- Advertisement -
Beranda blog Halaman 802

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong-royong Masyarakat Desa Adat Mambang Gede, Selemadeg Timur

TABANAN – Pantaubali.com – Dukung gotong-royong masyarakat Desa Adat Mambang dalam kegiatan keagamaan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M, kembali menghadiri Upacara Pemelaspasan Penyengker Pura Puseh lan Desa Ds. Adat Mambang Gede, Ds. Mambang, Kecamatan Seltim, Tabanan, Senin (8/11).

Turut mendampingi Bupati Sanjaya, nampak hadir Anggota DPR Made Urip, M.Si, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kab Tabanan, Camat seltim, Perbekel desa Mambang, Bendesa Adat, unsur muspika, OPD Terkait dan Tokoh masyarakat setempat.

Dalam kunjungannya, Bupati Sanjaya menekankan beberapa hal penting yang menjadi kekuatan masyarakat Desa Adat Mambang, yaitu sikap persatuan dan gotong-royong.

“Pemelaspasan sekaligus Pujawali di Desa Adat Mambang Gede ini berjalan dengan Ageng dan Becik Pisan” ungkapnya.

Mewakili Pemkab Tabanan, Sanjaya juga mengapresiasi pelaksanaan Pemelaspasan yang menurutnya sudah ikut mewujudkan dan sesuai dengan visi Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). Dalam konteks Nangun Sat Kerthi, ada 6 Kerthi yang wajib dilaksanakan sebagai krama Bali, gunanya untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan jagat Bali secara Sekala dan Niskala.

“Apa yang kita lakukan, serta merta hanya untuk menjaga keseimbangan terhadap alam kita, untuk menjadi harmonis, sebagai tujuan hidup kita, maka dari itu, apa yang kita lakukan dalam konteks Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebenarnya Implementasinya hanya 3, yaitu Tri Hita Karana” Jelas Sanjaya.

Lebih lanjut, ia menerangkan pentingnya menerapkan konsep Tri Hita Karana dalam kehidupan kita, yaitu menjaga hubungan kita sebagai manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa, Hubungan Manusia dan Manusia dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan, serta Hubungan Manusia dengan Alam.

Pemelaspasan ini juga mendapat pujian yang sangat positif, terutama keyakinan yang dimiliki masyarakat terhadap Ida Bhatara yang sangat baik sehingga seluruh persiapan dilancarkan.

“Yang paling luar biasa sudah memenuhi Sradha Bhakti, sesuai dengan kesastraan Agama, sebab jika tidak Sradha Bhakti, tidak akan mencapai kerahayuan” Sambungnya.

Persiapan yang dinilai maksimal termasuk hadirnya penari, sarana dan prasarana upacara yang lengkap meskipun masih dalam suasana Pandemi Covid-19, diakui memberikan aura positif dan sampun kepuput sang sulinggih.

“Karya Upacara ini sudah termasuk Sat Wika Yadnya, yang utama karena gotong-royong masyarakat dan hadirnya Tri Upasaksi, termasuk tokoh masyarakat yang datang mengikuti dan meyaksikan upacara, oleh sebab itu, saya ucapkan terima kasih pada masyarakat yang sudah maksimal dalam melakukan karya” tutup Sanjaya.

Selaras dengan pujian yang diberikan Bupati Sanjaya, Bendesa Adat Desa Adat Mambang juga mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Tabanan yang sudah menfasilitasi Karya Ageng Pemelaspasan Penyengker Pura Puseh lan Desa Ds. Adat Mambang Gede, Ds. Mambang.(Rilis)

Mewakili Masyarakat, Pemkab Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

TABANAN – Pantaubali.com – Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, bersama dengan Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan S.E., mewakili seluruh jajaran Pemkab dan Masyarakat Tabanan, mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan bagi seluruh umat yang merayakan.

Dimaknai sebagai kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan), Hari Raya Galungan jatuh pada Rahina Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu 10 November 2021 dan Hari Raya Kuningan pada Rahina Saniscara Kliwon wuku Kuningan, Sabtu, 20 November 2021.

