- Advertisement -
Beranda blog Halaman 800

Siswa SDN 3 Kukuh Tonton Film Animasi Ciung Wanara

TABANAN – Pantaubali.com – Siswa kelas IV,SDN 3 Kukuh, Banjar Tegal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan diajak nonton bareng film animasi Ciung Wanara digelar dalam kelas dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat oleh Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto.

Hal tersebut dilakukan untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada siswa. Mengenang perjuangan Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai yang memimpin pasukan Ciung Wanara dalam Puputan Margarana.

Perbekel Desa Kukuh I Made Sugianto mengaku terinspirasi menggelar nobar bersama siswa SD karena film Ciung Wanara ini cocok ditonton anak-anak. Mengajak siswa mengapresiasi film Ciung Wanara yang dibuat oleh animator Bali.

“Masih suasana peringatan Puputan Margarana, saya terinspirasi masuk sekolah dan memutar film ini dengan penonton terbatas,” jelasnya,Senin (22/11).

Film animasi Ciung Wanara dipersembahkaan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Bali didedikasikan untuk para veteran pejuang yang gugur dalam perang Puputan Margarana. Pasca produksi oleh Timeline Studio Bali.

Menurut Sugianto, film animasi ini mengajak anak-anak rajin sekolah untuk mencapai cita-cita. Seperti pesan yang disampaikan Kakek Wira saat mengajak cucunya, Wira berkunjung ke Taman Pujaan Bangsa Margarana. Istimewanya, film animasi ini juga melibatkan anak-anak Desa Kukuh sebagai pengisi suara kakek dan Wira.

“Saya sudah melakukan pendekatan dengan para kepala sekolah di Desa Kukuh, mereka mendukung pemutaran film animasi ini,” ucapnya.

Setelah SDN 3 Kukuh, pemutaran film animasi ini juga dijadwalkan di SDN 1 Kukuh, SDN 3 Kukuh, SMPN 2 Marga, juga para Guru PAUD Kartini Kukuh.

Reaksi siswa SDN 3 Kukuh cukup bagus menonton film ini. Mereka tertawa saat adegan lucu serta bersedih saat Ayah Wira dan pejuang lainnya gugur dalam peperangan Puputan Margarana.

“Para siswa merasa dekat dengan film berlatar belakang Taman Pujaan Bangsa Margarana ini karena rata-rata pernah berkunjung ke Margarana,” sebutnya.

Kasek SDN 3 Kukuh Ni Nyoman Sudiratnadi SPd mengatakan, film animasi ini cocok ditonton oleh anak-anak. Saat nonton bareng, Kasek turut mendampingi siswanya.

“Bagus untuk menanamkan nilai-nilai kepahlawanan,” cetusnya.

Dalam kesempatan tersebut juga selesai nonton bareng dan Tanya jawab ringan dengan siswa, Perbekel Kukuh menyumbangkan kamus Bahasa Indonesia – Inggris dan rumus-rumus Matematika.

Pemerintah Terapkan Level PPKM Berdasarkan Capaian Vaksinasi

JAKARTA – Pantaubali.com – Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa PPKM di luar Jawa-Bali pada 23 November sampai 6 Desember 2021. Penerapan level PPKM didasarkan pada persentase capaian vaksinasi Covid-19 di masing-masing daerah.

“Dosis vaksinasi yang kurang dari 50 persen dinaikkan menjadi 1 level PPKM. Jadi, terdapat 109 kabupaten/kota di PPKM level 3, kemudian 200 kabupaten/kota di level 2, dan 77 kabupaten/kota di level PPKM 1,” ucap Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangannya selepas rapat terbatas (ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, pada Senin, 22 November 2021.

Airlangga menyebut bahwa secara keseluruhan, kasus aktif besar mencapai 8.126 kasus atau 0,19 persen dari total kasus. Jumlah tersebut sudah menurun dibandingkan puncak kasus sebelumnya.

Sedangkan, dari segi konfirmasi kasus mingguan, beberapa provinsi di Tanah Air mengalami peningkatan namun masih dalam level asesmen yang sama.

“Kalau kita lihat secara keseluruhan kasus aktif besar 8.126 atau 0,19 persen dari total kasus dan ini sudah turun dibandingkan puncaknya yang lalu hampir 98,58 persen. Kemudian kasus harian itu sebesar 365 kasus dalam 7 hari dan per 21 November 314 kasus, dan di luar Jawa-Bali sebesar 31,53 persen atau 99 kasus, dan Jawa-Bali 215 kasus,” ucap Menko Perekonomian.

