- Advertisement -
Beranda blog Halaman 804

Lantik Anggota KPPAD Provinsi Bali Periode 2021-2026, Gubernur Bali Ingatkan Pentingnya Pendidikan Sebagai Bekal Masa Depan

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali mengatakan kesetaraan gender dapat dicapai jika tujuan tersebut juga berlaku bagi semua anak anak dimana saja, ini berarti perlindungan anak merupakan penanda penting dalam proses pencapaian pembangunan kesetaraan gender dalam upaya meningkatkan hak asasi dan kehormatan terhadap anak-anak di Indonesia, khususnya di Provinsi Bali, selain itu diharapkan juga mampu meningkatkan kesadaran seluruh komponen masyarakat bahwa anak merupakan generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa.

Hal ini disampaikannya dalam sambutan saat melantik anggota KPPAD Provinsi Bali yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati, di Gedung Wiswa Sabha Utama-Denpasar, Kamis (28/10).

Terbentuknya KPPAD merupakan momentum dalam mengemban visi Pemerintah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang termaktub dalam visi ke-20 yakni mewujudkan kehidupan krama bali yang demokratis dan berkeadilan dengan memperkuat budaya hukum, budaya politik dan kesetaraan gender dengan memperhatikan nilai-nilai budaya Bali.

Selain itu Wagub Cok Ace menitipkan tugas kepada anggota baru Komisi Penyelenggaraan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Bali untuk menelusuri dan menyelesaikan permasalahan tentang banyaknya anak anak yang berada dijalanan, baik mengemis ataupun berjualan tissu dan masker.

“keadaan ini secara tidak langsung membahayakan keselamatannya bahkan mengganggu pengguna jalan raya lainnya. Dari segi usia tentu merupakan memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak untuk memperjuangkan masa depannya kelak, namun saat ini semakin banyak jumlah anak-anak yang menjajakan tissu dan masker dijalanan. Saya merasa kurang adil bagi mereka yang dijalan seperti itu, namun beberapa orang yang sempat saya tanyakan, tidsk sedikit dari mereka yang nyaman dan senang dengan pekerjaan ini karena mereka menghasilkan uang,” ungkap

Wagub Cok Ace saat wawancara dengan sejumlah media seusai pelantikan KPPAD yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda.

Seakan menjadi lonceng pengingat bagi kita semua bahwa betapa pentingnya pendidikan di usia anak-anak, karena dengan ilmu pengetahuan seseorang akan memiliki keahlian dan bekal kemampuan untuk bersaing merubah masa depannya.

“perlindungan hak, harkat dan martabat setiap anak-anak di lindungan dalam Undang-Undang Dasar Negara republik Indonesia Tahun 1945. Sehingga sebagai orangtua sudah selayaknya lah kita melindungi dan memberikan hak serta bertanggung jawab terhadap kesejahteraan anak-anak kita,” imbuh Wagub Cok Ace.

Dengan dilantiknya anggota baru KPPAD Provinsi Bali periode 2021-2026 yang di ketuai oleh Ni luh Gede Yastini diharapkan mampu menjadikan anak-anak di provinsi Bali bebas dari eksploitasi, tindakan kriminalisasi dan diskriminasi.

Komisi Penyelenggaran Perlindungan Anak Daerah Provinsi Bali memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak di daerah, selain diharapkan mampu memberikan masukan kepada pemerintah daerah dalam perencanaan program sehingga mampu memberikan advokasi, pemantauan, evaluasi, perencanaan dan pelaksanaan perlindungan anak di daerah.(Rilis)

KNPI Tabanan Peringati Hari Sumpah Pemuda Dengan Lomba Baca Puisi

TABANAN – Pantaubali.com – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tabanan memperingati hari sumpah pemuda di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Tabanan, Kamis, (28/10). Peringatan sumpah pemuda tersebut disertai penyerahan hadiah lomba baca puisi.

