- Advertisement -
Beranda blog Halaman 794

Sekda Dewa Indra Minta Badan Publik Makin Terbuka Beri Akses Informasi

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra berharap badan publik makin terbuka dalam memberi akses kepada masyarakat untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Harapan itu disampaikannya saat menghadiri dan menyerahkan penghargaan pada acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik yang berlangsung secara offline di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Kamis (9/12).

Selain dilaksanakan secara offline dengan jumlah undangan terbatas, sebagian peserta juga mengikuti kegiatan ini secara online dari kedudukan masing-masing.

Mengawali sambutannya, Sekda Dewa Indra mangapresiasi banyaknya jumlah badan publik yang berhasil meraih predikat informatif dari hasil penilaian yang dilakukan Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali. Kendati demikian, ia berharap tropi yang diperoleh tak sekadar dijadikan pajangan.

“Tropi yang diperoleh harus bisa dipertanggungjawabkan, caranya adalah dengan memenuhi hak masyarakat akan kebutuhan mereka terhadap informasi,” ucapnya.

Ditambahkan olehnya, dewasa ini hak yang dimiliki masyarakat makin bertambah. Jika sebelumnya hanya dikenal hak-hak secara umum seperti kebebasan beragama dan sejenisnya, saat ini masyarakat juga mempunyai hak untuk tahu dan memperoleh akses mendapatkan informasi dari badan publik. Untuk dapat memenuhi hak masyarakat itu, ia berharap tak ada gangguan dan penyempitan akses informasi.

Pada bagian lain, ia juga mengapresiasi langkah Komisi Informasi mengadakan monitoring keterbukaan informasi publik terhadap badan publik. Sejalan dengan kebijakan pusat, ia juga menyambut baik langkah KI Bali yang memperluas monitoring ke tingkat desa. Sekda Dewa Indra menginginkan, dampak kegiatan ini dirasakan oleh masyarakat luas. Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan selamat kepada badan publik yang berhasil memperoleh predikat informatif.

Sementara itu, Ketua KI Provinsi Bali I Made Agus Wirajaya melaporkan bahwa tahun ini lembaganya melaksanakan monitoring keterbukaan informasi pada badan publik dengan sistem elektronik.

“Sistem ini pertama kalinya kita laksanakan dan Bali merupakan salah satu dari tiga provinsi yang menerapkan sistem digital dalam kegiatan monitoring,” ujarnya.

Tahun ini, KI Provinsi Bali melakukan monitoring terhadap 228 badan publik, terdiri dari 14 OPD Provinsi Bali, 14 OPD di masing-masing kabupaten/kota se-Bali, lembaga penyelengara pemilu dan perwakilan desa dari tiap kabupaten/kota.

“Penyelenggara pemilu yaitu KPU dan Bawaslu kita monitoring karena lembaga ini akan mengemban tugas berat menyelenggarakan pemilu dalam waktu tak lama lagi, ini perlu kita persiapkan karena berkaitan dengan layanan publik,” katanya.

Dari 228 badan publik dievaluasi, 211 diantaranya mengisi kuesioner dikirimkan dan melakukan presentasi. Hasilnya, 75 badan publik memperoleh kualifikasi informatif dan 72 meraih kualifikasi menuju informatif.

“Kalau keduanya digabungkan, sebanyak 147 badan publik atau 69,9 persen badan publik yang dimonitoring telah mencapai kualifikasi informatif dan menuju informatif.Sisanya, 44 badan publik mendapat kualifikasi cukup informatif, 10 kurang informatif dan 10 lainnya tidak informatif karena tidak menjawab kuesioner,” paparnya.

Wirajaya berpendapat, capaian yang diraih badan publik dalam penilaian keterbukaan informasi tahun ini berbanding lurus dengan nilai tertinggi yang diraih Bali dalam penilaian indeks keterbukaan informasi publik nasional tahun 2021.

Acara Penganugerahan Keterbukaan Informasi Publik dihadiri perwakilan Bupati/Walikota se-Bali dan Pimpinan OPD Pemprov Bali.(Rilis)

Gubernur Bali Wayan Koster Yakinkan Governor of World Water Council : Bali Siap Jadi Tuan Rumah World Water Forum 2024

DENPASAR – Pantaubali.com -Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan Bali sangat siap menghelat pertemuan tingkat dunia World Water Forum (WWF) edisi ke-10 yang rencananya akan digelar pada tahun 2024 mendatang, dimana Bali dan Indonesia secara umum menjadi salah satu kandidat kuat untuk menjadi tuan rumah.

