- Advertisement -
Beranda blog Halaman 808

Tim Satgas PPKM Darurat Level III, Melaksanakan Pemantauan PTM dan Yustisi Gabungan Menyasar Sekolah

TABANAN – Pantaubali.com -Dalam rangka melakukan pemantauan dan pendisiplinan Prokes diruang Publik, pendisiplinan dalam penerapan PPKM Darurat Level 3 pada tempat tertentu yang berpotensi terjadinya kerumunan dan ketidak patuhan dalam menerapkan Prokes 3 M.

Polres Tabanan melaksanakan Operasi Yustisi gabungan bersinergi dengan Instansi terkait, melibatkan beberapa personel, Polres Tabanan menurunkan 5 orang anggota Satgas KRYD,Kodim 1619 Tabanan menurunkan 5 orang,Sat Pol PP 12 orang,Dishub Tabanan 5 orang BPBD 3 personil,.

Dalam kegiatan tersebut tetap mendasari, Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4,Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali,SE Gubernur Bali No. 13 thn 2021 ttg Perpanjangan PPKM Level 4 Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali dan SE Bupati Tabanan Nomor : 517/13/BPBD tentang PPKM Level 4 Corona Virus Disease 2019 Dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Tabanan.

“Untuk memaksimalkan kegiatan Operasi, pelaksanaan kegiatan dikelompokkan menjadi dua kelompok dan masing-masing kelopok menyasar beberapa tempat strategis berbeda yang berpotensi terjadinya kerumunan,” itu disampaikan,Kasubbagdalops Polres Tabanan IPTU I Nengah Widia, Selasa,(12/10) di Tabanan.

Untuk kelompok I melakukan pemantauan dan pendisiplin PROKES di wilayah Kecamatan Tabanan, menyasar PTM ( Pembelajaran Tatap Muka ) di beberapa sekolah diantaranya,SD N 4 Gubug,SMP N 5 Tabanan,SD N 1 Bongan,SD N 3 Bongan.

Sedangkan kelompok II melakukan hal yang sama dengan sasaran wilayah Kecamatan Kerambitan menyasar beberapa lokasi diantaranya menyasar, SMP N 1 Kerambitan,SMA N 1 Kerambitan dan SMP N 2 Kerambitan,Tabanan.

“Pantauan dilapangan, secara umum penerapan Prokes dimasing-masing sekolah sudah sesuai Prokes 3 M, namun demikain Petugas tetap mengingatkan, menyarankan dan mengarahkan utama kepada para Guru pengajar, agar penerapan Prokes selama PTM berlangsung diawasi dengan ketat, sedini mungkin agar mencegah terjadinya kerumunan, juga awasi penggunaan Masker dan pastikan pemakaian Masker dengan tepat dan benar,” paparnya.

Sembari Dirinya menambahkan,selama kegiatan Yustisi berlangsung Nihil dilakukan penindakan,secara umum situasi aman kondusif.

Giat Sosial Dan Ride Bersama ” Rider 2 Tak Tabanan “

 

TABANAN – Pantaubali.com – Ratusan pencinta Motor 2 Tak yang tergabung dalam Komunitas “ Rider 2 Tak Tabanan “ Melaksanakan Giat Gharity Ride Peduli Satwa di Obyek Wisata Alas Kedaton,Minggu ( 10/10/2021 ), Di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Di awali dengan acara persembahyangan Bersama,untuk memohon Restu acara bhakti social ini,Ratusan anggota Rider 2 tak Tabanan sejak pukul 13.00 wita siang sudah berkumpul di area Obyek wisata Alas Kedaton. Pakan Satwa Kera yang nanti akan di bagikan berasal dari hasil pengumpulan pakan dari setiap komunitas yang tergabung dalam Komunitas Rider 2 Tak Tabanan.

Rider 2 Tak Tabanan Berbagi Pakan Kera di DTW Alas Kedaton

Salah Satu Panitia dari Komunitas Rider 2 Tak Tabanan, I Putu Purnama Agriawan mengatakan Kegiatan Bhakti Sosial Peduli Satwa ini di laksanakan sebagai bentuk kepedulian komunitas Rider 2 Tak terhadap Satwa Khususnya Kera yang ada di Obyek Wisata Alas Kedaton, yang juga Tedampak Masa Pandemi saat ini.

