- Advertisement -
Beranda blog Halaman 792

Bupati Tabanan Apresiasi Penghargaan Dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali

TABANAN – Pantaubali.com – Raih peringkat ke-3 tercepat dalam Penyaluran Dana Desa, Pemkab Tabanan Raih Piagam Penghargaan dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Kementerian Keuangan RI atas keberhasilannya dalam menyelesaikan Penyaluran Dana Desa Tercepat Tahun 2021.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., MM. mengapresiasi pencapaian tersebut, sekaligus berterima kasih kepada DJPB saat menerima piagam penghargaan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Selasa (14/12).

Ia menyampaikan, penghargaan yang diraih ini sebagai wujud sinergitas yang baik antara OPD terkait dan Perbekel desa dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan. “Saya sampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap pencapaian yang telah diraih, kalau bisa ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan kembali, karena bagaimanapun juga ini merupakan salah satu indikator dari pengelolaan dana desa yang baik dan akuntabel” ujarnya.

Penghargaan ini didapatkan dari cepatnya Pemkab Tabanan dalam menyalurkan dana desa ke desa. Hal tersebut dipertegas oleh Kepala Bakeuda, AA Dalem Trisna Ngurah, di mana serapan untuk setiap desa jumlahnya berbeda-beda. “Jumlah yang diterima tahun ini sebanyak 110 Milyar lebih, didistribusikan langsung ke 113 desa di kabupaten Tabanan. Dan jumlahnya pun variatif, memerhatikan kesesuaian jumlah banjar dan wilayahnya” ungkapnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bupati Sanjaya juga berharap agar komitmen pemerintah untuk membangun desa presisi dan desa yang unggul dalam segala aspek di Tabanan bisa segera terwujud dengan baik. Sesuai dengan implementasi dari Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Kadis PMD, I.G.A.N Supartiwi juga memberikan apresiasi atas penghargaan yang diterima, sebab kesepakatan Pemkab Tabanan menyalurkan dana ke desa akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan desa untuk merealisasikan program dan kegiatan di desa. Selain itu ia juga berharap, bahwa adanya penghargaan ini pihak PMD dan desa akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mempertahankan prestasinya.

Penghargaan pengelolaan Dana Desa ini sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 2019, sementara untuk Penghargaan Keceparan Penyaluran Dana Desa, baru terselenggara di tahun 2021, di mana dalam kesempatan ini, Pemkab Tabanan meraih peringkat ke-3 dan peringkat ke 1 diraih kabupaten Badung, dan peringkat ke dua diraih pemkab Gianyar. (Rls)

Akhir Tahun 2021, Jumlah Pemilih di Tabanan Mencapai 364.881 Pemilih

TABANAN – Pantaubali.com – KPU Tabanan berasil merekap jumlah pemilih di Kabupaten Tabanan per Desember 2021 sebanyak 364.881 pemilih.Terdiri dari pemilih laki-laki sebanyak 179.286 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 185.595 pemilih.

Hal itu terungkap dalam rapat koordinasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) digelar KPU Tabanan dengan melibatkan para stake holder termasuk pimpinan partai politik di kantor KPU Tabanan, kemarin, (Selasa, (14/12).

Bahwa Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) bulan Desember ini telah selesai direkap dan dikoordinasikan dengan para stake holder. Dalam proses bulan Desember ini terdapat jumlah pemilih baru sebanyak 715 pemilih, pemilih yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebanyak 976 pemilih dan yang ubah data sebanyak 5.663 pemilih. Jika dibandingkan dengan PDPB bulan Nopember sebanyak 365.142 pemilih maka ada penurunan pemilih sebanyak 261 pemilih, sehingga pemilih Tabanan di Bulan Desember mencapai 364.881 pemilih, itu disampaikan Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Tabanan, I Ketut Sugina.

“Hasil rekap kita bulan Desember ini, jumlah Pemilih di Tabanan mencapai 364.881 pemilih yang tersebar di 10 Kecamatan, 133 desa di Kabupaten Tabanan,” ucapnya.

Dari jumlah tersebut kata dia terbanyak ada di Kecamatan Kediri sebanyak 64.948 pemilih, menyusul kecamatan Tabanan 57.174 pemilih dan seterusnya, sementara jumlah pemilih terkecil ada di Kecamatan Selemadeg Barat hanya 17.720 pemilih.

Bahwa kalau dibandingkan dengan jumlah pemilih pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) saat Pilkada 9 Desember 2020 lalu yang DPTnya berjumlah 362.813, maka pada Desember 2021 ini ada peningkatan sebanyak 2.068 pemilih.

“Kalau kita bandingkan dengan DPT terakhir, maka DPB kita akhir tahun ini meningkat sebanyak 2.068 pemilih,” tegasnya.

