- Advertisement -
Beranda blog Halaman 805

Beri Semangat, Wabub Tabanan Hadir Ditengah Upacara Ngaben,Metatah dan Ngeroras Masal di Tista

TABANAN – Pantaubali.com -Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, SE., menghadiri undangan kegiatan Ngaben dan Metatah Masal di Desa Tista, Kecamatan Kerambitan Tabanan, Sabtu (23/10). Pada kesempatan tersebut kami didampingi oleh Camat Kerambitan, Kapolsek Kerambitan, Perbekel Desa Adat Tista serta OPD terkait.Wabup Edi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Desa Adat Tista.

“Saya mewakili Pemkab Tabanan selalu memberikan dorongan dan semangat, terhadap acara yang dilakukan dengan tujuan meringankan kewajiban masing-masing keluarga di Desa Tista, terutama dengan biaya yang sangat terjangkau” ujar Wabup Edi.

Ngaben dan Metatah masal ini diikuti oleh 30 peserta ngaben dan 3 peserta ngeroras, serta peserta metatah sejumlah 33 orang. Dengan anggaran biaya bagi masing-masing peserta ngaben sejumlah 3,5 juta dan peserta metatah masing-masing senilai 1 juta. Nilai angka yang dianggarkan sesuai dengan hasil kesepakatan desa adat, tentunya dengan jumlah yang seminimal mungkin agar masyarakat tidak terbebani.

Selanjutnya di sela – sela kegiatan Wabup Edi berkesempatan meninjau Pembangunan Bale Banjar Carik, Desa Tista. Didampingi oleh Perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat di Banjar Carik mewujudkan pembangunan Bale Banjar ini. 100 sak semen juga akan saya sumbangkan dan semoga ini dapat membantu dari pada pembangunan Bale Banjar Carik,” tutupnya.(Rilis)

Masalah Pengingkaran Sering Dihadapi Notaris Dalam Profesinya

DENPASAR – Pantaubali.com – Adapun masalah sering dihadapi para Notaris dalam menjalani profesi kenotariatannya.Salah satunya menurut, Dosen Notariat Universitas Warmadewa yang juga salah satu pendiri Perkumpulan Pemerhati Pertanahan dan Agraria Terpadu Indonesia (P3ATI), I Made Pria Dharsana mengatakan, adanya pengingkaran oleh para pihak.Baik, pengingkaran terhadap penandatanganan akta dibuat serta pengingkaran terhadap isi dalam perjanjian.

Apa dikehendaki tidak sesuai dengan isi akta,kemudian diselesaikan oleh Notaris.Seperti hadir saja dapat mengingkari juga.Misal,terkait tanda tangan,terkadang diingkari juga, yang oleh penandatangan bisa saja disebut bukan merupakan tandatangan milik penandatangan.Karena, setiap tarikan tanda tangan tidak semuanya akan sama.

“Tentu hal tersebut perlu diantisispasi di tengah perubahan zaman ini.Permasalahan tersebut memang tidak dapat di jawab oleh dunia Notaris dikarenakan,banyak pengingkaran maupun modus dilakukan oleh beberapa pihak,” jelasnya,Kemarin,(Sabtu,(23/10) di Denpasar.

Bahwasanya semua pelaksanaan penandatanganan dengan perjanjian yang memiliki kekuatan, hak maupun kewajiban para pihak harus didasarkan dengan asas etikat baik juga.Maka,upaya telah dilakukan terkait hal tersebut yaitu, dengan melakukan penyuluhan hukum selanjutnya memberikan penjelasan terhadap apa yang diinginkan.

Jika dilihat pada Pasal 1870 KUH Perdata, tentang akta otenti yang mempunyai pembuktian yang sempurna menjadi kewenangan Notaris sebagai pejabat umum pasal 15 UUJN.

“Sehingga, apa diinginkan mereka kualifikasi terhadap akte auntentik tersebut benar-benar sempurna,” katanya.

Menurut Dirinya,masalah dihadapi para notaris dapat dikatakan hampir terjadi di seluruh Indonesia, jika dilihat banyak teman-teman di notaris ikut terjerat terhadap persoalan-persoalan hukum diantara para pihak.