Ketua KNPI Kabupaten Tabanan I Made Dwi Agung Satrawan mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah ingin memberikan arti dan makna pada hari sumpah pemuda dengan menanamkan nilai sejarah yang bisa menumbuhkan rasa semangat pemuda pemudi. Selain itu tujuan melaksanakan kegiatan ini juga ingin mengungkapkan rasa bangga kepada bangsa ini dan sejarah yang dilukiskan oleh pemuda di 93 tahun silam.

“Tepat di 93 tahun lalu sejarah kaum pemuda membuat goresan tinta sejarah yang sampai saat ini bisa kita kenang dimana terjadi kongres kedua pada 8 Oktober 1928 yang bertempat di Batavia yang mempunyai kesepakatan mempunyai kata sepakat dengan 3 kalimat yang penuh dalam arti seperti dideklarasikan ikrar sumpah pemuda,” kata Agung Satrawan.

Tiga kalimat dalam ikrar sumpah pemuda tersebut yakni pertama “Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia”, kedua “Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia”, dan ketiga “Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia”.

“Dengan kegiatan lomba baca puisi ini yang melibatkan adik adik SMP dan SMA, harapan kami ingin menumbuhkan dari awal rasa dan semangat sebagai generasi muda Tabanan,” harapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Tabanan, I Nyoman Putra dalam kesempatan tersebut mengucapkan selamat hari sumpah pemuda sekaligus mengucapkan selamat dan sukses kepada KNPI Tabanan yang telah menyelenggarakan kegiatan lomba baca puisi yang telah memberikan kreativitas kepada siswa-siswa di Tabanan. Kata ia, lomba ini merupakan sarana untuk melihat dan mencari bakat siswa yang memiliki potensi untuk dibina dan dikembangkan agar bisa berprestasi. Disamping itu juga dapat mendorong siswa untuk berkompetisi secara sehat serta dapat menularkan kepada siswa-siswa yang lainnya.

“Saya harap lomba ini dapat dilakukan secara rutin untuk dapat mencari sumber daya manusia yang berkualitas,” ucap Nyoman Putra.

Selanjutnya, dilaksanakan penyerahan hadiah kepada pemenang lomba baca puisi disertai membaca puisi oleh juara 1 tingkat SMP dan SMA. Dan kemudian diakhir kegiatan salah satu juri membacakan puisi di dalam kegiatan tersebut.(Rilis)

Tiga Hari Jajakan Wanita Sex Komersil di MiChat Raup Jutaan Rupiah, Wanita Ini Diringkus

TABANAN – Pantaubali.com -Jajakan wanita seks komersil di aplikasi MiChat.Seorang wanita asal Lumajang,Jawa Timur berinisial KH (28) diringkus Polisi Tabanan disalah satu rumah kost Desa Delod Peken.Dalam keteranganya, KH mengaku sebelumnya telah menjajakan dua orang wanita berinisial SA(33) dan F (15) di daerah Denpasar. Dikarenakan kalah bersaing akhirnya memilih daerah Tabanan sebagai lahan selanjutnya guna menjaring para Pria hidung belang.Menurut KH hal tersebut dilakukan dikarenakan, terlilit masalah ekonomi.

“Sebelumnya 2 bulan di Denpasar melakukan kegiatan ini.Untuk disini (Tabanan) baru tiga hari berjalan, dalam tiga hari telah mampu meraup sebanyak Rp 3,5 jutaan dari hasil kegitan tersebut,” jelas, Kapolres Tabanan, AKBP Ranefli Dian Candra,(Kamis,(28/10) di Polres Tabanan.

Menurut keterangan KH adapun tarif dipatok mulai dari Rp 250 sampai Rp 500 ribu untuk sekali main.

“Tarifnya bervariasi ditawarkan kepelanganya,” ujarnya.

Dalam sehari masing-masing wanita tersebut menurut keterangan KH mampu melayani Pria hidung belang melalui chat aplikasi MiChat tersebut sebanyak 8 kali.

“Menurut KH sih, dalam sehari bisa berkali-kali melakukan hubungan intim dengan pelanganya,” katanya.

