- Advertisement -
Beranda blog Halaman 793

Buka Fashion Show Bali Bangkit Tahap V, Ny Putri Koster Ajak Pegawai ASN dan Non-ASN Pahami Penggunaan Pakaian Rapi dan Elegan ke Kantor

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster terus berupaya menyemangati perajin Bali. Selain menyiapkan tempat pameran secara gratis di areal Art Center secara bergilir bagi perajin yang berasal dari sembilan Kabupaten/Kota se-Bali, Ny Putri Koster juga memberi motivasi penggunaan pakaian berbahan tenun tradisional (endek) bagi pegawai ASN/ Non-ASN dilingkungan Pemerintah Provinsi Bali.

“Mari bersama kita jaga kelestarian warisan budaya daerah kita, salah satunya produksi kain tenun tradisional berupa endek Bali, dengan cara memulai dari diri kita sendiri dan lingkungan. Dengan menggunakan kain tenun buatan daerah sendiri secara tidak langsung kita menghidupkan kembali lingkaran perekonomian bagi perajin. Memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang menekuni pembuatan kain tenun tradisional Bali berupa endek. Jangan sampai warisan adiluhung yang sedari dulu dipertahankan para leluhur, lenyap di masa kini karena kita yang enggan atau tidak mau menggunakannya,” ujar Ny Putri Suastini Koster dalam sambutannya saat membuka kegiatan fashion show Biro Umum dan Protokol serangkaian memeriahkan pagelaran Pameran IKM Bali Bangkit Tahap V Tahun 2021, di Gedung Ksirarnawa-Art Center-Denpasar, Sabtu (11/12).

Jangan tergiur dengan harga murah namun kualitas kain didapat kurang paten bahkan merupakan produksi luar Bali. Karena sebagian besar kain yang di pasaran adalah produksi luar Bali, yang dibuat dalam jumlah banyak dan dijual dengan harga murah (puluhan hingga ratusan ribu rupiah).

“Namun hal ini secara langsung membunuh perajin tenun tradisional Bali yang dengan susah payah menciptakan motif, namun tidak laku hanya gara-gara motif yang diciptakan tersebut sempat dijiplak dan dijual murah oleh oknum lain,” imbuhnya.

Dengan mengadakan fashion Show melibatkan pegawai dan staf ASN maupun Non-ASN, maka setidaknya mampu membantu dan memberi peluang penjualan kain tenun tradisional Bali yang sedang dipamerkan di Art Center.

Selain membuka peluang bisnis bagi perajin, fashion show seperti ini juga memamerkan jenis kain, model baju dan tatanan berpakaian yang rapi, elegan dan tetap santun.

“Seksi itu tidak mesti terbuka, namun terlihat apik, elegan, rapih dan santun juga bisa dikatakan seksi. Karena seksi itu adalah ‘good looking’ di mata orang lain sekalipun pakaiannya tetap tertutup,” kata Ny Putri Suastini Koster.

Pada tahun yang akan datang, Ketua Dekranasda Provinsi Bali akan menyelenggarakan fashion show bagi 40 instansi OPD secara bergilir. Saat kegiatan berlangsung, akan dipersilahkan bagi tiga OPD menyiapkan pegawai dan stafnya untuk tampil. Di mana masing-masing OPD menyiapkan 25 pasangan untuk tampil menggunakan pakaian kasual, pakaian ke kantor dan pakaian adat ke kantor, dengan menggunakan kain yang terbuat dari tenun tradisional Bali, dan didesain oleh desainer yang paham akan tata krama berpakaian rapi dan elegan untuk ke kantor.

Dengan terselenggaranya fashion show yang melibatkan pegawai dan staf ASN serta Non-ASN ini, dimaksudkan agar setiap individu akan mampu membedakan jenis pakian adat ke pura (menggunakan kain sifon dan brokat dengan karakter kain yang melilit atau tidak langsung jadi), dengan pakaian adat ke kantor (menggunakan kain berbahan endek dan dimodifikasi semenarik mungkin menggunakan kain yang sudah dijahit langsung serta dipadukan selendang yang terbahan kain tenun juga).

Di masa yang akan datang, fashion show penggunaan kain tenun tradisional Bali saat ke kantor baik itu pakaian kasual, pakaian endek resmi ke kantor dan pakaian adat ke kantor akan dinilai langsung dan ditentukan 10 besar terbaik.