Selain itu,akte notaris dipakai sebagai sebuah media yang dapat dikatakan sangat rentan jika tidak dipenuhi dalam ketentuan prosedur pembuatan akta ontentik.

“Ya, dapat dikatakan akhirnya notaris ikut menjadi korban,” tutup Dharsana.

Sesosok Mayat, Kejutkan Warga Pantai Sumur Kembar Kelatakan

BASARNAS – Pantaubali.com – Sesosok mayat ditemukan di Pantai Sumur Kembar Kelatakan, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Sabtu (23/10) pagi sekira pukul 06.25. Kejadian tersebut pertama kali dilihat oleh nelayan Kelatakan, Bapak Supri pukul 06.00 Wita selanjutnya dilaporkan ke Basarnas.

Petugas komunikasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar yang menerima laporan tersebut kemudian menghubungi Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana untuk melakukan evakuasi.

Dari informasi tersebut Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana langsung menurunkan personelnya untuk melalukan evakuasi.

“Kami telah memberangkatkan 6 orang Tim Rescue menuju lokasi untuk melakukan proses evakuasi” terang Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Putu Hendri Gunawan, Sabtu,(23/10) di Denpasar.

Tim SAR Gabungan kemudian mengevakuasi korban pada pukul 08.30 Wita dan selanjutkan dibawa menuju RSUD Negara untuk dilakukan identifikasi dari Tim Inafis Polres Jembrana.

“Dari hasil identifikasi pihak kepolisian korban diketahui bernama, Nur Cahyo Pamungkas (28) asal Tiwubokah Praya Lombok Tengah,” katanya.

Proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR Gabungan diantaranya Basarnas Pos SAR Jembrana, Polres Jembrana, Polsek Melaya, BPBD Kabupaten Jembrana, Inafis Polres Jembrana, Puskesmas Melaya dan masyarakat setempat.

PSN Diharapkan Bisa Tuntun Umat dalam Beryadnya dan Implementasikan Dresta Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) yang merupakan ujing tombak dalam pelayanan umat, diharapkan bisa berperan dalam menuntun umat agar terus bertranspormasi ke arah yang lebih baik lagi.

Demikian dikatakan oleh Asisten Hidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, yang membacakan sambutan Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara Mahasabha III PSN Tahun 2021, bertempat di Gedung Balai Diklat Industri Denpasar, Jumat (22/10).

Ia melanjutkan, pengaruh arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi telah berperan dalam pergeseran pandangan dan nilai serta perubahan perilaku masyarakat. “Hal ini tentu saja menjadi tantangan kita ke depan, agar para pinandita dan pemangku bisa terus tuntun umat bertransformasi ke arah yang lebih maju lagi,” jelasnya dalam acara yang bertemakan ‘Melalui Mahasabha III Pinandita Sanggraha Nusantara, Kita Tingkatkan Profesionalisme Pinandita Sesuai Harapan Umat dan Perkembangan Jaman’.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten I Gede Indra Dewa Putra juga menyinggung tentang rentetan upakara yang dijalani umat Hindu dewasa ini. Menurutnya, sudah sepatutnya para pinandita menuntun umat untuk melaksanakan esensi dalam beryadnya itu sendiri. “Upakara itu bukan utama tapi esensi. Bagaimana upakara harus bisa timbulkan efek positif kepada kehidupan umat. Tentu dengan lebih mengedepankan tatwa dan susila,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia juga mengajak para pinandita dan pemangku menghadapi isu belakanhan ini untuk terus mengajegkan Hindu dresta nusantara. Hal ini menurutnya, perlu perhatian para pemuka agama, agar bisa menuntun umatnya agar tidak terpengaruh airan sampradaya. “Untuk itu pengembangan wawasan pemangku dan pinandita akan wawasan tatwa, susila dan upakara perlu dikembangkan secara perioddilk, dengan pikiran yg jernih. Perlu organisasi Hindu untuk ajegkan Hindu dalam menghadapi berbagai tantangan. Dan mampu mengisi peluang yg ada dengan usaha yang jelas,” bebernya.