Sementara Ketua KPU Tabanan, I Gede Putu Weda Subawa dalam rapat koordinasi tersebut menegaskan apa yang dilakukan KPU Tabanan dalam pemutakhiran data pemilih berkelanjutan menunjukkan upaya serius dari KPU dalam upaya menyajikan data pemilih menjelang pemilu 2024 yang berkualitas dengan prinsip Komprehensif, Inklusif, Akurat, Mutakhir, Terbuka, Responsif, Partisipatif, Akuntabel dan Perlindungan Data pribadi.

“Sesuai dengan PKPU 6 tahun 2021, pemutakhiran data pemilih berkelanjutan yang dilakukan KPU Tabanan telah memenuhi prinsip-prinsip tersebut, kedepannya kami berharap kerjasama semua pihak sehingga data pemilih yang kita hasilnya benar-benar berkualitas,” pungkasnya.

 

Bupati Tabanan Apresiasi Penghargaan Dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali

TABANAN – Pantaubali.com -Raih peringkat ke-3 tercepat dalam Penyaluran Dana Desa, Pemkab Tabanan Raih Piagam Penghargaan dari Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Bali Kementerian Keuangan RI atas keberhasilannya dalam menyelesaikan Penyaluran Dana Desa Tercepat 2021.

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, mengapresiasi pencapaian tersebut, sekaligus berterima kasih kepada DJPB saat menerima piagam penghargaan di Rumah Jabatan Bupati Tabanan, Selasa (14/12).

Ia menyampaikan, penghargaan yang diraih ini sebagai wujud sinergitas yang baik antara OPD terkait dan Perbekel desa dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Saya sampaikan apresiasi dan rasa bangga terhadap pencapaian yang telah diraih, kalau bisa ini tetap dipertahankan dan ditingkatkan kembali, karena bagaimanapun juga ini merupakan salah satu indikator dari pengelolaan dana desa yang baik dan akuntabel” ujarnya.

Penghargaan ini didapatkan dari cepatnya Pemkab Tabanan dalam menyalurkan dana desa ke desa. Hal tersebut dipertegas oleh Kepala Bakeuda, AA Dalem Trisna Ngurah, di mana serapan untuk setiap desa jumlahnya berbeda-beda.

“Jumlah yang diterima tahun ini sebanyak 110 Milyar lebih, didistribusikan langsung ke 113 desa di kabupaten Tabanan. Dan jumlahnya pun variatif, memerhatikan kesesuaian jumlah banjar dan wilayahnya” ungkapnya.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Bupati Sanjaya juga berharap agar komitmen pemerintah untuk membangun desa presisi dan desa yang unggul dalam segala aspek di Tabanan bisa segera terwujud dengan baik. Sesuai dengan implementasi dari Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Kadis PMD, I.G.A.N Supartiwi juga memberikan apresiasi atas penghargaan yang diterima, sebab kesepakatan Pemkab Tabanan menyalurkan dana ke desa akan sangat berpengaruh terhadap kecepatan desa untuk merealisasikan program dan kegiatan di desa. Selain itu ia juga berharap, bahwa adanya penghargaan ini pihak PMD dan desa akan bekerja dengan sungguh-sungguh dan mempertahankan prestasinya.

Penghargaan pengelolaan Dana Desa ini sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 2019, sementara untuk Penghargaan Keceparan Penyaluran Dana Desa, baru terselenggara di tahun 2021, di mana dalam kesempatan ini, Pemkab Tabanan meraih peringkat ke-3 dan peringkat ke 1 diraih kabupaten Badung, dan peringkat ke dua diraih pemkab Gianyar.

Gubernur Bali Wayan Koster Minta Baleg DPR RI Perhatikan Potensi Lokal Daerah Dalam Menyusun RUU Larangan Minuman Beralkohol

DENPASAR – Pantaubali.com- Gubernur Bali, Wayan Koster menerima kunjungan kerja dari Badan Legislatif (Baleg) DPR RI yang dipimpin oleh Ketua Baleg Dr. Supratman Andi Agtas di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (Soma Pon Pahang) 13 Desember 2021.

Kedatangan Baleg DPR-RI ke Kantor Gubernur Bali untuk menyerap aspirasi terkait RUU tentang Larangan Minuman Beralkohol dengan menghadirkan Kapolda Bali, Irjen. Pol. Putu Jayan Danu Putra, jajaran Forkopimda Provinsi Bali, serta para perajin arak di Pulau Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya, memberikan apresiasi kepada Badan Legislatif DPR RI yang telah turun langsung menyerap informasi serta aspirasi terkait minuman beralkohol, sehingga regulasi ataupun undang undang yang nantinya dihasilkan dapat membawa peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini lebih lanjut meminta agar di dalam penyusunan RUU ini memperhatikan penguatan sumber daya lokal yang dimiliki masyarakat, mengingat pemanfaatan sumber daya lokal disamping akan memperkuat ekonomi masyarakat di daerahnya, juga akan mengurangi ketergantungan kita pada produk luar.

