- Advertisement -
Beranda blog Halaman 790

Warga Uluwatu Digegerkan Sesosok Jenasah Membusuk di Tebing Karang Boma

BADUNG – Pantaubali.com – Warga Uluwatu digegerkan dengan penemuan sesosok jenasah tepat berada di tebing Karang Boma, Uluwatu, Kabupaten Badung, Kamis (23/12) siang. Kejadian tersebut langsung dilaporkan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali).

“Kami tadi terima laporannya jam 10.35 Wita dari Bapak Subena yang merupakan warga setempat, ” terang Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada dalam keterangan Persnya.

Awal kronologisnya, sekitar pukul 10.30 Wita ada warga yang mencurigai bau busuk menyengat dan ketika ditelusuri ternyata terlihat tubuh yang sudah membusuk. Dari laporannya dikatakan jenasah sudah tidak bisa dikenali dan posisinya ada di tebing, sehingga diperlukan bantuan untuk mengevakuasi.

“Korban berada di bagian tebing sedalam kira-kira 20 meter, dilihat dari kondisi jenasahnya yang nyaris terlihat bagian tulang tubuhnya, diperkirakan sudah meninggal berhari-hari, ” ungkapnya.

Basarnas Bali memberangkatkan 10 orang rescuer menuju lokasi. Setibanya di lokasi tim berkoordinasi terlebih dahulu dengan Babinkamtibmas Pecatu, Buser Kuta Selatan, serta perangkat desa Pecatu. Dua orang personil dan warga menuruni tebing dengan pengaman tali, dilanjutkan kira-kira 100 meter menyusuri jalan setapak yang sempit di pinggiran tebing. Akhirnya tim SAR gabungan bersama warga telah mengevakuasi jenasah kurang lebih pukul 11.59 Wita, selanjutnya dibawa menuju RS. Sanglah dengan menggunakan ambulance NU Peduli.

Sembari Dirimya menambahkan, selama proses evakuasi turut melibatkan unsur SAR dari Basarnas Bali, Polsek Kuta Selatan, Polisi Pos Ungasan, Babinkamtibnas Ungasan, Babinsa Ungasan, Potensi SAR NU Peduli dan masyarakat setempat.

Sekda I Gede Susila Ikuti Rakor Monev MCP Triwulan IV

TABANAN – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, didamping Inspektur Tabanan dan OPD terkait, menghadiri Rapat Koordinasi Monev MCP Triwulan IV Tahun 2021 Pemerintah Daerah se-Bali di ruang rapat Sabha Adhyastra Utama, Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, (22/12).

Rakor yang diantaranya membahas tentang asset dan capaian pajak daerah tersebut dipimpin oleh Dewa Made Indra selalu Sekretaris Daerah Provinsi Bali, dan dihadiri oleh Bupati/Walikota yang dalam hal ini diwakili oleh Sekda se-Bali. Nampak hadir juga unsur Forkopimda dan OPD terkait dilingkungan Pemprov Bali.

Rapat kali ini dilaksanakan guna menindaklanjuti surat Plh. Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia Nomor : B/7030/KSP.00/70-76/12/2021 dalam hal Monitoring dan Evaluasi MCP Tw IV – Tahun 2021, Rapat Koordinasi ini dilaksanakan antara KPK dengan Pemerintah Daerah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota se Bali.

Pada kesempatan itu, Dewa Made Indra menegaskan kepada seluruh Sekda Kabupaten/Kota untuk bersama-sama bergerak proaktif melakukan progres sehingga bisa bersama bergerak dan intens melakukan koordinasi. “Hal tersebut dilaksanakan agar tidak terjadi jarak yang signifikan antara Provinsi dan Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Disamping itu, Ia juga menghimbau agar sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota ditingkatkan. “Substansi juga berperan penting mendukung seberapa serius dan konsisten kita dalam melakukan upaya pencegahan korupsi baik dalam aspek perangkat daerah, kepegawaian, dan lain sebagainya,” sambung Dewa made Indra.