Kesiapan Bali menjadi tuan rumah pertemuan tingkat dunia World Water Forum (WWF) edisi ke-10 diungkapkan secara langsung oleh Gubernur Bali dihadapan Governor of World Water Council, Dale Jacobson pada, Rabu (Buda Pon, Pujut) 8 Desember 2021 dalam acara kunjungan Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 ke Pulau Bali yang berlangsung di Ruang Rapat Gedung Gajah, Jayasabha, Denpasar.

Kunjungan Panitia Seleksi Tuan Rumah World Water Forum 2024 ke Pulau Bali, turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Kementerian PUPR RI , Endra S. Atmawidjaja, Pendiri Indonesia Water Institute (IWI) sekaligus pakar tata air, Firdaus Ali, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin dan Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun.

Untuk mendukung penuh dan memfasilitasi kegiatan WWF 2024. Hal itu juga akan diperkuat oleh fasilitas dan infrastruktur pendukung, dimana Bali sudah sering menggelar secara sukses perhelatan tingkat dunia mulai dari IMF summit hingga gelaran APEC beberapa tahun lalu.

“Belum lagi, persiapan untuk KTT G20 tahun 2020 menjadikan Bali semakin punya kesiapan menjadi tuan rumah bagi pertemuan akbar menghadirkan delegasi banyak negara,” ujarnya.

Gelaran internasional seperti WWF ini diharapkan mampu menjadi upaya pemulihan Bali yang sempat terpuruk pasca pandemi Covid-19.

“Jadi selain menghasilkan hal-hal essensial, dari pertemuan tersebut juga bisa bermanfaat bagi masyarakat lokal,” katanya.

Bagaimana masyarakat Bali dikenal dengan keunikan adat dan budaya-nya sangat menghormati air, tidak saja sebagai sumber kehidupan, namun juga punya makna-makna spiritual dan filosofis. Kami punya tradisi secara kearifan lokal dan spiritual untuk melestarikan air dan sumber-sumbernya dengan upakara yang sangat sakral.

“Jadi itu adalah cara masyarakat Bali untuk memuliakan air (air yang ada di danau, laut, sungai, air terjun dan lainnya, red),” ucapnya.

Untuk memuliakan air yang tersebar di Pulau Dewata bahwa di era kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali, pemuliaan terhadap air sudah tertuang dalam visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, Sakala-Niskala menuju kehidupan krama dan gumi Bali sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

“Untuk mewujudkan visi tersebut ditempuh melalui misi pembangunan Bali yang menjadi arah kebijakan pembangunan bali sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana, salah satu misi tersebut ialah mengembangkan tata kehidupan Krama Bali secara sakala dan niskala berdasarkan nilai-nilai filsafat Sad Kertih yaitu Atma Kertih, Danu Kertih, Wana Kertih, Segara Kertih, Jana Kertih, dan Jagat Kertih,” paparnya.

Jadi berkaitan dengan air, terdapat poin yakni Danu Kerthi merupakan upaya menjaga dan menyucikan sumber-sumber air tawar, seperti danau, sungai dan sumber-sumber mata air lainnya.

“Visi dan Misi tersebut tertuang secara jelas dalam kebijakan yang telah Saya keluarkan dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut,” jelasnya.

Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut ini dilakukan secara niskala dan sakala yang bersumber dari kearifan lokal Sad Kerthi yang dilaksanakan oleh perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut dengan Pemerintah Kabupaten/Kota dan Desa Adat.

“Kemudian dalam strategi aksi-nya, Kita melaksanakan kegiatan penghijauan di sekitar sumber-sumber air, dengan tujuan debit air yang dihasilkan agar tetap terjaga. Penanaman pohon dilaksanakan di sekitar sumber air, agar sumber air itu tidak kering dan mati,” ucapnya.

Dalam menjaga kualitas dari sumber air diperlukan upaya dengan mengoptimalkan pertanian organik di radius tertentu dari sumber air dimaksud. Wilayah tersebut dijaga agar tidak terkena polusi dan zat kimia, Kami sudah punya Pergub dan Perda yang mengatur hal tersbeut.

“Jadi selain secara upacara dan adat budaya, namun juga lewat kebijakan. Inilah cara-cara Kami untuk memuliakan air dan menggunakan secara bijak,” sebutnya.

Air adalah penentu kehidupan manusia. Air yang ada di Bali tidak hanya untuk minum, mandi atau memasak, tetapi juga sebagai sarana penyucian dalam upacara keagamaan. Dimana setiap ritual keagamaan pasti ada penggunaan air, ungkapnya yang disambut tepuk tangan.

Sementara itu, Governor of World Water Council, Dale Jacobson yang memimpin langsung election committee WWF 2024 menyatakan sangat terkesan dengan paparan dan penjelasan Gubernur Bali, Wayan Koster yang secara nyata memperlihatkan bagaimana air jadi elemen penting dalam kehidupan dan juga pola pembangunan di Bali.