“Saya minta untuk menjadi masukan bagi anggota Badan Legislatif DPR RI agar benar-benar memperhatikan potensi lokal daerah dalam penyusunan regulasi, dan bukan sebaliknya regulasi yang dibuat justru mematikan dan menjauhkan masyarakat dari sumber daya yang ada di daerahnya,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali yang getol mempromosikan arak Bali hingga ketingkat Duta Besar ini.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran Buleleng ini mencontohkan terkait keberadaan minuman beralkohol arak yang oleh masyarakat Bali dijadikan sebagai minuman tradisional serta sarana persembahyangan. Jika dilihat dari segi alamnya, di Bali khususnya bagian daerah Karangasem sangat banyak terdapat pohon kelapa, lontar serta pohon enau, yang secara tradisional dari zaman dahulu sudah diolah oleh masyarakat setempat menjadi minuman beralkohol.

“Namun dengan adanya Perpres Nomor 39 Tahun 2014 tentang Daftar Negative Investasi, dimana minuman khas Bali ini menjadi salah satu yang dilarang dan tidak boleh dikonsumsi, padahal di Desa dengan didukung potensi alam yang ada, masyarakat hidup dari kegiatan ini. Disamping itu sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, kebutuhan minuman beralkohol di Bali itu sangat tinggi dan hampir 70 persen dari kebutuhan tersebut diisi dengan minuman beralkohol import,” jelas Gubernur Koster seraya mengatakan hal ini sangatlah disayangkan mengingat kualitas arak tradisional Kita tidak kalah dengan minuman alkohol dari luar negeri.

Gubernur yang telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali ini pada kesempatan itu menegaskan pasar ini (minuman beralkohol untuk pariwisata, red) harusnya menjadi kekuatan ekonomi Kita, jangan sampai potensi sumber daya serta pasar yang Kita miliki tidak bisa Kita manfaatkan karena adanya regulasi yang tidak berpihak.

“Jadi sekali lagi Saya minta jangan sampai regulasi yang dibuat mematikan sumber daya lokal dan memberi peluang bagi produk import lebih berkembang,” tegas Wayan Koster.

Gubernur Bali, Wayan Koster juga menyampaikan karena arak Bali merupakan salah satu produk unggulan daerah, sumber pangan dan sumber kehidupan serta pendapatan masyarakat yang harus dikembangkan dan diberdayakan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat berdasarkan nilai-nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, maka Gubernur Koster dihadapan Ketua dan Anggota Baleg DPR RI menyatakan bahwa dirinya telah mengeluarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, dimana regulasi ini bertujuan untuk mengatur produk khas Bali dari hulu hingga ke hilir.

Disamping itu terbitnya Pergub ini bertujuan untuk memanfaatkan minuman khas Bali sebagai sumber daya ekonomi di dalam meningkatkan kesejahteraan krama Bali.

“Di Bali, arak tidak diproduksi di pabrik ataupun industri besar, tetapi oleh IKM/UMKM bersinergi dengan koperasi, sehingga dengan demikian masyarakat sendiri yang mengelola sumber daya lokal yang dimilikinya dan sekaligus hasilnya dinikmati lagi oleh masyarakat, sehingga kesejahteraan otomatis akan meningkat,” ujarnya Gubernur Koster yang disambut tepuk tangan.

Sementara ahli farmasi Universitas Udayana, Prof. Gelgel Wirasuta menyampaikan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 bukan bertujuan untuk melegalkan peredaran arak di masyarakat secara sembarangan. Lebih dari itu, Pergub terkait Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali ini dikeluarkan bertujuan untuk mengatur agar peredaran arak di masyarakat lebih terstandarisasi, dan lebih aman untuk dikonsumsi.

“Saya sudah sering turun langsung ke tengah masyarakat dan melakukan penelitian terkait minuman khas Bali (arak, red) ini, dimana minuman yang diproduksi secara tradisional ini tidak kalah rasa serta kualitasnya dengan minuman beralkohol lainnya yang marak di pasaran. Disamping itu arak memilki kekuatan ekonomi yang cukup besar dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu Saya memohon kepada Baleg DPR-RI agar regulasi terkait minuman beralkohol ini benar benar disusun dengan baik dan melihat kearifan lokal serta potensi daerah yang ada di Indonesia, khususnya Bali, sehingga benar – benar dapat memberi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelas Prof. Gelgel.

Sementara itu, Wakil Ketua Badan Legislatif yang juga sebagai Ketua Tim kunjungan kerja, Drs. H.Ibnu Multazam dalam sambutannya menyampaikan bahwa pihaknya sangat berhati – hati di dalam penyusunan regulasi terkait minuman beralkohol ini, agar jangan sampai mematikan sumber daya lokal dan menyuburkan import.

“Adanya masukan dari masyarakat serta stakeholder terkait amat diperlukan dalam penyusunan regulasi ini, sehingga dapat melindungi sumber daya lokal dan kehadiran regulasi ini nantinya dapat memberi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata Ibnu Multazam.

