- Advertisement -
Beranda blog Halaman 8

Ruang Perpustakaan SD di Peguyangan Kangin Diterjang Longsor, Polisi Pasang Garis Pengaman

Kondisi ruang perpustakaan SD Sathya Sai Peguyangan Kangin yang rusak akibat tertimpa longsor, Selasa (24/2/2026).
Kondisi ruang perpustakaan SD Sathya Sai Peguyangan Kangin yang rusak akibat tertimpa longsor, Selasa (24/2/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kota Denpasar memicu terjadinya tanah longsor di Jalan Kemuda, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Selasa (24/2/2026) pagi. Longsoran tanah tersebut menimpa ruang perpustakaan SD Sathya Sai hingga menyebabkan kerusakan cukup parah.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.00 Wita, saat aktivitas belajar mengajar belum dimulai. Material tanah yang longsor mengakibatkan tembok ruang perpustakaan roboh dan menimpa rak buku serta sejumlah fasilitas penunjang di dalam ruangan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Mendapat laporan dari pihak sekolah dan warga sekitar, personel Polsek Denpasar Utara segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan. Polisi juga memasang garis polisi di sekitar bangunan yang terdampak guna mengantisipasi risiko longsor susulan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., mengatakan pengamanan dilakukan sebagai langkah preventif mengingat intensitas hujan tinggi masih berpotensi terjadi. “Kami mengutamakan keselamatan dengan membatasi akses ke area rawan serta melakukan pemantauan lanjutan,” ujarnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah dengan kondisi tanah labil dan tebing curam. Warga juga diminta segera melapor apabila melihat tanda-tanda pergerakan tanah atau retakan yang berpotensi membahayakan.

Cuaca Ekstrem Sebabkan Bale Banten Roboh dan Pohon Tumbang di Kelurahan Benoa

: Bangunan bale banten di Pura Segara Sawangan, Kelurahan Benoa, roboh akibat hujan deras dan angin kencang.
: Bangunan bale banten di Pura Segara Sawangan, Kelurahan Benoa, roboh akibat hujan deras dan angin kencang.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kuta Selatan pada Selasa (24/2/2026) pagi mengakibatkan sejumlah kerusakan fasilitas keagamaan dan lingkungan di Kelurahan Benoa. Kerusakan tersebut meliputi robohnya bangunan bale banten, pohon tumbang, serta genangan air di beberapa titik jalan.

Berdasarkan hasil pemantauan jajaran Polsek Kuta Selatan, bale banten di Pura Segara Sawangan roboh akibat terpaan angin kencang. Pura yang berada di kawasan pantai belakang Hilton Bali Resort, Lingkungan Sawangan itu diketahui mengalami kerusakan sekitar pukul 06.30 Wita. Kejadian pertama kali diketahui oleh mangku pura, I Nyoman Sudarwa, yang kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Kepala Lingkungan setempat.

Selain kerusakan di kawasan pura, cuaca ekstrem juga menyebabkan sebuah pohon tumbang di Jalan Gedong Sari, Lingkungan Mumbul. Pohon tumbang tersebut sempat mengganggu akses jalan warga, meski tidak menimbulkan korban jiwa. Aparat bersama warga setempat segera melakukan penanganan awal guna menghindari risiko lanjutan.

Kerusakan lainnya berupa genangan air hujan terpantau di depan The St. Regis Bali Resort, tepatnya di Jalan Trompong, Lingkungan Peminge. Sementara itu, hasil pemantauan di sepanjang Jalan Bypass Ngurah Rai, kawasan Nusa Dua, dilaporkan tidak ditemukan genangan air.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP Muhammad Bhayangkara Putra Sejati, mengatakan pihaknya terus meningkatkan pemantauan wilayah, khususnya di titik-titik rawan bencana. Ia memastikan koordinasi dengan unsur kelurahan, linmas, serta instansi terkait terus dilakukan untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari cuaca ekstrem.

