- Advertisement -
Beranda blog Halaman 791

Antisipasi Pasokan Air Tidak Bermasalah Jelang Akhir Tahun Perumda TAB Siagakan Tim Teknis

TABANAN – Pantaubali.com – Mengingat cuaca ekstrem di perkirakan akan terjadi hingga beberapa bulan mendatang.Serta menjelang akhir tahun 2021, Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) mengharapkan pasokan air tidak mengalami masalah.

Bahwa, telah menyiagakan tim teknis di lapangan saat libur akhir tahun untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi, itu disampaikan, Kasubag Humas Tirta Amertha Buana I Wayan Agus Suanjaya.

“Pelanggan juga diminta untuk melakukan penyetokan air untuk meminimalisasi kekurangan air jika sewaktu – waktu terjadi hambatan,” ucapnya,Jumat (17/12).

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada pelanggan atas kepercayaanya selama ini.Selain itu, Perumda (TAB) juga menyampaikan permohonan maaf apa bila ada pelayanan selama 2021 kurang memuaskan.

“Perumda Tirtha Amertha Buana akan senantiasa terus meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan,” cetusnya.

Sembari Suanjaya menambahkan, Per November 2021, Perumda Tirta Amertha Buana memiliki 60. 218 SR di tahun 2021 dengan target sambungan baru sebanyak 1.300 SR dan per bulan November 2021 telah tercapai 1.055 SR.

 

Gubernur Bali Wayan Koster Tinjau Kick Off Vaksinasi Covid-19 Anak Usia 6 – 11 Tahun di SDN 1 Besakih

KARANGASEM – Pantaubali.com – 373.120 Anak Usia 6 – 11 Tahun di Bali Mendapatkan Vaksinasi Sinovac dan Sebanyak 35 Ribu Sampai 40 Ribu Anak Perharinya Ditarget Mendapatkan Suntikan Vaksin.

Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau kick off vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di SDN 1 Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem pada Rabu (Buda Kliwon, Pahang) 15 Desember 2021.

Acara kick off vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6 – 11 tahun di SDN 1 Besakih dihadiri juga oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali I Ketut Suarjaya.

Dari 83 anak yang berusia 6 – 11 tahun mendapatkan vaksinasi di SDN 1 Besakih, salah satu siswa, Ni Komang Ayu Pradita Putri mengaku yakin dan tidak sakit setelah divaksin. “Tidak sakit kok setelah disuntik vaksin, karena Saya tidak takut, dan sebelumnya dapat istirahat yang cukup serta sudah sarapan,” kata Ni Komang Ayu Pradita Putri yang didampingi orang tuanya.

Dalam tinjauannya ke SDN 1 Besakih langsung memberikan semangat kepada anak-anak siswa yang sedang menerima vaksin jenis sinovac. “Harus berani biar sehat, dan vaksin ini tidak sakit,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini dihadapan Ni Kadek Rina Cahya Purnama, Ni Ketut Angreni, dan Ni Kadek Bunga yang merupakan siswa Kelas 2 SDN 1 Besakih.

Bahwa program vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun yang digelar secara serentak di Bali merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Joko Widodo untuk mempercepat cakupan vaksin bagi masyarakat, khususnya di Bali. “Targetnya, akhir Desember ini sudah selesai semua untuk vaksin tahap pertama dan selanjutnya vaksin tahap kedua pada Januari mendatang.

“Saya yakin bisa mencapai target, karena anak-anak semangat dan lebih mudah memobilisasinya.Jika sudah terlaksana semua, Bali akan lebih cepat mencapai kekebalan komunitas atau herd immunity,”katanya.

Mengenai target harian vaksinasi-nya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini mengatakan Kami menargetkan anak yang berusia 6 11 Tahun perharinya mendapatkan vaksinasi jenis sinovac sebanyak 35.000 sampai dengan 40.000 sasaran/hari.

Kemudian untuk sasaran vaksinasi anak usia 6 – 11 tahun di Provinsi Bali secara keseluruhan berjumlah 373.120 orang, dengan rincian, Kabupaten Badung 45.914 orang, Kabupaten Bangli 22.412 orang, Kabupaten Buleleng 74.137 orang Kabupaten Gianyar 40.508 orang, Kabupaten Jembrana 27.997 orang,Kabupaten Karangasem 47.728 orang,Kabupaten Klungkung 17.770 orangndan K ota Denpasar 63.594 orang; dan Kabupaten Tabanan 33.051 orang.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Ketut Suarjaya menambahkan kick off vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun ini digelar secara serentak di Bali pada, Rabu (Buda Kliwon, Pahang) 15 Desember 2021. Untuk Kabupaten Karangasem kick off vaksinasi-nya digelar di SDN 1 Besakih, di Kabupaten Badung dilaksanakan di SDN 3 Sempidi, Kabupaten Bangli di SDN 2 Kawan, Kabupaten Buleleng di SDN 3 Banjar Jawa, Kabupaten Gianyar di SDN 1 Gianyar, Kabupaten Jembrana di SDN 1 Baler Bale Agung, Kabupaten Klungkung di SDN 1 Semara Tengah, Kota Denpasar di SD Widya Sakti Penatih dan Kabupaten Tabanan di SDN 1 Dajan Peken.

