- Advertisement -
Beranda blog Halaman 803

Pimpin Rapat TPID, Bupati Tabanan Gelorakan Semangat Membangun dari Desa

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., meminta kepada seluruh Perangkat Daerah untuk bekerja keras membuat inovasi kegiatan yang terukur, bersinergi dengan berbagai komponen yang terintegrasi dan diharapkan inovasi-inovasi tersebut dapat saling mendukung dengan visi misi Kabupaten Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Brencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Hal itu ditegaskan Bupati Sanjaya saat memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan 2021 yang dilakukan secara daring, Senin, (1/11) pagi. Turut hadir saat itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Riski Wimanda, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, Sekda serta para OPD dan Tim TPID Kabupaten Tabanan.

Memperhatikan konsep pembangunan semesta berencana, bahwa Kabupaten Tabanan dijuluki sebagai daerah lumbung pangan Bali. Sehubungan dengan hal tersebut, Bupati Sanjaya minta kepada Perangkat Daerah membuat inovasi program yang mendukung pada pertumbuhan ekonomi, khususnya di sektor pangan dalam arti luas baik di hulu maupun di hilir dengan membangun dari Desa serta memperkuat peran serta Perusda dalam pemasaran komoditas dari petani dan penajminan harga komoditi.

“Maksud daripada pembangunan pangan dalam arti luas adalah untuk dapat mendukung kebutuhan pangan, baik itu masyarakat Tabanan maupun Kabupaten/Kota se-Bali. Untuk itu perlu ada regulasi tentang harga komoditas pangan se-Provinsi Bali, sehingga petani merasa aman dalam berbudiya komuditas pangan dan diharapkan terjaminnya akses pemasaran hasil dengan harga yang menguntungkan petani,” pinta Bupati Sanjaya.

Hal ini sebagian sudah ditindak lanjuti, salah satunya dengan kerjasama antar daerah tentang pendistribusian, pemasaran pangan dan potensi daerah dengan Kabupaten Bangli serta sudah ditindaklanjuti perjanjian kerjasama antar BUMD. Pengendalian inflasi daerah saat ini diperlukan kerja keras dari berbagai sektor, sehingga ketersediaan bahan pokok di pasaran terjamin dan harga terkendali.

Disamping itu, Bupati Sanjaya juga berharap kepada Perusda Dharma Santhika agar mengambil peranan yang lebih luas dan strategis dalam pengadaan dan pemasaran komoditas pangan antar lintas Kabupaten/Kota se-Bali maupun di luar Provinsi Bali. Selain itu juga dibutuhkan tindakan untuk memperkuat peran serta di sektor hulu maupun hilir yang bekerjasama dengan para pelaku usaha mikro, kecil, menengah, Bumdes, dan koperasi, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi dari Desa

Hal ini dikatakannya tercermin dari konsep pengendalian inflasi di Kabupaten Tabanan yang dititik beratkan dari Desa yang dilaksanakan secara terstruktur. Ia sangat meyakini, kalau di Desa kebutuhan komoditas pangan sudah tercukupi dengan harga yang terjangkau akan berdampak inflasi dapat dikendalikan. Selanjutnya kalau di tingkat Desa inflasi sudah terkendali, maka di tingkat Kecamatan maupun Kabupaten dengan sendirinya inflasi akan terkendali.

“Jadi, mari kita gelorakan semangat membangun dan pengendalian inflasi dari Desa. Hal ini dapat dicerminkan, bahwa setelah HLM ini akan segera dilaksanakan Pasar Rakyat menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dilaksanakan di 10 Kecamatan yang sekaligus diranglkai dengan hari jadi Kota Tabanan. Salah satu tujuan dari Pasar Rakyat adalah untuk menjamin ketersediaan komoditas pangan dengan harga terjangkau serta terwujudnya pengendalian inflasi daerah,” imbuh Sanjaya.(Rilis)

Apresiasi Warga Pande Perbaiki Jalan Secara Suwadaya, Wabup Edi Sumbang 100 Sak Semen

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan, Edi Wirawan merespon cepat serta menangapi langsung aspirasi Warga Banjar Pande, Kediri,Tabanan dalam upaya memperbaikan jalan Beton.

