- Advertisement -
Beranda blog Halaman 7

Lima Tersangka Pembakaran ABK di Benoa Positif Narkotika, Polisi Telusuri Asal Amphetamin

Lima tersangka kasus pembakaran dua ABK di Benoa saat diamankan polisi bersama barang bukti.
Lima tersangka kasus pembakaran dua ABK di Benoa saat diamankan polisi bersama barang bukti.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Perkembangan terbaru terungkap dalam kasus penganiayaan disertai pembakaran yang menewaskan dua anak buah kapal (ABK) di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar Selatan. Lima tersangka berinisial SA, DH, NU, DR, dan IS diketahui positif mengonsumsi narkotika jenis amphetamin.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo David Simatupang, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan darah terhadap para pelaku menunjukkan adanya kandungan zat terlarang tersebut. “Hasil tes menunjukkan kelima tersangka positif amphetamin,” ujarnya, Sabtu (11/4).

Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami asal-usul narkotika yang dikonsumsi para pelaku, termasuk waktu terakhir penggunaan. Penelusuran ini dilakukan oleh Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar guna mengungkap kemungkinan jaringan atau pemasok barang haram tersebut.

Selain faktor narkotika, penyidik juga menelusuri kondisi psikologis para pelaku. Namun, motif sementara mengarah pada konflik pribadi yang dipicu emosi dan dendam lama. Diketahui, pelaku dan korban saling mengenal dan sempat bersama sebelum insiden terjadi.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Jumat (10/4) sekitar pukul 04.30 WITA di Jalan Pelabuhan Benoa No. 7 X, Kelurahan Pedungan. Dua korban, Egi Ramadan (30) asal Cirebon dan Hisam Adnan (29) asal Semarang, tewas mengenaskan setelah menjadi korban kekerasan brutal.

Dari hasil penyelidikan, sebelum kejadian para pelaku dan korban sempat mengonsumsi minuman keras di area dermaga. Dalam kondisi mabuk, korban diduga mengancam salah satu pelaku melalui video call, yang kemudian berujung pada kesepakatan untuk bertemu.

Saat pertemuan berlangsung, korban yang dalam kondisi lemah justru diserang secara bersama-sama menggunakan tangan kosong, batu, dan balok kayu. Aksi kekerasan tidak berhenti di situ. Setelah sempat ditinggalkan, para pelaku kembali dan melanjutkan penganiayaan dengan menyiramkan bensin ke tubuh korban sebelum membakarnya.

Kasatreskrim Polresta Denpasar, Kompol Agus Riwayanto Diputra, menyebut tindakan tersebut dilakukan berulang hingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka berat dan tubuh hangus terbakar.

“Motif sementara karena dendam lama yang dipicu emosi, ditambah pengaruh alkohol serta adanya ancaman sebelumnya dari korban,” jelasnya.

Polisi bergerak cepat mengungkap kasus ini. Kelima tersangka berhasil diamankan kurang dari 24 jam di sejumlah lokasi berbeda di Denpasar Selatan. Sejumlah barang bukti turut disita, di antaranya batu, balok kayu, sisa botol bensin, pakaian korban, serta barang pribadi milik pelaku.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 468 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara. RAN

Baru Bebas, Residivis Narkoba Kembali Dicokok di Jimbaran, Polisi Amankan 2 Kg Sabu

Residivis narkoba MT diamankan polisi bersama barang bukti sabu seberat lebih dari 2 kilogram di Jimbaran.
Residivis narkoba MT diamankan polisi bersama barang bukti sabu seberat lebih dari 2 kilogram di Jimbaran.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM — Seorang pria berinisial MT (37) kembali tersandung kasus narkotika meski baru beberapa bulan bebas dari penjara. Residivis tersebut ditangkap aparat Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar di sebuah kamar kos kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Selasa (7/4/2026) sekitar pukul 13.50 WITA.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Leonardo D. Simatupang mengungkapkan, MT sebelumnya pernah menjalani hukuman dalam kasus serupa dan baru bebas pada November 2025. Namun, ia kembali terlibat dalam jaringan peredaran gelap narkotika.

“Baru bebas beberapa bulan, pelaku kembali beraksi sebagai bagian dari jaringan narkoba,” ujarnya saat konferensi pers, Sabtu (11/4/2026).

