. Penyerahan penghargaan bagi pemimpin daerah yang dianggap memiliki strategi dan peran efektif dalam tata kelola pengendalian covid-19 tersebut diserahkan langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto di Base Ops Lapangan Udara I Gusti Ngurah Rai pada Senin (4/10).

Gubernur Koster dalam kesempatan tersebut mennyampaikan rasa terimakasih atas perhatian yang diberikan Panglima TNI beserta jajaran terhadap kondisi pandemi di provinsi Bali.

“ Mungkin sudah 7 kali (Panglima TNI, red) ke Bali terkait penanganan pandemi ini. Hal ini adalah sebuah bentuk kepedulian dan perhatian bapak Panglima terhadap pandemi yang sudah satu setengah tahun melanda Bali,” tutur Gubernur.

Pria asal Sembiran, Kabupaten Buleleng ini juga menyebut Kehadiran Panglima TNI, Kapolri serta jajaran pusat tidak hanya memberikan motivasi bagi pelaku penanganan di daerah tapi juga dibarengi bentuk pengabdian yang luar biasa, bahkan hingga ke tingkat desa.

“ Kita Juga diberi kemudahan dalam koordinasi bersama jajaran di daerah, pangdam dan jajaran di bawahnya, termasuk juga dengan dengan bupati walikota se-Bali,” tukas Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini.

Gubernur menitikberatkan , Salah satu peran paling penting dari sinergi dengan TNI/Polri adalah pelaksanaan testing, tracing dan tracking serta dukungan pada program isolasi terpusat yang belakangan jadi konsen bersama ditengah lonjakan kasus akibat varian baru.

“ Jika saja bapak Panglima, Pangdam dan jajaran tidak mendukung penanganan kita saya kira kidak akan secepat ini bisa terjadi penurunan. Lonjakan kasus yang terjadi sejak bulan Juli 2021 bisa turun dengan cepat, terus melandai dalam 2 minggu ini sudah (kasus positif harian,red) sudah dibawah 2 digit,” kata Mantan anggota DPR RI ini.

“ Kami berupaya keras untuk menjaga ini dan demikian juga jajaran bapak Panglima sangat memperlancar penanganan ini. Dengan kolaborasi bersama juga didukung seluruh komponen masyarakat Bali penanganan covid-19 di provinsi Bali betul-betul mudah kita kelola sehingga harapan bapak sekalian bisa terwujud, juga harapan khusus dari bapak presiden kepada bangkitnya Bali,” imbuh Gubernur Koster.

Upaya keras yang dilakukan tersbeut dijelaskan pula oleh jebolan ITB Bandung ini sebagai langkah krusial dalam pembukaan kembali penerbangan internasional serta sejalan dengan upaya membangkitkan pariwisata pasca pandemi.

Menurutnya ada beberapa event penting yang akan digelar di Bali, ada kejuaraan dunia bulutangkis oleh PBSI, ada pula Indonesian Youth Championship U-20 yang dihadiri tim-tim raksasa Eropa, pertemuan pimpinan DPR internasional hingga pelaksanaan pertemuan G20 tahun depan. “ Semoga bapak Panglima tidak bosan-bosannya memberi perhatian kepada Bali aarena itu adalah energi bagi kami semua di Bali,” tutup Gubernur Koster.

Di kesempatan yang sama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bali dan jajaran atas upaya penanganan yang dilaksanakan selama ini terkait dengan pengendalian pandemi” Saya bersama kapolri hampir setiap minggu mendatang provinsi yang masih dianggap tinggi kasusnya.Dan Bali menjadi salah satu provinsi yang sering kami datangi karena Bali jadi menjadi barometer indonesia. Kalau Bali sudah aman dari covid di mata internasional, maka turis dan warga internasional akan segera datang ke Bali,” tukas Panglima TNI.

Panglima pun yakin bahwa Bali dan Indonesia secara umum sudah siap dan mampu mengendalikan covid-19 sekaligus memberikan rasa aman. Dirinya mencontohkan pelaksanaan PON di Papua yang relatif aman dan terkendali.” Setelah PON di Papua akan ada efek domino, karena mata dunia akan terbuka dengan keberhasilan penanganan pandemi di Indonesia,” katanya.

Pemberian penghargaan kepada Gubernur Bali menurut Panglima, didasari oleh makin terkendalinya kasus harian yang sudah turun drastis, begitupun dengan positivity rate dan beberapa indikator lain.

