- Advertisement -
Beranda blog Halaman 774

Kasus LPD Belumbang, Kejari Tabanan Diduga Abaikan Penyelesaian Desa Adat

TABANAN – Pantaubali.com -Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan diduga mengabaikan adanya penyelesaian di tingkat desa adat terkait masalah penyimpangan dana LPD Desa Adat Belumbang, Kecamatan Kerambitan Tabanan.

Sebelum Kejari Tabanan menetapkan tersangka baru, pihak desa adat sudah ada penyelesaian. Begitu juga warga ditersangkakan sudah mengembalikan dana di tahun 2017-2018.

Kasi Intel Kejari Tabanan I Gusti Ngurah Anom menjelaskan, penetapan tersangka baru dalam pengembangan kasus penyimpangan dana LPD Desa Adat Belumbang dikatakan sudah ada dua alat bukti.

“Penetapan tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup, yakni keterangan saksi dan adanya surat keterangan dari inspektorat (Tabanan, red) berupa surat hasil perhitungan adanya kerugian negara,” terang Gusti Ngurah Anom kepada wartawan di Kantor Kejari Tabanan, Rabu (16/2).

Lanjut dikatakan, pihaknya mengacu di putusan sebelumnya. Di sana, kata Gusti Ngurah Anom bahwa majelis menyatakan adanya keterlibatan keduanya.

“Terlepas dari pengembalian itu, majelis hakim dalam putusan tetap mempertimbangkan pasal 4 (empat) undang-undang tindak pidana korupsi (UU Tipikor),” ujarnya.

Disinggung terkait harapan restorative justice mengingat kasus ini ada kaitan dengan desa adat tim penyidik kejaksaan belum berani memberikan tanggapan.

“Terkait restorative justice kami dari tim penyidik sampai saat ini belum dapat menanggapinya, karena telah terpenuhinya dua alat bukti ditambah dengan adanya pertimbangan putusan majelis hakim sebelumnya di perkara I Wayan Sunarta mantan sekretaris LPD Belumbang,” katanya.

Untuk diketahui sebelumnya, Jro Bendesa Adat Belumbang Waya Sukara ketika ditemui wartawan membenarkan, bahwa masalah penyimpangan di LPD Belumbang sudah ada penyelesaian di tingkat desa adat tahun 2017-2018 sebelum ia menjabat.

“Sebelumnya sudah ada penyelesaian di desa adat. Mereka (ditersangkakan-red) sampai menjual tanah untuk pengembalian uang. Harapan kami sebagai warga adat, jika bisa kasus ini dapat dihentikan,” jelasnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Bendesa Adat Belumbang, Ketut Dyana Putera selaku Perbekel Desa Belumbang juga berharap, pengembangan kasus penyimpangan dana LPD Desa Adat Belumbung sedapat mungkin agar bisa dilakukan pengayoman.

“Kami memohon kepada Kejari Tabanan untuk dilakukan pengayoman restorative justice terkait pengembangan kasus penyimpangan dana LPD Desa Adat Belumbung. Kami berharap agar permohonan kami dapat dipertimbangkan dengan dasar sudah ada pengembalian dari pihak warga ditersangkakan. Meski secara hukum pengembalian dana itu tidak menghapus perbuatan pidananya. Dan kami dalam waktu dekat ini bersama Bandesa Adat akan bersurat untuk memohon,” harapnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster Resmikan Pompa Hidram Subak Nyampuan Didapingi Pangdam IX Udayana Didampingi Pangdam IX Udayana dan Bupati Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto dan Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya meresmikan Bendungan Pompa Hidram di Subak Nyampuan, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, pada Rahina Purnama Sasih Kesanga, Selasa (Anggara Paing Bala) 15 Pebruari 2022.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam sambutannya menyatakan Kabupaten Tabanan merupakan salah satu Kabupaten di Bali yang terkuat dalam pengelolaan sektor pertanian, yang terkenal sebagai produsen beras terbanyak dengan berbagai varian diantaranya beras putih, beras merah, beras hitam maupun beras kuning, serta tentunya dengan mutu yang berkualitas.

Namun dalam perkembangannya, seperti yang dilaporkan oleh Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya bahwa pertanian di Tabanan menghadapi beberapa kendala seperti kekeringan, khususnya pada musim kemarau. Sehingga berimbas pada hasil produksi yang semakin menurun. Hampir seluas 240 Hektare lahan petani mengalami kesulitan air, hanya mampu bercocok tanam padi 1 kali pada periode bulan Oktober Maret, selebihnya hanya menanam komoditi palawija.