Menko Perekonomian menuturkan, kasus reproduktif atau angka reproduktif kasus efektif di Indonesia masih di bawah satu. Namun, dalam dua pekan terakhir terdapat beberapa daerah yang mengalami peningkatan.

“Di luar Jawa-Bali kita lihat bahwa kasus aktifnya ada 4.263 atau 52,46 persen dari kasus nasional sebesar 8.126. Kemudian kasus kematian itu setiap harinya sebesar 3,12 (persen) kemudian kesembuhannya sebesar 96,57 persen,” jelas Airlangga.

“Sumatra recovery rate-nya 96,2 (persen), fatality rate-nya 3,58 (persen), dan kemudian Nusa Tenggara recovery rate-nya 97,41 (persen), fatality rate-nya 2,35 persen. Kalimantan recovery rate-nya 96,75 persen dan fatality rate-nya 3,17 (persen). Kemudian, Sulawesi recovery rate -nya 97,22 (persen) dan fatality rate -nya 2,64 (persen). Maluku, Papua recovery rate 95,90 dan fatality rate 1,75,” lanjut Airlangga.

Selanjutnya, Airlangga menjelaskan bahwa realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai 66,6 persen, atau sebesar Rp495,77 triliun dari Rp744,77 triliun.

“Di klaster kesehatan Rp135,53 triliun atau 63 persen. Untuk perlinsos Rp140 (triliun) atau 64 persen. Dukungan korporasi juga sudah meningkat dari Rp81,83 triliun atau 50,4 persen, insentif usaha sudah 99,4 persen atau Rp62,4 triliun,” ucap Airlangga. (Rilis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden).

 

Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Mohon Kerahayuan Jagat di Pura Luhur Pekendungan

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melakukan persembahyangan di Pura Luhur Pekendungan, Desa Beraban, Kediri, untuk memohon kerahayuan bagi jagat Bali dan Tabanan agar dilindungi di tengah situasi pandemi, Senin, (22/11).

Nampak saat itu, Bupati Sanjaya didampingi Wakil Bupati I Made Edi Wirawan, S.E., Sekda dan OPD terkait, Camat dan unsur Muspika Kecamatan Kediri, Perbekel dan Bendesa Adat setempat serta Manager DTW Tanah Lot, melakukan persembahyangan dengan khusyuk dan khidmat.

Disamping untuk memohon kerahayuan jagat Bali dan khususnya Tabanan, persembahyangan ini juga ditujukan untuk meningkatkan spiritual dan kualitas diri sebagai umat beragama agar mampu menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik. Mengingat, tantangan kedepan akan semakin sulit ditambah adanya situasi pandemi saat ini yang melumpuhkan berbagai sektor perekonomian.

Tidak lupa juga pada kesempatan itu, Bupati Sanjaya mengucap rasa syukur karena Tabanan sampai saat ini masih tetap kondusif dan perekonomian perlahan membaik. Ia pun sangat bangga mempunyai jajaran Forkopimda, DPRD, ASN dan masyarakat mampu bersinergi dan bergotong-royong di tengah situasi pandemi global yang melanda hampir di seluruh dunia ini.

Namun meskipun kondisi membaik, Ia juga tiada henti-hentinya mengingatkan kepada seluruh pihak terkait dan seluruh lapisan masyarakat Tabanan agar selalu taat degan anjuran Pemerintah. Yakni, dengan tetap disiplin menerapkan pola hidup bersih dan sehat dan taat menerapkan prokes, minimal 3M demi keselamatan bersama.

Jelang Natal dan Tahun Baru Forkopimda Sepakat Tingkatkan Pengamanan di Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Jelang akhir tahun, Pemkab Tabanan tingkatkan pengamanan di Tabanan. Hal tersebut disampaikan Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M saat memberikan arahan pada Rapat Koodinasi Bersama Forkopimda yang juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Sekda, Ketua DPRD Tabanan dan jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, terkait Pengamanan Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, di De Jukung Resto, Kediri, Tabanan, Senin (22/11).

Beberapa hal disampaikan pada rapat yang berlangsung di sore hari tersebut, salah satunya adalah pemberlakuan PPKM Level 3 di Tabanan, yang bertujuan untuk membatasi mobilitas masyarakat sesuai dengan himbauan Presiden RI yang diterapkan di seluruh daerah di Indonesia. Hal tersebut mengacu pada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Eropa beberapa waktu terakhir.

