- Advertisement -
Beranda blog Halaman 772

Bule Australia Ditemukan Meregang Nyawa di Villa

TABANAN – Pantaubali.com – Dari data laporan BPBD Tabanan, Selasa,(22/2) pukul 17.00 Wita telah ditemukan mayat orang asing di salah satu Villa di Banjar Taman Tanda, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Tabanan.Dengan korban berinisial PJD (69) berwarga negara Australia.

Dalam laporan disebutkan, pada, Sabtu,(19/2) sekira jam 10.00 wita sempat menghubungi korban melalui telphone dijelaskan bahwa, korban sempat jatuh ditimpa sepeda motor saksi sempat menyarankan ke Dokter dan korban bilang sudah ke Fokter di Panca Sari.

Saksi sering berkomunikasi dan korban bilang mengeluh sakit pada mata dan tidak enak badan, korban sempat menngasi tau saksi tidak usah ditengok kasihan jauh, setelah itu tidak pernah berkomunikasi lagi dengan korban sampai terakhir diketahui meninggal.

Dalam pemeriksaan terhadap korban, mayat korban telah dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Baturiti 1 dipimpin oleh Dr. I Gusti Sudana dengan hasil tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan atau luka baru.

Ditemukan luka lama bekas operasi pada bola mata kanan, nekas operasi pada saluran pernapasan pada, leher, bekas operasi pada alat kelamin.Korban ditemukan terlentang membujur kaku pada kursi sofa kepala mengarah barat dan kaki kiri diatas sofa sedangkan kaki kanan menyentuh lantai.

Di dalam ruangan dimana ditemukan korban banyak barang-barang kelontong seperti elektronik dalam perbaikan kondisi berserakan dan tidak ada barang-barang hilang.

Gubernur Bali, Wayan Koster Meninjau Progres Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih

KARANGASEM – Pantaubali.Com – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih di Kabupaten Karangasem bersama Bupati Karangasem, Gede Dana, Kadis PUPR/Perkim Bali, Nusakti Yasa Wedha, Kepala Diskominfo Bali, Gede Pramana, dan Kasatpolpp Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi pada, Minggu (Redite Paing Ugu) 20 Februari 2022.

Pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih merupakan program prioritas dalam visi pembangunan Bali yaitu, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru, dimana sumber anggarannya berhasil diperjuangkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster ke Pemerintah Pusat melalui APBN Kementrian PUPR sebanyak Rp 370 milyar lebih dan bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali sebanyak Rp 200 milyar lebih, sehingga anggaran pembangunan fisik Pelindungan Kawasan Suci Besakih anggarannya mencapai hampir Rp 570 milyar.

Sedangkan untuk pembebasan lahannya, bersumber dari APBD Semesta Berencana Provinsi Bali yang nilainya hampir mencapai Rp 200 milyar. Jadi total anggaran yang diperlukan sebesar Rp 770 milyar.

Dalam laporannya, Kadis PUPR/Perkim Bali, Nusakti Yasa Wedha menyampaikan pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih diantaranya meliputi pembangunan di Area Manik Mas seperti, Gedung parkir 5 lantai, Kios besae, Kios kecil, Bale Pesandekan, Pura Melanting, Bangunan anjung pandang; dan Jalan akses.Untuk Area Bencingah, pembangunannya meliputi, Kios besar, Kios kecil, Bale Pesandekan, Bale Gong; dan Pelataran serta area bermain anak.

Kemudian dalam proyek ini ada juga pembangunan, Kantor Desa, Kantor Bumdes, Kantor BPD Kantor LPD, Wantilan, Gedung parkir motor, Wiyata Mandala Pelataran Manis Mas,infrastruktur Titi Gonggang, Margi Agung, Kantor MO dan Prasarana Bencingah.