“Personel kami tetap siaga di lapangan untuk memastikan situasi aman serta membantu penanganan apabila terjadi kerusakan atau gangguan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Hingga siang hari, kondisi cuaca di wilayah Kuta Selatan masih terpantau mendung dengan hujan gerimis. Aktivitas masyarakat dilaporkan berjalan normal dan arus lalu lintas relatif lancar. Polsek Kuta Selatan mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat melintas di bawah pepohonan besar, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian yang berpotensi membahayakan keselamatan umum. RAN

Hujan Disertai Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa Mobil Warga di Kawasan Sunset Road

Pohon suar tumbang di Jalan Sunset Road, Seminyak, menimpa mobil warga akibat hujan deras dan angin kencang.
Pohon suar tumbang di Jalan Sunset Road, Seminyak, menimpa mobil warga akibat hujan deras dan angin kencang.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Cuaca ekstrem kembali memicu insiden di kawasan wisata. Sebuah pohon perindang jenis suar tumbang dan melintang di badan jalan depan KFC Sunset Road, Selasa (24/2/2026) dini hari sekitar pukul 02.50 WITA. Peristiwa ini sempat menutup akses lalu lintas di Jalan Sunset Road.

Pohon dengan diameter sekitar 50 sentimeter dan tinggi kurang lebih 15 meter tersebut roboh saat hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Seminyak. Ujung ranting pohon menimpa satu unit mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi DK 1391 ADA yang sedang melintas, menyebabkan kerusakan pada bagian kap dan kaca spion kendaraan.

Pengemudi mobil, Iqbal Muhamad Septian (28), mengaku tidak sempat menghindar karena pohon tumbang secara tiba-tiba tepat saat dirinya melintas di depan lokasi kejadian. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Saat kejadian berlangsung, personel Linmas Seminyak yang tengah berpatroli segera memberikan pertolongan. Untuk mengantisipasi potensi tumbangnya pohon lain, korban kemudian diantar ke Kantor Lurah Seminyak guna beristirahat dan mengamankan diri.

Laporan kejadian segera ditindaklanjuti oleh aparat Polsek Kuta yang mendatangi lokasi untuk melakukan pengamanan. Polisi juga berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Badung guna melakukan pemotongan serta pembersihan batang dan ranting pohon yang menghalangi jalan.

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan tumbangnya pohon diduga akibat kombinasi intensitas hujan tinggi, angin kencang, kondisi tanah yang basah dan labil, serta usia pohon yang sudah tua dengan akar mulai rapuh.

Melalui kerja sama petugas DLHK, personel kepolisian, dan warga sekitar, proses evakuasi berjalan lancar. Arus lalu lintas di Jalan Sunset Road kembali normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di tengah cuaca ekstrem, khususnya ketika melintas di kawasan yang banyak ditumbuhi pepohonan perindang. RAN

Viral Aksi Pengeroyokan Pelajar di Mengwi, 11 Orang Diamankan Polisi

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membeberkan kasus pengeroyokan pelajar di wilayah Mengwi, Badung.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membeberkan kasus pengeroyokan pelajar di wilayah Mengwi, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kepolisian dari Polres Badung berhasil mengungkap kasus pengeroyokan terhadap seorang pelajar yang terjadi di Jalan Raya Kapal, Kecamatan Mengwi. Peristiwa yang berlangsung pada Sabtu (dini hari) itu sempat viral di media sosial dan memicu perhatian publik.

Sebanyak 11 orang diamankan dalam pengungkapan kasus tersebut. Para pelaku mengaku bertindak spontan dengan alasan hendak membubarkan aksi balap liar, namun berujung pada tindak kekerasan secara beramai-ramai.

Kapolres Badung Joseph Edward Purba menjelaskan, insiden terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Korban berinisial IGSPP (17), seorang pelajar SMK, saat itu tengah melintas bersama rekannya menuju wilayah Darmasaba untuk membeli makanan.