Rapat koordinasi ini dilakukan untuk menyetarakan persiapan dan persepsi di Pemerintahan Kabupaten dan Jajaran Forkopimda Tabanan tentang pentingnya pengendalian Covid-19 agar tidak menurunkan pertumbuhan di sektor ekonomi nasional dan sektor pariwisata. Terlebih agar lonjakan kasus dapat diantisipasi mengingat Indonesia, khususnya Bali dalam mempersiapkan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di tahun 2022 mendatang.

“Kerjasama yang dilakukan Pemerintah Tabanan dan Forkopimda sudah terjalin dengan sangat baik, oleh sebab itu di Tabanan kasus Covid-19 terbilang landai dan tidak ada hal yang signifikan, sebab kerjasama dan komunikasi yang kita jalin berjalan dengan sangat baik terlebih di masa pandemi ini” Ujar Bupati Sanjaya dalam arahannya.

Intensitas komunikasi yang terbilang baik tersebut, mendapat pujian dari Sanjaya, namun ia juga berpesan agar sinergitas tersebut bisa semakin ditingkatkan, sesuai dengan himbauan dari Pemerintah Pusat.

Hal lainnya yang dipersiapkan adalah pelaksanaan Operasi Lilin jelang Natal dan Tahun baru oleh Kepolisian secara serentak. Gagasan ini sudah diberlakukan sejak tahun 2020, Di mana beberapa pos pelayanan terpadu akan disiapkan di titik-titik sentral, tidak hanya untuk mengamankan situasi Kamtibmas selama libur Natal dan Tahun Baru, namun juga untuk penertiban kerumunan dan pengetatan protokol kesehatan di masyarakat Tabanan.

Senada dengan arahan Bupati Sanjaya, komunikasi yang baik, menurut AKBP Ranefli selaku Kapolres Tabanan, harus terus terjalin di seluruh tier pemerintahan, dari pusat dan diteruskan sampai ke seluruh camat dan perbekel di Tabanan.

“Nanti akan terus berkoordinasi untuk mematangkan persiapan-persiapan dan antisipasi di lapangan. Kita akan komunikasikan terus untuk menyamakan persepsi dengan kondisi daerah, dalam rangka meningkatkan pembangunan di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM),” paparnya.

Lebih lanjut Bupati Sanjaya, dalam rapat koordinasi ini berharap, agar semua kendala bisa dapat disampaikan dan diselesaikan secara bersama-sama. Sehingga hubungan harmonis antara Pemerintah dan Forkopimda bisa terus terjalin dengan baik.

“Meskipun sudah nampak pariwisata di Bali mulai naik dengan ramainya wisatawan yang berkunjung, namun kita juga harus memperhatikan sisi kesehatan juga, itu yang utamanya harus diatensi” pesannya. Penerapan Protokol Kesehatan 3M harus menjadi tameng utama masyarakat untuk terus bertahan di masa Pandemi Covid-19 ini, “Jangan sampai kita menjadi lengah, terapkan terus prokes kesehatan 3M di kehidupan kita” tutupnya. (Rilis)

Permen Pendidikan RI Nomor 30 Dipandang Penting

TABANAN – Pantaubali.com -Terbitnya Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayan Riset dan Teknologi Nomor 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual.Terkait hal tersebut, Direktur Poltrada Bali Efendhi Prih Raharjo di Samsam, Kerambitan, Tabanan menyampaikan,telah menyusun dan memang harus ada peraturan terhadap kekerasan sexsual.Hal tersebut penting dikarenakan, memang dalam kaitan dengan hal tersebut harus tetap beretika.

“Kami masih menyusun dan harus ada peraturan terhadap kekerasan sexsual tersebut.Jadi, harus tetap beretika tentunya,” katanya,Senin,(22/11).

Dalam hal tersebut Dirinya menyebut, tetap akan memberi sanksi tegas baik, antara taruna dengan taruna maupun dengan para pengasuh.

“Ada pengawasan melekat di masing-masing pengasuh,pengasuh juga tetap bertanggung jawab penuh kepada tarunanya.Jadi, jika ada kejahatan sexsual tentu akan dapat dipatau dengan baik,” ucapnya.