Momen hari raya yang jatuh setiap 210 hari atau 6 bulan sekali ini ditandai oleh umat Hindu untuk melakukan persembahyangan kehadapan Sang Hyang Widhi dan Dewa/Bhatara dengan segala manifestasinya sebagai wujud puji dan syukur atas rahmatNya, serta untuk keselamatan selanjutnya.

Oleh sebab itu, Bupati Sanjaya, berharap agar di momen suci ini masyarakat semakin memperkuat keyakinan diri dalam melakukan perubahan menuju prilaku yang lebih baik dan positif. Serta meningkatkan animo masyarakat terhadap penerapan hidup sehat dan tertib dengan protokol kesehatan. Mengingat pandemi masih melanda, ia juga berharap, khususnya untuk masyarakat Tabanan, semoga selalu diberikan kesehatan, kekuatan, kedamaian dan senantiasa dalam lindungan Ida Sang Hyang Widi Wasa, dan bersama saling bersinergi dalam mewujudkan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (Rilis)

Wabup Tabanan Edi Wirawan Sambut Baik Kunjungan Komisi VIII DPR RI di Mahatmiya

TABANAN – Pantaubali.com -Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., didampingi OPD terkait menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VIII DPR RI di BRSPDSN Mahatmiya Bali, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan, Selasa, (9/11) pagi. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengembangan BRSPDSN Mahatmiya Bali.

Tiba kurang lebih pukul 11.00 wita, rombongan angota Dewan dari Komisi VIII dipimpin oleh H. Marwan Dasopang tersebut disambut baik oleh Wabup Edi dan jajaran. Selanjutnya, langsung melakukan peninjauan di beberapa lokasi, serta memberikan bantuan ATENSI dan alat bantu.Dalam kesempatan tersebut hadir juga perwakilan Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos RI dan Kepala BRSPDSN Mahatmiya Bali.

Dalam sambutannya,Wabup Edi mengucapkan terima kasih dan selamat datang di Tabanan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pengembangan BRSPDSN Mahatmiya.

“Dalam hal ini, Pemda juga sudah terus berupaya meningkatkan perhatian dan kepedulian untuk menciptakan kondisi yang betul-betul kondusif dalam kehidupan para penyandang disabilitas,” ujarnya.

Dirinya juga tidak memungkiri, bahwa segala pembangunan membutuhkan dana yang tidak sedikit. Ditambah saat ini masih dalam kondisi pandemi, menyebabkan kondisi keuangan Pemkab Tabanan mengalami keprihatinan dan harus melakukan inovasi mendatangkan pihak CSR. Ia sangat berharap sekali penyandang disabilitas di Tabanan menjadi prioritas sasaran.

“Mari kita saling bergandengan tangan membantu sesama dan selalu mengedepankan investasi hati untuk para penyandang disabilitas,” pintanya.

Senada dengan Wabup Edi, pimpinan rombongan H. Marwan Dasopang juga mengatakan, bahwa sudah merupakan tugas Komisi VIII untuk membantu sesama dalam mewujudkan kemandirian kehidupan, khususnya bagi penyandang disabilitas.

Menurut Dirinya, para penyandang disabilitas membutuhkan perhatian khusus. Maka dari itu, bersama dengan seluruh anggotanya berupaya mendorong peningkatan pelayanan dan pengembangan BRSPDSN Mahatmiya.

Didaulat Sebagai Narasumber, Wagub Cok Ace Mengajak Generasi Muda Bersiap Perang Dengan Amunisi Di Bidang IT

BULELENG – Pantaubali.com – Kembali tumbuhnya sektor pariwisata tentu menjadi nafas bagi pelaku pariwisata yang ada di Bali.

“Secara perlahan pembukaan pintu wisata yang dilaksanakan pada 14 Oktober lalu mampu memberikan harapan baru bagi kita semua, namun jangan sampai kita lalai untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dimana dan kapanpun. Karena Bali yang dipercaya menjadi tuan rumah KTT G20 tahun 2022 menjadi perhatian pusat dan dunia, dan jangan sampai kita melukai kepercayaan dunia terhadap Bali sehingga mencelakakan masyarakat Bali secara umum,” tegas Wakil Gubernur Bali Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati dalam dialog khusus memperingati sumpah pemuda dan hari pahlawan, di Amisewaka Desa Les Community Center, Desa Les, Kecamatan Tejakula-Buleleng, Jumat (5/11).

