- Advertisement -
Beranda blog Halaman 801

Raih WTP 7 Kali Beruntun, Pemkab Tabanan Dianugerahi Plakat dan Piagam Penghargaan oleh Pemerintah Pusat

TABANAN – Pantaubali.com – Capaian kerja keras Pemkab Tabanan dalam mewujudkan transparansi pengelolaan keuangan selama tujuh tahun terakhir dengan meraih Opini WTP 7 kali secara berturut-turut dari tahun 2014-2020 mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat. Atas raihan tersebut, Pemkab Tabanan dianugerahi plakat dan piagam penghargaan dengan capaian standar tertinggi dalam akuntansi dan pelaporan keuangan.

Plakat dan Piagam Penghargaan tertinggi Pemerintah Pusat atas pengelolaan keuangan tersebut diberikan secara langsung oleh Menkeu RI yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, kepada Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., di ruang rapat Bupati di kantor Bupati Tabanan, Selasa, (16/11).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan penandatangan nota kesepakatan kerjasama antara Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali dengan Bupati Tabanan itu, turut dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Made Edi Wirawan, S.E., Sekda dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan.

Raihan Plakat dan Piagam Penghargaan ini merupakan hasil yang bagus bagi Pemkab Tabanan. Untuk itu, Bupati Tabanan, Sanjaya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah RI yang dalam hal ini Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali. Hal ini adalah kerja keras yang dilakukan seluruh perangkat daerah termasuk eksekutif dan legislatif Tabanan dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik dan bisa dipertanggung-jawabkan untuk masyarakat. Hal ini juga diharapkan mampu dipertahankan dengan kerja keras dan penuh komitmen.

Terkait nota kesepakatan kerjasama yang ditandatangani bersama Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Bupati Sanjaya berharap hal ini menjadi suatu acuan bagi seluruh jajaran di Tabanan.

“Saya berharap hal ini sebagai acuan dalam kegiatan permanfaatan bersama data dan informasi serta penguatan koordinasi penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan keuangan antara Pemerintah Pusat dan dan Pemkab Tabanan yang dibentuk berupa nota kesepakatan. Semoga Nota Kesepakatan ini berhasil guna dan berdaya guna,” harap Sanjaya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali, Teguh Dwi Nugroho, mengatakan, Pemerintah Pusat tidak akan mengabaikan Pemerintah Daerah yang telah melakukan Tugasnya dengan baik. Apalagi saat ini dalam masa pandemi yang memerlukan pengambilan keputusan yang sangat cepat dan tepat, sehingga diperlukan akuntabilitas, tranparansi serta bertanggung-jawab atas pengelolaan keuangan setiap daerah.

“Dalam kesempatan ini, kami menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas berbagai bentuk sinergi antara kami Dirjen Perbendaharaan Provinsi Bali dengan Pemkab Tabanan yang sudah terjalin dengan baik selama ini,” ujarnya.

Selebihnya, Ia juga mengatakan Pemkab Tabanan sudah 7 kali secara berturut-turut mendapatkan Opini WTP yang dikatakannya sebagai bukti wujud keseriusan Pemkab Tabanan dalam mengelola keuangan. Ia juga sangat mengapresiasi komitmen dari Pemkab Tabanan yang secara terus menerus berupaya mengoptimalkan pengelolaan keuangan.

Sembari diri berharap, akuntabilitas, transparansi pelaporan keuangan terus dapat dipertahankan.(Rilis)

Sat Samapta Polres Tabanan Patroli Dialogis Di Pasar Senggol Dan Himbau Prokes

TABANAN – Pantaubali.com – Untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan memastikan masyarakat para pengunjung Pasar Senggol Tabanan telah menerapkan protokol kesehatan dengan benar, Satuan Samapta Polres Tabanan melaksanakan Patroli dialogis di Pasar Senggol Jalan Gajah Mada,Tabanan. Patroli dilakukan pada Sabtu,(13/11) pukul 20.00 Wita.Dalam kegiatan Patroli tersebut menurunkan personil unit Patroli,Pam Obvit dan Dalmas.

“Seperti kita ketahui bersama bahwa status Tabanan masih PPKM Level 2, Kami bersama sama dengan instansi terkait lainnya tetap menghimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan ( Prokes ),” jelas Kasat Samapta Polres Tabanan AKP I Nyoman Suadi, S.H.