“Dengan begitu kesadaran untuk berpakaian rapi ke kantor akan menjadi tradisi, budaya dan kebiasaan yang baik bagi pegawai, staf bahkan pimpinannya, sehingga mampu menjadi tauladan bagi masyarakat yang sedang membutuhkan layanan publik,” pungkasnya.

 

Tabanan Raih Alokasi DID Dari Kinerja Pencegahan Korupsi

TABANAN – Pantaubali.com – Bertepatan pada hari antikorupsi sedunia, Pemerintah Kabupaten Tabanan raih alokasi DID dari kinerja pencegahan korupsi dari 20 Pemerintah Daerah yang ada di Indonesia.

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan (DirjenPK), Astera Primanto Bhakti membuka pelaksanaan kegiatan.

“Sosialisasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 160/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan DID serta Penyampaian Penghargaan Daerah Penerima Alokasi DID untuk Kategori Pencegahan Korupsi,” yang dilakukan secara virtual dan disiarkan secara langsung dalam akun youtube DitjenPK Kemenkeu RI, Jumat, (10/12).

Di tengah kondisi Pandemi saat ini, setiap rupiah akan sangat berharga untuk membantu masyarakat dan memulihkan perekonomian. Inilah kesempatan Pemerintah bersama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk bergandengan tangan lebih erat untuk mengawasi secara bersama atas implementasi program-program Pemerintah, sehingga tidak terjadi fraud baik dalam pengelolaan Keuangan Negara ataupun dalam pengelolaan Keuangan di Daerah.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kemenkeu Pemerintah Daerah yang menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan desentralisasi fiskal juga memegang peranan yang sangat strategis sehingga, Kementerian Keuangan turut mendorong agar upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi dilakukan oleh seluruh Pemerintah Daerah. Untuk itu, Kementerian Keuangan memberikan penghargaan berupa alokasi Dana Insentif Daerah (DID). Alokasi DID diberikan kepada Pemerintah Daerah yang memperoleh nilai kinerja minimal 76 dengan kategori (B).

Sebagai salah satu daerah yang memperoleh alokasi DID dari kinerja pencegahan korupsi, Bupati Tabanan Dr I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M, sangat mengapresiasi penghargaan yang diberikan.

“Kami selaku Pemerintah Kabupaten Tabanan berharap untuk bisa terus mendukung upaya pemerintah pusat dalam penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme” Kata Sanjaya. (Rls)

 

Sat Samapta Polres Tabanan Himbau Prokes Akhir Pekan Di DTW Tanah Lot

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif dan mencegah terjadinya penyebaran covid19 melalui kerumunan di tempat publik, Satuan Samapta Polres Tabanan dengan menurunkan Unit Pam Obvit dan Unit Patroli Samapta melakukan pengawasan protokol kesehatan di tempat wisata.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K , M.H., melalui Kasat Samapta Polres Tabanan AKP I Nyoman Suadi, S.H., mengatakan pada hari Sabtu tanggal 11 Desember 2021, bahwa kegiatan patroli yang dilakukan adalah rangka mengantisipasi liburan akhir pekan, yang mana merupakan potensi terjadinya kerumunan di tempat wisata. Saat ini kami dari Polres Tabanan bersinergi dengan pihak terkait melakukan pengawasan dan himbauan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan di Daerah Tujuan Wisata Tanah Lot. Ungkap Kasat Samapta Polres Tabanan.

Lebih lanjut disampaikan pelaksanaan pengawasan Prokes ini juga sebagai tindak lanjut dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) level 2 dan menjadi bagian dari Patroli Samapta dalam rangka Operasi Kontijensi Aman Nusa Agung II 2021, untuk melakukan pencegahan penyebaran covid19 Varian baru.

Mari kita semua tetap disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan, walaupun kasus terkonfirmasi positif covid19 cendrung mengalami penurunan, kita semua tidak boleh lengah dan gegabah, tetap menggunakan masker, dan menjaga jarak saat berinteraksi sosial dengan orang lain, demikian juga sarana Prokes yang tersedia di tempat publik agar dimanfaatkan termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi agar diperhatikan, guna mencegah kerumunan. Ucap Kasat Samapta Polres Tabanan.

