- Advertisement -
Beranda blog Halaman 773

Kurang Hati-hati Pengendara Sepeda Motor Saling Seruduk

TABANAN – Pantaubali.com – Kecelakaan lalu lintas antara sepedamotor Yamaha dikendarai AN (Inisial) (23) yang mengakibatkan AN mengalami perut terasa sakit dan sadar dirawat di Puskesmas Selemadeg Barat dengan sepeda motor Honda dikendarai IKJ (59) asal Desa Lumbung, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan, mengalami Kaki Kanan luka, keluar darah dari telinga kiri dalam keadaan sadar dan dirawat di Puskesmas Selemadeg Barat.

Kecelakaan tersebut terjadi, Jumat,(18/2) di Jalan Umum Jurusan Denpasar, Gilimanuk tepatnya di wilayah Banjar Surebrata, Dusun Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan.

Adapun kronologis singkat kejadian tersebut disampaikan, Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu I Nyoman Subagio dalam keterangan tertulisnya mengatakan, sebelum kejadian sepeda motor Yamaha dikendarai oleh pengemudi AN datang dari arah timur jurusan Denpasar menuju arah Barat Jurusan Gilimanuk dan setibanya di TKP saat melintas di jalan lurus datang dari arah selatan yaitu, sepeda motor Honda dikendarai IKJ yang akan menyebrang ke arah timur menuju jurusan Denpasar dan kemudian pengendara sepeda motor Yamaha kaget yang akhirnya menabarak pengendara sepeda motor Honda disebelah selatan As jalan.

“Dalam kecelakaan tersebut tidak ada korban jiwa dengan kerugian materi ditaksir Enam Ratus ribu Rupiah,” katanya,Sabtu,(19/2) di Tabanan.

Subagio menambahkan, melihat kejadian tersebut, pengendara sepeda motor Honda dikendarai IKJ kurang hati-hati sehingga,menyebabkan terjadinya kecelakaan tersebut.

Dua Pelaku Embat HP Berhasil Diringkus Polres Tabanan

TABANAN – Pantaubali.com – Polres Tabanan berhasil mengungkap kasus pencurian HP di salah satu Bengkel Press Ban di Jalan Bypass Ir. Soekarno, Tabanan tepatnya di depan Warung Banyuwangi Utama.

Adapun inisial masing-masing pelaku berinisial MSE (30) asal Probolinggo dengan alamat tinggal sementara di Banjar Dinas Kubu Lebah, Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng dan satu pelaku berinisial HN (35) asal Pegayaman, Buleleng.Dengan korban berinisial, DWN (25) bertempat tinggal di Bengkel Press Ban Jalan By Pass Ir. Soekarno, Tabanan di depan Warung Banyuwangi Utama.

Adapun modus dilakukan Pelaku menurut Kanit 1 Reskrim IPDA Mohommad Amir dalam keterangan tertulisnya, Jumat,(18/2) di Tabanan menyampaiakan, pelaku mengambil Hp milik korban di tempat tinggal korban pada saat korban masih dalam keadaan tertidur.

Adapun kronologis singkat penangkapan pelaku dalam keteranganya tersebut memaparkan, dimulai berdasarka laporan bersama tim lanjut melakukan penyeledikian. Dari hasil penyelidikan, di peroleh informasi terduga pelaku a.n S dan H berada di Buleleng.

“Pada Minggu,(13/2) pukul 08.00 wita kami bersama tim melakukan penangkapan kemudian kedua pelaku kami bawa ke mapolres tabanan untuk proses lebih lanjut,” katanya.

Adapun barang bukti berhasil diamankan dari tangan pelaku yaitu, 1 (satu) buah kotak handphone merk Vivo 1918 warna Sonic Black, 1 (satu) buah tas belanja warna abu-abu dengan merk Terima Kasih, 1 (satu) unit sepeda Motor Yamaha Mio warna Hitam Putih beserta kuncinya.

Ingin Mengetahui Geliat Pelaku Usaha, Komisi III DPRD Badung Turun ke Kuta Utara

BADUNG – Pantaubali.com – Pimpinan dan anggota komisi III DPRD Kabupaten Badung melakukan kunjungan kerja terkait pengecekan kegiatan usaha saat Pandemi Covid-19 ke Finns Club, Kuta Utara, Badung, Jumat,(18/2).Hal tersebut dilakukan guna mengetahui geliat pengusaha di tengah-tengah masih merebaknya Pandemi Covid – 19.

“Dalam rangka kunjungan kerja melihat situasi dan kondisi di tengah Covid-19 geliat dari para pengusaha khususnya di daerah pariwisata.Kami berkepentingan karena, mereka (pelaku usaha) merupakan patner di komisi 3. Tentu komisi 3 ini membidangi pajak sehingga, ketika kami menetapkan APBD tahun lalu yang tahun ini sekitar 3 triliun lebih bagaimana mengejar target itu sehingga, kami turun mengunjungi beberapa pengusaha pariwisata salah satunya adalah finns club yang ada di kuta utara ini,” papar,Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata disela kesempatan tersebut.