“Selama proses pembangunannya, Kami sudah memanfaatkan tenaga kerja lokal sebanyak 92 orang,” tegas Nusakti Yasa Wedha seraya menyatakan proyek ini sesuai dengan rencana, bangunan parkirnya menampung 1.300 kendaraan roda empat dan 1.400 sepeda motor. Untuk bangunan kios totalnya mencapai 430 kios yang mana bisa menampung para pedagang di kawasan ini.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam jumpa pers menyatakan pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih yang sedang berlangsung saat ini dan sesuai dengan hasil pemaparan dari pelaksana proyek, yaitu PT. Pembangunan Perumahan, PT. Waskita Karya beserta mitra lokalnya telah melaporkan kepada Saya terkait progres pembangunannya yang sudah mencapai 36 persen dari target 32 persen. Jadi pencapaiannya sebanyak 4 persen lebih cepat dari target yang direncanakan. Pembangunan ini rencana selesai menurut kontrak 14 Desember 2022, tetapi Saya meminta agar dapat diselesaikan pada akhir bulan November 2022.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini pula meminta kepada pelaksana proyek agar betul-betul mengerjakan proyek ini dengan sebaik-baiknya, penuh tanggungjawab, berkualitas, sesuai dengan kontrak yang dilakukan, dan semua unit bangunan seperti warna yang digunakan, bahan yang digunakan, termasuk atapnya harus harmonis dengan warna alam yang ada di kawasan suci Besakih.

Dengan demikian maka keseluruhan bangunan yang ada di kawasan ini akan menyatu dengan pembangunan yang ada di Parahyangan maupun di Palemahan Pura Agung Besakih.

Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini meyakini apabila pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih sudah selesai semua dan lancar pada akhir bulan November 2022, Saya kira akan menjadi kawasan yang sangat indah, membuat nyaman bagi krama Bali yang akan melakukan persembahyangan di Pura Agung Besakih, sekaligus juga melihat pesona alam yang indah, serta bisa menikmati kuliner dan berbelanja produk kerajinan rakyat yang dihasilkan oleh para UMKM dari Besakih dengan ikon branding Besakih.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini menegaskan akan terus melakukan pemantauan secara rutin dan setiap bulan sekali mengenai capaian progres agar pembangunannya bisa selesai tepat waktu dan hasilnya berkualitas.

“Untuk itu, Kami mohon doa restu kepada krama Bali, agar berjalan sukses dan lancar, sehingga pembangunan ini memberikan manfaat kepada umat Hindu di seluruh Indonesia, mengingat Pura Agung Besakih yang memiliki pesona lansekap Gunung Agung yang sangat indah ini merupakan Pura terbesar di Indonesia dan dunia,” paparnya.

Mengakhiri kunjungan kerjanya ke pembangunan Pelindungan Kawasan Suci Besakih, Gubernur Bali, Wayan Koster menyempatkan waktu berbagi beras lokal Bali kepada pedagang yang ada di sekitar kawasan proyek Besakih, dan para pedagang sangat antusias menyambut kedatangan serta mengucapkan terimakasih kepada orang nomor satu di Pemprov Bali ini.(Rilis)

Wagub Cok Ace Dukung Laksmi Melaju Ke Ajang Putri Indonesia 2022

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerima audiensi at dari Laksmi Shari Deneefe Suardana yang terpilih untuk mewakili provinsi Bali di ajang Puteri Indonesia 2022 yang akan digelar 18 Maret 2022, bertempat di ruang kerja Wagub Cok Ace-Kantor Gubernur Bali,Senin (21/2).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Cok Ace menyampaikan, apresiasi atas terpilihnya Laksmi Shari yang berasal dari Ubud untuk mewakili Bali dalam ajang Pemilihan Putri Indonesia 2022. Diharapkan, sebagai generasi muda Laksmi dapat memberikan vibrasi positif bagi masyarakat Bali dalam membawa nama Bali ke ajang Nasional maupun Internasional. Selain itu, Wagub Cok Ace juga berpesan tidak hanya dalam momentum untuk mencari gelar Putri Indonesia, namun dalam kehidupan nyata diharapkan Laksmi dapat menginspirasi dan memberikan sumbangsihnya kepada Bali dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan kompeten berlandaskan pelestarian kearifan lokal.

Menanggapi hal tersebut, Laksmi yang berdarah Blasteran ini mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali atas dirinya. Sebagai putri Bali, dia ingin memperjuangkan edukasi bagi anak, pemberdayaan perempuan dan keluarga berencana. Inilah visi misi utamanya mengikuti ajang PPI.

“Bagi saya edukasi adalah nomor satu, karena itu saya berusaha membuat kampanye di media sosial bernama Break Event. Misi Break Event adalah, Breaking in a Quality True Education and Empowerment Especially for Girls,” kata Laksmi.