Selain itu, telah melakukan pemasangan CCTV tetap dilakukan dengan dipasang dibeberapa titik.

“Seandainya ada hal-hal mencurigakan tentu, dapat sesegera mungkin dilakukan tindakan dengan adanya CCTV tersebut,” katanya.

Selain itu, tidak hanya pengawasan dilakukan di areal luar libgsaja.Melainkan juga di luar lingkungan sekolah tetap dilakukan dengan melibatkan para penduduk sekitar.

“Tentu ada diskusi maupun kerjasama nantinya sehinga, semua lingkungan tersebut tetap bermanfaat.Termasuk juga pengawasan karena jika dilihat disini ada struktur Banjar,Desa maupun Prebekel yang begitu kuat,” paparnya.

Sembari Raharjo menambahkan, jadi ada pengawasan dengan melibatkan exsternalitas atau keterlibatan Desa juga di lingkungan sekitar penting dilakukan.

Raker Banggar DPRD Tabanan Dengan Eksekutif, Tanyakan Penambahan Apbd Perubahan

 

TABANAN – Pantaubali.com – Rapat Kerja (Raker) Badan Anggaran DPRD Tabanan dengan Eksekutif,  digelar Senin ( 22 November 2021).

Raker dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, beserta anggota badan anggaran. Sementara itu dari OPD dipimpin oleh Sekda I Gede Susila.

Pada kesempatan tersebut anggota Bangar, I Wayan Sudiana mempertanyakan penambahan APBD Perubahan dari Rp 408 Miller, menjadi Rp 413 Milyar. ” Kami ingin mengetahui penjelasan tentang adanya penambahan jumlah APBD Perubahan dari Rp 408 Milyar sampai Rp 413 Milyar, ” jelasnya.

Sudiana yang kerap dipanggil Gading ini me minta  tambahan anggaran lagi Rp 5 Milyar tersebut digunakan secara baik dan dapat dipertanggungjawabkan dengan transparan.

Bupati Tabanan Puji Persatuan dan Gotong Royong Masyarakat Melaksanakan Yadnya

TABANAN – Pantaubali.com – Kembali menekankan komitmen dan berperan untuk mendukung kegiatan keagamaan di tengah-tengah masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M hadiri undangan upacara secara roadshow, pada Uleman Upacara Yadnya Piodalan Kahyangan Balai Banjar Adat Penarukan Tengah Kelod, Desa Adat Penarukan, Kecamatan Kerambitan pada pukul 11.30 WITA. Kemudian dilanjutkan dengan undangan Upacara Ngenteg Linggih, Mendem Pedagingan, Taur Manca Kelud lan Pedudusan Alit di Pura Pesimpangan Dalem Yeh Gangga, Br. Pasut Desa Tibubiu Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jumat (19/11).

Dalam kegiatan upacara yang jatuh bertepatan dengan Hari Raya Penampahan Kuningan ini, Bupati Sanjaya didampingi oleh anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Sekda, Para asisten Sekda, Inspektur, Kepala BKPSDM, Kepala Bapelitbang, Kabag Kesra, Kabag Umum, Kabag Prokopim, Camat, Bendesa adat, Perbekel serta OPD dan tokoh masyarakat desa setempat.

Rentetan karya yang jatuh pada hari baik, Sukra Wage Kuningan atau Penampahan Kuningan ini mendapat apresiasi yang sangat baik dari Bupati dan jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan. Terutama dalam mempersiapkan anggaran upacara sebagian besar dananya berasal dari dukungan dan gotong-royong masyarakat. Hal tersebut sebagai tanda kepedulian dan persatuan masyarakat terhadap kepentingan bersama.

Meskipun disambut cuaca hujan, Bupati Sanjaya meyakini bahwa kedua upacara ini mendapat keberkahan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ia pun menyatakan bahwa karya sudah kepuput oleh Sang Sulinggih dan termasuk dalam karya yang Sradha Bhakti. Artinya keyakinan masyarakat untuk dapat melaksanakan karya, dengan sikap gotong-royong, baik dalam perencanaan dan pelaksanaan meskipun di tengah-tengah pandemi covid-19 yang melanda, sudah dapat terlaksana dengan luar biasa.