Ia pun menambahkan, kegiatan ini sudah sangat sesuai dengan visi Pemprov Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali di bidang Atma Kerthi. “Pemprov Bali terus berusaha menciptakan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, dengan tidak meninggalkan kearifan lokal kita,” tandasnya.

Sementara itu Ketua PHDI pusat yang diwakili oleh Ida Pandita Rsi Acharya Swi Rarendra Mahadharma juga mengatakan jika PSN merupakan ujung tombak pembinaan umag Hindu yang tersebar di seluruh nusantara. Ia menegaskan para pandita dan pemangku tidak hanya memimpin upacara, namun juga bisa membimbing umat serta memberikan pemahaman tentang ajaran agama, sehingga bisa diimplementasikan sebaik-baiknya serta menjadikan umat bangga memeluk agama Hindu.

Ia juga berharap PSN mampu mengidentifikasi masalah umat Hindu. “Susunlah program yang langsung menyentuh kebutuhan umat sebagai solusi rencana aksi,” jelasnya.

Di era globalisasi dan teknologi informasi ini, umat Hindu di dunia dan Indonesia harus berubah dan terus belajar, terutama tingkatkan kwalitas sdm. “Untuk tingkatkan sdm, kuncinya adalah pendidikan. Ajaran agama bila dihayati dan diamalkan dngan baik bisa jadi peneranh dan mengantarkan kebahagiaan lahir batin. Apalgi buku-buku agama Hindu sudah banyak dan mudah diperoleh,” imbuhnya.

PHDI pusat ditanbahkannya ke depan harus bisa melestarikan ajaran-ajaran agama yang berbasiskan local wisdom dan genius wisdom sebagai implementasi dalam meningkatkan kualitas umat Hindu.

Ketua PSN Pusat Pinandita I Wayan Rajin melaporkan bahwa Mahasabha III PSN tahun 2021 diselenggarakan atas kerjasama PSN dengan Yayasan Dharma Pinandita yang diketuai oleh Ir. I Putu Maharta Adijadnja. Sementara untuk pelaksanaanya sendiri akan berlangsung dari tanggal 22-23 Oktober serta membahas beberapa hal; 1. Konsolidadi pengurus PSN, baik dari pusat maupun daerah. 2. Laporan pengurus selama 5 tahun yaitu periode 2015-2020. 3. Melakukan perubahan AD/ART, sesuai dengan struktur organisasi dan program kerja, serta memilih pengurus baru untuk 5 tahun ke depan.

“Kami harapkan, pengurus nantinya bisa memberikan angin segar dengan program unggulannya,” tandasnya sembari mengatakan tanggal 24 Oktober mendatang akan dilaksanakan doa bersama di Pura Agung Besakih.

Wakil Bupati Tabanan Sebut, Potensi Produk Kerajinan Pejaten Cerah

TABANAN – Pantaubali.com – Komitmen mempercepat terwujudnya visi dan misi yang menjadi skala prioritas di Kabupaten Tabanan yakni salah satunya infrastruktur jalan, dibangun secara berkelanjutan di Kabupaten Tabanan. Kali ini, jalan yang mendapat atensi dari Pemkab adalah, penghotmixkan ruas jalan lingkar, Kediri yang pembangunannya ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Wirawan, S.E., Jumat, (22/10) didampingi oleh OPD terkait.

Wabup Edi menjelaskan bahwa proritas pembangunan infrastruktur ini dalam rangka mempersiapkan Desa Pejaten menjadi sentra wisata pengolahan kerajinan gerabah, keramik dan genteng.

“Infrastruktur ini merupakan sarana pendukung dari menggeliatnya UMKM Gerabah, Genteng dan Keramik.” pungkasnya

Disamping itu, menilik keberadaan Pengrajin Gerabah, Keramik, Genteng dan Bata Merah di Pejaten, Wabup Edi menyebutkan usaha tersebut memiliki potensi bagus dan perlu dikembangkan. Untuk itu, Wabup Edi berkunjung ke Kantor Desa Pejaten untuk memberikan pemahaman dan motivasi industri kepada pelaku usaha tersebut sehingga Pejaten menjadi desa wisata berkualitas dan menjadi paket wisata potensial.

