- Advertisement -
Beranda blog Halaman 806

Kukuhkan dan Lantik 243 Pejabat, Bupati Tabanan Minta Bangun Tabanan dengan Dedikasi dan Hilangkan Perbedaan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai upaya optimalisasi kinerja untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM), Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., kukuhkan dan lantik serta mengambil sumpah jabatan, 11 Pejabat Tinggi Pratama, 110 Administrator dan 122 Pengawas di lingkungan Pemkab Tabanan, melalui daring di Kantor Bupati Tabanan, Selasa, (19/10) siang. Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga, Sekda, para Asisten, Staf Ahli dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Pengukuhan, Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut amanah Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomer 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, sehingga mewajibkan daerah mengadakan perubahan pada struktur organisasi perangkat daerah. Untuk itu pada hari ini diadakan pelantikan kembali atau pengukuhan, pengisian jabatan tinggi pratama, mutasi promosi dan rotasi jabatan. Pelaksanaan pelantikan kali ini dilaksanakan dengan berdasarkan ketentuan Undang-undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.

Bupati Tabanan, Sanjaya mengatakan, penempatan seseorang pada suatu jabatan pada hakekatnya merupakan wujud kepercayaan dan pengakuan terhadap kredibilitas seseorang untuk menduduki jabatan tersebut. Tantangan pembangunan kedepan akan semakin berat. Untuk itu, selaku Pimpinan Daerah Kabupaten Tabanan, Bupati Sanjaya mohon dukungan dan kerjasama yang baik dari saudara-saudara Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator Dan Pengawas yang hari ini dikukuhkan dan dilantik.

“Kita masih memerlukan pembenahan di berbagai bidang, maka Saya harap saudara-saudara setelah ini dapat segera menyelesaikan tugas-tugas serta membuat perencanaan strategis atas langkah yang akan ditempuh oleh perangkat daerah yang saudara pimpin untuk mewujudkan visi Kabupaten Tabanan Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani (AUM),” pinta Bupati Sanjaya dalam sambutannya saat itu.

Lebih lanjut, Ia mengucapkan selamat kepada para Pejabat yang dikukuhkan dan yang baru dilantik. Ia mempunyai keyakinan dan percaya bahwa seluruh pejabat tersebut akan mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawab yang dipercayakan oleh pemerintah dengan sebaik-baiknya. Ia juga berpesan agar selalu bekerja dengan giat, jujur, kreatif, profesional dan bertanggung jawab serta mempergunakan pengalaman-pengalaman yang dimiliki selama ini untuk menciptakan profesionalisme diantara pimpinan dan staf di lingkungan unit sekitar agar tugas dan tanggungjawab dapat dicapai dengan hasil maksimal.

Bukan hanya itu, Bupati Sanjaya juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemkab Tabanan agar menunjukan dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada pimpinan agar bisa bekerja bersama-sama dan menunjukan kerja yang nyata untuk membangun Tabanan. Masalah mutasi dan lainnya, dikatakannya merupakan tanggungjawab bersama yang bersifat pasti dan setiap saat bisa dilakukan. Ia pun meminta bagi yang menjabat agar jangan terlalu berbangga dan yang belum menjabat tidak usah berkecil hati.

“Mari Tunjukan Dedikasi dan loyalitas yang tinggi kepada pimpinan. Dikala kita ada perbedaan dalam tugas, mari persempit dan perkecil bahkan dihilangkan perbedaan-perbedaan itu. Ngiring bangun Tabanan, karena Tabanan ini adalah milik kita bersama. Ayo bangun Tabanan yang kita cintai ini bersama-sama untuk mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” Tegas Bupati Sanjaya.(Rilis)

Kadisos Bali Sampaikan Realisasi Dana Bansos Kemensos, Tegaskan Gubernur Minta Percepatan

DENPASAR – Pantaubali.com – Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kadisos P3A) Provinsi Bali Dewa Gede Mahendra Putra menyampaikan dana bantuan sosial dari Kementerian Sosial untuk masyarakat Bali dari bulan Januari sampai dengan Bulan Juni 2021 telah direalisasikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini disampaikan dalam siaran persnya, Selasa (19/10).