“Karya ini sudah tergolong karya yang Satwika Yadnya, ciri-cirinya dilihat mulai dari saya masuk, selain diterapkan prokes yang ketat, untuk upacaranya saya lihat sasana karyanya sampun manut pisan. Ada Sang sulinggih, krama dan ini didasari oleh gotong royong sampai ngenteg linggih. Kedua sarananya, sudah bagus sekali dan kemudian Susila juga sudah manut pisan, artinya karya ini sampun ngelinggihan, sang sulinggih, para mangku, jero bendesa, tokoh dan yang lainnya” kata Sanjaya. Selanjutnya ia juga mengapresiasi sikap tulus ikhlas masyarakat untuk menjadikan karya ini sebagai karya yang sudah sesuai dengan kesastraan agama.

“Ritatkala Karya ini Sampun kewangun oleh Masyarakat, terutama tulus ikhlas dalam membangun karya ini, apalagi sampun kepuput oleh Sang sulinggih maka ini sudah termasuk Satwika Yadnya. Apalagi hadirnya Tri Upa saksi. Dengan hadirnya tokoh-tokoh masyarakat di upacara ini, saya harap Karya ini bisa memargi antar, saya juga berdoa untuk masyarakat Tabanan semoga selalu dalam keadaan sehat dan berbahagia” lanjutnya.

Senada dengan Bupati Sanjaya, panitia pelaksanaan Uleman di Desa Adat Penarukan dan di Br. Pasut Desa Tibubiu juga sangat berterima kasih dengan komitmen Pemerintah untuk selalu hadir di tengah-tengah kegiatan keagamaan masyarakat. Sebabnya, pujian dari orang nomor satu di Tabanan tersebut bukanlah hal yang tidak mendasar, karena gotong-royong dan sikap kebersamaan masyarakat adalah kunci utama untuk bisa bersinergi dengan visi Pemerintah Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).(Rilis).

Bupati Tabanan Sepakat Lakukan Langkah Efektif dan Efisien Dalam Pengelolaan Anggaran Daerah

TABANAN – Pantaubali.com – Usai sampaikan 7 Ranperda ke hadapan Paripurna pada 12 November lalu, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M berlanjut menyampaikan Jawaban dan Penjelasan Terhadap Pemandangan Umum DPRD yang disampaikan pada Rapat Paripurna ke 15 dan 16, masa persidangan III Tahun 2021, DPRD Kabupaten Tabanan di TCC, Kantor Bupati Tabanan, Kamis (18/11).

Rapat yang dilakukan secara daring tersebut, juga dihadiri oleh Wakil Bupati, Ketua, Wakil ketua dan segenap anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Forkopimda, Sekda, para Asisten, Staf Ahli, Sekretaris DPRD dan OPD terkait Kabupaten Tabanan.

Bupati Sanjaya sampaikan apresiasi pada 3 fraksi dari Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Nasional Demokrat yang menyampaikan pemandangan umum terhadap Ranperda tersebut, dengan hasil yang dapat disimpulkan yaitu; pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp. 1,738 Trilyun lebih mengalami penurunan sebesar Rp. 127,965 Milyar lebih dari anggaran induk tahun anggaran 2021. Turunnya pendapatan daerah tersebut karena pendapatan transfer pusat maupun provinsi yang menurun sebesar Rp. 100,514 Milyar lebih dan lain-lain pendapatan daerah juga menurun sebesar Rp. 42,595 Milyar lebih.

Sedangkan pendapatan asli daerah mengalami peningkatan sebesar Rp. 15,144 Milyar lebih, oleh sebab itu, Hal tersebut harus didukung dengan 7 langkah / upaya serta kiat-kiat yang dilakukan untuk mencapai target, beberapa diantaranya meliputi upaya untuk mengembangkan peran dan fungsi perangkat daerah penghasil dan BUMD dalam pelayanan dan pendapatan. Mengembangkan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan yang memperhatikan aspek legalitas, keadilan, kepentingan umum, karakteristik daerah dan kemampuan masyarakat dengan memegang teguh prinsip-prinsip akuntabilitas dan transparasi.

Langkah selanjutnya yaitu mengembangkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak daerah dan retribusi daerah. Kemudian, mengembangkan pengelolaan asset daerah dan mengembangkan kinerja pendapatan daerah melalui penyempurnaan sistem administrasi dan efisiensi penggunaan anggaran daerah yang berbasis e-digital.

Upaya berikutnya yaitu dengan mengembangkan kinerja pelayanan masyarakat melalui penataan organisasi dan tata kerja, pengembangan sumber daya pegawai yang professional dan bermoral, serta pengembangan sarana dan fasilitas pelayanan prima dan melaksanakan terobosan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Dan yang terakhir adalah membuka leyananan pendapatan PBB-P2 secara kolektif yang difasilitasi oleh pemerintah desa.