Sekda Dewa Indra Ajak Forum Pengurangan Resiko Bencana Susun Pemetaan Berbasis Ilmiah

DENPASAR – Pantaubali.com – Sejumlah perencanaan dalam menanggulangi bencana alam yang tentunya kita semua tidak tahu kapan dan dimana akan terjadi, diperlukan kajian dan riset khusus untuk melakukan pengurangan-pengurangan resiko bencana disamping perlunya pemetaan dengan baik, mulai dari jenis bencana, di mana kemungkinan akan terjadinya ancaman bencana, seperti apa bencana yang akan terjadi dan karakteristik bencananya seperti apa. Sehingga perlu dilakukan penyusunan rencana penanggulangan resiko bencana berbasis ilmiah, karena selama ini kita belum memiliki studi dan kajian riset yang komprehensif sebagai acuan.

“Selama ini koordinasi dan sinergitas antara pemerintah dan institusi terkait sudah berjalan dengan baik namun tetap harus ditingkatkan dan diperkuat, khususnya dalam hal melakukan studi atau pemetaan resiko bencana, pengadaan anggaran atau pendanaan serta pengerahan sumber dana dalam penanggulangan bencana,” hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun Pentahelix Guna Membangun Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Provinsi Bali, di Mercure Bali, Sanur-Denpasar, Senin (13/12).

Sekda Dewa Indra menambahkan, jika kita melihat ke belakang, refleksi ini merupakan pertumbuhan yang luar biasa dimana jejaring kekuatan masyarakat untuk peduli dan ikut bersama-sama melakukan pengurangan resiko bencana di bali sudah mengalami pertumbuhan yang sangat baik. Namun tantangan ke depan adalah bagaimana ke depan bisa mengatasi bagaimana ancaman bencana yang kemungkinan ada di Bali harus bisa di petakan dengan baik.

“Jika ini sudah terpetakan dengan baik, maka akan menjadi bahan bagi forum pengurangan resiko bencana dan pemerintah untuk menyusun rencana penanggulangan ke depan. Ini harus dipetakan dengan baik, sehingga kinerja kita akan bersifat parsial. Dengan begitu tantangan untuk memiliki kajian yang lengkap dan komprehensif untuk berbagai jenis ancaman bencana yang ada di bali harus tersusun,” tegas Sekda Dewa Indra.

Seperti yang kita ketahui bersama hari ini kita melihat bahwa forum ini semakin memperluas peta-petanya, dimana terlihat sudah terbentuk secara pentahelik lengkap mulai dari Forum Perguruan Tinggi Pengurangan untuk Resiko Bencana, Forum Ikatan Ahli Ilmu Bencana, Forum Relawan, Forum Kemitraan Kerjasama Antar Dunia Usaha dan Forum Wartawan Peduli Bencana. Inilah pentahelik kekuatan bersama jika dilihat dari aspek kelembagaan harus diperkuat. Tidak hanya penanggulangan bencana di daerah namun juga pada institusi – institusi yang lain harus bekerjasama dengan kuat untuk bekerjasama, berkolaborasi dan bersinergi sehingga tidak bekerja terpisah antara satu dengan lain, ini selalu menjadi tantangan karena ketika bencana terjadi banyak yang turun namun terpisah.

Hal ini dikarenakan belum ada koordinasi yang baik, pendanaan menjadi krusial karena pendanaan dilakukan bukan saat terjadi bencana, namun sudah dilakukan sejak awal sejak dilakukan studi dan riset, kondisi ini berbasis linear sehingga bencana bisa dipelajari dengan mengetahui karakter.

“Disisi lain, pemerintah daerah wajib mengalokasikan anggaran dana untuk menanggulangi resiko bencana dengan besaran yang berbeda sesuai dengan kapasitas fisikal daerah masing masing. Dana untuk penanggulangan bencana tidak terkunci pada satu titik, namun setiap daerah sudah terbiasa bersinergi dan berkolaborasi, semisal tejadi bencana di salah satu kabupaten dan dananya tidak cukup, maka pemerintah provinsi bisa mensuport , TNI-POLRI dan dunia usaha bisa saling support juga,” ungkap Sekda Dewa Indra.

Dewa Indra juga menyinggung terkait tantangan ke depan mengenai varian baru Covid-19 yakni Omicron. Pemerintah Daerah selalu berupa mencari cara untuk menanggulangi penyebaran dan penularan virus ditengah masyarakat agar tetap terkendali dan landau. Hal ini memerlukan kerjasama antara semua pihak untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, karena memulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat adalah upaya pertama dalam melindungi kesehatan dari paparan Covid-19. Karena Pemerintah daerah yang juga bagian dari masyarakat, akan merasakan apa yang sedang masyarakat rasakan.