“ Oleh karena itu tidak berlebihan bila penghargaan dari mabes TNI kepada pelaksanaan PPKM mikro di Bali, yang menunjukkan pelaksanaan 3M,3T dan vaksinasi yang sudah melebihi target yang kita tetapkan,” jelas Panglima. “ Bali saya yakin akan segera normal kembali.

Semua berkat kepemimpinan lapangan Gubernur dan jajaran. Merealisasikan apa yang kita targetkan dan inginkan dengan Kolaborasi dan sinergi yang setiap hari kita monitor untuk menekan kasus di Bali,” urai Panglima.

Meski demikian, Panglima TNi mengingatkan kita semua tidak boleh lengah karena segala kemungkinan bisa terjadi bila lengah. “ Pangdam dan juga Kapolda saya instruksikan untuk terus membantu Gubernur agar target perekonomian bisa tumbuh kembali. Kita tetap mendukung apa yang bapak (Gubernur,red) kerjakan,” pungkasnya.

Olah TKP Seorang Remaja Diduga Korban Penganiayaan Akhirnya Digelar

TABANAN – Pantaubali.com – Akhirnya olah TKP seorang remaja diduga menjadi korban penganiayaan berinisial S (23) di daerah Jambe Baleran,Tabanan digelar,Senin,(4/10).Sebelumnya S mengaku bahwa telah dianiaya seorang Pria berinisial M (27) yang menurut keterangan S merupakan mantan pacar yang telah diputusnya 1 tahun lalu.

Dalam olah TKP dilakukan tersebut tim kuasa hukum “S”, I Putu Mega Marantika menyampaikan, dari olah TKP ada 8 adegan diperagakan klien.Sembari Dirinya menyebutkan, jika ada celah perdamaian, tentu semua tergantung dari klien.

“Tentu nantinya tetap tergatung dari apa maunya pihak terlapor kami nantinya,” jelasnya.

Dalam hal ini dilihat situasi terlebih dahulu karena, tetap TIM hukum bekerja sesuai SOP.

“Dalam kaitan dengan hal tersebut tetap nantinya melihat dari penemuan BAP serta apa maunya keluarga terlapor juga,” ucapnya.

Ditemui di waktu dan tempat terpisah Kasat Reskrim Polres Tabanan, Aji Yoga Sekar mengatakan, tetap masih didalami dengan proses penyidikan dengan telah memerikas beberapa saksi-saksi setalah itu akan digelar kembali.

“Ada 5 orang saksi dalam kejadian tersebut telah kami periksa dan masih didalami lebih lanjut,” jelasnya.

Sementara masih berstatus saksi belum ada mengarah sebagai pelaku dalam kejadian tersebut.

“Mengarah belum sebagai pelaku,tetap masih disingronkan keterangan dari saksi-saksi nantinya,” tutupnya.

Dalam keterangan S sebelumnya menyampaikan, M telah diduga melakukan tidakan penganiayaan pada 10 September 2021 dikediaman (Tempat tinggal) S di daerah Jambe Baleran,Tabanan.Setelah menerima penganiayaan yang mengakibatkan selain beberapa bagian tubuh dirasa sakit.S juga merasa mental psikisnya tergangu akibat kejadian tersebut.

Menurut S setelah melakukan tindakan diduga penganiayaan pada tanggal tersebut, Dirinya langsung melapor ke Polres Tabanan dengan melaporkan adanya dugaan tidakan penganiayaan.Akibat hal tersebut S menyebut membuat Dirinya merasakan trauma mendalam.

Canang Sari,Salah Satu Penyumbang Inflasi Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – BI Bali sebut kelompok barang core inflation mencatat inflasi sebesar 0,35% (mtm), terutama disebabkan oleh naiknya harga canang sari itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho di Denpasar.

“Peningkatan harga canang sari seiring dengan meningkatnya frekuensi upacara keagamaan sepanjang September 2021 yang dipercaya sebagai bulan baik bagi masyarakat Bali,” katanya.

Selanjutnya inflasi Provinsi Bali tercatat sebesar 0,10% (mtm), relatif stabil dibanding bulan sebelumnya yang juga mencatatkan inflasi sebesar 0,10% (mtm). Secara spasial, inflasi terjadi di Kota Denpasar sebesar 0,19% (mtm), sementara Kota Singaraja mengalami deflasi sebesar -0,45% (mtm).