Untuk memastikan penerapan Protokol Kesehatan telah berlangsung dengan benar Kami setiap saat wajib melakukan pengawasan.

“Seperti pada saat ini Pasar Senggol Tabanan kami lakukan pemantauan,” katanya.

Lebih lanjut disampaikan oleh Kasat Samapta Polres Tabanan setelah selesai melakukan pengawasan terhadap Prokes di Pasar Senggol Tabanan, personil Kami arahkan berpatroli pada tempat yang dianggap rawan kamtibmas serta menyasar toko ataupun warung yang melewati batas Jam buka.

“Dari hasil pemantauan kami semua masyarakat pengunjung dan pedagang di pasar senggol telah melakukan Penerapan Prokes dengan benar,” katanya.

Sembari menambahkan,sampai saat ini situasi Kamtibmas masih kondusif.

“Mari kita semua tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran covid19,’Tutup Kasat Samapta Polres Tabanan ini. (Rilis)

Memahami Jati Diri Penting Sebagai Manusia Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Memahami jati diri penting dikarenakan, akan mampu mengembalikan Bali mulai dari, pemahaman jati diri manusia Bali itu sendiri,itu disampaikan, pengangeng-ngageng Kertha Semaya Trah Dhalem Periode 2014-2019, I Dewa Made Suamba Negara.

“Dengan lelintihan tentu kita dapat hormat dengan leluhur sebagaimana seperti ajaran agama Hindu,” jelasnya, Sabtu,(13/11) di Denpasar.

Jadi, tidak bisa lepas dengan Pitra Rena salah satu hutang kepada para Leluhur,Ida Bhatara Bethari keluran dan kawitan.

“Ini sunguhnya yang perlu menjadi perhatian kita semua, jika ingin dapat hidup dalam kehidupan kasanah masyarakat Bali yang mengganut Agama, Adat Dresta Bali yang kita miliki asli dimiliki Bali ini,”katanya.

Sembari Dirinya menambahkan, jika ini sama-sama dapat di pegang, tentu nantinya akan dapat harmonis di interen lelintihan, sesama lelintihan serta harmonis dengan Pemerintah.

Rapat Paripurna DPRD, Jawaban Dan Penjelasan Bupati Terkait Pandangan Dewan

 

TABANAN –   Pantaubali.com  – Usai sampaikan 7 Ranperda ke hadapan Paripurna pada 12 November lalu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M berlanjut menyampaikan Jawaban dan Penjelasan Terhadap Pemandangan Umum DPRD yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke 15 dan 16, masa persidangan III Tahun 2021, DPRD Kabupaten Tabanan di TCC, Kantor Bupati Tabanan, Kamis (18 November 2021) 

Rapat yang dilakukan secara daring tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua, Wakil ketua dan segenap anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Forkopimda, Sekda, para Asisten, Staf Ahli, Sekretaris DPRD dan OPD terkait Kabupaten Tabanan.

Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi pada 3 fraksi dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Nasional Demokrat yang menyampaikan pemandangan umum terhadap Ranperda tersebut, dengan hasil yang dapat disimpulkan yaitu; pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp. 1,738 Trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp. 127,965 Milyar lebih dari anggaran induk tahun anggaran 2021. Turunnya pendapatan daerah tersebut karena pendapatan transfer pusat maupun provinsi yang menurun sebesar Rp. 100,514 Milyar lebih dan lain-lain pendapatan daerah juga menurun sebesar Rp. 42,595 Milyar lebih.

Sedangkan pendapatan asli daerah mengalami peningkatan sebesar Rp. 15,144 Milyar lebih, oleh sebab itu, Hal tersebut harus didukung dengan 7 langkah / upaya serta kiat-kiat yang dilakukan untuk mencapai target, beberapa diantaranya meliputi upaya untuk mengembangkan peran dan fungsi perangkat daerah penghasil dan BUMD dalam pelayanan dan pendapatan. Mengembangkan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang memperhatikan aspek legalitas, keadilan, kepentingan umum, karakteristik daerah dan kemampuan masyarakat dengan memegang teguh prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparasi.

Langkah selanjutnya yaitu mengembangkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah. Kemudian, mengembangkan pengelolaan asset daerah dan mengembangkan kinerja pendapatan daerah melalui penyempurnaan sistem administrasi dan efisiensi penggunaan anggaran daerah yang berbasis e-digital.