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti sabu dengan berat total 2.008,2 gram atau lebih dari 2 kilogram. Barang haram itu ditemukan dalam kondisi utuh dan dikemas rapi, diduga siap untuk diedarkan.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan intensif. Informasi tambahan juga diperoleh dari Lapas Kerobokan terkait keberadaan MT setelah bebas.

Saat digerebek, MT tidak melakukan perlawanan dan diamankan di dalam kamar kos bersama keluarganya. Polisi menemukan dua paket besar sabu serta uang tunai Rp1 juta yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkotika.

Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol I Komang Agus Dharmayana menjelaskan, MT berperan sebagai kurir dengan metode “tempel”, yakni mengambil paket narkoba di lokasi tertentu yang telah ditentukan oleh jaringan di atasnya.

“Pelaku mendapat imbalan Rp2 juta setiap kali mengambil paket,” jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, MT diketahui dihubungi oleh seorang buronan berinisial AN pada 28 Maret 2026. Selanjutnya, pada 2 April 2026, ia diminta mengambil paket sabu yang disembunyikan di kawasan Buduk, Mengwi, Badung, tepatnya di dekat tempat sampah.

Paket tersebut dibungkus dalam goodie bag hitam berisi sampah plastik untuk mengelabui petugas. Setelah diambil, sabu dibawa ke kamar kos dan dikemas ulang agar terlihat lebih rapi sambil menunggu instruksi berikutnya.

Namun sebelum sempat diedarkan, MT lebih dulu ditangkap polisi. Ia juga belum menerima bayaran tambahan selain uang Rp2 juta yang sebelumnya diberikan.

Polisi masih mengembangkan kasus ini guna mengungkap jaringan yang lebih luas. Jika sabu tersebut berhasil diedarkan, diperkirakan dapat menjangkau puluhan ribu pengguna dengan nilai ekonomi mencapai Rp6 miliar.

Atas perbuatannya, MT dijerat Pasal 609 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup atau minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun serta denda Rp500 juta hingga Rp2 miliar.

Keterangan foto: Polisi menunjukkan barang bukti sabu seberat lebih dari 2 kilogram hasil penangkapan residivis narkoba di Jimbaran.

Pemkab Badung Fasilitasi Bus Tirtayatra Untuk Desa Adat

Bupati Wayan Adi Arnawa dan Wabup Bagus Alit Sucipta saat penganyaran di Pura Ulun Danu Batur.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat komitmennya dalam mendukung aktivitas keagamaan masyarakat. Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa memfasilitasi bantuan transportasi berupa dua unit bus bagi setiap desa adat yang akan melaksanakan persembahyangan (tirtayatra) ke berbagai Pura di wilayah Provinsi Bali.

 

Hal tersebut ditegaskan Bupati Adi Arnawa, Sabtu (11/4/2026) saat memberikan keterangan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari tahun sebelumnya guna memastikan umat Hindu dapat beribadah dengan rasa aman dan nyaman.

 

“Bantuan ini sudah berjalan dari tahun sebelumnya. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi umat Hindu di Kabupaten Badung agar dapat menjalankan kewajiban keagamaannya dengan lebih aman dan nyaman. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat melaksanakan persembahyangan dengan tertib dan lancar,” ujar Bupati Adi Arnawa.

 

Senada dengan hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiana, mengonfirmasi bahwa animo desa adat terhadap program ini cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sudah ada empat prajuru desa adat yang mengajukan permohonan bantuan armada bus.

 

Permohonan tersebut rata-rata berkaitan dengan pelaksanaan tirtayatra ke sejumlah pura besar (Pura Kahyangan Jagat) di Bali, seperti Pura Besakih dan Pura Batur yang saat ini tengah melaksanakan prosesi Pujawali.

 

“Sesuai kebijakan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Badung, Dinas Kebudayaan memfasilitasi dua unit bus untuk masing-masing desa adat yang akan melaksanakan tirtayatra ke pura-pura di wilayah Provinsi Bali. Hingga saat ini, sudah ada empat desa adat yang mengajukan permohonan,” jelas I Made Widiana melalui sambungan telepon.