Bupati Tabanan Harapkan Sinergitas TNI Polri dengan Pemkab Berlangsung Secara Berkelanjutan.

TABANAN – Pantaubali.com – Berlokasi di Lapangan Wira Yudha Bhakti Rindam IX/Udayana, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, menghadiri undangan Upacara Pembukaan Kolaborasi Pendidikan Terintegrasi TNI AD dengan POLRI, Senin (13/12).

Turut hadir dalam acara yang berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan dimulai sejak pukul 09.00 pagi tersebut, Sekda, Jajaran Forkopimda, serta para bintara siswa.

Kegiatan Diklat, melalui Pendidikan Integrasi Antara siswa DIK Maba TNI AD dan DIK TUBA Polri Tahun 2021 dilaksanakan dalam bentuk kolaborasi, sebagai salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa kebersamaan antara TNI AD dan Polri. Melalui kegiatan yang disambut baik oleh Pimpinan TNI AD ini, diharapkan akan mampu membentuk dan membangun kualitas kerjasama dan ikatan batin antara TNI AD dan Polri.

Bupati Sanjaya, selaku Pimpinan Pemkab Tabanan sangat mengapresiasi kegiatan ini.

“Kolaborasi yang baik antara TNI dan Polri nantinya pasti akan memperkuat sistem pertahanan dan keamanan kita di Kabupaten Tabanan, inovasi yang baik seperti ini, patut kita apresiasi” Pungkas Sanjaya.

Selanjutnya ia berharap sinergitas TNI AD dan Polri, dengan Pemkab Tabanan dapat terjalin dengan baik dan secara berkelanjutan, mampu membuat masyarakat Tabanan bisa merasa aman, sehingga bisa mendukung program pemerintah kedepannya. Serta mewujudkan Visi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani.

Selaras dengan pendapat Bupati Sanjaya, Kesdam Udayana juga menyampaikan pentingnya kegiatan kolaborasi ini, untuk meningkatkan sinergitas dan solidaritas TNI Polri di lapangan.

“Dengan sinergitas yang semakin baik, secara tidak langsung akan berdampak pada situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat” jelasnya.

Kegiatan diklat ini akan dilaksanakan pada setiap jenis dan jenjang pendidikan siswa, mulai dari tingkat Tamtama, Bintara sampai dengan perwisa, sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Lebih lanjut, Bupati Sanjaya seraya menghimbau pada seluruh jajaran aparat untuk selalu bekerja dengan hati, sehingga semua tugas yang dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, penuh tanggung jawab dan professional, bisa terselesaikan dengan baik.(Rls)

Gubernur Koster Pastikan Kesiapan Bali Jadi Tuan Rumah G20

DENPASAR – Pantaubali.com – Forum G20 merupakan kelompok informal terdiri dari 19 negara-negara dan Uni-Eropa serta perwakilan lembaga dunia seperti IMF-WB. G20 secara kolektif merupakan representasi dari perekonomian dunia.

Dalam presidensi G20 kali ini, Indonesia mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. Terdapat tiga isu strategis yang akan difokuskan Indonesia meliputi penanganan kesehatan yang inklusif, transformasi ekonomi berbasis digital dan transisi menuju penggunaan energi yang berkelanjutan.

Untuk mensukseskan pelaksanaan G20, segala persiapan telah dilakukan Bali. Di antaranya persiapan infrastruktur, penataan mangrove yang akan dijadikan showcase oleh pemimpin dunia yang nanti akan hadir. Selain itu, protokol kesehatan bagi para peserta G20, baik kedatangan maupun keberangkatan juga menjadi salah satu hal penting. Selain itu, penataan jalur dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju venue di Nusa Dua, Badung akan ditata dengan baik (hijau dan indah).

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menjadi narasumber pada acara Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema “Menjaga Wajah Bangsa Di Gelaran G20” yang dilaksanakan secara daring pada Senin (13/12).

“Pertama tentu saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Presiden Joko Widodo karena telah memilih Bali sebagai tuan rumah pelaksanaan presidensi G20 terutama untuk pertemuan tingkat kepala negara dan rangkaian pertemuan lainnya,” ungkap Gubernur Koster.

Dikatakan Gubernur Koster, pada pertemuan pertama presidensi G20 yang telah berlangsung pada 1 Desember 2021 tersebut, dihadiri oleh sekitar 80 peserta dari 10 negara. Menurut Koster, kasus Covid-19 varian Omicron membuat beberapa peserta membatalkan kedatangannya ke Indonesia untuk mengikuti G20.

“Semula pesertanya 140 orang dari 18 negara. Namun karena berkembang varian Omicron, sejumlah negara tidak mengijinkan warganya untuk keluar negeri. Selain itu, faktor penghambat lainnya yakni penerbangan langsung ke Bali,” terangnya.