Menanggapi hal tersebutlah, Gubernur Bali jebolan ITB ini menyatakan perlunnya sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pusat, provinsi hingga kabupaten untuk menanggulanginya.

Sehingga keberadaan Pompa Hidram mampu mengatasi permasalahan yang selama ini tidak terpecahkan.

Ini benar benar program riil, bisa menyasar permasalahan dasar pertanian di Tabanan selama ini. Kita semua patut mendukungnya, semoga bisa mengangkat potensi produksi pertanian di daerah ini. Karena itu, Saya memberikan apresiasi yang setinggi- tingginya atas program yang diselenggarakan oleh Pangdam IX Udayana,” jelas Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini.

Dari sekitar 240 Ha lahan yang mengalami kesulitan air, hampir 160 Ha dipastikan akan mendapatkan pasokan air yang cukup dengan keberadaan Pompa Hidram tersebut. Jika selama ini hanya mampu sekali panen dalam waktu setahun, dengan asumsi per 1 Ha menghasilkan 10 ton gabah. Kedepan kata Wayan Koster, peningkatan hasil produksi bisa diraih, apabila para petani mampu bercocok tanam padi 2 kali dalam setahun.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyatakan akan memberikan dukungan pendanaan yang bersumber dari APBD, fasilitasi anggaran dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian terkait, maupun pendanaan yang berasal dari Corporate Social Responsibility (CSR). Karena memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kami bersama Pak Bupati wajib hukumnya mendukung melalui fasilitasi pendanaan yang tentunya langsung menyasar program ini. Nanti coba Kami carikan format agar tidak melalui mekanisme, karena jika melalui APBD tentunya harus lewat tender. Kalau tender tentunya belum bisa dilaksanakan seperti ini oleh anggota Bapak Pangdam. Mungkin Kita bisa manfaatkan pola hibah kepada TNI, sehingga bisa mendukung program ini, mungkin hibah CSR salah satunya, tegas Gubernur Bali yang disambut tepuk tangan.

Dengan keterlibatan TNI dalam menciptakan program pembangunan Pompa Hidram, Gubernur Wayan Koster menyatakan banyak penghematan yang bisa dilakukan, baik itu waktu maupun biaya. Untuk itulah, Gubernur Bali berharap masyarakat setempat bisa memanfaatkan dan memelihara fasilitas tersebut dengan baik.

Jarak antara sumber air dan lahan yang memerlukan pengairan sekitar 2 Km, jika dihitung-hitung dengan memanfaatkan tenaga kerja umum dibiaya baik APBN/APBD tentu biayanya akan sangat besar sekali. Namun ketika program ini dilaksanakan oleh para prajurit TNI, ini sangat efisien, efisiensi waktu, biaya dan tenaga, hingga akhirnya mampu menyelesaikan permasalahan yang begitu luas. Ini luar biasa, kendala lahan 160 Ha dapat teratasi. Sekali lagi kami sampaikan apresiasi, pungkasnya.

Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto menjelaska, program yang diprakarsai Kementerian Pertanian RI dengan melibatkan personil TNI, merupakan salah satu bentuk program TNI untuk mengatasi permasalahan rakyat disekitar wilayah yang dinaungi.

Inilah bukti kalau negara itu hadir untuk rakyat dengan mengatasi permasalahan permasalahan yang ada, ujar Mayjen TNI Sonny Aprianto.

Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Gubernur Bali, Wayan Koster dan Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Sonny Aprianto atas terwujudnya Bendungan Pompa Hidram di Subak Nyampuan. Apresiasi secara khusus pula diberikan kepada Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali (Wayan Koster, red) ini, karena berjasa memfasilitasi distribusi pemasaran hasil produksi sektor pertanian di Kabupaten Tabanan yang selama ini juga menjadi kendala para petani.

Astungkara kemarin beberapa kali Saya dipanggil bersama Bapak Sekda, dan Kepala Dinas Pertanian oleh Bapak Gubernur Bali, Kami di Kabupaten Tabanan sangat berbahagia dan berbangga karena selama ini yang menjadi kendala di bidang pertanian Kabupaten Tabanan adalah di sektor pemasaran ini, yang kadang-kadang dipermainkan oleh pihak ketiga untuk harga pemasaran dan harga produksinya. Astungkara Bapak Gubernur kemarin mengajak Kami untuk bertemu dengan beberapa investor salah satu hotel yang memiliki 23 cabang hotel di Bali. Beliau yang memfasilitasi, sehingga harga beras stabilitasnya terjaga. Dalam prosesnya, beras produksi Kabupaten Tabanan akan dibeli oleh investor tersebut melalui Perusda untuk dikonsumsi di setiap hotel dan restaurant. Inilah yang membanggakan Kita buat masyarakat di Kabupaten Tabanan, khususnya yang bergerak di sektor pertanian, pungkas Bupati Tabanan. (Rilis)