Hal tersebut berawal dari adanya aspirasi di akun media sosial Instagram (@edi_wirawan301) terkait dengan laporan warga Banjar Pande melaksanakan gotong royong perbaikan infrastrukur jalan beton. Melihat hal tersebut Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE., tidak segan-segan turun langsung mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, Banjar Dinas Pande, Desa Kediri, Kecamatan Kediri tersebut,Senin (1/11).

“Pada pagi hari ini kita sedang berada di Banjar Pande, Desa Kediri melihat warga masyarakat kami yang bergotong royong dengan semangatnya yang luar biasa sekali,” jelas Wabup Edi didampingi OPD terkait, Camat Kediri dan disambut langsung oleh Perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

Sebagai pemerintah Kabupaten Tabanan tentu sangat mengapresiasi gotong royong perbaikan jalan dilakukan warga Banjar Pande ini. Karena, jika dilihat jalan merupakan bagian utama daripada aktivitas masyarakat setiap hari.

“Tentunya selaku wakil Bupati Tabanan kami langsung meninjau atau ikut melihat secara langsung bagaimana semangat luar biasa masyarakat kami ini dalam upaya memperbaiki jalan ini,” ujarnya.

Jika dilihat jalan tersebut merupakan jalan non status dalam artian, desa dapat turut serta dalam melakukan perbaikan.Sembari Beliau kembali menyampaikan terimakasih, semoga gotong royong dilakukan warga selalu dapat diikuti.

“Tentu dengan gotong royong kita akan lebih mudah dalam mengerjakan sesuatu,” katanya.

Selanjutnya dalam kesempatan yang sama, Perbekel desa Kediri, I Nyoman Poli mengatakan, warga dihari ini telah melakukan kerjabahkti dalam upaya perbaikan jalan.Mengingat akses jalan merupakan akses sangat penting dalam mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kami pemeritah Desa telah menyaksikan langsung warga kami di Banjar Pande,Desa Kediri melaksanakan kerjabahkti perbaikan jalan ini.Mengingat jalan ini sangat penting karena, akses jalan keluar masuk warga sehari-hari” ucapnya.

“Karena ini merupakan jalan non status,kedepan mungkin dana desa nantinya dialokasikan ke Banjar Pande ini,” cetusnya.

Kemudian salah satu warga di desa setempat I Putu Mustina Wahada menyampaikan, sebagai warga tidak pernah bermimpi kedatangan seorang pejabat. Namun dalam urusan infrastruktur pembangunan jalan, Pemerintah hadir di tengah masyarakat. Dalam hal ini pula kesadaran warga mengambil inisatif melakukan perbaikan jalan.

“Kami memberanikan diri mengajak kerja warga dengan swadaya masyarakat. Setelah beberapa hari berjalan akhirnya donasi berdatangan,” sebutnya.

Terkait kedatangan Bapak Wakil Bupati Tabanan menurut Dirinya, seperti mimpi karena tidak menyangka akan seheboh ini,karena melihat kesederhanaan warga disini.

“Kita hanya bisa bernyanyi-nyanyi di medsos. Namun kemudian ditanggapi dan diapresiasi oleh Bapak Wakil Bupati,” tutupnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE juga menyumbang 100 sak semen kepada warga setempat.(Rilis)

Dandim 1619/Tabanan Bersama Kapolres Pimpin Patroli Gabungan TNI-Polri Pantau Pilkel 22 Desa di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P dan Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I. K., M.H. melakukan pemantauan dengan langsung turun kelapangan ke Desa Desa Tempat berlangsungnya Pilkel dengan melakukan Patroli gabungan TNI-Polri untuk memastikan Pilkel (Pemilihan Perbekel) Serentak tahun 2021 di wilayah Kabupaten Tabanan berjalan dengan aman dan lancar serta mematuhi protokol kesehatan,Minggu (31/10).

Kegiatan Patroli yang sebelumnya diawali dengan Apel Kesiapan Pengamanan Pilkel serentak di halaman Mapolres Tabanan dipimpin Kapolres Tabanan tersebut bergerak sekitar pukul 07.30 wita menggunakan kendaraan roda dua dengan sasaran menuju ke Kecamatan Tabanan, Kerambitan dan Selemadeg Raya dan memantau langsung pelaksanaan Pilkel di Wilayah tersebut.