Selain itu Kepala Desa Kukuh I Made Sugianta, Menyambut Baik acara hobi yang di isi dengan acara sambil berbagi Pakan Kera Di Alas Kedaton ini, dirinya juga sangat Salut dengan Gerakan social Rider 2 Tak Tabanan yang punya Misi social saat menyalurkan Hobi, Punya semangat berbagi di tengah Pandemi. Apalagi sejak pandemi Covid 19 Obyek wisata Alas Kedaton Nihil Pengunjung, sehingga sangat perlu sekali sumbangsih donator untuk pakan kera agar tidak kelaparan. Secara tidak langsung dalam kegiatan ini para rider sudah  turut serta membantu mempromosikan Obyek Wisata Alas Kedaton Kepada Masyarakat Umum.

Acara peduli satwa yang di laksanakan Ratusan Anggota Rider 2 Tak Tabanan ini, juga di hadiri oleh Bendesa Adat Bersama Tokoh Masyarakat dan juga Kepala Desa Kukuh, yang saat itu memberi respon Positif atas kepedulian Komunitas Rider 2 Tak Tabanan, kepada Kera di obyek wisata alas kedaton.

Acara Perdana yang di lakukan oleh Rider 2 Tak Tabanan ini tidak hanya di isi dengan kegiatan social Peduli Satwa saja, karena acara berikutnya, Ratusan anggota pecinta Motor 2 Tak ini, melanjutkan Ride Bersama Ke satu area di kawasan Tanah Lot, dengan acara Ramah Tamah antar Internal Komunitas Rider 2 Tak Tabanan, yang terdiri dari 32 Komunitas Pecinta Motor 2 Tak sekabupaten Tabanan.

Sedikit tentang terlahirnya komunitas 2 Tak Tabanan ini, Bertujuan untuk menjalin rasa persaudaraan atar sesama Penghobi Motor khususnya jenis 2 Tak, dengan harapan kebersamaan ini bisa terjalin,abadi selain itu Prinsif Dasar dari Komunitas ini adalah menciptakan Solideritas Persaudaraan dan senantiasa Tertib Berlalu Lintas sehingga menghilangkan pandangan negative terhadap pengguna motor 2 Tak selama ini.

Geliatkan Pertanian, Sistem Perlu Dialihkan ke Digital Farming

BULELENG – Pantaubali.com – Selain sektor Pariwisata sektor pertanian disebut masih pontensial dikembangkan di Bali hal tersebut disampaikan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Rizky Ernadi Wimanda belum lama di Buleleng.Akan tetapi, menurut Dirinya sistem pengolahan lahan perlu dialihkan dari sistem pertanian tradisional ke sistem Digital Farming atau menuju ke Smart Digital.

Hal tersebut penting dilakukan agar dalam pengolahan lahan lebih efektif, efisien, biaya rendah serta akan mampu menghasilkan hasil lebih maksimal lagi. Dirinya mencontohkan di Kabupaten Buleleng misalnya, ada salah satu petani muda telah mulai menerapkan Digital Farming dalam pengolahan lahan pertaniannya.

Dengan luas lahan 10 are, dirinya telah mampu menanam penuh areal pertanian miliknya dengan menerapkan salah satu sistem penyiraman sprinkler yang telah mampu dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi.

“Dengan sistem teknologi pertanian tersebut setidaknya akan mampu mempermudah dalam pengolahan lahan dan tidak harus datang ke lahan pertanian atau dapat dikontrol dengan jarak jauh melalui aplikasi tersebut. Jadi, lebih efektif, efesien, biaya rendah serta akan mampu meningkatkan hasil panen lebih banyak lagi,” bebernya.

Jika dilihat daerah di Bali masih banyak memiliki lahan-lahan kosong belum dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah daerah dalam kaitan dengan hal tersebut harus lebih fokus serta mampu memperbanyak anggaran ke sektor pertanian.

“Jika dilihat selama ini sebagian anggaran di sektor pertanian porsinya lebih rendah dibandingkan dengan angaran ke sektor-sektor lainnya,” tutupnya.