Menurut dia, karena hanya dengan edukasi bisa memberikan pemberdayaan, dan menurut riset yang pernah dilakukan, edukasi untuk perempuan dan keluarga berencana adalah solusi utama untuk melawan perubahan iklim di dunia. Menurut Laksmi, isu utama yang diangkat dalam Pemilihan Putri Indonesia 2022 adalah masalah edukasi.

Pandemi Covid-19 sangat merugikan anak sekolah dari sisi edukasi mereka.

“Saya sempat bicara dengan pendiri Bali Children Foundation, Margaret Barry, tentang ancaman penurunan literasi, terutama di desa terpencil seperti Desa Songan di Bangli. Selain itu saya mengadvokasikan sastra Indonesia dan budaya, tentunya melalui kerja sama dengan Ubud Writers and Readers Festival,” tambahnya.

Laksmi memiliki alasan lain mengapa mengambil bagian dalam konteks PPI 2022. Sebagai putri asli Bali, ia memiliki tanggung jawab moral untuk berjuang demi Bali di masa pandemi Covid-19 ini.

“Saya memilih maju sebagai calon dari Bali dan hanya dari Bali, karena saya adalah orang Bali, saya dibesarkan di Ubud dan saya sangat bersyukur dibesarkan di daerah yang budayanya sangat kuat dan alamnya sangat subur juga memiliki komunitas indah,” jelas Laksmi.

Laksmi akan memberikan yang terbaik dalam ajang ini sebagai wujud terima kasih kepada Pulau Dewata dan keluarga besarnya di Ubud. (Rili)

Kapolres Tabanan Pimpin Rakor Menyambut Rangkaian Nyepi Tahun Baru Saka 1944 Dan Tekankan Prokes

TABANAN – Pantaubali.com – Untuk mencegah terjadinya penyebaran covid19 dan tetap terjaganya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tabanan,Senin,(21/2) pukul 10.00 wita bertempat di Aula Wisnu Hartono Polres Tabanan telah berlangsung rapat koordinasi perayaan rangkaian Nyepi Tahun Baru Caka 1944 M Tahun 2022 yang dipimpin oleh Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, S.I.K., M.H., Rakor dihadiri oleh Bupati Tabanan diwakili oleh Kadis Kebudayaan Ir. I Wayan Sugatra, Dandim 1619 Tabanan, Kadishub, Kasat pol pp, Kadis kesehatan Majelis Madya, Tokoh Lintas agama , Majelis Alitan dan Kapolsek jajaran Polres Tabanan.

Pada kesempatan tersebut Kapolres Tabanan menyampaikan bahwa Menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara Rakor ini dan mengharapkan ada wujud nyata dari para tokoh lintas Agama untuk ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sehubungan dengan perayaan hari raya Nyepi tahun 2022. Berkaitan dengan tradisi, Adat dan agama dan budaya yang sangat sensitif sehingga diperlukan adanya kesepakatan didalam pelaksanaan rangkain perayaan hari raya Nyepi tahun saka 1944, Bsehingga dapat berlangsung dengan damai dan aman.

“Semoga apa yang kita inisiasi dan pikirkan bersama dapat direalisasikan dan kita laksanakan bersama sehingga rangkain perayaan hari raya Nyepi tahun caka 1944 M dalam massa pandemi covid-19. Berbagai kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan hal tersebut kami harapkan agar selalu mengedepankan prokes.” Kata Kapolres Tabanan

Dandim 1619 Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto, S.I.P. menyampaikan, pengamanan rangkain hari raya Nyepi membutuhkan sinergitas dari seluruh komponen dan tokoh masyarakat serta semuanya harus mematuhi protokol kesehatan dalam masa pandemi Covid-19. Dandim 1619 Tabanan juga mengharapkan seluruh tokoh masyarakat, betul – betul berperan membimbing dan menghimbau agar ketentuan ketentuan yang sudah disepakti bisa dilaksanakan.

“Media sosial memiliki peran yang sangat penting, agar diantisipasi untuk menjaga situasi tetap kondusif,” cetusnya.