Patroli Gabungan TNI-Polri untuk memantau pelaksanaan Pilkel serentak tahun 2021 tersebut juga bergerak menuju Kecamatan Pupuan yang diterima oleh para tokoh masyarakat dimasing-masing Desa tersebut.

Pelaksanaan pemantauan Pilkel oleh Dandim 1619/Tabanan dan Kapolres Tabanan juga dihadiri oleh Sekda.Kabupaten Tabanan, DR. I Gede Susila S.Sos, M.Si didampingi Waka Polres Tabanan, Asisten I Sekda Kabupaten Tabanan, (Asisten Pemerintahan dan Kesra) A.A. Ngr. Agung SatriaTenaya, S.Sos., M.Si. pejabat utama Polres serta Perwira dan personel Kodim 1619/Tabanan.

Tampak Rombongan menggunakan kendaraan bermotor Roda dua guna memudahkan menjangkau tempat tempat berlangsungnya Pilkel serentak di 22 Desa di Wilayah Kabupaten Tabanan.

Kapolres Tabanan menyampaikan pada kesempatan tersebut bahwa Patroli bersama antara Polres Tabanan dan Kodim 1619/Tabanan ini dilakukan adalah sebagai wujud Sinergitas TNI – Polri dalam mengemban amanah mengamankan wilayah Kabupaten Tabanan agar tetap kondusif. Terutama sekali saat ini dengan dilaksanakannya Pemilihan Perbekel pada masa pandemi Covid-19.

“Kami berharap kepada masyarakat terutama Desa yang menyelenggarakan Pilkel agar tetap mengedepankan Protokol Kesehatan, sehingga tidak menimbulkan klaster baru menyebarnya covid19. Tetap jaga kondusifitas wilayah sehingga pelaksanaan Pilkel dapat berjalan dengan aman dan lancar,” Kata Kapolres Tabanan.

Sedangkan Dandim 1619/Tabanan Senada dengan Kapolres Tabanan juga menyampaikan hal yang sama, Kami TNI – Polri hadir ditengah masyarakat untuk memberikan rasa aman dan nyaman.

“Mari kita tetap pupuk persatuan dan kesatuan, siapapun diantara para calon Perbekel yang terpilih tetap agar didukung, jangan sampai ada perpecahan. Ikuti mekanisme dan aturan yang telah ditetapkan dan disepakati,” Ujar Dandim 1619/Tabanan, saat meninjau pelaksanaan pemungutan suara di salah satu TPS di Kecamatan Selemadeg dan Kecamatan Pupuan.

Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan penyerahan bantuan berupa sembako kepada warga kurang mampu di Desa Karyasari Kecamatan Pupuan guna mengurangi beban kebutuhan sehari-hari masyarakat yang terdampak dari pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dimasa pandemi Covid-19.

Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi Terabas 480,54 Ha Lahan Pertanian Produktif, WALHI Pertanyakan Komitmen Koster Soal Kemandirian Pangan

SINGARAJA – Pantaubali.com – Front Demokrasi Perjuangan Rakyat Bali (Frontier Bali), WALHI Bali dan LST (Lingkar Studi Tumbuh) Singaraja, mengadakan diskusi publik terkait launching peta subak yang diterabas rencana Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi di Sekretariat Bersama, Jl. Dewi Madri IV, No. 2, Denpasar, Bali. sebagai pemantik diskusi hadir Prof. I Wayan Windia yang merupakan Guru Besar Fakultas Pertanian UNUD dan Ketua Stispol Wira Bakti, Made Krisna ‘Bokis’ Dinata, S.Pd selaku Manajer Advokasi dan Kampanye WALHI Bali, Bimo Pratama Mahasiswa Geografi Undiksha Singaraja dan sebagai moderator Natri Krisnawan, S.Pd, selaku Sekjen Frontier Bali. Dalam diskusi tersebut terkuak fakta bahwa lahan pertanian yang diterabas oleh Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi seluas 480,54 Ha (empat ratus delapan puluh koma lima puluh empat hektar), dengan total 97 Subak yang diterabas.