Kadis Dewa Mahendra mengatakan Dana Bansos dari Kemensos untuk Masyarakat Bali dari bulan Januari sampai dengan bulan September 2021 sebesar Rp 474.101.575.000 terdiri dari Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp 214.886.775.000 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) sebesar Rp 259.214.800.000.

“Untuk periode Bulan Januari sampai dengan Bulan Juni 2021 telah direalisasikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ujarnya.

Sedangkan untuk periode Juli sampai September 2021 sebagian besar telah direalisasikan. PKH dari pagu nominal Rp 73.912.875.000 untuk 106.859 KPM sudah terealisasi sebesar Rp 71.212.725.000. Sehingga yang belum cair/belum realisasi sebesar Rp 2.700.150.000 untuk 3.701 KPM.

Adapun BPNT dari pagu nominal sebesar Rp 86.620.200.000 untuk 144.367 KPM sudah terealisasi sebesar Rp 82.748.600.000 untuk 125.009 KPM. Artinya belum cair/belum terealisasi sebesar Rp 3.871.600.000 untuk 19.358 Keluarga Penerima Manfaat KPM.

“Jadi Bantuan Sosial yang belum cair/belum terealisasi pada periode Juli sampai dengan September 2021 sebesar Rp 6.571.750.000 yang terdiri dari Rp 2.700.150.000 dana PKH untuk 3.701 KPM, dan dana BPNT Rp 3.871.600.000 untuk 19.358 KPM. Jadi tidak benar sebagaimana ditulis beberapa media seolah 450 miliar belum cair atau disalurkan ke masyarakat,” jelasnya.

3.701 KPM untuk Program Keluarga Harapan (PKH) yang belum melakukan pencairan terdiri dari Kabupaten Badung  sebanyak 93 KPM, Kabupaten Bangli 733 KPM, Kabupaten Buleleng 297  KPM, Kabupaten Gianyar 16 KPM, Kabupaten Jembrana 55 KPM, Kabupaten Karangasem 920 KPM, Kabupaten Klungkung 121 KPM Kota Denpasar 36 KPM dan Kabupaten Tabanan 1.430 KPM.

19.358 KPM untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang belum bertransaksi terdiri dari Kabupaten Badung 460 KPM, Kabupaten Jembrana 2.727 KPM, Kabupaten Tabanan 1.872 KPM, Kabupaten Gianyar 3.563 KPM, Kota Denpasar 741 KPM, Kabupaten Klungkung 1.690 KPM, Kabupaten Bangli 2.807 KPM, Kabupaten Buleleng 2.735 KPM dan Kabupaten Karangasem 2.763 KPM.

Dewa Mahendra kembali menegaskan untuk mempercepat realisasi pencairan dana Bansos dari Kemensos baik PKH maupun BPNT, Gubernur Bali Wayan Koster telah meminta kepada Bank-Bank Himbara sebagai Bank Penyalur Dana Bansos agar melakukan percepatan pencairan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Bapak Gubernur juga meminta Bupati /Walikota se-Bali agar membantu/memfasilitasi pencarian dan transaksi oleh KPM selaku penerima Bansos,” tegasnya.

Selain itu, menurut Dewa Mahendra, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diharapkan mempercepat perbaikan/penyempurnaan data yang diminta oleh Bank Penyalur agar dana Bansos cepat direalisasikan. KPM juga diminta untuk cepat melakukan transaksi dan pencairan dana Bansos, sehingga Dana Bansos ini benar-benar bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup dimasa pandemi Covid-19 ini.

Pemkab Tabanan Dukung Pembangunan Vihara Dharma Cattra

TABANAN – Pantaubali.com – Pemerintah Kabupaten Tabanan yang dalam hal ini diwakili oleh Sekda I Gede Susila, melakukan peresmian renovasi Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio yang terletak di Jalan Melati No. 18, Tabanan, Selasa, (19/10). Penataan dilakukan sebagai upaya perlindungan tempat suci bersejarah yang merupakan pusat peribadatan umat Khonghucu dan Budha di Tabanan. Turut hadir saat itu, Camat Tabanan, jajaran Muspika Kecamatan Tabanan, Perbekel serta tokoh masyarakat Desa Delod Peken dan pengurus Vihara.