Kejar Prestasi, Atlet PERPANI Bali Latihan Bersama PPLP Jawa Barat

DENPASAR – Pantaubali.com – Perpani, Untuk meningkatkan kemampuan menambah pengalaman serta menimba ilmu dari daerah lain, atlet panahan Bali yang dikoordinir Perpani Bali menyelenggarakan latihan bersama dengan atlet panahan dari Jawa Barat yang tergabung dalam Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar Jawa Barat di Kapangan Buyung, Denpasar, Sabtu (11/12).

Ketua Umum Perpani Bali, Made Rentin dalam sambutannya saat membuka kegiatan latihan menyampaikan bahwa kegiatan latihan seperti ini adalah sebagai sarana untuk menimba ilmu dari para atlet dari daerah lain yang sudah memiliki pengalaman dan prestasi lebih dibandingkan dengan kita, sehingga akan dapat teori dan teknik baru untuk menambah kemampuan atlet Bali.Selain itu kegiatan latihan bersama seperti ini adalah ajang bertukar pengalaman.

“Yang tidak kalah penting dari kegiatan ini adalah kita bisa bersilaturahmi atau me “Simakrama” bertemu dan bertukar pikiran satu sama lain, sehingga banyak hal, banyak informasi yang bisa kita bagi baik masalah olah laga maupun hal penting lainnya” tandasnya.

Rentin juga mentemangati para atlet bahwa hanya dua hal yg bisa mengibarkan bendera merah putih di dunia atau di negara lain yaitu kunjungam presiden dan ketika atlet memperoleh prestas atau medali dalam sebuah kejuaraan.

“Jadi banggalah kita insan olah raga yg punya kesempatan mengharumkan nama bangsa Indonesi di kancah internasional, jadi atlet memiliki peluang yang sangat besar bisa ikut mengibarkan Sang Merah Putih di dunia, tegasnya.

Cita2 perpani Bali tidak hanya berprestasi di tingkat naaional tetapi kalau bisa harus dijejar juga prestasi intermasional. Selain Bali sudah terkenal di Inteenasional, atlet Bali juga harus berprestasi Internasional.

“Mohon selama latihan jaga kebersamaan, jangan memikirkan kalah dan menang tetapi jadikan pengalaman dan menambah persahabatan. Tetap taati protokol kesehatan agar selesai latiha semua tetap sehat,” pungkasnya

Menurut sekretaris Perpani Provinsi Bali, Fajar, latihan bersama ini melibatkan
9 Atlet dari PPLP Jawa Barat dan 15 Atlet Pelajar Perpani Bali. Atlet Jabar didampingi oleh 3 Pelatih/ Official.

Latihan ini terselenggara karena ada Permintaan Try Out dari PPLP Jabar. Dengan permintaan tersebut Perpani Bali menggandeng Perpani Denpasar utk membantu memfasilitasi terkait lahan latihan bersama karena Perpani Bali belum memiliki tempat latihan Panahan sendiri.

Tujuan latihan bersama ini selain sebagai silaturahmi juga sebagai alat mengukur pestasi atas hasil latihan selama ini, jelasnya

Ketua rombongan PPLP Jawa Barat, Rachmat mengharapkan latber ini bisa dijadikan evaluasi dan sebagai panduan untuk perbaikan ke depan.

Dalam latihan kali ini juga hadir Waketum I Perpani Bali yang juga Ketua Perpani Denpasar, Nyoman Mardika, Ketua Perpani Kabupaten Badung, Adi Astragiri .

Edukasi Menghormati Orang Tua, Puluhan Murid TK Kunjungi Panti Jompo

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya memberi pendidikan agar menghormati orang tua, puluhan murid TK Pradnya Pramita Sadu di Jalan Teratai, Desa Dauh Peken, Tabanan melakukan kunjungan ke panti jompo, kampung investasi hati milik Pemerintah Kabupaten Tabanan, di desa Bongan, Tabanan, Selain mengunjungi para lansia ditempat tersebut, juga diserahkan bingkisan bagi penghuni panti,Jumat (10/12).

Tampak antusias anak – anak sangat luar biasa. Usai mengucapkan doa, satu persatu mereka memberikan bunga mawar sebagai bentuk cinta kasih mereka pada kakek dan nenek yang tinggal di panti.