Bimo Pratama menjelaskan bahwa, total luas lahan pertanian yang diterabas tol Gilimanuk-Mengwi adalah 480,54 Ha.

“Dari hasil digitasi dan turun ke lapangan, kami temukan di jembrana ada 253,52 Hektar, Di Tabanan ada 212,89 Ha dan Badung ada 14,13 Ha. Jadi total sawah yang diterabas proyek tol Gilimanuk-Mengwi adalah 480,54 Ha”, jelas Bimo yang juga aktif di LST Singaraja.

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa dari hasil turun ke lapangan, sepanjang Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi, subak yang diterabas di Daerah Jembrana sebanyak 34 Subak, Subak di Tabanan sebanyak 54 Subak dan Subak di Badung sebanyak 9 Subak.

“Sehingga Total ada 97 Subak yang teridentifikasi diterabas oleh Proyek Tol Gilimanuk-Mengwi,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menjelasakan saat Bimo bersama tim melakukan survey di Kabupaten Badung, mereka menemukan fakta bahwa subak yeh sungi yang berada di Kabupaten Badung sangat produktif, dan disebelah utara subak yeh sungi terdapat pura subak. Pura subak itu juga ditabrak oleh trase tol Gilimanuk-Mengwi.

“Saat kita melakukan identifikasi, pura subak ini juga diterabas oleh trase tol Gilimanuk-Mengwi”, ujarnya.

Prof. Wayan Windia menegaskan bahwa, tahun 2014, total luas sawah di Bali 80 ribu Ha dan tiap tahunnya selalu menyusut rata-rata 2.288 Ha (dua ribu delapan ratus delapan puluh delapan hektar) dan Menurut disertasi Made Geria Subak di Bali 2030 Diperkirakan pada tahun 2030, subak di Bali nyungsep atau hilang. Saat ini saja, Bali sudah minus beras 100 ribu per tahun.

“Hitungannya saat ini Bali sudah minus beras”, tegasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Peran subak di Bali sangat signifikan karena bukan hanya untuk mensupply bahan makanan tapi juga untuk meneguhkan Kebudayaan di Bali karena disana ada ritual-ritual. Dampak dari Proyek tol Gilimanuk-Mengwi ini juga membuat sawah dan subak menjadi berkurang, hal tersebut sangat berdampak hilangnya sumber pangan Bali dan goyahnya kebudayaan bali.

“Menurut Prof. Sutawan, kalau nanti sawah habis, subak habis, maka kebudayaan Bali goyah”, tegasnya.

Bokis menegaskan bahwa rencana proyek pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi yang disebutkan pada KA-ANDAL rencana pembangunan Tol Gilimanuk-Mengwi menerabas sawah dengan intensitas sedang hingga tinggi seluas 188, 31 Ha. Namun faktanya berdasarkan hasil survey yang dilakukan tim survey WALHI Bali, ternyata luasnya lahan yang diterabas adalah 480,54 Ha. Atas temuan yang lebih banyak dari KA-ANDAL tersebut. Bokis meragukan keaslian data yang disajikan dalam KA-ANDAL tersebut.

“Kami mempertanyakan kesahihan data pemrakarasa yang digandeng oleh Pemprov Bali”, Tegasnya.

Lebih lanjut, Bokis juga menjelaskan bahwa saat pandemi Covid-19 yang terjadi di Bali ini, pertanian merupakan alternatif untuk memberikan kontribusi ekonomi di Bali. Tapi yang terjadi justru Pemprov Bali membuat rencana pembangunan proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi yang sudah menerabas lahan pertanian produktif, dimana rencana tersebut bertentangan dengan visi misi Wayan Koster Gubernur Bali yang berkaitan dengan kemandirian pangan. Ia menegaskan seharusnya Wayan Koster membuat kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada perlindungan lahan pertanian dan petaninya, bukan malah sebaliknya.

“Berdasarkan temuan WALHI Bali, kami mempertanyakan komitmen Wayan Koster untuk mewujudkan kemandirian pangan”, tutupnya.

