- Advertisement -
Beranda blog Halaman 775

Rahina Purnama, Pangdam Udayana Resmikan Pompa Hidram Pertanian ke Dua di Tangguntiti

TABANAN – Pantaubali.com – Akhirnya pembangunan Pompa Hidram Pertanian merupakan pembangunan pompa hidram ke dua di Desa Tangguntiti tepatnya di Banjar Batan Buah telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh para petani di subak aseman IV Desa Tangguntiti yang luasnya hingga 220 hektar dengan beranggotakan sekitar 400 orang petani penggarap akhirnya diresmikan langsung oleh Mayjen TNI Sonny Aprianto, Pangdam IX/Udayana, Gubernur Bali, Wayan Koster serta Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya, Selasa,(15/2) bertepatan di Rahina Purnama.

Sebelumnya juga kegiatan non program Kodam IX/Udayana dalam membantu masyarakat penyediaan air bersih untuk Bali Nusra dan juga penyediaan air bagi sektor pertanian ini telah dibangun pompa hidram pertanian yang pertama di Wilayah Kodim 1619/Tabanan yaitu, di Banjar Nyampuan Desa Tangguntiti yang telah diresmikan Gubernur Bali beserta Pangdam, Kapolda dan Bupati Tabanan beberapa waktu lalu.

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam IX/Udayana,Mayjen TNI Sonny Aprianto, menyampaikan, Dengan adanya pompa hidram kerja sama antara Kementrian Pertanian, Kodam Udayana, dan Pemerintah Daerah akhirnya permasalahan terkait pertanian dapat terpecahkan.

Dengan 10 pompa hidram tersebut telah dapat mengairi 160 hektar lahan persawahan dengan biaya tidak terlalu tinggi. Artinya, tidak sampai Rp 1 milyar tapi bisa berdaya guna dan berhasil guna sangat maksimal.

“Saya selaku Pangdam Udayana dari awal sudah bertekad karena, proyek ini atau pekerjaan ini sangat menyentuh kepentingan masyarakat maka, proyek ini akan dilanjutkan,” jelasnya.

Pak Maruli kemarin telah melakukan pemasangan pompa hidram maupun sumur bor.Dengan jumlah 227 titik tahun 2021 dari 227 titik ada 53 yang sedang progres, pendanaannya telah selesai juga.

“Sudah mensurvey juga 160 titik untuk di 3 Provinsi baik NTT, NTB, dan Bali. Dari 160 titik tersebut akan dimatangkan dan akan diprioritaskan bagi masyarakat yang sangat membutuhkan.Mana yang kekeringan itu yang akan didahulukan. Kita harapkan dalam tahun 2022 ini bisa sekitar 100 titik lagi yang akan kita buat nanti,” paparnya.

Dalam sabutan, Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster dalam kesempatan yang sama menyampaikan, kunjungan Pagdam Udayana saat ini merupakan ke 3 kalinya ke Desa Tangguntiti dalam kaitan program Pangdam Udayana sangat mengapresiasi karena, programnya sangat riil.

Karena, jika dilihat sampai saat ini Kabupaten Tabanan sebagai daerah penghasil beras paling banyak di Provinsi Bali dan sebagai sumber penghasil pangan di Bali yang masih sangat kuat di bidang pertanian terutama dalam menghasilkan hasil pertanian berupa beras.

“Sangat berterima kasih kepada Pangdam Udayana dan mengapresiasi sebesar-besarnya karena, pemecahan masalah yang sangat riil kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan produktifitas pangan di Kabupaten Tabanan dan khususnya kepada krama Desa Tangguntiti ini,” paparnya.

Selanjutnya masih dalam waktu yang sama Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya mengatakan, tentu masyarakat Tabanan khususnya di Desa Tangguntiti merasa bergembira dan memberikan apresiasi.Karena selama ini menjadi sebuah permasalahan di bidang sektor pertanian bahwa, daerah Subak Aseman hanya dapat bercocok tanam 1 tahun sekali karena, faktor air atau kekeringan.
Dengan telah adanya hidram menjadi salah satu solisi sangat luar biasa dengan alat sederhana serta dari segi biaya juga tidak terlalu besar akan tetapi dapat mengairi hektaran areal lahan persawahan.