Bahkan mereka pun diajak berkeliling melihat kondisi panti yang baru pertama kalinya dikunjungi tersebut. Tampak hadir menyambut keluarga besar TK Pradnya Pramita Sadu, Kepala Dinas Sosial kabupaten Tabanan I Gede Nyoman Gunawan, serta Kepala UPT Pelayanan Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Tabanan, serta sejumlah pengurus panti.

Kepala TK Pradnya Pramita Sadu, Gusti Made Erawati mengatakan, tujuan kegiatan ini ingin mengajarkan anak anak untuk saling menyayangi dengan siapapun. Selain bentuk pembelajaran di lapangan, paling tidak melalui kegiatan ini ingin mengajarkan anak-anak saling menyayangi dengan siapapum. Karena disana anak-anak bisa berinteraksi dengan kakek dan nenek yang ada di panti jompo tersebut.

“Kegiatan yang kami sebut tali kasih ini untuk menanamkan nilai-nilai moral pada anak, agar dapat emmahami bagaimana berbagi pada orang yang membutuhkan, mengenal bagaimana cara saling memberi tanpa membedakan status sosial, serta menumbuhkan rasa cinta kasih,” jelasnya.

Lan jut kata Erawati, kegiatan ini merupakan pertama kalinya digelar dan kemungkinan akan berlanjut dengan menyasar lokasi lainnya.

“Intinya kami ingin menumbuhkan karakter budi pekerti sejak usia dini, karena usia mereka ini (TK) sangat cocok untuk diberikan pemahaman dan pengertian bentuk rasa cinta kasih dan ikut peduli,”ucapnya.

Selanjutnya Kepala Dinas Sosial kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan, sangat mengapresiasi kegiatan tali kasih dilakukan oleh TK Pradnya Pramita Sadu. Menurutnya kegiatan ini sangat tepat uintuk melatih kepekaan sosial anak –anak sejak dini. Khususnya bagaimana mereka bisa menghormati para orang tua.

“Saya sangat berterima kasih sekali dan sangat senang melihat anak-anak usia TK sudah ikut diajak peduli untuk membantu, dan memang pembelajaran karakter ini sangat dibutuhkan untuk menghasilkan generasi atau SDM yang unggul dan bermoral baik nantinya,”tutupnya.

Puji Kolaborasi Kain Tenun Bali dan Lampung, Ny Putri Koster Harap Perajin Dua Provinsi Makin Sejahtera

BADUNG – Pantaubali.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny Putri Koster memberikan apresiasi mendalam kepada desainer Nola Marta yang berhasil memadukan kerajinan Lampung dikolaborasikan dengan kain khas Bali, yaitu tenunnya menggunakan kain tapis khas Provinsi Bali. Dengan kolaborasi kedua provinsi ini, ia berharap para perajin dari Bali dan Lampung akan semakin terangkat.

Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi galeri Nola Marta yang bertempat di Jalan Kayu Aya, Seminyak, Badung, pada Jumat (10/12).

Dalam kesempatan pagi itu, Ny Putri Koster yang dikenal akan perhatiannya pada warisan leluhur dan perajin itu mengatakan bahwa hingga saat ini Pemprov Bali beserta Dekranasda Bali terus berupaya untuk mensejahterakan para perajin Bali tanpa meninggalkan warisan leluhur yang adiluhung.

“Hal itu bisa kita lihat Pameran Bali Bangkit di Taman Budaya Denpasar, yang juga sempat dikunjungi Dekranasda Lampung kemarin, yang terus memamerkan barang-barang berkualitas yang merupakan ciri khas Bali dari dulu,” jelasnya kepada Ketua Dekranasda Provinsi Lampung Ny Riana Sari Arinal beserta desainer kondang Didiet Maulana yang juga tampak hadir pada kesempatan tersebut.

Tak hanya itu, lanjut Ny Putri Koster, bahkan ke depan Pemprov Bali akan membangun Pusat Kesenian Bali, dan salah satunya akan dibangun Bali Convention Center.

“Di Bali Convention Center, tidak hanya memamerkan kerajinan khas Bali, namun juga bisa digunakan oleh provinsi lain untuk memperkenalkan kerajinan mereka,” imbuhnya.