Kedua pekerja sex komersil tersebut datang ke Bali memang dibujuk rayu oleh KH.Menurut Dirinya ke Bali akan diajak berjualan es akan tetapi, setelah beberapa lama malah dibekerjakan sebagai pekerja sex komersil.

Sembari Dirinya menambahkan, akhirnya berkat kecurigaan serta adanya laporan dari masyarakat disekitar rumah kost di Desa Delod Peken tempat melakukan kegiatan sex tersebut akhirnya, mereka dapat diringkus oleh anggota Kepolisian Polres Tabanan.Atas perbuatan tersebut KH dijerat Pasal 88 Nombor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nombor 23 tahun 2002 dengan ancaman 10 tahun penjara dan pasal 296 KUHP.

Kapolsek Marga : Kedepankan Prokes Dalam Kegiatan Pilkel

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka memastikan situasi keamanan wilayah Desa Tegaljadi pada tahapan penyampaian Visi dan misi calon Perbekel hari Rabu tanggal 27 Oktober 2021 pukul 19.30 wita Kapolsek Marga AKP I Gede Budiarta, S. H, M. H memimpin langsung kegiatan pengamanan penyampaian Visi dan misi Calon Perbekel Desa Tegaljadi putaran ketiga/terakhir yang berlokasi di Balai Banjar Adeng.

Dalam kesempatan tersebut Kapolsek menghimbau kepada para pecalang dan Satgas Gotong royong Desa Tegaljadi untuk bersama sama menerapkan protokol kesehatan di setiap tahapan pemilihan Perbekel sehingga penyebaran Covid19 dapat ditekan.

“Mari kita kedepankan Protokol Kesehatan dalam setiap kegiatan,”ucap Kapolsek Marga.

Kapolsek Marga juga meminta kepada Panitia Pilkel dan pecalang Adat Adeng untuk bersama sama menjaga situasi kamtibmas lebih lebih pada masa tenang 3 hari sebelum pelaksanaan pencoblosan pada hari Minggu tanggal 31 Oktober 2021.

“Jangan ada pendukung salah satu calon bertindak diluar ketentuan, mari bersama kita jaga agar situasi Kamtibmas tetap kondusif,”Tegas AKP I Gede Budiarta.(Rilis).

Ny. Putri Koster: Cerdas Berteknologi, Bijak Menggunakan Jari

DENPSAR – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bahwa pada era digital saat ini, berbagai hal bidang kehidupan secara mudah dapat diakses melalui gawai, kapan saja dan di manapun. Terlebih era pandemi, makin mendorong masyarakat akrab dengan dunia digital. Namun di sisi lain, juga mengharuskan masyarakat mesti cakap digital dan mewaspadai dengan segala informasi yang disuguhkan.

Demikian disampaikan Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber pada acara Bahtera “Bahagia dan Sejahtera” bertema Keluarga Tanggap dan Paham Digitalisasi, di Stasiun TVRI, pada Rabu (27/10).

“Digitalisasi seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi kian memudahkan segalanya, apapun bisa dilakukan dan terkoneksi dengan yang lain di manapun Anda berada. Namun, ada sisi lain yang wajib dipahami juga oleh warganet. Ketika media sosial memberi kemudahan berbagi informasi, masyarakat dituntut untuk bijak dalam menyebarkan informasi, jangan sampai berita tanpa fakta atau hoaks tersebar melalui jari-jari Anda tanpa disadari. Atau bahkan membocorkan data pribadi sendiri di media social,” tuturnya.

Oleh karena itu, menurut Ny. Putri Koster, penting memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bagaimana cara memanfaatkan teknologi dengan baik, benar, dan aman tanpa merugikan orang lain dan diri sendiri.

“Dari dua mata sisi dampak teknologi ini, tentu kita harus menjadi orang yang cerdas berteknologi, dan bijak menggunakan jari dalam berinteraksi di media social. Jangan sampai yang kita lakukan dapat merugikan diri sendiri, ” ujar Ny. Putri Koster.