Kebetulan dari segi pajak dan lain sebagainya pihak management sangat berperan aktif di finns club ini sesuai dengan data yang telah diterima dan Cros Cek juga baik Bapenda dan teman- teman dewan dan pihak management. Sudah mulai ada pergeliatan walaupun tidak seperti sebelum Covid-19.

“Kita maklumi bersama dan mudah-mudahan Covid ini cepat berlalu. Berbicara menganai kualita dan kwantitas perampungan tentu akan melakukan penyesuaian akan berbeda dengan yang sebelum covid dan saat covid. Mudah mudahan kami tetap memberi motivasi kepada pihak managemen untuk melakukan sesuatu biar bisa terbantu,” katanya.

Dirinya mengatakan, jika akupansi kunjungan tinggi pajak tentu akan tinggi juga kita dapatkan. Itulah peran serta kami,” katanya.

Masih di kesempatan yang sama, Dewa Putu Deny Saputra Manajemen Finns Club yang juga ditunjuk sebagai Owner Presentatif menyampaikan, dalam masa Covid-19 pihak Manajemant fokus dengan keadaan perusahaan. Anggota DPRD datang memberi wejangan mengenai prokes serta berkaitan dengan laporan pajak dan sebagainya.

Jika dilihat sampai saat ini, Finns Beach Club telah membayar pajak sesui dengan aturan, artinya pembayaran tidak lebih dari tanggal 10 dan laporannya tidak lebih dari tanggal 15.

“Jadi saat ini kami sangat bersyukur bisa dikunjungi oleh anggota dewan dan menanyakan keadaan kami saat ini. Saat ini dari 100 persen sebelum Covid akupensi saat ini masih dibawah 20 persen.Tapi kami tetap optimis pandemi ini pasti akan berlalu dan kami tidak berhenti untuk berinovasi.Serta sesuai dengan Perda tentang pajak hotel dan restaurant kami memungut 10 persen dari transaksi,” ujarnya.

Sembari Dirinya menambahkan, dalam hal ini tentu tetap bergantung pada penerbangan dan aturan karantina karena itu, sangat berpengaruh dengan kunjungan wisatawan asing.

Bawaslu Tabanan Turun ke 30 Desa Dalam Upaya Menjamin Validitas Dan Akurasi DPB

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam Upaya wujudkan data pemilih yang aktual, mutakhir dan komprehensif, Bawaslu Kabupaten Tabanan kembali turun ke 30 desa pada 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan untuk melakukan Uji Petik Verifikasi Faktual terkait Data Pemilih Berkelanjutan, yang telah diplenokan sebelumnya pada hari Kamis, Jumat, 27 Januari 2022 oleh KPU Kabupaten Tabanan sebanyak 364.675 pemilih dan pelaksanaan pengawasan dilakukan Bawaslu mulai hari Selasa sampai jumat, 15-18 Februari 2022. Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada, kemarin(Kamis (17/2).

Made Rumada mengatakan, pada pelaksanaan uji petik ini, Bawaslu Tabanan hendak memastikan bahwa Daftar Pemilih Berkelanjutan Hasil Pemutakhiran KPU Tabanan benar–benar akurat dan juga data tersebut absah (Valid) sesuai dengan apa yang ada dilapangan.

“Terkait hal itu, warga kami sarankan berperan aktif melaporkan atau mengurus dokumen serta administrasi ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Data dari Dinas Dukcapil, yang nantinya menjadi acuan bagi KPU daerah untuk melakukan pemutakhiran daftar pemilih.” Ujarnya.

Sementara Kordiv Pengawasan, Humas, dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Narta mengatakan, bahwa untuk mengoptimalkan seluruh upaya kami dalam meningkatkan kualitas dari DPB itu sendiri, Sebagaimana upaya tersebut, kami lakukan dengan cara memastikan langsung di lapangan dengan melakukan Uji petik (sampling) bahwa data-data pemilih yang terdapat di dalam DPB yang telah dimutakhirkan oleh KPU Tabanan.