“Saya selaku pemerintah di Kabupaten Tabanan memotivasi dengan harapan ke depannya para pelaku usaha mampu mengembangkan produknya dengan lebih baik lagi. Kelemahan-kelemahan pemasaran kita pelajari, kita uji kualitasnya agar bagus dan mampu memasarkan hingga go internasional. Itu yang kita lakukan di pemerintahan.” cetus Wabub Edi.

Wabup yang mempunyai latar belakang seorang pengusaha ini dengan lugas memberikan pemahaman kepada para pelaku usaha. Banyak dorongan motivasi yang diberikannya saat itu, dengan harapan kedepannya para pelaku usaha mampu mengembangkan produknya dengan lebih baik lagi bahkan mampu menembus pasar ekspor.(Rilis)

TABANAN – Pantaubali.com- Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah Hukum Polres Tabanan – Polda Bali , Pada hari Jumat tanggal 22 Oktober 2021 pukul 08.35 s/d 09.20 Wita bertempat di Lapangan Alit Saputra Tabanan telah berlangsung apel pengecekan Forum Sipandu Beradat (Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat) dan Bankamda (Bantuan Keamanan Desa Adat) di Wilkum Polres Tabanan. Bertindak sebagai pimpinan apel Kapolda Bali Irjen Pol.Drs.Putu Jayan Danu Putra, S.H.,M.Si dengan komandan apel Kapolsek Selemadeg Kompol I Kadek Ardika,S.Sos, M.H., dan Perwira Upacara Kabag SDM Polres Tabanan Kompol I Gusti Nyoman Wintara, S.H.

Kegiatan Apel dihadiri oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E, M.M, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K, M.H.,Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf. Ferry Adianto, S.I.P., Kajari Tabanan Ni Made Herawati, S.H.,Perwakilan Pengadilan Negeri Tabanan, Kadis PMA (Pemajuan Masyarakat Adat) Provinsi Bali I G K Kartika Jaya Saputra,Kelompok Ahli pembangunan bidang keamanan Provinsi Bali Brigjen Pol. (Purn) Dewa Parsana , Sekda Tabanan Dr. I Gede Susila, S.Sos, M.Si, Ketua MDA Kabupaten Tabanan Drs. I Wayan Tontra, M.M., Waka Polres Tabanan dan Pju Polres Tabanan serta Muspika se KabupatenTabanan.

Apel diikuti oleh 2 SST Bhabinkamtibmas jajaran Polres Tabanan , 1 SST Babinsa se-kabupaten Tabanan, 2 SST Pecalang se Kabupaten Tabanan , 2 SST Tokoh Adat , 1 SST Satpol PP Pemkab Tabanan dan 1 SST Linmas.

Kapolda Bali dalam sambutannya menyampaikan, bahwa seperti Kita ketahui bersama Pulau Bali dikenal sebagai salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi oleh wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Dengan berbagai keindahan alam maupun kultur budaya yang khas tersebut membuat Pulau yang dijuluki The Island Of Paradise, The Island of Thousand Temple dan The The Island of Peace, ini memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung.

Dari keseluruhan keindahan alam dan budaya yang telah disuguhkan tersebut tentunya tidak menutup kemungkinan akan berpotensi memunculkan berbagai dampak di lapisan masyarakat seperti gangguan ketertiban dan keamanan, kriminalitas serta kerawanan sosial lainnya. Namun kami yakin semua masyarakat Bali tidak ingin masa kelam terkait ormas maupun kejahatan lainnya muncul kembali di Pulau Dewata.