“Apa disampaikan bapak Pangdam mudah-mudahan bisa mengalokasikan yang menjadi saran Bapak Gubernur serta bapak Gubernur juga dapat membantu sehingga, sektor-sektor pertanian yang ada khususnya bagi masyarakat yang mengalami kekeringan air minum dapat kita atasi.Atau dengan tekhnologi sederhana akan tetapi manfaatnya sangat besar,” pungkasnya.

Pergi Kesawah Seorang Kakek Belum Diketahui Keberadaanya

TABANAN – Pantaubali.com – Tim SAR gabungan melakukan pencarian orang hilang di Banjar Bantas, Desa Panarukan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Kerambitan, Selasa (15/2). Seorang kakek-kakek usia 80 tahun berangkat dari rumah untuk pergi ke sawah namun sampai dengan semalaman ia tak kunjung tiba di rumah.

“Satu orang warga yang kami cari atas nama I Made Toka yang kesehariannya sebagai petani,” kata, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Darmada dalam keterangan tertulisnya.

Setelah informasi tersebut terkonfirmasi, Kantor Basarnas Bali menggerakkan 5 orang rescuer dari Kantor Jimbaran untuk menuju lokasi pada pukul 08.50 WIta. Berdasarkan laporan yang didapat, kronologis awalnya I Made Toka berangkat dari rumah sejak hari Senin, kurang lebih pukul 16.00 Wita. Tidak ada satupun saksi mata yang melihat kejadiannya, namun dicurigai ia terjatuh ke sungai.

“Memang ia mengatakan akan pergi ke sawah dan posisi sawah berdekatan dengan Sungai Tukat Pancoran, sementara ini diduga I Made Toka terpeleset dan jatuh ke sungai,” ujarnya.

Personil yang diberangkatkan juga membawa perlengkapan selam. Setibanya di lokasi, mereka langsung berkoordinasi dengan unsur SAR terkait untuk rencana penyelaman di seputaran lokasi yang dicurigai korban berada. Personil yang ikut dalam pencarian mengatakan bahwa kedalaman sungai berada diantara 5 meter sampai dengan 8 meter dan kondisi airnya keruh. Sembari Dirinya menambahkan, diturunkan 3 orang rescuer Basarnas Bali dengan peralatan selam dan melakukan pencarian secara bergantian. Namun sampai dengan 2 sorti, tim SAR gabungan belum bisa menemukan target.

Gubernur Bali, Wayan Koster Tinjau Progres Pembangunan Bendungan

BADUNG – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau progres pembangunan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung pada, Minggu (Redite Kliwon, Bala) 13 Februari 2022.

Dalam kunjungan kerjanya, orang nomor satu di Pemprov Bali ini didampingi oleh Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bali – Penida, I Gusti Putu Wandira, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR/Perkim) Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha dan Kepala Diskominfo Bali, Gede Pramana.

Pembangunan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung merupakan salah satu program prioritas di bidang pembangunan infrastruktur darat sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju Bali Era Baru guna mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan kesejahteraan petani hingga mendukung pembangunan pariwisata, dan menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM), serta sebagai kawasan konservasi secara terintegrasi serta konektivitas antar wilayah.

Kepala SNVT Pembangunan Bendungan Bali – Penida, I Gusti Putu Wandira melaporkan Pembangunan Bendungan Sidan merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang berhasil diperjuangkan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster ke Presiden RI, Joko Widodo. Sehingga pembangunan Bendungan Sidan yang dilaksanakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Bali Penida ini memiliki kapasitas tampung 3,8 juta meter kubik dan memberikan manfaat untuk, Penyediaan air baku sebesar 1.750 liter/detik dan dimanfaatkan sebagai sistem penyediaan air baku Sarbagita, yaitu Kota Denpasar sebanyak 750 liter/detik, Kabupaten Badung sebanyak 500 liter/detik, Kabupaten Gianyar sebanyak 300 liter/detik, dan Kabupaten Tabanan sebanyak 200 liter/detik, PLTM berkapasitas 0,65 MW, Pariwisata; dan Konservasi Air ,Bendungan Sidan terletak di Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar dengan memiliki total luas lahan 81.81 Ha dan total bidang 165. Untuk pembebasan lahannya sudah terbayarkan melalui dana APBN senilai Rp 132.828.344.031.