Sekda I Gede Susila mengatakan, tentu Vihara ini merupakan tempat ibadah yang telah digunakan dari tahun ke tahun oleh umat disini untuk melakukan persembahyangan juga membina karakter sebagai umat beragama yang baik.

“Kalau kita lihat visi dan misi Pemerintah Daerah oleh bapak Bupati salah satunya adalah melestarikan Budaya, Adat, Seni dan Agama. Untuk itu Bapak Bupati tiada henti memberikan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan kebudayaan, seni, Adat ataupun Agama yang bersifat positif,” ujarnya saat itu.

Ia juga menambahkan, meskipun dimasa pandemi ini Pemkab mengalami keterbatasan di segala lini, namun Pemerintah akan selalu berusaha hadir dalam segala kegiatan positif yang dilakukan umat. Oleh karena itu, Ia juga berpesan agar kedepannya Vihara ini dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat.

“Bangunan yang susah payah kita perbaiki, kita harus merawat dengan baik untuk senantiasa kita gunakan sebagai ajang untuk membina umat. Menjadikan umat kita cerdas kemudian berguna untuk pembangunan kita kedepan,” imbuh Susila.

Apalagi kedepan dikatakannya persoalan akan semakin komplek dan semakin banyak tantangan, untuk itu Ia mengajak seluruh umat khususnya umat Vihara Dharma Cattra agar selalu mampu menjaga kerukunan antar umat beragama dan mampu saling bersinergi dengan sesama umat lainnya dalam mewujudkan visi dan misi Pemkab Tabanan.

“Mari kita bersama-sama bersatu-padu melakukan sinergi dengan semua umat dalam mewujudkan visi menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM),” pintanya.

Sementara itu, Feryanto Conny mewakili seluruh umat Vihara Dharma Cattra Tabanan mengatakan, kegiatan renovasi ini adalah bantuan dana hibah dari Pemkab Tabanan. Untuk itu, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemkab Tabanan.

“Terimakasih untuk Pemkab Tabanan, dimana dana itu yang utama kita pakai untuk mengganti genteng dan kayu-kayu dari gedung yang rusak dan pengecatan diseluruh area dan dana dari Pemkab sangat mencukupi untuk melakukan renovasi ini,” ujarnya.

Mewakili seluruh umat Vihara Dharma Cattra, Ia juga mengatakan akan selalu berkomitmen dan mendukung penuh dalam mempercepat terwujudnya visi misi yang dicanangkan Pemkab Tabanan. Selebihnya, Ia juga berharap kedepannya seluruh umat bisa merawat dan mempergunakan Vihara ini dengan baik sebagai sarana untuk menjadi umat yang lebih baik lagi.(Rilis)

Sambut Risma, Bupati Tabanan Dukung Penuh Program Kemensos

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Forkopimda, Setda, dan OPD terkait, menyambut kedatangan Menteri Sosial RI Tri Rismaharani dalam rangka peresmian sentra kreasi ATENSI di BRSPDSN Mahatmiya sekaligus melakukan penyerahan bantuan atensi graduasi PKH, kewirausahaan dan atensi Anak Yatim/Piatu/Yatim Piatu di BRSPDSN Mahatmiya Bali, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan, Senin, (18/10) sore.

Kedatangan Mensos Risma ke Tabanan setelah melakukan peninjauan dan penyerahan bantuan korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Bangli dan Karangasem. Turut hadir saat itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, anggota DPR RI I Made Urip dan Alit Kelakan, anggota DPD RI Anak Agung Gede Agung, anggota DPRD Tabanan Yuni Widyadnyani dan unsur jajaran lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

Pada kesempatan itu, pengurus BRSPDSN Mahatmiya dan para penerima bantuan juga menyambut dengan antusias Mensos Risma beserta rombongan yang saat itu tiba sekitar jam 18.30 wita. Ditemani Bupati Sanjaya beserta undangan lainnya, Mensos Risma langsung meninjau dan meresmikan sentra kreasi untuk mendorong kreativitas khususnya bagi penyandang disabilitas dan Anak Yatim/Piatu/Yatim Piatu tersebut, ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti. Kemudian memberikan bantuan atensi graduasi PKH, kewirausahaan dan atensi Anak Yatim/Piatu/Yatim Piatu kepada penerima.