Guna meredam potensi gangguan Kamtibmas tersebut Pemerintah Bali memanfaatkan kearifan lokal yang ada di Bali melalui pembentukan “Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat atau Sipandu Beradat”.Hal ini tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali No.26 tahun 2020,. Adapun tugas tugas dari Sipandu Beradat mulai dari, Mengumpulkan data yang berpotensi memunculkan situasi gangguan ketertiban,ketentraman,keamanan dan kerawanan sosial di wilayah masing-masing,Menerima laporan terjadinya potensi gangguan Kamtibmas dan kerawanan sosial,Melakukan analisis atau kajian beserta rekomendasi solusi terhadap potensi gangguan-gangguan ketertiban, ketentraman,keamanan dan kerawanan sosial,Melaporkan temuan atau potensi beserta rekomendasi solusi terhadap gangguan Kamtibmas, kerawanan sosial, kepada pejabat yang berwenang. Ungkap Kapolda Bali.

Kapolda Bali mengharapkan, agar Sipandu Beradat ini dapat dijadikan sebagai leading sector dalam bidang keamanan lingkungan berbasis Desa Adat serta dapat menjadi icon baru dalam bidang keamanan sehingga mampu memberikan keyakinan bahwa keamanan Bali dapat menjadi jaminan bagi dunia internasional.

Selesai acara Apel dilanjutkan dengan Penyerahan Bantuan Tunai Untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung (BTPKLW) oleh Kapolda Bali, didampingi Bupati Tabanan, Kapolres Tabanan , Dandim 1619 Tabanan dan Ketua MDA Tabanan , kepada perwakilan pedagang sebanyak 5 orang.(Rilis)

Gubernur Bali Terima Bantuan 50 Ton Beras dari GWK

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Koster Ajak Pelaku Usaha Bangun Budaya Empati dan Rasa Tanggungjawab Terhadap Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan, apresiasi dan ucapan terimakasih kepada PT. Garuda Adhimatra Indonesia yang merupakan pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park Bali, karena telah memberikan bantuan 50 Ton Beras untuk Provinsi Bali.

Dalam penyerahan bantuan beras tersebut dihadiri oleh Division Head Goverment Relation and Coorporate Affair PT. Garuda Adhimatra Indonesia, Erwyanto Tedjakusuma, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Povinsi Bali, Gede Darmawa, Goverment Relation GWK, Ni Kadek Swandewi, dan Divison Head GWK, Markom Andre.

Dalam sambutannya, Division Head Goverment Relation and Coorporate Affair PT. Garuda Adhimatra Indonesia, Erwyanto Tedjakusuma menyampaikan bahwa PT Alam Sutera Realty Tbk melalui anak perusahaannya PT. Garuda Adhimatra Indonesia menyalurkan bantuan untuk Provinsi Bali sebagai sebuah dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali di dalam penanganan pandemi Covid-19, sekaligus sebagai wujud apresiasi dalam rangka peringatan Hari Pangan Se-Dunia yang jatuh pada tanggal 16 Oktober lalu.

“PT. Alam Sutera Realty Tbk melalui PT. Garuda Adhimatra Indonesia secara konsisten menunjukkan bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap upaya pemulihan ekonomi masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19, khususnya upaya penanggulangan yang telah diupayakan dengan sangat baik oleh Pemerintah Provinsi Bali,”ujarnya Kamis,(21/10) di Jayasabha, Denpasar.

Mendengar hal itu, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya mengatakan, mewakili Pemerintah Provinsi Bali dan atas nama seluruh masyarakat Bali, menyampaikan apresiasi atas kontribusi PT. Garuda Adhimatra Indonesia selaku pengelola GWK sebagai salah satu destinasi pariwisata Bali yang memiliki potensi besar sebagai produk wisata terdepan, dalam membantu masyarakat Bali yang saat ini paling terdampak Pandemi Covid 19.

“Saat Saya berbincang-bincang dengan Erwyanto soal GWK sebagai produk wisata yang baik, agar ikut berkontribusi membantu masyarakat Bali terdampak Covid-19. Karena, sejak satu setengah tahun lebih pandemi telah melanda Bali, Indonesia dan dunia dengan memberikan dampak cukup besar. Terutama akibat dari pandemi, pariwisata itu tidak berjalan. Sehingga, otomatis berimbas kepada kehidupan masyarakat di bawah, baik petani, perajin, dan komponen masyarakat lainnya yang sangat terdampak,” paparnya.