“Saya terkesan, terutama melihat air jadi bagian penting sebagai sumber kesejahteraan bagi masyarakat Bali dan Saya juga apresiasi bahwa air jadi elemen penting dalam program pembangunan, sebut Dale Jacobson,” katanya.

Jacobson pada pertemuan itu kemudian menjelaskan bahwa dalam beberapa hari kedepan, dirinya dan tim yang terdiri dari 4 orang akan meninjau langsung kesiapan fasilitas serta pendukung yang nantinya akan digunakan untuk mendukung terselenggaranya ajang pertemuan dunia tiga tahunan ini (WWF 2024, red).

“Tapi seperti yang Saya jelaskan tadi, Saya sejujurnya sangat terkesan bagaimana air bisa jadi bagian kehidupan dan pembangunan berkelanjutan di Bali, ini kata kunci penting harus dikatakan dalam WWF nanti. Jadi Sustainability adalah yang utama,”

Forum Air Sedunia (World Water Forum/WWF, red) sendiri merupakan kegiatan rutin tiga tahunan yang memamerkan aneka ruang kreatifitas dan inovasi yang terkait ke-air-an. Forum ini merupakan wadah khusus multi-stakeholder dari seluruh dunia yang mempunyai perhatian di bidang sumber daya air.

“Lewat forum ini pula, sejumlah pihak mencari solusi tantangan di bidang Sumber Daya Air (SDA) di masa depan. Masalah tentang air ini menjadi isu politis di beberapa negara, di saat bersamaan stakeholder terkait mulai mencari solusinya yang didasari dengan kegiatan World Water Council (WWC) yang telah berdiri pada tahun 1996,” pungkasnya.

Nekat Mencuri Baterai Tower, Komplotan Litas Pulau Diringkus

TABANAN – Pantaubali.com – Humas, Sat Reskrim Polres Tabanan berhasil mengamankan 4 orang pelaku pencurian Baterai Tower milik Korban PT XL Indonesia dengan tafsiran kerugian materiil mencapai Rp. 18.400.000,-.

“Benar Kasus Pencurian Baterai Tower yang dilaporkan hilang pada hari Senin tanggal 22 Nopember 2021 oleh pihak korban telah berhasil diungkap dan pelakukan ditangkap oleh Tim Ospnal Sat Reskrim Polres Tabanan,” itu disampaikan, Waka Polres Tabanan Kompol Doddy Monza

Ada 4 (empat) orang terduga pelaku lintas Pulau dan barang Buktinya berhasil diamankan Sat Reskrim Polres Tabanan masing-masing berinisial HB(37) asal Desa Penambanagan, Kecamatan Pejarakan,Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur, ADA(31) asal Dusun Gilin, Desa Kebonagung, Kecamatan Kraksakan, Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur,AG (41) asal Dusun Krajan, Desa Penambangan, Kecamatan Pejarakan, Kabupaten Probolinggo,Jawa Timur dan RH (32) asal Dusun Talang, Desa Jambangan, Kecamatan Besuki, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Lebih lanjut Waka Polres menjelaskan kronologis singkat kejadian dengan menyampaikan, Bermula PT XL Indonesia selaku pihak Korban datang melapor bahwa, Baterai Tower TBG (Tower Bersama Group ) yang bertempat di wilayah Banjar Dinas Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat,Tabanan, raib digondol maling.

Selanjutnya kejadian ini ditindak lajuti oleh Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tabanan yang berbekal Surat Perintah melakukan serangkaian Penyelidikan mengawali turun di TKP melakukan pengamatan untuk menemukan alat bukti, pendataan dan juga menggali ketarangan dari para Saksi.

“Dari hasil penyelidikan ini petugas terus dmengembangkan sehingga mendapat Imformasi yang mengarah kepada terduka Pelaku lintas Jawa,” jelasnya.

Dengan berbekal hasil penyelidikan didapat didukung dengan alat bukti, pada Jumat,(3/12) Tim Opsnal Sat Reskrim melaksanakan penyelidikan di wilayah hukum Probolinggo-Jawa Timur. Dengan dibantu petugas setempat Tim berhasil mengamankan 4 (empat) orang terduka pelaku dan dari salah satu tangan pelaku ( Heru Baskoro ) Tim berhasil mengamankan alat yang digunakan berupa Palu dan Obeng, selanjutnya 4 (empat) orang pelaku dibawa ke Polres Tabanan, setelah di lakukan pemeriksaan, pelaku mengakui telah mengambil (mencuri) 8 (delapan) buah Battrey di Tower TBG (Tower Bersama Group) yang berlokasi di Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat,Tabanan.