Gubernur Bali, Wayan Koster Kawal Terus Pembangunan Bendungan Tamblang dan Ditargetkan Selesai Oktober 2022

BULELENG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau progres pembangunan Bendungan Tamblang di Kabupaten Buleleng pada, Minggu (Redite Kliwon, Bala) 13 Pebruari 2022 bersama Wakil Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bali – Penida, I Gusti Putu Wandira, Kadis PUPR/Perkim Bali, Nusakti Yasa Wedha dan Kepala Diskominfo Bali, Gede Pramana.

Pembangunan Bendungan Tamblang merupakan salah satu program prioritas yang terus dikawal oleh Gubernur Bali, Wayan Koster melalui Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono dalam upaya mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru.

Bedungan Tamblang memiliki manfaat untuk, 1 Kebutuhan Irigasi 588 Ha, 2 Penyediaan Air Baku sebesar 510 liter/detik,3 Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) berkapasitas 0,54 MW dan ke 4 Pengendali Banjir, Konservasi, serta Pariwisata.

Bendungan Tamblang mampu menampung air dengan jumlah mencapai 7,8 juta meter kubik yang akan bisa dimanfaatkan sebagai air baku dengan debit 510 liter/detik, dan akan dimanfaatkan untuk penyediaan air di 4 Kecamatan, seperti,Kecamatan Tejakula, Kecamatan Kubutambahan, Kecamatan Sawan, dan Kecamatan Buleleng.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bali – Penida, I Gusti Putu Wandira dihadapan Gubernur Bali melaporkan bahwa, progres Pembangunan Bendungan Tamblang terdiri dari, Jalan Inspeksi realisasinya sudah 93,176%, Bangunan Fasilitas Umum realisasinya sudah 79,938%; Jalan Akses realisasinya sudah 97,042%; Bangunan Pelimpah realisasinya sudah 96,308%; Bendungan Utama realisasinya sudah 39,895%; Bangunan Pengambilan realisasinya sudah 73,398%; dan Terowongan Pengelak realisasinya sudah 93,787%. Sehingga pembangunan ini ditargetkan selesai pada bulan Oktober Tahun 2022.

Dalam perkembangan pembangunannya, I Gusti Putu Wandira menyampaikan di Bendungan Tamblang ini telah ditemukan peninggalan sejarah berupa terowongan pada Abad ke-11 atau di zaman Raja Anak Wungsu. Sehingga terowongan ini menjadi salah satu bukti kepedulian para leluhur yang sudah memikirkan kesejahteraan masyarakatnya dalam mengelola alam sekitar untuk meningkatkan kebutuhan hidup melalui pengairan.

“Saat ini perjuangan dan cita-cita leluhur di Abad ke-11 tersebut, berhasil diwujudkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster dengan adanya Bendungan Tamblang ini,” kata Gusti Putu Wandira.

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, Bendungan Tamblang memerlukan anggaran pembangunan untuk pembebasan lahan mencapai Rp 249 miliar, sedangkan pembangunan fisiknya Rp 793 miliar. Jadi kalau ditotal, biaya pembangunan bendungan ini mencapai Rp 1 triliun 40 miliar lebih yang bersumber dari dana APBN.

Sebagai Gubernur Bali yang mendapatkan tugas untuk mewakili Pemerintah Pusat dalam melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap program Kementrian PUPR yang dilaksanakan di Provinsi Bali. Untuk itu, Gubernur Wayan Koster mengharapkan agar pekerjaan pembangunan bendungan ini betul – betul dikerjakan dengan baik, sehingga hasilnya berkualitas, dan target waktunya bisa dipenuhi.