Upaya berikutnya yaitu dengan mengembangkan kinerja pelayanan masyarakat melalui penataan organisasi dan tata kerja, pengembangan sumber daya pegawai yang professional dan bermoral, serta pengembangan sarana dan fasilitas pelayanan prima dan melaksanakan terobosan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Dan yang terakhir adalah membuka leyananan pendapatan PBB-P2 secara kolektif yang difasilitasi oleh pemerintah desa.

“Sesuai dengan saran Dewan, kami sepakat untuk melakukan langkah-langkah yang efektif dalam pengelolaan anggaran daerah dengan melakukan penghematan, sehingga pengeluaran benar-benar diperuntukkan pada program prioritas daerah guna menciptakan multiplayer effect (efek yang berlipat ganda) terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta bisa menciptakan value (nilai manfaat) yang lebih baik di masa mendatang” tegas Sanjaya.

Bupati Tabanan Sampaikan Tujuh Buah Ranperda Pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M sampaikan Pidato Pengantar Tujuh Buah Ranperda yaitu rancangan peraturan daerah tentang APBD Tahun anggaran 2022 dan enam buah rancangan peraturan daerah Kabupaten Tabanan, pada Rapat Paripurna ke 14 Masa Persidangan III Tahun 2021, di TCC Kantor Bupati Tabanan, Jumat (12/11).

Paripurna yang dilakukan secara hybrid (secara tatap muka dan tayangan daring) ini dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda, Sekda, para Asisten dan Para Kepala Bagian di lingkungan Setda Kab Tabanan, Para Kepala Perangkat Daerah, Camat se- Kabupaten Tabanan dan OPD Terkait.

Dari Tujuh buah Ranperda (Rancangan Peraturan Daerah) yang disampaikan, yang pertama yaitu Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab Tabanan tahun anggaran 2022. Kedua ialah Ranperda tentang tata cara penyelenggaraan cadangan pangan pemerintah daerah, ketiga Ranperda tentang perubahan atas peraturan daerah nomor 3 tahun 2020 tentang Badan Kesatuan Bangsa dan Politik.

Yang k eke 14, empat Ranperda tentang retribusi persetujuan bangunan Gedung, selanjutnya Ranperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 13 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah. Kemudian Ranperda tentang penyertaan modal daerah pada perseroan terbatas Bank Pembangunan Daerah Bali dan yang terakhir adalah Ranperda tentang retibusi perpanjangan pengesahan rencana penggunaan tenaga kerja asing.

Bupati Sanjaya menyampaikan, pertimbangan mendasar yang melatar belakangi diajukannya tujuh buah Ranperda salah satunya adalah rencana keuangan tahunan daerah yang ditetapkan dengan perda dengan mengacu pada kebijakan umum APBD dan PPAs, yang merupakan dokumen awal perencanaan anggaran daerah dan menjadi pedoman dalam penyusun rencana APBD tahun anggaran 2022.

Di mana pada APBD tahun anggaran 2022, pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp. 1,738 Trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp. 127,965 Milyar dari anggaran induk tahun anggaran 2021 sebesar Rp. 1,866 Trilyun lebih. Dan belanja daerah direncanakan sebesar Rp. 1,763 trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp. 191,070 Milyar lebih dari anggaarn induk 2021 sebesar Rp. 19.54 Trilyun lebih. Sehingga terdapat defisit anggaran sebesar Rp. 24,8 Milyar yang akan ditutup dari pembiayaan netto, bersumber dari estimasi SILPA tahun anggaran 2021.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya meminta agar komitmen wajib dilakukan agar pelaksanaan dapat dilakukan secara efektif dan efisien, mengingat anggaran daerah merupakan informasi publik yang mencerminkan kebijakan daerah dan tertuang dalam bentuk program dan kegiatan yang diarahkan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

“Kita semua dituntut untuk dapat membuat perencanaan yang realistis, berkualitas serta implementatif dengan mempertimbangkan berbagai aspek termasuk sumber daya yang tersedia” jelasnya.

“Untuk memenuhi amanat pasal 111 ayat 1, Peraturan Pemerintah RI nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah, di mana rancangan peraturan daerah tentang APBD harus dievaluasi oleh Gubernur, untuk itu kami berharap rancangan APBD Kab Tabanan Tahun anggaran 2022 segera dapat kita sampaikan untuk dievaluasi dan dengan segera pula bisa disahkan” katanya lebih lanjut.