Selanjutnya dalam kesempatan itu, Mensos Risma memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih atas sambutan yang diberikan dan juga berkesempatan menghibur para Anak Disabilitas, Yatim/Piatu dan Anak Yatim Piatu. Ia menekankan agar jangan pernah putus asa dan cepat menyerah karena pemerintah ada di tengah-tengah mereka.

“Tunjukan bahwa kalian adalah anak-anak yang luar biasa yang bisa menembus batas, sehingga kalian bisa berhasil dan kalian bisa sukses. Jadi jangan pernah menyerah ya dan jangan pernah putus asa,” pesannya saat itu.

Ia juga menegaskan agar semua jajaran yang hadir saat itu, termasuk masyarakat yang berkecukupan yang ada di Daerah memberikan perhatian yang lebih kepada para keluarga kurang mampu terutama para disabilitas, Anak Yatim, Anak Piatu ataupun Anak Yatim Piatu. Menurutnya, untuk membantu mereka tidak hanya cukup dengan bantuan pemerintah, tetapi harus ada sinergi dengan semua pihak. Lebih jauh, Mensos Risma juga sangat mengapresiasi segala upaya dan perhatian Pemkab Tabanan selama ini terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi dan menyampaikan ucapan terimakasih atas perhatian Ibu Risma yang turun langsung ke Tabanan dan sebelumnya juga langsung turun ke lokasi Bencana di Kabupaten Bangli dan Karangasem. Ia juga bersyukur dengan adanya sentra kreasi bagi para penyandang disabilitas di BRSPDSN Mahatmiya, Tabanan.

“Terima kasih Ibu Tri Rismaharini, mudah-mudahan dengan diresmikannya sentra kreasi BRSPDSN Mahatmiya ini akan lebih banyak lagi membantu, khususnya masyarakat penyandang disabilitas di Kabupaten Tabanan,” ujarnya.

Selebihnya Ia juga berterimakasih atas bantuan yang diberikan kepada para Keluarga Penerima Manfaat dengan bantuan PKH dan Anak Yatim/Piatu dan Yatim Piatu khususnya di Tabanan.

“Ini merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat Tabanan. Saya selaku Kepala Daerah sangat komitmen dan mendukung penuh program Kemensos melalui Dinas Sosial. Semoga hal ini terus berlanjut, sehingga mempercepat teratasinya masyarakat yang terdampak pandemi di Tabanan dengan bantuan ini,” harap Bupati Sanjaya.(Rilis)

Mensos Ingatkan Kepala Daerah, Bansos Penting Putar Roda Perekonomian

BANDUNG – Pantaubali.com – Menteri Sosial Tri Rismaharini meminta pemerintah daerah di Provinsi Bali bergerak cepat mendistribusikan bantuan sosial. Dari data yang ada, yang belum menerima bantuan sekitar 75.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Di hadapan kepala dinas sosial se-Provinsi Bali, perwakilan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) dan para pendamping sosial, Mensos menekankan agar sesegera mungkin untuk mencairkan bantuan. Mensos menyayangkan, dengan data ribuan yang belum cair, akan berpengaruh terhadap pemulihan perekonomian.

“Kalau sampai ribuan belum menerima bantuan, ini akan sangat berpengaruh terhadap pemulihan ekonomi. Kalau cair minimal bisa beli telur. Beli beras. Ada pergerakan ekonomi pak. Tapi kalau seperti ini, susah pak,” katanya dalam kegiatan evaluasi penyaluran bansos di Kuta,Selasa,(19/10).

Mensos menyatakan, perhitungan akumulasi anggaran yang belum cair dari Juli-September se-Provinsi Bali mencapai sekitar Rp450 miliar.

“ini angka yang luar biasa. Kalau ini bisa kita cairkan, akan sangat membantu pergerakan roda ekonomi,” jelasnya

Kondisi perekonomian Bali masih belum sepenuhnya pulih. Dalam kondisi lesu, anggaran negara berupa bantuan sosial menjadi faktor penting yang mendorong geliat perekonomian.