Sementara dalam paparannya saat itu, Sekda I Gede Susila mengatakan, berdasarkan rekap data asset per 20 Desember 2021 Pemkab Tabanan memiliki tanah penguasaan sejumlah 1.936 bidang yang terdiri dari jalan sebanyak 1.139 bidang dan non jalan 797 bidang dengan rincian sebagai berikut : tanah bersertifikat sejumlah 1693 bidang meliputi jalan 958 bidang dan non jalan 745 bidang. Sedangkan yang belum bersertifikat sejumlah 243 bidang, meliputi : jalan 151 bidang dan non jalan 52 bidang.

Berkaitan dengan capaian pajak tahun 2020 atas 9 jenis pajak daerah yang dikelola Badan Keuangan Daerah Kabupaten Tabanan yang ditargetkan Rp. 119.307.269.000 dan terealisasi sebesar Rp. 97.073.960.621 atau 81,36 persen. Sedangkan capaian pajak tahun 2021 atas 9 jenis pajak daerah sampai 20 Desember 2021adalah sebesar Rp. 134.236.142.134 atau 95,36 persen dari target yg ditetapkan sebesar Rp.140.763.138.000. (Rls)

Sekda Dewa Indra : Capaian MCP Jangan Sebatas Penuhi Syarat Administrasi

DENPASAR – Pantaubali.com – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengingatkan capaian MCP Pemprov dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Bali yang terus bergerak naik tak hanya menjadi prestasi di atas kertas atau hanya pemenuhan syarat administrasi. Yang lebih penting menurutnya adalah substansi dari capaian ini tercermin dalam tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari tindak korupsi.

Penegasan itu disampaikannya dalam sambutan saat menghadiri Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi MCP Triwulan IV Tahun 2021 Pemerintah Daerah se-Bali yang berlangsung di Ruang Sabha Adhyasta Utama , Kantor Inspektorat Provinsi Bali, Rabu (22/12).
Untuk diketahui, MCP (Monitoring Center for Prevention) merupakan sistem supervisi dan pencegahan korupsi pemerintah daerah yang diluncurkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI. Dalam sistem ini, KPK melakukan intervensi terhadap delapan area yaitu Perencanaan dan Penganggaran (e-Planning dan e-Budgeting), Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pengadaan Barang dan Jasa, Kapabilitas APIP, Manajemen SDM, Dana Desa, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen BMD dan Sektor Strategis.

Lebih jauh Sekda Dewa Indra menyampaikan, sejalan dengan kemajuan capaian MCP Pemprov Bali, Pemerintah Kabupaten/Kota juga sudah berhasil mengimbangi sehingga tidak ada lagi selisih nilai yang terlalu besar.

“Progres nilai MCP kita berada pada level yang cukup baik,” ucapnya.

Kendati demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemprov dan Kabupaten/Kota se-Bali agar lebih memahami substansi dari capaian MCP. Ditambahkan olehnya, nilai yang cukup baik itu diperoleh karena terkait dengan pemenuhan kelengkapan dokumen sebagai indikator formal.

Yang jauh lebih penting adalah substansi, bagaimana jajaran birokrasi serius dan konsisten dalam mencegah kemungkinan terjadinya tindak pidana korupsi di lingkungan kerja masing-masing.

“Kita harus tunjukkan bahwa capaian MCP teraktualisasi dalam praktik tata kelola pemerintahan yang memiliki integritas baik,” imbuhnya sembari mengajak seluruh jajaran birokrasi terus berupaya memperbaiki tata kelola pemerintahan agar kepercayaan masyarakat terhadap birokrasi makin meningkat.

Masih dalam sambutannya, ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran KPK RI yang begitu intens memberi perhatian kepada Daerah Bali. Ia yakin, capaian MCP yang diraih tak terlepas dari perhatian dan supervisi yang diberikan KPK RI.

Mempertagas penyampaian Sekda Dewa Indra, Direktur Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Kopsurgah) Wilayah V KPK RI Budi Waluya menginformasikan bahwa rata-rata indeks MCP Bali saat ini adalah 85 dan sudah berada pada zona hijau.Capaian ini melampaui rata-rata nasional yaitu 45.