Kadis Kebudayaan Kabupaten Tabanan pada dalam Rakor tersebut menyampaikan bahwa, sangat mengapresiasi yang luar biasa dengan diselenggarakannya acara ini dan mengucapkan terima kasih atas dilaksanakannya kegiatan Rakor. Agar seluruh stakeholder untuk melakukan cegah dini ancaman tantangan, hambatan yang akan muncul dalam perayaan hari raya nyepi serta seluruh lintas agama menjaga umatnya untuk menghormati perayaan hari raya Nyepi tahun caka 1944 M sehingga stabilitas keamanan Kabupaten Tabanan tetap kondusif.

“Pelaksanaan melasti akan dilaksanakan secara ngubeng di wilayah Desa Adat masing – masing/ tidak keluar wilayah Desa Adat. Agar mengajukan surat permohonan bantuan rapid ke masing – masing puskesmas sehingga bisa disiapkan alat dan petugasnya. Pengarakan ogoh – ogoh dilaksanakan dengan jumlah 25 orang yang sudah divaksin 2 kali dan dilaksanakan di lingkungan Banjar masing – masing serta warga yang menonton di depan rumahnya dan tidak berkerumun. Agar menjaga toleransi antar umat beragama sehingga rangkaian pelaksanaan hari raya Nyepi tahun caka 1944 M berlangsung damai dan aman,” pungkasnya.

Agar para Tokoh lintas Agama menjaga keamanan di wilayahnya dan lingkungan masing – masing serta memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam pelaksanaan rangkain hari raya Nyepi untuk tetap mematuhi protokol kesehatan ditengah pandemi covid-19 1944 . sehingga dapat berlangsung dengan damai dan aman.

“Semoga apa yang kita inisiasi dan pikirkan bersama dapat direalisasikan dan kita laksanakan bersama sehingga rangkain perayaan hari raya Nyepi tahun caka 1944 M dalam massa pandemi covid-19,” pungkasnya.

 

IJTI Bali Akan Gelar Musda 26 Februari Mendatang

DENPASAR – Pantaubali.com – Ikatan Jurnalis Televisi (IJTI) Pengurus Daerah Bali akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih pengurus baru periode 2022-2026. Acara yang akan berlangsung di Baturiti Tabanan itu dirangkai dengan pelatihan digitalisasi internal untuk meningkatkan kemampuan anggota sebagai jurnalis televisi.

“Musda nanti di kawasan wisata Baturiti, Tabanan. Selain pemilihan pengurus baru, akan ada pelatihan internal anggota terkait digitalisasi. Nah pelatihan ini untuk sesama anggota berbagi pengetahuan. Sekaligus upgrade keterampilan dan pengetahuan sebagai jurnalis televisi,” jelas, Ketua Panitai Musda, Ananda Bagus Satria, Senin (21/2).

Jurnalis Kompastv Bali itu menjelaskan, ada perubahan masa kepengurusan per periode. Dari yang sebelumnya 3 tahun satu periode, badan pengurus baru nanti selama 4 tahun. Hal ini sesuai amanat Kongres IJTI ke-VI di Senggigi Lombok NTB pada 30 Oktober 2021 lalu.

“Sesuai amanat AD/ART organisasi hasil kongres di Lombok, masa kepengurusan yang sebelumnya 3 tahun menjadi 4 tahun. Perubahan ini telah ditetapkan dalam sidang kongres Oktober 2021 yang lalu di Senggigi yang kemudian menetapkan Herik Kurniawan menjadi Ketua IJTI Pusat,” sebutnya.

Bagus menuturkan, selain itu acara akan dilanjutkan dengan malam soliditas yang dikemas dalam suasana keakraban sesama anggota. Menurutnya, anggota IJTI Bali merupakan jurnalis televisi yang tersebar di seluruh kabupaten/kota sehingga momentum Musda juga mengumpulkan seluruh anggota IJTI Bali.

“Malam keakraban itu akan digunakan untuk kumpul bareng teman-teman anggota dan badan pengurus baru. Sehingga momentum itu, sesama jurnalis televisi di Bali akan saling berbagi cerita. Dengan demikian, para anggota bisa saling sharing suka duka anggota selama bertugas di lapangan. Dengan demikian bisa melahirkan ide gagasan yang baru, saling mendengar dan saling mendukung,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Bagus itu mengucapkan terimakasih kepada anggota IJTI Bali dan para pihak yang telah terlaksana nya Musda tahun 2022 ini.