“Astungkara dari hasil pemantauan telah berjalan dengan lancar. Kalau ini sudah selesai, Saya kira masyarakat di Buleleng khususnya di 4 Kecamatan, terutama wilayah paling bawah kebutuhan dasar (air, red) masyarakat di Buleleng sebagian bisa dipenuhi. Sehingga tidak ada lagi kekurangan dan kesulitan air di musim panas,” jelas orang nomor satu di Pemprov Bali ini seraya menegaskan ini merupakan program yang Saya kawal dan perjuangkan melalui Bapak Menteri PUPR, sehingga mendapat anggaran cukup besar di Buleleng. Karena Saya sejak kecil mengetahui (Waktu kecil di Desa Sembiran susah air, sampai mengambil air di pantai untuk dibawa ke atas, red), salah satu kesulitan permasalahan di Buleleng ini adalah penyediaan air bersih untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Gubernur Bali jebolan ITB ini pula menyatakan bahwa alam sudah menuntun ini (Pembangunan Bendungan Tamblang, red) adalah tempat yang tepat untuk membangun bendungan sebagai sumber kehidupan masyarakat dengan mengelola sumber daya air ini, karena di pembangunan Bendungan Tamblang ada terowongan yang diperkirakan sudah ada pada Abad ke-11.

“Jadi tidak ada orang yang bisa hidup tanpa air, semuanya butuh air, Kita harus serius pikirkan kebutuhan air ini dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” tutupnya. (Rilis)

Persiapkan Jajaran Ad-Hoc, Bawaslu Tabanan Berkunjung Ke Kantor Camat Se-Kabupaten Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com -Dengan semakin dekatnya perhelatan Pemilihan Serentak Tahun 2024, Bawaslu Kabupaten Tabanan mulai lakukan persiapan untuk pembentukan jajaran Ad-Hoc tingkat kecamatan (Panwas Kecamatan) dengan mengunjungi seluruh Kantor Camat di Kabupaten Tabanan. Selasa dan Rabu, 15 dan 16 Februari 2022.

Kegiatan tersebut, guna silaturahmi dan berkoordinasi dengan Camat seluruh Kabupaten Tabanan terkait dengan kesiapan Sumber Daya Manusia yang akan diperbantukan pada Panwas Kecamatan Tahun 2024 nanti oleh Kecamatan.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Made Rumada ditemui di sela-sela kegiatan menjelaskan, Bawaslu Kabupaten Tabanan pada Pemilihan serentak 2024 nanti akan mulai membentuk jajaran Pengawas di tingkat kecamatan guna mendukung tugas-tugas Pengawasan pada seluruh Kecamatan.

“Tak hanya SDM nya saja, tetapi juga kami akan koordinasi terkait dengan penyediaan gedung kantor yang nanti akan ditempati oleh Panwascam selama bertugas saat perhelatan Pemilu. Sejauh ini, sudah tujuh Kecamatan yang mengatakan siap untuk membantu memfasilitasikan gedung dan staff PNS.” ujarnya.

Selama dua hari tersebut, sudah 7 Kecamatan yang telah disambangi, diantaranya Kecamatan Selemadeg Barat, Baturiti, Selemadeg, Penebel, Marga, Tabanan, dan Kerambitan serta akan dilanjutkan kembali selama dua hari kedepan di Kecamatan Kediri, Selemadeg Timur, serta Kecamatan Pupuan.

“Kita akan terus turun ke seluruh Kecamatan di Kabupaten Tabanan agar nantinya saat perekrutan jajaran Ad-Hoc, di masing-masing Kecamatan telah menyiapkan sarana yang dibutuhkan nantinya,” pungkasnya. (Rilis)

 

Akhirnya Kakek Hilang di Tukad Pancoran Ditemukan Meregang Nyawa

TABANAN – Pantaubali.com – Tim SAR gabungan akhirnya menemukan kakek usia 80 tahun yang kemarin sempat dikabarkan hilang, Rabu (16/2) sekitar pukul 09.10 Wita. Jenasahnya tersangkut di akar-akar pohon bakau, pada posisi koordinat 8°34’56.64″S – 115° 3’31.53″T.

“Jenasah I Made Toka ditemukan di muara sungai tukad Pancoran Tabanan, pertemuan arus sungai dengan pantai, berjarak 6,5 kilo meter arah barat daya dari lokasi diduga korban terjatuh,” ujarnya Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali),Gede Darmada.

Operasi SAR hari ini, tim SAR gabungan dibagi dalam 3 SRU melakukan penyisiran di seputaran sungai, kurang lebih berselang 15 menit diterima informasi dari warga bahwa korban ditemukan. Tim SAR langsung menuju lokasi dan mengevakuasi jenasahnya, dan selanjutnya di bawa ke RSUD Tabanan menggunakan ambulance Relawan Mandiri.

Diberitakan sebelumnya korban atas nama I Made Toka dilaporkan hilang saat pergi ke sawah pada Selasa (15/2). Dimana posisi sawahnya dekat dengan Sungai Tukad Pancoran yang berlokasi di Desa Panarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Basarnas Bali telah melakukan pencarian dengan menurunkan tim selam, namun hari pertama pencarian hasilnya nihil.

