- Advertisement -
Beranda blog Halaman 807

Komisi I DPRD Tabanan Gelar Raker Follow Up UU Cipta Kerja

 

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam Rangka Pembahasan Peraturan Daerah yang Terdampak dari Undang-Undang Cipta Kerja (Jumat,(15/10) maka, Rapat Kerja digelar Komisi I DPRD Tabanan dengan Asisten I, Kepala Dinas PUPRPKP, Kepala Dinas PMPTSP, Kepala Bagian Hukum & HAM beserta Kelompok Ahli Bupati Bagian Hukum.

Pasca diterbitkannya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja telah juga ditindak lanjuti dengan penerbitan regulasi turunan (Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden, Peraturan Menteri) yang mengatur subtansi setiap klasternya. Dalam kaitannya dengan penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, DPMPTSP Kabupaten Tabanan telah melakukan identifikasi terhadap regulasi-regulasi terdampak dimaksud khususnya terkait pelayanan perizinan dan non perizinan, itu disampaikan, Ketua Komisi I DPRD Tabanan, Putu Eka Putra Nurcahyadi.

“Namun perlu diperhatikan bahwasanya sebagian besar tanggung jawab tersebut berada pada perangkat daerah teknis terkait, dimana tindak lanjutnya masih berproses. Disisi lain belum selesainya penyesuaian regulasi di daerah sesuai yang diamanatkan dalam peraturan diatasnya sebagian berdampak pada proses pelayanan yang terhenti sementara karena perubahan nomenklatur layanan. Untuk itu, diperlukan dorongan dan pemahaman terhadap tanggung jawab pada masing-masing perangkat daerah teknis terkait,” jelasnya.

Disisi lain, kekosongan pelayanan tidak boleh berlangsung terlalu lama mengingat kebutuhan masyarakat akan pelayanan publik seharusnya tidak dapat terhenti, sehingga perlu dilakukan gerak cepat dan penegasan terhadap tindak lanjut tugas dan tanggung jawab perangkat daerah yang terkait sehingga percepatan penyesuaian regulasi terdampak dapat diselesaikan.Sementara itu, pihaknya juga mendorong Dinas PUPRPKP untuk gerak cepat membahas RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah).

“Karena dalam UU Cipta Kerja tersebut sudah terbit 47 PP, dari jumlah itu sebanyak 19 PP berkaitan dengan Tabanan, ” pungkasnya.

Bupati Tabanan Dukung Penuh Program Desa Kerthi Bali Sejahtera Pemprov Bali

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka mewujudkan Program Desa Kerthi Bali Sejahtera yang dicanangkan Pemprov Bali dengan melibatkan seluruh ASN dan Non ASN Pemprov Bali sebagai Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya,S.E.,M.M., memberikan dukungan penuh atas Program tersebut. Hal itu diungkapkan Bupati Tabanan saat memberikan sambutan pembuka dalam acara pembentukan Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera yang dilakukan secara serentak di 716 Desa dan 1.493 Desa Adat yang ada di Bali yang dipusatkan di Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Sabtu, (16/10) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Bali I Wayan Koster sekaligus melakukan pengukuhan pembentukan Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera di 716 Desa dan 1.493 Desa Adat di Bali ditandai dengan Pemukulan Gong. Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Provinsi Bali N. Adi Wiryatama, Forkopimda Bali, Sekda Bali, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Forkopimda Tabanan, Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, serta dihadiri oleh Bupati/Walikota se-Bali melalui daring, seluruh Perbekel dan Bendesa Adat se Bali, baik secara Luring maupun Daring di Desa masing-masing.

Dalam sambutannya saat itu, Gubernur Koster mengatakan Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera dibentuk sebagai fasilitator dan mediator dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali di Desa/Kelurahan dan Desa adat.

“Di setiap Desa terdapat satu tim yang berasal dari Desa tersebut atau Desa tetangga terdekat. Tim ini bertugas membumikan visi pembangunan Daerah Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dan Prinsip Tri Sakti Bung Karno di tingkat Desa (Desa yang berdaulat secara politik, Desa yang berdikari secara ekonomi, dan Desa yang berkepribadian dalam kebudayaan,” ujarnya.