“Korban melihat sekelompok pemotor dan mengira sedang ada razia, sehingga memutar balik dan berhenti di depan sebuah toko. Namun korban justru dikejar hingga akhirnya terjadi pengeroyokan,” ungkap Kapolres dalam keterangan pers.

Dalam kejadian tersebut, sepeda motor korban ditabrak hingga terjatuh. Korban kemudian dipukul secara beramai-ramai menggunakan tangan kosong serta sejumlah benda tumpul. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu double stick, satu kunci inggris, dan pecahan paving blok yang diduga digunakan saat aksi pengeroyokan.

Akibat kejadian itu, korban yang berasal dari Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, mengalami luka robek di bagian kepala hingga harus mendapatkan empat jahitan, serta memar di punggung. Korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Mangusada.

“Dari hasil pemeriksaan, para pelaku mengaku berniat membubarkan balap liar, namun tindakan tersebut justru berujung pada pengeroyokan,” tambah Kapolres.

Dari total 11 orang yang diamankan, delapan di antaranya masih berstatus pelajar dan berusia di bawah 18 tahun. Terkait pelaku anak, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

Penanganan perkara akan ditempuh melalui mekanisme diversi sesuai rekomendasi Balai Pemasyarakatan (Bapas), mengingat ancaman pidana di bawah lima tahun serta para pelaku baru pertama kali terlibat tindak pidana. RAN

Koster: Pemerintah Wajib Fasilitasi Sulinggih sebagai Penjaga Spiritualitas Bali

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat di Denpasar, Minggu (22/2).
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara Pusat di Denpasar, Minggu (22/2).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab moral sekaligus konstitusional untuk memenuhi dan memfasilitasi kebutuhan para sulinggih. Menurutnya, sulinggih memegang peran strategis sebagai penjaga tatanan spiritual Bali yang berpengaruh besar terhadap kedamaian dan keselamatan pulau ini secara niskala.

Penegasan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-4 Sabha Kertha Hindu Dharma Nusantara (SKHDN) Pusat yang digelar di Denpasar, Minggu (22/2).

Koster menyampaikan, Bali memiliki keunikan yang tidak dimiliki daerah lain, yakni kebudayaan yang hidup dan menyatu dalam aktivitas keseharian masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 4,5 juta jiwa dan wilayah yang relatif kecil, Bali bertumpu pada adat, budaya, dan spiritualitas sebagai fondasi utama kehidupan.

“Budaya di Bali bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan telah menjadi cara hidup masyarakat. Dari ritual sederhana seperti saiban dan canang, hingga upacara besar seperti Eka Dasa Rudra, semuanya dijalankan secara turun-temurun,” ujar Koster.

Ia menilai, kuatnya budaya dan tradisi inilah yang menjadi daya tarik utama pariwisata Bali. Karena itu, Koster mengingatkan masyarakat agar tidak kehilangan jati diri dengan meniru budaya asing secara berlebihan yang justru dapat melemahkan nilai-nilai lokal.

“Kekuatan Bali ada pada kebudayaan, adat, dan istiadat. Jika itu terkikis, Bali akan kehilangan magnetnya,” tegasnya.

Lebih lanjut, Koster menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Bali juga bersumber dari kebudayaan. Oleh sebab itu, adat dan budaya harus dijaga secara terarah untuk menghadapi berbagai ancaman, baik yang datang dari luar maupun dari dalam.

Melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, ia mengajak seluruh krama Bali untuk menjaga keseimbangan kehidupan sekala dan niskala, serta menumbuhkan nilai etika, sopan santun, moral, dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Bali tidak dikaruniai sumber daya alam yang melimpah. Yang kita miliki adalah budaya. Maka Bali harus tumbuh dan berkembang dengan kekuatan budayanya sendiri,” ujarnya.

Koster juga mengingatkan agar tatanan niskala tetap dijaga dan tidak diganggu. Menurutnya, para sulinggih yang menjalankan swadarma sesuai dresta Bali memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan, kelestarian pura, serta keteraturan ritual di tengah perkembangan zaman.