Peningkatan tekanan harga terjadi pada kelompok core inflation, sedangkan kelompok administered price dan volatile food tercatat menurun. Secara tahunan, Bali mengalami inflasi sebesar 1,40% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 1,19% (yoy) namun lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang sebesar 1,60% (yoy).

Kemudian ada juga beberapa harga kebutuhan pokok lainnya seperti,pipa dan baju kaos berkerah juga tercatat mengalami peningkatan harga.Secara tahunan, core inflation September 2021 tercatat sebesar 0,78% (yoy), meningkat dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,65% (yoy), terutama terjadi peningkatan komoditas canang sari.

Kelompok barang administered price mencatat deflasi sebesar 0,10% (mtm). Penurunan harga terutama terjadi pada harga angkutan udara seiring dengan minimnya aktivitas penerbangan ke Bali selama periode PPKM di bulan September 2021.

“Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi sebesar 0,08% (yoy), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang tercatat deflasi sebesar 0,12% (yoy), terutama terjadi peningkatan komoditas rokok kretek filter,” ucapnya.

Serta untuk kelompok barang volatile food juga mengalami deflasi sebesar 0,78% (mtm). Penurunan harga terutama terjadi pada komoditas cabai rawit, bawang merah, tomat, dan beras seiring dengan terjaganya pasokan yang didukung oleh panen di berbagai daerah sentra produksi.

Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 5,87% (yoy), meningkat dari bulan sebelumnya yang mencatatkan inflasi sebesar 5,18% (yoy), terutama terjadi peningkatan komoditas daging ayam ras, minyak goreng, daging babi dan ikan tongkol diawetkan.

“Bank Indonesia menilai inflasi Bali sampai dengan akhir tahun cenderung rendah dan stabil. Meskipun demikian, program 4K (Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap terus didorong, terutama melalui digitalisasi UMKM pangan, Kerjasama Antar Daerah, digital farming, dan e-commerce,”tutupnya.

Janji Politik Saat Pandemi Disebut Sulit Dipenuhi Kepala Daerah

BADUNG – Pantaubali.com -Akademisi FISIP Universitas Udayana (Unud) Dr. Ni Made Ras Amanda G, menyebut, janji politik sebelum pandemi dinilai masih sulit dipenuhi sepenuhnya oleh sebagian Kepala Daerah.Apalagi dalam situasi pandemi saat ini.

“Sebelum Pandemi saja masih banyak janji-janji politik tidak dapat dipenuhi para calon terpilih. Dalam hal ini, masyarakat dapat dikatakan telah menyerah. Jangankan tidak dalam kondisi Pandemi, sebelum Pandemi saja banyak janji-jnaji Politik hanya terucap saat kampanye saja,” jelasnya belum lama ini di Badung.

Mungkin masih ada dalam pikiran masyarakat, atau dapat dikatakan tingkat kepercayaan masyarakat saat ini benar-benar menguji Pemerintah.

“Jadi, apa yang tidak dapat dipenuhi sebenarnya merupakan luka lama dari banyak janji-janji apa lagi saat ini (Pandemi) yang juga tidak banyak mampu di jalani. Janji tersebut merupakan kontrak Kepala Daerah kepada Rakyat dan DPRD,” ujarnya.

Terkait hal tersebut dalam kondisi saat ini tentu sangat dibutuhkan komunikasi secara terus-menerus terutama komunikasi humanis diantara Pemerintah daerah, pejabat dengan rakyat. Walaupun menjaga jarak akan tetapi, bukan berarti tidak peduli.

“Sebenarnya kepedulian tersebut sangat dirindukan masyarakat dari para pemimpin daerahnya terhadap keadaan saat ini,” katanya.

Sembari Dirinya menambahkan, mungkin banyak telah memahami bahwa ada isu-isu ada kepala daerah kekayaannya meningkat selama Pandemi. Setidaknya dalam kondisi saat ini sama-sama berjuang.

“Ya, setidaknya ikutlah berempati Pemimpin Daerah kepada rakyatnya mulai mencoba merasakan, mendengar, memahami kesulitan apa dirasa Rakyat saat ini,” tutup Amanda.

Hari Ini, Tabanan Gelar PTM

TABANAN – Pantaubali.com – Kabupaten Tabanan hari ini,Jumat,(1/10) telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan tetap menerapkan prokes dengan ketat,pembatasan jumlah siswa serta dilakukan pergantian pembelajaran siswa perkelas.