“Vaksinasi untuk anak usia 6 – 11 tahun ini semua menggunakan vaksin jenis coronavac dari sinovac dan telah dipastikan aman, karena telah mendapatkan rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

“Agar vaksinasi ini berjalan lancar, anak-anak yang berusia 6 – 11 tahun juga wajib menjalani skrining secara ketat serta observasi, sebelum pemberian suntikan vaksin dilakukan,” jelasnya.

Vaksinasi anak sangat berguna untuk mencegah sakit berat dan kematian pada anak yang terinfeksi, kemudian mencegah penularan pada anggota keluarga dan saudaranya yang belum mendapatkan vaksinasi atau yang mempunyai resiko terinfeksi, dan vaksinasi ini sangat mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka serta meminimalisir penyebaran Covid-19 disekolah atau satuan pendidikan.(Rls)

Pameran Foto Jurnalistik ‘Rwa Bhineda’ Tampilkan 55 Koleksi Foto

BADUNG – Pantaubali.com – Kantor Berita Antara melalui Galeri Foto Jurnalistik Antara, Redaksi Foto Kantor Berita Antara, dan Antra Biro Bali menyelenggarakan pameran foto jurnalistik bertajuk ‘Rwa Bhineda’ menampilkan 55 foto sebagai kilas balik peristiwa terjadi di kawasan Bali-NTB-NTT selama periode 2020 sampai 2021.

“Pameran ini menjadi salah satu medium distribusi informasi dan pemberitaan, sekaligus sebuah retrospeksi mengenai hal-hal yang terjadi khususnya di sepanjang tahun 2021 ini,” kata Kurator Pameran Rwa Bhineda Ismar Patrizki di Kabupaten Badung, Bali, Kamis,(16/12) di Seminyak, Badung.

Sebanyak 55 foto dipamerkan di pusat perbelanjaan Seminyak Village, Badung, pada 13 Desember sampai 2 Januari 2022 merupakan hasil karya lima orang pewarta foto yaitu, Ahmad Subaidi (NTB), Naufal Fikri Yusuf (Bali), Kornelis Kaha (NTT), I Nyoman Budhiana (Bali), dan I Nyoman Hendra Wibowo (Bali).

“Pameran ini merupakan salah satu bentuk apresiasi atas kiprah para pewarta foto ANTARA di wilayah Sunda Kecil (Bali, NTB, dan NTT) dan dalam rangka memeriahkan HUT ke-84 Perum LKBN ANTARA,” jelasnya.

Tajuk Rwa bhineda, dalam Bahasa Bali, bermakna dua sisi atau sifat berlawanan. Meski bertolak belakang, kedua sisi itu justru menjaga harmoni alam semesta.

“Dua hal yang bertentangan, hitam-putih, gelap-terang, baik-buruk, siang-malam, kiri-kanan, serta laki-laki-perempuan, mewarnai kehidupan, membentuk sebuah keseimbangan mikrokosmos bhuwana alit dan makrokosmos atau bhuwana agung,” tutupnya.

Bupati Tabanan Lantik Perbekel : Ingatkan Tingkatkan Kerjasama dan Gotong Royong

TABANAN – Pantaubali.com – Pemkab Tabanan Tekankan Kerjasama dan Gotong Royong serta berharap kepemimpinan Perbekel yang baru mampu mendukung terwujudnya Visi dan Misi Tabanan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya S.E., M.M saat menghadiri Acara Pelantikan Perbekel Terpilih Hasil Pemilihan Perbekel Serentak Tahun 2021, Kamis (16/12).

Nampak hadir selaku undangan pada acara yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan tersebut yaitu, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Sekda, Kepala Perangkat Daerah dan Ketua TP PKK Tabanan.

Sebanyak 22 perbekel dari 22 desa hadir dalam acara yang dimulai sejak pukul 09.00 pagi itu. Para perbekel dengan masa bakti tahun 2021 – 2027 tersebut dilantik secara serentak serta melakukan sumpah jabatan di hadapan Bupati Tabanan dengan didampingi saksi-saksi. Bupati Sanjaya ungkapkan terima kasih kepada para Perbekel yang telah melakukan tugas sebelumnya serta mengucapkan selamat bertugas bagi Perbekel baru yang dilantik hari itu.

Dalam arahannya Bupati Sanjaya menegaskan, tantangan penyelenggaraan Pemerintahan Desa ke depannya akan semakin kompleks. Sebab, desa bedasarkan Undang-undang 6 tahun 2014 bukan saja sebagai obyek pembangunan namun sekaligus sebagai subyek pembangunan. Oleh sebab itu, Program

“Ngantor di Desa” sebagai salah satu program unggulan dari Bupati, akan terus dilaksanakan secara rutin dengan tujuan untuk lebih dekat ke masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi dan perkembangan, serta potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa di Tabanan.