Unsur SAR yang terlibat diantaranya Basarnas Bali, Polairud Polres Tabanan, Buser Polres Tabanan, Polsek Kerambitan, BABINKAMTIBMAS, BPBD Tabanan, Tagana Kab.Tabanan, Potensi Sar Radio 115, SAI Rescue, relawan mandiri, RAPI Tabanan serta pihak keluarga.

Bupati Tabanan Apresiasi Sinergi TNI dan Masyarakat Dalam Pembangunan Pompa Hydram di Desa Tangguntiti

TABANAN – Pantaubali.com – Program berlanjut, Pemkab Tabanan tekankan sinergitas dengan masyarakat dalam membangun dari desa. Melalui peresmian Pompa Hydram Pertanian Kodam IX Udayana, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M tunjukkan dukungan dengan hadir secara langsung dalam acara tersebut. Selasa (15/2).

Diresmikan di Banjar Batan Buah, Desa Tangguntiti, Selemadeg Timur Tabanan, Hydram yang dibangun dengan semangat gotong-royong hasil kolaborasi TNI dan masyarakat tersebut, diharapkan mampu memberikan manfaat guna membantu kebutuhan air untuk pertanian di Desa Tangguntiti. Peresmian tersebut dihadiri oleh Wayan Koster selaku Gubernur Bali, Pangdam IX Udayana, Ketua dan anggota DPRD Tabanan, , Kapolres, Dandim, Jajaran Forkopimda, Sekda Tabanan, OPD Terkait, Camat Seltim dan OPD Terkait.

Sebagai pemegang predikat lumbung berasnya provinsi Bali, melalui kesuburan tanah Tabanan, jika didukung dengan iklim dan tata kelola air yang baik oleh subak, para petani di Tabanan sebaiknya dapat bercocok tanam sepanjang musim. Namun demikian masih terdapat kendala di dalam pemenuhan kebutuhan air, seperti yang terjadi di subak Aseman Desa Tangguntiti, di mana pada saat musim kemarau, air menjadi sulit.

Tak tanggung-tanggung, luasan areal yang mengalami kesulitan air mencapai 240 hektar, sehingga petani hanya mampu menanam padi sekali saja dalam setahun, yaitu pada bulan Oktober – Maret, sedangkan untuk musim tanam April – September, sebagian besar petani menanam komoditi palawija yaitu jagung.

Bupati Sanjaya sangat mengapresiasi pemasangan Hydram di Desa Nangguntiti ini, ia berharap kedepannya mampu mengangkat air untuk mengatasi kendala kekeringan di musim kemarau, sehingga diharapkan indeks pertanaman di wilayah subak Aseman dapat ditingkatkan, sehingga produksi secara keseluruhan dapat ditingkatkan.

Dalam sambutannua, Bupati Sanjaya menyampaikan hal-hal yang mampu memaksimalkan potensi pertanian di Kabupaten Tabanan. Termasuk upaya Pemkab Tabanan untuk mencurahkan perhatian terhadap 3 hal yaitu produksi, distribusi dan pemasaran.

Oleh sebab itu, guna melancarkan upaya ini, dibutuhkan dukungan dari semua pihak yaitu dalam upaya menciptakan iklim yang kondusif baik dari segi infrastruktur, persaingan usaha, jaminan kualitas produk serta kesinambungan produksi

“Harapan saya agar program yang mendukung kemajuan sektor pertanian seperti pembangunan pompa Hydram ini tetap terus berlanjut di tahun-tahun mendatang” Harap Sanjaya.

Ia berharap kebersamaan dalam membangun Tabanan dapat berlangsung secara berkesinambungan. “Karena tanpa sinergitas kita bersama, maka upaya untuk pengembangan ketahanan pangan akan sulit direalisasikan” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Sonny Aprianto, S.E., M.M. menjelaskan bahwa program pembangunan hydram ini telah mendapat dukungan penuh dari Presiden RI untuk terus dilanjutkan.