Jadi sudah sepantasnya GWK sebagai usaha bergerak di pariwisata di Bali agar ikut memiliki tanggungjawab bersama-sama menjaga alam dan manusia Bali agar tetap harmonis.

“Jika Kita saling menjaga dengan baik, maka apa yang terjadi akan mendapat restu dari alam. Karena Kita harus mulai kedepan dalam Bali era Baru dan mari Kita tumbuhkan budaya memiliki sikap komitmen dan tanggunguawab untuk saling menghidupi, menjaga, menghormati, sama – sama bisa tumbuh dan berkembang, serta sama-sama dapat menerima manfaat. Sehinggga dengan demikian akan terjadi keharmonisan alam beserta isinya,” bebernya.

Siapa pun yang datang ke Bali untuk mengembangkan ekonomi dan usahanya agar ikut membangun budaya serupa. Jika tidak ikut merawat, maka ekosistem tidak akan baik, jika ekosistem tidak baik, maka ekonomi pun tidak jalan.

“Oleh karena itulah Saya mengetuk hati nurani semua pelaku usaha untuk berderma, membantu masyarakat Bali yang sedang membutuhkan.Kalau cara begini (gotong royong memberikan bantuan, red) orang akan mendoakan,” ucapnya.

Sembari Dirinya menambahkan, semoga penyaluran bantuan – bantuan CSR seperti ini tidak berhenti hanya pada saat ini, namun bisa menjadi agenda rutin yang berkelanjutan sebagai kontribusi untuk pembangunan Bali.(Rilis)

Warga Pandak Gede Komitmen Dukung Tabanan Era Baru

TABANAN – Pantaubali.com – Sebagai wujud sradha bhakti sebagai seorang Kepala Daerah terhadap masyarakatnya, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., disela-sela kesibukannya menyempatkan diri menghadiri undangan masyarakat Banjar Kebon, Desa Pandak Gede, Kediri, Tabanan, terkait upacara Pemlaspasan Penyengker dan Apit Surang Pura Gede Penataran Banjar Kebon, Kamis, (21/10) siang.

Dengan didampingi oleh Sekda dan OPD terkait, Bupati Sanjaya menyampaikan terimakasih kepada masyarakat Banjar kebon.

“Terimakasih atas undangannya karena saya bisa melakukan tatap muka dengan masyarakat disini disaat melaksanakan Karya. Saya juga melihat semangat gotong-royong masyarakat sangat luar biasa sekali. Hal inilah yang membuat saya bangga menjadi seorang Kepala Daerah ketika melihat masyarakatnya bersatu,” ucap Sanjaya.

Disamping itu, kegiatan ini juga dikatakannya sangat sesuai dengan sastra dan visi Kabupaten Tabanan.

“Semua warga menyatukan tekad dan keyakinan dari jauh hari sebelumnya, sehingga mampu mewujudkan Karya dengan semangat persatuan dan gotong-royong yang tinggi. Inilah yang dinamakan dengan karya yang Satwika. Dimana dihadiri oleh Tri Upasaksi, yakni, seluruh warga mempunyai keyakinan yang tulus ikhlas melaksanakan karya dan dipuput oleh Ida Sulinggih, terlebih disaksikan oleh murdaning jagat (Bupati),” imbuh orang nomer satu di Tabanan tersebut.

Lebih jauh Ia mengatakan, akan sangat tidak masuk akal jika pemerintah tidak hadir dalam kegiatan positif yang dilakukan masyarakat.

“Disinilah tugas pemerintah untuk hadir dalam memberikan apresiasi terhadap karya yang dilakukan masyarakat. Mari kita bersama-sama bersinergi membangun Tabanan karena Tabanan ini milik kita bersama. Hilangkan semua perbedaan dan mari kita Bangun Tabanan ini, sehingga Visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola pembangunan Semesta berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM) dengan cepat bisa diwujudkan,” ajaknya.