Hal tersebut sebagai dukungan pemerintah bagi desa yang telah melaksanakan inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dalam hal ini, ia menegaskan tentang pentingnya pemberlakuan TPS3R di desa serta memanfaatkan teknologi digital dalam penyebaran informasi demi kemajuan desa itu sendiri. Keinginan-keinginan tersebut tentunya tidak dapat terwujud tanpa adanya kerjasama yang baik antara Pemimpin Desa dengan Pemerintah Kabupaten.

Pemerintah desa dituntut untuk mampu memberdayakan segenap potensi dan bahu membahu, bergotong-royong menggali potensi dan sumber daya yang ada di desa. Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi agar pembangunan desa bisa optimal dengan mewujudkan Desa presisi.

“Potensi desa memiliki keunggulan yang berbeda-beda, baik buruknya suatu desa ada di tangan kepala desa. Maka dari itu, harapan saya untuk kepala desa yang baru, mari saling koordinasi dan komunikasi yang baik, serta tekankan kerjasama dan gotong royong juga dengan pemerintah kabupaten. Agar pembangunan untuk mewujudkan Visi dan misi Tabanan bisa linear, dari desa sampai ke pusat” Tegas Sanjaya.

Harapan pemerintah Kabupaten tersebut juga disambut baik oleh para Perbekel terlantik, mereka berkomintmen untuk bekerja dengan baik, meningkatkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing desa sehingga bisa menjadi unggul dan mampu bersaing, demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Kepada para Perbekel yang terlantik, Bupati Sanjaya juga berpesan untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Lembaga-lembaga yang ada di desa hingga mampu membangun partisipasi masyarakat.

“Perbekel sebagai agen pembangunan desa yang secara langsung bersentuhan dengan masyarakat. Oleh sebab itu, bekerjalah dengan giat, jujur, kreatif, professional dan bertanggung jawab” pungkasnya.(Rls)

Kolaborasi Navicula dan Hard Rock Hasilkan Sepucuk Kaos

DENPASAR – Pantaubali.com – Di Navicula Band berusia 25 tahun (perak) di coba dipadukan dengan Hard Rock 50 tahun (emas) akhirnya menurut sang Vokalis Robi Navicula menyampaikan, terjadi kolaborasi yang akhirnya berujung menghasilkan sepucuk produk berupa kaos ciamik khusus 2550 Navicula x Hard Rock.

“Desain ini terasa spesial sebab mesti melalui proses nan njimet,” katanya, Kamis,(16/12) di Denpasar.

Hard Rock rutin merlisi kaos-kaos ikonik hasil kerjasamanya dengan jajaran artis legendaris mulai dari, U2, The Who, Link Park, hingga Rihanna.

“Dan kini, di 2021 Navicula ini sungguh sebuah sejarah,” ucapnya.

Oleh Navicula didukung Guinness Smooth, peluncuran dagan pendukung (merchandise) dibuat kian istimewa.

“Dibikinkan selebrasi gempita di Hard Rock Cafe Bali, sekalian disatukan dengan tur promosi single “Dinasti Matahari,” cetusnya.

Banyak sosok populer, lokal dan nasional, bakal ikut serta memerihkan, Endah N Resha, Lga Massardi, Scared of Bums, Modjorido.

“Serta satu lagi masih rahasia,” pungkasnya.

Buka Festival Pandawa Ke X, Wagub Cok Ace Sampaikan Semua Komponen Pariwisata Harus Duduk Bersama Lakukan Pembenahan

BADUNG – Pantaubali.com – Wagub Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati menghadiri dan membuka secara resmi penyelenggaraan Festival Pandawa ke X dan Kontes Bonsai Nusantara The Max Under 30cm di Pantai Pandawa, Desa Adat Kutuh, Badung, Rabu (15/12).

Dalam sambutannya, Wagub yang juga Penglingsir Puri Ubud ini menyampaikan kondisi pariwisata Bali beserta para pelaku usahanya serta masyarakat umum, yang berada pada titik kondisi memprihatinkan. Terdampak paling parah akibat pandemi Covid – 19, sehingga perekonomian Bali mengalami kontraksi paling parah diantara provinsi lainnya di Indonesia.

“Kondisi yang Saya perhatikan semenjak pandemi ini terjadi, benar – benar memprihatinkan, begitu miris. Selama dua tahun terakhir ini, awalnya masyarakat Bali masih bisa bertahan, namun kebelakang Saya liat sudah semakin memburuk. Dari awalnya menjual barang – barang yang dianggap kurang perlu, sampai ada yang menjual mainan anak – anaknya. Bisa dibayangkan bagaimana perasaan mereka sampai harus menjual mainan milik anak yang merela sayangi, yang harganya juga tidak seberapa. Inilah yang menjadi tantangan Kita dan harus kita jawab,” ungkap Wagub.