Pada kesempatan ini, Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua PHRI Bali menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 mengajarkan kita untuk bangkit dan mengolah potensi yang lain selain pariwisata.

“Banyak potensi yang bisa kita gali dan kembangkan untuk menyeimbangkan sektor pariwisata, agar pada saat kondisi pariwisata mengalami keterpurukan, kita telah bersiap dengan sisi lain, semisal memanfaatkan keahlian memasak untuk kuliner, meningkatkan potensi pertanian, peternakan, perikanan serta UMKM dengan memanfaatkan kemampuan teknologi informasi untuk mempromosikan ke mancanegara,” imbuh Cok Ace.

Dengan mengangkat tema “Pemuda Bangkit Bersatu Tumbuhkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi Dalam Bingkai Bela Negara”, Wagub Cok Ace berharap semua pihak bergotong royong dalam mengembangkan potensi diri ke arah yang lebih kuat, karena bertahan hidup memerlukan upaya dan dorongan yang kreatif agar mampu berdiri sendiri diatas kaki sendiri. Saatnya kita berperang melawan Covid-19 dengan kecerdasan, kedisiplinan dan kebijakan dalam menentukan pilihan yang tepat untuk berkembang.

Ketergantungan Bali secara besar-besaran kepada sektor pariwisata sangat bahaya, sehingga perlu adanya keseimbangan antara sektor pariwisata dengan sektor lainnya. Dengan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yakni menjaga keseimbangan dengan membuat sejumlah peraturan salah satunya memanfaatkan produk lokal dan menggunakan produksi dalam negeri adalah sesuatu yang upaya membangkitkan sekaligus menjaga keseimbangan antara warisan budaya dengan perkembangan IT, sehingga dengan gagasan dan ide kreatif dalam menciptakan karya seni akan berdampingan dengan teknologi informasi.

Dengan dibukanya pintu pariwisata tidak serta merta menjanjikan pulihnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali dalam waktu dekat dengan tingkat 100%. Dikarenakan tidak adanya atau diperkenankannya penyediaan tempat transit bagi penerbangan Eropa sehingga membuat wisatawan yang berasal dari Eropa sulit berkunjung ke Bali, mengingat bahan bakar pesawat yang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan panjang sekaligus.

“Sementara keinginan untuk menerapkan “zero quarantine” masih terus diperjuangkan ke pusat, karena persaingan internal yang terjadi di antara pelaku pariwisata menjadikan sulit untuk mengambil keputusan, karena disadari semua pihak ini hal ini adalah dilema, namun tetap berharap agar Bali bisa mengontrol diri,” ungkap Cok Ace.

Sementara seorang pengamat ekonomi I Putu Gede Parma mengatakan bahwa untuk mengisi perjuangan dan peperangan ke depan, generasi muda di Bali sebaiknya mulai membekali diri pada soft skill, hard skill dan life skill, dengan memahami tantangan secara baik dan di bekali dengan penguasaan ilmu pengetahuan yang sesuai maka setiap individu akan mampu memiliki karakter diri yang kuat dan mampu bersaing secara global.

Bangkitkan Pariwisata Bali, Tjok Bagus Komit Lanjutkan PR Yang Belum Selesai

DENPASAR – Pantaubali.com – Semua program pembangunan pariwisata Bali yang secara pundamenal sudah diletakkan oleh pendahulunya, komit akan dilanjutkan. Khusus selama pandemi Covid-19, pariwisata Bali terasa mandeg karena tidak adanya pergerakan wisatawan mancanegara ke Bali. Maka dari itu pasca pandemi ini pariwisata Bali harus digarap dengan lebih serius lagi untuk menuju pariwisata budaya Bali berkualitas dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun saat rapat koordinasi yang dilakukan dengan mantan Kepala Dinas Pariwisata provinsi Bali, Putu Astawa bersama Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata, di Denpasar, Jumat (5/11).

