- Advertisement -
Beranda blog Halaman 799

Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Robohkan Bale Sekulu di Penebel

TABANAN – Pantaubali.com – Hujan lebat disertai angin kencang beberapa hari lalu telah merobohkan Bale Sekulu milik salah satu warga di Banjar Dinas Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan berinisial IKD (56) pada Sabtu,(27/11) kurang lebih pukul 15.30 wita.

Terkait kejadian tersebut, Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagio dalam keterangan Pers Rilisnya menyampaikan kronologis singkat kejadian tersebut, diawali pada Sabtu tanggal 27 Nopember 2021, sekira pukul 15.30 wita, saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, saksi 1 dan 2 sedang berada didalam rumah, tiba -tiba mendengar suara atau dentuman keras dan setelah di cek keluar kamar ternyata Rumah Adat atau bale sekulu dalam keadaan roboh.

Rumah Adat atau Bale Sekulu yang roboh berukuran 3 X 4 meter dengan Tiang Kayu, Atap Genteng dan Bambu dengan lantai semen dan berumur sekitar 20 (dua puluh) tahun dan dipergunakan sebagai tempat tidur

“Rumah Adat atau Bale Sekulu roboh diduga karena hujan lebat disertai angin kencang dan kondisi bangunan sudah tua,” jelasnya.

Sebari Subagio menambahkan, akibat kejadian tersebut kerugian materiil ditaksir kurang lebih lima puluh juta rupiah.

Gubernur Wayan Koster Harap Lembaga Penyiaran Turut Aktif Mencerdaskan Masyarakat

 

Denpasar – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster sangat mengapresiasi acara Anugerah Penyiaran Bali 2021 yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali, yang mengusung tema ‘Penyiaran Sehat, Masyarakat Cerdas dan Bermartabat’ yang bertempat di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, pada Jumat (26/11) malam. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali mengajak semua lembaga penyiaran baik televisi maupun radio untuk berperan serta mencerdaskan masyarakat.

Gubernur asal Desa Sembiran mengatakan, belakangan ini perkembangan teknologi informasi selain memberikan bermanfaat, namun juga telah membawa degradasi terutama untuk anak muda. Banyak media informasi yang dirasanya kurang tepat, bahkan banyak menjurus ke hoax. “Ini tentu sangat berbahaya, apalagi saat ini kecenderungan semakin banyak waktu anak-anak kita berinteraksi dengan media sosial. Di sini saya harapkan peranan lembaga penyiaran untuk proaktif lagi menawarkan siaran yang berkualitas,” tegas Gubernur Koster yang juga merupakan mantan anggota DPR RI tiga periode berturut-turut tersebut di hadapan hadirin yang sebagian besar datang dari kalangan media penyiaran.

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali ini mengatakan, dalam usaha media penyiaran turut aktif dalam membentuk tatanan perilaku masyarakat, KPID juga diharapkan agar tidak menjaga jarak dengan lembaga penyiaran. “Kehadiran KPID itu sangat penting bagi lembaga penyiaran, dalam usahanya membimbing dan lembaga penyiaran. Aspek kemitraan dan pembinaan harus dikedepankan, sehingga lembaga penyiaran tidak masuk jurang. Jangan sudah terlanjur masuk jurang baru KPID bersusah payah menyelamatkan,” ujarnya.

Ke depan, lanjutnya, sesuai amanat UU Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, di mana salah satunya mengamanatkan sistem perpindahan siaran dari analog ke digital, maka lembaga penyiaran khususnya di Provinsi Bali harus bersiap dengan perubahan tersebut. Gubernur yang juga merupakan jebolan ITB Bandung tersebut meminta agar sistem penyiaran di Bali sudah bisa bermigrasi ke sistem digital di akhir tahun 2022. “Hal ini sangat penting agar masyarakat bisa menikmati siaran yang lebih efisien dan berkualitas dari segi gambar dan suara, serta merata dengan jumlah siaran nasional dan lokal yang makin beragam,” imbuhnya. Untuk itu, ia berharap lembaga penyiaran bersiap agar perpindahan tersebut bisa terlaksana tepat waktu.