“Kami panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota dan semua pihak yang dengan caranya mendukung pelaksanaan Musda ini,” tutupnya.

Kunjungi Kantor KPU Tabanan, Narta Jelaskan Hasil Uji Petik PDB

TABANAN – Pantaubali.com – Anggota Bawaslu Tabanan Ketut Narta melakukan kunjungan ke kantor KPU Kabupaten Tabanan. Dia menjelaskan melakukan koordinasi tentang Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dan hasil faktua uji petik yang dilakukan Bawaslu Tabanan.

” Uji Petik yang dilaksanakan hari Selasa – Jumat, tanggal 15-18 Februari 2022 turun ke rumah-rumah pemilih di tigapuluh desa dan sepuluh wilayah kecamatan serta 72 peilih verifikasi faktual pemilih pada Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan Bulan Januari dari KPU Tabanan,” ucapnya di Kantor KPU Tabanan, Senin(21/2).

Kunjungan Anggota Bawaslu Tabanan didampingi staf teknis Pengawasan tersebut diterima langsung Ketua KPU Tabanan Gede Putu Weda Subawa dan Anggota I Ketut Sugina, Luh Made Sunadi, I wayan Sutama dan Putu Suryani. Dalam Kunjungan ini Bawaslu Tabanan bertujuan Koordinasi dan dan membahas tentang persoalan data Pemilih di Tabanan sekaligus persiapan tahapan Pemilihan Umum Serentak 2024. Harapan juga menjaga hubungan baik antar lembaga, sangat penting komunikasi yang baik untuk menjalankan tugas mensukseskan pelaksanaan Pemilu dan Pemilihan.

“Kami meminta kepada KPU Kabupaten Tabanan untuk melakukan perbaikan elemen Data Pemilih sesuai dengan hasil uji petik PDPB Bulan Januari, sehingga kedepannya tidak di temukan lagi kesalahan-kesalahan yang sama pada proses pelaksanaan uji petik yang di lakukan Bawaslu Kabupaten Tabanan.” Tegas Pria asal Selemadeg tersebut.

Disisi lain, Anggota KPU Tabanan, I Ketut Sugina, menanggapi perihal hasil uji petik yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Tabanan, menyampaikan terima kasih atas kerja keras serta hasil pelaksanaan uji petik yang di lakukan oleh Bawaslu Kabupaten Tabanan terhadap data pemilih yang dikeluarkan oleh KPU Kabupaten Tabanan.

“Sebelumnya kami mengucapkan Terima Kasih kepada Bawaslu Kabupaten Tabanan, Kami akan menindak lanjuti semua hasil uji petik tersebut, karena kami merasa terbantu dengan dilakukannya uji petik dari Bawaslu, untuk mewujudkan data pemilih yang lebih baik untuk kedepannya.” Pungkas Sugina. (Rilis).

1. Dalam kondisi cuaca yang tidak menentu apa kiranya perlu diperhatikan agar tidak membuat tanaman mati dan mampu menghasilkan panen yang maksimal. 2. Apa saja penyakit yang biasanya timbul pada tanaman dalam kondisi cuaca saat ini. 3. Apakah ada cara alami dalam pembasmian penyakit tersebut dapat dilakukan. 4. Apa langkah tepat dapat dilakukan agar pembasmian penyakit pada pohon dapat cepat teratasi. 5. Jika dilihat kondisi cuaca seperti saat ini tanaman jenis apa kiranya tepat ditanam. 6. Berapa persen pengaruh maksimalnya tanaman tumbuh dengan baik dalam kondisi cuaca tidak menentu. 7.Apa pesan sebagai akadimisi kepada masyarakat.

KARANGASEM – Pantaubali.com -;Gubernur Bali, Wayan Koster meminta Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali serta Kabupaten Karangasem untuk menutup produksi arak gula yang semakin menjamur di Kabupaten Karangasem.