“Secara progres, pembangunan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar pada Paket I yang dikerjakan sejak tahun 2018 sudah mencapai 100 persen pertanggal 31 Desember 2021 dengan sumber dana dari APBN senilai Rp 808.603.374.137,” jelasnya.

Untuk Paket II sedang dalam tahap persiapan tender dengan anggaran sebesar Rp 864.698.874.000, sehingga pembangunan tahap II ini ditargetkan dapat terkontrak pada bulan April 2022 dan selesai pada tahun 2024.

“Jadi total anggaran pembangunan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar dari tahap I dan II, mencapai Rp 1.673.302.248.137,” cetusnya.

Gubernur Bali, Wayan Koster dalam arahannya menyampaikan bahwa sebagai Gubernur Bali yang merupakan wakil dari Pemerintah Pusat mendapatkan tugas dari Kementrian PUPR untuk mengawasi dan memastikan pembangunan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar berjalan dengan lancar.

“Meskipun Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR melakukan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, namun pembangunan Bendungan Sidan tidak ada yang mengalami refocusing anggaran dan semua berjalan sesuai rencana,” katanya.

Untuk itu, Gubernur Bali jebolan ITB ini meminta di dalam pengerjaan pembangunan ini harus dilakukan dengan fokus, tulus, dan lurus yang diawali dengan memohon restu secara niskala agar pembangunan ini berjalan lancar, serta dikerjakan dengan penuh tanggungjawab, berkualitas, dan selesai tepat waktu di tahun 2024.

“Pembangunan Bendungan Sidan ini akan menjadi program yang memberikan manfaat untuk krama Bali di dalam mendukung ketahanan pangan dan penyediaan air bersih, serta mendukung kegiatan pariwisata, sehingga kedepan tidak mengalami kesulitan air. Agar keberlangsungan debit air ini terjaga yang sumbernya berada di hulu Sungai mengani di Kabupaten Bangli.

“Saya minta Balai Wilayah Sungai Bali Penida untuk melaksanakan program konservasi di hulu sungai tersebut dengan mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Perlindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut,” tegasnya. (Rilis)

Puluhan Remaja Melakukan Konvoi di Denpasar Akhirnya Diamankan

DENPASAR – Pantaubali.com – Setelah mendapat informasi dari masyarakat adanya segerombolan remaja kurang lebih 100 motor melintas dan berkonvoi dari arah Tohpati mengarah ke jalan By. Pass Ngurah Rai Sanur, Minggu sore (13/2) sekitar pukul 16.00 wita.

Gerombolan anak muda yang sebagian besar masih dibawah umur tersebut menggunakan atribut kelompok yang mana, perbuatan tersebut sangat menganggu arus lalu lintas dan masyarakat sekitar, itu disampaikan, Kapolresta Denpasar, AKBP. Bambang Yugo Pamungkas di Denpasar dalam keterangan Persnya.

“Dari laporan masyarakat Tim kami turun kelapangan melakukan penyekatan disejumlah wilayah dan berhasil mengamankan anak-anak tersebut beserta sepeda motornya,” ujarnya belum lama ini, (Minggu malam (13/2) di Denpasar.

Bahwa saat di Simpang Gbb Sanur kelompok tersebut pecah menjadi dua sebagian mengarah ke kota yaitu, Jalan Sudirman Denpasar dan berhasil disekat polisi di jalan Teuku Umar, Denpasar kemudian mengamankan 3 (tiga) sepeda motor sedangkan sebagaian kelompok lagi mengarah ke jalan raya sesetan Densel bahkan ada beberapa dari mereka masuk keperkampungan warga tetapi berhasil diamankan Tim gabungan Polresta Denpasar.

Dibantu warga Polisi berhasil mengamankan beberapa remaja tersebut beserta sepeda motornya di perumahan warga sesetan bahkan Kapolresta Denpasar langsung mencegat gerombolan anak muda tersebut di wilayah sesetan serta berhasil mengamankan 8 (delapan) unit sepeda motor.