Gubernur Koster menambahkan, Desa diposisikan sebagai subyek dan obyek pembangunan yang memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sesuai kebutuhan, kondisi dan potensi serta kearifan lokal masyarakat. Secara umum program ini bertujuan menghadirkan ASN dan non ASN di tengah-tengah masyarakat untuk membumikan kebijakan dan program sebagai implementasi visi Pembangunan Daerah Bali melalui Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera. Dan hal ini ditegaskan Gubernur Koster, perlu disosialisasikan oleh Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera ke masyarakat luas dalam mempercepat program pembangunan Pemprov Bali di Desa.

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi dan mendukung penuh program ini. Menurut Bupati Sanjaya, dengan melibatkan peran aktif ASN dan Non ASN Pemprov Bali sebagai fasilitator dan mediator di Desa yang bertujuan untuk mempercepat terwujudnya program pembangunan Provinsi Bali merupakan ide yang cemerlang dan brilian.

“Sudah barang tentu Kabupaten Tabanan akan memberikan dukungan penuh atas program ini dengan membentuk tim Desa Kerthi Bali Sejahtera Kabupaten Tabanan guna mendampingi dan berkolaborasi dengan Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera Pemprov Bali dan seluruh Desa yang ada di Kabupaten Tabanan,” tegas Bupati Sanjaya saat itu.

Ia juga menghimbau seluruh ASN dan Non ASN yang tersebar di sepuluh Kecamatan, di 133 Desa dan 349 Desa Adat yang ada di Kabupaten Tabanan, seluruh Perbekel, seluruh Desa Adat, lembaga-lembaga di Desa baik BPD, LPM PKK Desa serta Prajuru Subak agar bersama-sama bergotong-royong untuk mempercepat terwujudnya program Desa Kerti Bali Sejahtera.

“Semoga sinergitas yang dilakukan secara serentak ini dapat membangkitkan Gerakan Semesta Berencana dari Desa. Karena tanpa dukungan masyarakat, visi misi akan tetap menjadi untaian kata-kata indah tanpa makna,” imbuhnya. (Rilis)

Komisi IV DPRD Tabanan Sebut, Kondisi Gedung LLK Memprihatinkan

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya melatih sekil atau keterampilan masyarakat agar memiliki peluang berdikari di tengah kondisi Pandemi yang mengakibatkan beberapa masyarakat ada di PHK.Tentu dalam mengujudkan hal tersebut dibutuhkan sarana dan prasarana pelatihan yang menunjang agar mampu melahirkan tenagakerja yang berkualitas.

Akan tetapi, melihat kenyataan di lapangan imprastruktur atau sarana pelatihan khususnya di UPT Lembaga Latihan Kerja (LLK) di Meliling, Kerambitan, Tabanan kondisinya sangat memprihatinkan bahkan beberapa bangunan terlihat sebagian besar atap bocor.Tentu kondisi tersebut menunjukan beberapa bangunan tidak terurus, itu disampaikan, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana Kemarin,(Jumat,(15/10) disela kunjungannya ke lapangan.

“Kami turun ingin meyelesaikan persoalan ini karena, LLK merupakan suatu solusi dalam upaya bagaimana meningkatkan sekill dengan membuka suatu program menciptakan pelatihan kerja kepada masyarakat dalam melatih sekill atau keterampilan masyarakat sehingga, masyarakat memiliki peluang untuk berdikari serta membuka lapangan pekerjaan nantinya.Tentu ingin bekerja lebih semangat dan konstruktif membantu Bupati Tabanan dikarenakan,beliau memiliki konsep luar biasa dalam menuju Tabanan Era Baru,” paparnya.

Di tengah Pandemi yang telah berjalan selama 2 tahun akirnya memberi dampak pada tenaga kerja khususnya yang di rumahkan atau di PHK sehinga, menyebabkan penganguran atau kemiskinan.

Akan tetapi,melihat kondisi imprastruktur di LLK saat ini sangat memprihatinkan maka,dalam hal ini bagaimana mendorong semangat Kadis Tenagakerja bagaimana menangani masalah ini.Yang nantinya bersama komisi IV dapat menyampaikan kepada Bupati Tabanan agar bagaimana dan semoga beliau dapat memberikan harapan kepada kondisi Tabanan.

“Tentu telah menjadi komitmen bersama dalam menyelesaikan semua persoalan karena, semua hak warga negara diajamin sebagai misi beliau (Bupati Tabanan).Maka, harus ada solusi.Bagaimana solusinya melihat imprastruktur sebagian besar telah hanjur tentu kita malu kepada masyarakat,” katanya.