 

Melalui fasilitas ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap mobilitas krama desa adat dalam menjalankan tradisi dan nilai-nilai keagamaan dapat berjalan lebih lancar, sekaligus memperkokoh pelestarian adat dan budaya di wilayah Badung. (rls/hmsbd)

Wabup Tabanan Apresiasi Peran Festival Ketog Semprong dalam Pelestarian Budaya dan Pariwisata

Wabup Dirga saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam Ketog Semprong Festival Tahun 2026 di Kampung Islam Candikuning, Kecamatan Baturiti, Sabtu (11/4/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari penguatan identitas daerah sekaligus penggerak sektor pariwisata. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam Ketog Semprong Festival Tahun 2026 di Kampung Islam Candikuning, Kecamatan Baturiti, Sabtu (11/4/2026).

Mewakili Bupati Tabanan, Dirga menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan festival yang dinilai mampu menjaga eksistensi tradisi khas sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

“Festival ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, serta memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas,” ujar Dirga dalam sambutannya.

Ia menambahkan, keberadaan festival seperti Ketog Semprong dapat menjadi daya tarik wisata berbasis budaya yang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tabanan. Untuk itu, pihaknya mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan secara berkelanjutan.

Acara tersebut berlangsung meriah dengan partisipasi aktif masyarakat setempat. Antusiasme warga terlihat dari keterlibatan berbagai elemen dalam menyukseskan festival yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Kampung Islam Candikuning.

Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Bali, anggota DPR RI, unsur Forkopimda, tokoh agama, hingga perangkat desa setempat. Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan dukungan luas terhadap upaya pelestarian budaya lokal di Tabanan.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap Ketog Semprong Festival tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan pariwisata serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat. (rls/hmstbn)

Kolaborasi Polda Bali dan Nelayan Seraya Timur, Dorong Ekonomi Pesisir dan Aksi Bersih Pantai

KARANGASEM, PANTAUBALI.COM – Sinergitas antara jajaran Polda Bali dengan masyarakat nelayan terus diperkuat melalui kegiatan bersama di Desa Seraya Timur, Kecamatan/Kabupaten Karangasem, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini dirangkaikan dengan dukungan terhadap Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) serta aksi bersih pantai di kawasan pesisir setempat.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Nelayan Merah Putih tersebut dihadiri Panit V Subdit II Ditintelkam Polda Bali, IPDA Dwi Amir Setyawan, Kabid Perikanan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem Putu Suarjana, Ketua KNMP Desa Seraya Timur Eka Putra, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Karangasem Wayan Suardika, serta perwakilan perangkat desa dan sekitar 150 nelayan.

Dalam sambutannya, IPDA Dwi Amir Setyawan menyampaikan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih merupakan bagian dari program strategis nasional yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif.

Sinergitas Polda Bali dengan nelayan di Seraya Timur, Karangasem

Sementara itu, Kabid Perikanan Putu Suarjana mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata dukungan terhadap sektor kelautan dan perikanan di Karangasem. Menurutnya, potensi perikanan di wilayah tersebut sangat besar sehingga keberadaan KNMP dinilai strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nelayan.

Ia menjelaskan, pembangunan KNMP telah rampung dan saat ini tinggal menunggu proses penyerahan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan kepada pengelola, yakni Koperasi Merah Putih. Selain itu, pihaknya juga terus memfasilitasi nelayan dalam memperoleh BBM bersubsidi melalui sistem barcode.

“Nelayan diharapkan menggunakan fasilitas tersebut secara bijak serta turut menjaga kebersihan laut, mengingat persoalan sampah masih menjadi tantangan di Bali,” ujarnya.

Ketua HNSI Karangasem Wayan Suardika menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Ia berharap ke depan organisasi nelayan dapat membantu mengatasi berbagai kendala yang dihadapi di lapangan sehingga manfaat program pemerintah dapat dirasakan secara maksimal.

Hal senada disampaikan Ketua KNMP Desa Seraya Timur Eka Putra yang mengapresiasi keterlibatan Polda Bali dan instansi terkait. Ia berharap kolaborasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.

Selain kegiatan sosialisasi dan penguatan sinergi, juga dilakukan penyerahan bantuan sosial kepada masyarakat nelayan. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga sore hari.

