- Advertisement -
Beranda blog Halaman 756

Bule Aktor Netflix Menari Telanjang di Gunung Batur Akan Dideportasi

DENPASAR – Pantaubali.com – Viralnya informasi di media sosial mengenai warga negara asing yang membuat video meresahkan dengan tanpa busana diduga dibuat di Gunung Batur, Kintamani, Bangli tengah mendapat perhatian luas dari masyarakat karena, sangat bertentangan dengan kebudayaan indonesia khususnya kebudayaan di Bali yang memegang teguh Adat Istiadat dan Agama.

Terkait hal tersebut akhirnya pada hari Minggu,(24/4) team dari Intelejen dan penindakan Imigrasi Kantor Imigrasi kelas I TPI Denpasar melakukan penelusuran terkait berita tersebut dengan melakukan pengecekan pada sistem keimigrasian dan mendatangi lokasi penjamin untuk meminta keterangan dan melakukan pemeriksaan dokumen perjalanan diduga kuat adalah milik seorang warga negara asing yang ada dalam video viral tersebut.

Selanjutnya pada hari Senin, 24 April 2022, pukul 09.00 wita telah dilakukan pemeriksaan serta pengambilan keterangan kepada warga negara asing diduga kuat adalah, yang bersangkutan dari hasil pemeriksaan didapati keterangan, bernama, Jeffrey Douglas Craigen, Usia 34 tahun kelahiran 30 Juli 1988, Menggunakan ijin tinggal kunjungan berlaku sampai 24 Mei 2022 beralamat tingal sementara di Desa Keliki, Tegalalang, Gianyar.

“Adanya kegiatan seseorang warga negara Kanada melakukan semacam tari telanjang di daerah Gunung hal ini tentunya bertentangan dengan adat istiadat maupun aturan di Indonesia, bukan hanya aturan tertulis namun termasuk aturan yang tidak tertulis juga”, jelas Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar, Tedy Riyandi, Senin,(25/4) di Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Denpasar.

Dirinya menjelaskan, Jeffrey Douglas Craigen masuk pertama kali di indonesia pada tahun 2018 setelah itu dia keluar. Dan masuk ke dua pada akhir 2019 tujuan yang bersangkutan datang ke Indonesia untuk mengunjungi beberapa kota seperti Malang, Lombok, dan Bali untuk berselancar dan berlibur serta menikmati keindahan alam di Bali dan mencari pengobatan alternatif terkait penyakit menurut dirinya osteoporosis.Yang bersangkutan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari bekerja dikanada sebagai aktor di Kanal Netflix, pengisi suara film animasi, dan membintangi iklan komersil serta penyembuhan secara psikologis melalui online.

“Yang bersangkutan juga mengakui bahwa, video viral di unggah adalah dirinya yang dilakukan sekitar pertengahan bulan April 2022 ini”, ujarnya.

Yang bersangkutan tidak mengetahui bahwa, Gunung Batur merupakan tempat yang disucikan di Bali dan mengaku tidak bermaksud untuk tidak menghormati budaya Bali karena, motif yang bersangkutan dalam membuat film hanya sekedar mengekspresikan dengan menari tarian Haka dari Slandia Baru.

Dari hasil pemeriksaan terhadap WNA tersebut terbukti melakukan pelanggaran maka, akan dikenakan tindakan administratif keimigrasian dalam hal ini akan dilakukan deportasi dan namanya akan dimasukkan dalam daftar penangkalan sebagai mana diatur dalam pasal 75 ayat 1 Undang undang no 6 tahun 2011 tentang keimigrasian yang menentukan bahwa pejabat imigrasi berwenang melakukan tindak administratif keimigrasian terhadap orang asing yang berada di wilayah indonesia yang melakukan kegiatan berbahaya dan patut diduga membahayakan keamanan dan ketertiban umum atau tidak menghormati atau tidak mentaati peraturan perundang undangan.

Dia menghimbau, kepada masyarakat di Bali agar pro aktif memantau dan melaporkan berbagai jenis pelanggaran dilakukan oleh warga negara asing dan kepada pihak berwenang sehingga, dapat diambil tindakan tegas bila terjadi pelangaran.