Akan tetapi,menurut keterangan didapat sementara dalam melakukan aktifitas kegitan pelatihan terpaksa memanfaatkan atau meminjam tempat di luar gedung LLK.

“Jadi, meminjam tempat yang layak selama ini dalam melakukan pelatihan tenaga kerja.Bagaimana dalam hal ini kita dapat fokus mendidik tenaga kerja jika kondisi imprastruk tidak memadai ini,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Tabanan I Putu Santika menyampaikan, rencana awal dulunya adalah refitalisasi dan telah membuat perencanaan dan proposal dan telah ditintak lanjuti oleh Bapelitbang mungkin karena kondisi Pandemi mengakibatkan menjadi belum terialisasi.

“Jadi solusinya adalah dengan cara mengambil langkah yang mana prioritas diambil pembangunan imprastrukturnya, misal dengan cara merehab dengan menyicil.Yang mana, mungkin menjadi prioritas untuk diperbaiki beberapa bagunan di LLK ini nantinya itu terlebih dahulu dibangun,” paparnya.

Menurut Dirinya, sebelumnya tim teknis juga telah turun langsung mensurvai dan melakukan koordinasi dengan PU sudah akan ditindak lanjuti.

“Mungkin nanti akan menentukan berapa mungkin angaran diperlukan,” pungkasnya.

Wagub Cok Ace : Pintu Dibuka, Bali Siap Terima Wisman

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur yang juga selaku Ketua BPD PHRI Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyampaikan kesiapan Bali menerima kunjungan wisatawan manca negara yang resmi dibuka kembali per tanggal 14 Oktober 2021 setelah sekian lama ditutup karena situasi pandemi Covid-19. Hal itu disampaikannya dalam wawancara virtual dengan TVRI yang disiarkan langsung dan wawancara dengan reporter The Australian Magazine Chandni Vasandani di ruang kerjanya, Kamis (14/10/2021) siang.

Dalam wawancara di dua media ini, Wagub Cok Ace menyampaikan tiga komponen pendukung kesiapan Bali menerima kunjungan wisman di tengah situasi pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir. Tiga komponen itu adalah pelaku usaha pariwisata, masyarakat dan pemerintah. Menurut Wagub Cok Ace, pelaku usaha khususnya yang bergerak di industri pariwisata telah melakukan sejumlah persiapan antara lain mengikuti sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability) atau Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan. Disebutkan olehnya, saat ini tercatat 1.576 tempat usaha termasuk Daerah Tujuan Wisata (DTW) telah mengantongi sertifikat CHSE.

Selain itu, pelaku usaha di Pulau Dewata juga aktif menyukseskan program pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi yang digencarkan pemerintah.

“Pemerintah menargetkan 10 ribu aplikasi pada tempat usaha di Bali. Hingga tanggal 10 Oktober 2021, 9.322 tempat usaha di Bali telah menggunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk,” ucapnya.

Masih terkait kesiapan pelaku usaha, 35 hotel telah disiapkan sebagai tempat karantina bagi wisman yang baru datang. Selain menyiapkan hotel karantina bagi wisman yang negatif Covid-19 dari hasil pemeriksaan Swab PCR di bandara, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan adanya wisman yang diketahui positif Covid-19 berdasarkan hasil screening di bandara.

“Kita berharap tak ada yang positif, tapi bagaimanapun tetap harus kita antisipasi. Kalau ada yang positif, kita akan klasifikasi dalam penempatan. Mereka yang tanpa gejala kita siapkan hotel isolasi yang telah tersertifikasi dan terhubung dengan rumah sakit. Sedangkan yang bergejala akan langsung dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.

Lebih jauh Wagub Cok Ace yang pada kesempatan itu didampingi Kadis Kominfos Bali Gede Pramana menjelaskan, masyarakat juga sangat antusias menyambut pembukaan Bali bagi wisman. Antusiasme itu ditunjukkan dengan ketaatan dalam penerapan protokol kesehatan yang menjadi syarat dibukanya Bali untuk dunia luar.

“Kontribusi masyarakat sangat luar biasa. Dari hasil survei, masyarakat Bali paling taat menerapkan prokes, khususnya dalam penggunan masker yaitu mencapai 95 persen,” sebutnya.