Lebih jauh ia mengingatkan, tingginya nilai MCP bisa jadi beban jika jajaran birokrasi kurang memahami sunstansi dari program ini. Ia berharap, capaian MCP berbanding lurus dengan kinerja birokrasi dalam pemberantasan korupsi. Jangan sampai, capaian MCP justru menjadi boomerang jika di kemudian hari ada OTT terhadap pelaku tindak pidana korupsi.

“Oleh sebab itu saya tak henti-henti mengingatkan jajaran birokrasi agar memiliki komitmen yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Capaian MCP hendaknya sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan publik,” imbuhnya.

Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi MCP diisi pemaparan oleh OPD terkait Pemprov Bali dan Kabupaten/Kota se-Bali.(Rls)

Ini Kata Dandim 1619 Tabanan Terkait Virus Omicron

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya mengantisipasi adanya varian baru virus Omicron yang saat ini disebut telah terdeteksi di wilayah DKI Jakarta tentu upaya antisipasi hal tersebut agar tidak sampai masuk ke Wilayah Provinsi Bali sangat penting diperhatikan.

Apa lagi di Kabupaten Tabanan yang merupakah wilayah jalur pelintasan mulai dari, penyeberangan Gilimanuk menuju ke Kota Denpasar dan sebagainya.Maka dari jajaran khususnya forkopimda terus menghimbau serta memberikan anjuran kepada masyarakat, itu disampaikan, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianton.

“Dengan disiplin protokol kesehatan secara ketat khususnya kepada warga masyarakat itu akan dapat mencegah penyebaran penularan dari varian baru tersebut,” katanya.

Adianton menghimbau, sebagai satuan kewilayahan tentu tetap menghimbau juga kepada seluruh warga Masyarakat dalam hal ini yang berada di wilayah Kabupaten Tabanan agar saat pelaksanaan ibadah Natal dan Perayaan Pergantian Tahun harus selalu mematuhi disiplin protokol kesehatan dimanapun.

“Baik begitu keluar dari rumah dan sampai kembali lagi ke rumah agar betul-betul disiplin protokol kesehatan dilaksanakan dengan penuh kesadaran,” tutupnya.

Bupati Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga Desa Adat Tegeh Dan Desa Adat Mandung

TABANAN – Pantaubali.com – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M mengapresiasi semangat gotong-royong masyarakat dalam melakukan upacara Pitra Yadnya dengan menghadiri upacara Ngaben Masal yang diselenggarakan di Desa Adat Tegeh, Angseri, Kecamatan Baturiti, dan Desa Adat Mandung, Desa Sembung Gede, Kerambitan, Tabanan, Selasa (21/12).

Dalam kegiatan pitra yadnya guna mengantar atma menuju pitra loka ini ini, nampak hadir Gubernur Bali yang diwakilkan oleh Ketua DPRD Bali N. Adi Wiryatama, Anggota DPRD II Tabanan, OPD terkait dan unsur Muspika, serta Bendesa Adat, Perbekel dan tokoh masyarakat setempat.

Rangkaian upacara yang dilakukan setiap 5 tahun sekali ini, telah dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan puncak acara pada 23 Desember mendatang. Sementara anggaran dana yang digunakan berasal dari Bantuan Sosial Pemkab Tabanan, iuran para peserta ngaben sebesar 3 juta per sawa, dan iuran umum sebesar 50 ribu / 300 Krama Desa. Pada tahun 2021 ini, sebanyak 46 Sawa dari Banjar Tegeh mengikuti upacara pengabenan.

Apresiasi yang sangat baik diberikan oleh Pemkab Tabanan, sebab karya yang bagi Bupati Sanjaya masuk dalam kesusastraan Agama tersebut baik seluruh persiapan dari sarana dan prasarananya sudah dirasa ‘becik pisan’ atau baik sekali.