Penegasan penutupan produksi arak gula disampaikan langsung oleh Gubernur Bali saat mensosialisasikan implementasi Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali serta memfasilitasi Peralatan Destilasi kepada Kelompok Perajin Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali di Wilayah Karangasem pada, Minggu (Redite Paing, Ugu) 20 Pebruari 2022 di Taman Soekasada Ujung, Karangasem dan dihadiri secara langsung oleh Bupati Karangasem, Gede Dana, Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Dharmadi, Kadisperindag Bali I Wayan Jarta, Kadis Kominfo Bali, Gede Pramana, dan para perajin arak Bali.

Gubernur Wayan Koster memberikan pernyataan tegas untuk menutup produksi arak gula, karena, Mengancam tradisi dan kelestarian minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali dengan bahan baku lokal, Mengancam kesejahteraan para petani dan perajin arak, karena merugikan harga pasar, Mematikan cita rasa dan branding arak Bali, Membahayakan kesehatan masyarakat, karena di dalam destilasi arak gula mengandung ragi sintetis yang terbuat dari bahan kimia; dan Bertentangan dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.

Dirinya meminta Kadis Perindag dan Satpol PP Provinsi Bali bersama Kabupaten Karangasem untuk segera menutup produksi arak gula, dan jangan takut, datangi tempat produksinya lalu tutup.

“Sekali lagi jangan takut, karena Kita harus melindungi yang besar dan yang lebih mulia. Jadi Saya datang kesini, karena Saya dengar para produksi arak Gula itu tetap melakukan pelanggaran. Jangan biarkan begini-begini, apa tega Kita merusak warisan leluhur Kita, apa tega Kita merusak produksi tradisional arak Kita yang sudah dilakukan secara turun-temurun dan memberikan cita rasa yang luar biasa sampai dikenal, dimana letak tanggungjawab Kita sebagai pribadi hanya untuk mencari keuntungan dan membahayakan nyawa orang,” tegas Wayan Koster yang disambut dengan nada betul, betul, betul dan tepuk tangan dari para perajin arak tradisional Bali.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini menyatakan sejak dirinya menerima aspirasi dari petani arak Bali, hingga membuat Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, sebagai Gubernur Bali tiada henti-hentinya mengkampanyekan arak Bali tidak hanya kepada masyarakat yang bertamu ke Jayasabha, namun tamu nasional, hingga Duta Besar juga diajaknya minum kopi tanpa gula isi arak Bali.

“Kedepan Saya akan memberikan souvenir berupa produk arak Bali kepada tamu yang melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Provinsi Bali,” kata Wayan Koster.

Selain kampanye, Gubernur Bali jebolan ITB ini pula terus berupaya mengembangkan potensi Arak Bali ini dari hulu sampai hilir, yang dimulai dengan cara melestarikan kembali pohon Jaka, Kelapa, Ental yang notabene pohon-pohon ini mampu menghasilkan minuman Arak ternama di Bali. Sedangkan di hilirnya, telah berhasil mengajak Group Marriott Hotel untuk memanfaatkan arak Bali sebagai minuman sajian di 23 hotel yang ada di Pulau Dewata, sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali.

“Group Marriott Hotel telah bekerjasama dengan Perusda Tabanan dan Perusda Bangli untuk memanfaatkan beras lokal Bali, telur lokal Bali, arak Bali dan Saya ajak untuk memanfaatkan garam tradisional lokal Bali. Untuk itu, hal ini harus disambut juga oleh pasar swalayan, pasar modern untuk ikut menjual produk lokal Bali guna mewujudkan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru,” jelasnya.

Diakhir pidatonya, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini menyatakan Kita harus bangga dengan kekayaan keunikan dan keunggulan produk lokal Bali yang bersumber dari alam Bali, yang salah satunya berupa arak Bali. Sehingga apa yang menjadi kekayaan alam di Karangasem ini, harus digerakan sebagai sumber perekonomian rakyat, dan kurangilah ketergantungan dengan sumber ekonomi dari luar.

“Leluhur Kita sudah memberikan rezeki yang luar biasa, berdayakan itu supaya agar menjadi sumber perekonomian masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Bali memfasilitasi Peralatan Destilasi kepada Kelompok Perajin Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali di Wilayah Karangasem, yang terdiri dari, Kelompok Petani Arak “Cipta Buana” Desa Tri Eka Buana, Kelompok Petani Arak “Tri Darma Tunggal” Desa Tri Eka Buana, Kelompok Petani Arak “Artal” Desa Talibeng, Sidemen, Kelompok Petani Arak “Arak Api Merita” Desa Labasari, Kecamatan Abang, Kelompok Petani Arak “Tirta Piphala” Desa Talagatawang, Sidemen.