“Sehingga kita akan mematangkan kembali dari 160 titik survey yang kita lakukan, akan kita realisasikan dengan cepat, terutama untuk daerah-daerah yang membutuhkan penanganan segera. Jadi kita akan tunjukkan bahwa negara hadir untuk rakyat indonesia. Saya juga berharap dengan adanya hydram ini, dapat bermanfaat untuk masyarakat dalam memajukan pertanian di Tabanan” Ujarnya. (Rilis)

Pupuk Kekompakan, Bupati Tabanan beserta Jajaran Rutin Sembahyang Purnama di Pura Luhur Batukau

TABANAN – Pantaubali.com – Pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, mengajak Wakil Bupati, perwakilan Legislatif, Sekda, para Asisten dan OPD terkait, melakukan persembahyangan Purnama di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Selasa, (15/2) pagi.

Hal ini merupakan inisiatif dari Bupati yang mempunyai komitmen di Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam setiap hari purnama melakukan persembahyangan di Pura Luhur Batukau. Dengan tujuan selalu mohon kerahayuan sekala dan niskala untuk menjalankan roda pemerintahan, terutama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Disamping itu, melalui persembahyangan ini juga diharapkan mampu memupuk kebersamaan dan kekompakan antara Bupati beserta Wakil Bupati, Sekda, para Asisten dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Bupati Sanjaya sangat meyakini, kebersamaan dan kekompakan dalam menjalankan roda pemerintahan merupakan salah satu kunci sukses dalam mewujudkan semua visi misi.

Di kesempatan itu yang bertepatan dengan rahina Purnama Kesanga, Bupati Sanjaya membahas berbagai program-program dan melakukan evaluasi dengan seluruh jajaran. Ia juga kembali menegaskan kepada seluruh jajaran, agar selalu bersinergi dalam berbagai hal guna mewujudkan Tabanan Era Baru yang AUM dan pemerintahan yang bersih di Tabanan.

“Ayo kedepan mari kita kompak bersatu, bekerja bersama, hilangkan perbedaan-perbedaan dan hilangkan persepsi-persepsi tentang birokrasi kita. Sering saya sampaikan, perbedaan itu pasti ada. Usahakan minimize perbedaan itu bahkan dihilangkan untuk kekompakan kita bersama,” pinta Sanjaya dalam arahannya tersebut.

Ia juga sangat meyakini, kekompakan akan menimbulkan kepercayaan di jajaran Pemkab Tabanan, sehingga akan lebih memudahkan dalam menjalankan roda pemerintah. Ia sangat menyadari, bahwa tidak akan mudah menjalankan semua itu. Setiap pemerintahan pasti akan mengalami suatu guncangan, maka dari itu sangat penting selalu memohon kerahayauan pada Ida Sang Hyan Widhi Wasa agar diberikan jalan yang baik, terutama dalam melayani masyarakat.

“Mari kita selalu berusaha berbuat dengan sebaik-baiknya. Saya sangat sadar masih perlu melakukan yang terbaik, maka dari itu saya dan Pak Wakil sebagai pemimpin wajib memberikan contoh yang baik bagaimana kita melaksanakan swadharma kita sebagai abdi Negara dan pelayan masyarakat,” imbuh Sanjaya. (Rilis)

Masalah LPD Belumbang, Kejari Tabanan Diharap Gunakan Prinsip Keadilan Restoratif

TABANAN – Pantaubali.com – Perbekel Desa dan Bendesa Adat bersama Tim Penyelamat LPD Desa Adat Belumbang, Kecamatan Kerambitan berharap Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan dapat mempetimbangkan menggunakan prinsip keadilan restoratif (Restorative Justice) dalam penyelesaian kasus Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Belumbang, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut diungkapkan terkait langkah penyidik Kejari Tabanan yang kembali mengembangkan kasus penyimpangan LPD Desa Adat Belumbang dengan menetapkan dua tersangka baru dalam kasus tersebut, yakni mantan ketua dan bendahara.

Adapun harapan penggunaan prinsip keadilan restoratif yakni penyelesaian masalah tanpa pemidanaan atau mengedepankan penyelesaian di luar pengadilan ini disampaikan lantara dikatakan sudah ada penyelesaian masalah penyimpangan LPD tersebut di tingkat desa. Dan juga disampaikan pihak warga yang ditersangkakan sudah melakukan pengembalian dana di tahun 2017-2018, bahkan telah ada pernyataan, jika pengembalian dana dipenuhi tidak akan ada penuntutan secara hukum.

“Memang benar ketua dan bendahara LPD Desa Adat Belumbang sudah membayar lunas sesuai dengan perhitungan dibuat oleh tim pencari fakta yang diputuskan dalam rapat desa adat,” ungkap Made Wartama selaku ketua Tim Penyelamat LPD Desa Adat Blumbang, ditemui di kediamannya, Senin (14/2/2022)

Made Wartama menjelaskan, besaran dana harus dan telah dibayarkan sesuai dengan hasil penelusuran dan perhitungan tim pencari fakta.