Gubernur menambahkan, untuk mendukung program pemerintah pusat tersebut, Pemprov Bali di bawah kepemimpinannya akan membangun tower terpadu yang multifungsi. Tidak hanya untuk kepentingan siaran digital sesuai dengan amanat UU Nomor 11 tahun 2020, namun juga bisa dijadikan sebagai objek pariwisata, sarana pendidikan serta menjadi pusat perkembangan ekonomi masyarakat. “Dalam fungsinya sebagai layanan penyiaran, kita bisa memanfaatkan bersama-sama. Hal ini juga sangat baik karena kita bisa mengurangi jumlah tower di Bali sehingga lebih rapi,” katanya.

Dikatakan Gubernur Koster, jika tower tersebut akan memiliki jangkauan yang lebih luas dengan gambar yang lebih jernih. “Banyak tower terkenal di dunia, seperti Eiffel Tower, Tokyo Tower, Toronto Tower, dan lainnya. Kita juga akan bangun di Bali, namun dengan fungsi yang lebih lengkap. Sehingga tower ini juga ke depan akan menjadi sentra daya tarik wisata baru di Bali,” ucap Gubernur Koster.

Sebelumnya, Ketua KPID Bali I Gede Agus Astapa mengatakan jika acara ini merupakan implementasi dari UU No 32 tahun 2002 tentang Penyiaran. Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa KPI dan KPID mempunyai tanggung jawab berupa pembinaan, pengawasan, teguran ke lembaga penyiaran, hingga memberikan penghargaan untuk lembaga penyiaran televisi dan radio. “Jadi ini adalah salah satu wujud fungsi tersebut yaitu memberikan penghargaan bagi lembaga penyiaran serta insan yang berprestasi dan mempunyai kontribusi bagi dunia penyiaran,” bebernya.

Dalam memilih pemenang kali ini, ia mengaku melibatkan tujuh juri independen yang datang dari berbagai kalangan seperti dari MDA, artis, pasikian yowana, akademisi, seniman dan wartawan. Ia pun mengaku konten-konten siaran tahun ini semakin kreatif, inovatif dan inspiratif dalam menyuguhkan siaran untuk mendidik masyarakat. Tahun ini nominasi diikuti oleh sekitar 30 lembaga penyiaran radio dan 15 lembaga penyiaran televisi untuk memperebutkan 6 penghargaan untuk kategori televisi dan 5 penghargaan untuk kategori radio. “Seperti tahun-tahun sebelumnya kami juga memberikan penghargaan lifetime achievement untuk tokoh yang berperan penting dalam dunia penyiaran di Bali, sekaligus telah memberikan sumbangsih pikiran terjadap lembaga penyiaran,” tutupnya.

Adapun pemenang pada malam penganugerahan tersebut adalah sebagai berikut: 1) Untuk kategori program acara berita televisi dimenangkan oleh RCTI dengan program Seputar Inews Bali. 2) Program Acara Berita Radio dimenangkan oleh Radio Sonora. 3) Program Iklan Layanan Masyarakat dimenangkan oleh Bali TV dengan iklan pemanfaatan buah lokal. 4) Kategori Program Iklan Layanan Masyarakat Radio dimenangkan oleh Radio Suara Sunari dengan iklan bertajuk Cintai Seni lan Budaya Bali. 5) Kategori Program Acara Anak Televisi dimenangkan oleh Trans 7 dengan judul ‘4 Sahabat dari Gunung Lempuyang’. 6) Kategori Program Acara Anak Radio dimenangkan oleh Radio Duta dengan program yang berjudul ‘Dongeng Anak Kancil dan Siput’. 7) Kategori Features tentang Bali dimenangkan oleh Kompas TV dengan judul program ‘Barong Brutuk Menjaga Trunyan’. 8) Kategori Program Acara Remaja Radio dimenangkan oleh Radio Phoenix dengan program yang berjudul ‘Milenials Nyastra’. 9) Kategori Pemandu Acara Talkshow Terbaik adalah dari TVRI Bali dengan talkshow yang bertajuk ‘Bangkit Pertanian Bali Menuju 4.0. 10) Kategori Penyiar Radio Terbaik datang dari RRI Singaraja dengan program talkshow bertajuk ‘Penguatan Produk Lokal di Kabupaten Buleleng’. 11) Sementara untuk Kategori Presenter/Pembaca Berita televisi Terbaik jatuh kepada RTV dengan program Lensa Indonesia Siang.