Lebih lanjut, Ny. Putri Koster mengatakan bahwa masyarakat dalam lingkup terkecil yaitu keluarga memiliki peran penting dalam pemanfaatan perkembangan teknologi. Sebagai orang tua yang mendampingi anak-anak di era digital ini, harus juga sama-sama belajar, sehingga para orang tua dapat mendidik anak-anak mereka agar berteknologi secara bijak.

“Terutama bagi mereka yang masih pemula di dunia digital, anak usia sekolah dan remaja. Golongan ini mesti pandai-pandai dalam memilah dan menyebarkan informasi, cerdas dalam memilih akun yang diikuti. Jangan sampai bermedia sosial justru mengganggu kesehatan mental,” kata Ny. Putri Koster.

Dalam kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga memberikan sejumlah tips dan kiat saat menggunakan media sosial, Pertama, Ny. Putri Koster mengingatkan masyarakat agar menjaga data pribadi dan privasi. Satu hal utama ketika memulai media sosial adalah menjaga data pribadi dan privasi.

“Hal ini sangat penting karena kita tidak ingin data diri yang tanpa sengaja terunggah dipakai orang lain untuk melakukan penipuan atau hal-hal lain yang tidak kita inginkan. Banyak kasus pencurian identitas yang bermula dari masyarakat membagikan data diri di media sosial seperti maraknya foto KTP yang disalahgunakan untuk pinjaman online tanpa sepengetahuan yang punya,” terang Ny. Putri Koster.

Kedua, lanjut dia, waspada dan jangan asal percaya. Menurutnya, sikap waspada dan tidak asal percaya apa yang diunggah atau disampaikan orang lain juga mesti ditanamkan saat bermedia social.

“Kita tidak tahu apakah sebuah informasi itu benar atau tidak tanpa menelusuri sumbernya. Meski sebuah info sudah banyak dibagikan dan menjadi viral, bukan berarti informasi itu lantas menjadi benar. Kecuali sudah ada konfirmasi dari pihak-pihak yang disebutkan dalam informasi tersebut,” jelas Ny. Putri Koster.

Ketiga: Jaga etika perilaku berbahasa dan berkomunikasi.

“Dimana Kita tidak tahu latar belakang setiap orang, untuk itu perlunya menjaga etika berbahasa dan berkomunikasi ketika sedang di jagad maya. Hindari kata-kata yang tidak pantas dan menyinggung orang lain, karena undang-undang mengawasi dan jejak digital tidak akan hilang,” ujarnya.

Keempat, manfaatkan sisi positif media sosial saja.

“Media sosial punya banyak sisi positif di antaranya menjalin silaturahmi, memamerkan jualan/dagangan kita, menemukan jejak teman lama dan lainnya. Hanya manfaatkan media sosial untuk hal-hal positif saja,” sarannya.

Kelima: telusuri fakta. Ia mengingatkan bahwa jangan sampai ketika bermedia social, justru menjadi penyebar berita bohong alias hoaks.

“Ada baiknya Anda telusuri fakta sebelum menyebarkan hal-hal yang tidak dipahami di media sosial. Sebaliknya, saat menerima informasi yang terasa aneh dan janggal, telusuri dulu kebenarannya. Jangan menelan informasi secara bulat-bulat, filter dan telaah,” ujarnya.

Keenam: Filter akun-akun yang diikuti di media social. Menurutnya, hal ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental.

“Kita acapkali ‘silau’ dengan kehidupan orang lain yang kita lihat di medsos, dan membandingkannya dengan kehidupan kita. Padahal, semua yang tampil di medsos hanyalah kulit luar yang tidak kita ketahui isi sebenarnya. Mengatasi hal itu, ikutilah akun-akun bermanfaat, menghibur, atau kredibel yang justru bisa menambah wawasanmu. Jauhi akun-akun yang sekiranya toxic dan tidak memiliki kegunaan apapun,” tuturnya.

Selanjutanya, Ny. Putri Koster juga berpesan agar agar masyarakat tidak mengekploitasi anak-anak untuk mencari keuntungan di media sosial, seperti memanfaatkan anak-anak untuk berperan dalam video-video yang tidak sewajarnya. Dan hal tersebut tentunya menyalahi aturan hukum yang berlaku.