“Terkait hal itu, Bawaslu Tabanan hari ini, melakukan uji petik di 27 desa dan 9 Kecamatan. Uji petik ini dibagi empat tim. yaitu; Tim pertama yang di pimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Made Rumada, tim kedua dipimpin Ketut Narta, tim ketiga dipimpin I Gede Putu Suarnata, dan tim ke empat dipimpin Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Tabanan, I Ketut Winasa, serta seluruh staff teknis Bawslu Kabupaten Tabanan.” jelas Narta

Narta juga mengungkapkan, hasil sampling yang Bawaslu Tabanan lakukan ini bagian dari rangkain proses yang ingin dikontribusikan pada tahapan pemutakhiran data pemilih dan akan di koordinasikan ke KPU Tabanan. Dari tim Bawaslu Kabupaten Tabanan pada hari pertama dan kedua telah turun melakukan verfak pada Kecamatan Kecamatan Selemadeg Barat, Baturiti, Selemadeg, Penebel, Marga, Tabanan, dan Kerambitan. Hari Ketiga dilanjutkan pada Kecamatan Selemadeg Timur dan sebagian Kecamatan Kediri untuk memastikan data pemilih baik yang melakukan perubahan data (status perekaman), maupun pemilih yang tidak memenuhi syarat karena sudah meniggal dunia.

“Tentunya kegiatan Uji Petik Verifikasi Faktual ini akan terus kita lakukan, kemarin dan hari ini sudah 9 Kecamatan, nantinya kita akan lanjutkan lagi selama sisa minggu ini. Sejauh ini tidak ditemukan permasalahan selama turun, mungkin besok ada perbedaan data yang kami temukan? Kita harus memastikan kebenaran data yang dimutakhirkan oleh KPU Kabupaten Tabanan untuk menjamin terwujudnya data pemilih yang aktual, mutakhir, dan komprehensif.” Tutup Mantan Anggota KPU Tabanan tersebut. (Rilis)

Balai Mediasi dan Libatkan Inspektorat Daerah Penting Dilakukan Agar Permasalahan LPD Tidak Mencuat ke Pengadilan

DENPASAR – Pantaubali.com – Melihat beberapa kasus LPD belum lama ini terseret keranah pengadilan menurut, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana, sebenarnya hal tersebut tidak harus terjadi, jika ada balai-balai mediasi selain itu, agar hal serupa tidak terjadi lagi di LPD-LPD lainya di Bali, LPD kedepan juga harus melibatkan Inspektorat Daerah khususnya dalam melakukan audit setiap tahunnya.

“Agar segera membuat balai-balai mediasi agar urusannya tidak sampai mencuat ke pengadilan. Karena, jika ada balai mediasi misal, saat masyarakat mempunyai masalah dapat menyelesaikannya sendiri,” jelasnya kemarin,(Kamis,(17/2) di Denpasar.

Jika dilihat saat ini masalah timbul di tengah masyarakat adalah faktor gengsi, meboya dan cuek terhadap masalah di desa.Maka, harus kembali ke jati diri bagaimana Desa Adat paham terhadap masalah misal, masalah LPD harus melibatkan Inspektorat Daerah dalam melakukan audit setiap tahunnya.

“Jadi, jika ada temuan tidak semua menjadi temuan korupsi bisa saja temuan di tata kelola, atau temuan secara administratif.Karena jika dilihat menangani kasus korupsi tidak mudah biaya tinggi dan mahal,” paparnya.

Seharusnya di setiap Kecamatan setidaknya dapat membentuk tim khusus LPD yang mengerti dengan dunia perbankan sehingga, semua berjalan efektif. Jika dilihat UU Perda No 317 ketika misal, anda tidak melakukan suatu pertanggung jawaban itu ada pidananya.Dengan ancaman hukuman 3 bulan denda sampai Rp 200 sampai Rp 500 juta berlaku di internal LPD jadi, harus dapat dibedakan ancaman UUD Perda dengan UUD korupsi itu sangat beda jauh.

“Kadang penyelesaian Desa Adat terkadang dianggap tidak memenuhi rasa keadilan ya, akhirnya dilaporkan kembali ke penegak hukum. Yang mana, dalam hal ini penegak hukum gak mau tahu tentunya, apakah sudah selesai secara adat atau tidak. Karena, bentuk penyelesaian Desa Adat ini kadang tidak jelas. Maka dari itu, harus dibentuk Perda terkait dengan lembaga desa adat karena pemegang dana cukup besar,” bebernya.

Karena, jika dilihat tidak semua di Desa Adat khususnya tidak mengerti mengenai pertanggung jawaban keuangan. Maka amenurut pendapat Sumedana, LPD di Desa Adat harus selalu didampingi oleh auditor juga.

BI Bali Sebut, Penjualan Ritel Bali Tetap Tumbuh Positif Per Januari 2022

DENPASAR – Pantaubali.com – Kinerja penjualan ritel pada Januari 2022 tumbuh tipis 0,1% (mtm) pasca tingginya permintaan pada saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan libur akhir tahun. Pertumbuhan penjualan ritel tersebut didorong oleh meningkatnya penjualan barang pada kelompok Peralatan Informasi dan Komunikasi, serta kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor.