Total keseluruhan sepeda motor yang berhasil disita polisi sebanyak 12 (dua belas) Unit dan mengamankan sebanyak 18 orang anak yang sebagian berusia dibawah umur, Polisi masih memburu puluhan remaja tersebut bahkan polisi juga akan menggunakan ETLE.

“Siapapun Jangan coba menganggu keamanan, saya akan berdiri tegap dan menindak tegas dibantu instansi terkait untuk melebur semua yang menganggu kamtibmas wilayah Denpasar dan menjadikan Bali sebagai Center of view dunia,” bebernya.

Untuk sementara puluhan remaja yang berhasil diamankan saat mereka konvoi sedang dilakukan pemeriksaan di satuan reskrim Polresta Denpasar serta orang tua akan dipanggil pula.

Sementara itu, Ketua majelis Desa Adat (MDA) Kota Denpasar, Anak Agung Sudiana yang juga hadir dalam Press release tersebut mendukung penuh tindakan yang dilakukan Kapolresta Denpasar dan jajaran dalam menindak anak muda yang menganggu keamanan Denpasar.

“Kami dari MDA kota Denpasar mendukung apa yang sudah dilakukan Kapolresta Denpasar dan jajaranya dalam menjaga keamanan dimana Denpasar menjadi barometer keamanan Bali dan kami siap bersinergi menangani konvoi anak muda tersebut,” tutupnya.

Akhirnya Pria Paruh Baya Dilaporkan Hilang Ditemukan Dekat Kandang Babi Disebelah Rumahnya

TABANAN – Pantaubali.com – Akhirnya orang hilang meninggalkan rumah berinisial IWN asal Banjar Bantas Bale Agung, Desa Bantas, Selemageng Timur, Tabanan yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarga pada Minggu,(13/2) Pukul, 24.00 wita di Desa setempat.Akhirnya Pria kelahiran Bantas,29 Desember 1941l tersebut berhasil ditemukan oleh pihak keluarganya,Senin,(14/2) di sebelah kandang Babi disebelah rumahnya.

“Ditemukan oleh pihak keluarganya dengan selamat disebelah rumahnya.Karena Dirinya tidak menemukan jalan pulang.Dengan kondisinya lemah maklum usia sudah usia lanjut,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri saat dikonfirmasi, Senin,(14/2) di Tabanan.

Sebelumnya adapun upaya dilakukan Tim BPBD terkait hilangnya laki-laki paruh baya tersebut dengan menurunkan tim TRC BPBD regu 3 bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian orang hilang.Dengan penanganan dimulai pada Senin,(14/2) Pukul 08:30 wita sampai selesai.

“Regu 3 kami sempat melakukan pencarian sampai selesai bersama masyarakat setempat,” ujarnya

Sembari Giri menambahkan, adapun terlibat dalam pencarian tersebut mulai dari, Babinsa Desa Bantas, TRC BPBD 4 orang personil, Kawil Bantas, Bendesa Adat Bantas dan Masyarakat setempat.

Palinggih Ratu Mas Gede Macaling, Tempat Memohon Perlindungan Dari Perbuatan Jahat

GIANYAR – Pantaubali.com – Palinggih Ratu Mas Gede Macaling terletak di bagian salah satu sudut barat laut pura Er Jeruk di Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar berupa pohon besar yang didepannya dibuatkan pelinggih berupa bebaturan.Diatas bebaturan terdapat beberapa pragmen arca sebagai pratima.

Pelinggih tersebut berfungsi sebagai media untuk berkonunikasi (Penyawangan) kepada Ida Ratu Mas Gede Mecaling, yang bersthana di Dalem Peed, Nusa Penida.Pelingih tersebut dibuat atas permohonan Ki Gede Mecaling kepada Raja I Dewa Agung Anom atas jasanya kepada Puri Timbul.