Dalam dialog tersebut juga hadir narasumber lain, yaitu Kasubdit V, Ditreskrimsus Polda Bali AKBP Gusti Ayi Putu Suinaci.(Rilis).

4 Jam Diskusi, KPU Tabanan Sambut Studi Tiru KPU Palembang

TABANAN – Pantaubali.com – Jajaran KPU Kabupaten Tabanan menyambut dengan penuh kekeluargaan kedatangan jajaran KPU Kota Palembang yang melakukan studi tiru ke KPU Tabanan terkait Rumah Pintar Pemilu (RPP) di KPU Tabanan, kemarin (Kamis, (21/10)

Pertemuan berlangsung sekitar 4 jam tersebut diisi dengan diskusi dan saling berbagi pengalaman antara kedua lembaga tersebut berlangsung dengan penuh kekeluargaan, serius tapi santai. Pertemuan tersebutpun baru berakhir sekitar pukul 14.00 wita yang ditutup dengan serah terima cinderamata dan makan bersama.

Rombongan KPU Palembang yang dikomandoi ketuanya Syawaludin, SHi bersama empat komisioner lainnya yakni Kurniawan S.Pd, Munawwaroh, S.Sos. M.E, Muhammad Joni, SE, Kurniawan, SE.MM didampingi sekretaris Hj. Ferlyna Threesia, S.Pd, M.Si serta Zurkarnain, SH dari Kesbangpol Kota Pelembang tiba di KPU Tabanan sekitar pukul 10.00 wita.

Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa bersama seluruh komisioner dan sekretaris secara bergantian menyampaikan pengalaman kepemiluan sesuai dengan divisi masing-masing.

“Kami menyambut baik kedatangan kawan-kawan KPU Palembang, namun kami sampaikan beginilah KPU Tabanan apa adanya, mudah-mudahan pengalaman kami bisa menjadi refrensi KPU Palembang kedepannya,” ucap Gede Weda.

Sementara Ketua KPU Palembang, Syawaludin mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dari jajaran KPU Tabanan.

“Kami mengucapkan terima kasih, atas sambutan dari KPU Tabanan, kami banyak belajar disini, dan sepulang dari Tabanan apa yang baik di Tabanan akan segera kami aplikasikan di Kota Palembang,” ucapnya.

Salah satunya terkait rumah pintar pemilu dan team sosialisasi yang memanfaatkan berbagai content mulai dari youtube, serta program entertaint lainnya yang sempat ditampilkan dalam video saat pertemuan tersebut.

“Kami berharap KPU Tabanan dapat berkunjung ke Palambang, dengan senang hati kami akan menyambutnya,” harap Syawaludin.(Rilis)

Bupati Tabanan Buka Pelatihan Kedaulatan Pangan Harapkan Taksu Pertanian Bali Kembali

TABANAN – Pantaubali.com- Memandang Pelatihan Kedaulatan Pangan mampu kembalikan taksu pertanian di Bali, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara Pelatihan dan Sosialisasi Kedaulatan Pangan Beras Dalam Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Kabupaten Tabanan, yang bertempat di Pesraman Lumajang, Desa Samsam, Tabanan, beberapa hari lalu,(Selasa (26/10).

Acara ini merupakan Kerjasama antara Yayasan Dharma Naradha dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang bertujuan untuk mensejahterakan petani guna menjaga kedaulatan pangan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali. Pelatihan ini juga dihadiri oleh Pemuka Yayasan Dharma Naradha, PLT Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, Sekda beserta para asisten Pemkab Tabanan, Camat Sekabupaten Tabanan, OPD terkait dan juga para petani Tabanan.

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan Dharma Naradha ini, sebab selain mensejahterakan, juga meningkatkan kemampuan pekaseh dan petani yang ada di Tabanan sebagai bentuk pelaksanaan Visi nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui pola pembangunan semesta berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. Konsep pasraman, diakui Sanjaya merupakan konsep yang sangat aktual di era kekinian, sebagai salah satu kearifan lokal para leluhur sejak jaman dahulu.