“Kalau masih ada ribuan KPM belum cair, maka ekonomi di level bawah tidak bergerak. Sementara ini sudah pertengahan Oktober pak. Kalau tidak segera dicairkan akan segera kena blokir,” ucapnya.

Mensos mengingatkan takeholder dalam pengelolaan bansos untuk peka melihat perkembangan di tengah-tengah masyarakat. Mensos meminta hadirin yang berada dalam ruangan rapat untuk menyelami kondisi KPM yang merupakan kelompok masyarakat termiskin.

“Jangan samakan dengan kita dan bapak/ibu yang masih bisa makan. Mereka termasuk yang tidak tahu apakah hari ini bisa makan,” katanya.

Mensos meminta semua pihak untuk mempercepat pencarian bantuan.Terutama di beberapa daerah di Bali dimana data KPM yang belum transaksi masih cukup tinggi. Di Kabupaten Bangli, untuk Bantuan Pangan Non Tunai atau Kartu Sembako terdapat 900-an KPM belum transaksi pada bulan Juli samapai September.

Melihat kondisi tersebut, Mensos meminta agar bantuan bisa disalurkan dengan uang tunai dan dirapel. Untuk keperluan tersebut, Mensos meminta KPM bisa dikumpulkan dan segera dibayarkan hak-haknya.

Mensos menelepon Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana dan Bupati Karangasem I Gede Dana, agar disiapkan tempat untuk bisa menjadi titik pembayaran KPM. Karena memang banyak KPM yang belum bertransaksi.

Mensos juga menyoroti tantangan geografis di beberapa daerah di Bali seperti di Desa Trunyan, Kecamatan Kintamani yang memerlukan transportasi air melalui Danau Batur. Mensos minta pembayaran bansos yang belum cair, termasuk yang belum cair sejak Januari 2021, agar dibayarkan secara tunai.

“Saya minta Januari sampai Oktober harus clear.Kalau pake sembako sekian lama ini, pasti jadi busuk bahan makanannya. Jadi saya tidak mau dengan barang. Saya mau dengan uang cash,” ucapnya.

Secara umum, permasalahan yang dihadapi dalam penyaluran bantuan sosial di Bali hampir sama dengan di beberapa daerah lain. Yakni berkisar pada Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang belum terdistribusi, kartu terblokir, KPM pindah alamat, dan KPM meninggal.

Jangkau 1600-an Penerima Manfaat, Mensos Salurkan Bantuan RP 1 Miliar untuk Warga Bali

TABANAN – Pantaubali.com -Menteri Sosial Tri Rismaharini menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) di Provinsi Bali. Bantuan menjangkau 1.676 penerima manfaat dengan nilai sebesar Rp1.069.003.950.

Termasuk dalam bantuan Atensi terdapat 90 anak yatim, piatu dan yatim-piatu di Provinsi Bali, yang menerima bantuan.

“Anak yatim diberikan bantuan. Yaitu berupa tabungan anak yatim, piatu dan yatim piatu dengan nilai Rp200.000 bagi yang sudah sekolah dan Rp300.000 bagi yang belum sekolah,” kata Mensos dalam kegiatan peresmian Sentra Kreasi Atensi (SKA) di Balai Mahatmya Tabanan Bali, kemarin,Senin (18/10).

Mensos hadir didampingi Sekjen Kemensos Harry Hikmat, pejabat eselon I dan staf ahli menteri. Hadir juga dalam kesempatan ini anggota DPR RI Komisi VIII IGN Kesuma Kelakan, anggota DPD RI Anak Agung Gde Agung, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati.

Dalam kesempatan tersebut, kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang hadir di Balai Mahatmya, Mensos menyatakan agar mereka tidak takut dan khawatir.

“Ada ibu ya. silakan kalau kalian ada apa-apa bisa menghubungi ibu ya,” jelasnya.

Kementerian Sosial telah menyusun program perlindungan bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu mencakup sasaran sebanyak 4.043.622 anak. Yakni terdiri dari 20.000 anak yang ditinggal orangtua akibat Covid-19; 45.000 anak yang diasuh di LKSA dan 3.978.622 anak diasuh oleh keluarga tidak mampu.