“Ini sudah tergolong karya yang Satwika Yadnya sebab menaati Sradha Bhakti terhadap Ida leluhur itu diperlukan rasa ikhlas dan kebersamaan,” tuturnya.

Ungkapan dan pujian juga ia sampaikan, terlebih pada sikap gotong-royong masyarakat dalam menjalankan acara. Apalagi biaya yang dikeluarkan sangat terjangkau bagi kelancaran upacara pengabenan ini.

“Pemerintah selalu mendukung Yadnya yang diadakan masyarakat, namun tetap mengikuti kesusastraan agama. Sebab karya yang utamaning utama bukan hanya diputuskan oleh banyaknya banten atau biaya namun rasa tulus ikhlas dan kebersamaan masyarakat,” imbuh Sanjaya.

Ia menambahkan, kesaksian atau kehadiran murdaning jagat, tokoh-tokoh masyarakat, dipuput oleh Sang Sulinggih, itulah menurutnya sudah termasuk karya yang Satwika. Pentingnya makna dan esensi dari Karya yang dilakukan masyarakat di Desa Adat Tegeh dan Desa Adat Mandung diharapkan mampu membangun Visi dan Misi Tabanan, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

“Perkecil perbedaan, kalau bisa dihilangkan, dalam rangka membangun Tabanan yang kita cintai ini,” pesan Sanjaya.

Selain mendapat apresiasi karena lengkapnya sarana dan prasarana yang disiapkan, pelaksanaan Ngaben Masal ini juga dinilai sangat baik dalam menerapkan protokol kesehatan. Meskipun bersifat “masal” namun masyarakat membatasi kehadiran dengan hanya perwakilan saja yang datang dan senantiasa disiplin dengan tidak berkerumun, menggunakan masker dengan baik dan sarana kebersihan yang lengkap.(rls)

Ny. Putri Koster Harap Hari Ibu jadi Momen Evaluasi Peningkatan Kapasitas Diri Kaum Perempuan

DENPASAR – Pantaubali.com – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster menghadiri dan menjadi narasumber acara webinar yang digelar Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) Provinsi Bali, dari ruang Podcast Basement Gedung Gajah, kediaman Gubernur Bali, Jayasabha, Denpasar, Selasa (21/12).

Webinar yang digelar dalam rangka peringatan Hari Ibu tersebut mengambil tajuk Perjuangan Perempuan, Persepektif Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan.

Ny. Putri Suastini Koster yang juga Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali pada kesempatan itu menyampaikan ibu sebagai seorang figur yang memiliki anugerah karakter kasih sayang dan rasa cinta, dan sangat berpengaruh pada perkembangan kehidupan setiap orang. Bangsa Indonesia yang sudah mengakui jasa – jasa kaum perempuan sebagai seorang ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, selayaknya tidak hanya menjadi sekedar peringatan semata. Namun menjadi momen evaluasi diri, di mana peran seorang ibu dalam kemajuan keluarga, masyarakat dan bangsa.

“Bagi saya pribadi, kaum perempuan yang hidup di era kekinian, zaman milenial dengan perkembangan teknologi informasi yang pesat, peringatan Hari Ibu sebagai ajang evaluasi kaum perempuan, layaknya baterai harus diisi ulang, agar power-nya penuh lagi. Kemudian evaluasi ini menjadi dasar peningkatan kapasitas diri dalam merumuskan hal – hal berkaitan kewajiban diri dan peran dalam kehidupan keluarga, masyarakat hingga selaku warga negaranegara,” kata pendamping Orang Nomor Satu di Bali tersebut, sembari menyontohkan seperti kegiatan yang sudah digelar KPP Provinsi Bali dan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut.

Lebih jauh, Ny. Putri Koster yang juga seorang seniman multitalenta ini mengungkapkan peringatan sebagai momen perenungan capaian selaku perempuan Indonesia khususnya perempuan Bali dalam peran mewujudkan harapan masyarakat yang makmur, sehat, sejahtera dan sentosa terutama lingkup keluarga.