“Patut disyukuri bahwa kita hidup di Kabupaten Tabanan yang memperoleh limpahan anugerah berupa lahan pertanian yang subur, air yang berlimpah serta penduduk yang giat bekerja. Sebagai daerah agraris, Kabupaten Tabanan banyak menghasilkan produk unggulan yang tentu masih dapat ditingkatkan kembali secara kualitas dan kuantitas” kata Sanjaya dalam sambutan pembukaannya. Ia juga menyampaikan tentang pentingnya sistem produksi, distribusi dan pemasaran pada sektor pertanian. Ia percaya sektor produksi sudah dikuasai dengan sangat baik oleh masyarakat Tabanan yang memiliki genetika agraris.

Sementara dalam hal pendistribusian, Pemkab Tabanan sudah sangat berupaya dalam melakukan berbagai perbaikan infrastruktur khususnya jalan, guna memudahkan akses untuk para petani dan pedagang mengangkut hasil tani dan peternakan. Ia memandang dengan adanya pelatihan ini, nantinya mampu mengembalikan ketaksuan Bali, sebab sepanjang berlangsungnya pandemi Covid-19, sektor yang mampu bertahan adalah pertanian.

Patut disyukuri dengan adanya 133 desa di Tabanan, hampir 85% bergerak di sektor pertanian, yang artinya kedaulatan pangan sudah terbukti. Meskipun menjanjikan, sektor pemasaran dinilai masih lemah. Pemasaran, atau bagian hilir dinilai masih memerlukan perhatian lebih. Beragam upaya pemerintah untuk mensejahterakan petani utamanya agar harga tidak anjlok sebab dipermainkan oleh tengkulak, termasuk membangun kembali Perusda, Bumdes, dan konsep desa presisi yang saling terintegrasi, dengan hasil jual produksi yang memiliki harga kompetitif.

Selanjutnya ia menyampaikan, untuk mendapatkan kualitas hasil pertanian yang baik, maka proses pengolahan tanah termasuk pemupukan secara alami atau organik menjadi hal utama yang patut diperhatikan.

“Saya berharap dengan dilaksanakannya pelatihan dan peningkatan keterampilan pelaksanaan pertanian organik dalam suasana pesraman, maka tujuan acara ini yaitu “menuju kedaulatan pangan beras di kabupaten Tabanan” dapat terwujud” ujarnya. Ia juga mempercayai bahwa pengolahan lahan pertanian bagi masyarakat Bali bukan hanya sekedar mata pencaharian, namun sebagai wujud Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya lakukan Penandatanganan Prasasti Gerakan KedaulatanPangan Nangun Sat Kerthi Loka Bali, diteruskan dengan penyerahan tanaman kelor dan panca toya kepada masyarakat Desa Samsam serta mengakhiri kunjungan kerja dengan meninjau langsung alat pengering gabah.(Rilis)

Komit Dalam Pembangunan Infrastruktur,Pemkab Tabanan Lakukan Aksi Nyata

TABANAN – Pantaubali.com -Bukti Nyata Komitmen Pemkab Tabanan Dalam Pembangunan Infrastruktur Jalan Penghubung Desa Beraban dan Desa Belalang. Disela- sela kegiatan Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., turun langsung meninjau jalan penghubung Desa Beraban dan Desa Belalang, belum lama ini (Sabtu (23/10). Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Tabanan yang sering disapa Wabup Edi didampingi oleh Perbekel Desa Belalang, Kawil dan tokoh masyarkat setempat.

Wabup Edi mengatakan, perbaikan jalan sepanjang 2 km yang nantinya akan di hotmix merupakan hadiah yang sangat istimewa untuk masyarakat setempat.