Adapun modus operandi terduga pelaku merusak gembok pintu Rak Baterai, kemudian melepaskan Baterai dari tempatnya menggunakan obeng, selanjutnya pelaku membawa baterai tersebut dan dijual.Sembari Dirimya menambahkan, saat ini terduka pelaku dalam proses Penyidikan ditahan di Rutan Polres Polres Tabanan, dengan persangkaan melanggar Pasal 363 Ayat (1) Ke-4 dan Ke-5 KUHP, tentang Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman diatas lima tahun.

Dari keterangan salah satu pelaku,pelaku melakukan tindakan kriminal tersebut dikarenakan dipengaruhi minuman beralkohol.

4 Warga Ditegur Dalam Patroli Gabungan PPKM Level 2 Dilaksanakan Kodim Serta Instansi Terkait

TABANAN – Pantaubali.com – Pemantauan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 2 pada masa pandemi covid-19 di Wilayah Kabupaten Tabanan terus dilakukan secara intensif guna menegakkan aturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka penanggulangan covid-19 melalui patroli gabungan yang melibatkan instansi terkait diantaranya TNI Kodim 1619/Tabanan, Polri Polres Tabanan, Satpol PP Tabanan, Dinas Perhubungan dan BPBD Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut disampaikan Pgs. Perwira seksi operasi Kodim 1619/Tabanan Kapten Kav. Haryanto seijin Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P saat dikonfirmasi di makodim pada Rabu,(8/12).

Menurut Pgs. Pasiops Kodim Tabanan asal Baturaja Sumatera Selatan yang juga Danramil 1619-05/Kerambitan tersebut kegiatan patroli gabungan yang secara terus menerus dilaksanakan bersama instansi terkait itu dilaksanakan dengan menyasar tempat-tempat yang dianggap rentan terjadi kerumunan dan pelanggaran terhadap aturan PPKM level 2 yang diterapkan Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan. Seperti dilaksanakan pada patroli gabungan hari ini, Kegiatan patroli gabungan didahului dengan apel pengecekan kesiapan di Halaman Kantor Bupati Tabanan Jln.Pahlawan No.19 Desa Delod Peken Kecamatan /Kabupaten Tabanan yang diambil oleh Kabid II Satpol-PP Kabupaten Tabanan Putu Oka Pariadnyana dengan keterlibatan personil Kodim 1619/Tabanan sebanyak 5 orang, Polres Tabanan 5 orang, Satpol PP Tabanan 10 orang, personel dinas perhubungan 4 orang serta dari BPBD Tabanan 4 orang.

Menurut keterangan Kapten Kav Haryanto, Adapun kegiatan patroli PPKM level 2 tersebut dilaksanakan dengan pendekatan secara humanis namun tidak mengurangi ketegasan didalam menindak warga yang melanggar aturan PPKM level 2, penindakan dilakukan dengan tindakan fisik dan bila diperlukan di berikan sanksi administrasi oleh petugas gabungan hingga pemanggilan. jelasnya

Sedangkan untuk sasaran patroli gabungan hari ini menurutnya dipusatkan dibebarap tempat yaitu di pasar Tabanan, pasar dauh pala dan pasar terminal pesiapan karena pasar merupakan tempat berkumpulnya warga baik pedagang, pembeli maupun pengunjung lainnya sehingga, rentan terjadinya kontak dan penyebaran Covid-19.

“Intinya kita menegakkan aturan yang diterapkan pemerintah dalam PPKM level 2 sehingga kita semua terhindar dari covid-19 dengan memberikan pemahaman dan mengedukasi masyarakat agar lebih sadar akan pentingnya protokol kesehatan dimasa pandemi, sebab Pandemi Covid -19 sampai saat ini masih ada dan belum usai,” lanjutnya.

Sementara itu ia menambahakan, setelah kegiatan patroli gabungan dilaksanakan didapatkan hasil patroli yaitu warga masyarakat terutama yang ada di pasar-pasar tersebut sudah sebagain besar sadar dan peduli dengan menerapkan protokol kesehatan namun masiha ada ditemui warga yang tidak menggunakan masker dengan benar sehingga diberikan teguran secara lisan sebanyak empat orang.(Rilis).

Pria Asal Marga, Gantung Diri Tingalkan Sepucuk Surat

TABANAN – Pantaubali.com – Pria 46 tahun berinisial IGKRlS dari Desa Peken Belayu, Marga,Tabanan,Selasa,(7/12) kurang lebih jam 18.00 wita ditemukan telah gantung diri di plafon kamar tidur dengan menggunakan tali plastik warna coklat.Sebelum mengakhiri hidupnya, korban juga sempat menulis surat disecarik kertas.