Selain mengadakan diskusi, acara tersebut juga diisi oleh pameran karya oleh Dis-Print Kultur, Propagila Alas Kaki, Bagi Berkan, Roughlines, Dodox Mads, Dxgo, dan Nano Jr. Selain itu, ada juga live mural dari Bagi Berkah, Daffa X Dekwan, Dxgo serta penampilan akustik dari Roots Fantasy dan Minionz Hell sebagai penutup acara.(Rilis)

Pelaku UMKM Disebut Penting Membuat Merek Kolektif

Badung, Dalam upaya menghadapi persaingan saat ini maupun kedepan para pelaku UMKM disebut penting membuat merek Kolektif.

Hal tersebut penting dilakukan dalam upaya mengubah manset pelaku UMKM saat ini.Selain itu, akan mampu memenuhi kebutuhan pasar dengan lebih baik lagi karena, ada kebersamaan diantara para UMKM dalam menghasilkan produk.

“Dengan merek kolektif tersebut setidaknya akan mampu memberi produsen dalam hal ini pelaku UMKM tidak membuat merek sendiri-sendiri akan tetapi merek produk bersama,”ujar Pemerhati Koperasi, UMKM dan Ekonomi Kreatif, Dewi Tenty Septi Artiany,Minggu,(31/10) di Seminyak, Badung.

Dengan melakukan hal tersebut setidaknya akan mampu mengubah kultur dari pelaku UMKM selama ini juga.

“Dengan melakukan hal tersebut setidaknya akan mampu mengubah menset pelaku UMKM selama ini,” jelasnya.

Dewi Tenty menambahkan, selain itu dengan adanya kebersamaan diantara pelaku UMKM tentu akan mampu tercipta sehinga, pelaku UMKM akan menjadi lebih baik serta lebih maju kedepan dalam menghadapi persaingan gelobal.

Gunakan Hak Pilih, Wabup Edi Berharap Pilkel Serentak Berjalan Jujur dan Adil di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Sebanyak 22 Desa di Tabanan hari ini(Minggu, (31/10) menggelar Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak dengan tetap menerapkan Potokol Kesehatan (Prokes) yang ketat dan disiplin.Dalam pelaksanaan tersebut, Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, SE.,menggunakan hak pilihnya di TPS 8, Banjar Batugaing, Desa Beraban,Tabanan.

Dalam Kesempatan tersebut Wabup Edi didampingi, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Sekretaris Camat Kediri dan Bendesa Adat Beraban menyampaikan, ucapan terimakasi kepada masyarakat karena, secara umum pelaksanaan Pilkel telah berjalan dengan baik.Selain itu,Dirinya tetap menghimbau jangan sampai masyarakat Desa melakukan hal kurang baik dan negatif di desa.Karena menurut Edi Wirawan, Pilkel merupakan pemilihan pemimpin terbaik di Desa.Jadi, pelaksanaannya harus dilakukan secara jujur dan adil.

“Hari ini,kita(Kabupaten Tabanan) melaksanakam Pilkel serentak dari 10 Kecamatan minus kecamatan Tabanan.Nah,kami kebetulan sekarang berada di desa Beraban, dimana desa ini adalah desa kelahiran saya (I Made Edi Wirawan).Kita pantau betul pelaksaan Pilkel ini, jika dilihat secara umum telah berjalan dengan baik,” jelasnya.

Pemilihan pilkel merupakan pemilihan dari pemimpin di desa masing-masing.Serta para calon-calon merupakan calon terbaik di desa bersangkutan.Dalam kesempatan tersebut sebagai Wakil Bupati Tabanan Dirinya tetap menghimbau dan berharap,kepada masyarakat agar melakukan pilkel dengan baik serta dengan rasa bahagia.

Jangan sampai masyarakat dalam pelaksanaan Pilkel sampai melakukan hal-hal kurang baik dan negatif di desa Dikarenakan Pilkel merupakan, pemilihan pemimpin-pemimpin terbaik di desa bersangkutan,

“Sekali lagi mari kita laksakan pilkel ini dengan jujur dan adil,” harap Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan.(Rilis).

Kembali Ngantor Di Desa, Bupati Tabanan Bagikan Sembako Dan Tegaskan Prokes 3M

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali berkantor di Desa guna memenuhi komitmen untuk terus berinteraksi langsung dengan masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M dalam kunjungannya, sekaligus memberikan bantuan dan melakukan sidak PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas) di Kantor Desa Pejaten dan di Aula SMP 2 Kediri, Kabupaten Tabanan, Kamis (28/10).