Dari sisi keamanan, Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menegaskan jika semuanya telah berjalan dengan baik di bawah komando Pangdam IX/Udayana dan Kapolda Bali. Sementara terkait fasilitas pelaksanaan G20 di Bali, Gubernur Koster mengatakan jika semua telah disiapkan dengan baik.

“Fasilitas yang diberikan kepada peserta G20 di Bali sangat baik, lokasi pelaksanaan pertemuannya juga bagus dengan ciri khas Balinya. Penerapan protokol kesehatannya juga sangat baik. Pada malam harinya (dinner-red), disiapkan menu dengan karakteristik yang khas dengan pelayanan berbeda mengingat kegiatan berlangsung di tengah pandemi. Selain itu, pemberitaan kegiatan ini juga sangat bagus. Jika dilihat semua ini, saya yakin para peserta sangat menikmatinya,” jelas Gubernur Koster.

Ia menambahkan, pertemuan G20 yang akan membahas finance pada bulan Februari 2022 mendatang juga akan dilaksanakan di Bali. Sebelumnya, pertemuan tersebut rencananya akan dilaksanakan di Jakarta, namun melihat kesuksesan dan persiapan yang dilakukan Bali pada awal pertemuan tanggal 1 Desember 2021 kemarin, Bali kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan pertemuan.

“Saya sudah menyiapkan suasana yang akan lebih baik. Saya akan terjun langsung untuk memantau, mengarahkan dan memastikan semua persiapan berjalan dengan bagus. Karena Bapak Presiden Jokowi sangat luar biasa perhatiannya, saya pasti akan memberikan perhatian lebih dan mempersembahkan yang terbaik. Saya ingin pelaksanaan G20 di Indonesia khususnya Bali akan mampu memberikan kesan yang bagus untuk para pesertanya,” paparnya.

Ia berharap, masyarakat Bali juga harus memiliki tanggungjawab untuk ikut mensukseskan G20 sebagai salah bentuk recovery pariwisata dan perekonomian masyarakat.

“Kolaborasi sangat dibutuhkan, baik dengan masyarakat, antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat demi suksesnya perhelatan G20,” tutupnya.

Seperti diketahui, presidensi G20 adalah posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G20. Untuk tahun 2022, Indonesia terpilih dan tengah mempersiapkan penyelenggaraan forum yang telah berlangsung mulai 1 Desember 2021 tersebut.

Turut menjadi narasumber pada acara yang dipandu Mayfree Syari tersebut yakni Andreas Dipi Patria selaku Kepala Biro Komunikasi Kemenko Marves, Imran Pambudi selaku Koordinator Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes. (Rls)

Gubernur Bali Wayan Koster Tinjau Pembangunan Normalisasi Tukad Unda di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali

KLUNGKUNG – Pantaubali.com -Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, khususnya terkait proyek Normalisasi Tukad Unda di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Minggu (Redite Paing Pahang)12/12).

Dalam peninjauannya tersebut, Gubernur Bali didampingi Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Wayan Samsi Gunarta, Kepala Dinas Komunikasi, informatika dan statistik Provinsi Bali, Gede Pramana serta jajaran Balai Wilayah Sungai Bali Penida dan pelaksana Pekerjaan Pengendalian/Normalisasi Tukad Unda.

Gubernur Wayan Koster menjelaskan lokasi Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang pembangunannya didahului dengan pembangunan sungai buatan atau normalisasi sungai Tukad Unda, sesuai dengan rencana pada tahun 2021 targetnya selesai 59 persen, tapi dalam laporan terbaru sudah bisa mencapai 73 persen. Jadi ada kemajuan lebih dari target yakni 14 persen, ujar Gubernur Bali asal Desa Sembirang, Buleleng ini seraya mengungkapkan menurut rencana pembangunan sungai buatan ini sebenarnya selesai pada Desember 2022, namun tadi Saya minta dipercepat penyelesaiannya menjadi bulan September 2022 agar sudah rapi semua.

Kemudian berikut adalah alur dari pada air, mulai dari hulu sampai hilir itu supaya sudah bisa dilaksanakan pada akhir bulan Januari. Sehingga, kata Gubernur Bali, Wayan Koster airnya tidak lagi meluber ke wilayah lain, karena mulai bulan Januari sudah dilakukan pematangan lahan di Kawasan Pusat Kebudayaan Bali tepatnya di lokasi yang bersebelahan dengan Tukad Unda ini.

“Pematangan lahan harus berjalan lancar, karena itu harus terbebas dari genangan air, agar hasilnya maksimal dan bagus. Sesuai pula dengan alur yang dibentuk oleh normalisasi Tukad Unda ini. Tadi Saya mendapat laporan bahwa tahap itu bisa mulai dilakukan pada bulan Januari mendatang,” ungkap Gubernur Koster.

Karena itu Kita berharap rencana pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali yang terdiri dari 3 zona, yaitu zona inti, zona penunjang dan zona penyangga sudah mulai bisa berjalan dengan tahapan pematangan lahan pada tahun 2022 awal mendatang.