“Masih tingginya kebutuhan akan peralatan IT dan alat komunikasi mendorong tumbuhnya penjualan kelompok ini mencapai 5,0% (mtm). Begitu juga untuk kebutuhan BBM yang tumbuh mencapai 3,5% (mtm) di Januari. Sementara itu, penjualan kelompok barang suku cadang dan aksesori, serta kelompok makanan, minuman dan tembakau mengalami penurunan, masing-masing sebesar -1,7% (mtm) dan -1,3% (mtm),” ujar Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, Kamis,(17/2) di Renon, Denpasar.

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran Bali pada Januari 2022 juga menunjukkan perbaikan dengan tumbuh mencapai 1,3% (yoy). Pertumbuhan tahunan tersebut terutama bersumber dari meningkatnya penjualan untuk kelompok peralatan Informasi dan Komunikasi.

Sembari Trisno menambahkan, Kinerja penjualan eceran tahunan di Bali tersebut selaras dengan kondisi nasional yang juga terus meningkat. Hal ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) nasional yang tumbuh secara tahunan sebesar 16,0% (yoy), didorong perbaikan kinerja penjualan eceran seluruh kelompok komoditas, terutama Kelompok Bahan Bakar Kendaraan Bermotor dan tetap tingginya pertumbuhan subkelompok Sandang.

Jalan Tengah Hadirkan “Garis Putih”

BADUNG – Pantaubali.com – Sukses menelurkan mini album “Animo” tahun lalu, kini kuartet rock asal Denpasar, Jalan Tengah kembali hadir dengan deretan komposisi anyarnya yang dirangkum dalam album penuh perdana bertajuk “Garis Putih. Album “Garis Putih” ini telah mereka rilis dengan format cakram padat (CD), juga tersebar secara digital di pelbagai kanal musik digital, 5 Pebruari 2022.

Berisikan 14 nomor, album “Garis Putih’ dibuka dengan intro berjudul “Euforia”. Disusul lima materi lagu yang diambil dari album mini “Animo” yakni “Animo”, “Manusia Serigala”, “Cincin Kayu”, “Friday Night”, dan “Selamat Tinggal”. Sisanya delapan lagu termutakhir berjudul “Warna Warni”, “Get Out”, “Menuju Pelangi”, “Dunia Baru”, “War Game”, “Hening”, “Encourage” serta “Teduh”.

“Album “Garis Putih” telah resmi kami rilis tanggal 5 Pebruari 2022. Perilisan full album perdana Jalan Tengah ini dua versi. Versi CD dan digital melalui platform musik digital,” kata penggebuk drum Jalan Tengah, I Nyoman Gede Indrawan alias Mangde.

Ada alasan tersendiri bagi Jalan Tengah memilih merilis album perdananya tersebut ke dalam bentuk cakram padat. Vokalis sekaligus bassist Jalan Tengah, Bagus Dhanar Dhana alias Om Bags meyakini masih banyak penikmat musik di Indonesia yang suka mengkoleksi karya dalam bentuk fisik

“Selain audio yang menarik, Jalan Tengah mencoba menghadirkan artwork di setiap lagunya. Dimana artwork ini bisa menjadi gambaran dari lagu tersebut. Menurut kami dengan pengkemasan yang kreatif, album fisik akan menjadi sesuatu yang menarik untuk di koleksi,” ucap Bags yang juga personel dari band Netral (NTRL) ini.

Berbicara mengenai judul album “Garis Putih” diambil dari sebutan untuk penggemar Jalan Tengah. Bisa dikatakan, ini adalah bentuk apresiasi Jalan Tengah kepada para penikmat lagu, juga dipersembahkan untuk orang-orang yang mensupport mereka selama ini

“Setelah kami berdiskusi alot, panjang akhirnya kami memilih “Garis Putih” menjadi nama judul album perdana kami. Kebetulan nama “Garis Putih” adalah sebutan teman-teman dan penikmat setia lagu-lagu kami. Mereka yang selama ini selalu mensupport kami. Sedari awal kami belum memiliki karya original, mengcover lagu orang lain. Hingga akhirnya kami dapat mengeluarkan beberapa karya sendiri,” cetus I Made Juliartha alias Made Rembo, vokal dan gitar Jalan Tengah.

Secara garis besar, sambung Mangde, belasan lagu yang ada di album “Garis Putih” memiliki benang merah, meski tema yang diangkat beragam. Tidak jauh-jauh, Jalan Tengah menyoroti kehidupan sehari-hari. Apa yang mereka lakukan, rasakan, dengar dan alami di sekitaran.

“Penulisan materi mengalir secara alami dan begitu dekat dengan keseharian personil. Sehingga lagu-lagu di album “Garis Putih” kami harapkan dapat mewakili perasaan pendengarnya,” sebutnya.

Prihal proses penggarapan album “Garis Putih”, memakan waktu setahun. Ini karena, materi lagu baru dikerjakan jika disimak durasinya lebih panjang dari mini album. Pula dari sisi aransemen lebih matang dengan memasukan instrumen dan isian lainnya. Masuknya terompet di lagu “Encourage”. Koor ala gospel dilagu “Dunia Baru”, aransemen akustik diawal lagu “Teduh” kemudian diakhiri dengan full band.