“Apa yang akan kita lakukan ke depan, baiknya kita renungkan hari ini. Kita di Bali khususnya, gerak langkah kita tidak bisa terlepas dari tatanan dan tuntunan agama, adat, budaya dan tradisi yang melekat yang sejatinya orang Bali, termasuk agama, suku, ras apa pun yang lainnya, tinggal, hidup dan menghidupi Pulau Dewata ini. Berdasar ajaran Tri Semaya, apa yang kita kerjakan saat ini bercermin dari masa lalu, dan apa yang kita rumuskan saat ini untuk mencapai tujuan masa depan sesuai tema kegiatan,” ungkap Ny. Putri Koster.

Perjuangan figur dan ketokohan masa lalu yang dibentuk oleh kekuatan adat dan budaya masing – masing seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Kartini, serta lokal di Bali Dewa Istri Kania, pun diharapkam Ny. Putri Koster menjadi cerminan para kaum perempuan untuk menumbuhkan semangat mandiri dan tangguh yang dipergunakan menyesuaikan masa saat ini. Karena perempuan memiliki peranan terpenting, garda terdepan perlindungan komponen terkecil bangsa Indonesia, yakni keluarga.

Hal tersebut juga diberlakukan Ny. Putri Koster di kala memimpin gerbong organisasi TP PKK Provinsi Bali, di mana para anggotanya wajib memiliki semangat dan kemauan untuk bekerja.

“Perempuan sudah mendapatkan porsi tempatnya, hanya saja sekarang kembali kepada diri sendiri, bagaimana pergerakannya, bagaimana perjuangannya, bagaimana semangatnya, itu semua darimana, dari diri kita sendiri. Kesempatan dan peluang sudah ada, mampukah kita mengisi? Karenanya perempuan harus dibekali sikap, semangat tangguh, mau dan punya waktu. Seperti kami di TP PKK, bahwa pengurus harus memiliki kemauan dan mampu, karena ada hal – hal khusus yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Dan terpenting punya waktu. Kemauan, kemapuan tidak akan berguna kalau tidak punya waktu, karena tidak akan bisa memberikan manfaat bagi orang di sekitar dan lingkungan kita,” pungkasnya.

Sementara itu, KPP Provinsi Bali I. G. A. Diah Werdhi Srikandi dalam laporannya menyampaikan webinar tersebut digelar dengan tujuan mengenang perjuangan kaum perempuan bersama kaum laki – laki dalam meraih kemerdekaan, memberikan pemahaman kepada masyarakat, kaum perempuan dan generasi muda milenial tentang keberanian, perjuangan dan pengorbanan kaum perempuam di masa kemerdekaan, mengangkat keberhasilan perempuan, dan mengangkat peran perempuan sebagai inspirasi keluarga, dan sebagainya.

Acara webinar juga turut menghadirkan narasumber lainnya, seperti Presidium KPP RI Badikenita br. Sitepu, serta Ni Luh Ritini Rahayu yang merupakan Ketua Bali Sruthi.

Basarnas Bali Raih Predikat ZI-WBK

DENPASAR – Pantaubali.com – Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar sebagai Unit Pelaksana Teknis Basarnas (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) berhasil meraih predikat sebagai Lembaga dengan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (ZI-WBK).

Penetapan prestasi tersebut dianugerahkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMENPANRB), Senin (20/12). Acara Pemberian Penghargaan dan Apresiasi Zona Integritas yang dilakukan secara virtual, dibuka oleh Wakil Presiden Indonesia, Ma’ruf Amin.

Dalam sambutannya Ma’ruf menekankan bahwa komitmen pemberantasan korupsi tidak hanya bersifat seremonial dan administratif.

“Roadmap Reformasi Birokrasi, predikat WTP, pakta integritas, maupun anugerah WBK dan WBBM, seluruhnya harus termanifestasikan ke dalam budaya kerja organisasi dan pelayanan publik yang prima,” kata Wapres dalam sambutannya.