Adapun fungsi dari pelinggih tersebut adalah guna memohon perlindungan dari perbuatan-perbuatan jahat diyakini juga oleh krama khususnya di Desa Adat Sukawati, Kecamatan Sukawati memberi keselamatan, hal tersebut disampaikan, Pekaseh Gede, Subak Gede Sukawati, I Made Diartawan.

“Konon di sasih ke 6 gumi genting banyak krama desa termasuk para petani di subak gede yang meninggal ada maka krama akhirnya nunas keselamatan tangkil ring Pelinggih Ratu Mas Gede Macaling ini yang merupakan Penyawangan di Dalem Peed, Nusa Penida,” jelasnya, kenarin, Sabtu,(12/2) di Sukawati, Gianyar.

Selain itu ada juga cerita lain sempat berkembang ditengah-tengah masyarakat terkait keberadaan Pelinggih Ratu Mas Gede Macaling tersebut konon katanya, ada seorang petani di saat sasih ke 6 para Petani tidak berani kesawah.Hal tersebut disebabkan karena, rencangan-rencang beliau pergi ke sawah dengan perujudan berbentuk api.

Selain itu, para petani di sawahnya tanamanya sempat konon mengalami kekeringan.Dalam kondisi tersebut terpaksa para petani kesawah, akan tetapi para petani berbekal topi atau istilahnya payung yang di isi tampak dara dengan pamor, atau muncuk pandan di tancabkan di topinya.

“Selain cerita tersebut konon juga ada petani meninggal di sawah pada malam hari saat sasih ke 6 tersebut,” katanya.

Selain dari krama desa adat Sukawati para pemedek ada juga datang dari luar desa Pakraman Desa Adat dengan tujuan, tentu memohon perlindungan dari perbuatan jahat ataupun memohon keselamatan.

Bagi krama yang ingin tangkil dapat membawa banten berupa Pejati maupun Canang.Tentu semua menurut Dirinya, tergantung dari apa tujuan menghaturkan sembah kehadapan beliau.

Pompa Hidram Pertanian Siap 100 persen, Danramil Selemadeg Pimpin Karya Bhakti

TABANAN – Pantaubali.com -Pembangunan Pompa Hidram untuk Pertanian yang merupakan pembangunan pompa hidram ke dua di Desa Tangguntiti tepatnya di Banjar Batan Buah telah selesai 100 persen dan siap dimanfaatkan oleh para petani di subak aseman IV Desa Tangguntiti yang luasnya hingga 220 hektar dengan beranggotakan sekitar 400 orang petani penggarap.

Sebelumnya Kegiatan non program Kodam IX/Udayana dalam membantu masyarakat penyediaan air bersih untuk Bali Nusra dan juga penyediaan air bagi sektor pertanian ini telah dibangun pompa hidram pertanian yang pertama di Wilayah Kodim 1619/Tabanan yaitu di Banjar Nyampuan Desa Tangguntiti yang telah diresmikan Gubernur Bali beserta Pangdam, Kapolda dan Bupati Tabanan beberapa waktu lalu.

Danramil 1619-02/Selemadeg Kapten Inf I Made Sudiarcana yang didampingi Babinsa Desa Tangguntiti, Perbekel, Bhabinkamtibmas, Klian subak Aseman IV, Kawil dan masyarakat melaksanakan karya bhakti pembersihan lingkungan di sekitar pembangunan pompa hidram di banjar batan buah Desa Tangguntiti Kecamatan Selemadeg Timur, pada Minggu (13/2).

Dalam kesempatan tersebut Danramil 1619-02/Selemadeg menyampaikan, bahwa pembangunan pompa hidram pertanian yang kedua di desa tangguntiti Kecamatan Selemadeg timur ini sudah selesai 100 persen dan telah dilaksanakan upacara pecaruan dan pemakuhan secara hindu pada (8/2) yang dihadiri oleh Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P.

Danramil juga menyampaikan, bahwa pihaknya bersama perangkat desa subak dan masyarakat setempat saat ini mengadakan karya bhakti pembersihan disekitar lokasi agar pompa hidram yang telah dibangun oleh Kodam IX/Udayana dengan Kementrian pertanian ini dapat menjadi salah satu aset subak dan masyarakat untuk membantu petani dalam penyediaan air bagi sektor pertanian di subak aseman IV,

“Kita semua bersama-sama menjaga dan memelihara aset ini agar dapat digunakan dalam waktu yang lama termasuk menjaga lingkungan sekitarnya untuk mendukung keberlangsungan pompan hidram ini kedepan,” harapnya.