Adapun kronologis terkait kejadian tersebut menurut Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan rilisnya menyampaikan, Selasa,(7/12) sekitar pukul 18.00 wita salah satu saksi bernama, I Gede Yogi Kurniawan selesai makan hendak bermaksud meminta rokok ke bapaknya ( korban ) bersamaan dengan itu ibuknya menyuruh membangunkan bapaknya ( korban ) selanjutnya menuju kamar tidur korban di lantai 2.

Setelah sampai langsung membuka pintu kamar tidur dilihat Bapaknya (korban) ada dalam keadaan tergantung di plafon kamar tidur dengan menggunakan tali plastik warna coklat.

“Spontanitas saksi 1 berteriak dengan mengatakan, korban dilihat tergantung dan saat itu didengar I Bagus Astawa Putra dan langsung mendatangi kamar korban dan mengecek kondisi korban masih lemas,” katanya.

Selanjutnya korban diturunkan dengan memotong tali yang digunakan untuk mengakhiri hidupnya dengan mengan cara mengantung diri.Setelah korban diturunkan pihak keluarga mulai berdatangan membantu untuk membawa korban ke Rumah Sakit Bali holistik setelah diadakan pemeriksaan.

“Oleh tim medis korban dinyatakan sudah meninggal dunia, selanjutnya korban dibawa pulang oleh pihak keluarga,” katanya.

Adapun hasil pemeriksaan team medis yaitu, pada leher ditemukan lebam melingkar bekas jeratan tali, pada kemaluan mengeluarkan cairan serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban.

Menurut Subagia dalam keterangan rilisnya menyampaikan, belum diketahui motif bunuh diri dilakukan korban tersebut.

Polres Tabanan Bentuk Posko Peduli Semeru

TABANAN – Pantaubali.com – Demi Kemanusiaan dalam rangka membantu korban bencana alam Erupsi Gunung Semeru,Lumajang,Jawa Timur terjadi pada Sabtu,(4/12), Polres Tabanan Telah membentuk “Posko Bali Peduli Semeru Polres Tabanan” , pada hari Rabu,(8/12).

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., didampingi Waka Polres Tabanan, Pejabat Utama Polres Tabanan, Kapolsek Jajaran Polres Tabanan secara spontanitas memberikan sumbangan berupa Donasi, Pakaian layak pakai, dan Sembako.

Semua bagian, Satuan fungsi, dan Jajaran Polsek se Polres Tabanan turut berpartisipasi memberikan sumbangan sukarela yang dikumpulkan di “Posko Bali Peduli Semeru Polres Tabanan”

Untuk pengumpulan sumbangan berupa barang dikoordinir oleh Bagian Logistik Polres Tabanan dan Donasi dikoordinir oleh Bagian Sumber Daya Manusia.

Bahwa seperti diketahui bersama bahwa, beberapa hari lalu telah terjadi bencana alam erupsi Gunung Semeru, mengakibatkan korban jiwa dan kerugian material, Kami dari Polres Tabanan tidak tinggal diam, atas Instruksi dan petunjuk Bapak Kapolda Bali Kepada Seluruh Polres Jajaran Polda Bali untuk membentuk ” Posko Bali Peduli Semeru Polres Tabanan”.

“Kami Polres Tabanan langsung menindak lanjutinya, Posko ini dibentuk bukan hanya untuk anggota Polres Tabanan, akan tetapi juga diperuntukkan bagi masyarakat yang Berdonasi dan Memberikan Bantuan kepada saudara-saudara kita yang saat ini Sedang mengalami Musibah eurupsi Gunung Semeru,” jelasnya.

Jika ada masyarakat hendak memberikan sumbangan, silahkan datang ke Polres Tabanan, dibuka setiap hari sampai pukul 17.00 Wita sampai dengan hari Sabtu tanggal 11 Desember 2021.

“Kami Juga membuka posko di jajaran Polsek se Polres Tabanan. Setelah nanti sumbangan terkumpul Kami akan kirim melalui Posko Polda Bali untuk nantinya diteruskan kepada masyarakat di Posko- Posko Pengungsian yang ada di seputaran daerah yang terdampak Erupsi Gunung Semeru saat ini,” pungkasnya.

Pertama di Era Gubernur Koster, Pemprov Bali Raih Anugerah Meritokrasi Tertinggi SANGAT BAIK

SURABAYA – Pantaubali.com – Di penghujung Tahun 2021, Pemerintah Provinsi Bali kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, untuk pertama kalinya Provinsi Bali mendapatkan Penghargaan Tertinggi dalam Reformasi Birokrasi  melalui Anugerah Meritokrasi KASN 2021 dengan Predikat SANGAT BAIK. Dengan raihan poin  330, Pemprov Bali menduduki posisi ke 4 dari 10 Instansi Pemerintah pada Tingkat Provinsi/Kota/Kabupaten dengan Hasil Penilaian Sistem Merit Kategori Sangat Baik. Piagam penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD)  Provinsi Bali Ketut Lihadnyana, mewakili Bapak Gubernur Bali di The Westin Grand Ballroom, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (7/12). 