“Sesuai dengan saran Dewan, kami sepakat untuk melakukan langkah-langkah yang efektif dalam pengelolaan anggaran daerah dengan melakukan penghematan, sehingga pengeluaran benar-benar diperuntukkan pada program prioritas daerah guna menciptakan multiplayer effect (efek yang berlipat ganda) terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, serta bisa menciptakan value (nilai manfaat) yang lebih baik di masa mendatang” tegas Sanjaya. (Rilis).

Wagub Cok Ace Sampaikan Strategi Pariwisata Bali di Era Baru

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, berkesempatan untuk menjadi salah satu pembicara pada acara “Konferensi Pariwisata Internasional Bali ke-5 2021” dengan tema Suffering and Strategy: Tourism in New Era” yang diselenggarakan oleh Pusat Unggulan Pariwisata UNUD, secara daring pada Selasa (16/11).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace memaparkan bahwa sebagai provinsi yang sangat bergantung pada sektor pariwisata yang sebelum COVID-19, berkontribusi terhadap perekonomian Bali 53% dan rata-rata lebih dari 1 juta pekerja bekerja di sektor pariwisata (sementara penduduk Bali 4,2 juta orang). Tentu saja, COVID-19 telah memberikan waktu yang sulit dan sulit bagi Bali. Kunci untuk memulihkan sektor Pariwisata dan Ekonomi di Bali di Pandemi COVID -19 adalah memulihkan sektor Kesehatan terlebih dahulu.

Lebih lanjut, Wagub Cok Ace yang juga merupakan Guru Besar ISI Denpasar mengatakan bahwa saat ini Bali telah menerapkan protokol kesehatan COVID-19 (menggunakan masker, menjaga jarak dan menjaga kebersihan). Selain itu, dalam menangani Cobid-19, Pemprov Bali juga telah menyiapkan 62 rumah sakit yang direkomendasikan untuk kasus COVID-19.Untuk itu, diperlukan Koordinasi yang solid antar semua tingkat pemerintahan, Pemerintah Pusat (Jakarta) dengan Bali (tingkat Provinsi dan didukung dengan tingkat kabupaten/kota dan desa) dan sampai sekarang Pemprov Bali selalu menjalin koordinasi dengan baik dengan seluruh pihak.

Dalam pembukaan Bali untuk wisatawan asing, Wagub Cok Ace juga melaporkan dimana Bali telah mempercepat program vaksin COVID-19 untuk menciptakan herd immunity (70% masyarakat Bali), menargetkan 3.405.130 orang. Per 11 November 2021, komunitas yang divaksinasi fase 1 adalah 100.64% dan fase 2 adalah 87,28%. Ada kerjasama yang terintegrasi dengan TNI/Polri, Swasta dan institusi pariwisata. Sasaran vaksinasi adalah tenaga kesehatan, pekerja publik, orang lanjut usia, serta remaja (12 tahun hingga 17 tahun).

Selain itu, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan para wisman maka Sertifikasi Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan untuk kesiapan fasilitas pariwisata telah dilakukan. Industri Pariwisata Bali seperti hotel, agen perjalanan, transportasi pariwisata termasuk atraksi wisata telah menerima sertifikat CHSE untuk memastikan klien/tamu mereka akan memberikan keramahan dalam adaptasi protokol kesehatan.

Ada 1.576 fasilitas pariwisata yang telah mendapatkan sertifikat CHSE. Jumlah ini terus meningkat, karena Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah mengalokasikan 1.200 kegiatan CHSE, 200 untuk hotel dan 1.000 untuk bisnis non-hotel di Bali).

 

Bali memiliki banyak tempat wisata alam terbuka yang akan disukai oleh para wisatawan, kami memiliki pantai yang bersih dan indah (seperti Sanur di Denpasar, Pantai Virgin di Karangasem atau pantai kawasan Nusa Dua di Kabupaten Badung. Wisatawan dapat melakukan kegiatan di luar ruangan, seperti jalan-jalan dan belajar budaya dan kehidupan tradisional Bali di desa wisata/wisata berbasis masyarakat Kami memiliki desa Penglipuran di Kabupaten Bangli (dikenal sebagai desa terbersih di dunia) dan Pinggan Sunrise Spot (yang terletak di atas bukit di mana Anda dapat melihat matahari naik di atas desa berkabut) Tempat wisata ini juga menerapkan standar CHSE.