Perlindungan sosial bagi anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orangtuanya meninggal akibat Covid-19 merupakan salah satu langkah strategis memastikan hak-hak anak tetap terpenuhi meski dalam situasi sulit. Kemensos tengah berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas RI untuk menyiapkan dukungan anggaran kurang lebih sekitar Rp3,2 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolik Mensos menyerahkan bantuan senilai total Rp1.053.924.950 yang terdiri dari dukungan aksesibilitas (tongkat penuntun adaptif, kursi roda, walker alat peraga edukatif, alat bantu dengar, dan bantuan buku literasi Braille), tabungan anak yatim, piatu dan yatim piatu, kebutuhan dasar dan nutrisi.

Bantuan juga diberikan dalam bentuk bantuan kewirausahaan, seperti usaha ukir, makanan, cuci motor, jahit, kelontong, usaha perlengkapan upacara adat, merajut, bertani, ternak, Lundry, usaha gula Aren, massage , kuliner, bengkel motor, cat motor, dan pembuatan meubelair. Bantuan secara total menjangkau sebanyak 1.679 penerima manfaat.

Bantuan ATENSI tersebut dikelola oleh Satker di lingkungan Kementerian Sosial RI, di antaranya Balai Besar Inten Soeweno Cibinong, Balai Besar Kartini Temanggung, Balai Naibonat Kupang ,Balai Galih Pakuan, Balai Wyata Guna, Balai Abiyoso, Balai Antasena Magelang, Balai Paramita Mataram, Balai Satria Baturraden, dan  Balai Margo Laras Pati.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan, diresmikan juga Sentra Kreasi ATENSI (SKA) di Balai Mahatmiya yang merupakan SKA ke- 10 yang resmi dibuka oleh Mensos. SKA Mahatmiya merupakan pusat pengembangan kewirausahaan dan vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan. Sentra ini juga akan menjadi kawasan pemberdayaan untuk menciptakan embrio-embrio wirausaha mandiri.

Seremoni peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti, Mensos Risma berharap di SKA ini anak-anak bisa berlatih dan menambah keterampilan untuk bekalnya mengembangkan usaha saat sudah dewasa kelak.

“Jadi kalian disini tidak hanya bisa membuat karya sekedar bisa, tetapi bagaimana karya itu bisa memiliki nilai tambah sehingga memiliki daya jual yang tinggi,” kata Mensos.

Di SKA Mahatmiya terdapat Sentra Kuliner dan _Artne Coffee_, Barista, Rumah Produksi, Massage, Sentra Hasil Kerajinan Tangan Penerima Manfaat, dan SPA.

Selain itu juga terdapat workshop sebagai wahana pelatihan dan terapi bagi penerima manfaat, yaitubudidaya Jamur Tiram, Budidaya Ikan, Budidaya Lebah Klanceng, keterampilan las produksi, pertukangan kayu dan keterampilan kecantikan.

SKA merupakan bentuk upaya Kemensos membantu kelompok marjinal seperti pemulung, gelandang dan pengemis. Para penerima manfaat memperoleh berbagai layanan baik terapi psikologis, bimbingan sosial, pelatihan vokasional dan pembinaan kewirausahaan.

Di sini, mereka juga diberikan pendampingan dan penguatan untuk kegiatan kewirausahaan melalui usaha kafe, galeri, ternak lele, tanaman hidroponik, laundry, dan juga berjualan di toko kelontong.

Kemensos menyadari besarnya tantangan menghadapi situasi terkini yang tengah menghadapi pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung lebih dari setahun dan belum pasti kapan akan berakhir.SKA diharapkan menjadi sarana meningkatkan kemandirian ekonomi kelompok marjinal.