“Para sulinggih adalah penjaga Bali secara ritual. Karena itu, pemerintah sebagai guru wisesa wajib memberikan perlindungan dan perhatian agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan baik demi keberlanjutan Bali,” jelasnya.

Sementara itu, Manggala Uttama SKHDN Pusat, Ida Shri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun, menyatakan komitmen para sulinggih se-Bali untuk terus menjaga keseimbangan sekala dan niskala. Ia meyakini, keharmonisan tersebut akan melahirkan pola pikir, tutur kata, dan perilaku yang baik, sejalan dengan arah pembangunan Bali yang berlandaskan nilai budaya dan spiritual. (*)

Konsisten Kelola Sampah dari Sumber, Desa Gulingan Berhasil Tekan Sampah Berserakan hingga 90 Persen

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pengelolaan sampah berbasis sumber yang dijalankan secara konsisten di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, membuahkan hasil nyata. Sampah berserakan di desa tersebut berhasil ditekan hingga sekitar 90 persen, sehingga kondisi lingkungan kini nyaris bebas sampah.

Keberhasilan ini disampaikan Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, saat aksi bersih sampah plastik dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional di wilayah Banjar Angkeb Canging dan sekitarnya, Minggu (22/2/2026).

Menurut Winarya, penurunan signifikan jumlah sampah berserakan ini tidak terlepas dari konsistensi penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber, yang dimulai dari rumah tangga. Masyarakat didorong untuk memilah sampah sejak awal, sehingga memudahkan proses pengolahan lanjutan.

“ini berkat dukungan penuh dari masyarakat, Tim TPS3R Desa Gulingan, hingga tim kebersihan desa yang terus bekerja menjaga lingkungan agar tetap bersih,” ujar Winarya.

Ia menjelaskan, setiap hari Tim TPS3R Desa Gulingan secara aktif menelusuri sumber-sumber sampah yang telah dipilah oleh warga untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Di saat yang sama, tim kebersihan desa rutin melakukan pemantauan dan pembersihan lingkungan guna mencegah penumpukan sampah.

Selain itu, masing-masing banjar juga menjalankan kegiatan kebersihan lingkungan (kesling) sebagai bagian dari aktivitas harian masyarakat. Sinergi antara warga, banjar, dan pemerintah desa tersebut yang membuat pengelolaan sampah di Desa Gulingan berjalan berkesinambungan dan tidak terputus.

“Seluruh elemen bergerak setiap hari. Inilah yang menjaga kebersihan lingkungan kami tetap terpelihara secara konsisten,” tegasnya.

Kedepannya, Winarya berharap kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari rumah tangga terus meningkat, disertai penguatan kerja sama antardesa agar pengelolaan kebersihan lingkungan dapat berjalan lebih optimal.

“Kami ingin menjaga agar Desa Gulingan tidak mengotori desa lain, begitu pula sebaliknya. Komitmen ini akan terus kami jalankan dengan dukungan pemerintah melalui penganggaran rutin setiap tahunnya,” pungkasnya. (rls)

Diduga Lupa Matikan Kompor, Rumah Kontrakan di Bongan Ludes Terbakar

Polisi saat melakukan olah TKP.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peristiwa kebakaran menghanguskan sebuah rumah kontrakan di Perumahan BCA Land, Banjar Bongan Puseh, Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, Minggu (22/2/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. Laporan diterima Polsek Tabanan sekitar pukul 04.00 Wita, sementara kejadian diketahui terjadi sekitar pukul 02.30 Wita.

“Benar telah terjadi kebakaran sebuah rumah kontrakan di Perumahan BCA Land, Desa Bongan. Tidak ada korban jiwa, namun bangunan rumah beserta isinya terbakar,” ujar AKP Gusti Made Berata.

Rumah tersebut diketahui dikontrak oleh Suhailik (70), seorang pedagang asal Banyuwangi. Saat kejadian, Suhailik sedang berada di luar daerah sehingga belum dapat dimintai keterangan. Sementara pemilik rumah, yang diketahui bernama Yeyen, juga belum berhasil dihubungi.