Dalam kunjungan kerjanya di kantor Desa Pejaten, turut hadir mendampingi Bupati Sanjaya yaitu Asisten 2, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas BPBD, Camat dan Perbekel Pejaten serta OPD terkait. Pada kesempatan itu, Bupati Sanjaya memberikan bantuan sembako dan masker kepada masyarakat yang terdampak pandemi, meskipun Desa Pejaten telah dinyatakan aman dari penyebaran virus Covid-19.

Kunjungan Kerja dilanjutkan dengan Sidak PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas) yang telah diberlakukan sejak awal bulan Oktober, di SMP 2 Pejaten. Nampak turut serta guru SMP 2 Kediri yang berjumlah 58 orang diikuti dengan 40 orang siswa SMP Kediri yang menyambut dengan antusias. Di kesempatan itu, Bupati Sanjaya juga memberikan bantuan berupa 1000 masker, serta hand sanitizer dan sabun cuci tangan yang diharapkan bermanfaat untuk mendukung penerapan protokol kesehatan di sekolah.

“Saya sangat memahami pemberlakuan PTMT sejak awal bulan Oktober ini, tentunya bisa saling mengobati kerinduan antara guru dengan murid yang diajar dan juga siswa dengan antar temannya” Ungkap Sanjaya saat disambut dengan antusias di Aula SMP 2 Kediri.

Selebihnya ia berharap agar seluruh pihak sekolah, tidak hanya di Pejaten tapi seluruh sekolah yang memberlakukan PTMT di Tabanan agar senantiasa melakukan Prokes yang ketat. Hal itu bertujuan agar kluster baru tidak muncul di kalangan sekolah.

Lebih lanjut ia juga mengapresiasi para guru dan siswa yang hadir, yang telah melakukan vaksin sebelum PTMT diberlakukan.

“Harapan saya, adik-adik semua selalu taat melaksanakan prokres, gunakan masker yang baik dan benar di atas hidung, karena itu pertahanan kita yang utama. Tentunya terus terapkan 3M dalam memberlakukan hidup sehat selama pandemi, Memakai masker, Menjaga jarak dan Mencuci tangan” sambungnya.

Ia juga mengungkapkan kekagumannya dengan kondisi sekolah yang terjaga bersih, rapi dan tertata dengan baik.

Senada dengan pernyataan Bupati Sanjaya, Kadisdik Nyoman Putra menyatakan, Siap menjalankan dan senantiasa menerapkan Prokes Kesehatan di lingkungan Sekolah. Pemkab Tabanan dalam hal ini, akan selalu berada dan mendorong aktifitas positif yang ada di masyarakat. Serta memberikan bantuan secara reguler, terhadap masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19. Oleh karena itu, komitmen program ngantor di Desa akan terus berkelanjutan dan dijalankan secara konsisten oleh Bupati Sanjaya.(Rilis)

Wakil Bupati Tabanan Edi Wirawan Nahkodai HKTI Bali

TABANAN – Pantaubali.com- Wakil Bupati Tabanan, I Made Edi Wirawan, SE., secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali, masa bhakti 2020–2025.

Ketetapan itu dipastikan dalam Konsolidasi musyawarah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI seluruh Kabupaten/Kota se-Bali yang dalam perundingannya berlangsung secara alot dari Rumah Aspirasi Edi Wirawan Center Jalan Pantai Nyanyi, Kediri, Tabanan,Kamis (28/10).

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPD HKTI Bali Periode 2015-2020 Ir.Putu Arya Sedhana dan Ketua DPC HKTI masing-masing Kabupaten antara lain; I Wayan Sudarsana selaku Ketua DPC HKTI Kota Denpasar, I Ketut Suastika, S.Sos, MH selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Jembrana, Ir. Wayan Supandhi, M.Si selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Karangasem, Ir. A. A. Ngr. Mayun Carma, MBA,MM selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Badung, Drs. I Made Mawa selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Gianyar, Drs.I Made Natis, MM selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Bangli, I Nengah Wirata selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Klungkung, I Nengah Subagia, SPt selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Tabanan dan Ketut Mertayasa, A.Md selaku Ketua DPC HKTI Kabupaten Buleleng

Terpilihnya Wabup Edi untuk mengemban jabatan Ketua DPD HKTI Bali selama 5 tahun itu bukan tanpa alasan, Wabup Edi memang dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam dunia pertanian, pengusaha dan pariwisata.