Bupati Tabanan Harapkan TKSK Aktif Mengawal Pembangunan Kesejahteraan Sosial

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua K3S Tabanan, Sekda dan OPD terkait, menghadiri pelaksanaan HUT Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) ke-12 Provinsi Bali yang dipusatkan di Kabupaten Tabanan, Senin, (11/10) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan di wantilan Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti, ziarah atau tabur bunga di makam pahlawan, penanaman pohon, donor darah, pemberian sembako dan pemberian KTP bagi penyandang disabilitas di Tabanan.

Kegiatan sosial dengan mengusung tema ‘TKSK hadir untuk Negeri’ ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Kepala Dinas Sosial P3A Kabupaten Tabanan, Camat Marga dan unsur Muspika Kecamatan Marga, Bendesa Adat Kelaci, Koordinator TKSK se-Bali, unsur PKH, Pensosmas, Tagana, PSM Kabupaten Tabanan dan perwakilan Karang Taruna se-Kabupaten Tabanan. Mengingat masih dalam kondisi pandemi, kegiatan dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi sinergi TKSK di Kecamatan, dimana pembentukan dan penugasan TKSK yang bertujuan unntuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial di tingkat kecamatan. Mewujudkan koordinasi, integrasi dan sinkronisasi program kegiatan penyelenggaraan kesejahteraan sosial serta terjalinnya kerjasama dan sinergi antara program penyelenggaraan sosial serta program-program pembangunan lainnya di tingkat kecamatan.

Selaku Kepala Daerah, Ia berharap TKSK di tingkat Kecamatan yang berjumlah 1 orang dalam tugasnya bersinergi dengan pilar-pilar sosial lainnya seperti PSM, Karang Taruna, Tagana, Pensosmas, PKH, LKS/Yayasan dan Dunia Usaha. Sehingga dalam tugasnya TKSK berperan aktif mengawal program pembangunan kesejahteraan sosial, baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Kabupaten dan Kecamatan, serta mendukung visi Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dan dapat terwujudnya visi misi Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM).

“Pada kesempatan ini Saya memberikan apresiasi kepada seluruh anggota TKSK yang sudah mendarmabaktikan tenaganya, khususnya ikut menanggulangi masalah-masalah sosial yang ada di Kabupaten Tabanan. Kegiatan yang dilaksanakan sangat menyentuh, seperti donor darah, penanaman pohon di seputaran Candi Margarana, bahkan bekerjasama dengan K3S Tabanan untuk memberikan sembako dan KTP bagi penyandang disabilitas di Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Menurutnya juga, tidak salah jika tema perayaan HUT TKSK ke-12 tahun ini ‘TKSK Hadir untuk Negeri’. “Negeri harus kita bangun untuk menjawab pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa di Candi Margara ini. Semoga semangat para pahlawan kita senantiasa bersemayam di lubuk hati generasi penerus bangsa ini, untuk melanjutkan cita-cita dan perjuangan mereka. Selamat melaksanakan HUT TKSK ke-12, semoga TKSK selalu hadir untuk mengatasi masalah-masalah sosial di masyarakat,” tegas Bupati Sanjaya. (Rilis)

Dukung Peningkatan Hasil Pertanian, Pemprov Bali Serahkan Bantuan Alat dan Mesin Pra Panen

DENPASAR – Pantaubali.com – Bidang pertanian menjadi salah satu bidang prioritas dari kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster melalui visi pembangunan Provinsi Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Guna mendukung peningkatan hasil pertanian, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Senin (11/10) siang menyalurkan bantuan berupa Alat dan Mesin Pertanian Pra Panen yang bersumber dari dana APBN Tahun Anggaran 2021.

Bantuan tersebut diserahkan Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada kepada 10 kelompok tani/subak di Bali.

5 (Lima) kelompok tani/subak menerima bantuan Traktor Roda 2 yakni Subak Uma Panji Baktiseraga (Buleleng), Kelompok Tani Mentik Sari Mekar Tamblang (Buleleng), Kelompok Tani Mekar Sari Rahayu Bengkala (Buleleng), KUB Petani Porang “Maju Bersama” Mundeh Kauh (Tabanan), Subak Akah (Klungkung).

Sementara 5 (Lima) kelompok tani/subak lainnya menerima bantuan pompa air yakni Subak Penyaringan, Subak Pemangket Awen Barat, Subak Pangkung Buluh, Subak Kedua dan Subak Tegal Badeng yang seluruhnya berada di Kabupaten Jembrana.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Sunada dalam sambutannya menyampaikan penyerahan alat bantu pertanian ini diharapkan dapat memacu semangat para petani.