“Selain mengerjakan audio, kami juga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengerjakan details artwork dan juga box set yang nantinya akan menjadi merchandise dari Jalan Tengah,” ungkap Agus Budi Apriyanto alias Gus Budi yang akhirnya didapuk menjadi gitaris tetap Jalan Tengah.

Album telah dirilis, Jalan Tengah pun merencanakan promo tour ke sejumlah tempat di Bali dan Jawa.

“Di tour nanti kami akan membawa CD dan juga box set yang sudah kami siapkan. Kami juga sudah merencanakan untuk membuat acara launching “Garis Putih”. Dan, berita baiknya video klip sudah kami siapkan sejak Desember 2021 kemarin. Perilisan video klip akan dilakukan mendekati acara launching album,” jelas Made Rembo.

“Semoga dengan dirilisnya album “Garis Putih” ini bisa memuaskan dahaga bagi para penikmatnya. Dan dengan lagu-lagu terbaru ini bisa menjadi playlist sehari-hari serta mewakili dan menyemangati mereka dalam segala kegiatan,” harap Mangde.

MDA Bali Ingatkan Yowana Bali Taat Prokes Saat Prosesi Nyomya Ogoh-ogoh

KLUNGKUNG – Pantaubali.com – Pasca terbitnya Surat Edaran Nomor 009/SE/MDA-Prov Bali/XII/2021 dan Surat Penegasan MDA Provinsi Bali Nomor 104/MDA-Prov Bali/II/2022, Pasikian Yowana Bali seijin MDA Provinsi Bali, beraudensi dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

Dalam audensi yang menelurkan beberapa arahan tersebut, Pasikian Yowana Bali mendapatkan angin segar dukungan untuk melakukan prosesi Nyomya Ogoh-Ogoh sebagai simbol Bhutakala di wewidangan Banjar setempat, meskipun pawai di sekeliling Wewidangan Desa Adat, tidak memungkinkan terkait kasus positif Covid-19 masih tinggi.

Bandesa Agung yang didampingi Prajuru Harian MDA Provinsi Bali saat menerima Pasikian Yowana Bali dan Pasikian Yowana Kabupaten atau Kota Se-Bali,kemarin,(Rabu (16/2) di Puri Den Bencingah Akah Klungkung, menegaskan bahwa Surat Edaran 009 dikeluarkan oleh MDA Provinsi Bali sebagai inisiatif MDA Provinsi Bali, memiliki tujuan utama untuk membuka ruang kreativitas bagi Generasi Muda Bali, sekaligus menjalankan tradisi menyambut Tahun Baru Saka.

“Meskipun Pawai di wewidangan Desa Adat yang lebih luas tidak bisa dilaksanakan, harap agar para Yowana di seluruh Desa Adat di Bali, anak anak yang Pangelingsir cintai, tetap bersemangat melakukan prosesi Nyomya Ogoh-Ogoh di Wewidangan Banjar, apalagi Bapak Gubernur Bali memberikan dukungan untuk kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh dan fasilitasi test antigen,” ujarnya.

Disampaikan oleh Perwakilan Pasikian Yowana Bali, hasil audensi Pasikian Yowana Bali yang merupakan lembaga adat Majelis Desa Adat Bali, membuahkan hasil, salah satunya fasilitasi Gubernur Bali untuk menyelenggarakan Lomba Ogoh-Ogoh, sebagai upaya mendukung energi kreativitas Yowana Bali.

Secara lebih rinci, beberapa poin lain yang dilaporkan sebagai hasil audensi antara lain; Gubernur Bali, setelah berkoordinasi dengan Bandesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, menyetujui aspirasi Yowana untuk melaksanakan Nyomya Ogoh-Ogoh terbatas di wewidangan banjar; Kedua prosesi Nyomya dilaksanakan dengan diikuti 25 orang Yowana yang sudah divaksin 2 kali, memakai masker dan swab antigen, Gubernur Bali memberikan fasilitasi berupa penilaian terhadap karya ogoh-ogoh dan memberikan hadiah kepada 3 ogoh-ogoh terbaik di setiap kecamatan di Bali, dan terakhir Gubernur Wayan Koster mengharapkan pelaksanaan prosesi Nyomya Ogoh-Ogoh sebagai simbol Bhutakala dilakukan dengan tertib, disiplin dan penuh rasa tanggungjawab.

Dalam pertemuan yang juga dihadiri oleh Perwakilan Direktorat Intelkam Polda Bali tersebut, Bandesa Agung juga menitipkan agar Yowana Bali didukung semua pihak, termasuk kepolisian, dalam melakukan prosesi sebagaimana yang sudah diarahkan oleh Bapak Gubernur Bali dan menjadi kesepakatan bersama Majelis Desa Adat Provinsi Bali sebagai Pasikian 1.493 Desa Adat di Bali.