Peran aktif masyarakat juga ditunjukkan dengan dukungan terhadap program vaksinasi. Saat ini, imbuh Cok Ace, vaksinasi tahap pertama telah tuntas 99 persen dan vaksinasi tahap dua mendekati 84 persen. Selain dukungan pelaku usaha dan masyarakat, pemerintah mengambil peran dalam menyiapkan sarana dan prasarana fasilitas kesehatan.

“Kami menyiapkan 62 RS rujukan dan 25 labolatorium yang siap melayani jika dibutuhkan,” tandasnya.

Kendati seluruh elemen telah siap, ia memahami bahwa tidak serta merta wisatawan manca negara akan langsung berdatangan. Dari hasil pembicaraannya dengan pelaku usaha yang biasa mendatangkan wisman, setidaknya dibutuhkan waktu 3 minggu hingga 1 bulan.

“Hari ini dibuka, hasilnya mungkin baru akan terlihat akhir bulan Oktober atau awal tahun depan. Karena mereka membutuhkan waktu untuk sosialisasi, menyiapkan visa dan bookingan. Tapi kalau yang charter flight, bisa jadi akan datang lebih cepat,” tambahnya.

Kendati kedatangan wisman belum langsung terlihat ketika Bali dibuka, namun ini berpendapat kalau kebijakan ini memberi semangat dan harapan baru bagi pelaku pariwisata di Pulau Dewata. Ia menyelipkan harapan, situasi Covid-19 di Bali yang saat ini telah bisa dikendalikan akan terus melandai.

Wabup Tabanan Harapkan Guru Kuasai TIK dalam Proses Pembelajaran

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E, mengikuti sekaligus memberikan sambutan dalam Webinar Pendidikan dengan topik “Membentuk SDM Guru Daerah Yang Memiliki Keterampilan dan Mampu Beradaptasi dalam Penguasaan Media Digital Untuk Pembelajaran” melaui Live Zoom & Youtube Sahabat Guru, di Ruang Rapat Wakil Bupati Kantor Bupati Tabanan, Jumat, (15/10).

Kegiatan webinar yang diikuti oleh para Guru dan tenaga kependidikan se-Kabupaten Tabanan tersebut diprakarsai oleh Sahabat Guru dan bekerjasama dengan Kemenkominfo RI, Siberkreasi dan APKASI, dengan keynote speech Johnny G. Plate selaku Menteri Kominfo RI. Turut hadir saat itu, Dewan Pengurus APKASI, Staf Ahli APKASI bidang pendidikan & kebudayaan, Inisiator Program Sahabat Guru, Rektor Universitas Amikom Yogyakarta, dan Dosen Komunikasi Universitas Multimedia Nusantara.

Dalam sambutannya saat itu, Wakil Bupati Tabanan atau yang akrab disapa Wabup Edi memberikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan webinar ini. Menurutnya, didalam keterbatasan ruang gerak dalam menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran di tengah situasi pandemi Covid-19, pemerintah mampu bersinergi untuk mensuksesskan program literasi digital nasional yang sangat penting perannya untuk peserta didik, Guru, dan tenaga kependidikan dalam rangka mewujudkan digitalisasi di sektor pendidikan serta gerakan serentak belajar.

Disamping itu, kegitan webinar ini juga dipandangnya sebagai salah satu upaya untuk memenuhi tantangan global. Dimana peran dan tanggung jawab Guru akan semakin kompleks, sehingga dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan profesionalnya. Ia juga berpendapat, Guru harus lebih dinamis dalam mengembangkan proses pembelajaran yang didukung oleh teknologi informasi.

“Pemanfaatan teknologi informasi merupakan salah satu aspek yang sangat penting diperhatikan dalam proses pembelajaran di semua jenjang pendidikan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini, karena hal tersebut dapat mendayagunakan sumber-sumber belajar yang telah dikembangkan dalam bentuk aplikasi digital learning, sehingga akan merangsang terjadinya proses pembelajaran yang lebih baik,” ujar Wabup Edi saat itu.