Kepala BKD Ketut Lihadnyana seusai penyerahan penghargaan menyampaikan bahwasanya  Pemerintah Provinsi Bali memperoleh kategori SANGAT BAIK dalam penerapan sistem merit. Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan tertinggi bagi instansi pemerintah baik Kementerian, Lembaga maupun  Pemerintah Daerah yang diberikan oleh Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN)  dalam penerapan sistem merit dalam manajemen kepegawaian  guna terwujudnya  Reformasi Birokrasi.

“Untuk pertama kalinya sejak kepemimpinan Bapak Wayan Koster, Pemprov Bali meraih penghargaan tertinggi dalam Anugerah Meritokrasi. Penghargaan ini diperoleh karena  komitmen tinggi dari  Bapak Gubernur, dalam menerapkan prinsip-prinsip meritokrasi pada manajemen kepegawaian di Provinsi Bali, kita berkomitmen tinggi mewujudkan reformasi birokrasi di Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka menciptakan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, terbuka, transparan dan akuntabel,” imbuhnya.

Sementara itu, di tempat terpisah Gubernur Bali Bapak Wayan Koster menyampaikan  penghargaan yang tinggi kepada KASN atas kerjasama dan bantuannya selama ini sehingga reformasi birokrasi melalui sistem merit dapat berjalan dengan baik dalam rangka mewujudkan sistem tata kelola pemerintah daerah yang efektif efisien, terbuka, akuntabel, dan bersih serta meningkatkan pelayanan publik terpadu yang cepat, pasti dan murah.

Selaku pejabat Pembina kepegawaian, Gubernur asal Desa Sembiran, Buleleng ini memandang bahwa sistem merit merupakan hal yang sangat penting dan strategis dalam membuat kebijakan di bidang kepegawaian sehingga birokrasi di Provinsi Bali menjadi lebih profesional, gesit dan inovatif.

“Saya berharap keberadaan dan eksistensi dari KASN dan pelaksanaan sistem merit tetap dipertahankan guna mewujudkan pegawai ASN yang profesional, bekerja dengan fokus,tulus dan lurus,” tuturnya.

Untuk diketahui Anugerah Meritokrasi ini merupakan bentuk apresiasi tinggi terhadap instansi pemerintah yang telah berhasil menerapkan sistem merit. Terdapat delapan aspek penilaian dalam penghargaan Anugerah Meritokrasi yakni perencanaan kebutuhan, pengadaan, pengembangan karier, promosi dan mutasi, manajemen kinerja, penggajian, penghargaan, dan disiplin, perlindungan dan pelayanan, serta sistem informasi. Selama tahun 2021 KASN sudah melakukan penilaian terhadap total 347 instansi pemerintah. Sebanyak 106 instansi pemerintah mendapat kategori baik dan 46 instansi mendapatkan kategori sangat baik.

Dalam acara yang dilaksanakan secara luring dan daring ini turut dihadiri oleh Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin yang hadir secara daring, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua KASN Agus Pramusinto, Wakil Ketua KASN Tasdik Kinanto, para Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia yang hadir secara langsung maupun virtual, para Kepala Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan Lembaga Non Struktural.(Rilis)

Pemkab Tabanan Terima DIPA 2022 di Kantor Gubernur Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan menerima DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) dan Buku Daftar Alokasi Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun anggaran 2022 dari Gubernur Bali I Wayan Koster. Dalam acara tersebut, Gubernur Bali juga menyerahkan DIPA dan TKDD 2022 kepada delapan Kabupaten/Kota dan Kementerian/Lembaga lainnya di Bali, Selasa, (7/12), di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali.

Penyerahan DIPA tersebut turut disaksikan Kakanwil DJPB Bali, Forkopimda Provinsi Bali, Ketua DPRD Propinsi Bali, dan dihadiri oleh Kepala daerah/Wakil Kepala Daerah se-Bali ataupun perwakilan, para perangkat daerah di lingkungan Provinsi Bali, instansi vertikal dan BUMD serta para awak media, baik media cetak maupun elektronik baik secara langsung ataupun melalui videoconference.

Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari penyerahan DIPA secara nasional oleh Presiden RI kepada seluruh Menteri, Gubernur dan lainnya pada 29 November 2021yang lalu di Istana Negara.