Tjok Bagus menjelaskan bahwa membangun pariwisata budaya Bali ibarat membangun rumah dengan 5 pilar, yaitu Akademisi, Bisnis, Community, Government dan Media yang sering disingkat ABCGM. Kelima pilar ini harus sama-sama kuat, dan semua komit dan saling mendukung untuk mewujudkan sebuah bagunan yang kuat dan kokoh. Begitu juga pariwisata Budaya Bali, jika kelima pilar ini sama-sama saling dukung dan memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan kita bersama, maka pariwisata Bali pasti akan kuat, kokoh dan sudah tentu akan terwujud pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Untuk menuju kearah itu, sebagai penerus, Tjok bagus yang saat ini masih menjabat Kepala Biro Ekbang Seda Provinsi Bali itu mohon selalu diberi masukan, apabila perlu kritikan yang sifatnya membangun demi pariwisata Bali dan kemajuan ekonomi masyarakat Bali.

Sementara itu mantan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali khususnya para pelaku pariwisata, asosiasi pariwisata, Kelompok Ahli pembangunan bidang Pariwisata, para tokoh pariwisata yang tidak bisa disebutkan satu persatu, karena telah membantunya selama ini. Ia mengatakan keberhasilannya selama ini bukan karena dirinya bekerja sendiri, akan tetapi karena dukungan semua pihak yang dengan sangat solid membantunya tanpa pamrih.

Ia contohkan dalam membuat peraturan-peraturan tentang pariwisata baik Perda maupun Pergub ia banyak dibantu para tokoh pariwisata. Menyusun Protokol CHSE, selanjutnya melakukan verifikasi fasilitas pariwisata, semua dilakukan secara gotong royong bersama teman-teman pelaku pariwisata. Melaksanakan vaksinasi terhadap para tenaga pariwisata, semua atas bantuan teman-teman di pariwisata, jelasnya.

“Sekali lagi saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala support yang telah diberikan, yang tidak mungkin akan saya balas,’ tegasnya.

Lebih lanjut ia berpesan, bahwa ada beberapa PR yang memanng belum selesai salah satunya adalah pembangunan Pariwisata Digital yang harus dilanjutkan karena program ini akan sangat mendukung pembangunan pariwisata budaya Bali yng berkualitas dan berkelanjutan, serta program-program lain yang tidak bisa dijalankan karena adanya pandemic Covid-19 selama hampir 2 tahun, pungkasnya.

Sementara disisi lain, kordinator kelompok Ahli Pembangunan Bidang Pariwisata, IGAN Rai Surya Wijaya, hal yang paling urgent yang harus kita perjuangkan saat ini, khususnya untuk dapat menarik wisatawan mancanegara untuk bisa datang ke Bali adalah, menghilangkan karantina. Saat ini syarat wisatawan mancanegara yang datang ke Bali adalah wajib dikarantina selama 3 x 24 jam. Menurutnya, meskipun itu sudah jauh lebih baik dari pada karantina 8 hari atau 5 hari, akan tetapi tetap menjadi ganjalan bagi wisatawan untuk berlibur ke Bali. salah satu negara yang telah menghapus karantna adalah Thailand.

“Kita harus belajar dari Thailand, kalau ingin pariwisata dan ekonomi Bali cepat bangkit”, tegasnya.

Terima Audensi Para Penerima Penghargaan Padma Shrii, Wagub Cok Ace Harap Hubungan Bali dan India Semakin Erat

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima audensi dari Para Penerima Pemghargaan Padma Shrii Award dari Pemerintah India yaitu Ida Rsi Putra Manuaba dan Prof Dr I Wayan Dibia, bertempat di Ruang Tamu Wagub Cok Ace pada Rabu (3/11).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diterima oleh Ida Rsi dan Budayawan Prof Dibia atas konsistensi yang telah dilakukan selama ini. Menurut Cok Ace, untuk memperoleh penghargaan tertinggi dari suatu negara tentunya tidak mudah, pasti ada konsistensi dan pengabdian didalamnya. Untuk itu diharapkan, Ida Rsi dan Prof Dibia dapat menjadi contoh masyarakat Bali, sehingga kedepannya akan banyak muncul tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki prestasi dalam bidangnya, telebih dapat diakui oleh dunia Internasional.