Patajuh Bandesa Agung Bidang Hukum dan Wicara Adat, Dr. Dewa Rai dalam penyampaian menjelaskan, terlebih atas terbitnya Intruksi Terbaru Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2022 pada diktum untuk PPKM Level 3 huruf k, yakni kelonggaran boleh beraktivitas dengan kapasitas 50% untuk kegiatan adat, keagamaan dan seni budaya.

“MDA Bali tentu akan mendukung anak-anaknya, yakni Yowana Bali dalam berkreativitas dan melaksanakan tradisi, jangan diragukan,” jelasnya.

Dalam konfirmasi terpisah, Bapak Dr. I Gusti Made Ngurah, Patajuh Bandesa Agung Bidang Seni, Budaya, Adat dan Tradisi menyatakan isi Surat Edaran MDA Provinsi Bali Nomor 009 dan Surat Penegasan MDA Provinsi Bali Nomor 104, sudah sejalan dengan kebijakan Gubernur Bali yang disampaikan saat menerima Pasikian Yowana Bali.

Selanjutnya menurut Gusti Made Ngurah, Yowana Bali harus benar-benar memegang teguh kepercayaan Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali, untuk tertib dan taat prokes.

“Kita harus menjaga Bali bersama-sama, kami percaya kepada para Yowana dimanapun berada dengan pengawasan Bandesa Adat, Kelian Adat atau sebutan lain bersama Prajuru Desa Adat di 1.493 Desa Adat di Bali,” ucapnya

Manggala Harian Pasikian Yowana Bali, Dewa Ardita, menyampaikan ucapan terima kasih mewakili Pasikian Yowana Bali atas arahan dan kepercayaan Bandesa Agung serta Prajuru MDA Provinsi Bali.

Secara langsung, disampaikan juga bahwa informasi tentang teknis penyelenggaraan dan dukungan Gubernur Bali berupa kegiatan Lomba Ogoh-Ogoh serta fasilitasi test antigen, telah disampaikan melalui berbagai media baik Grup Whatsapp, maupun Grup-Grup Media Sosial lain kepada Yowana Desa Adat Se-Bali.

“Kami sangat gembira dan bersemangat dengan dukungan dari Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali,” katanya.

Dalam pertemuan tersebut, Pasikian Yowana Kabupaten Gianyar, Pasikian Yowana Kabupaten Jembrana dan Pasikian Yowana Kabupaten Karangasem, juga menyampaikan kegembiraan serta antusias terhadap dukungan Gubernur Bali dan MDA Provinsi Bali tersebut.

“Astungkara, kami akan melaksanakan komitmen untuk menjaga tetap tertib, aman dan taat prokes,” tutupnya.

Buka FGD “Bangkitkan Baliku”, Gubernur Koster Sampaikan Konsep Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis (17/2) pagi membuka kegiatan Foku Group Discussion (FGD) “Bangkitkan Baliku” yang diselesanggarakan oleh Universitas Trisakti, Universitas Esa Unggul, Universitas Hindu Indonesia melalui virtual dari Kediaman Gubernur Bali, Jaya Sabha, Denpasar.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengatakan bahwa pembangunan Bali berdasarkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, menuju Bali Era Baru. Yang mengandung makna Menjaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali Beserta Isinya, Untuk Mewujudkan Kehidupan Krama Bali Yang Sejahtera dan Bahagia, Sakala-Niskala Menuju Kehidupan Krama dan Gumi Bali Sesuai Dengan Prinsip Trisakti Bung Karno: Berdaulat secara Politik, Berdikari Secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan Melalui Pembangunan Secara Terpola, Menyeluruh, Terencana, Terarah, dan Terintegrasi Dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Nilai-Nilai Pancasila 1 Juni 1945.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali telah menyiapkan konsep Transformasi Ekonomi Kerthi Bali guna menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali guna terwujudnya Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi.

Gubernur Koster menyampaikan, perekonomian Bali saat ini didominasi oleh Sektor Pariwisata (56,78%), Sektor Pertanian (9,24%), Sektor Kelautan/Perikanan(4,21%), Sektor Industri(14.63%), dan Sektor lain (15,14%). Kemudian kontribusi sektor di luar pariwisata relatif kecil, bahkan berpotensi terus mengalami penurunan. Perekonomian Bali di satu pihak, sangat tergantung dan sangat rentan terhadap perubahan faktor eksternal. Di pihak lain, pertumbuhan kapasitas ekonomi Bali kurang berkembang secara optimal.

“Sektor pertanian, sektor kelautan/perikanan dan sektor industri kerajinan, belum diberdayakan secara optimal dan bahkan cenderung bergeser atau beralih ke sektor pariwisata,” jelasnya.