Mengenai keberadaan galeri Nola Marta, ia berharap ke depan karya-karyanya bisa semakin dikenal sehingga bisa mensejahterakan para perajin. Tak hanya itu, kepada Nola Marta dan Didiet Maulana, ia pun berharap untuk selalu menggunakan produk asli daerah, meskipun dengan harga yang lebih mahal, namun ia meyakini kualitas yang diperoleh juga akan jauh lebih bagus.

“Saya tidak hanya ingin mengangkat kesejahteraan para perajin, namun mereka harus benar-benar memamerkan dan menjual kerajinan khas Bali, bukan jiplakan,” tambahnya.

Menurutnya, hal penjiplakan sekarang makin marak terjadi, dan sangat disayangkan karena itu bisa membunuh kerajinan khas daerah secara pelan-pelan.

“Seyogyanya sama seperti Bali, kain tapis Lampung harus dibuat oleh orang-orang Lampung, dipasarkan oleh orang Indonesia dan digunakan oleh seluruh dunia,” ujarnya seraya mengatakan pengakuan dunia sudah didapat sejak digunakannya endek oleh rumah mode Christian Dior.

Ketua Dekranasda Lampung Riana Sari Arinal pun mengatakan bahwa belajar dari Bali, saat ini Provinsi Lampung tengah menggenjot kerajinan khas Lampung, salah satunya kain tapis. Dahulunya kain tapis digunakan untuk keperluan adat, namun seiring perkembangan zaman, kain tapis mulai digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

“Untuk itu kami terus berusaha memasarkan kain tapis hingga keluar negeri,” jelasnya.

Ia pun mengapresiasi Nola Marta yang telah memilih kain tapis sebagai material karya-karyanya, hingga bisa menembus New York Fashion Week tahun 2019 yang lalu.

“Kini galerinya telah hadir di Pulau Dewata, sehingga kain kami bisa dikenalkan secara luas. Semoga nanti kolaborasi perajin Lampung dan Bali bisa semakin ditingkatkan, sehingga kesejahteraan kedua belah pihak bisa ditingkatkan lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Nola Marta dan Didiet Maulana sama-sama menyatakan apresiasi karena merupakan sejarah baru bahwa dua provinsi sama-sama bergandengan memperkenalkan kerajinan kainnya hingga nanti bisa dikenal ke dunia mancanegara. Apresiasi juga dilayangkan untuk Ny Putri Koster yang tidak kenal lelah menggaungkan kain tenun songket dan endek Bali sehingga dikenal secara luas serta bisa mendapatkan tempat yang istimewa dan berkelas di tengah-tengah masyarakat.

Seusai membuka galeri, Ny Putri Koster bersama dengan Ny Riana Sari Arinal dan Didiet Maulana berkesempatan meninjau galeri Nola Marta. Pada kesempatan di Jumat pagi itu, Ny Putri Koster juga memberikan bingkisan berupa buku Trilogi Puisi Merah kepada para undangan.(Rilis)

Gubernur Koster Hadiri Pembukaan Bali Democracy Forum ke-14 tahun 2021

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali IGW Samsi Gunarta berkesempatan menghadiri perhelatan tahunan Bali Democracy Forum yang ke-14 tahun 2021 bertempat di Hotel Sofitel, Nusa Dua, Badung, pada Kamis (9/12).

Bali Democracy Forum kali ini mengangkat tema “Democracy for Humanity: Advancing Economic and Social Justice during the Pandemic” (Demokrasi untuk Kemanusiaan: Memajukan Keadilan Ekonomi dan Sosial di Tengah Pandemi).

Dalam sambutannya Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi menyinggung bahwa ini merupakan kelanjutan dari BDF tahun lalu, yang bertemakan “Democracy and COVID-19 Pandemic” (Demokrasi dan Pandemi COVID-19). “Tahun ini, diskusi akan berfokus pada pentingnya demokrasi untuk menciptakan pemulihan dunia yang inklusif dan setara, baik di bidang ekonomi maupun sosial dunia,” kata Menteri Retno Marsudi.