Tahun ini pun sedikit perbedaan, dikarenakan ada penghargaan berupa Anugerah Konten Inspiratif yag dimenangkan oleh ANTV dengan program ‘Makan Enak di Bali’, TV One dengan program Damai Indonesia dalam episode ‘Makan Enak di Denpasar, SCTV dengan program FTV Bali, serta Indosiar dengan program Bali Bernyanyi. Anugerah Lifetime Achievement 2021 diberikan kepada Made Taro yang merupakan maestro Satua Bali yang telah mengabdikan hidupnya untuk dunia sastra anak di Bali.

Menghilang Beberapa Hari, Ibu Paruh Baya Jatuh Kejurang di Bantiran

TABANAN – Pantaubali.com – Seorang warga Banjar Dinas Seleksek, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan terjatuh ke jurang, Sabtu (27/11). Awalnya korban berpamitan ke suaminya untuk pergi ke sawah pada 25 November 2021 pagi, namun setelah beberapa hari tak kunjung kembali.

Pagi tadi sekitar pukul 08.30 Wita warga melihat korban di jurang sekitar persawahan dan mereka langsung melaporkannya untuk bantuan evakuasi.

“Identitas korban atas nama Ni Nyoman Tambir, perempuan dan usianya 66 tahun,” ungkap Gede Darmada Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar ( Basarnas Bali).

Delapan orang personil dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian sekitar pukul 09.15 Wita. Setelah satu setengah jam perjalanan, tim rescue tiba di lokasi dan selanjutnya melaksanakan koordinasi. Setelah dievakuasi, jenasah korban dibawa menuju Kuburan Desa Bantiran.

Sembari Dirinya menambahkan, Selama proses evakuasi turut melibatkan Basarnas Bali, Babinsa Desa Bantiran, Bhabinkamtibmas Desa Bantiran, Potensi SAR 115, pihak keluarga korban dan masyarakat setempat.

Di Hadapan Kapolda, Bupati Tabanan Sampaikan Dukungan Terhadap Program Kepolisian

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M sampaikan apresiasi yang sangat baik kepada Polres Tabanan, saat peresmian Gedung Polsek Tabanan, Gedung Satreskrim dan Rumah Tahanan Polres Tabanan yang berlangsung di Polres Tabanan, Jumat (26/11).

Peresmian Gedung yang telah dikerjakan melalui 2 tahap, sejak tahun 2020 hingga selesai di tahun 2021 ini diresmikan oleh Kapolda Bali. Hadir pada kesempatan tersebut jajaran Forkopimda, Asisten II, Camat, OPD terkait serta perbekel bongan.

Pembangunan ketiga gedung ini merupakan suatu kebutuhan dalam memberikan pelayanan yang professional kepada masyarakat. Begitupun sebagai wujud implementasi dalam pelaksanaan program Kapolri guna menuju Polri yang Presisi (Prediktif, Resposibilitas, Transparasi dan berkeadilan). Dengan selesainya pembangunan, diharapkan bisa menjadi tempat yang baik bagi masyarakat binaan dengan memperhatikan fasilitas yang memenuhi standar kelayakan hak asasi manusia.

Bupati Sanjaya selaku Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan dukungan yang akan senantiasa diberikan untuk program kepolisian daerah Bali. Sebab dalam pelaksanaannya, fungsi di bidang pengayoman dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat, perlu kerjasama dan sinergi dari semua pihak. Yang mana, sinergitas tersebut mampu mewujudkan Visi Kabupaten Tabanan, yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di Kabupaten Tabanan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Kita berbangga sekali, karena hubungan kerjasama Polres dan Pemkab Tabanan sudah terjalin dengan baik dari dulu, jadi apa yang sudah dilakukan Kapolres dan Kapola, dari kami selaku Pemkab Tabanan sudah sangat mendukung” Ungkap Bupati Sanjaya. Lebih lanjut ia berharap agar kerjasama bisa tetap dijalin dengan baik dan berkesinambungan dalam bidang keamanan dan kenyamanan masyarakat Tabanan.

Seiring dengan apresiasi Bupati Sanjaya, Irjen. Pol. Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si, selaku Kapolda Bali juga menyampaikan ungkapan syukur atas terlaksananya pembangunan yang dapat diselesaikan dengan baik. Dimana anggaran sejumlah 4,9 Milyar yang digunakan, pembagiannya berasal dari anggaran DIPA dan Dana hibah Pemda.