Bertolak dari kondisi itulah, Wagub dengan sapaan akrab Cok Ace ini bersama Gubernur Bali Wayan Koster, telah memperjuangkan kondisi Bali terutama sektor pariwisata yang menjadi tumpuan masyarakat Bali, agar bisa sedikit bernafas meraih sedikit kucuran rupiah dari para wisatawan di penghujung tahun 2021. Karena penghujung tahun menjadi salah satu peluang, dimana para wisatawan menghabiskan waktu liburannya untuk berwisata salah satunya di Bali.

Wagub Cok Ace bahkan sempet menyampaikan rasa keberatannya langsung kepada pemerintah pusat, terkait kondisi Bali yang masih menyandang status level 3, sedangkan kriteria – kriteria untuk dinyatakan pada level tersebut sudah terlewati, dan kondisi Bali sudah semakin kondusif dari penyebaran pandemi.

“Saya sempat sampaikan, Pak menteri saya keberatan kalau di Bali dibilang PPKM level 3. Karena level 3, sesungguhnya adalah sebuah gambaran kondisi yang terjadi di suatu wilayah dimana kondisi penyebaran pandemi covid 19nya masuk daftar tinggi, tingkat angka yang terinfeksi tinggi, BOR, Bed, atau occupancy rasio di rumah sakit tinggi dan lain sebagainya, ada kriteria-kriteria tertentu, sedangkan di Bali kan kondisinya sudah stabil, penyebaran rendah dan senagainya. Jadi Kita keberatan, karena dengan sebutan level 3 sesungguhnya memberikan kesan negatif terhadap pasar khususnya di luar negeri, membuat mereka bertanya apa yang terjadi di Bali. Bali yang sudah level 2, tiba – tiba di penghujung tahun kembali ke level 3, ini yang kita perjuangkan pertama, dan astungkara akhirnya bisa dirubah status tersebut menjadi kembali ke level dua,” cetus Cok Ace.

Lebih jauh Wagub mengulas pernyataan yang menyampaikan Bali akan pulih dari pandemi dalam kurun waktu 3 – 4 tahun kedepan, Ia menilai masyarakat Bali tidak bisa hanya diam selama kurun waktu pemuliham tersebut. Mengingat lebih dari 50% masyarakat Bali telah ketergantungan pada sektor pariwisata. Untuk itu, kedepan dirancang pengembangan sektor lainnya beriringan dengan sektor pariwisata menuju ketahanan ekonomi Bali yang lebih baik.

“Menjawab tantangan tersebut, kami telah mengajukan dua strategi target yang harus kita lakukan menyikapi kondisi saat ini. Pertama yakni bagaimana kita meningkatkan daya tahan Bali, dan yang kedua pengembangan daya saing Bali,” rincinya.

Terkait peningkatan daya tahan, Wagub Cok Ace menyampaikan upaya dari sisi ketahanan kesehatan yang telah diupayakan Pemprov Bali melalui program vaksinasi yang saat ini telah mencapai lebih dari 105% untuk tahap pertama, lebih dari 90% untuk tahap kedua. Dan sisi ketahanan ekonomi yang telah diupayakan pemerintah sebelum pandemi berlangsung mulai dari penerbitan kebijakan sebagai dasar pijakan pembangunan, serta pembangunan – pembangunan infrastruktur yang terus dibangun ditengah keterbatasan dalam menghadapi pandemi. Program yang direncanakan pun menjadi terhambat setelah pandemi terjadi, namun tidak akan mengurangi niat pemerintah dalam membangun ditengah keterbatasan – leterbatasan tersebut.

Sementara itu, dari sisi peningkatan daya saing Wagub Cok Ace mengungkapkan pariwisata Bali dari awal berkembangnya bukanlah by design seperti destinasi – destinasi pariwisata lainnya saat ini seperti Mandalika atau Labuan Bajo, namun lebih kepada lahir sendiri yang berasal dari nilai lebih yang dimiliki alam, budaya dan manusia Bali. Sehingga bersifat paradok, terkadang merusak apa yang membuat pariwisata Bali besar.

Untuk itu Ia pun mengajak para pelaku pariwisata Bali untuk kembali pada rancangan pembangunan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism, dimana pariwisata yang tidak merusak tiga sumber daya yang dimiliki, yakni idak merusak alamnya, tidak merusak budayanya, dan tidak merusak manusianya.

“Semua stake holder yang hadir, pemerintah daerah, pelaku pariwisata, mari kita duduk bersama mengupayakan perbaikan pariwisata kita, apa yang bisa kita lakukan. Ada hal yang sulit diperbaiki kalau tidak bersama – sama. Semisal kita tidak bisa ujug – ujug menjual kamar yang ratenya 300ribu menjadi 3juta dalam sehari, tanpa adanya pembenahan – pembenahan. Mari kita pikirkan bersama dengan pikiran jernih, agar pariwisata bisa kembali, dan bisa dinikmati untuk anak cucu kita,” pungkasnya yang kala itu turut didampingi Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Cok Bagus Pemayun.