Retno Marsudi dalam pidatonya juga mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berpeluang memperlebar kesenjangan antara negara maju dan negara berkembang. Oleh karena itu, sebagai komunitas global, semua pihak harus bekerja sama agar kesetaraan dapat dijalankan, antara lain melalui peringanan utang, pemberian akses setara terhadap vaksin, serta meningkatkan investasi untuk ketahanan kesehatan, jaminan sosial, dan pendidikan.

Ia juga mengatakan bahwa dunia saat ini mulai pulih dari ancaman pandemi Covid-19, namun masih ada beberapa negara yang tengah menghadapi ancaman varian baru Omicron. Selain itu, Retno juga sampaikan bahwa pandemi ini datang saat demokrasi di banyak negara mengalami kemunduran. Berdasarkan laporan Freedom House tahun 2021, kebebasan global menurun dalam 15 tahun terakhir dan 75 persen penduduk dunia hidup di bawah negara yang mengalami kemunduran demokrasi tahun lalu.

“Pandemi semakin memperburuk kemunduran demokrasi tersebut, karena telah memaksa kita untuk mengubah cara kita menjalankan pemerintahan.”Dan kita harus mencari titik keseimbangan antara menegakkan nilai-nilai demokrasi dan menerapkan peraturan untuk mengatasi pandemi,” ucap dia.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjen PBB Antonio Guterres dan perwakilan anak muda Indonesia Maudy Ayundya, membicarakan tentang pentingnya demokrasi terutama di tengah pandemi.

20 Tahun Bakti Untuk Negeri AKABRI 2021, Gelar Aksi Sosial

TABANAN – Pantaubali.com – Di 20 Tahun bakti untuk Negeri AKABRI 2021 mengusung tema “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh” melakukan aksi sosial membantu masyarakat merenovasi tempat ibadah di Pura Prancak, Banjar Kekeran, Tabanan melibatkan TNI-Polri di Selan Bawak Marga, Tabanan, Jumat,(10/12).

Disela kesempatan tersebut Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra menyampaikan, Alumni AKABRI 2021 seluruh Bali melakukan aksi dalam rangkaian 20 tahun pengabdian pada Negeri.Kegiatan Polri,TNI dan masyarakat dalam uapaya memberikan sedikit subangsih ke masyarakat.

“Memang di Pura Prancak, Banjar Kekeran sedang melanjutkan proses renovasi, sebelumnya pada 2019 sempat Puranya terkena musibah kebakaran dan warga secara bertahap melakukan renovasi.Maka, kami TNI,Polri beserta masyarakat turun tangan untuk gotong royong,dari kita untuk kita.Agar renovasi dapat dilanjutkan sehinga, renovasi mampu berjalan serta terselesaikan nantinya,” jelasnya.

Kegiatan dilaksanakan tersebut dapat dilaksanakan dengan harapan dapat membantu masyarakat untuk dapat melaksanakan persembahyangan dengan nyaman serta khusuk.

“Selain itu juga, tentu dapat menjadi ladang ibadah dan amal bagi kita semuanya,” ucapnya.

Kegiatan ini bukan berupa renovasi saja, akan tetapi akan turut membatu program percepatan, pencapaian vaksinasi rencana nantinya akan dilakukan secara masal di seluruh Bali.

“Dalam hal ini mendukung program Pemerintah (Presiden) untuk memberikan Herd Immunity kepada masyarakat khususnya di Bali dan Indonesia pada umunya.Mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi semuanya masyarakat khususnya di Desa Selan Bawak, Marga, Tabanan ini,” paparnya.

Masih dalam kesempatan yang sama,Dandim Bangli 1626 Letkol Inf. I Gede Putu Suwardana mengatakan, kegiatan renovasi Pura semoga aksi renovasi nantinya dapat bermanfaat bagi warga sekitar.

“Kami dari,alumni AKABRI 2021 mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat karena,memberi kesempatan bagi kami untuk mendrhma baktikan sedikit dari kami untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Bali.Mudah-mudahan bakti kami bagi negeri ini dapat membatu Pemerintah dan membatu masyarakat sehinga, Pandemi Covid-19 dapat segera teratasi,” bebernya.

Selain itu, nantinya dapat tetap membantu program Pemerintah dalam percepatan Vaksinasi di seluruh Bali.

“Kami rencanakan akan membatu program Pemeritah,baik vaskinasi terpusat atau door to door.Sehinga perekonomi Bali dapat normal kembali,” pungkasnya.