Selebihnya, Sanjaya juga meminta agar apa yang telah dibangun ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan.

“Selaku Kepala Daerah, saya sangat mengapresiasi seluruh pelaksanaan karya mulai dari semangat persatuan warga hingga penerapan prokes yang baik. Saya harapkan Karya ini berajalan dengan lancar tidak kurang apapun dan tetap terapkan prokes dengan baik serta jangan pernah abai sedikitpun, meskipun kasus pandemi Covid-19 di Kabupaten Tabanan terbilang telah mengalami tren menurun atau melandai,” pinta Sanjaya.

Pada kesempatan yang sama, Prawartaka Karya I Gede Made Budiartawan, mewakili seluruh warga Banjar Kebon mengucapkan terimakasih atas kehadiran dan apresiasi serta bantuan dari Bapak Bupati. Kedepannya, Ia juga mengatakan akan selalu berkomitmen dan mendukung penuh program Pemkab. Selebihnya, Ia juga berharap agar Bapak Bupati selaku Kepala Daerah bisa terus hadir ditengah-tengah masyarakat dalam membantu pembangunan di masyarakat.(Rilis)

Bupati Tabanan Harapkan Pembangunan Hidram Mampu Memfasilitasi Kebutuhan Air Bersih

TABANAN – Pantaubali.com – Mengapresiasi sinergi pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan di Desa Biaung terkait pengembangan fasilitas air bersih, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M resmikan Pompa Air Hidram yang merupakan program dari Kodam IX/Udayana Tabanan, di Br. Cacab, Jangkahan, Desa Biaung Kecamatan Penebel, Tabanan, Rabu (20/10) yang ditandai dengan pemotongan pita.

Dalam acara peresmian ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh Sekda Tabanan, dan turut hadir dalam undangan, Dandim 16 19, Kapolres, Kejaksaan Negeri, Kapolsek Tabanan, Unsur Muspika Kecamatan Penebel, Kadis PU, Camat dan perbekel, kelompok karang taruna banjar cacab serta OPD dan tokoh masyarakat terkait.

Kendala kekurangan air bersih pada masyarakat menempatkan Banjar Cacab sebagai lokasi prioritas pembangunan hidram, program dari Kodam IX/Udayana yang sudah terlaksana sebanyak 4 kali tersebut. Selaku fasilitator, TNI berkolaborasi dengan masyarakat melakukan pengembangan fasilitas ini selama 1,5 bulan lamanya. Dengan diresmikannya pompa air ini diharapkan mampu memberikan manfaat guna menutupi kekurangan air bersih dan kebutuhan air minum bagi 470 warga di Br. Cacab Biaung.

Bupati Sanjaya memberikan apresiasi setingginya terhadap program yang secara reguler dilakukan oleh Kodam IX/Udayana.

“Ini merupakan terobosan dalam mewujudkan harapan dan keinginan, tentang membangun masyarakat Bali, khususnya Tabanan” ujar Sanjaya

Program yang mulanya dilaksanakan oleh Pangdam, dan direalisasikan secara gotong royong tersebut menuai antusiasme tinggi dalam masyarakat.

“Tabanan memang banyak air, tapi sumber airnya di bawah, sementara masyarakat tinggalnya di atas, jadi sedikit kesulitan untuk mendapatkan air,” lanjutnya.

Lebih lanjut, ia juga berterima kasih atas gagasan dan bantuan pembuatan hidram di Tabanan, baik untuk air bersih maupun untuk pertanian. Ia berharap, Desa Biaung yang terkenal dengan hasil tani duriannya, dapat terbantu juga proses pengairan taninya dengan Program yang senada dengan Visi Misi Tabanan tersebut, yaitu Nangun Sat Kerthi loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana. Di mana dalam pengaplikasiannya sudah memenuhi 2 dari 6 hal mulia dalam membangun alam dan manusia.

“Dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi kami di Kabupaten Tabanan, ini sudah memenuhi Wana kerthi, artinya tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di sini sangat kita jaga dan pelihara secara sekala dan niskala, kondisi alamnya juga sangat kita perlihara. Yang kedua Danu kerthi, artinya air. Jadi ini sangat membantu menjalankan program pemerintah” Tambahnya.