Selebihnya Sanjaya juga harapkan dukungan berbagai kebijakan, sehingga tercipta peluang-peluang yang dapat mengarah pada perbaikan dan peningkatan kesempatan dalam memperoleh pendapatan dan berpartisipasi dalam pembangunan.

Hal tersebut sebagai upaya bersama dalam meingkatkan pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan serta peningkatan kualitas pelayanan publik melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (Rilis)

Bupati Tabanan Bersama Ketua DPRD Tabanan Doakan Kerahayuan Jagat Dalam Persembahyangan di Pura Batukau

TABANAN – Pantaubali.com – Harapkan Kerahayuan Jagat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, hadiri Uleman Pujawali Ring Pura Sad Kahyangan Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel Tabanan. Dalam persembahyangan ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh Ketua DPR bersama anggota, Sekda, Para Asisten, Kepala Bapelitbang, Kepala Inspektorat, Kepala PMD, Kepala BKPSDM, Kabag Prokopim, Kabag Kesra, Camat Penebel dan tokoh masyarakat setempat, Kamis (11/11).

Pelaksanaan karya yang dipuput dengan semangat gotong royong warga Wongaya Gede ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati Sanjaya. Terlebih saat pelaksanaan karya yang bertepatan dengan Hari Raya Umanis Galungan, tidak serta merta mengurangi antusiasme masyarakat untuk bersama-sama mempersiapkan sarana upakara yang terbaik dan melaksanakan yadnya dengan penuh keyakinan.

“Dengan kontribusi besar masyarakat dalam pelaksanaan karya ini, sudah tergolong karya yang Sat Wika Yadnya, terutama saat bersama-sama, gotong-royong sampai karya ini puput, sudah sangat sesuai dengan sastra keagamaan” Ujar Sanjaya selepas melaksanakan persembahyangan. Meskipun disambut suasana yang hujan lebat, namun tidak juga menyurutkan semangat untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dan ikut melaksanakan persembahyangan.

Masih dalam momentum hari besar keagamaan Hindu yaitu Hari Raya Galungan dan bertepatan setelah memperingati Hari Pahlawan 10 November lalu, Sanjaya juga berharap kebersamaan yang diterapkan masyarakat Wongaya Gede bisa meneguhkan semangat dalam berperang menegakkan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan). Serta berdoa untuk Kerayahuan jagat Bali, terutama di tengah pandemi covid-19 yang masih melanda tidak hanya di Indonesia, namun pada skala global.

“Harapan saya agar Masyarakat Bali khususnya selalu diberkati dengan kerahayuan dan keselamatan, terlebih agar pandemi ini bisa segera berakhir dan semua aktifitas baik menyangkut ekonomi maupun pariwisata bisa kembali normal” sambungnya.

Selain itu, sikap masyarakat Tabanan yang senantiasa bergotong-royong dalam pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan diharapkan juga bisa mendukung Visi Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Hari Raya Galungan, Bupati Tabanan Di Dampingi Ketua DPRD Tabanan Pimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan

TABANAN – Pantaubali.com – Meneguhkan kembali semangat dan keyakinan para pahlawan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M, memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan yang jatuh tepat pada Hari Raya Galungan Rahina Buda Kliwon Wuku Dungulan, di Kantor Bupati Tabanan, Rabu (10/11).

Upacara Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2021 yang dilakukan tetap dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat ini, nampak dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, Sekda, Para Asisten serta OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Mengusung tema “Pahlawanku Inspirasiku” melalui implementasinya ingin meneguhkan kembali bahwa semangat, tekad dan keyakinan Para Pahlawan harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan kita untuk mengalahkan musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan kebodohan dalam arti yang luas.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya selaku Inspektur Upacara, menegaskan tentang usaha kerja keras yang harus kita lakukan dalam menghadapi tantangan globalisasi dan modernisasi utamanya di bidang ekonomi dan bidang kultural dengan meniru semangat Para Pahlawan Ketika menghadapi pertempuran 10 Nopember 1945 di Surabaya.