Sementara Bupati Karangsem, Gede Dana dihadapan Gubernur Bali, Wayan Koster melaporkan bahwa Kabupaten Karangasem merupakan kabupaten yang memiliki berbagai potensi unggulan, salah satunya minuman fermentasi dan/atau Destilasi khas Bali, yakni dikenal dengan nama arak Bali.

Potensi arak sangat besar di Kabupaten Karangasem, karena didukung oleh petani arak di Kabupaten Karangasem yang berjumlah 1.798 orang yang tersebar di 6 Kecamatan, dari 8 Kecamatan dengan memanfaatkan bahan baku lokal seperti nira (aren/jaka, kelapa, mete dan rontal, red).

Dalam upaya pengimplementasian Pergub 1 Tahun 2020, Gede Dana menyampaikan Pemerintah Kabupaten Karangasem melalui Tim Terpadu Kabupaten bersinergi dengan Tim Terpadu Provinsi telah melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap keberadaan minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali yang menggunakan bahan baku diluar ketentuan pada peraturan tersebut, salah satunya arak fermentasi dengan bahan baku gula.

“Oleh sebab itu, Kami melaksanakan pembinaan dan pengawasan yang menyasar arak fermentasi berbahan baku gula dengan tujuan untuk membatasi dan menekan produktivitas dari perajin arak yang menggunakan bahan baku gula dalam proses produksinya,” bebernya.

Dalam fakta dilapangan, oknum yang memproduksi arak berbahan baku gula sangat suka mencari untung cepat, tidak menjaga kualitas, merugikan petani, dan sudah beredar dimana-mana.

“Kami sudah berkali-kali memarahi, namun tetap saja mereka memproduksi, dan Saya sempat berfikir apakah boleh Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kami minta bertugas menjaga di pintu keluar menuju Kabupaten/Kota di Bali dan Kami stop kendaraan yang membawa dirigen arak berbahan baku gula ini?,” ujar Gede Dana seraya menegaskan kalau produksi arak tradisional lokal Bali ini punah, siapa yang mau bertanggungjawab. Apakah yang memproduksi arak berbahan baku gula ini tidak kasihan dengan para petani yang sudah bekerja keras, dimana mereka dari jam 4 pagi sudah bekerja menaiki 15 pohon kelapa dan hanya bisa jual Rp 10 ribu perbotol yang 750 cc, namun yang memproduksi arak gula ini dengan gampangnya bisa menjual Rp 10 ribu perbotol.

“Jadi kasihan para petani Kita sudah bekerja keras melestarikan warisan nenek moyang Kita,” tutupnya.

Pohon Perindang Tumbang di Tiga Tempat Berhasil Dievakuasi di Tabanan

TABANAN, Pantaubali.com – Pohon perindang tumbang di tiga lokasi berbeda di Tabanan, terjadi pada, Senin,(21/2) jam 05:50 Wita.Adapun tiga lokasi pohon tumbang di tempat berbeda tersebut terjadi satu di Jalan raya Penyalin lama, Desa Samsam Kerambitan Tabanan dan dua kejadian di Jalan Raya Utama Denpasar-Singaraja, Baturiti, Tabanan.

Terkait kejadian tersebut menurut, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri dalam keterangan tertulisnya, Senin,(21/2) di Tabanan menyampaikan, telah melakuka evakuasi dengan menurunkan TRC BPBD Tabanan mulai dari, Regu 1 dan 4 bergerak dengan 9 orang personil yang di bagi menjadi 2 regu.

“1 regu ke penyalin dan 1 regu lagi ke Baturiti selain itu ada juga personil dari Polsek dan Babin Baturiti.Samengassessmant pohon tumbang selanjutnya membersihkan pohon tumbang dan membuka akses jalan dan Lalin kembali normal,” katanya.

Adapun kronologis singkat.kejadian tersebut menurut Dirinya, hujan lebat disertai angin kencang menyebabkan tumbangnya pohon perindang sehingga, menutupi seluruh ruas jalan dan menyebabkan kemacetan di jalur utama Denpasar – Singaraja.