Selain itu, program ini juga diharapkan mampu membawa masyarakat menuju Tabanan Era Baru yang AUM (Aman Unggul dan Madani).

“Dengan adanya pompa hidram ini, secara langsung masyarakat di sini menjadi aman, dan menjadi unggul, artinya di tempat yang lain belum memiliki hidram yang seperti ini tapi di Cacab memiliki keunggulan yang melebihi desa lain, serta masyarakat yang madani, dalam artian sejahtera. Dengan air ini mampu mengairi dan menghidupi 470 jiwa, artinya membuat masyarakat sejahtera” tutup Sanjaya. (Rilis)

Lantik PAW Perbekel Kerambitan, Bupati Tabanan : Bekerjalah dengan Giat, Jujur, Kreatif, Profesional dan Bertanggungjawab

TABANAN – Pantaubali.com – Mengisi kekosongan jabatan Perbekel di Desa Kerambitan, Kecamatan Kerambitan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melantik dan mengambil sumpah PAW (Penggantian Antar Waktu) Perbekel Kerambitan A.A Mayun Widi Adnyana, menggantikan I Made Wiarta yang sebelumnya menjabat sebagai (Pj) Perbekel Desa Kerambitan.

Pelantikan Perbekel yang dipilih secara musyawarah dan mufakat dalam musyawarah Desa Kerambitan tersebut dilakukan secara langsung, pada Rabu, (20/10) di kantor Bupati Tabanan dengan tetap menerapkan prokes Covid-19. Turut hadir saat itu, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Made Dirga dan salah satu anggota DPRD I Wayan Lara, Sekda, Asisten III dan OPD terkait, Camat Kerambitan serta Perbekel terpilih.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya mengucapkan selamat kepada Perbekel Kerambitan yang baru saja dilantik dan mengucap syukur karena proses pemilihan Perbekel di Desa Kerambitan berjalan dengan lancar. “Saya percaya bahwa saudara akan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang dibebankan di pundak saudara. Bekerjalah dengan giat, jujur, kreatif, professional dan bertanggungjawab,” ucap Bupati Sanjaya usai melakukan pelantikan.

Disamping itu, tantangan penyelenggaraan Desa kedepannya dikatakan Bupati Sanjaya pasti akan semakin kompleks. Desa berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014, bukan hanya sebagai obyek pembangunan tapi juga sebagai subyek pembangunan. “Oleh karena itu, perangkat Desa dan masyarakat harus bahu-membahu, bergotong-royong dalam menggali potensi dan sumber daya yang ada di Desa, sehingga bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegas Sanjaya.

Bukan hanya itu, Ia juga menegaskan bahwa Desa harus mampu menunjukan inovasi dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Melaksanakan program-program dengan baik sesuai dengan data yang akurat, maka diperlukan membangun data Desa yang presisi yang menjadi prioritas dalam Asta Program sebagai implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani, (AUM).

Dalam mewujudkan hal tersebut, Bupati Sanjaya berharap kepada Perbekel yang baru dilantik mampu menjalin komunikasi, koordinasi dan bekerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada di Desa dan mampu menunjukan sinergi dengan masyarakat. “Semeton sareng sami, ritatkala ada perbedaan dalam kita melaksanakan tugas, mari persempit dan perkecil kalau bisa dihilangkan perbedaan itu. Ngiring bangun Tabanan niki karena Tabanan adalah milik kita bersama. Ayo kita bangun Tabanan ini bersama-sama untuk mewujudkan Tabanan yang AUM,” pinta Sanjaya.

Sementara, AA. Mayun Widi Adnyana selaku Perbekel kerambitan yang baru, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Tabanan dan seluruh masyarakat Desa Kerambitan karena telah mempercayakan tanggungjawab ini di pundaknya. Ia berharap kedepannya mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dan juga untuk Pemkab Tabanan dalam mewujudkan segala program Pemkab di Desa. (Rilis)