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula sekitar pukul 00.30 Wita ketika Fuji Abduloh, karyawan dari pengontrak rumah, sedang memasak gula menggunakan kompor gas di dapur untuk keperluan berjualan es kelapa muda. Saat proses memasak berlangsung, saksi meninggalkan dapur dan menuju ruang tamu sambil bermain telepon genggam.

Diduga karena mengantuk, saksi tertidur dan lupa mematikan kompor. Sekitar pukul 02.30 Wita, saksi terbangun karena merasakan hawa panas di dalam rumah. Ketika mengecek ke dapur, ia mendapati api sudah berkobar dan membesar.

Saksi kemudian berlari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Upaya pemadaman secara manual sempat dilakukan bersama warga, namun api dengan cepat membesar dan melahap seluruh bagian bangunan.

Sekitar pukul 03.30 Wita, dua unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Tabanan tiba di lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan kurang lebih 45 menit kemudian.

Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan bangunan yang terbakar merupakan rumah permanen yang difungsikan sebagai tempat tinggal. Sejumlah barang elektronik seperti kulkas dan televisi ikut hangus terbakar. Selain itu, empat unit sepeda motor yang berada di lokasi juga tidak dapat diselamatkan.

Akibat kejadian tersebut, pemilik rumah diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp250 juta, sementara pihak pengontrak mengalami kerugian kurang lebih Rp20 juta.

“Dugaan sementara, kebakaran terjadi akibat kelalaian penghuni yang lupa mematikan kompor gas saat memasak. Namun kami masih melakukan pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi,” jelas AKP Gusti Made Berata.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan berbahan bakar gas serta memastikan kompor dalam kondisi mati sebelum meninggalkan dapur, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. (pmc)

Tabrakan Dua Motor di Selemadeg, Satu Pengendara Meninggal Dunia

Polisi saat melakukan olah TKP.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Nasional jurusan Denpasar–Gilimanuk KM 38.200, tepatnya di Banjar Dinas Berembeng, Desa Berembeng, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 20.45 Wita. Insiden tersebut melibatkan dua sepeda motor yang bertabrakan dari arah berlawanan.

Peristiwa nahas itu melibatkan sepeda motor Honda Beat nomor polisi DK 2821 GBB dengan sepeda motor Yamaha N Max nomor polisi DK 2250 WS. Benturan terjadi pada bagian depan kedua kendaraan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pengendara Honda Beat atas nama I Made Kartikayasa (33), warga Banjar Dinas Cepaka, Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalan datar dan lurus, kendaraan yang dikendarainya diduga bergerak terlalu ke kanan hingga melewati as jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Yamaha N Max yang dikendarai I Putu Aditya Eka Saputra (22), warga Dangin Tukadaya, Kabupaten Jembrana. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari dan terjadi di jalur utara atau jalur kendaraan dari arah Gilimanuk.

Akibat kecelakaan tersebut, I Made Kartikayasa mengalami luka berat berupa patah pada leher, serta mengeluarkan darah dari mulut, hidung, dan telinga. Korban sempat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Selemadeg, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perawatan.

Sementara itu, pengendara Yamaha N Max mengalami luka robek pada dagu, patah jari tangan kanan, luka lecet pada tangan kiri, serta nyeri pada pundak kanan. Korban dalam keadaan sadar dan menjalani perawatan di Puskesmas Selemadeg.

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan karena salah satu pengendara melaju terlalu ke kanan hingga melewati marka tengah jalan.

“Petugas yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, membantu evakuasi korban ke Puskesmas Selemadeg, menghubungi ambulans, serta melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan,” jelasnya.

Akibat kejadian ini, satu orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka ringan, dan kerugian material diperkirakan mencapai Rp2 juta.

Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, mematuhi aturan lalu lintas, serta memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan dan surat izin mengemudi demi keselamatan bersama. (pmc)

Jaga Keberadaan Destinasi Wisata Pesisir, TP. PKK Badung Bersihkan Sampah Sempadan Pantai Desa Cemagi

Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memimpin kegiatan "Badung Peduli Bersih Sampah Sempadan Pantai" di sekitar Pura Gede Luhur Batu Ngaus, Desa Cemagi, Minggu (22/2).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam rangka memperkuat upaya menjaga kebersihan lingkungan dan kelestarian kawasan pesisir, Tim Penggerak PKK (TP. PKK) Kabupaten Badung menggelar kegiatan “Badung Peduli Bersih Sampah Sempadan Pantai” di kawasan sekitar Pura Gede Luhur Batu Ngaus, Desa Cemagi, Minggu (22/2/2026). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa yang juga menjabat sebagai Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) Kabupaten Badung.

Turut hadir anggota DPRD Kabupaten Badung I Wayan Edy Sanjaya dan I Made Rai Wirata, DLHK Kabupaten Badung, Perbekel Desa Cemagi, dan berbagai organisasi wanita se-Badung.

 

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan bahwa Desa Cemagi merupakan salah satu daerah destinasi wisata pesisir yang semakin dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. “Kebersihan kawasan pantai tidak hanya berdampak pada keindahan visual, tetapi juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mendukung kelangsungan usaha ekonomi masyarakat sekitar yang banyak bergantung pada sektor pariwisata,” ujarnya.

 

Sebagai Duta PSBS Kabupaten Badung, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup yang ramah lingkungan, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah dari sumber, dan mendukung program pengelolaan sampah yang dilakukan oleh pemerintah daerah. “Kita harus mulai mengubah paradigma dari ‘buang sampah’ menjadi ‘kelola sampah’, karena setiap sampah memiliki nilai jika dikelola dengan benar,” tambahnya. (rls)

K3S Badung Kunjungi Anak Penderita Tumor di Desa Gulingan

Ketua K3S Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan kunjungan ke rumah Kadek Devita Maharani di Banjar Badung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Sabtu (21/2/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melakukan kunjungan rumah kepada Kadek Devita Maharani, seorang anak perempuan yang menderita tumor ganas, di Banjar Badung, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, pada Sabtu (21/2/2026).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan dan pemberdayaan masyarakat rentan yang telah menjadi prioritas K3S Kabupaten Badung. Tujuannya tidak hanya meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, tetapi juga memberikan dukungan emosional dan nyata bagi mereka yang berada dalam kondisi sulit. Melalui kolaborasi erat dengan yayasan mitra yang bergerak di bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial, diharapkan bantuan yang diberikan dapat meringankan beban ekonomi keluarga serta memudahkan aktivitas sehari-hari Kadek Devita.

 

Kedatangan Nyonya Rasniathi Adi Arnawa adalah untuk memberikan motivasi dan memberikan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok, serta dukungan finansial yang akan digunakan untuk keperluan perawatan lanjutan Kadek Devita. Selain itu, melalui kunjungan ini, K3S Kabupaten Badung juga ingin mendengar langsung kebutuhan keluarga serta memastikan bahwa program bantuan yang ada dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

 

“Kita berkomitmen untuk terus mengawal kesejahteraan masyarakat yang rentan, terutama anak-anak yang sedang menghadapi tantangan kesehatan berat. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci penting agar bantuan yang diberikan dapat lebih komprehensif dan rencana akan diberikannya tangan palsu pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait,” ujarnya.

 

Lebih lanjut disampaikan bahwa program pembinaan masyarakat rentan akan terus berlanjut ke berbagai wilayah di Kabupaten Badung, dengan fokus pada kelompok anak-anak, Lansia, dan keluarga kurang mampu yang menghadapi masalah kesehatan atau kesulitan ekonomi.

 

Turut hadir dalam kunjungan tersebut anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi, pengurus TP. PKK Kecamatan Mengwi, perwakilan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Badung, serta perwakilan Forum Badan Pengawas Desa (BPD) se-Kecamatan Mengwi dan Gerakan Badung Peduli. (rls)