Selanjutnya, kepada seluruh WNA yang berkunjung ke Bali agar selalu berprilaku tertib dan menghormati hukum serta nilai-nilai budaya masyarakat di Bali karena, setiap pelanggaran akan ditindak tegas demi kehormatan dan kewibawaan Negara Indonesia.

Ketua DPRD: Peringatan Hari Otonomi Daerah, Momen Peningkatan Pelayanan Publik

TABANAN – Pantaubali.com – Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga hadir dalam rapat virtual peringatan Hari Otonomi Daerah yang digelar oleh Direktorat Jenderal Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri. Rapat daring yang digelar di ruang TCC, Pemkab Tabanan juga diikuti oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya beserta jajaran.

Rapat peringatan Hari Otonomi Daerah ke-26 dihadiri langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian serta Gubernur, Bupati/walikota hingga jajaran Forkopim atau yang mewakili se-Indonesia. Otonomi daerah yang dimulai sejak 1996 hingga kini telah memberikan perubahan yang luar biasa pada sistem pemerintahan di Indonesia. Pemerintah daerah bisa mengambil peran nyata dalam pengembangan dan pertumbuhan di wilayahnya.

Peringatan ke-26 hari Otonomi Daerah tahun ini mengambil tema “Atas Dengan Semangat Otonomi Daerah Kita Wujudkan ASN yang Produktif dan Berakhlak dengan Membangun Sinergi Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045”

“Pada hari ini, saya mengajak seluruh elemen di Pemerintahan Kabupaten Tabanan agar bisa meningkatkan kinerja agar tujuan otonomi daerah, salah satunya peningkatan layanan publik terwujud,” Made Dirga seusai acara.

Politisi PDI Perjuangan asal Banjar Sakeh, Desa Sudimara ini melihat, pemerintahan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan wakilnya I Made Edi Wirawan telah berusaha mewujudkan semangat otonomi daerah. Pada awal kepemimpinannya, mereka sudah melaksanakan pengaspalan jalan secara bertahap hingga saat ini.

“Soal jalan saya kira menjadi hal penting dan paling awal dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Sebagai lembaga yang melakukan kontrol, penganggaran serta legislasi atau pembuat Undang-Undang, saat ini DPRD Tabanan sedang merancang aturan yang fokusnya pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Program jangka pendek dan menengah kami adalah fokus pada aturan untuk peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya.

Dirga merinci, beberapa rancangan peraturan daerah yang tengah digodok, yakni soal parkir dan aturan soal desa presisi. “Kami masih merancang soal aturan optimalisasi pajak hotel dan restoran hingga pajak bumi dan bangunan,” ujarnya.

“Meski Covid-19, kami harus melakukan gebrakan agar Pemda bisa menambah PAD, sehingga pelayanan pada publik otomatis akan meningkat,” ujarnya.

Buka Rapat Kerja Tingkat Provinsi IMI, Wagub Bali Harapkan Kreativitas dan Soliditas Membangun Pariwisata Berkelanjutan

BADUNG – Pantaubali.com – Bali dengan pesona dan keindahan alam plus keramahan masyarakatnya yang berbudaya ketimuran, hingga saat ini masih menjadi pilihan bagi wisatawan. Kerinduan mereka meskipun terobati dengan dibukanya penerbangan sejumlah negara besar ke Bali, namun kita tidak boleh terlena, karena disisi lain banyak daerah yang sedang membenahi diri.

“Bali juga harus siap dengan destinasi pariwisata baru, nah Ikatan Motor Indonesia Bali tentu memiliki peran dalam mengembangkan dan membangun wisata really atau family relly,” ungkap Wagub Bali Prof. Tjok. Oka Artha Ardhana Sukawati dalam sambutannya saat acara pembukaan rapat kerja tingkat Provinsi (Rakerprov) Ikatan Motor Indonesia Bali, di Krisna Oleh-Oleh Tuban, Badung, Minggu (24/4).

Ditambahkan oleh Wagub Cok Ace, melalui rapat kerja tingkat provinsi ini, Ikatan Motor Indonesia diharapkan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya bermanfaat secara internal, namun dapat juga memberi kontribusi kepada masyarakat luas dalam rangka membangun Bali tercinta ini.