Keesokan harinya, Sabtu (11/4), kegiatan dilanjutkan dengan aksi bersih pantai di kawasan Pantai Baru Kori, Desa Seraya Timur. Aksi yang melibatkan sekitar 150 peserta tersebut difokuskan pada pembersihan sampah di area pesisir dan fasilitas KNMP.

Kegiatan bersih pantai ini merupakan bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung program “Indonesia Asri” yang menitikberatkan pada kebersihan dan keindahan kawasan publik.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat nelayan semakin solid, baik dalam menjaga keamanan wilayah maupun kelestarian lingkungan pesisir. (rlspl)

DLHK Badung Perketat Pengawasan Horeka, Pastikan PSBS Berjalan dari Sumber

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengintensifkan korvei kebersihan lingkungan sekaligus pengawasan pelaksanaan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) pada pelaku usaha Hotel, Restoran, dan Kafe (Horeka). Kegiatan ini menyasar sejumlah titik di wilayah Kecamatan Kuta Utara, Jumat (10/4/2026), dengan fokus memastikan pelaku usaha menjalankan pengelolaan sampah secara tertib dari sumbernya.

Dalam kegiatan tersebut, tim DLHK melakukan sejumlah pemeriksaan penting, di antaranya memastikan setiap usaha telah memiliki fasilitas tempat sampah terpilah. Selain itu, petugas juga mengecek apakah pelaku usaha telah melakukan pengolahan sampah organik secara mandiri, baik melalui tong komposter, teba moderen, maupun bag composter.

Pengawasan turut mencakup identifikasi adanya praktik pembakaran sampah yang dilarang, serta penelusuran alur pembuangan sampah organik, apakah dikelola secara mandiri atau menggunakan jasa pengangkutan pihak swasta. Seluruh data tersebut dikumpulkan sebagai bahan evaluasi dan dasar penindakan lebih lanjut.

Plt. Kepala DLHK Badung, Dr. Ir. I Made Agus Aryawan, menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua skema pengelolaan sampah di Kabupaten Badung. Untuk wilayah Kuta, sampah organik ditampung sementara di TPST Padang Seni, baik melalui truk DLHK maupun pihak swasta. Sementara di wilayah Kuta Utara, sistem pengelolaan relatif terkendali karena TPS3R telah berjalan serta didukung pemanfaatan ruang terbuka untuk pengolahan kompos.

“Untuk wilayah Kuta Utara, Mengwi, dan Abiansemal, seluruh sampah organik diarahkan ke TPST Mengwitani. Kebijakan ini juga berlaku bagi pelaku usaha, yang wajib melakukan pemilahan sampah menjadi organik, anorganik, dan residu, serta didorong untuk mengolah sampah organik secara mandiri”, katanya.

Namun demikian, DLHK masih menemukan indikasi pelanggaran di lapangan. Salah satunya berupa temuan truk yang mengangkut sampah kebun seperti daun dan potongan pohon yang masih bagus ke TPST Mengwitani, yang diduga berasal dari aktivitas usaha seperti vila atau hotel, bukan dari pembersihan fasilitas umum.

“Temuan ini menjadi perhatian serius dan memperkuat langkah kami untuk mempertegas pengawasan. Korvei kali ini secara khusus menyasar pelaku usaha horeka agar lebih disiplin dalam pengelolaan sampah,” jelasnya.

Agus Aryawan menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga disertai tindakan tegas terhadap pelanggaran. Petugas di lapangan diminta untuk memberikan pemahaman kepada pelaku usaha sekaligus menjatuhkan sanksi bagi yang tidak mematuhi aturan, sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Bali, dan Bupati Badung.

Selain itu, DLHK juga menaruh perhatian serius terhadap keberadaan tempat pembuangan sampah liar serta praktik pembakaran sampah terbuka. Pelanggaran yang ditemukan akan langsung diberikan peringatan tanpa kompromi.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan serta mendukung keberlanjutan pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung,” pungkasnya. (rlskmf)

Dua Pria Tewas Dikeroyok dan Dibakar di Benoa, Polisi Buru Pelaku

Dua korban tewas ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai diduga dikeroyok dan dibakar oleh sekelompok orang.
Dua korban tewas ditemukan dalam kondisi mengenaskan usai diduga dikeroyok dan dibakar oleh sekelompok orang.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Peristiwa penganiayaan brutal yang berujung maut terjadi di kawasan Jalan Raya Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (10/4/2026) dini hari. Dua pria dilaporkan tewas setelah dikeroyok dan diduga dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengungkapkan kejadian tragis tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 WITA. Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa bermula saat korban bersama rekannya tengah berkumpul sebelum akhirnya berjalan kaki menuju arah Benoa.