Disisi lain, Bendesa Adat Kutuh Jro Nyoman Mesir dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wagub Cok Ace, yang diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat setempat yang mayoritas mengandalkan penghidupan dari sektor pariwisata di pantai Pandawa.

“Hampir 200 kios yang dikelola masyarakat kami, gulung tikar selama pandemi. Apa yang bisa kami lakukan, mohon arahan dan petunjuknya. Kami siap berbenah demi kelangsungan pariwisata Pandawa,” ujarnya sembari menyampaikan festival sebagai bagian ajang promosi pariwisata Pantai Pandawa dan telah menjadi agenda rutin tahunan para travel agen mengarahkan tujuan wisata kustomernya. Oleh karena tetap bisa berlangsungnya festival tersebut, Ia berharap bisa sedikit beranjak dari keterpurukan akibat dampak pandemi.

Wagub Cok Ace Apresiasi Peluncuran Buku Biografi Tjokorda Raka Sukawati

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang akrab disapa Cok Ace mengapresiasi peluncuran buku biografi mendiang Tjokorda Raka Sukawati, tokoh penemu teknik kontruksi jalan layang Sosrobahu. Ia berharap, buku yang memuat perjalanan hidup salah satu putra terbaik Bali ini mampu menginspirasi masyarakat, khususnya kalangan generasi muda. Hal tersebut diungkapkan Wagub Cok Ace saat menghadiri peluncuran buku ‘Melangkah Tanpa Lelah’ Tjokorda Raka Sukawati, penemu teknik konstruksi jalan layang Sosrobahu di Aula Kampus Pasca Sarjana Universitas Udayana, Rabu (15/12).

Menurut Wagub Cok Ace, mendiang Tjok. Raka Sukawati merupakan salah satu putra terbaik yang tak hanya mengharumkan nama Puri Ubud, namun telah menjadi kebanggaan bangsa. Teknik Sosrobahu yang menjadi temuannya tidak saja dikenal dan digunakan di tanah air, namun sudah diterapkan di negara lain seperti Filipina. Guru Besar ISI Denpasar ini menuturkan, secara personal ia sangat dekat dengan sosok mendiang yang sudah dianggapnya sebagai seorang kakak. Bagi Cok Ace, mendiang adalah partner diskusi yang sangat cerdas serta dikenal ulet dan tekun.

“Sebagai sosok seorang kakak, beliau selalu mendorong adik dan keluarga agar terus belajar dan belajar. Karena menurut beliau, hanya dengan belajar kita bisa mengubah nasib,” ucapnya.

Kenangan yang tak bisa dilupakan oleh Wagub Cok Ace adalah manakala ia mengikuti ujian terbuka saat menempuh program doktor. Saat itu, ia sama sekali tak menduga bakal mendapat pertanyaan dari mendiang Tjok.Raka Sukawati yang saat ini hadir sebagai undangan keluarga.

“Saya kaget dan tak menduga beliau bertanya. Yang beliau tanyakan waktu itu adalah teori perubahan dan saya menjawabnya dengan baik. Setelah ujian selesai, beliau merangkul saya, menyampaikan apresiasi dan berpesan kepada saya agar terus belajar. Itu momen yang tak bisa saya lupakan,” ujarnya terharu.

Cok Ace menambahkan, mendiang adalah sosok luar biasa yang tak melihat sesorang karena embel-embel ‘tjokorda’, tapi melihat seseorang dari kemauan untuk belajar.

Wagub Cok Ace juga mengenang mendiang sebagai sosok yang gigih dan pantang menyerah.

“Jika belum mendapat jawaban, beliau akan terus mencari. Tak hanya berdiskusi dengan orang sekitar, tapi juga berusaha mencari jawaban dari binatang dan pohon. Itu menurut saya luar biasa,” tambahnya.

Kegigihan dan pantang menyerah untuk mencari tahu itulah yang mengantarkan mendiang pada penemuan teknik Sosrobahu. Menurut Cok Ace, temuan itu bermula dari aktivitas Tjok. Raka Sukawati mengotak atik sebuah kendaraan dan saat mendongkrak, pada titik tertentu tiba-tiba kendaraan itu berputar.

“Bagi kita itu mungkin hal yang biasa, tapi tidak bagi mendiang yang menjadi penasaran dan terus mencari jawaban. Beliau terus bertanya, kenapa bisa berputar. Beliau membayangkan, jika jawabannya ditemukan, maka akan menjadi sebuah teori yang bisa diaplikasikan pada pembuatan jalan dan akan memberi banyak manfaat,” tuturnya.

Yang menarik, ujar Cok Ace, jawaban itu justru mendiang temukan pada saat merenung di sebuah pura. Diceritakan olah Wagub Cok Ace, saat itu ada piodalan di sebuah pura di Ubud dan ia yang memegang kunci gedong tempat menyimpan pengadeg Ida Betara. Entah kenapa, kunci itu tertinggal di Denpasar hingga membuat prosesi upacara agak terhambat karena harus menunggu kunci gedong.