“Ketiganya (bangunan) untuk meningkatkan pelayanan petugas kepolisian, dimana standar pelayanan sudah bagus, serta menghargai dan menghormati hak asasi masyarakat yang sedang melaksanakan proses penahanan dalam penegakan hukum. Kita tetap memegang teguh Hak Asasi Manusia” tegasnya.

Lebih lanjut, peresmian Gedung ini juga diharapkan mampu meningkatkan keamanan di Kabupaten Tabanan tanpa gangguan, sehingga pelayanan kepolisian bisa semakin terdepan, memberikan layanan prima sebagai ujung tombak yang paling dekat dengan masyarakat Tabanan. Acara selanjutnya, gedung diresmikan dengan penandatanganan prasasti oleh Kapolda, dilanjutkan dengan pemotongan pita dan peninjauan gedung secara menyeluruh. (Rilis)

Pujawali Di Pura Luhur Tanah Lot, Sat Polairud Ngayah bersinergi Dengan Life Guard Dtw Tanah Lot Bantu Masyarakat Menyebrang Dengan Menggunakan Rubber

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka pelayanan kepada masyarakat, Sat Polairud bersinergi dengan Life guard ngayah membantu masyarakat menyebrang dengan menggunakan Rubber. Salah satu pelayanan prima dan merupakan giat rutin setiap puja wali di Luhura Pura tanah lot setiap 6 bulan sekali.

Disamping merupakan pelayanan terhadap giat masyarakat anggota Sat polairud ngayah merupakan srada bakti pada saat giat puja wali. Dan selalu siap dan siaga diseputaran pantai setiap harinya, sehingga terciptanya situasi aman yang kondusip.

Sesuai arahan dari Kasat Polair Polres Tabanan Iptu I Wayan Putra Yadnya, S.H. agar personil selalu mengadakan giat patroli, baik darat maupun laut, pemantauan dan dialogis di seputaran obyek wisata maupun pesisir pantai sebagai bentuk pelayanan Prima Kepolisian demi terciptanya situasi aman yang kondusip, pada saat giat masyarakat yang memerlukan kehadiran Polairud.

Atas arahan tersebut pada hari ini Rabu, tanggal 24 Nopember 2021 pukul 08.00 wita sampai selesai Personil Sat Polairud Polres Tabanan Aiptu I Wyn Budiurip dan Aiptu I Md Putera Wirawan , Bripka I Md Sukerta dan Brupka Agus Setiyawan dipimpin Kasat Polairud Polres Tabanan melaksanakan pelayanan terhadap masyarakat di pantai tanah lot yang saat ini sedang ada puja wali di pura tanah lot untuk menyebrang dengan menggunakan Rubber sehingga masyarakat merasa aman dalam melaksanakan persembahyangan.

Ditempat Terpisah Kasat Polairud Polres Tabanan Iptu I Wayan Putra Yadnya, S.H. mengatakan, pengamanan dan pelayanan tersebut merupan pelayanan prima terhadap masyarakat disamping juga anggota Ngayah di pura Tanah lot untuk menyebrangkan masyarakat yang akan tangkil ke luhur Tanah lot yang saat itu air laut sedang pasang, pungkas Kasat Polair Polres Tabanan, Iptu I Wayan Putra Yadnya, S.H. (Rilis)

Gedung LPSE Tabanan Jebol Disebut, Kemungkinan Dihapus Dari Aset

TABANAN – Pantaubali.com -Kerusakan gedung Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Tabanan yang jebol, Minggu (21/11).Kemungkinan akan dihapus dari aset.

“Mungkin akan dilakukan penghapusan bangunan dan mungkin ada rencana lain,” jelas Sekda Tabanan Gede Susila beberapa hari lalu di Sangulan, Tabanan.

Belum dilaporkan ke Bupati Tabanan yang mana, rencana pasti untuk penghapusan aset masih dikoordinasikan.

“Apa mungkin ada rencana lain dari Pak Bupati atau gimana,” pungkasnya.

Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, Mengapresiasi Penyelenggaraan Riset Kebencanaan “Ideathon” Bali Kembali

DENPASAR – Pantaubali.com – Sampai saat ini kita masih berjuang bersama menghadapi pandemi Covid-19. Perubahan situasi yang berkembang sangat dinamis, sehingga harus dibarengi dengan dinamika kebijakan, baik dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Hal ini disampaikan Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati saat membuka seminar Ideathon Bali Kembali secara virtual di Ruang Rapat Wakil Gubernur Bali, Kantor Gubernur, Selasa (23/11).