“Kami harap bantuan ini memberikan motivasi kepada petani agar lebih semangat lagi. Karena kami bantu dengan traktor roda dua dan pompa air,” ujarnya didampingi Kabid Prasarana, Sarana dan Penyuluhan, Ketut Karya Utama.

Ditambahkan Sunada, dengan bantuan ini petani bisa lebih mudah dalam meningkatkan hasil pertanian.

“Tidak ada lagi alasan tidak ada air, sehingga dengan bantuan ini mereka bisa mengolah tanah,” terangnya.

Sunada pada kesempatan ini juga berpesan kepada para penerima bantuan agar merawat alat dan mesin yang di berikan sehingga bisa bertahan lama.

“Alat ini tidak boleh dijual,” tegasnya.

Sementara itu, Kelian Subak Penyaringan, Medoyo Jembrana, I Gede Sumarwen menyampaikan terima kasih atas bantuan pompa air tersebut. Menurutnya, bantuan ini sangat dia tunggu. Karena dua tahun lalu, air yang mengaliri sawah di subaknya yang seluas 31 hektar terputus akibat banjir.

“Air di subak kami terputus. Pompa ini akan kami pasang di sumber sisa air subak lainnya. Subak kami ada di paling belakang,” pungksanya.

Warga Duda, Meregang Nyawa di Atas Pohon Kelapa

KARANGASEM- Pantaubali.com – Seorang warga dari Dusun Tukad Subuh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem berinisial INS (48) asal di evakuasi Tim SAR Gabungan di atas pohon kelapa beberapa hari lalu (Jumat, (8/10) siang sekira pukul 12.00 Wita.

Menurut informasi di peroleh dari Koordinator Pos SAR Karangasem I Gst Ngurah Eka Wiadnyana, bahwa sebelumnya korban memanjat pohon kelapa sekitar pukul 08.00 Wita, namun setelah memanjat hampir satu jam lamanya korban tak juga kunjung turun, melihat hal tersebut istri korban, Ni Wayan Ranis kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keluarga.

“Istri korban menghubungi Pos SAR Karangasem, untuk meminta bantuan” terang Ngurah Eka.

Disisi lain Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) membenarkan kajadian tersebut dan telah mengerahkan Tim Rescue dan juga peralatan menuju Lokasi Kejadian.

“Kami telah mengerahkan personel untuk melakukan evakuasi terhadap korban, pertama kali keponakan korban naik untuk mengikatkan tali kemudian Tim Rescue naik menggunakan ascend Mechanical System, setelah itu korban diturunkan dengan cara menggunakan system Lowering.Sebelumnya kami mengira korban hanya pingsan namun setelah diperiksa oleh Tim Medis dari Puskesmas Desa Selat korban dinyatakan meninggal dunia” paparnya.

Beberapa unsur SAR Gabungan terut membantu dalam pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan diantaranya Basarnas Pos SAR Karangasem, BPBD Kabupaten Karangasem, Damkar Kabupaten Karangasem, PMI Karangasem, Puskesmas Desa Selat, Babinkamtibmas Desa Selat, Babinsa Desa Selat, keluarga korban serta masyarakat setempat.

“Atas permintaan keluarga saat ini korban telah dibawa menuju rumah duka,” tutupnya.

Ngantor di Desa Tegalmengkeb, Bupati Tabanan Serahkan SK Desa Wisata

TABANAN – Pantaubali.com- Serahkan SK Desa Wisata, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M Selaku Bupati Tabanan, secara berkelanjutan melakukan program rutinnya berkantor di Desa Tegalmengkeb, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Sabtu (9/10).

Memenuhi komitmen untuk lebih dekat dengan masyarakat Tabanan, kali ini Bupati Sanjaya bekerja langsung dari kantor desa Tegalmengkeb, sekaligus memberikan bantuan sembako sebanyak 100 paket kepada masyarakat desa yang kurang mampu dan terdampak Covid-19, serta beragam kegiatan desa utamanya adalah memberikan dan meresmikan SK Desa Wisata, hingga membahas program skala Kabupaten di Desa Tegalmengkeb, Seltim, Tabanan. Bupati Sanjaya didampingi langsung oleh Sekda, Asisten 2, Anggota DPRD, Kadis Pariwisata, Perbekel Desa Tegalmengkeb dan OPD terkait.