Sementara Camat Marga Drs. I Gusti Agung Alit Adiatmika menyampaikan, ucapan terimakasih kepada Alumni AKABRI 2001 yang telah berpartisipasi membantu masyarakat di Desa Selanbawak untuk melanjutkan renovasi Pura.Ucapan terimakasih juga disampaikan Jero Bendesa Adat Kekeran, I Gede Nyoman Sabar Tangkas , Desa Selanbawak, Kecamatan Marga.

“Kami mewakili masyarakat sangat berterimakasih kepada Alumni AKABRI 2001,” tutupnya.

Wakil Bupati Tabanan Tegaskan Pentingnya Komunikasi Dalam Menjaga Kerukunan Beragama

TABANAN – Pantaubali.com – Wakil Bupati Tabanan yang juga selaku Ketua Dewan Penasehat Forum Komunikasi Umat beragama (FKUB) Kabupaten tabanan I Made Edi Wirawan, SE, menegaskan pentingnya sebuah komunikasi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di Bali khususnya di Kabupaten Tabanan.

Hal itu disampaikannya saat menerima kunjngan kerja FKUB Provinsi Bali, rombongan yang dipimpin oleh Dr. Drs. Gusti Made Ngurah, kemarin (Kamis (9/12) yang bertempat di ruang rapat kantor Bupati tabanan. Turut hadir dalam acara ini Kepala Kantor Kementerian Agama, Wakil FKUB Kabupaten Tabanan, Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Tabanan serta perwakilan dari FKUB Kabupaten Tabanan

“Tabanan merupakan salah satu objek wisata yang menjadi daerah kunjungan wisatawan Lokal dan mancanegara, tentu menjaga stabilitas keamanan sesama dan jalinan kasih antar umat beragama menjadi harga mati,” ujar Wabup Edi.

Ia melanjutkan, keberadaan Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) di Kabupaten Tabanan sudah berjalan dengan baik. Tentu ini harus tetap dipertahankan dan dijaga dengan baik pula, sekaligus ditingkatkan dengan sosialisasi kepada masyarakat dan kaum muda agar kebersamaan ini dapat terus terjalin.

Ia juga berharap, kehadiran FKUB di Provinsi Bali ini dapat memberikan semangat dan pertimbangan dalam menuangkan ide-ide kreatif. Sehingga mampu bersatu dalam beragam perbedaan yang ada. Karena menurutnya juga, kebersamaan dalam perbedaan mampu adalah salah satu kunci dalam melakukan pembangunan.

Senada dengan Wabup Edi, Dr. Drs. Gusti Made Ngurah selaku pimpinan rombongan FKUB Provinsi Bali mengatakan, kerukunan antar umat beragama di Bali sangatlah penting. Untuk itu, Ia menjelaskan kedatangannya ke Tabanan adalah untuk menyerap aspirasi tentang kerukunan serta untuk menjalin silahturahmi antara FKUB Provinsi, Kabupaten/Kota dan untuk mensinkronisasikan program-program yang akan dilaksanakan kedepannya.

Ia juga mengatakan, FKUB Provinsi sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan FKUB Kabupaten Tabanan dengan program-programnya. Kerukunan umat beragama tentu menjadi hal yang utama dalam menjalankan kehidupan dimanapun di muka bumi ini. Diharapkan silahturami dan kunjungan kerja ini memberikan makna yang positif dan bermanfaat kedepannya.

“Kita harus jaga kerukunan antara umat beragama untuk keajegan Bali. FKUB sebagai punggawa dalam menjalin Kerukuan Umat Beragama di Tabanan dan di Bali diharapkan dapat menjalankan tugas dan programnya dengan baik. Mari kita jalin kehidupan dan kerukunan umat beragama secara bergandengan tangan dan tulus,” imbuh Gusti Made Ngurah.(Rilis)

 

Bupati Tabanan Resmikan Desa Tunjuk Menjadi Desa Digital Menuju Desa Presisi

TABANAN – Pantaubali.com – Desa Digital Sebagai Transformasi Informasi di Era Industri 4.0, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M berikan dukungan dengan Launching Desa Digital Pada Aplikasi Program Inovasi Desa Bersama Smart City (Debest) di Balai Banjar Tunjuk Kaja, Desa Tunjuk Kecamatan Tabanan, Kamis (9/12).