“Perbaikan ini sudah di tunggu-tunggu dari dulu oleh masyarakat karena, jalan ini pusat aktivitas perekonomian.” Ujar Wabup Edi

Wabup Edi juga memberikan arahan kepada perbekel dan kawil setempat agar ikut berperan dalam pengawasan jalannya pengerjaan proyek tersebut ,

“Kami sangat berharap dari tokoh masyarakat khususnya perbekel dan kawil pro aktif dalam pengawasan proyek ini.” Pungkasnya

Dalam kesempatan tersebut Wabup Edi juga mendengarkan keluh kesah dan apresiasi dari masyarakat.Tentunya dalam hal ini masyarakat setempat sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan atas perhatian dari kerusakan jalan Beraban-Belalang yang sudah mulai dikerjakan.

Tak lupa Wabup Edi juga berpesan kepada masyarakatnya untuk ikut serta merawat fasilitas tersebut, “apabila nanti jalan ini sudah bagus saya selaku pemerintah berharap agar peran masyarakat juga ikut terlibat merawat gorong-gorong atau gotnya misalnya guna mengantisipasi banjir di musim hujan, sebulan sekali agar dibersihkan dengan dikoordinir oleh perbekel kawil ini” tutupnya.(Rilis)

KPK, Geledah dan Amakan Puluhan Dokumen PUPRPKP Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan tiba-tiba didatangi dan digeledah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bali,Rabu,(27/10).

Kedatangan KPK tersebut menurut,Kepala dinas PUPRPKP Tabanan, Made Yudiana menyampaikan, ada dugaan kasus yang sedang ditangani KPK.

Terkait dugaan tersebut anggota KPK melakukan pengeledahan serta penyitaan dokumen khususnya yang diduga berkaitan dengan kasus ditanggani oleh anggota KPK tersebut.

“Adapun dokumen dibawa kurang lebih sebanyak 90 item khusnya berkaitan dengan dana DID tahun 2018.Yang mana, di PUPRPKP Kabupaten Tabanan dimanfatkan untuk imfrastruktur.Baik berupa, jalan,fasilitas Publik maupun pembangunan senderan.Serta ada berkaitan dengan kontrak kerja,” paparnya.

Tim KPK menurut Dirinya, sama sekali tidak ada melontaran pertanyaan apapun.Hanya fokus dengan dokumen saja.

“Hanya melakukan pemeriksaan maupun pemilahan dokumen saja,” tutupnya.

Komisi I DPRD Tabanan Gelar Raker Membahas Rekruitmen P3K dan CPNS 2021

TABANAN – Pantaubali.com – Komisi I DPRD, BKPSDM dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan gelar rapat kerja membahas tahapan rekruitmen P3K dan CPNS tahun 2021 di Kabupaten Tabanan,Rabu,(27/10) di Kantor DPRD Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan,I Gusti Nyoman Omar Dhani menyampaikan, adanya kelemahan terhadap proses perekrutan jika dilihat dari pormasi diterima Dewan sebanyak 1485.Sedangkan dari data masuk untuk tenaga pengabdi dan dapodik melebihi dari 1485.

Kenapa jika dilihat dari jumlah pendaftar hanya sebanyak 1171 setidaknya minimal yang mendaftar memenuhi kuota sebanyak 1485 tersebut.Tentu itu menjadi catatan dari teman-teman di Dinas Pendidikan maupun di BKPSDM.

“Ini lucu, biasanya formasinya sedikit akan tetapi yang melamar banyak.Akan tetapi ini formasi banyak malah yang melamar sedikit,” jelasnya.

Adapun menjadi catatan dari formasi yang ada tersebut,telah ada yang terpenuhi.Akan tetapi masih ada formasi-formasi lain yang kosong.Semestinya semuanya harus terisi.

“Inikan formasi telah ada tentu ini yang kami tekankan.Tentu terkait dengan permasalahan tersebut tetap dicarikan solusi,” ujarnya.

Selanjutnya,Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Nyoman Putra menyampaikan, memang reil ada sekolah formasinya akan tetapi, tidak ada pelamar.Jika dilihat dari persentase mamang tidak terlalu besar akan tetapi, perlu diperhatikan sesuai dengan petunjuk komisi I untuk optimalisasi penyerapan dari formasi tersebut tentu dengan harapan semua formasi dapat terisi.