“Gigih Berjuang, Pantang Menyerah, tidak mengenal perbedaan serta tidak peduli pada keterbatasan atau halangan adalah ciri khasnya. Hal ini yang patut kita resapi dan lestarikan sebagai bangsa dalam menghadapi ancaman dan tantangan di era mendatang” tegasnya.

Sementara itu, memaknai Hari Pahlawan yang jatuh bertepatan dengan Hari Raya Galungan Umat Hindu se-Indonesia ini, Bupati Sanjaya merasa ini merupakan hal yang luar biasa.

“Kita di Pemkab Tabanan tidak menyurutkan arti dari perjuangan dan Hari Raya Galungan ini, apalagi maknanya sama, kalau dulu Hari Pahlawan adalah bagaimana mengusir penjajahan, sekarang bagaimana mengusir kebodohan dan kemiskinan, itu relevansinya dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan, sekarang bagaimana kita berperang dengan Dharma melawan Adharma.Kami sangat menghormati jasa para Pahlawan, dan khususnya dalam suasana hari Raya, kami hadir di sini mengikuti upacara dengan semangat bahwa kita memaknai Hari Pahlawan dengan baik,” paparnya.

Ia berpesan bahwa momentum peringatan Hari Pahlawan ini, diharapkan mampu menjadi inspirasi dalam meneguhkan semangat kebangsaan, bahwa setiap orang dapat menjadi pahlawan di bidang apapun, bahkan bisa pula dimulai dengan menjadi pahlawan bagi ekonomi keluarga dan komunitasnya. Serta menjadi pahlawan kemanusiaan di tengah pandemi yang masih melanda negeri ini sehingga masyarakat seluruhnya bisa menjadi pemenang dalam era kehidupan normal baru.

Selebihnya ia berharap, peringatan ini mampu meneguhkan kembali semangat untuk meneladani jiwa kebersamaan dalam menegakkan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan), membangkitkan kembali jiwa nasionalisme guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat, serta mempererat kembali semangat untuk Bersatu dalam Satu Rampak Barisan mewujudkan Visi Nangun Sat Kerthi loka Bali melalui Pola pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM). (Rilis)

Kapolres Tabanan Ucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan “Kedepankan Prokes”

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka menyambut hari Raya Galungan dan Kuningan Bagi umat Hindu yang akan berlangsung pada hari Rabu tanggal 10 Nopember 2021 dan 20 Nopember 2021, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K ., M.H., bersama Staf dan Bhayangkari Cabang Tabanan mengungkapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Ucapan hari Hari Raya Galungan dan Kuningan ini disampaikan oleh Kapolres Tabanan di Mapolres Tabanan pada hari Selasa tanggal 9 Nopember 2021 pagi.

“Kami keluarga Besar Polres Tabanan bersama Bhayangkari mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan kepada seluruh masyarakat yang merayakannya. Semoga Ida Sanghyang Widhi Wasa / Tuhan Yang Maha Esa memberikan keselamatan kepada kita semua jagat raya dan segala isinya,” Ucap Kapolres Tabanan.

Khususnya Semeton Tabanan dalam pelaksanaan kegiatan peribadatan / sembahyang kami dari Polres Tabanan menghimbau agar tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan.

“Manfaatkan sarana Prokes yang telah ada pada tempat tempat persembahyangan,tetap menggunakan masker, menjaga jarak Saat berinteraksi sosial dengan orang lain, Mencuci tangan,” katanya.

Tidak berkerumun, hal ini perlu kita pertahankan karena masih pada dekade pandemi covid19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan Masyarakat Level 2, mari kita Lindungi diri kita dengan tetap Menggunakan APD ( Alat Pelindung Diri ) berupa Masker.

“Sekali lagi kami sampaikan Kedepankan Prokes dalam setiap momentum kegiatan. (Selasa 9/11),”Kata Kapolres Tabanan. (Rilis)

Presiden Jokowi Resmikan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam

JAKARATA – Pantaubali.com – Presiden Joko Widodo meresmikan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam di Lapangan Bela Negara, Kementerian Pertahanan, Jakarta, pada Selasa, 9 November 2021. Keberadaan tugu ini akan menambah pengingat kepada seluruh bangsa Indonesia untuk terus menyalakan semangat, yaitu semangat untuk menjaga Pancasila, semangat menjaga persatuan, kesatuan, dan kerukunan nasional, serta semangat untuk terus berinovasi memajukan negeri.