Dihadiri oleh Sekda Tabanan, Sekda Gorontalo, General Manager iconnect, Direktur Immortal Inovations, Camat Tabanan, Perbekel Desa Tunjuk, Camat dan Sekcam Mojosari kecamatan Mojokerto, OPD Terkait dan Tokoh masyarakat setempat

Sebagai desa yang menggunakan teknologi informatika dalam melayani masyarakat, Desa Digital adalah jawaban atas tantangan di era revolusi industri 4.0, di mana konsep pembangunan pedesaan dari Desa Digital adalah pemberdayaan masyarakat dengan sarana Teknologi Informasi yang memadai. Sehingga, dengan hadirnya infrastruktur teknologi informasi yang memadai, diharapkan masyarakat dapat mengakses informasi dengan cepat dan tepat.

Bupati Sanjaya ungkapkan apresiasi dan ucapan selamat untuk perbekel dan masyarakat desa Tunjuk, karena telah mampu me-launching Desa Tunjuk menjadi Desa Digital. Hal ini dapat terwujud dengan didasari oleh semangat inovatif, optimisme yang tinggi dan percaya diri pada masyarakat. Ia juga berharap, dengan dilaunchingnya Desa Digital, dapat mewujudkan kemandirian dan kedaulatan masyarakat Desa.

“Dengan Desa Digital ini, semua aspek kehidupan di Desa dan di Kota bisa terjadi Transformasi Informasi, mulai dari ekonomi, politik, hukum, budaya, sosial, pendidikan, pertanian serta kesehatan” tutur Sanjaya dalam sambutannya. “Sehingga dengan transformasi tersebut, masyarakat Desa kedepan tidak lagi tertinggal oleh informasi, serta mendapatkan pelayanan cukup cepat lewat aplikasi yang dibutuhkan, seperti administrasi serta data yang diinginkan dalam bentuk digital” sambungnya.

Kerjasama Desa Tunjuk dengan Perusahaan penyedia aplikasi Debest dan Iconnect, mampu menjadikan Kabupaten Tabanan sebagai yang pertama menyelesaikan Program Bali Smart Island. Hal tersebut dikatakan langsung oleh Perwakilan Management PT Iconplus di mana program BSI (Bali Smart Island) telah 100% terselesaikan pada tahun 2019. Kemudian berlanjut untuk memberikan support pada Desa Tunjuk untuk bisa menikmati transformasi informasi secara cepat melalui aplikasi iconnect. Masyarakat Desa Tunjuk bisa menikmati internet yang cepa dan mudah dengan mengunduh dan mendaftar di aplikasi smartphone.

Sistem Teknologi Digital dapat menampung seluruh informasi penting yang berhubungan dengan usaha pertanian setempat, data lahan, ramalan cuaca, pengembangan bibit unggul, yang diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi Desa. Di mana, Desa Digital ialah katalis pembangunan Desa Mandiri, yang mampu memenuhi kebutuhan pangan dan energi masyarakat secara mandiri, dengan dukungan Lembaga keuangan di tingkat pedesaan yang saling berintegrasi secara optimal. Konsep desa mandiri ini akan berkembang apabila pembangunannya telah didukung oleh jaringan infrastruktur komunikasi yang sudah memadai.

Rasa bangga berulang diungkapkan Bupati Sanjaya terhadap Desa Tunjuk, sebab pembangunan ini merupakan bagian dari Visi Tabanan yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Mandiri. “Kenapa Desa digital, sebab inovasi ini memang murni dari desa itu sendiri, yaitu mandiri. Inilah yang dimaksud dengan kemandirian di bidang ekonomi, politik dan kebudayaan” ungkap Sanjaya.

Desa Tunjuk disampaikannya, sangat mandiri dalam mempermudah masyarakatnya yang terdiri dari 4800 warga dan 1800 KK. “Mempermudah perekonomiannya, sehingga pengurusan administrasi juga mudah melalui proses digital ini, sekali lagi saya berterima kaih kepada Desa Tunjuk dan Desa mandiri lainnya di Tabanan, semoga bisa menjadi contoh untuk Desa-desa yang lain sehingga seluruh Desa di Tabanan bisa menerapkan Desa Digital” tutupnya. (Rilis)