Untuk mencegah dan mengendalikan laju penyebaran virus Covid-19 di Bali, selain memulai dari diri sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin, memperketat protokol kesehatan dengan melaksanakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat dan operasi yustisi, melakukan 3T (testing, tracing dan treatment), melakukan isolasi terpusat dan percepatan vaksinasi, segala upaya juga telah dilakukan.

Pencapaian vaksinasi suntik tahap pertama di Bali sampai hari Minggu, 21 November 2021 telah mencapai 100,92% dari target jumlah penduduk yang di vaksin 3,4 Juta penduduk. Sementara untuk vaksin suntik kedua telah mencapai 88,10 %. Sehingga dengan capaian target vaksinasi ini diharapankan akan terbentuk herd immunity masyarakat Bali untuk dapat mengurangi risiko penyebaran Covid-19 dalam beraktivitas.

Selain itu, seluruh Kabupaten/ Kota di Bali saat ini berada pada zona risiko rendah Covid-19 atau PPKM level 2.

“Walaupun penyebarannya Covid-19 di Bali sudah mulai bisa dikendalikan tetapi potensi penyebarannya masih tetap ada, maka protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan secara ketat dan disiplin,” imbuh Wagub Cok Ace yang di dampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Made Rentin.

Penyebaran Covid-19 di Bali yang sudah berlangsung sejak awal bulan Maret Tahun 2020, selain memberi dampak pada kesehatan, juga telah memberikan dampak yang signifikan bagi perekonomian Bali yang bergantung pada sektor pariwisata dan turunannya. Sampai dengan triwulan III Tahun 2021, secara year on year (YoY) perekonomian Bali masih terkontraksi sebesar minus 2,91 persen. Hal ini tentu berdampak sangat serius pada kesejahteraan masyarakat Bali. Covid-19 belum dapat dikendalikan sepenuhnya, bahayanya masih nyata, sementara perekonomian juga harus diselamatkan.

“Masyarakat harus tetap produktif dimasa pandemi tetapi dengan cara-cara baru. Kami menyebut adaptasi kebiasaan baru itu dengan tatanan kehidupan Bali era baru dimana masyarakat Bali harus tetap produktif, inovatif dengan kesadaran protokol kesehatan yang ketat. Selain itu kita semua menyadari tanpa kolaborasi, kerjasama dan dukungan semua pihak dari semua unsur Pentahelix yang terdiri dari unsur Pemerintah, Akademisi, Dunia Usaha, Media dan Masyarakat, penanganan COVID-19 akibat dampak pandemi COVID-19 tidak akan bisa optimal,” Cok Ace.

Sementara Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Mayjen TNI Suharyanto mengatakan pandemi memberikan pengaruh yang sangat besar untuk sendi kehidupan masyarakat, sehingga pelaksanaan riset/ penelitian terhadap kasus pandemi sangat penting untuk mengetahui sejumlah cara dalam menangani dan memutuskan rantai penularan Covid-19.

Melalui penyelenggaraan Riset Kebencanaan “Ideathon” Bali Kembali yang dilaksanakan atas kolaborasi dari BNPB, Kemendikbudristek, Pemerintah Provinsi Bali dan Perguruan Tinggi diharapkan mampu menjadi salah satu upaya dan kontribusi untuk memberikan sumber pengetahuan serta solusi yang implementatif dan kreatif berbasis kearifan lokal untuk percepatan pemulihan ekonomi Bali, sehingga dapat menghasilkan solusi dan rekomendasi policy brief kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk mendukung percepatan pemulihan Bali yang tepat sasaran berbasis riset.

Tokoh Masyarakat Beraban Satu Suara, Pengurus DTW Tanah Lot Dari Beraban

TABANAN – Pantaubali.com – Sejumlah tokoh Desa adat Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan telah sepakat masyarakat asal Desa Beraban menjadi pengurus di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, itu disampaikan,Bendesa Adat Beraban, Made Sumawa saat dihubungi, Selasa (23/11) malam di Tabanan.

Bahwasanya dari hasil rapat para tokoh- tokoh Desa adat Beraban,Senin (22 /11) sepakat bahwa pengurus di DTW Tanah Lot warga asal Desa Beraban.

“Salah satu kesepakatan rapat adalah asal masyarakat Beraban, pelaksanaan rapat saat itu dihadiri prajuru desa adat Beraban,” jelasnya.