Kepala Kantor Basarnas Bali, Gede Darmada, mengatakan, bahwa predikat yang telah diraih merupakan hasil dari proses yang panjang dan tidak mudah. Menurutnya apa yang telah diperoleh saat ini merupakan bentuk apresiasi dan sekaligus motivasi ke depannya untuk Kantor Basarnas Bali agar menjadi lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan jasa SAR kepada masyarakat.

“Pengusulan telah kami lakukan sejak tahun 2016 dan saat ini di 2021 kami berhasil mencapai, tentu perjuangan ini tidaklah sia-sia,” pungkasnya.

Dari 4.402 Satker yang diusulkan, ada 486 Satker yang berhasil lolos menerima predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi. Pelaksanaan pembangunan Zona Intragitas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) bisa diwujudkaan dengan berpedoman pada Permenpan Nomor 52 Tahun 2014.

Kantor Basarnas Bali telah membentuk Pokja dalam mewujudkan 6 area perubahan meliputi manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

“Sebagai perpanjangan tangan pemerintah di bidang SAR, kami selalu berusaha memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat,” terang Darmada.

Hal terpenting dalam pencapaian predikat WBK bukan hanya semata-mata pada kebanggaan, akan tetapi langkah berikutnya yang harus bisa diwujudkan dalam kinerja nyata dan bisa dirasakan masyarakat serta betul-betul mencerminkan tatakelola yang bersih dan bebas dari korupsi.

ZI-WBK merupakan predikat yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada instansi pemerintah beserta seluruh jajaran atas komitmen mewujudkan wilayah bebas dari korupsi yang tercermin dari reformasi birokrasi dan peningkatan pelayanan publik. (Rls)

Ketua TP PKK Tabanan Harapkan Sinergitas Rasa Persatuan Pada Hari Kesetiakawanan Sosial

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua TP PKK Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya hadiri Acara Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari Ibu 22 Desember mendatang, serta Perayaan Ulang Tahun Lansia Segara Santhi yang ke-4, di Desa Kelating – Kerambitan, Tabanan, Minggu (19/12).

Dalam acara yang juga dihadiri oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali Ibu Putri Koster ini, nampak hadir juga ketua GOW Tabanan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Tabanan, Ketua II Lantip Indonesia, Ketua Lantipda Bali, Kepala Dinas Sosial dan P3A Provinsi Bali dan Tabanan, Camat kerambitan dan Perbekel Kelating, para OPD terkait serta diramaikan juga oleh para lansia se-kecamatan kerambitan.

Apresiasi sangat baik diberikan Ny. Rai Sanjaya atas terselenggaranya rangkaian acara yang pelaksanaannya bertepatan di penghujung tahun 2021 ini. Meskipun kegiatan yang telah dirancang sejak bulan Maret silam tersebut sempat tertunda karena pandemi, namun kegiatan dapat berlangsung dengan lancar. Sebanyak 638 lansia di Desa Kelating dengan rincian 75 orang lansia aktif dan 575 Pra lansia yang terdata, menyambut baik setiap kegiatan sosial yang dilakukan baik oleh pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Pada hari ini kita sinergikan antara penyandang disabilitas dan lansia untuk bersama-sama kita rayakan hari kesetiakawanan sosial, dengan harapan sinergi dan rasa persatuan, kesetiakawanan sosial kita semakin baik dan semakin bagus untuk kedepannya” ungkap Ny Rai Sanjaya saat diwawancara.

Dalam rangka menyambut ulang tahun Lansia Segera Shanti, Putri Koster selaku ketua TP PKK Provinsi yang juga ketua K3S Provinsi Bali menekankan pentingnya peran orang tua dalam kehidupan kita. Bahwa mereka berperan penting sebagai guru yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dalam hidup kita. Ia memberikan apresiasi yang sangat baik kepada seluruh lansia aktif di Tabanan, sesuai dengan Perda no 11 tahun 2018 tentang bagaimana pengayoman terhadap lansia agar menjadi sehat sejahtera di waktu tua.