Rapat kerja provinsi merupakan amanat konstitusional yang dilaksanakan dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga untuk menyusun sejumlah program dan kegiatan yang nantinya menunjukkan bahwa organisasi ini sudah berjalan pada jalur yang demokratis, dengan melibatkan seluruh pengurus.

Dampak pandemi Covid-19 hingga saat ini masih memberikan pengaruh terhadap sektor ekonomi di Bali.

“Saya harapkan kepengurusan Ikatan Motor Indonesia Bali yang sekarang mampu melihat sejumlah fenomena perubahan yang terjadi saat ini. Indonesia termasuk Bali dua (2) kali mengalami perubahan transformasi, yakni pada tahun 1920 perubahan transformasi struktur terjadi dari masyarakat agraris menuju masyarakat pariwisata. Dan yang kedua pada tahun 2020 (tepatnya pada masa pandemi Covid-19) perubahan transformasi struktur terjadi dari sektor pariwisata menuju struktur ekonomi kreatif,” ungkap Wagub Cok Ace.

Di Bali terdapat lima puluh (50) club otomotif yang dapat dirangkul oleh Ikatan Motor Indonesia Bali untuk bersama membangun wisata atau family rally, karena dari sejumlah wilayah yang ada di Bali juga terdapat beberapa tempat sakral atau terlarang untuk di jamah, sehingga sangat perlu untuk diingatkan bagi anggota IMI Bali agar selalu mengutamakan kearifan lokal saat melaksanakan kegiatan secara massal.

Dengan mengangkat tema “Bersama IMI Bali Kita Tingkatkan Kreativitas dan Sportivitas Dunia Otomotif di Bali” diharapkan mampu memberikan dukungan bagi cabang olahraga motor cross yang sebelumnya berhasil menyumbangkan medali perak pada PON Papua sebelumnya, sekaligus mampu membina bagi cabang olahraga yang masih meniti prestasi untuk masa depan.

Hal ini didukung oleh Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali Gusti Ngurah Anom yang menyampaikan bahwa Ikatan Motor Indonesia saat ini sedang mensurpey masalah keunggulan masing-masing wilayah yang ada di Bali untuk pengembangan lokasi wisata di bidang motor cross, off-road, rally wisata dan family rally.

Sehingga masing-masing kabupaten di Bali memiliki segmen kegiatan yang berbeda antara satu dengan yang lain, sehingga mampu menjadi daya tarik yang luar biasa bagi pariwisata ke depan.

Alami Kram, Seorang Pendaki Berhasil Dievakuasi di Pura Malen Pujungan

TABANAN – Pantaubali.com – Dari laporan BPBD Kabupaten Tabanan menyebutkan, telah berhasil mengevakuasi seseorang pendaki mengalami kram.Pendaki mengalami kram tersebut ber Ahmad Firmansyah, Pukul 21.30, Sabtu,(23/4) di Pura Malen Pujungan, Kecamatan,Pupuan Tabanan.

Adapun waktu laporan diterima Pukul, 20:00 Wita dengan nama Pelapor, Dewa Ayu Sukma Virgiantari.

Adapun Kronologi kejadian dalam lamporan tersebut, pendaki atas nama Ahmad Firmansyah, mengalami sakit atau kram saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru Tabanan, bersama teman – temannya.

Pendaki tersebut mendaki lewat Pura Malen Pujungan, Kecamatan Pupuan saat itu ada di Pos 3 (Tiga) atau ketinggian 1900 M dari permukaan laut.Target ditemukan dalam keadaan selamat.

Adapun tidakan dilakukan, TRC BPBD Tabanan Regu 1 dengan 5 orang personil, melakukan koordinasi dengan pihak terkait, Pecalang Desa dan Kepolisian untuk selanjutnya, persiapan melakukan pendakian untuk mengevakuasi target.

Adapun beberapa personil terlibat dalam evakuasi tersebut mulai dari, Kalak BPBD Tabana, Kasi kedaruratan dan logistik, TRC BPBD regu 1, Polsek Pupuan, Pecalang dan Masyarakat setempat.

Jukung Mati Mesin, 6 Orang Berhasil Diselamatkan

BADUNG – Pantaubali.com – Sebanyak 6 orang pemancing yang jukungnya mengalami mati mesin di tengah lautan akhirnya ditemukan oleh tim SAR, Sabtu (23/4/2022) malam. Mereka terombang-ambing di selatan Perairan Uluwatu. “Ketika laporan kejadian kami Terima dari salah seorang target, posisi jukung berada di sekitar koordinat 08° 54” 40.99’S – 115° 4”9.27’T,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali),Gede Darmada.