Menurut Dirinya, jika dilihat dari dulu memang masyarakat Beraban ada duduk dalam kepengurusan

“Masyarakat Beraban sesuai yang dulu.Jika ditanya kondisi sampai saat ini masyarakat biasa saja,” cetusnya.

Kepengurusan DTW Tanah Lot akan terjadi pergantian pada 24 November 2021 atau besok.

“Besok(Rabu,(24/11) akan terjadi pergantian kepengurusan” ujarnya.

Sembari Dirinya berharap, siapapun nantinya akan diberikan SK setidaknya tetap dapat menjalankan kepegurusan dengan baik.

Ketua Pengwil Bali INI Sebut, Notaris Penting Pahami Kode Etik dan UU Jabatan Notaris

DENPASAR – Pantaubali.com – Dari 700 orang Notaris di Bali khususnya serta sebanyak 20 ribu orang lebih Notaris di Indonesia umumnya, menurut, Ketua Pengwil Bali Ikatan Notaris Indonesia (INI), I Wayan Muntra menyampaikan, tentu tidak dipungkiri ada saja oknum Notaris melangar kode etik maupun UU,khususnya UU jabatan Notaris.

Meskipun demikian, hal tersebut tidak dapat dikatakan Notaris secara keseluruhan.Akan tetapi, ada beberapa oknum-oknum Notaris menjalankan jabatan di luar ketentuan UU.Jika dilihat memang seluruhnya telah diatur oleh UU yaitu, UU jabatan Notaris Nombor 2 tahun 2014 perubahan 30 Tahun 2004 tentang jabatan Notaris.Dalam hal ini kembali pada ketelitian dan pemahaman terhadap UU tersebut.

“Meskipun demikian, kami tetap meyakini seluruh anggota Notaris di Bali seluruhnya taat aturan.Jika seseorang misal mengatakan, Notaris terlibat mafia Tanah,tentu kami menjunjung tinggi terlebih dahulu asas praduga,karena Notaris tersebut pasti melakukan tugas jabatan dengan taat terhadap ketentuan peraturan perUUan maupun peraturan hukum yang lain,” paparnya,Selasa,(23/11) di Denpasar.

Sama sebenarnya dengan pejabat-pejabat atau profesi lainya akan tetapi, di notaris tentu diatur oleh UU yaitu, UU jabatan Notaris Nombor 2 tahun 2014 perubahan 30 Tahun 2004 tentang jabatan Notaris.

Disamping ketaatan dengan UU tersebut tentu taat juga dengan kodeetik Notaris.Serta, taat dengan peraturan perkumpulan angaran dasar dan angaran rumah tangga juga

Selain itu Muntra menambahkan, terkait peraturan-peraturan yang lain jika telah dapat ditaati dengan baik dalam rangka menjalankan jabatan tentu akan terhindar dari persoalan-persoalan hukum dikemudian hari.

DPRD Tabanan, Mengelar Rapat Rancangan APBD 2022

TABANAN – Pantaubali.com – DPRD Tabanan gelar rapat rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022.Dalam Rapat tersebut membahas salah satunya,terkait anggaran gaji tenaga pendidik berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Terkait hal tersebut anggota Banggar,I Gusti Nyoman Omardani mengatakan,bagaimana kesiapan anggaran terhadap penggajian PPPK yang per Januari 2022 sudah mulai bekerja.

Jika seesuai kesepakatan dengan pemerintah pusat,yang masuk PPPK harus masuk ke dalam Data Pokok Kependidikan atau Dapodik. Dan jumlah tenaga pendidik yang sebagian besar tenaga kontrak masuk dapodik dengan jumlah banyak.

“Ini potensinya dipasang di anggaran 2022. Pastinya per 1 Januari 2022 telah jelas menjadi PPPK,” jelasnya.

Terkait hal itu Ketua TAPD Tabanan yang juga Sekda Tabanan I Gede Susila menyampaikan, anggaran tersebut telah disiapkan.Dengan kebutuhan anggaran akan dipasang sebesar Rp 30 miliar.

“Dari sisi anggaran kami telah siapkan.Karena, ini amanat Kemendagri untuk menganggarkan,” ucapnya.

Sembari Dirinya menyebut, Rp 30 miliar dipasang tidaklah cukup untuk memenuhi kebutuhan nantinya.

“Jangankan setahun anggaran, sampai perubahan, dirasa belum juga cukup,” pungkasnya.