“Saya juga berharap melalui pemberian pengharaan ini dapat mempererat hubungan Indonesia dengan India khusunya Bali yang sangat memiliki kedekatan emosional dengan India, untuk itu saya harap perjalanan Ida Rsi dan Prof Dibia ke India dapat berjalan dengan lancar dan kembali juga dengan baik”, pungksnya.

Menanggapi hal itu, Ida Rsi Putra Manuaba mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan dalam rangka merayakan Republic Day 2020 , Pemerintah India memberikan penghargaan tertinggi Padma Awards 2020 kepada para tokoh, publik figur, ilmuwan dan individu yang dianggap memberikan kontribusi penting bagi kemajuan India. Penghargaan tertinggi Padwa Awards ini diserahkan langsung oleh Presiden India, Shri Ram Nath Govind dibagi menjadi tiga kategori, Padma Vibhushan (for exceptional and distinguished service), Padma Bhusan (distinguished service of higher order), dan Padma Shri (distinguished service).

Lebih jauh, Ida Rsi Udayana mengatakan bahwa penghargaan tersebut diberikan oleh Pemerintah India kepada dirinya karena kontribusinya yang secara konsisten dalam bidang sosial dan kebudayaan melalui pengembangan nilai-nilai Gandhianisme di Indonesia.   Padma Awards 2020 diberikan kepada 141 tokoh, yaitu untuk penerima penghargaan Padma Vibhushan sebanyak 7 orang, penghargaan Padma Bhushan sebanyak 16 orang, dan Padma Shri sebanyak 118 orang. Selain dari Indonesia beberapa tokoh negara lain yang menerima Padwa Awards 2020 adalah dari Mauritius, Amerika Serikat, Brazil, Inggris, Sri Lanka, Perancis, Afghanistan, dan Kanada.

Selanjutnya, Budayawan dan maestro seni dari Bali Prof Dr I Wayan Dibia yang menerima anugerah penghargaan seni “Padma Shri Award 2021” juga mengatakan bahwa untuk Indonesia, baru tiga tokoh yang mendapatkan penghargaan Padma Shri dari Pemerintah India yakni pematung Nyoman Nuarta dan Agus Indra Udayana yang sekarang telah menjadi seorang sulinggih (pendeta Hindu), kemudian Prof Wayan Dibia menerima penghargaan di bidang kesenian.

“Awalnya sempat diinfokan pihak kedutaan bahwa saya mendapat Padma Shri dari Pemerintah India lewat telepon saja, namun saya belum berani meyakini kebenarannya. Setelah mendapat surat resmi tertanggal 11 Februari 2021, saya merasa kaget ternyata saya mendapat Padma Shri,” ujar budayawan asal Singapadu ini.

“Dengan penghargaan ini bagi saya suatu tantangan untuk mendedikasi kemampuan dibidang seni, kalau dilihat kekaryaan saya memang sering mengambil lakon cerita Mahabaratha dan Ramayana,” ujarnya.

Wayan Dibia memperkirakan bahwa kiprahnya dalam menjalin karya seni antara dua budaya ini menjadi dasar pertimbangan pemerintah memberi penghargaan seni tertinggi. “Bagi saya tentu bukan kemenangan pribadi melainkan menjadikan penghargaan ini sekaligus pengakuan kepada seniman Bali,” ucapnya.

Guru Besar ISI Denpasar itu berharap seniman di Bali senantiasa merancang karya-karya baru. Sisi positifnya memberikan motivasi dari aktivitas berkesenian bagi seniman di Bali dan untuk mencapai kualitas dalam berkarya.