Kegiatan ngantor di Desa ini mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat Desa Tegalmengkeb. Kedatangan Bupati Sanjaya diterima langsung oleh Perbekel, Bendesa Adat, tokoh masyarakat dan beberapa masyarakat Desa Tegalmengkeb. Nampak juga hadir saat itu Camat Seltim, kepala desa dan unsur Muspika Kecamatan Seltim. Merespon antusias warga, Bupati Sanjaya mengucapkan terimakasih atas sambutan yang luar biasa tersebut.

Konsep desa wisata Tegalmengkeb dibentuk dengan pariwisata kerakyatan. Dengan wisata utama pantai plecung dan kerajinan khas yang menjadi kegemaran para wisatawan. Apresiasi luar biasa diberikan Bupati Sanjaya, baginya, suatu gagasan terbentuknya desa wisata di tengah pandemic Covid-19 yang masih melanda, merupakan hal yang menjadi terobosan dan patut menjadi contoh bagi desa lainnya di Tabanan.

Desa Wisata Tegalmengkeb juga dibangun Berlandaskan Tri Hita Karana, bagaimana masyarakat harus memiliki hubungan yang baik dengan Tuhan, begitu juga hubungan yang harmonis antar masyarakat dan hubungan yang baik dengan alam lingkungan.

“Ketika alam lingkungan ini bisa dijaga oleh masyarakat, saya yakin desa Tegalmengkeb akan menjadi desa yang maju ke depan. Disamping desa ini juga memiliki potensi dan semangat juang masyarakat yang sangat luar biasa, dengan pantai Klecung yang menghasilkan panorama untuk pariwisata, perikanan untuk ekonomi dan perdagangan, lengkap sekali” ujar Sanjaya dalam sambutannya.

Rasa bangga disampaikan Sanjaya kepada seluruh pihak yang membantu terbentuknya Desa Wisata ini, sebagai perwujudan desa yang mandiri, di mana seluruh pembangunan yang dirancang, dibangun, dikelola oleh masyarakat hasilnya nanti akan kembali untuk masyarakat.

“Tabanan ini memilki karakteristik masyarakat yang etos kerja dan gotong royongnya luar biasa. Kami di Tabanan sudah berkomitmen bagaimana kami membangun Tabanan bukan pariwisata yang sifatnya glamor, tapi pariwisata yang dibangun oleh masyarakatnya itu sendiri dan mandiri. Semua pembangunan yang dilakukan masarakat akan mampu memberikan manfaat kembali pada masyarakat. Dari kita oleh kita untuk kita,” pungkasnya.

Gubernur Koster : Perseroan Perorangan Akan Sangat Membantu Pelaku UMKM Kembangkan Usahanya

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI Yasonna H Laoly secara bersama – sama resmi meluncurkan aplikasi Perseroan Perorangan untuk pertama kalinya oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI di The Westin Resort, Nusa Dua, Badung, Jumat (8/10).

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas launcing aplikasi yang bertujuan untuk memudahkan pelaku usaha mikro dan kecil dalam melakukan pendaftaran badan hukum perseroan terbatas yang pendirinya cukup satu orang, melakukan perubahan, dan menyampaikan laporan keuangan.

“Aplikasi yang sangat luar biasa, akan sangat membantu pengembangan usaha para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang jumlahnya sangat banyak di Bali. Kemenkumham telah menjadi penyelamat si kecil (red: UMKM), yang selama ini menjadi penunjang sektor pariwisata, dan saat pandemi paling terdampak.

Tak hanya didominasi oleh para pelaku UMKM yang memulai dari awal terbentuk, saat ini sebagai imbas terjadinya pandemi pelaku UMKM pun diisi oleh para pelaku pariwisata telah beralih profesi menjadi pelaku UMKM. Sehingga kegiatan ini menurut Gubernur Wayan Koster sangat relevan dengan kondisi perekonomian Bali saat ini, dimana salah satu upaya untuk menumbuhkan kembali ekonomi Bali adalah melalui pengembangan sektor UMKM.