Laporan diterima petugas siaga Basarnas Bali pada pukul 17. 05 Wita dari Wayan Dana. Saat itu Ia bersama 5 rekan lainnya yakni Nyoman Sutika, Putu Ari Cakra, Gede Mursama, Doni Setiawan dan Dwi Wahyu.

Kronologis kejadiannya bermula ketika 6 orang bertolak dari Pantai Kelan kurang lebih pukul 07.00 Wita menggunakan jukung berwarna biru dengan mesin 15 PK untuk mencari ikan. Selanjutnya sekitar 5 jam berselang mesin rusak dan selanjutnya mereka meminta bantuan evakuasi.

Tim SAR Basarnas Bali bergerak dari Pelabuhan Benoa dengan menggunakan RIB. Estimasi jaraknya hingga posisi diperkirakan jukung tersebut berada berkisar 12 NM.

“Ada 6 personil yang ditugaskan melakukan pencarian dan akhirnya pada pukul 18.35 Wita mereka berhasil ditemukan dalam keadaan selamat,” jelas Darmada.

Jukung untuk selanjutnya ditarik dibawa menuju ke Kedonganan Jimbaran.

“Tim SAR bersama target sandar pada pukul 21.41 Wita, dengan jarak tempuh 17 NM kecepatan 3.5 knot,” imbuhnya.

Unsur SAR yang turut terlibat dalam upaya pencarian diantaranya Kantor Basarnas Bali, Lanal Benoa, Polair Polda Bali, Ditsamapta Polda Bali, Kelompok Nelayan Kelan dan masyarakat setempat.

Kapolres Tabanan Pimpin Apel KRYD Menjelang Ops Ketupat Agung 2022 Dan Agar Tetap Prokes Dalam Tugas

TABANAN – Pantaubali.com – Agar terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif di wilayah hukum Polres Tabanan dan terciptanya kelancaran serta kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan mudik lebaran. Pada hari Sabtu tanggal 23 April 2022 pukul 08.30 wita Polres Tabanan melaksanakan Apel Gelar Kegitan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

Apel dipimpin Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, dihadiri oleh Wakapolres Tabanan, diikuti para pejabat utama, perwira, brigadir dan PNS Polres Tabanan, di lapangan Apel Polres Tabanan.

pada kesempatan tersebut menyampaikan, bahwa

“Apel kesiapan ini dilaksanakan merupakan apel Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Namun dinamika pelaksanaannya sudah seperti operasi, hal ini dilakukan adalah untuk cipta kondisi menjelang Ops Ketupat Agung 2022 dalam rangka perayaan Idul Fitri 1443. Seperti kita ketahui bersama dengan diberikan kelonggaran oleh pemerintah masyarakat boleh melakukan mudik, saat ini sudah banyak masyarakat yang melaksanakannya , mendahului dari pelaksanaan operasi ketupat Agung 2022. Untuk itu kita semua harus tetap melakukan atensi , memberikan pelayanan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat yang melakukan mudik, maupun yang datang berwisata ke Tabanan atau Bali secara umum”, papa, Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra.

Sesuai perintah pimpinan mulai hari ini dilaksanakan KRYD dengan pola Operasi. Segera siapkan pos-pos, pergeseran dan pengisian personil pada pos – pos Pelayanan terpadu dan Pengamanan , untuk di wilayah hukum Polres Tabanan ada 5 Pos yaitu Pos Pelayanan Terpadu Selabih, Pos Pelayanan Terpadu TAC Megati , Pos Pam Depan Masjid Kediri, Pos Pam Patung Jagung Bedugul, Pos Pam Tanah Lot.

Walaupun operasi Ketupat belum mulai, tetap agar memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang melaksanakan mudik lebaran.

“Semua personil yang terprint dalam penugasan ini agar melakukan tugasnya dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing (tupoksi)”, cetusnya.

Tetap berhati-hati dan waspada, serta jaga stamina dan phisik untuk tetap sehat. Selalu patuhi disiplin protokol kesehatan dalam bertugas.