Pemyerahan penghargaan tersebut akan dilakukan pada tanggal 8 November 2021 oleh Presiden India bertempat di India. Untuk itu, para penerima penghargaan secara bersama akan bertolak menuju India.(Rilis)

 

Bupati Tabanan Terima Audiensi sekaligus Perkenalan KPN Tabanan yang Baru

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Sekda, para Asisten dan OPD terkait, menerima audiensi dan menyambut baik Achmad Peten Sili, S.H., M.H., selaku Ketua Pengadilan Negeri Tabanan yang baru, setelah menggantikan I Gusti Ayu Susilawati, S.H.M.H., Rabu, (3/11) pagi di Kantor Bupati setempat.

Dalam kegiatan yang diisi dengan bincang-bincang santai tersebut, Bupati Tabanan menyampaikan selamat kepada KPN Tabanan yang baru dan berharap kunjungan ini menjadi perekat tali silaturahmi yang selanjutnya mampu berimbas pada peningkatan sinergitas antar Forkopimda di Kabupaten Tabanan.

Ia juga menyampaikan bahwa sinergitas antar Forkopimda di Tabanan selama ini berjalan dengan sangat baik. Selaku Bupati Tabanan, Ia meminta kepada Achmad agar mampu melaksanakan tugas-tugas dengan baik sebagai yudikatif di Tabanan dan memberikan binaan tentang hukum kepada masyarakat, sehingga terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, (AUM).

Selaku Pejabat baru di Pengadilan Negeri Tabanan yang dilantik pada 28 Oktober 2021 lalu, Achmad Peten Sili melakukan silaturahmi dengan Bupati Tabanan sekaligus melakukan perkenalan. Kunjungan ini diyakininya sangat perlu dilakukan sebagai langkah untuk membina hubungan baik antar PN Tabanan dan Pemkab Tabanan.

Selain menjalin silaturahmi, Ia juga menyampaikan secara singkat program-program dan inovasi yang akan dilakukannya di Tabanan yang tentunya juga bersinergi pada program-program dan inovasi yang telah ada sebelumnya. Pihaknya juga mengakui akan selalu bersinergi dan bekerja dengan sebaik-baiknya demi kemajuan PN Tabanan, begitupun juga dengan Pemkab dan jajaran Forkopimda Tabanan. (Rilis)

Kasus Meningkat, Ratusan Gram Narkotika Dimusnahkan Kejari Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Meskipun Pendemi Covid-19 menerpa akan tetapi perkara narkotika telah diberkekuatan hukum tetap malah meningkat.Tercatat, sepanjang Januari sampai Oktober 2021, ada 35 perkara narkotika telah diputus dan berkekuatan hukum tetap.

Terhadap perkara tersebut maka, barang bukti terutama narkotika semua dimusnahkan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan,Rabu (3/11).

“Dari sisi perkara, ini di luar perkiraan kami. Tahun lalu (2020) ada 30 perkara. Sekarang sudah 35 perkara. Itupun baru sampai Oktober 2021. Belum termasuk November dan Desember 2021,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Ramasan pada Kejari Tabanan, Anak Agung Gede Hendrawan dalam kesempatan tersebut.

Dapat disimpulkan bahwa terjadi tren peningkatan kasus narkotika pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.Dengan barang bukti dimusnahkan terdiri 231,35 gram sabu-sabu. Kemudian ganja seberat 8,57 gram. Ekstasi seberat 0,26 gram. Serta tembakau gorilla seberat 2,41 gram.

“Masih didominasi sabu-sabu. Tetapi yang tembakau gorilla sekalipun baru sudah mulai masuk ke Tabanan juga,” jelasnya.

Pemusnahan tersebut juga dilakukan untuk menghindari penyalahgunaan narkotika.

“Sebagai langkah kami menjaga rekan-rekan kami di sini (Kejari Tabanan) terhindar dari kemungkinan penyalahgunaan narkotika. Sejatinya ini kegiatan rutin. Dalam setahun dua kali. Namun karena situasi pandemi Covid-19, kami laksanakan satu kali,” tutup Hendrawan.