“Saat duduk di depan restoran, tiba-tiba datang sekitar enam hingga tujuh orang menggunakan sepeda motor dan langsung memukul serta mengeroyok mereka. Saksi berhasil melarikan diri dan bersembunyi di belakang restoran,” jelasnya.

Salah satu saksi, Budi Listiyono (25), mengaku sempat bersama kedua korban, yakni Egi dan pria berinisial HA (28), sebelum kejadian. Mereka sempat berhenti di traffic light Pesanggaran untuk mencari minuman, namun karena tidak ada warung yang buka, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Sementara itu, saksi lainnya, Yos Barliansyah (56), mengaku mendengar keributan sekitar pukul 04.30 WITA. Saat keluar rumah, ia melihat sejumlah orang membakar korban di lokasi kejadian, lalu segera meminta bantuan kepada pihak adat setempat.

Pecalang yang tiba di lokasi mendapati kobaran api di area rawa depan restoran dan menemukan korban dalam kondisi terbakar.

Petugas dari Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa yang menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara sekitar pukul 05.00 WITA untuk melakukan penanganan awal.

Identitas salah satu korban diketahui berinisial HA (28), asal Semarang. Korban ditemukan mengenakan kaos cokelat dan celana jeans pendek, dengan luka terbuka di bagian kepala serta luka bakar di tangan dan punggung.

“Untuk satu korban lainnya, Egi, identitas lengkapnya masih dalam penyelidikan. Korban ditemukan tanpa baju dengan luka robek di bagian pinggang dan luka di pelipis,” tambahnya.

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti seperti topi, sandal, sepatu, dompet berisi identitas dan uang asing, ponsel, serta botol bekas bahan bakar yang diduga digunakan untuk membakar korban.

Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Benoa bersama Sat Reskrim Polresta Denpasar masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku serta mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut. RAN

Percobaan Pencurian di Pura Dalem Sudha Sidakarya, Pelaku Acak-Acak Gedong Barong Terekam CCTV

Percobaan Pencurian di Pura Dalem Sudha Sidakarya.
Percobaan Pencurian di Pura Dalem Sudha Sidakarya.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi percobaan pencurian terjadi di Pura Dalem Sudha, Desa Adat Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Kamis (9/4). Seorang pria yang belum diketahui identitasnya terekam kamera pengawas (CCTV) memasuki area pura dan melakukan pengacakan di Gedong Barong, diduga mencari uang sesari maupun barang berharga di area suci tersebut.

Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 11.00 Wita setelah pelapor, I Wayan Supartana (52), menerima informasi dari Jero Mangku Sudha mengenai kondisi pura yang sudah dalam keadaan berantakan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebutkan pelaku terlihat jelas dalam rekaman CCTV saat masuk ke area pura dan mengacak sejumlah perlengkapan sakral.

“Pelaku mengacak-acak tempat topeng telek, topeng jauk, dan topeng paksi,” ujar Iptu Adi.

Setelah dilakukan pengecekan, sejumlah perlengkapan upacara ditemukan berserakan di area pura. Namun, tidak ada barang yang dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut, sehingga diduga pelaku tidak berhasil menemukan uang sesari maupun barang berharga lainnya.

Meski tidak menimbulkan kerugian materiil, pihak pengempon pura bersama perangkat desa adat memutuskan tidak menempuh jalur pelaporan resmi ke kepolisian. Sebagai langkah penyucian secara adat, upacara pembersihan telah dilaksanakan di area pura.