Selain itu, dalam rangka menyambut hari Ibu, momen ini diharapkan bisa memiliki makna yang luar biasa di masyarakat, sebab peran ibu yang sangat penting dalam kehidupan kita, dan juga sebagai momen untuk mengucap rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran mereka. Hal tersebut juga disampaikan oleh Gunawan selaku Kadis Sosial dan P3A Kab Tabanan, “Harapannya ke depan, ibu-ibu di sini bisa berperan aktif untuk membangun masyarakat, membangun desa, membangun generasi muda dan untuk para lansia agar selalu menjadi tauladan bagi anak dan cucu” ujarnya.

Pada kesempatan ini pemerintah provinsi Bali melalui TP PKK Provinsi juga menyalurkan bantuan langsung pada Lansia Segara Shanti Desa Kelanting berupa paket sembako dan sumbangan dari Gubernur Bali yang diberikan secara simbolis, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai wujud perayaan. (Rls)

Asyik Nongkrong Di Trotoar Tiga Orang Dihantam Avanza

TABANAN – Pantaubali.com – Kecelakaan Lalu Lintas antara kendaraan Toyota Avanza No. Pol. DK 1141 GK dikemudikan INWA (60) asal Banjar Dinas Swastika Carik Kangin, Desa Gadungan, Kecamatan Selemadeg Timur, menabrak 3 (tiga) orang pejalan kaki (PJK) yang sedang duduk diatas trotoar di Kalan MH Thamrin jurusan Kediri-Tanah Lot termasuk Banjar Jagasatru, Desa Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan,Senin,(20/12).

Adapun 3 indentitas korban JEPRI (41) Jember, Jatim meninggal dunia di TKP, MP (27 ) Jember, Jatim mengalami luka robek pada pelipis kiri, luka lecet pada bahan kiri, patah tulang paha kanan, dalam keadaan sadar dirawat di BRSUD Tabanan selanjutnya SH (42) Jember Jatim, mengalami luka robek pada kepala bagian belakang, luka lecet pada punggung kaki kanan, tidak sadarkan diri, di rawat di BRSUD Tabanan.

“Akibat kejadian tersebut mengakibatkan satu orang meningal dunia dan dua orang menhalami Luka berat,” jelasnya.

Adapu kronologis kejadian tersebut menurut Kasubag Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagia dalam keterangan rilinya memaparkan, sebelum kejadian, NWA mengemudikan kendaraan toyota avanza No. Pol. DK-1141-GK dengan kecepatan sedemikian rupa datang dari arah utara jurusan Kediri menuju arah selatan jurusan Tanah Lot, setibanya di tempat kejadian pada saat melintasi jalan lurus (jalan satu arah) pengemudi tidak kosentrasi sehingga menabrak 3 (tiga) orang pejalan kaki yang sedang duduk di atas trotoar sebelah timur jalan.

Adapun faktor penyebab pengemudi kendaraan toyota avanza INWA lalai, kurang hati-hati, tidak kosentrasi sehingga, tidak mampu menguasai laju kendarannya dengan wajar yang menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut,” pungkas Subagia, Senin,(20/12) di Tabanan.(Rls)

Hadiri Inagurasi Guru Besar Anyar di ISI, Wagub Cok Ace Ajak Kolaborasi dan Topang Pembangunan Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Kehadiran Guru Besar untuk kemajuan yang tidak hanya pendidikan namun juga kemajuan pembangunan sangat diharapkan. Apalagi Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang sudah begitu banyak mencetak Guru Besar, saat ini kembali mencetak tiga Guru Besar sekaligus. Untuk itu kehadiran seluruh Guru Besar bersama dengan civitas akademika ISI Denpasar untuk berkolaborasi penuh, serta bergerak solid dalam berbagai inisiatif pembangunan Bali.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) saat memberikan sambutan pada acara Inagurasi dan Sapa Publik Guru Besar Anyar ISI Denpasar, bertempat di Kampus ISI Denpasar, Jumat (17/12).