“Selama pendemi berlangsung di Bali terjadi pertumbuhan jumlah pelaku UMKM sekitar 25,9%. Hal tersebut tentunya menjadi potensi sekaligus tantangan di dalam pengembangan perekonomian berbasis UMKM, ” Ujarnya sembari mengungkapkan upaya – upaya yang telah dilaksanakan Pemprov Bali dalam memajukam perkembangan UMKM Bali.

“Dalam tataran implementasi kami telah mengeluarkan berbagai Peraturan Gubernur antara lain Peraturan Gubernur Bali 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Bahkan secara khusus kami telah mengatur tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali yang salah satunya Arak Bali. Selain itu guna mendukung produk lokal Bali kami juga tengah giat-giatnya mempromosikan kain tenun tradisonal Bali yaitu endek Bali, yang diimbangi dengan penerbitan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penggunaan Kain Tenun Endek Bali / Kain Tenun Tradisional Bali,” imbuhnya.

Sementara itu Menkumham RI Yasonna H Laoly menyebutkan bahwa pemerintah berupaya keras untuk menahan dampak pandemi Covid-19 yang telah menimbulkan dampak yang dirasakan oleh seluruh sektor dan menyebabkan economic setbacks dengan menerbitkan sejumlah kebijakan, salah satunya program khusus bagi UMKM berupa subsidi bunga kredit perbankan, penyaluran bantuan modal dan pembiayaan investasi, insentif pajak, hingga penyaluran bantuan presiden.

“Sebagai bagian dari pemerintah, Kementerian Hukum dan HAM turut berupaya membantu sektor usaha, khususnya UMK, melalui hadirnya bentuk badan hukum baru, yaitu perseroan perorangan yang merupakan sebuah terobosan dan yang pertama di dunia,” ujar Yasonna.

Yasonna yang didampingi Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum, Cahyo R. Muzhar, lebih jauh menyatakan Melalui berbagai kemudahan yang diberikan dalam pendirian badan hukum perseroan perorangan, pelaku UMK dan generasi milenial diharapkan dapat mengubah mindset dan lebih percaya diri untuk menjadi pelaku usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja yang lebih banyak untuk membantu pemulihan perekonomian nasional setelah terkena dampak pandemi covid-19.

“Di samping itu, pemerintah juga terus melakukan pembahasan perubahan terhadap Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang kepailitan dan PKPU yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sebagai salah satu komitmen pemerintah terkait dengan development policy loan tahap ke-3 dari bank dunia,” pungkasanya.

Sekda Dewa Indra Pantau Simulasi Kedatangan Wisman di Bandara Ngurah Rai

 

 

BADUNG – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah yang juga selaku Ketua Harian Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra memantau pelaksanaan simulasi penerimaan penumpang dari luar negeri yang berlangsung di terminal kedatangan internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (9/10/2021). Simulasi ini sebagai bagian dari persiapan pembukaan Bali untuk wisatawan manca negara mulai tanggal 14 Oktober 2021 mendatang

Simulasi melibatkan 90 peserta yang merupakan komunitas bandara, terdiri dari 88 dewasa dan 2 anak-anak. Para penumpang disimulasikan datang dari Bandara Incheon Korea Selatan. Mereka memperagakan seluruh prosedur yang telah ditetapkan menjadi SOP kedatangan penumpang dari luar negeri di Bandara Ngurah Rai. Begitu mendarat dan tiba di terminal kedatangan, para penumpang harus melewati prosedur pengecekan suhu tubuh melalui thermo scanner yang diantau petugas. Penumpang dengan suhu badan 38 derajat celcius atau lebih rendah, dapat melanjutkan proses selanjutnya. Sedangkan mereka yang suhu badannya di atas 38 derajat celcius, diarahkan menuju ruang pemeriksaan lanjutan. Apabila hasil observasi menunjukkan sehat, maka penumpang tersebut dapat melanjutkan proses berikutnya. Sebaliknya, jika hasil observasi menunjukkan yang bersangkutan tidak sehat, akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat penanganan lebih lanjut. Tahap berikutnya adalah konter registrasi, dimana para penumpang akan dilayani oleh petugas dari Satgas Covid-19. Mereka melakukan input data dan petugas melakukan kontrol data serta print barcode. Lanjut pada proses berikutnya, penumpang harus melewati pemeriksaan dokumen kesehatan dan hotel karantina yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dengan melakukan barcode tapping.