“Karena beliau adalah tak bisa menyia-nyiakan waktu, selama menunggu itulah rupanya beliau merenung, terus berpikir dan berhitung tentang tekanan hidrolik. Beberapa hari kemudian, beliau mengatakan kepada saya bahwa putaran itu terjadi pada tekanan hidrolik 73. Angka itu kemudian diuji di laboratorium hingga akhirnya ditemukanlah teknik Sosrobahu. Itulah beliau yang saya kenal, tak akan berhenti sebelum mendapat jawaban yang pas,” urainya.

Berdasarkan apa yang ia ketahui secara langsung, menurutnya, buku ini memberi gambaran yang riil tentang sosok mendiang Prof. Raka Sukawati yang layak menjadi panutan dan menjadi inspirasi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud yang juga Koordinator Staf Khusus Presiden AAGN Ari Dwipayana menilai, mendiang Tjokorda Raka Sukawati adalah sosok yang senang belajar. Menempuh pendidikan S1 di ITB dan S3 di UGM menjadikan Tjokorda Raka Sukawati layak menjadi inspirasi generasi penerus untuk terus mengisi diri dengan ilmu pengetahuan, bekerja keras serta mengabdi tanpa akhir.

“Tjokorda Raka Sukawati adalah seorang pemberani yang memegang teguh prinsip, tidak takut dengan perdebatan, dan berani menyampaikan pemikiran dan gagasannya secara terbuka,” ujar Ari Dwipayana.

Pandangan tentang sosok Tjokorda Raka Sukawati juga disampaikan langsung oleh Tjokorda Gde Abinanda Sukawati, salah satu putra mendiang. Pria yang dikenal sebagai desainer dan akrab disapa Cok Abi ini menyebut mendiang sebagai sosok ayah yang sangat demokratis. Meski beberapa kali ia tak menuruti keinginan sang ayah terkait pilihan dalam pendidikan, namun Tjokorda Raka Sukawati tetap mendukung penuh sang anak. Hingga suatu ketika, mendiang sangat bangga dengan sang anak yang dikenal sebagai salah satu desainer kenamaan Bali.

“Saya selalu ingat pesan yang beliau sampaikan, bahwa apapun ilmu pengetahuan yang kamu pilih untuk masa depanmu, ingat untuk selalu fokus, disiplin dalam hal apapun itu, senantiasa berusaha memberi yang terbaik dan selalu mencintai apapun profesimu,” pungkasnya.

Acara peluncuran buku ditandai dengan penyerahan buku oleh Cok Abi kepada Wagub Cok Ace, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho dan sejumlah tamu undangan. Peluncuran buku juga diisi dengan diskusi yang menampilkan sejumlah narasumber antara lain Popo Danes dan Dekan Fakultas Teknik Universitas Udayana Ir. I Ketut Sudarsana. Peluncuran buku dihadiri oleh keluarga besar Puri Agung Ubud.(Rls)

Ketua PMI Tabanan Dukung Persiapan Pelaksanaan Pindahnya Kantor UDD PMI Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua PMI Kabupaten Tabanan, I Made Edi Wirawan, S.E mengikuti rapat rutin dengan pengurus dan anggota PMI Tabanan, serta OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, di Kantor PMI Nyitdah, Selasa (14/12). Beberapa hal dibahas dalam berjalannya rapat, termasuk fokus membahas pindahnya Unit Donor Darah (UDD) dari BRSU Tabanan ke Markas PMI RS Nyitdah yang akan dilakukan pada 18 Desember mendatang.

Selain itu, dalam pertemuan juga membahas tentang rencana pemlaspasan Penunggun karang dan Gudang logistik yang prosesnya akan dimulai pada 16 sampai 18 Desember 2021. Hal-hal penting terkait persiapan pemlaspasan, persiapan sarana prasarana upakara, serta pemilihan tanggal 18 desember yang bertepatan dengan purnama sasih kapitu dirasa sudah dipersiapkan dengan baik.

Lebih lanjut, Edi Wirawan selaku Ketua PMI Tabanan yang juga Wakil Bupati Tabanan tersebut, membahas terkait pengurus PMI PAW dari Dinas kesehatan dan dinas pendidikan, serta rapat mengenai kerjasama bersama RS Nyitdah dan RS Tabanan berikut juga dengan anggaran dana yang terkumpul dan dibutuhkan untuk pelaksanaan program PMI ke depan. Ia senantiasa mendukung persiapan pelaksanaan rentetan kegiatan ke depan untuk berjalan dengan lancar.

“Untuk pemindahan kantor pada 18 desember mendatang, semoga bisa kita lakukan dan berjalan dengan baik, tentunya dengan tuntunan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sehingga kita bisa mendapatkan taksu pergerakan ke arah yang lebih baik, sehingga langkah apapun yang kita lakukan kedepannya, bisa tepat guna untuk masyarakat yang membutuhkan” ujar Edi.