Dalam rancangan pembangunannya selama 5 tahun di Kabupaten Tabanan, dengan kepemimpinan bersama Bupati Komang Sanjaya, Wakil Bupati Edi Wirawan (Jaya-Wira) telah menetapkan pertanian sebagai program prioritas.

Usai diskusi pemilihan Ketua DPD HKTI Bali yang terpilih Wabup Edi mengucapkan terima kasihnya kepada semua perwakilan pengurus HKTI Se-Bali yang telah memberikan kepercayaan sebagai Ketua HKTI Bali periode 2020-2025.

“Saya siap mengemban amanah ini, dan mari kita bersama majukan dan besarkan HKTI, serta tentunya memperjuangkan kehidupan petani di Bali sesuai dengan visi Gubernur Bali Wayan Koster, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, bersatu kita pasti bisa wujudkan keharmonisan pertanian Bali,” pungkasnya.(Rilis)

Sidak Pembangunan Jalan, Cek Kualitas Jalan, Bupati Tabanan Pastikan Program Prioritas Berjalan di Masa Pandemi

TABANAN – Pantaubali.com – Memenuhi janji politik, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M kembali melakukan sidak pembangunan jalan dan cek kualitas jalan di desa Pejaten, Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (28/10). Pada kegiatan ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh Asisten 2, Kapala Dinas PU, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas BPBD, Camat Pejaten, serta OPD terkait yang bertugas.

Peninjauan Hotmix secara berkala dilakukan guna memenuhi janji politik masa pemerintahan Bupati Sanjaya, yakni pembangunan infrastrutur jalan yang merupakan skala prioritas pembangunan serta perkembangan Ekonomi di Tabanan dan seirama dengan Visi Tabanan, perlahan diwujudkan. Selain sektor pertanian, sektor pembangunan insfrastruktur merupakan sektor yang terus digencar.

Proyek Pengaspalan di Desa Pejaten, mengambil panjang jalan sejauh 7,302 meter dengan ketebalan jalan setinggi 15cm dan proses pemadatan sesuai ketentuan teknis sebanyak 4cm yang mulai dikerjakan ini, selanjutnya akan diikuti dengan pengerasan dengan beton di bahu jalan. Sementara proyek ini dikerjaan di lebar jalan yang luasnya bervariasi, mulai dari 2,5 meter hingga yang terlebar 3,5 meter.

Antusiasme masyarakat dalam menyambut perbaikan jalan ini pun mendapat apresiasi yang baik dari Pemkab Tabanan. Proyek ini juga diharapkan mampu mendongkrak stigma masyarakat yang sejak dahulu merasa banyak jalan di Tabanan yang rusak, sehingga impian dan apa yang menjadi harapan masyarakat untuk pembangunan infrastruktur Tabanan yang lebih baik, diupayakan untuk segera terwujud.

“Komitmen kita di Pemkab Tabanan dalam mewujudkan Tabanan yang AUM (Aman, Unggul dan Madani) akhirnya kita buktikan, bukan hanya di Pejaten tapi di seluruh Tabanan akan kita lakukan” Ujar Sanjaya saat diwawancara di lokasi.

Meskipun masa pandemi masih membelenggu, namun tidak menghentikan program prioritas Pemerintah untuk terus terlaksana.

“Di Masa Pandemi ini, astungkara, kami pemerintahan Jaya Wira bisa melaksanakan tanggung jawab, khususnya melaksanakan pembangunan di bidang infrastruktur. Ini penting karena bisa mendongkrak sektor ekonomi. Usaha-usaha masyarakat, kalau infrastrukturnya bagus, maka ekonominya pasti mengikuti” sambungnya.