“Semua pengurus telah membayar lunas sesuai besaran yang harus mereka tanggung dalam keputusan rapat. Kecuali Sekretaris, ia sama sekali tidak membayar dan sudah divonis pengadilan,” jelas Made Wartama.

Begitu juga Jro Bendesa Adat Belumbang Wayan Sukara ketika ditemui wartawan membenarkan, bahwa masalah penyimpangan di LPD Belumbang sudah ada penyelesaian di tingkat desa adat tahun 2017-2018 sebelum ia menjabat.

“Sebelumnya sudah ada penyelesaian di desa adat. Mereka (ditersangkakan-red) sampai menjual tanah untuk pengembalian uang. Harapan kami sebagai warga adat, jika bisa kasus ini dapat dihentikan,” terangnya.

Senada dengan apa yang disampaikan Bandesa Adat Belumbang, Ketut Dyana Putera selaku Perbekel Desa Belumbang juga berharap, pengembangan kasus penyimpangan dana LPD Desa Adat Belumbang sedapat mungkin agar bisa dilakukan pengayoman.

“Kami memohon kepada Kejari Tabanan untuk dilakukan pengayoman restorative justice terkait pengembangan kasus penyimpangan dana LPD Desa Adat Belumbung. Kami berharap agar permohonan kami dapat dipertimbangkan dengan dasar sudah ada pengembalian dari pihak warga ditersangkakan. Meski secara hukum pengembalian dana itu tidak menghapus perbuatan pidananya. Dan kami dalam waktu dekat ini bersama Bandesa Adat akan bersurat untuk memohon,” harap Ketut Dyana Putera.

Untuk diketahui sebelumnya, tim penyidik Kejari Tabanan dikomandoi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Ida Bagus Widnyana menetapkan dua orang tersangka baru dalam dugaan korupsi di tubuh LPD Desa Adat Belumbang, Kamis,(3/2/2022).

Widnyana saat itu dalam keterangannya mengatakan, adanya penetapan dua orang tersangka baru didasari fakta persidangan terhadap I Wayan Sunarta, mantan Sekretaris LPD Belumbang sebelumnya telah divonis empat tahun penjara.

“Penetapan status tersangka mantan Ketua dan Bendahara LPD Belumbang ini sudah kami lakukan kemarin,” jelas Widnyana.

Didampingi penyidik lainnya, Widnyana menyebutkan kedua tersangka adalah pengurus sepanjang 2003 sampai tahun 2017. Akibat penyimpangan yang terjadi, dikatakan memgakibatkan kerugian hingga Rp 1,1 miliar lebih.

Rahina Purnama, Pangdam Udayana Resmikan Pompa Hidram Pertanian ke Dua di Tangguntiti

TABANAN – Pantaubali.com – Akhirnya pembangunan Pompa Hidram Pertanian merupakan pembangunan pompa hidram ke dua di Desa Tangguntiti tepatnya di Banjar Batan Buah telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh para petani di subak aseman IV Desa Tangguntiti yang luasnya hingga 220 hektar dengan beranggotakan sekitar 400 orang petani penggarap akhirnya diresmikan langsung oleh Mayjen TNI Sonny Aprianto, Pangdam IX/Udayana, Gubernur Bali, Wayan Koster serta Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, Selasa,(15/2) bertepatan di Rahina Purnama.

Sebelumnya juga kegiatan non program Kodam IX/Udayana dalam membantu masyarakat penyediaan air bersih untuk Bali Nusra dan juga penyediaan air bagi sektor pertanian ini telah dibangun pompa hidram pertanian yang pertama di Wilayah Kodim 1619/Tabanan yaitu, di Banjar Nyampuan Desa Tangguntiti yang telah diresmikan Gubernur Bali beserta Pangdam, Kapolda dan Bupati Tabanan beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana,Mayjen TNI Sonny Aprianto, menyampaikan, Dengan adanya pompa hidram kerja sama antara Kementrian Pertanian, Kodam Udayana, dan Pemerintah Daerah akhirnya permasalahan terkait pertanian dapat terpecahkan.

Dengan 10 pompa hidram tersebut telah dapat mengairi 160 hektar lahan persawahan dengan biaya tidak terlalu tinggi. Artinya, tidak sampai Rp 1 milyar tapi bisa berdaya guna dan berhasil guna sangat maksimal.