Ia juga berharap kepada seluruh Guru dan Tenaga Pendidikan di Kabupaten Tabanan mengikuti webinar ini dengan sebaik-baiknya, agar hasil webinar ini nantinya mampu mendukung program merdeka belajar (bisa belajar dimana saja dan kapan saja), menciptakan suasana belajar yang baik bagi peserta didik dan Guru, serta berfokus pada peningkatan kualitas SDM. Ia juga menekankan, semua harus siap mengubah pola pikir dan prilaku serta mampu bertransformasi sesuai dengan tuntutan situasi yang terus berubah.

“Kegiatan webinar ini merupakan wujud perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan sebagai upaya nyata akselerasi peningkatan literasi digital Guru menuju Guru cakap bermedia digital, cakap numerasi, dan berkarakter dalam upaya menghasilkan lulusan yang unggul. Langkah dan upaya ini juga sangat sejalan dengan visi Kabupaten Tabanan, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” imbuh Wabup Edi. (Rilis)

Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Membangun Warga Desa Gadungan

TABANAN – Pantaubali.com- Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M, hadiri undangan pemelaspasan di Pura Puseh lan Bale Agung Desa Pakraman Adat Gadungan, Selemadeg Timur Tabanan,Kamis (14/10).

Turut hadir dalam undangan Anggota DPRD, Asisten 2, Camat Seltim, Perbekel Desa Gadungan dan OPD terkait Tabanan. Pemelaspasan Pura Puseh lan Bale Agung ini mulai disiapkan pengerjaannya sejak bulan Juli 2021. Adapun rancangan biaya yang dihabiskan dalam pengerjaannya dengan dukungan dari 8 banjar adat, di mana masing-masing KK memberikan peturunan sebesar 600 ribu rupiah.

Bupati Sanjaya mengapresiasi langkah masyarakat dalam pemugaran Pura Agung di Desa Adat Gadungan tersebut.

“Saya sangat mendukung gotong royong yang dilakukan masyarakat untuk renovasi Pura Agung ini, walaupun masih dalam masa pandemi, tapi semangat menyama beraya masih sangat kental di Desa Gadungan” Ungkap Sanjaya.

Pemelaspasan yang dipuput oleh Ida Sri Mpu Griya Taman Sekar Gadungan ini rencana dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober mendatang, serta dipersiapkan dengan sangat baik. Selanjutnya Bupati Sanjaya melakukan kegiatan persembahyangan bersama warga Desa Gadungan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat.

I Wayan Sudarma selaku ketua panitia menyampaikan, dana tambahan sebesar 100 juta rupiah dari punia masyarakat yang berjumlah 720 KK tersebut, serta tambahan biaya sebesar 58 juta dari Anggaran BKK Provinsi, mencukupi keseluruhan biaya perbaikan Pura.

“Rencana awalnya perbaikan atap Pura, namun karena dukungan dan sumbangan warga Desa Gadungan, maka sekaligus dilakukan perbaikan Pura” Ujarnya. (Rilis)

Ini Pembahasan Komisi IV DPRD dan Disdik Tabanan Terkait P3K

TABANAN – Pantaubali.com – Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan mebahas strategi persiapan peningkatan kompetensi terhadap masyarakat terkena PHK dan terdampak Covid-19 serta persiapan perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) gelombang ke II dan penataan penempatan guru PNS Kabupaten Tabanan di ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan,Kamis,(14/10).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten I Gusti Komang Wastana mengatakan, Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan mengapresiasi kepada pemerintah pusat yang telah memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para Guru-guru yang telah dibuka seluas-luasnya secara Nasional yaitu P3K.

Dewan telah membahas dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan apakah ada sistem atau teknis berubah dari aturan-aturan awal.Dinas Pendidikan harus membuka Diri untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada guru pengabdian dan kontrak yang dapat dikatakan memiliki peluang emas atau dapat lolos administrasi terlebih dahulu.

“Syarat P3K pertama adalah, Dapodik sebagai syarat adminitrasi.Yang ke II ini akan lebih terbuka lagi yang penting katanya Sarjana S1.Setidaknya Dinas pendidikan dapat melakukan sosialisasi kepada guru-guru yang memang memiliki kesempatan,” jelasnya.

Selanjutnya terkait terbatasnya jumla guru di Tabanan, dari total 1171 orang tenaga guru yang lolos hanya 450 orang.Bagaimana selanjutnya dapat diberi kesempatan gelombang ke II dengan ditentukan oleh akreditasi.