Petugas Diduga Halangi Jurnalis Saat Deportasi Heather Louis Mack

DENPASAR – Pantaubali.com – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Bali menyurati Menkumham, Yasona Laoly dan menemui Kakanwil Kemenkumham Bali, Rabu (03/11) petang. Pertemuan diwakili Ketua IJTI Bali, Agung Kayika, Bidang Hukum dan Advokasi, Ambros Boli Berani dan Bidang Humas, Sultan Anshori.

Ketua IJTI Bali, Agung Kayika menyampaikan tujuan kedatangan pengurus untuk menyampaikan perlakukan petugas Imigrasi dan Humas Kanwil saat deportasi warga negara amerika, Heather Louis Mack. Menurut Agung, penutupan pintu gerbang Kantor Rudenim Jimbaran merupakan upaya menghalangi jurnalis untuk memperoleh dan mengakses informasi.

“Kami pengurus IJTI Bali setelah menampung aspirasi dan keluhan anggota, krmudian kami memutuskan untuk mengambil sikap. Sehingga hal ini tidak terulang kembali. Karena tugas kami mengumpulkan informasi dan menyampaikan ke publik. Selain itu fungsi kontrol media juga terhadap kinerja pemerintah,” jelas Agung.

Agung juga menyoroti fungsi Humas Kanwil dan perlakuan petugas di lapangan terhadap jurnalis.

“Anggota kami mengeluh, ketika ditanya ke humas soal jadwal deportasi dan si Heather ini keluar dari rudenim malah dijawab becanda oleh humas di group Jurnalis Kanwil Kemenkumham Bali. Nah anggota kami bertanya, karena mau meliput proses deportasi itu. Selain itu akn wartawan lain juga bertanya, itu untuk kepentingan pemberitaan,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Advokasi IJTI, Ambros Boli Berani. Menurutnya, upaya penghalamhn kerja jurnalis melanggar pasal 18 ayat 1 UU Pers Nomor 40 tahun 1999.

“Menurut pandangan IJTI Bali, hal ini menghalangi kerja jurnalis yang dilindungi Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Sesuai yang tertuang dalam Pasal 18 ayat (1) UU Pers yang menyatakan, “Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3).

Ambros menuturkan, informasi yang dihimpun dari anggota, ada dugaan pengistimewaan terhadap Heather.

“Saat Heather Louis Mack dibawa keluar dari Rudenim, awak media termasuk anggota IJTI Bali tidak dapat mengabadikan gambar karena semua jurnalis berada di luar pagar kantor Rudenim Jimbaran,” ucapnya.

Selain itu, dugaan pengalangan akses informasi tidak hanya terjadi di Rudenim Jimbaran. Hal ini kembali terjadi di Terminal Domestik Keberangkatan Bandara Ngurai Rai Bali.

“Padahal awak media yang juga sebagiannya merupakan anggota IJTI Bali telah mendapat ijin dari Humas PT Angkasa pura I Ngurah Rai untuk melakukan peliputan di areal publik. Petugas diduga mengelabui jurnalis dengan mengganti mobil yang digunakan Heather Louis Mack sebelum masuk ke terminal domestik Bandara Ngurah Rai,” ujarnya.

Menanggapi pernyataan sikap yang disampaikan Pengurus IJTI Bali, Kakanwil Kemenkumham Bali, Jamaruli Manihuruk mengaku tidak ada perlakuan istimewa ke Heather Louis Mack. Namun Jamaruli mengakui bahwa hal yang dilakukan petugas rudenim menutup gerbang kantor merupakan hal yang salah.

“Deportasi ini biasa sehingga tidak ada perlakuan khusus terhadap Heather. Terkait penguncian gerbang, tidak instruksi khusus saya. Saya akui, kesalahan staf kami dari rudenim. Mungkin kepala Rudenim belum terbiasa menghadapi media, tapi ini akan jadi koreksi kami,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Humas IJTI Bali Sultan Anshori beharap, kejadian dugaan pengistimewaan ini tidak terulang. Karena jurnalis yang ditugaskan ke lapangan, mengakses informasi dan mengabadikan gambar.