“Zona inti akan berisi 15 fasilitas pentas seni, ada panggung terbuka utama dengan kapasitas 15.000 orang. Ada panggung terbuka madya dengan kapasitas 4.000 orang dan panggung terbuka lain untuk kapasitas 3000 sampai 3500 orang. Juga ada 12 museum tematik yang akan dibangun di zona inti, kata Gubernur yang tercatat dalam Pemerintahan Provinsi Bali mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali ini.

Di zona penunjang, ada areal untuk hotel, apartemen dan fasilitas usaha pariwisata. Sedangkan zona penyangga ada Tukad Unda, Pelabuhan Gunaksa yang akan Kita selesaikan dan termasuk juga ada embung. Untuk pembangunan embung di muara akan dimulai tahun 2022 dengan dana APBN dari Kementerian PUPR. Kemudian pembangunan pelabuhan Gunaksa akan dibantu oleh APBN dari Kementerian Perhubungan, jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Lalu yang lain di zona penyangga juga ada hutan dan taman ekologis tematik seluas kurang lebih 70-90 hektar. Jadi kawasan ini betul-betul dibangun dengan mengimpelementasikan nilai-nilai lokal Sad Kertih yaitu Atma Kertih, Segara Kertih, Danu Kertih, Segara Kertih, Wana Kertih dan Jagat Kertih.

“Semua (pembangunan, red) ini akan dilaksanakan tahun 2022 untuk kawasan zona inti Pusat Kebudayaan Bali dan akan berlanjut paling tidak 2-3 tahun kedepan. Paling cepat (Pembangunan Pusat Kebudayaan Bali, red) selesai tahun 2024, jelasnya sembari menjelaskan bahwa kawasan ini akan menjadi kawasan yang sangat lengkap, ada Bali International Convention Center, ada Bali Expo untuk memamerkan produk ekspor Bali, ada auditorium Bung Karno, ada fasilitas umum lainnya yang akan menjadikan kawasan ini sangat lengkap, paling lengkap di Bali dan terintegrasi dengan infrastruktur yang baik,” paparnya.

Lebih lanjut, Gubernur Bali jebolan ITB ini mengatakan semua ini dirancang dengan pembangunan berkonsep hijau dan ramah lingkungan, sehingga kawasan ini akan menjadi kawasan yang satu-satunya di dunia, sangat lengkap dan komprehensif. Luar biasa dan astungkara semua berlangsung lancar dan mudah-mudahan alam semesta merestui semua yang Saya laksanakan hinga tuntas sampai selesai.

“Saya sangat puas dengan pencapaian pihak-pihak yang melaksanakan pekerjaan ini, Saya selalu ikuti apa-apa yang dilaksanakan. Ini sudah melebihi target, jelas Gubernur Bali, Wayan Koster.

Sementara itu, Made Sujana (PT Nindya Karya) Project Manager Normalisasi/Pengendalian Banjir Tukad Unda Kawasan Pusat Kebudayaan Bali melaporkan bahwa dari progres dilapangan, pekerjaan pengendalian banjir Tukad Unda, Kita sudah bisa melampaui angka yang ditargetkan. Dari rencana multi years 59 persen, yang terealisasi 73 persen. Jadi ada kemajuan sejumlah 14 persen dari target. Sedangkan dilihat dari target single years contract 2021, sudah 100 persen yang tercapai dari target 90 persen pekerjaan.

“Kita coba percepat semoga Bulan September tahun 2022 bisa selesai, atau bisa pula lebih cepat sesuai arahan Bapak Gubernur Bali, ucap Made Sujana seraya mengatakan dengan perhitungan Kami, bahwa tanggul ini jika sudah selesai akan mampu menampung 500 meter kubik air per detik. Setelah selesai kedepan juga dipersiapkan untuk operasional pemeliharaan seperti pengerukan untuk sedimentasi yang terjadi,” pungkasnya. (Rls)

Bansos, BagibKorban Bencana Gunung Semeru Dari AKABRI 2001 “DWIPA ARYA”

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam rangka membantu masyarakat yang terdampak Bencana Alam Erupsi Gunung Semeru – Jawa Timur, Polres Tabanan telah membuka Posko Peduli Semeru Polres Tabanan sejak Rabu 8 Desember 2021. Seperti kita ketahui bersama bahwa telah terjadi bencana alam Erupsinya Gunung Semeru pada, Sabtu,(4 Desember 2021 , mengakibatkan korban jiwa dan material di Kabupaten Lumajang – Jawa Timur.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., didampingi Dan Secaba Rindam IX/Udy letkol Inf Benny Wahyudi, M. Si.( HAN)., M.A. , menyampaikan, bahwa sesuai dengan arahan Kapolda Bali Irjen Pol Drs. Putu Jayan Danu Putra, S.H., Msi.Agar kita semua peduli terhadap korban bencana Alam yang melanda beberapa tempat di Kabupaten Lumajang. Ungkap Kapolres Tabanan

Kapolres Tabanan AKBP Renefli Dian Candra S.I.K.,M.H. , dan Dan Secaba Rindam IX/Udy letkol Inf Benny Wahyudi, M.Si.( HAN)., M.A merupakan Alumni AKABRI 2001 “DWIPA ARYA” ,

“Ini memberangkatkan secara resmi sumbangan Peduli Semeru juga didampingi Waka Polres Tabanan dan pejabat utama Polres Tabanan,” katanya.