Sementara di tempat terpisah Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf Ferry Adianto S.I.P saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pompa hidram pertanian ke dua di desa tangguntiti saat ini sudah selesai dan dirinya sedang mempersiapkan acara peresmian dengan mengundang Gubernur Bali, Pangdam IX/Udayana bersama Forkopimda Provinsi Bali termasuk Forkopimda Kabupaten Tabanan dan Instansi terkait.

“Saat ini kita sedang mempersiapkan acara peresmian dan pompa hidram pertanian ini telah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat,” cetusnya.

Pihaknya berharap pompa hidram pertanian yang telah dibangun ini dapat dijaga dan dirawat agar masa pakainya bisa lebih lama dan bisa dinikmati oleh generasi yang akan datang sehingga, pertanian di Kabupaten Tabanan dapat bertahan dan kembali menjadi lumbung berasnya Bali,” pungkasnya. (Rilis)

Diduga Sesak Nafas, Dirut Perumda TAB Tabanan Berpulang

TABANAN – Pantaubali.com – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan, Ida Bagus Oka Sedana, ST., MM. telah menghebuskan nafas terakhirnya.Menurut keterangan, Kasubag Humas Perumda TAB, Agus Suanjaya, saat dikonfirmasi menyampaikan, Ida Bagus Oka Sedana meninggal dunia dikarenakan kondisi yang drop serta menderita sesak nafas.

Sebelum meninggal dunia Beliau sempat menjalankan pemeriksaan medis di Rumah Sakit (RS) Puri Raharja yang akhirnya mengembuskan nafas terakhir.

“Tadi pagi drop kondisinya disertai Sesak,” jelasnya, Minggu,(13/2) di Tabanan.

Dirinya menjelaskan, pada Jam 8 pagi Beliau di bawa ke RS di Puri Raharja selanjutnya pada jam 14.00 beliau akhirnya meninggal dunia.

Sembari Suanjaya menambahkan, untuk sementara Jenazah beliau di titip di RS Sanjiwani, Gianyar.

6 Petarung Muay Thai Profesional Tanaha Air Berlaga di Bali

BADUNG – Pantaubali.com – Ajang Summer Fights digelar di Gor Segara Perancak, Kuta Utara, Bali (12/02). Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, event prestisius ini berlangsung mulai pukul 14.00 – 20.00 WITA.

Berbeda dari pertandingan-pertandingan lainnya, Muay Thai diakui sebagai cabang martial art yang dalam setiap pertarungan akan dibuka dengan pertunjukan Wai Khru: sebuah tarian tradisional dari Thailand yang membawa pesan penghormatan dan sikap respek bahkan pada lawan sekalipun. Petarung mengitari sudut-sudut ring, dan dengan gerak tubuhnya, akan meminta semacam “jalan baik” untuk pertandingannya. Wai Khru menjadi bagian yang tak kalah penting dari pertandingan itu sendiri.

“Betapapun sengitnya pertarungan di atas octagon, saya ingin orang tahu bahwa Muay Thai tetap mengajarkan dan mengedepankan rasa hormat dan rendah hati pada siapapun,” ujar Marcos Manurung, promotor acara Summer Fights.

Dari 20 petarung berlaga, 6 di antaranya adalah petarung profesional yang sudah dikenal oleh publik tanah air. Mereka adalah Herry Winata, Rangga Babayaga, Serieal Effendy, Nur Humam, Dwi Sukarno, dan Rahman Husin.

Untuk kategori semi pro, ada Jemito, Yodenius, Zat, Laode, Mossad, Arief, Kent, Baharudin, Kadek, William, Maruli, Eko, Christian, dan Artie. Laga profesional terdiri dari 5 ronde, sedang semi profesional 3 ronde. Event ini juga menghadirkan Theodorus Ginting selaku komentator, dan juga Muay Thai Profesional Indoensia (MPI) sebagai sebuah asosiasi.