“Kami di dewan hanya dapat membatu sistem administrasi saja.Dengan adminitrasi yang cepat,seandainya jika ada kekurangan segera dapat ditidaklanjuti.Jika dilihat sebelum-sebelumnya dari dahulu hanya terus berbicara kekurangan Guru.Hal tersebut sangat penting dikarenakan, meningkatkan kecerdasan dan bersaing saat ini ditentukan oleh seorang guru tentunya,” paparnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra menyampaikan,seleksi tahap kedua calon telah memiliki gambaran.Dimana ada formasi yang membuat ada peluang untuk lulus sebaiknya diikuti saja.

“Jika itu dapat kita sosialisasikan dan dituruti oleh para Guru sedikit tidaknya akan dapat mengurai ketimpangan posisi guru yang ada di Tabanan,” ucapmnya.

Sembari Dirinya menambahkan, ketika formasi tersebut telah diikuti karena merupakan data Dapodik dari Kemendikbud otomatis nantinya kondisi ketimpangan dapat diurai walaupun tidak 100%.

Ini Kata Kadisdik Bali,Pasca Salah Satu Siswa SMAN di Tabanan Terpapar Covid-19

TABANAN – Pantaubali.com – Menanggapi adanya salah satu siswa di SMA Negeri di Tabanan terkonfirmasi positif Covid-19 di tengah pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Drs KN. Boy Jayawibawa, M.Si saat dikonfirmasi,Rabu,(13/10) di Tabanan menyampaikan, memang benar ada salah satu siswa di SMAN  di Tabanan terpapar Covid-19 akan tetapi, bukan disebabkan klaster sekolah melainkan, klaster keluarga.Karena siswa tersebut terpapar Covid-19 dari keluarganya berdasar testing dan tracking telah dilakukan.

“Jadi,dia (Siswa) kena bukan dari sekolahnya melaikan dari keluarganya,”jelasnya.

Selanjutnya kelas dari siswa terpapar tersebut dilakukan tracing mulai dari,siswa serta para guru siswa dengan hasil negatif semuanya.Yang selanjutnya, pelaksanaan PTM di sekolah tersebut terpaksa dihentikan sementara meskipun bukan merupakan klaster sekolah.

“Jika sesuai SKB Empat Menteri dan SE Gubernur Bali,jika ditemukan ada terpapar maka, PTM ditutup sementara,”katanya.

Untuk masa penutupan aktifitas sekolah selanjutnya tetap akan dilakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Satgas setempat.

“Kewenangan Satgas setempat tentunya seperti, Dinas Kesehatan,BPBD dan Prebekel diwilayah setempat.Semetara penutupan sekolah dilakukan satu sekolah dengan jangka waktu seminggu sampai 10 hari kedepan dengan tetap berkoordinasi dengan Satgas.Kemudian besok (Kamis,(14/10) kami akan melakukan koordinasi dengan Satgas setempat tentunya,” pungkasnya.

Bupati Tabanan Apresiasi Semangat Persatuan Warga Tunjuk dalam Melaksanakan Upacara Ngaben Masal

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan dalam rangka Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Ngaben Masal Desa Adat Tunjuk, Tabanan yang dipusatkan di Jaba Pura Prajapati, Desa Adat Tunjuk, Tabanan, Rabu, (13/10). Turut hadir saat itu Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Anggota DPRD Tabanan I Wayan Widnyana, didampingi oleh Sekda, Asisten dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan beserta unsur Muspika Kec. Tabanan, Perbekel, Bendesa Adat dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya memberikan Apresiasi dan menyambut baik terselenggaranya Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Ngaben Masal Desa Adat Tunjuk. Menurutnya hal ini sangat memberikan dampak yang positif bagi masyarakat, khususnya di Desa Adat Tunjuk.

“Selain mengirit biaya, kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Seperti, melakukan rapat sebelum pelaksanaan dan dalam pelaksanaannya dikerjakan secara bersama-sama. Tentu, hal itu mampu meningkatkan persatuan dan semangat gotong-royong sesama warga,” ujarnya.

Karena Ia sangat meyakini, persatuan yang berlandaskan semangat gotong–royong mampu mewujudkan segala pembangunan yang diharapkan. Merespon persatuan yang ditunjukan oleh warga Desa Adat Tunjuk, Bupati Sanjaya mengaku sangat bangga dan berharap hal ini tetap dijaga dan lebih ditingkatkan kedepannya.