Pada kesempatan tersebut, Wagub yang juga merupakan Guru Besar ISI Denpasar tersebut mengatakan bahwa pembangunan Provinsi Bali dengan visi Nangun Sar Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali era Baru mempunyai lima program prioritas yaitu pemajuan adat, tradisi, kearifan lokal, seni dan budaya.

“Bertambahnya jumlah Guru Besar di ISI Denpasar tentu akan semakin memicu akselerasi program pemajuan seni budaya Bali,” jelasnya.

Lebih lanjut, tokoh Puri Ubud ini pun mengatakan bahwa Pemprov Bali akan selalu menjadikan ISI Denpasar dengan segenap potensi strategisnya sebagai mitra dalam penguatan dan pemajuan adat, tradisi, kearifan lokal, seni dan budaya Bali.

“Program Merdeka Belajat-Kampus Merdeka (MBKM), terutama terkait skema KKN Tematik, saya harapkan menopang penguatan dan pemajuan Desa Adat di Bali. Seperti kegiatan Rekonstruksi Seni Langka, Branding Desa Adat, Pembangunan Ekosistem Seni Budaya dan lainnya yang relevan,” imbuhnya.

Tak lupa, Wagub Cok Ace pun mengicapkan selamat kepada ketiga Guru Besar yang dikukuhkan. Ia pun berharap ketiga Guru Besar tersebut bisa langsung memperlihatkan karya untuk mewujudkan cita-cita bersama.

“Masyarakat Bali tentu menunggu kerja nyata Guru Besar ISI Denpasar terutama untuk terlibat aktif dalam penguatan dan pemajuan Seni Budaya Bali,” tandasnya.

Sebelumnya Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana mengatakan bahwa institusinya terus berupaya menciptakan SDM yang tangguh, berjiwa pancasila, dinamis, kritis, kreatif dan inovatif dalam bidang penciptaan, pengkajian, pendidikan, penyajian dan kewirausaahn seni, budaya dan desin. Untuk itu kehadiran Guru Besar baru di kampusnya tentu diharapkan akan semakin mengakselerasi mewujudkan cita-cita ISI Denpsar.

Ke depan ia pun melanjutkan untuk mendukung pengembangan SDM Bali yang makin berkualitas, institusinya tentu tidak akan melupakan pelayanan kepada para pendidik. Adapun beberapa pelayanan bagi tenaga dosen di ISI Denpasar menurutnya seperti memberikan skema kompetisi penelitian disertasi doctor bagi dosen ijin belajar, kompetisi keluaran penelitian jurnal bereputasi dan buku elektronik nasional, pendirian sentra KI dan fasilitasi keluaran hak cipta, serta mendorong dosen doctor lector kepala untuk berlomba-lomba mengajukan kenaikan jabatan Guru Besar.

Senada dengan Wagub Cok Ace, Rekor Kun Adnyana pun menanti dan berharap kiprah Guru Besar akan kemajuan Seni, Adat, Budaya dan Tradisi Bali untuk segera diwujudkan.

“Kita bersama-sama tidak hanya mewujudkan visi misi ISI Denpasar, namuan juga visi-misi Provinsi Bali,” gugahnya.

Pada kesempatan pagi itu, terdapat tiga Guru Besar yang diinagurasi yaitu Prof. Dr. Drs. I Wayan Mudra, M.Sn, Guru Besar Ilmu Kriya Keramik yang pagi itu membacakan orasi ilmiah dengan judul “Kriya Keramik Bali dalam Pelestarian Budaya Tradisi”. Yang kedua yaitu Prof. Dr. NI Made Ruastiti, SST., M.Si, Guru Besar Bidang Ilmu Seni Pertunjukan Pariwisata dengan orasi ilmiahnya berjudul “Pengembangan Model Seni PErtunjukan bagi Anak-Anak Usia Dini Berbasis Kearifan Lokal”. Yang terakhir yaitu Prof. Dr. I KOmang Sudirga, S.Sn., M.Hum, Guru Besar Bidang Kajian Seni Karawitan yang membacakan orasi ilmiah berjudul “Praktik dan Pergulatan Ideologis Pasantian di Era Global”. (Rilis)