Tahap berikutnya adalah pengambilan sample RT-PCR penumpang, di mana pihak pengelola bandara telah menyiapkan 20 bilik tes. Setelahnya, penumpang diarahkan ke konter imigrasi untuk pemeriksaan dokumen keimigrasian. Lanjut ke pengambilan bagasi milik penumpang di conveyor belt dan pemindaian barcode electronic customs declaration oleh petugas bea cukai. Pihak bandara juga menyediakan ruang tunggu bagi penumpang selama menunggu hasil RT-PCR. Di ruang tunggu ini juga akan dilakukan pendataan oleh pihak hotel karantina yang diperkirakan membutuhkan waktu 60 menit.

Sekda Dewa Indra yang ditemui awak media usai melakukan pemantauan, menyambut baik kegiatan simulasi yang digelar pihak pengelola bandara. Ia berpendapat, simulasi menjadi bagian yang sangat penting untuk menguji SOP yang telah dirancang dengan sangat baik di atas kertas. “Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah, di mana mulai tanggal 14 Oktober mendatang Bandara Ngurah Rai dibuka untuk penerbangan internasional, khususnya wisatawan manca negara,” ujarnya. Ditambahkan olehnya, setelah kebijakan itu diumumkan, seluruh stakeholder bertanggung jawab memastikan SOP bisa dilaksanakan dengan baik di lapangan.

“SOP ini harus mampu mengendalikan arus kedatangan penumpang dari baru datang, pengambilan sampel RT-PCR, proses pemeriksaan imigrasi dan bea cukai hingga holding area dan diantarkan ke tempat menginap sementara atau rumah sakit bagi yang hasil RT-PCR positif Covid-19. Dokumennya sudah kita buat, hari ini disimulasikan agar nanti pada pelaksanaannya berjalan lancar,” urainya.

Masih dalam keterangannya, Dewa Indra juga berharap SOP dilaksanakan dengan baik agar dua tujuan bisa tercapai yaitu recovery perekonomian Bali dan Covid-19 di Bali tetap terkendali. “Pintu Bali untuk wisatawan dibuka, tapi kasus Covid-19 tak boleh naik. Itu yang harus menjadi konsen semua pihak. Oleh sebab itu, SOP ini harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tambahnya sembari berharap pembukaan Bali dengan SOPnya mendapat respon yang baik dari wisatawan manca negara yang sudah rindu berkunjung ke Bali.

Sementara itu, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI Novie Riyanto menyampaikan, pihaknya akan melaksanakan pengaturan sangat detail sehingga SOP di terminal kedatangan internasional Bandara Ngurah Rai bisa terlaksana dengan baik. “Kita akan atur sangat detail, termasuk pengaturan jam landing. Dalam proses pelaksanaannya nanti, kita terus pantau, berapa lama waktu riil yang dihabiskan untuk tahapan-tahapan mengacu pada SOP,” tuturnya. Menurutnya hal ini penting untuk diperhatikan untuk mencegah terjadinya kekacauan dan hal-hal yang tak diinginkan. “Intinya kita ingin wisatawan merasa nyaman dalam proses filtering,” pungkasnya.

Harapan senada juga diutarakan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Raden Kurleni Ukar. Ia mohon dukungan dari seluruh stakeholder agar recovery pariwisata bisa berjalan dengan pengendalian kasus Covid-19.

Danlanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb Reza R.R. Sastranegara menyatakan kesiapan jajarannya untuk mendukung penerapan SOP kedatangan wisatawan manca negara di Bandara Ngurah Rai. Ia berkeyakinan, semua pihak punya harapan agar semua berjalan lancar, aman dan selamat.

Terkait dengan kesiapan Bandara Ngurah Rai membuka terminal internasional, Direktur Operasi PT Angkasa Pura I Wendo Asrul Rose menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali melaksanakan uji coba. “Kami selaku pihak pengelola siap dengan pembukaan penerbangan internasional. Komunitas bandara dan berbagai pihak sangat antusias menyambut momen ini dan berbagai skenario sudah kita coba,” ucapnya. Menurutnya kunci keberhasilan dari pelaksanaan SOP di lapangan yang sesungguhnya adalah konsistensi dan koordinasi.