Tepis Isu Seputar DSP dan Pembiayaan Karantina, Sekretaris Satgas Covid-19 Bali Jelaskan, Bukan Pemprov Bali Memiliki Tunggakan Melainkan BNPB

DENPASAR – Pantaubali.com – Terkait isu yang beredar mengenai kasus penggunaan Dana Siap Pakai (DSP) yang bersumber dari pusat (APBN), yang disalurkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di masa pandemi Covid-19 ini, Satgas Penanganan Covid-19 angkat bicara. Apalagi dalam masa pandemi, DSP dimanfaatkan salah satunya untuk pembiayaan hotel Karantina bagi pasien Covid-19 yang gejala ringan dan orang tanpa gejala (OTG). Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Bali juga mendapat fasilitas DSP untuk hotel karantina, yang dimulai sejak September 2020 sampai dengan Februari 2021.

“Selama kurang lebih 6 bulan memanfaatkan DSP untuk perawatan pasien OTG – GR yang tersebar di 15 hotel di Bali, yang dominan ada di Denpasar, Badung, dan Gianyar,” jelas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin di Denpasar, pada Sabtu (23/4).

Dijelaskan pula, total DSP yang harus dibayarkan ke hotel-hotel di Bali sebesar Rp.27,676,390,000,- tetapi dana yang baru diterima sebesar Rp. 24,771,575,000,- sehingga masih ada kekurangan (tunggakan) sebesar Rp. 2,904,815,000,-. Adapun proses permohonan DSP melalui mekanisme yaitu pengajuan proposal, dan dilakukan reviu oleh BPKP Perwakilan Provinsi Bali.

“Reviu dilakukan untuk mengkaji kelayakan dan kesesuaian baik harga maupun peruntukan DSP itu. Angka 27,6 milyar lebih itu adalah hasil reviu BPKP Perwakilan Provinsi Bali yang menyatakan layak untuk dibayar dari DSP,” jelas pria yang juga Kalaksa BPBD Provinsi Bali ini.

Perlu ditegaskan bahwa segala kelengkapan administrasi termasuk hasil reviu BPKP sudah lengkap, untuk dijadikan dasar pembayaran DSP oleh BNPB. Tetapi sudah 1 tahun, tunggakan 2,9 milyar lebih belum dibayarkan oleh BNPB, jadi bukan tunggakan Pemerintah Provinsi Bali (Satgas).

“Info terakhir yang diperoleh dari Pejabat BNPB bahwa masih menunggu gelontoran anggaran dari Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan,” tegasnya lagi.

Rentin sendiri menurut pengakuannya selaku Sekretaris Satgas, sudah hadir memenuhi undangan Kejaksaan Tinggi Bali pada hari Rabu 13 April 2022, memberikan penjelasan sekaligus klarifikasi terhadap DSP untuk hotel karantina di Bali. Dirinya membeberkan dua pertanyaan mendasar yang harus dijawab yaitu, apakah DSP digunakan untuk pembelian masker.

“Kami jawab “tidak” karena DSP hanya untuk pembiayaan hotel karantina saja, sedangkan masker kami terima dalam bentuk barang sedangkan pengadaannya oleh BNPB,” tandas Rentin.

Lalu yang kedua, terkait adanya tunggakan DSP. Terhadap pertanyaan tersebut dapat dijelaskan bahwa, tunggakan sebesar Rp 2,9 milyar lebih, adanya di BNPB bukan kami di BPBD (Pemprov. Bali), kami meyakinkan bahwa, semua proses dan syarat kelengkapan dokumen (terutama reviu BPKP) sudah final sebagai dasar (acuan) untuk pembayaran DSP oleh BNPB.

“Hal yang sama juga kami jelaskan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komite I Bidang Hukum DPD RI Perwakilan Bali pada hari Selasa 19 April 2022,” urai Rentin perihal kejelasan DSP tersebut.

Terhadap kondisi ini, Rentin menyatakan Pemerintah Daerah dan dalam hal ini Satgas tidak tinggal diam. Pihaknya terus melakukan komunikasi intens dengan BNPB terutama Deputi Penanganan Darurat yang mengelola DSP, termasuk melayangkan surat resmi yang ditandatangani oleh Gubernur Bali selaku Ketua Satgas.