Dewa Wartika selaku sekretaris juga menyampaikan progres kesiapan perpindahan yang berlangsung beberapa hari mendatang. Termasuk juga berkesempatan untuk melaporkan kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan PMI Tabanan selama tahun 2021. Beberapa kendala krusial serta solusi yang ditempuh disampaikan dalam pertemuan tersebut.

Terkait pengaruh Covid 19 terhadap anggaran yang dialokasikan Pemkab Tabanan terhadap PMI Tabanan, di mana terdapat penurunan yang menyebabkan kurang optimalnya pelayanan PMI dalam menjalankan tugas. Sehingga advokasi baik ke pemerintah dan sektor sasaran penggalian dana menjadi langkah solusi yang diambil. Selanjutnya ialah belum lengkapnya mobeler terutama di ruang pengurus, di ruang rapat, di ruang lobby dan juga pembangunan garase untuk mobil ambulans dan operasional yang disebabkan kurangnya anggaran akibat dampak dari Covid 19. Sehingga pembuatan proposal ke pihak-pihak yang peduli pada PMI ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut.

Di samping kendala tersebut, ia juga menyampaikan terlaksananya program-program PMI di tahun 2021 sudah mencapai angka 89,58%. Dan dalam upaya membantu pemerintah dalam hal penyiapan darah yang dilaksakanan oleh UTD, PMI telah mampu memenuhi kebutuhan darah dalam setahun dengan capaian 5.066 kantong.

Dengan permasalahan covid yang melanda, meskipun kasus sudah melandai di Tabanan, namun Wabup Edi terus menegaskan masyarakat di seluruh lapisan untuk tetap waspada dan menerapkan prokes ketat. “Menjelang Nataru, sudah banyak wisatawan terlihat di Bali, tapi kita tetap harus waspada, agar kasus menurun bukannya semakin meningkat. Semoga pariwisata bisa kembali membaik” ungkapnya. (Rls)

Pemkab Tabanan Dukung Percepatan Pencapaian Vaksinasi Menjelang Nataru

TABANAN – Pantaubali.com -;Pemkab Tabanan beri dukungan kuat untuk percepatan pencapaian vaksinasi di masyarakat Tabanan, khusus untuk pelajar, masyarakat umum dan disabilitas, sehingga vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun bisa segera dilaksanakan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekda Dr. I Gede Susila, S.Sos., M.Si saat mewakili Bupati Tabanan untuk mendukung kegiatan vaksinasi masal Covid-19 oleh Kominda Provinsi Bali.

Kegiatan Vaksinasi Lanjutan Bagi Pelajar dan Masyarakat (door to door) periode Desember 2021 yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Maria Tabanan tersebut, merupakan program yang diinisiasi oleh Kominda (Komunitas Intelijen Daerah) dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Nampak hadir saat itu, Kepala BIN Prov Bali, Kadis Kesehatan, Kapolres Tabanan, Dandim Tabanan, Tenaga kesehatan dan tim vaskinasi serta peserta vaksin yang mengikuti program dengan semangat antusias. Selasa (14/12).

Tujuan utama dari kegiatan Vaksinasi ini ialah untuk membantu peningkatan capaian vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Tabanan, di mana capaian vaksin per tanggal 13 Desember 2021 tercatat sebesar 95,23% untuk vaksin dosis pertama, dan 88,46% untuk vaksin dosis kedua, serta 95,37 untuk vaksin booster khusus nakes.

Program vaksin masal ini sebelumnya telah ditentukan untuk berjalan serentak di 34 provinsi. Di mana untuk wilayah Bali, mendapatkan target dosis vaksin sebanakk 13.600 dosis. Tabanan adalah kabupaten penutup, sehingga program selanjutnya yang bisa dilaksanakan adalah vaksin untuk anak di usia 6-11 tahun. Brigjen Pol. Hadi Purnomo SH., M.H selaku kepala BIN provinsi Bali menerangkan jumlah vaksin yang disiapkan untuk hari ni sebanyak 1250, terdiri dari 1000 dosis vaksin sinovac dan 250 vaksin astrazeneca.

“ini adalah tugas dari Bapak Presiden untuk mempercepat proses vaksinasi menjelang Nataru (Natal dan tahun baru). Untuk wilayah Bali, target 13.600 vaksin hampir memenuhi target, mudah-mudahan besok kita bisa membantu dinas kesehatan baik provinsi maupun daerah untuk vaksinasi anak-anak. Semoga tidak ada kenaikan kasus saat libur Nataru, oleh sebab itu, Prokes ketat 5M harus terus diperkuat” tegas Hadi Purnomo.