Sembari Giri menambahkan, dalam keterangan tertulisnya untuk kerugian maupun korban jiwa sampai saat ini nihil.

Selain Memohon Anugerah Banyak Pejabat Tangkil Nunas Taksu di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk

GIANYAR – Pantaubali.com – Beberapa Pura di Bali memang diyakini masyarakat sekitar atau krama Bali menganugerahi mulai dari kesembuhan, kelancaran usaha maupu karir.Salah satunya di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk terletak di Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar yang menurut, Pekaseh Gede, Subak Gede Sukawati, I Made Diartawan belum lama ini di Sukawati, Gianyar menyebutkan, selain memang ada pemedek tangkil nunas penganugerahan terkadang ada juga krama sebelum maupun telah menjabat sebagai pejabat turut tangkil.Bahkan terkadang dari luar Desa atau Kecamatan Sukawati, Gianyar ada saja tangkil.

Dari pengamatan Dirinya, sejauh ini ada saja krama sebagai pejabat tangkil guna memohon agar mendapat taksu atau aura positif sebagai pejabat selama menjabat atau memimpin.Sehinga, dalam memimpin nantinya dapat diberi tuntunan ke arah yang positif, baik dan benar.

“Ada bermacam-macam tujuan pemedek tangkil kesini (Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk ) dengan berbagai level karir.Misal, salah satunya ada krama menjabat sebagai pejabat daerah, pejabat pemerintahan, anggota dewan maupun para tokoh-tokoh masyarakat luar disini (Desa ataupun Kecamatan Sukawati) turut tangkil juga,” paparnya.

Jika dilihat mungkin para pemedek khususnya yang memiliki jabatan sebagai Pejabat tangkil ke Pura guna memohon mendapat aura(taksu)sebagai pemimpin.Dengan waktu tangkil pada jam-jam tertentu serta dewasa (Hari baik) juga.

“Mereka (pemedek yang memiliki karir sebagai Pejabat) biasanya selalu tangkil saat jam-jam sepi pemedek.Misal, dari sepengetahuan saya tangkil pada jam 12 malam atau jam 1 malam,” katanya.

Jika ada krama akan maupun belum pernah tangkil dan berkeinginan tangki menurut Diartawan, dapat menghaturkan selain Pejati dan Cang Sari, ada juga aturan berisi buah- buahan, jajan, kacang – kacangan, telur dan lain-lainya.

Yustisi Prokes Polsek Tabanan Sasar Pasar Tradisional Dauh Pala

TABANAN – Pantaubali.com – Dalam upaya kewaspadaan dan antisipasi terhadap penyebaran Covid-19 varian baru Omicron terus dilakukan oleh Polsek Tabanan maupun Polres Tabanan. Maka, Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) Polsek Tabanan, menyasar aktivitas ke Pasar Tradisional Dauh Pala, Desa Dauh Peken – Tabanan.

Kegiatan ini dilakukan guna memberikan edukasi dan mengingatkan kepada masyarakat para pengunjung pasar maupun pedagang, agar selalu disiplin menerapkan Prokes.Disamping himbauan untuk Prokes, Dirinya juga menghimbau kepada warga yang belum melaksanakan vaksinasi, agar segera menghubungi pihak Polres atau Puskesmas, agar dapat tindaklanjuti, itu disampaikan, Kapolsek Tabanan Kompol I Made Pramasetia dalam keterangan tertulisnya,Sabtu,(19/2).

“Kegiatan Yustisi Prokes ini kami tugaskan dari Unit Patroli Samapta, Reskrim, Intelkam, Binmas dan Bhabinkamtibmas. Pelaksanaan menyasar tempat-tempat yang berpotensi terjadi kerumunan, seperti pasar, pertokoan modern, warung, Terminal Pesiapan dan Terminal Transit Kota Tabanan,” jelasnya.

Sembari Dirimya menambahkan, hasil Yustisi dilakukan nihil ditemukan pelanggaran, walaupun demikian tetap mengimbau masyarakat agar tetap disiplin memakai masker dengan benar, menjaga jarak saat berinteraksi sosial dengan orang lain. Serta menjauhi kerumunan, kurangi aktivitas yang melibatkan orang banyak.