“Bung Karno pernah menyatakan: warisi apinya, jangan abunya. Warisi semangat yang menyala-nyala, semangat untuk memperjuangkan kemerdekaan, semangat untuk mengisi kemerdekaan, dan semangat untuk membangun Indonesia maju,” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya.

Sebagai bangsa yang besar dengan sejarah besar, Presiden mengatakan, kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah penting untuk dunia, bisa banyak berbuat untuk kepentingan dunia, dan layak menjadi salah satu pemimpin dalam peta dinamika dunia. Menurutnya, kuncinya satu yaitu semangat perjuangan bangsa Indonesia jangan pernah padam dan harus selalu menyala-nyala.

“Keberadaan Tugu Api Semangat Indonesia Merdeka Tidak Pernah Padam ini adalah salah satu pengingat kobaran semangat kita, semangat untuk melanjutkan perjuangan para _founding fathers_ dan membangun Indonesia maju yang kita cita-citakan,” tandasnya.

Bersamaan dengan tugu api tersebut, dibangun juga Patung Presiden Soekarno untuk menghormati jasa kepada Bung Karno sebagai perintis kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam laporannya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menjelaskan, patung tersebut menggambarkan Bung Karno sedang menunggangi kuda saat melaksanakan inspeksi pasukan pada Upacara Peringatan Hari Angkatan Perang, 5 Oktober 1946, di Yogyakarta.

“Api tidak pernah padam sebagai simbol dari semangat, harapan, keberanian, dan gairah bangsa Indonesia untuk senantiasa mencintai Tanah Air, rela berkorban demi tegaknya kedaulatan NKRI, serta semangat untuk terus membangun bangsa dan negara demi terwujudnya Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD tahun 1945,” ungkap Menhan.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Presiden ke-5 RI sekaligus putri Bung Karno, Megawati Soekarnoputri, yang hadir secara virtual, putra Bung Karno Guntur Soekarnoputra dan Guruh Soekarnoputra, para pimpinan lembaga negara antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman, Ketua Mahkamah Agung Muhammad Syarifuddin, dan Ketua Komisi Yudisial Mukti Fajar Nur Dewata.

Selain itu, turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo.(Rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Wagub Cok Ace Motivasi Pedagang Pasar Tradisional Manfaatkan Transaksi Digital

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) memotivasi pedagang tradisional agar tak ragu memanfaatkan transaksi digital dalam melayani konsumen. Terlebih, Bank Indonesia (BI) saat ini tengah gencar mendorong pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam memudahkan pelaku usaha dalam transaksi digital. Hal itu disampaikan Wagub Cok Ace dalam sambutannya pada acara pencanangan Digitalisasi Kawasan Pusat Pasar Tenun dan Pasar Tradisional Klungkung, Senin (8/11).

Dengan gaya bertutur, Wagub Cok Ace bercerita tentang apa yang ia amati selama masa pandemi Covid-19.

“Hampir dua tahun kita berada dalam situasi mencekam akibat pandemi Covid-19 yang memberi tekanan berat pada sektor perekonomian Bali karena menjadikan pariwisata sebagai sektor andalan,” ucapnya.

Terhitung sejak bulan Maret 2020, wisatawan mulai dilarang masuk, ini berkaitan dengan upaya pengendalian penyebaran virus corona. Sejak saat itu, peluang usaha makin terbatas, berkurang dan hilang sehingga banyak pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata seperti hotel dan restoran menutup sementara usaha mereka.

Akibatnya, banyak pekerja sektor pariwisata yang dirumahkan atau bahkan terkena PHK. Wagub Cok Ace yang juga menjabat sebagai Ketua BPD PHRI Bali mencatat, tak kurang dari 4,4 persen pekerja pariwisata atau sebanyak 160 ribu karyawan hotel dan restoran dirumahkan, bahkan ada diantaranya yang di-PHK.

Di tengah beratnya situasi yang dihadapi, ia menyebut banyak dari mereka yang bisa bertahan dengan alternatif pekerjaan lain seperti usaha dagang dan kuliner.

“Yang sebelumnya jadi tukang masak di hotel atau restoran, membuka usaha kuliner seperti nasi jinggo. Sementara yang sebelumnya menyuplai sayur ke hotel dan restoran, mereka menjajakan sayur di pinggir jalan,” imbuhnya.