Sekda Susila dalam hal ini terus menghimbau masyarakat untuk tidak menganggap vaksinasi sebagai unsur pengganti implementasi protokol kesehatan di kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi tetap harus diiringi disiplin penerapan 5M dan melanjutkan budaya 3T. di samping itu, ia juga mengajak masyarakat Tabanan untuk mendukung tenaga kesehatan dalam melakukan upaya 3T (Tracing, Testing dan Treatment) terutama saat menghadapi ancaman virus varian baru Omicron yang sudah banyak di temukan di negara tetangga.

“Dengan angka pencapaian vaksinasi yang tercatat, masih ada selisih angka yang kita terus cari dan kita maksimalkan dengan pelaksanaan vaksin door to door seperti ini. Dengan bantuan BIN, TNI dan Polri yang hingga saat ini melakukan vaksinasi, memastikan masyarakat semua bisa mendapat vaksin yang pertama maupun yang kedua, merupakan kerjasama penting yang terjalin dengan pemerintah” Pungkas Sekda Susila. Ia juga menegaskan akan terus masuk ke pelosok-pelosok desa yang sulit terjangkau, dan memastikan masyarakat mendapatkan vaksin dengan segera.(Rls)

Bali Jadi Salah Satu Provinsi Laksanakan Vaksinasi Anak Usia 6-11 Tahun

DENPASAR – Pantaubali.com -Setelah berjalannya program vaksinasi covid-19 untuk kategori rentan lalu untuk anak usia 12-17 tahun, pemerintah kembali melanjutkan program vaksinasi untuk anak usia 6 sampai 11 tahun yang akan dimulai Selasa (14/12). Secara nasional, jumlah sasaran vaksinasi mencapai 26,5 juta anak berdasarkan data sensus penduduk 2020. Kick off program vaksinasi ini akan dilaksanakan di beberapa daerah yang ditetapkan dan selanjutnya secara bertahap akan dilakukan hingga total menjangkau 26,5 juta anak di seluruh Indonesia.

Provinsi Bali jadi salah satu provinsi yang akan menjalankan kick off vaksinasi anak bersama Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Utara. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Provinsi Bali Gede Pramana dalam siaran persnya Rabu (15/12) pagi.

Menurut Kadiskominfos Provinsi Bali Gede Pramana, Vaksinasi anak ini akan dilaksanakan bagi provinsi dan kabupaten/kota yang memenuhi dua kriteria, yaitu cakupan vaksinasi dosis pertama di atas 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia di atas 60 persen.

“Bapak Gubernur Bali Wayan Koster akan hadir langsung pada kick off program vaksinasi anak usia 6 sampai 11 tahun di Bali Rabu (15/12) di SD 1 Besakih Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem dan diikuti secara serentak oleh seluruh Kabupaten /Kota se Bali,” kata Gede Pramana

Ia menambahkan, berdasarkan data Konsolidasi Bersih Kemendagri per 31 Oktober 2021, total anak usia 6-11 tahun di bali berjumlah 398.743 orang dengan rincian : Kabupaten Badung 45.406 orang, Kabupaten Bangli 24.733 orang, Kabupaten Buleleng 85.070 orang, Kabupaten Gianyar 40.787 orang, Kabupaten Jembrana 31.773 orang, Kabupaten Karangasem 55.599 orang, Kabupaten Klungkung 20.034 orang, Kabupaten Tabanan 35.215 orang dan Kota Denpasar 60.126 orang.

Pemerintah menjamin keamanan vaksinasi ini dengan adanya rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan sudah dikeluarkan izin penggunaan vaksin Coronavac® produksi Sinovac untuk anak usia 6-11 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pemberian vaksin jenis Sinovac yang sudah memiliki Emergency Use Authorization (EUA), anak akan diberikan dua kali suntikan dengan intramuskular atau injeksi ke dalam otot tubuh di bagian lengan atas, dengan interval minimal 28 hari dan dosis 0,5 ml.

“Anak wajib didampingi orang tua/wali dalam proses vaksin. Sebelum pelaksanaan vaksinasi, harus dilakukan skrining dengan menggunakan format standar oleh petugas vaksinasi,” jelas birokrat asal Denpasar ini.

Pelaksanaan vaksinasi untuk anak sesuai dengan Instruksi Presiden untuk segera melaksanakan vaksinasi pada anak 6 sampai 11 tahun. Tempat pelaksanaan vaksinasi adalah Puskesmas, rumah sakit, atau fasilitas pelayanan kesehatan lainnya termasuk pos pelayanan vaksinasi di sekolah atau satuan pendidikan lainnya, atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Masyarakat seperti Panti Asuhan.

“Ini dilakukan betul-betul karena kita ingin mempercepat vaksinasi semua penduduk di Indonesia dan juga mencegah penularan COVID-19,” imbuhnya

Ia mengajak masyarakat khususnya orang tua/wali anak berusia 6-11 tahun untuk turut serta mensukseskan program ini demi meminimalisir penularan covid-19, mencegah terjadinya gejala berat akibat terinfeksi dan mempercepat terjadinya herd immunity di Bali.

“Selain itu juga untuk mendukung percepatan pelaksanaan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya.(Rls)