KUA dan PPAS Tahun 2022 Disepakati Wujud Komitmen Pemkab Tabanan Dalam Pembangunan

TABANAN – Pantaubali.com – Pembahasan atas Kesepakatan Bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022 dikatakan dapat terlaksana dengan baik, Bupati Tabanan Dr I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M sampaikan pendapat pada Rapat Paripurna ke-13 Masa Persidangan III tahun sidang 2021, di TCC kantor Bupati Tabanan, Senin (18/10)

Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Tabanan yang diselenggarakan melalui tayangan daring di aplikasi zoom tersebut, juga dihadiri oleh Pimpinan dan Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati, Forkompimda, Ketua pengadilan Negeri Tabanan, Sekda, Para Asisten, Kepala perangkat daerah di lingkungan Setda Tabanan, dan OPD terkait.

Bedasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2021 tentang pedoman penyusunan APBD tahun anggaran 2022, yang mengamanatkan bahwa Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) merupakan pedoman / acuan dalam penyusunan anggatan pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2022.

Bupati Sanjaya menyatakan pembahasan tersebut telah dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Hal ini tentunya tidak terlepas dari tanggung jawab komitmen, kesungguhan dan kerjasama yang baik dari pimpinan dan seluruh anggota dewan yang terhormat” Sanjaya menyampaikan.

Dalam paripurna yang dilanjutkan dengan agenda penandatanganan KUA dan PPAS tahun anggaran 2022 oleh Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Tabanan tersebut, Sanjaya juga memaparkan, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, setelah disetujui bersama Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun anggaran 2022 tersebut, agar TAPD Kabupaten Tabanan selanjutnya dapat melakukan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Tabanan tahun anggaran 2022.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Tabanan tersebut mengharapkan saran serta masukan dari para anggota dewan guna mendapatkan hasil yang lebih optimal kedepannya.

“Dalam upaya kita bersama meningkatkan pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik, guna mewujudkan Visi Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana di Kabupaten Tabanan, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM)” tutupnya. (Rilis)

Pipa Bocor Akibat Alat Berat, TAB Terjunkan Tim Khusus

TABANAN – Pantaubali.com – Menurut Kabag Hubungan Langganan Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan I B Marjaya, didampingi humas TAB Tabanan I Wayan Agus Swanjaya menyebutkan, adanya pelaksanaan proyek pengerjaan jalan dan terotoar yang sedang dalam pengerjaan akirnya berimbas pada jaringan pipa milik Perumda TAB,Tabanan menjadi bocor.

Jika dilihat berdasarkan data tercatat ada di beberapa titik pipa mengalami kebocoran terkena alat berat (bego) saat melakukan aktifitas pengerukan.

Misal, Dirinya mencontohkan, adanya pipa berukuran 8 dim di jalur Marga – Tunjuk, pecah disebabkan karena, terkena salah satu alat berat saat perbaikan jalan di jalur tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan terjadinya kebocoran pipa akibat terkena alat berat bego, kami langsung turunkan Tim ke lokasi guna melakukan perbaikan.Setelah dilakukan perbaikan,pasokan air kepada pelanggan akhirnya normal kembali,”ujarnya,Senin,(18/10) di Tabanan.

Kemudian selain jalur Marga – Tunjuk ada juga proyek serupa di Pejaten, Kediri dan Pengerjaan Short Cut di Bajera, Kecamatan Selemadeg.

“Guna meminimais kerusakan pipa akibat proyek, kami sudah ber koordinasi dengan pihak kontraktor pelaksana proyek dan menyampaikan titik lokasi adanya pipa, sehingga terjadinya kerusakan bisa ditekan, ” tutupnya.

Mensos Risma,Sapa Puluhan Anak Penyandang Disabilitas di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Setelah Menteri Sosial Tri Rismaharini menemui dan menyerahkan bantuan sosial warga terdampak gempa bumi di Desa Trunyan, Bangli pada Sabtu,(16/10) lalu.Kemudian Dirinya langsung beranjak melajutkan kunjungan ke Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian Sosial, Balai Disabilitas “Mahatmiya” Bali,Tabanan dengan memberikan bantuan atensi dan peresmian SKA,Senin,(18/10).

Dalam kesempatan tersebut terlihat Rismaharini menyapa dan membakar semangat anak-anak dan sesekali menghapiri satu demi-satu anak-anak tersebut.Sembari menyerahkan buku tabungan kemasing-masing anak dalam kegiatan kunjunganya.