Sementara itu, Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidakarya bersama Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan tetap melakukan pengecekan ke lokasi kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan dari pelapor.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di area tempat ibadah, guna mencegah kejadian serupa kembali terulang. RAN

Usai Cekcok Dengan Kekasih, WNA Australia Diduga Gantung Diri di Balkon Hotel

Ilustrasi.
Ilustrasi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM — Seorang warga negara asing (WNA) asal Australia berinisial JRTC (30) ditemukan gantung diri di balkon lantai dua sebuah hotel di kawasan Jalan Raya Seminyak, Kuta, Badung, Rabu (8/4/2026) dini hari. Korban diduga mencoba mengakhiri hidupnya setelah sebelumnya sempat terlibat pertengkaran dengan kekasihnya.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Korban ditemukan di area balkon kamar yang ditempatinya dengan kondisi sudah tidak bergerak oleh kekasihnya berinisial JGA (22), yang kemudian langsung meminta bantuan pihak hotel.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban sempat datang ke hotel dalam kondisi dipengaruhi alkohol usai mengunjungi sebuah bar.

“Diduga korban datang dari bar dan dalam keadaan mabuk,” ujar Iptu Adi.

Setibanya di kamar, korban dan pacarnya sempat terlibat cekcok. Setelah situasi mereda, korban kemudian berada di area balkon kamar untuk beristirahat.

Namun beberapa jam kemudian, saksi yang merupakan pacarnya menemukan korban dalam kondisi tergantung di balkon sekitar pukul 04.15 WITA. Pihak hotel yang menerima laporan segera datang ke lokasi dan mengevakuasi korban. Saat itu korban masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Korban masih sempat bernapas saat diturunkan,” tambahnya.

Korban kemudian segera dilarikan ke RS Siloam Kuta untuk mendapatkan penanganan medis. Namun kondisinya terus menurun dalam perjalanan hingga akhirnya tidak sadarkan diri.

Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 08.10 WITA, korban dinyatakan meninggal dunia dan kemudian dievakuasi ke ruang jenazah.

Petugas Polsek Kuta bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan barang bukti berupa kain sprei yang diduga digunakan korban.

Diketahui, korban telah menginap di hotel tersebut sejak 4 April 2026 dan dijadwalkan check out pada hari kejadian.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. RAN

Bawa Kabur HP di Pinggir Jalan, Oknum PNS di Denpasar Diamankan Polisi

Pelaku berinisial I.K.Y. diamankan Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat bersama barang bukti satu unit handphone hasil curian.
Pelaku berinisial I.K.Y. diamankan Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat bersama barang bukti satu unit handphone hasil curian.

DENPASAR, BALINEWS.ID – Unit Reskrim Polsek Denpasar Barat berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian handphone yang terjadi di kawasan Jalan Pulau Misol, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat. Seorang pelaku berinisial I.K.Y. (52) yang diketahui berstatus sebagai pegawai negeri sipil (PNS) diamankan setelah diduga mengambil ponsel milik korban yang terjatuh di pinggir jalan.

Peristiwa pencurian tersebut terjadi pada Sabtu, 14 Maret 2026 sekitar pukul 10.30 WITA, di sekitar Pasar Sumuh. Korban berinisial DS (39), awalnya berjalan kaki hendak membeli bakso di sekitar lokasi. Namun setelah kembali, korban menyadari handphone miliknya yang disimpan di saku belakang celana telah hilang.

Upaya pencarian dan menghubungi nomor ponsel sempat dilakukan, namun perangkat tersebut kemudian tidak lagi aktif.

Berdasarkan laporan polisi Nomor LPB/36/III/2026/SPKT/Polsek Denbar, tim opsnal yang dipimpin IPDA Made Wicaksana langsung melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

Dari hasil pengecekan rekaman CCTV, petugas mengidentifikasi seorang pria yang mengambil ponsel tersebut. Pelaku kemudian berhasil diamankan di kediamannya yang masih berada di kawasan Jalan Pulau Misol, berikut barang bukti.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa pelaku mengakui perbuatannya saat diinterogasi oleh penyidik.

“Pelaku mengakui telah mengambil handphone milik korban yang terjatuh di pinggir jalan, kemudian digunakan untuk keperluan sehari-hari setelah sebelumnya data dalam perangkat tersebut dihapus,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sebesar Rp3 juta. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone Vivo V17 Pro warna hitam beserta kartu SIM yang digunakan korban.

Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Denpasar Barat dan dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian. Polisi masih melakukan pengembangan lebih lanjut terkait kasus tersebut.