Pada,Senin,(13/12) pukul 16.00 wita Bertempat di depan Mako Polres Tabanan.Kapolres Tabanan didampingi Dan Secaba Rindam IX/Udayana pada kesempatan tersebut juga menyampaikan, bahwa sumbangan Peduli Semeru ini dikirim ke Lumajang untuk membantu para korban bencana yang ada di tempat tempat penampungan. Adapun barang kami kirim saat ini terdiri dari Beras : 2.360Kg (2.36 Ton) , Telur 22 Kerat (660 Butir),Mie Instan 78 Dus, Tas dan Alas Kaki 1 Dus, Pakaian Layak Pakai 43 Dus , Kopi saset 20 Dus, Biskuit 25 Dus , Mainan anak 1 Dus, Selimut 1 Karung, Masker dan Obat 1 Dus, Susu SGM @ 150Gr 47 Kotak ,Sabun Mandi 85 Batang , Obat Nyamuk 61 Kotak , Popok Anak 7 Dus.

Kapolres Tabanan dan Dan Secaba tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak tokoh masyarakat dan relawan kemanusiaan yang telah berpartisipasi dalam membantu masyarakat yang terdampak Bencana Alam erupsi gunung Semeru.

“Dalam Bhakti Kami pada Negeri 20 tahun Alumni AKABRI 2001 “DWIPA ARYA” juga akan menggelar Vaksinasi di seluruh Bali, dan juga kami telah turut serta dalam Renovasi Pura di Desa Selanbawak Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan. Semoga apa yang kami perbuat bisa ladang amal ibadah bagi kita semua,” paparnya.

Dan Secaba Rindam IX / Udayana pada kesempatan tersebut menyampaikan, hal senada bahwa kami alumni Akabri 2001 yang bertugas di Bali dari TNI AD , AU, AL , dan POLRI akan melaksanakan Vaksinasi di beberapa tempat di seluruh Bali serta membantu masyarakat dalam Renovasi tempat Ibadah. Ungkap Dan Secaba Rindam IX/ Udayana.

Disisi Lain Putu Eka Putra Nurcahyadi, S.H., dari Eka Media Center yang juga anggota DPRD Kabupaten Tabanan menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Polres Tabanan yang telah mempasilitasi Sumbangan untuk membantu saudara kita yang terkena musibah bencana alam erupsi gunung Semeru. Hal senada juga diungkapkan oleh relawan muda asal Desa Nyitdah Diah Ayu Inten Permatasari didampingi adiknya I Nyoman Bagus Wisnu Jayaningrat, kami sangat berterima kasih kepada Polres Tabanan yang telah menjembatani bantuan untuk korban erupsi gunung Semeru.

“Semoga apa yang dapat kami berikan bisa bermanfaat bagi saudara kami di Lumajang. Ungkap Diah Ayu Inten Permatasari, anak dari Iptu I Nyoman Subagia, Kasi Humas Polres Tabanan,” pungkasnya.(Rls)

Gempa Tektonik Siang Tadi,Ini Penjelasan BMKG Wilayah III

BADUNG – Pantaubali.com – Adanya guncangan gempa tektonik siang hari tadi,(Senin,(13/12) pukul 12.46.59 WIB di wilayah Selatan Jawa Timur dan Bali.Berdasarkan hasil analisis BMKG menurut, Subkoordinator Pengumpulan dan Penyebaran Balai Besar Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Yohanes Agus Setyawan, saat dikonfirmasi, Senin,(13/12) menunjukkan gempabumi memiliki parameter update dengan magnitudo M5,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 9,69° LS; 113,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 167 km arah Selatan Kota Jember, Jawa Timur pada kedalaman 73 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi lempeng.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar,” jelasnya.

Guncangan gempabumi dirasakan di daerah Kuta III MMI,getaran dirasakan nyata dalam rumah. Jember II-III MMI, Denpasar, Kuta Utara, Karangasem, Pacitan, Trengalek, Lumajang, Blitar, Banyuwangi, Bondowoso, Malang II MMI.Dengan getaran dirasakan beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi Tsunami,” ujarnya.

Hingga perhari ini (Senin,(13/12) pukul 13.20 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan.Semabari Dirinya mengingatkan, Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, agar menghindari dari bangunan retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

“Pastikan informasi resmi bersumber dari BMKG disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi,” pesanya.