“Saya selaku Pangdam Udayana dari awal sudah bertekad karena, proyek ini atau pekerjaan ini sangat menyentuh kepentingan masyarakat maka, proyek ini akan dilanjutkan,” jelasnya.

Pak Maruli kemarin telah melakukan pemasangan pompa hidram maupun sumur bor.Dengan jumlah 227 titik tahun 2021 dari 227 titik ada 53 yang sedang progres, pendanaannya telah selesai juga.

“Sudah mensurvey juga 160 titik untuk di 3 Provinsi baik NTT, NTB, dan Bali. Dari 160 titik tersebut akan dimatangkan dan akan diprioritaskan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.Mana yang kekeringan itu yang akan didahulukan. Kita harapkan dalam tahun 2022 ini bisa sekitar 100 titik lagi yang akan kita buat nanti,” paparnya.

Dalam sabutan, Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kunjungan Pagdam Udayana saat ini merupakan ke 3 kalinya ke Desa Tangguntiti dalam kaitan program Pangdam Udayana sangat mengapresiasi karena, programnya sangat riil.

Karena, jika dilihat sampai saat ini Kabupaten Tabanan sebagai daerah penghasil beras paling banyak di Provinsi Bali dan sebagai sumber penghasil pangan di Bali yang masih sangat kuat di bidang pertanian terutama dalam menghasilkan hasil pertanian berupa beras.

“Sangat berterima kasih kepada Pangdam Udayana dan mengapresiasi sebesar-besarnya karena, pemecahan masalah yang sangat riil kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas pangan di Kabupaten Tabanan dan khususnya kepada krama Desa Tangguntiti ini,” paparnya.

Selanjutnya masih dalam waktu yang sama Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya mengatakan, tentu masyarakat Tabanan khususnya di Desa Tangguntiti merasa bergembira dan memberikan apresiasi.Karena selama ini menjadi sebuah permasalahan di bidang sektor pertanian bahwa, daerah Subak Aseman hanya dapat bercocok tanam 1 tahun sekali karena, faktor air atau kekeringan.
Dengan telah adanya hidram menjadi salah satu solisi sangat luar biasa dengan alat sederhana serta dari segi biaya juga tidak terlalu besar akan tetapi dapat mengairi hektaran areal lahan persawahan.

“Apa disampaikan bapak Pangdam mudah-mudahan bisa mengalokasikan yang menjadi saran Bapak Gubernur serta bapak Gubernur juga dapat membantu sehingga, sektor-sektor pertanian yang ada khususnya bagi masyarakat yang mengalami kekeringan air minum dapat kita atasi.Atau dengan tekhnologi sederhana akan tetapi manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.

Pergi Kesawah Seorang Kakek Belum Diketahui Keberadaanya

TABANAN – Pantaubali.com – Tim SAR gabungan melakukan pencarian orang hilang di Banjar Bantas, Desa Panarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Kerambitan, Selasa (15/2). Seorang kakek-kakek usia 80 tahun berangkat dari rumah untuk pergi ke sawah namun sampai dengan semalaman ia tak kunjung tiba di rumah.

“Satu orang warga yang kami cari atas nama I Made Toka yang kesehariannya sebagai petani,” kata, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada dalam keterangan tertulisnya.

Setelah informasi tersebut terkonfirmasi, Kantor Basarnas Bali menggerakkan 5 orang rescuer dari Kantor Jimbaran untuk menuju lokasi pada pukul 08.50 WIta. Berdasarkan laporan yang didapat, kronologis awalnya I Made Toka berangkat dari rumah sejak hari Senin, kurang lebih pukul 16.00 Wita. Tidak ada satupun saksi mata yang melihat kejadiannya, namun dicurigai ia terjatuh ke sungai.

“Memang ia mengatakan akan pergi ke sawah dan posisi sawah berdekatan dengan Sungai Tukat Pancoran, sementara ini diduga I Made Toka terpeleset dan jatuh ke sungai,” ujarnya.

Personil yang diberangkatkan juga membawa perlengkapan selam. Setibanya di lokasi, mereka langsung berkoordinasi dengan unsur SAR terkait untuk rencana penyelaman di seputaran lokasi yang dicurigai korban berada. Personil yang ikut dalam pencarian mengatakan bahwa kedalaman sungai berada diantara 5 meter sampai dengan 8 meter dan kondisi airnya keruh. Sembari Dirinya menambahkan, diturunkan 3 orang rescuer Basarnas Bali dengan peralatan selam dan melakukan pencarian secara bergantian. Namun sampai dengan 2 sorti, tim SAR gabungan belum bisa menemukan target.