“Terakhir surat kepada BNPB dikirim awal april 2022 mohon percepatan pembayaran tunggakan DSP untuk hotel Karantina. Dalam rangka transparansi dan menjamin keterbukaan informasi publik, Satgas selalu intens berkomunikasi dengan pihak hotel tempat karantina, memberikan update informasi yang ada termasuk hasil komunikasi dengan BNPB,” terangnya lagi.

Rentin juga menghimbau untuk menyikapi kondisi ini, kepada semua pihak untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, sambil menunggu proses yang sedang berlangsung di pusat antara BNPB dengan Kementerian Keuangan.

“Dalam menjalankan tugas, kami selalu patuh atau taat azas, apalagi di masa darurat seperti sekarang dimana Bapak Presiden RI menetapkan Pandemi Covid-19 ini sebagai bencana nasional non alam. Kata kuncinya adalah dalam penanganan bencana jangan sampai menimbulkan bencana baru. Semoga tunggakan DSP ini segera terbayarkan, dan pandemi Covid-19 segera berakhir, menuju ke tatanan kehidupan Bali era baru, masyarakat produktif tetapi aman dari Covid-19,” tutupnya. (Rilis)

BI Sebut, Uang Diedarkan di Bali Tembus Rp1.524 Miliar

DENPASAR – Pantaubali.com -Kebutuhan masyarakat akan uang tunai sampai saat ini masih mendominasi.Dari catatan Bank Indonesia (BI) mencatat jumlah uang diedarkan berdasarkan data outflow Triwulan I 2022 di wilayah Bali sebesar Rp.1.524 miliar atau rata-rata setiap bulannya sebesar Rp.508 miliar, itu disampaikan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho, belum lama ini di Sanur, Denpasar.

“Kebutuhan uang tunai di masyarakat diperkirakan semakin meningkat pada April 2022 diproyeksikan sebesar, Rp 1.915 miliar atau meningkat sebesar Rp1.407 miliar atau sebesar 277% bila dibandingkan dengan rata-rata perbulan pada Triwulan I 2022”, ujarnya.

Peningkatan permintaan uang di masyarakat tersebut tidak lepas dari adanya kebijakan Pemerintah bagi pelaku perjalanan dalam negeri yang tidak memerlukan tes rapid antigen bagi yang sudah memiliki vaksin dosis ketiga (booster).

Selain itu kebijakan bagi pelaku perjalanan luar negeri yang hanya wajib melakukan tes PCR sebelum keberangkatan dan bebas karantina. Kebijakan ini berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan dan aktivitas ekonomi di provinsi Bali.

“Untuk memenuhi peningkatan permintaan uang Rupiah tersebut, Bank Indonesia telah menyediakan uang layak edar dalam jumlah dan pecahan yang cukup sebesar Rp. 4.900 miliar atau 4 kali lebih besar dari kebutuhan,” katanya.

Dalam rangka peningkatan operasional layanan kas, Bank Indonesia terus melakukan penyempurnaan untuk memperkuat kebijakan pengelolaan uang Rupiah melalui pengembangan infrastruktur yang memadai dan berbasis teknologi.

Tujuan dari penguatan kebijakan ini adalah untuk menjaga kualitas uang yang beredar, menurunnya rasio temuan uang palsu, efisiensi distribusi uang, pemenuhan uang masyarakat berbasis spasial, dan digitalisasi pemrosesan uang Rupiah.

Kebijakan Bank Indonesia dalam memperkuat pengelolaan uang sudah diimplementasikan dari tahap perencanaan hingga pemusnahan.

“Perencanaan dilakukan melalui digitalisasi penghitung estimasi kebutuhan uang danPada proses pencetakan, Bank Indonesia saat ini juga telah mengadopsi perkembangan teknologi dalam security feature/unsur pengaman uang sehingga lebih sulit untuk dipalsukan”, paparnya.

Pada proses pengedaran, digitalisasi telah dilakukan melalui implementasi Enterprise Resource Plan (ERP) serta barcode scanning sehingga peta sebaran uang dapat terpantau.

Untuk mendukung proses distribusi, KPw Bali saat ini sedang tahap pembangunan racking system yang akan mengotomasi proses penyimpanan karena ditunjang aplikasi warehouse management system (WMS).