Di awal masa pandemi, usaha mereka terbilang lancar karena sebagian masyarakat masih punya uang untuk berbelanja. Namun sejalan dengan makin memburuknya situasi ekonomi, banyak dari mereka yang tereleminasi. Yang menggembirakan, diantara mereka masih ada yang mampu bertahan, bahkan usaha yang dikelola makin berkembang.

“Ada yang bisa tetap bertahan, bahkan usaha mereka makin berkembang. Tentu ini merupakan hal yang luar biasa dan saya tergelitik untuk mencari tahu apa yang membuat mereka bisa bertahan,” jelasnya.

Guru Besar ISI Denpasar ini mencatat sejumlah hal yang membuat pelaku wirausaha baru itu bisa bertahan yaitu mengikuti selera pasar, memiliki human spirit seperti keramahtamahan saat berjualan dan yang tak kalah pentingnya adalah pemanfaatan media pemasaran online dan transaksi digital. Secara tidak langsung, menurut Cok Ace, kelompok yang bertahan adalah mereka yang telah menerapkan teori 4.0. Belajar dari pengalaman itu, ia mengajak para pelaku usaha khususnya di pusat tenun Pasar Semarapura Klungkung tak ragu memanfaatkan transaksi digital dengan penggunaan QRIS sesuai arahan Bank Indonesia.

“Ini pasar tenun kan sudah sangat dikenal, pelanggannya banyak dari luar daerah dan pasti sangat paham transaksi digital. Masuk ke marketplace untuk mempromosikan produk-produk baru sehingga mereka bisa bertransaksi secara online,” tambahnya sembari mengatakan bahwa digitalisasi sebagai suatu keniscayaan yang mau tak mau harus diikuti.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho menyampaikan bahwa digitalisasi dalam proses transaksi adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa ditunda-tunda lagi.

“Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang entah kapan akan benar-benar berakhir, digitalisasi tak bisa ditunda-tunda lagi. Kita tak bisa mengatakan belum siap dan tak boleh ada kata menyerah,” ujarnya.

Lebih jauh ia menyebut, saat ini masyarakat cenderung berhati-hati dan sebisa mungkin menghindari transaksi tunai karena berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan. Menyikapi situasi ini, ia mendorong pedagang pasar tradisional khususnya di pusat tenun Pasar Semarapura Klungkung untuk memanfaatkan digitalisasi dalam proses penjualan maupun pembayaran. Ditambahkan olehnya, saat ini BI terus berupaya mendorong digitalisasi dalam proses transaksi di pasar modern dan pasar tradisional. Hingga tanggal 29 Oktober 2021, sebanyak 355 ribu merchant di Bali telah memanfaatkan QRIS.

“Target kita di Bali sebanyak 363 ribu dan saya kira akan tercapai pada minggu ini. Sementara target nasional sebanyak 12 juta merchant telah tercapai,” tambahnya.

Secara khusus, ia mendorong percepatan digitalisasi pada pasar tradisional dan pelaku UMKM di Klungkung karena hingga saat ini baru 6.200 merchant di wilayah Bumi Serombotan yang tergabung dalam QRIS.

“Secara resmi hari ini kita terapkan di tiga pasar yaitu Pasar Semarapura, Galiran dan Kusamba. Pak bupati mohon penggunaan QRIS bisa diperluas pada pelaku UMKM dan koperasi di Klungkung,” pintanya.

Apresiasi terhadap gerakan BI dalam proses digitalisasi di pasar tradisional diutarakan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dan Anggota Komisi XI I Gusti Agung Rai Wirajaya. Bupati Suwirta menyampaikan terima kasih atas upaya digitalisasi yang gencar dilaksanakan jajaran Bank Indonesia. Menurutnya, digitalisasi dalam proses transaksi adalah sebuah kebutuhan di tengah situasi pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia berharap pedagang pasar tradisional segera beradaptasi dengan program ini.

Sementara itu, Anggota Komisi XI Rai Wirajaya menilai BI telah melakukan langkah yang tepat untuk mempercepat digitatalisasi transaksi yang menjadi kebutuhan dewasa ini. Usai acara peresmian, Wagub Cok Ace dan undangan lainnya langsung melakukan uji coba transaksi digital menggunakan QRIS dengan membeli produk tenun di pasar tersebut. Acara peresmian juga dihadiri Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab dan perwakilan PT BPD Bali.