Simulasi SOP kedatangan penumpang di terminal kedatangan internasional juga menghadirkan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar Jefri Hasurungan Sitorus, pejabat dari imigrasi, bea cukai dan unsur TNI/Polri. Sementara dari jajaran pengelola bandara nampak hadir General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Herry A.Y. Sikado. Kegiatan simulasi dihadiri pula oleh sejumlah pimpinan OPD Pemprov Bali yaitu Kalaksa BPBD Bali I Made Rentin, Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana, Kadis Pariwisata I Putu Astawa dan Kasatpol PP I Dewa Nyoman Rai Dharmadi.

Penerbangan Internasional Dibuka, Presiden Pastikan Kesiapan Seluruh Aspek di Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Pemerintah telah memutuskan akan membuka penerbangan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, pada 14 Oktober 2021. Pembukaan penerbangan internasional ini merupakan bagian dari upaya membuka kembali aktivitas ekonomi Bali.

Pembukaan aktivitas ekonomi Bali ini sangatlah penting mengingat sumber utama penghasilan masyarakat berasal dari sektor pariwisata. Oleh karenanya, menjelang 14 Oktober 2021 ini, Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk mempersiapkannya dengan baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo ketika memberikan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Bali di Kantor Gubernur Bali, Kota Denpasar, pada Jumat siang, 8 Oktober 2021.

“Kita harus siapkan secara detail infrastruktur, sehingga wisatawan datang, tetapi Covid-nya tetap terkendali,” ujar Presiden.

Presiden juga minta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menunjukkan kesiapannya. “Kita tunjukkan bahwa kita mampu mengelola, mampu mengendalikan dengan manajemen yang ada di lapangan,” imbuhnya.

Pada masa pandemi ini, wisatawan yang datang ke Bali sangat menurun jumlahnya. Tercatat, jumlah wisatawan asing menurun hingga 97 persen, jumlah wisatawan nusantara menurun 27 persen, dan tingkat hunian kamar hotel di bawah 20 persen.

Selain itu, Presiden meminta agar pengalaman-pengalaman negara lain dalam menghadapi Covid turut dipelajari, termasuk pentingnya disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Disiplin protokol kesehatan itu sangat menekan angka penyebaran Covid,” kata Presiden.

Dari pengalaman beberapa negara, vaksinasi merupakan hal penting yang harus dijalankan. Di beberapa negara, saat kasus aktifnya sudah mulai menurun dan aktivitas ekonomi dibuka tapi tidak diimbangi dengan kecepatan vaksinasi, telah mengakibatkan kasus melonjak yang diiringi kenaikan angka kematian.

Tapi sebaliknya, di negara yang tingkat vaksinasinya tinggi, ketika aktivitas ekonomi dibuka, angka kasus kematiannya masih tetap rendah.

“Jadi artinya apa? Vaksinasi itu sangat menentukan,” ucap Presiden.

Per 8 Oktober 2021, vaksinasi di Provinsi Bali sendiri telah mencapai 98 persen untuk dosis pertama dan lebih dari 80 persen untuk dosis kedua. Meski demikian, Kepala Negara meminta Pangdam dan Kapolda setempat untuk terus mendorong angka vaksinasi di beberapa wilayah meningkat sebelum tanggal 14 Oktober.

“Kita harapkan nantinya setelah tanggal 14 itu dibuka yang paling penting itu _testing_ dan _tracing_-nya betul-betul dikerjakan secara maksimal. Terutama yang merah-merah itu agar diperbaiki, misalnya testing rerata mingguan di Bangli 57 persen, di Karangasem 34 persen, dinaikkan,” jelasnya.

“Tracing-nya juga sama, yang masih merah merah agar dinaikkan. Ini menurut saya hanya sentuhan kecil-kecil, tapi memang perlu dilakukan kalau kita sudah buka,” sambungnya.

Melihat situasi tersebut, Presiden optimistis dan berani untuk memutuskan pembukaan penerbangan internasional ke Bali.

“Nanti secara teknis akan disampaikan oleh Pak Gubernur dan dari Pak Menko. Tapi intinya, kita harus menyiapkan infrastrukturnya, infrastruktur kesehatannya, dan tanggal 14 (Oktober) itu betul-betul dibuka itu siap betul. Kalau dari sisi vaksinasi sudah enggak ada masalah,” tandasnya.(Rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)