“Kami ingin mengetengahkan pertarungan-pertarungan berkelas. Tidak hanya serangan dan pertahanannya, namun juga, seperti yang sudah saya sampaikan, berkelas mentalnya. Sportifitas dan sikap respek akan menjadi tontonan bersama,” jelasnya.

Summer Fights digadang-gadang akan menjadi event primadona bagi para pecinta olahraga seni beladiri. Meski begitu, panitia memahami betul situasi pandemi yang masih melanda. Karenanya, selain menerapkan protokol kesehatan yang ketat di sekitar arena, panitia menyediakan juga live streaming yang bisa diakses siapa saja. Para pecinta Muay Thai pun bisa menikmati jalannya acara dari rumah masing-masing.

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemprov Bali Lakukan Ini

DENPASAR – Pantaubali.com – Angka kasus Covid-19 di Bali belakangan kian menunjukkan peningkatan. Hal tersebut menyusul semakin meluasnya penyebaran virus Corona varian Omicron.

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Bali pun mengambil tindakan pencegahan dengan melaksanakan penambahan-penambahan (konversi) layanan kesehatan. Sehingga, dapat memberi penanganan cepat serta dapat melayani pasien konfirmasi positif Covid-19, terutama bagi pasien dengan status gejala sedang dan berat.

Penegasan tersebut disampaikan, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali Made Rentin dalam siaran persnya, Sabtu (12/2).

“Merespons trend lonjakan kasus konfirmasi positif COVID-19, kami akan segera melaksanakan konversi layanan. Ditargetkan lebih dari 40 Persen, mencakup konversi tempat tidur, penambahan alat, dan tenaga kesehatan,” jelasnya.

Dirinya tak menampik jika memperhatikan perbandingan tingkat hunian dengan BOR (Bed Occupancy Rate) memang terlihat tinggi. Namun hal tersebut dikarenakan tempat tidur dialokasikan untuk Covid-19 belum maksimal (masih rendah) sesuai direncanakan, sehingga perlu ditambahkan dalam waktu waktu dekat.

Jika melihat kondisi puncak kasus COVID-19 tahun lalu (varian Delta), saat itu total kapasitas tempat tidur yang disiapkan sekitar 3.052 (2.705 + 347), dan untuk saat ini baru tersedia 2.524 (2.282 + 242).Dikarenakan sebelumnya ada beberapa yang dikembalikan ke status untuk pelayanan pasien umum atau menyesuaikan kebutuhan masing-masing RS.

“Nah ini yang akan segera kami lengkapi kembali, masih ada potensi konversi sekitar 528 (400 + 128) tempat tidur. Dan akan ditambahkan kembali, dengan memperhatikan evaluasi perkembangan situasi dan kondisi dilapangan,” sebutnya.

Dirinya mengingatkan, kasus terkonfirmasi ringan dan tanpa gejala, dikategorikan sebagai pasien yang tidak harus dirawat di rumah sakit, yaitu pasien dengan kriteria saturasi oksigen di atas 95%, tidak ada sesak, dan tidak ada komorbid.

“Dihimbau pasien dengan kriteria tersebut untuk tidak dirawat di rumah sakit, sehingga memberikan peluang bagi pasien dengan kategori sedang dan berat disertai komorbid, untuk mendapat perawatan yang lebih intens di rumah sakit,” katanya.

Meski cukup tinggi, persentase BOR RS Covid-19 di Bali masih berada di bawah standar yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang sebesar 60%. Sesuai data per hari Sabtu (12/2) BOR ICU terisi sekitar 41,35% dan BOR Non ICU terisi 50,89%, dari jumlah total yang disiapkan.

Dirinya menyampaikan, rincian BOR RS Covid-19 di Bali per,Sabtu,(12/2) sebagai berikut,BOR Intensif (ICU), Kapasitas = 237 Tempat Tidur, Terisi 98 (41,35 %), Sisa 139 (58,65 %) selanjutnya BOR Non Intensif (Non ICU), Kapasitas 2.405 Tempat Tidur, Terisi 1.224 (50,89 %), Sisa 1.181 (49,11 %).