“Dengan dilakukan penyerahan DIPA pada bulan Desember 2021 ini, diharapkan seluruh instansi dan kelembagaan dalam daerah bisa langsung melakukan persiapaan pelaksanaan kegiaatan untuk anggaran tahun 2022 ini agar bisa direalisasikan,” ujar Gubernur Koster.

Lanjutnya, secara substansial DIPA bermakna sebagai penjabaran program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat yang harus direalisasikan dengan penuh tanggung jawab. Evaluasi atas kinerja tahun sebelumnya, harus dijawab dengan akselerasi pencapaian target kinerja melalui langkah-langkah inovatif dan kreatif dalam tahun kedepannya. Untuk itu, Ia meminta kepada semua pihak terkait agar terus melakukan sinergi program untuk menciptakan kebijakan yang utuh, komprehensif dan berkesinambungan sesuai arahan Presiden RI.

Berdasarkan laporan Kakanwil DJPB Bali, Teguh Dwi Nugroho, alokasi dana tahun 2022 untuk Provinsi Bali secara jumlah menurun 4 persen dari tahun 2021. Hal ini merupakan strategi pemerintah untuk memulihkan APBN. Ia juga berpesan agar pelaksanaan DIPA tahun 2022 ini bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ia juga menegaskan untuk melakukan percepatan pelaksanaan anggaran dengan percepatan pengadaan barang dan jasa tidak perlu menunggu Januari 2022 agar program-program bisa segera direalisasikan.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tabanan sangat mengapresiasi pelaksanaan penyerahan DIPA dan TKDD ini dan komitmen untuk selalu melaksanakan koordinasi dengan pihak provinsi maupun pusat, demi pembangunan di Kabupaten Tabanan secara berkelanjutan. Selain itu, Edi Wirawan juga akan memastikan, bahwa dana yang akan diterima tersebut akan diawasi dengan ketat dalam penggunaannya serta penuh dengan tanggung jawab. (Rilis)

Gubernur Koster Buka Musda Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata di Nusa Dua

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan bahwa di dalam masa kepemimpinannya sangat konsen dalam perbaikan tata kelola pariwisata di Pulau Dewata, sekaligus menepis anggapan bahwa pariwisata tidak menjadi prioritasnya lagi.

“Justru Saya ingin tata pariwisata Bali dengan lebih baik lagi, agar semakin baik, berkualitas, berkelanjutan sehingga mampu memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Bali,” tandas Gubernur Koster saat membuka Musyawarah daerah Pengurus Daerah Federasi Serikat Pekerja Pariwisata, (PD FPS Par–SPSI) Provinsi Bali di Bali Plagoo Hotel, Nusa Dua, Badung pada Senin (Soma Umanis, Pujut),6/12).

Dihadapan perwakilan pekerja pariwisata seluruh Bali, Gubernur juga menyampaikan kebijakan-kebijakan yang sedang dijakankan melalui Pergub dan Perda, salah satu tujuannya adalah mengembalikan aura dan taksu Bali, sehingga mampu meningkatkan citra dan nama baik Bali di mata internasional.

“Pariwisata yang Kita bangun adalah pariwisata yang berbasis budaya dan berorientasi pada kualitas. Pariwisata kita dorong dengan ekosistem yang baik, sehingga struktur ekonomi Bali lebih kuat dan kokoh. Bali yang berdikari di bidang ekonomi, harmonis pada alam, ramah lingkungan, menjaga kearifan lokal, berdaya saing dan berkelanjutan,” urai Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dirinnya mencontohkan, Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 28 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Pariwisata Bali. Pergub ini diluncurkan bersamaan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2020 tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Budaya Bali. Lalu ditambah lagi Pemerintah Provinsi Bali mensosialisasikan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2018 tentang Hari Pengunaan Busana Adat, Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali, hingga Pergub Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

“Semua kebijakan ini untuk membangkitkan kembali aura Bali,“ tukas Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Lalu, dijelaskan pula kebijakan seperti Peraturan Gubernur Bali nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih, serta Pergub 48 tahun 2019 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai semakin membuat citra Bali harum di mata dunia.

Tak kalah penting, pembangunan infrastruktur pendukung dan pengembangan destinasi-destinasi wisata baru akan turut mendukung terciptanya iklim pariwisata yang lebih baik lagi.

“Shorcut Singaraja-Denpasar 1-6 selesai, dan dilanjutkan sampai titik 9-10 plus titik 11. Pelabuhan Segitiga Bias Munjul, Nusa Ceningan- Sampalan, Nusa Penida-Sanur, Denpasar, Pusat Kebudayaan Bali, Tol Gilimanuk-Mengwitani, hingga Benoa Marine Tourism Hub dan lainnya. Tidak pernah ada pembangunan seperti ini di Bali sebelumnya, terpikir pun tidak pernah,” katanya lagi.