“Kami wartawan televisi, sehingga hadir di lokasi untuk mengambil gambar video dan mengumpulkan informasi. Jadi mohon ke depan, dari Kanwil berikan satu instruksi yang jelas sehingga petugas lapangan tidak berbenturan dengan media,” ucapnya.

Kakanwil Bali mengapresiasi kehadiran Pengurus IJTI Bali, karena dengan pertemuan ini diketahui masalah daj keluhan awak media. Kakanwil juga berjanji, akan mengundang pengurus organisasi jurnalis untuk berauduensi, agar dapat terjadi komunikasi dua arah.

Wakil Gubernur Bali Bacakan Jawaban Gubernur Terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi Atas Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) berkesempatan membacakan Jawaban Gubernur Bali Wayan Koster terhadap Pandangan Umum Fraksi-Fraksi atas Raperda tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pada Rapat Paripurna ke-32 DPRD Provinsi Bali Masa Persidangan III Tahun Sidang 2021, di Ruang Sidang Utama DPRD Prov Bali, Denpasar, Senin (1/11).

Secara umum, Gubernur Bali seperti yang dibacakan oleh Wagub Cok Ace sangat mengapresiasi dan sependapat terhadap pandangan para fraksi DPRD Prov Bali. Beberapa poin yang disepakati seperti pencantuman Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Daerah, mensinkronkan dan mengharmonisasi pengaturan mengenai Barang Milik Daerah (BMD) dengan Perda Nomor 13 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah, penyempurnaan Pasal 2 Ayat (2) diganti menjadi transparan, akuntabel dan partisipatif, serta akan mempertimbangkan usulan penambahan frase penetapan jumlah penghapusan piutang sampai dengan 5 miliar dengan pemberitahuan kepada DPRD. Karena, ia mengatakan bahwa penormaan pasal-pasal yang diatur dalam Raperda sudah sesuai dengan penormaan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Adapun usulan-usulan lain yang menjadi perhatian dalam jawaban Gubernur juga disampaikan oleh Wagub Cok Ace. Menurutnya Forum Pendapatan Daerah direkomendasikan untuk ditiadakan oleh Inspektorat Jenderal Kementrian Dalam Negeri karena tidak ada rujukan regulasi. Hal lain yaitu belanja barang/jasa untuk Desa Adat akan diserahkan kepada masyarakat/pihak ketiga, termasuk belanja penguatan desa adat.

“Mengenai transparansi informasi dalam laporan keuangan, selama ini telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, bahkan untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LPKD) Audited selalu diumumkan di media massa,” jelasnya.

Isu di luar substansi Raperda juga disoroti dalam jawaban Gubernur, sperti pemberian bonus pada atlet berprestasi pada PON XX Papuan 2021 akan dialokasikan dalam RAPBD TA 2022, serta isu beredarnya beras oplosan sudah dikoordinasikan dengan instansi terkait dan akan ditertibkan.

Acara Sidang pada pagi itu diawali dengan pembacaan Tanggapan DPRD Bali atas Pendapat Gubernur terhadap Rancangan Peraturan Daerah Provinsi Bali tentang Pembentukan Dana Cadangan Pemilihan Umum Legislatif, Gubernur, dan Wakil Gubernur tahun 2024, yang dibacakan oleh I Ketut Juliarta, SH.

Dalam tanggapan DPRD, disampaikan bahwa perlunya membentuk Peraturan Daerah tentang Dana Cadangan Pemilihan Umum Legislatif, Gubernur, dan Wakil GUbernur Tahun 2024, yang mencakup mengenai tujuan pembentukan dana cadangan, sumber dan besaran pendanaan, penempatan dan penggunaan, serta penatausahaan dan pertanggungjawaban. Besaran dana cadangan tersebut terhitung mulai TA 2022 sampai dengan TA 2024 sebesar Rp. 250 miliar.

“Semoga dengan ditetapkannya Raperda tersebut menjadi Perda, pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan lancar dan sukses sesuai dengan harapan kita semua, sehingga terbentuk pemerintahan yang legitimit, akuntabel dan didukung oleh semua lapisan masyarakat,” tandasnya.