“Saya selaku Kepala Daerah akan selalu hadir untuk memberikan yang terbaik dalam membantu masyarakat. Mari bersama-sama kita bersinergi dalam mewujudkan visi Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani,” tegas Bupati Sanjaya.

Lebih jauh, Ia juga berharap kegiatan seperti ini terus digalakkan, begitupun dengan yang lainnya, seperti Metatah Masal dan lainnya yang intinya melakukan pengiritan biaya dengan tidak mengurangi makna dari upacara dan juga yang terpenting meningkatkan persatuan dan semangat gotong-royong antar warga. Mengingat, kegiatan ini dilaksanakan dalam masa pandemi, Ia juga sangat mengapresiasi karena pihak panitia tetap taat menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama pelaksanaan kegiatan Ngaben Masal ini.

Pada kesempatan yang sama, I Made Nawa selaku Bendesa Adat Tunjuk mengatakan, kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Agung dan Balik Sumpah di Pura Khayangan Puseh Desa Adat Tunjuk yang akan diselenggarakan pada tanggal 20 November 2021 mendatang.

“Sebelum itu dilaksanakan, kami sepakat melaksanakan upacara Atiwa-tiwa yakni Upacara Pitra Yadnya Kinembulan Ngaben Masal yang diikuti oleh 23 Sawa,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk pembiayaan dikatakannya merupakan urunan dari masing-masing warga pemilik sawa sebesar Rp. 5 Juta dan kekurangan dari pelaksanaan upacara dibebankan kepada Desa Adat Tunjuk dan tentunya bantuan dari Pemerintah.

“Terimakasih atas perhatian dan dukungan beserta bantuan Bapak Bupati, sehingga upacara ini berjalan dengan baik sesuai harapan bersama,” imbuhnya.

Ngaben Masal atau juga sering disebut dengan istilah Ngaben Megabung saat ini semakin marak dilakukan, khususnya oleh masyarakat di Tabanan. Mengingat, Upacara Ngaben yang dilakukan secara pribadi memerlukan biaya yang cukup banyak, sehingga Ngaben Masal memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, seperti bisa lebih meringankan dari segi materi dengan menekan biaya dan dari segi pekerjaan menjadi lebih mudah karena dikerjakan secara bergotong-royong. Di banyak daerah, bahkan menjadikan Ngaben Masal ini sebagai tradisi yang dilakukan secara berkelanjutan. (Rilis).

Tabung Gas Bocor, Warung Hangus Terbakar

TABANAN – Pantaubali.com – Diduga dipicu kebocoran tabung gas warung milik warga Banjar Dinas Sangging, Desa Kelating,Kerambitan,Tabanan berinisial IGMS hagus terbakar.Musibah tersebut terjadi Selasa pagi,(12/10) sekira jam 07.30 Wita.

Adapu kronologi kejadian tersebut menurut, Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan rilisnya menyebutkan, pada Selasa,(12/10) kurang lebih jam 07.30 Wita Saksi salah satu saksi menghidupkan Kompor Gas di Warung Korban dan kemudian pergi menjemput Korban di Banjar Sangging, Desa Kelating,Kerambitan,Tabanan.

Selang bebrapa saat Saksi yang saat itu ada di kamar di warung tersebut mendengar suara ledakan dan seketika kamar dan warung menjadi gelap akibat asap hitam mengepul dan api mulai berkobar.Saksi kemudian bergegas menyelamatkan diri dan menyelamatkan sepeda motornya yang ada di depan warung.

Kemudian selang beberapa saat datang Korban dan Saksi dan beberapa warga yang melihat api sudah melalap warung tersebut.Selanjutnya selang beberapa saat datang 4 Unit Mobil Pemadam Kebakaran dan langsung memadamkan api.Sekitar 1 jam kemudian api berhasil dipadamkan.

“Adapun barang-barang terbakar merupakan barang-barang dagangan warung, barang-barang elektronik, pakaian”, surat-surat berharga, bangunan warung tersebut, dan uang tunai kurang lebih Rp. 50.000.000,-. Atas kejadian tersebut Korban mengalami kerugian kurang lebih Rp. 200.000.000,-,” katanya.

Menurut Dirinya dalam keterangan Persnya mengatakan, musibah kebakaran tersebut diduga dipicu kebocoran pada tabung gas saat kompor menyala.