Pelaksanaan PTM di SMP Negeri 1 Tabanan misalnya menerapkan pembagian berdasarkan nomor absen ganjil dan genap.Hal tersebut dilakukan agar memudahkan proses tracing atau penelusuran bila dalam pelaksanaan PTM ditemukan ada kasus terkonfirmasi positif pada siswa, itu disampaikan, Kepala SMP Negeri 1 Tabanan I Wayan Widarsa di Tabanan.

“Supaya gampang tracing kalau ada siswa yang bergejala,” katanya.

Siswa bernomor ganjil genap di masing-masing tingkatan, mulai kelas tujuh sampai sembilan, akan mengikuti PTM hari ini.

“Yang nomor absen genap ikut PJJ (pembelajaran jarak jauh) secara daring dari rumah. Tentu dengan jadwal mata pelajaran yang berbeda. Karena tidak mungkin satu guru menerapkan PTM dan PJJ sekaligus,” ujarnya.

Kemudian mulai minggu depan, PTM akan dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan di internal sekolah.Pembagian jadwalnya, siswa dengan nomor absen ganjil akan mengikuti PTM pada Senin dan Selasa. Sedangkan Siswa bernomor absen genap mengikuti PTM pada Kamis dan Jumat.

“Rabu kosong dan dimanfaatkan untuk kegiatan penyemprotan desinfektan. Mereka yang tidak ikut PTM akan mengikuti PJJ dari rumah,” katanya.

Gladibersih sehari sebelumnya juga telah dilakukan, yakni tepatnya pada Kamis lalu (30/9). Seluruh guru maupun tenaga kependidikan di SMP Negeri 1 Tabanan kebetulan sudah memperoleh vaksin dua kali.

Kemudian dalam pelaksanaan PTM, skenarionya disesuaikan dengan petunjuk dari Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan. Pergantian antar sift dalam satu kali PTM dijeda selama 30 menit.

Sirkulasi kedatangan dan kepulangan siswa juga diatur sedemikian rupa. Memanfaatkan situasi sekolah yang ada. Salah satunya dengan memanfaatkan pintu belakang sebagai pintu keluar saat siswa pulang.

“Terus guru sudah stand by di dalam kelas. Begitu siswa masuk kelas langsung belajar. PTM berlangsung selama 90 menit dengan dua mata pelajaran. Satu mata pelajaran masing-masing 45 menit,” ucapnya.

Dengan pola diterapkan di internal sekolahnya, rata-rata satu kelas dalam satu kali PTM terisi maksimal 20 siswa. Pola ini relatif bisa diterapkan di SMP Negeri 1 Tabanan yang jumlah keseluruhan siswanya sebanyak 1.279 orang dan terbagi ke dalam sebelas kelas.

“Satu kelas maksimal 40 orang siswa. Jadi separonya maksimal 20 orang. Malah kebanyakan kalau dibagi rata-rata 18 sampai 19 siswa,” pungkasnya.

Menerima Malpraktik Penanganan Covid-19, Publik Diharapkan Melapor

DENPASAR – Pantaubali.com – Ombudsman RI Perwakilan Bali berharap kepada publik atau masyarakat yang merasa menerima malpraktik selama penanganan Covid-19 dapat melaporkan ke Ombudsman.Adanya laporan tersebut setidaknya dapat diteruskan nantinya ke instansi terkait, atau minimal segera mungkin dapat dicarikan solusi.

Jika publiknmerasa hal tersebut merupakan malpraktik yang menyebabkan kerugian,lebih baik melapor agar Ombudsman mengetahui apa masalah dan seperti apa solusi perlu diperbaiki nantinya.

“Hal tersebut sangat kita harapkan agar publik lebih terbuka jika seandainya memang ada yang sampai mengalami perlakukan tidak baik dalam menerima pelayanan kesehatan,” jelas Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab ditemui belum lama ini di Denpasar.

Apabila dalam pelaporan yang dilayangkan, publik berkeinginan identitas dirahasiakan tentu akan dilakukan. Namun, kat dia, hal tersebut sebenarnya tidak perlu dilakukan karena termasuk masalah krusial.

“Jika merahasiakan identitas, penyelesaiannya tentu menjadi kurang baik,” sebutnya.

Sembari Umar menambahkan, sepanjang pandemi hingga saat ini laporan terkait malpraktik memang belum diterima Ombudsman RI Perwakilan Bali.

“Untuk saat ini pelaporan-pelaporan terkait malpraktik memang belum ada kami terima,” tutupnya.