Selain tempat-tempat wisata tersebut, tentunya Bali menawarkan kepada mereka tempat-tempat belanja dimana mereka dapat menemukan produk-produk lokal. Dan dalam situasi Pandemi, kreativitas masyarakat Bali semakin meningkat. Bali sudah mulai menggalakkan tidak hanya sektor pariwisata, tetapi juga ekonomi kreatif atau produk ekonomi berbasis inovasi dan ide-ide baru masyarakat setempat.

 

Disisilain, dalam memudahkan pelacakan penyebaran Covid-19 di Bali maka, seluruh masyarakat menggunakan sistem digital yaiyu Aplikasi Pedili Lindungi. Sampinsaat ini Aplikasi PeduliLindungi Terdaftar dan Terinstal: 737 hotel; 241 restoran; 125 tempat wisata; dan 92 Mal/Supermarket. Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi di Fasilitas Umum yang telah menginstal aplikasi PeduliLindungi adalah 9.322.

Sedangkan untuk kesiapan Bali membuka diri untuk wisman, dimana Bali telah menyiapkan 53 hotel di kawasan Sanur, Ubud, Nusa Dua dan Tuban. Mereka telah menyediakan persyaratan sebagai tempat karantina.

Wagub Cok Ace juga menyampaikan bahwa Persyaratan negara yg bisa dtang ke bali Memenuhi Kualifikasi sebagai berikut: Laporan WHO terkait dengan tingkat kepositifan < 5%, Jumlah kasus terkonfirmasi < 20 per 100.000 populasi, Kesiapan infrastruktur Bali untuk menerima wisatawan asing, Pengaturan TCA (Pengaturan Koridor Perjalanan) / MRA (Perjanjian Pengakuan Bersama), Potensi kunjungan dan pertumbuhan wisman yang tinggi dari dalam negeri dan Tersedianya penerbangan langsung ke Indonesia.

Sedangkan persyaratan untuk wisatawan yaitu Divaksinasi lengkap, Menampilkan hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes RT PCR, Dapatkan izin visa kunjungan singkat atau izin masuk lainnya ke Bali, Indonesia, Tunjukkan bukti booking hotel karantina dan akomodasi lanjutan serta transportasi wisata yang telah diverifikasi oleh CHSE (pengantaran dari bandara ke hotel karantina), Memiliki asuransi kesehatan senilai minimal USD 100.000 yang dapat menanggung kasus COVID-19 dan Bersedia menjalani proses karantina selama 3 hari 2 malam

 

“Sampai saat ini saya ingin meyakinkan seluruh masyarakat internasional bahwa Orang yang divaksinasi di Bali sudah tinggi (pekerja pariwisata 100%). Penerapan standar CHSE di fasilitas pariwisata dan fasilitas umum lainnya.Disiplin masyarakat Bali untuk menerapkan protokol kesehatan tertinggi di Indonesia (92%) menurut survei Kementerian Kesehatan RI. Untuk itu saya berharap masyarakat internasional yakin dan percaya terhadap Bali, dimana Bali aman untuk dikunjungi”, pungkasnya.

Sesosok Jasad Mengambang di Sungai Yeh Panan Gegerkan Masyarakat Sanggulan

TABANAN – Pantaubali.com – Sesosok jasad pria mengambang dengan posisi tertelungkup berpakaian serba putih ditemukan di Sungai Yeh Panan, Desa Sanggulan, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (16/11).Keberadaan jasad tersebut pertama kali ditemui oleh salah satu warga yang kebetulan melintas disekitar sungai tersebut.

Dengan penemuan jasad tersebut akhirnya petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, dibantu Babinsa Sanggulan, personil Polsek Kediri dan Polres Tabanan langsung melakukan evakuasi korban pada pukul 09.30 Wita.

Selanjutnya pada pukul 13.00 Wita jasad tersebut telah dibawa ke rumah sakit dan langsung mendapat pemeriksaan medis. Dari identitas korban dikenali, pihak BPBD menyampaikan, jika sosok mayat tersebut merupakan NM yang beberapa hari dilaporkan hilang oleh istrinya I NHK Polsek Kuta Utara.

Sementara pihak terkait masih menelusuri sebab musabab kematiannya.