Lebih lanjut ia juga berharap agar masyarakat bisa saling menjaga perbaikan jalan ini agar bisa kuat dan tahan lama dengan memberlakukan budaya tedun.

“Lestarikanlah budaya tedun” ia berpesan pada pemerintah desa untuk membuat Perarem atau Perdes agar masyarakat bisa melaksanakan tedun setiap sebulan sekali.

“Masyarakat supaya saling menjaga got-got yang ada di sini, karena aspal itu riskan dengan air hujan, kalau got sudah baik, hotmix bisa jadi kuat, harapan saya minimal di pekarangan masing-masing rumah saja, supaya tidak cepat rusak aspalnya” lanjutnya. Ia kemudian berpesan agar menerapkan sistem Sampah Berbasis Sumber, yang linear dengan program Pemkab Tabanan dan Provinsi.(Rilis)

Bansos Belum Ditransaksikan,Dewan Berharap Dinsos Segera Bertindak

TABANAN – Pantaubali.com – Komisi IV DPRD Tabanan bersama Dinas Sosial Tabanan menggelar rapat kerja di ruang rapat lantai II DPRD Tabanan,Selasa (26/10).Rapat tersebut dilaksanakn dalam upaya meluruskan permasalahan bantuan social (bansos) dari pusat yang belum bisa ditransaksi oleh keluarga penerima manfaat (KPM).

Rapat tersebut pada intinya ingin mengulas kejelasan penyebab warga belum bisa melakukan transaksi terhadap bansos baik Bantuan Pangan Non Tunai (BNPT) maupun Program Keluarga Harapan (PKH). Dewan pun menyarankan Dinas Sosial segera lakukan jemput bola terhadap penerima manfaat yang berkendala.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana menyampaikan, rapat dilakukan tersebut pada intinya meminta kejelasan terhadap penerima manfaat yang tak bisa melakukan transaksi terhadap bantuan didapat.

Ternyata setelah ditelusuri banyak factor penyebab tidak dapat melakukan transaksi. Salah satu contohnya, data tidak valid, kemudian ada pula proses transaksi dilakukan terlalu jauh.

Sebab dalam proses penyaluran bansos ini pusat bekerjasama dengan bank-bank himbara. Sedangkan di tiap kecamatan bank himbara tersebut tak tersedia.

“Contohnya saja, yang dari Kecamatan Pupuan mereka harus bertransaksi ke Kecamatan Selemadeg. Nah ini kan jauh terkendala medan. Jadi nanti desa diajak kerjasama,” paparnya.

Untuk itu, dia pun meminta kepada Dinas Sosial untuk segera menuntaska kendala yang dihadapi oleh penerima manfaat. Salah satu cara dengan cara jemput bola ke lapangan dengan bantuan relawan yang ada di Dinas Sosial.

“Kami sudah arahkan Dinsos untuk jemput bola. Meskipun dalam penyaluran ini bansos yang diterima masyarakat sudah masuk ke kartu mereka, tidak ada mengendap di APBD daerah. Karena dari pusat langsung masuk ke kartu penerima,” ujarnya.

Dalam waktu dekat juga akan mengajak rapat bank penyalur bansos dalam hal ini Bank BNI selaku bank himbara. Karena,sebagian besar kendala penyaluran dialami adalah administrasi.

“Secepatnya kita akan mengundang ini agar sama-sama ikut menyelesaikan kendala yang dihadapi,” jelasnya.

Selain sudah melakukan jemput bola ke masyarakat penerima, pihaknya juga sudah bersurat ke Bank BNI selaku bank yang ditugaskan mencairkan di Tabanan, itu disampaikan, Kepala Dinas Sosial Tabanan, Nyoman Gede Gunawan.

“Terkait hal yang bersifat administrasi seperti KKS (Kartu Keluarga Sosial) yang terblokir kami sudah surati Bank BNI, jadi tinggal menunggu respon mereka,” katanya.

Sampai saat ini per 26 Oktober masih ada sebanyak 140 KPM pada program PKH belum melakukan pencairan. Serta 160 KPM pada program BNPT belum dapat melakukan pencairan.

“Kita akan tuntaskan pencairan sebelum November 2021. Karena setelah periode bulan ini akan ada bansos kembali,” pungkasnya.