Lebih lanjut, secara eksternal, dunia telah mengalami perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk teknologi digital. Secara dinamis, masif, dan mengglobal merasuk dalam keseluruhan tatanan kehidupan masyarakat dunia. Untuk itu perlu diakomodasi dan diterapkan dalam memperkuat struktur dan fundamental perekonomian Bali.

“Guna memperkuat struktur dan fundamental perekonomian Bali diperlukan suatu konsep ekonomi yang komprehensif, yaitu Ekonomi Kerthi Bali,” terangnya.

Dijelaskan Gubernur asal Buleleng ini, Ekonomi Kerthi Bali adalah ekonomi untuk mewujudkan Bali Berdikari dalam Bidang Ekonomi, dibangun dan dikembangkan berlandaskan nilai-nilai filosofi Sad Kerthi dengan menerapkan 11 (sebelas) prinsip yakni, Ekonomi yang dibangun atau dikembangkan dari sikap mensyukuri atau memuliakan kekayaan, keunikan, dan keunggulan sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya sebagai anugerah dari Hyang Pencipta, Ekonomi yang dibangun/dikembangkan sesuai potensi sumber daya lokal Alam Bali beserta Isinya, Ekonomi yang dibangun/dikembangkan oleh Krama Bali secara inklusif, kreatif, dan inovatif, Ekonomi yang dibangun/dikembangkan berbasis nilai-nilai tradisi, seni, budaya, dan kearifan lokal Bali, Ekonomi yang dibangun/dikembangkan dengan menjaga ekosistem Alam dan Budaya secara berkelanjutan, Ekonomi yang dibangun atau dikembangkan untuk meningkatkan kapasitas perekonomian lokal Bali, berkualitas, bernilai tambah, dan berdaya saing, Ekonomi yang dibangun atau dikembangkan dengan mengakomodasi penerapan atau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi digital, Ekonomi yang memberi manfaat nyata guna meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Balisecara sakala-niskala, Ekonomi yang dibangun/dikembangkan dengan asas gotong-royong, Ekonomi yang dibangun/dikembangkan untuk meningkatkan ketangguhan menghadapi dinamika perkembangan zaman secara lokal, nasional, dan global, Ekonomi yang menumbuhkan spirit jengah dan cinta/bangga sebagai Krama Bali.

“Sektor pertanian dalam arti luas, sektor kelautan/perikanan, dan sektor industri kerajinan rakyat di Bali memiliki potensi besar yang selama ini belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal. Ke depan sektor ini perlu diprioritaskan dan dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan kontribusinya terhadap PDRB Bali. Sektor pariwisata sangat rentan terhadap berbagai gejolak yang berkaitan dengan keamanan, bencana alam, dan bencana bukan alam. Sudah waktunya Bali mengembangkan perekonomian yang tidak lagi menggantungkan pada satu kantung sektor pariwisata,” tegasnya.

Dikatakan Gubernur Koster, Bali harus mengambil pilihan mengembangkan perekonomian yang bersumber dari keorisinilan dan keunggulan sumber daya lokal meliputi Alam, Krama, dan Kebudayaan Bali sebagai sumber daya potensial pada sektor pertanian, kelautan atau perikanan, dan industri kerajinan rakyat. Selanjutnya pengembangan perekonomian Bali hendaknya mengakomodasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk teknologi digital yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi kreatif dan digital sesuai dengan potensi Krama Bali secara efektif, efisien, produktif, serta bernilai tambah.

“Sektor pariwisata diposisikan sebagai sumber tambahan (bonus/benefit) dalam perekonomian Bali. Sektor pariwisata harus berperan sebagai penarik (lokomotif) untuk bergeraknya sektor pertanian, kelautan atau perikanan, dan industri kerajinan rakyat sehingga secara nyata memberi manfaat bagi peningkatan kesejahteraan dan kebahagiaan Krama Bali. Diperlukan arah kebijakan, pendekatan, dan prinsip untuk menata serta mengembangkan perekonomian Bali dengan struktur dan fundamental yang berbasis pada sumber daya lokal Bali, lebih berkualitas, bernilai tambah, tangguh, berdaya saing, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sementara pembangunan pertanian dalam arti luas termasuk perikanan dan sumber daya kelautan perlu ditata dan dikelola dengan baik dari hulu sampai ke hilir sesuai dengan potensi wilayah. Bali harus mencapai kedaulatan pangan dalam upaya pemenuhan jumlah dan kualitas yang memadai untuk kebutuhan Krama Bali maupun wisatawan, dan berorientasi ekspor. Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan sudah seharusnya menerapkan sistem pertanian organik menuju Bali Pulau Organik.

“Dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi Bali perlu dibangun atau dikembangkan Industri BrandingBali dari hulu sampai ke hilir, Ekonomi Kreatif berbasis budaya Branding Bali serta Ekonomi digital. Pembangunan atau pengembangan perekonomian Bali dilakukan sesuai dengan potensi wilayah dalam rangka menyeimbangkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi antar wilayah se-Bali, sehingga meningkatkan pertumbuhan ekonomi, meningkatkan pendapatan daerah, membuka lapangan kerja baru, dan mengurangi tingkat kemiskinan,” terang Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini.

Untuk memperkuat struktur dan fundamental perekonomian Bali diperlukan pengembangan dan penguatan Industri Kecil Menengah (IKM), Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan Koperasi terutama Koperasi Produksi serta Lembaga Perekonomian Adat dalam pengelolaan hasil pertanian, perikanan, perkebunan, dan industri kerajinan rakyat.

Dengan demikian, Ekonomi Kerthi Bali bertujuan membangun perekonomian Bali yang harmonis terhadap alam beserta isinya serta memberikan manfaat dan nilai tambah berganda secara langsung dan tidak langsung, baik nilai tambah ekonomi, lingkungan, sosial, budaya, maupun tatanan kehidupan. Nilai tambah masing-masing elemen tersebut di atas akan membentuk lingkaran nilai yang semakin membesar sehingga daya dukung perekonomian Bali semakin meningkat dan berkelanjutan.

“Sehingga Ekonomi Kerthi Bali dapat menjadi Acuan atau pedoman bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pembangunan perekonomian Bali. Serta dapat di adopsi untuk pembangunan daerah dalam rangka pembangunan nasional dan internasional. Astungkara Ekonomi Kerthi Bali akan menjadi arus utama (mainstream) baru pembangunan perekonomian. Paradigma baru pembangunan perekonomian. Memberi manfaat sebesar-besarnya bagikesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan masyarakat. Astungkara juga konsep transformasi Ekonomi Kerthi Bali ini telah dijadikan model transformasi ekonomi berupa Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru: Hijau, Tangguh, dan Sejahtera yang dituangkan dalam dokumen perencanaan pembangunan oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas RI, dan telah berkenan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Ir. Joko Widodo, pada tanggal 3 Desember 2021 lalu di Bali,” imbuhnya. (Rilis)

Kembali Bandara Bali Layani Penambahan Penerbangan Internasional Singapore Airlines

BADUNG – Pantaubali.com – Sejak dibukanya koridor penerbangan internasional menuju ke Pulau Bali, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kembali melayani penambahan penerbangan dari Singapura menggunakan maskapai Singapore Airlines tiba pukul 11.50 WITA dan berangkat kembali menuju Singapura pukul 13.00 WITA.

Pada penerbangan tersebut membawa penumpang sebanyak 159 orang dan mengangkut 61 orang penumpang berangkat menuju Singapura.

“Pada hari ini Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai,Bali kembali melayani penerbangan Internasional atau penerbangan perdana maskapai Singapore Airlines selama pandemi Covid-19, hal ini merupakan salah satu langkah positif meningkatkan trafik penerbangan internasional sejak dibukanya koridor internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali dan sebelumnya telah ada penerbangan dari Narita menuju Bali menggunakan pesawat Garuda Indonesia,” ujar General Manager PT. Angkasa Pura I, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai ,Bali Herry A.Y. Sikado di Badung.

PT. Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali telah mempersiapkan tahapan-tahapan yang dilalui para penumpang sesuai dengan protokol kesehatan dan regulasi pemerintah bagi pelaku perjalanan internasional, melalui kolaborasi antara pemangku kepentingan dengan semangat melayani, beroperasinya kembali penerbangan internasional.

“Dari data jumlah penumpang penerbangan Singapore Airlines yang melakukan penerbangan menuju Pulau Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebanyak 159 orang penumpang dan berangkat 61 orang penumpang berangkat, suatu kesempatan awal yang baik bagi Singapore Airlines untuk penerbangan internasional ini,” paparnya.

Terkait pendaratan perdana maskapai Singapore Airlines saat tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, diberi penyambutan istimewa menggunakan water salute, sebagai bentuk rasa syukur telah kembali didarati penerbangan internasional.

Untuk jadwal penerbangan Herry mengungkapkan, Singapore Airlines direncanakan akan datang dan berangkat reguler setiap harinya, sehingga dapat menambah slot penerbangan internasional nantinya, disamping itu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali mempersiapkan layanan terbaik, melakukan pembenahan agar proses kedatangan maupun keberangkatan lebih lancar.

“Saya berharap dengan bertambahnya jumlah penerbangan menuju Pulau Bali dapat menjawab kebutuhan pengguna jasa dalam ketersediaan rute penerbangan langsung dan sektor aviasi kembali pulih bersamaan dengan sektor pariwisata yang terdampak oleh pandemi Covid-19,” pungkasnya.