“Jangan meyerah, tidak ada kata menyerah kalian bisa dan pasti berhasil,” jelasnya,Senin,(18/10).

Dengan telah diberikan buku tabungan dengan saldo sebesar Rp 200 sampai Rp 300 ribu tentu tidak ada lagi alasan untuk tidak bersekolah.

“Jadi harus tetap bersekolah,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut Dirinya juga mempersilakan agar anak-anak di Unit Pelaksana Teknis milik Kementerian Sosial, Balai Disabilitas “Mahatmiya” Bali mencatat nombor HP miliknya.

“Jadi kalian(Anak-anak Disabilitas)dapat menyimpan nombor Ibu dan bisa menghubungi langsung nantinya,” pungkas Rismaharini.

Tinjau Petani Garam di Amed, Gubernur Koster Dorong Garam Tradisional Bali Dikonsumsi Lebih Masif di Tingkat Lokal

KARANGASEM – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan kualitas garam yang diproduksi secara tradisional di kawasan Amed, Kabupaten Karangasem, Tejakula, Kabupaten Buleleng dan beberapa daerah lain sangat baik dan bahkan sudah diekspor ke berbagai negara.

“Kita punya tempat produksi garam yang punya hasil bagus, berkualitas dimanfaatkan sejak turun temurun. Utamakan dulu untuk konsumsi (lokal,red) kita,” tandas Gubernur Koster saat kunjungan kerja ke sentra produksi garam Amed, Desa Purwakerthi, Kabupaten Karangasem,Minggu,(17/10) pagi.

Gubernur Koster yang juga didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengungkapkan, selama ini garam tradisional Bali cukup terganggu pemasarannya di tingkat lokal karena gempuran garam impor.

“Lalu ada alasan SNI yang mewajibkan kandungan yodium. Padahal bicara kandungan mineral lain garam kita luar biasa, punya rasa khas yg tidak bisa disamakan produk daerah lain. Untuk itu saya terbitkan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 17/2021 tentang Pemanfaatan Garam Tradisional Lokal Bali,” tutur Gubernur asal Sembiran, Kabupaten Buleleng tersebut.

Terkait hal tersebut pula, Gubernur menekankan bahwa kedepan produksi garam lokal Bali akan terus didorong agar bisa masuk ke pasar dan konsumen lokal Bali.

“Apalagi garam Amed sudah ada HAKI dengan indikasi geografis. Saya dorong agar Kadis Kelautan agar garam tradisional segera punya HAKI semua. Gunakan produk kita sendiri jangan malah banggakan produk luar. Kalau 4,3 juta penduduk Bali konsumsi, pasti terserap semua produk kita.Saya dorong juga bapak Bupati Karangasem untuk sosialisasi penggunaan garam tradisional untuk masyarakat,” imbuhnya lagi.

Sementara itu, Ketua Koperasi Petani Garam Amed Karangasem, I Nengah Suanda memuji Gubernur Koster sebagai pemimpin yang benar-benar Satya wacana dan terbukti.

“Ini pemimpin sebenarnya untuk Bali. Langsung datang kesini untuk melihat petani kita,” katanya.

Diuraikannya, garam hasil produksi dari Bali pengerjaannya lebih kompleks tanpa penambahan bahan kimia sehingga harganya lebih tinggi.

“Kita di Amed bisa produksi 30 ton garam per tahun dengan 4 kali panen,” katanya

Suanda juga menjelaskan bahwa sejatinya garam Amed dan garam tradisional lokal Bali lain telah memperoleh pengakuan dan diminati di dunia kuliner, serta telah dipasarkan secara nasional dan internasional. Di samping itu juga telah diekspor ke Jepang, Korea, Thailand, Prancis, Swiss, Rusia, dan Amerika Serikat.

Gubernur Koster beserta Ny Putri Koster dalam kesempatan tersebut disertai pula oleh Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Bupati Karangasem I Gede Dana juga mencoba memanen garam yang dikenal punya citarasa gurih khas tersebut. Nampak pula mendampingi Kadisperindag Provinsi Bali I Wayan Jarta dan Kadis Kelautan dan perikanan Provinsi Bali Made Sudarsana.