Untuk itu pula, Gubernur Koster menjamin bahwa kedepan sektor pariwisata akan tetap menjadi primadona dan bahkan akan terus ditingkatkan namun akan perlahan diseimbangkan dengan sektor lainnya di bali seperti pertanian, perikanan kelautan, industri, UMKM, dan lainnya.

“Hanya persentase-nya di perekonomian Bali yang berkurang, artinya sektor lain akan mengejar nilai ekonomis yang didapatkan sektor pariwisata sehingga lebih seimbang dari hulu ke hilir. Pariwisata maju, pertanian dan sektor lainnya juga maju. Lebih harmonis dengn yang lain, maka perekonomian Bali akan lebih kuat dan kokoh,” ujar alumnus ITB Bandung ini.

Namun demikian, Gubernur Koster mengajak seluruh stakeholder pariwisata untuk tetap optimis dan bersyukur terlebih situasi pandemi yang semakin hari semakin menunjukkan tren melandai di Bali.

“Kita harus sama-sama bersabar karena jika bablas dibuka dan menunjukkan lonjakan, maka akan sangat sulit untuk mengatasinya lagi. Perlu disadari bahwa Bali akan jadi tuan rumah G20 dan pertemuan dunia lain di tahun 2022, sehingga setiap hari kondisi pandemi di Bali jadi perhatian WHO. Sekali ada lonjakan maka bisa hilang momentum pemulihan pariwisata kita,” papar Gubernur Bali seraya berharap pengalaman ini akan memberikan pengetahuan kita semua tentang cara pandang dan sikap kita menghadapi masa depan Bali yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua DPD FPS Par–SPSI Provinsi Bali Putu Gunarta mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak, khususnya Gubernur Bali, Wayan Koster yang telah memberikan perhatian khusus pada para pekerja pariwisata selama masa pandemi ini.

“Terima kasih atas perhatian kepada kami, seperti belum lama ini telah memberikan bantuan beras sebanyak 5 ton yang diberikan oleh Bapak Gubernur Koster kepada anggota Kami. Kedepan Kami ingin menjalin komunikasi yang lebih erat lagi dan kami mohon bimbingan bapak,” tukas Gunarta dalam sambutannya.

Musda PD FPS Par–SPSI yang dihadiri lebih dari 100 peserta dari perwakilan seluruh Bali tersebut dijalankan dengan menggunakan prokes yang ketat serta diagendakan pula untuk memilih Ketua DPD yang baru. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Ketua Umum FPS Par–SPSI Yorrys T.H Raweyai, Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Bali, Nusa Tenggara dan Papua, Toto Suharto, Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda.

Walaupun Mendung Dan Hujan Personil Polsek Tabanan Tetap Lalukan Yustisi PPKM Level 2

TABANAN – Pantaubali.com – Dipimpin Pawas Iptu M Taufiq Effendi S.H., Personil Polsek Tabanan dengan menurunkan Patroli Samapta , Reskrim, Binmas dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan protokol kesehatan ( Prokes ) di Pasar Tradisional Tabanan, Pasar Dauh Pala, Terminal Persiapan dan terminal Transit Kota Tabanan, serta pertokoan. (Senin,(6/12).

Seijin Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., Kapolsek Tabanan AKP I Made Pramasetia, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan, bahwa kegiatan Yustisi PPKM ( Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ) Level 2 ini dilakukan juga merupakan sebagai kegiatan imbangan yang dilaksanakan Polsek Tabanan dalam rangka Operasi Kontijensi Aman Nusa Agung II 2021. Yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran covid19 varian baru ( Omicron ).

“Kami tetap menghimbau masyarakat dalam melakukan berbagai kegiatan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.

Jangan sampai lengah, walaupun kasus terkonfirmasi positif covid19 cendrung mengalami penurunan, kita harus tetap waspada.

“Sekali lagi kita tidak boleh gegabah, kata Kapolsek Tabanan,” ucapnya.

Dari hasil pemantauan personil di lapangan kepatuhan masyarakat untuk menerapkan Protokol Kesehatan masih cukup tinggi, di tempat keramaian seperti pasar dan tempat keramaian lainnya masyarakat sudah menggunakan masker dan mentaati himbauan petugas pencegahan penyebaran covid19.

Saat ini walaupun cuaca mendung dan hujan anggota Polsek Tabanan tetap semangat melaksanakan tugas, demi kemanusiaan sebagai pelindung, pengayom dan pelayanan yang prima Kepolisian , untuk mewujudkan Polri yang presisi., ( prediktif, responsibilitas, transparansi, berkeadilan ). Ungkap AKP I Made Pramasetia, S.H., S.I.K., M.H., (Rilis).