Wagub Cok Ace Bersama Dengan Kapolda Bali Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi “Ketupat-2022”

DENPASAR – Pantaubali.com – Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Ardana Sukawati (Cok Ace) Bersama dengan Kapolda Bali Putu Jayan Danu Putra berkesempatan menjadi pemimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Agung-2022 bertempat di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, pada Jumat (22/4).

Dalam upacara yang bertemakan “Wujud Sinergi Polri dengan Instansi Terkait untuk Menjamin Masyarakat Aman dan Sehat dalam Perayaan Idul Fitri 1443H/2022”, Wagub Cok Ace berkesempatan membacakan Amanat Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Seiring dengan kelonggaran-kelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat yang diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk menyambut Idul Fitri tahun 2022 ini, maka arus mudik tahun ini diperkirakan akan berbeda dari dua tahun terakhir. Berdasarkan hasil survey Badan Litbang Kemenhub RI diperkirakan sekitar 85,5 juta masyarakat akan melaksanakan monilitas perjalanan selama lebaran. “Untuk itu diperlukan langkah-langkah sinergis seluruh stake holder agar masyarakat aman dan sehat dalam merayakan rangkaian Idul Fitri 1443 H,” jelasnya seraya sebelumnya mengatakan bahwa penyebaran Covid-19 kian melandai ditandai dengan rendahnya kasus aktif dan BOR Rumah Sakit.

Operasi Ketupat Agung sendiri ini menjadi perhatian khusus pemerintah, sehingga melibatkan 144.392 Personel Gabungan di seluruh Indonesia. Sementara untuk di Bali sendiri kekuatan personel keseluruhan 5.100 untuk mengamankan keseluruhan rangkaian Idul Fitri ke depan.

Melanjutkan amanat Kapolri, Wagub Cok Ace menyampaikan beberapa imbauan agar tidak terjadi lonjakan penyebaran Covid-19, seperti mengawasi kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes 3M, mendorong pengelola wisata menggunakan aplikasi peduli lindungi, melakukan penjagaan dan pengamanan Idul Fitri di masjid maupun lapangan, mengawasi terpenuhinya persyaratan perjalanan mudik pada berbagai moda transportasi, serta melakukan 3T guna mencegah Covid-19. Selain itu, ada beberapa hal yang perlu diantisipasi juga yang menyangkut KAMTIBNAS seperti ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping oleh Ormas, kenaikan harga dan kelangkaan bahan pokok, antrean BBM, kejahatan konvensional dan penyakit masyarakat. Oleh karena itu, operasi ketupat ini harus dilaksanakan secara optimal, agar segala keperluan mudik dan pelaksanaan Idul Fitri tahun ini pun berjalan lancar serta bebas dari penyebaran Covid-19.

Dalam kesempatan wawancara, Wagub Cok Ace juga menyinggung tentang perkembangan pariwisata Bali menjelang lebaran. Menurutnya ini akan menjadi momen penambahan kunjungan wisatawan terutama wisatawan domestic.

“Apalagi libur lebaran kali ini cukup Panjang, sehingga bisa dijadikan momen oleh wisatawn domestik datang ke Bali,” imbuhnya. Untuk itu ia memastikan Bali sudah siap dengan segala keperluannya menyambut wisatawan.

Tokoh Puri Ubud ini pun menghimbau para pelaku pariwisata untuk proaktif menjaga ketertiban guna menjaga kondusifitas dan kenyamanan wisatawan. Tidak hanya di tempat wisatanya, namun juga di lingkungan sekitar destinasi.

Sementara Kapolda Bali Putu Jayan Danu Putra pun mengatakan kesiapan pihaknya mengamankan berbagai even yang akan berlangsung, tidak hanya lebaran minggu depan, namun juga serangkaian perhelatan G20 dan GPDRR yang akan dilaksanakan bulan Mei mendatang. Ia mengaku berbagai titik pengamanan sudah ditempatkan seperti di pintu masuk Bali Gilimanuk, Bandara Ngurah Rai serta Pelabuhan Padang Bai. Selain pos pengamanan, pihaknya juga menempatkan sentra vaksin untuk mendorong peningkatan vaksinasi untuk masyarakat yang belum divaksin dosis kedua maupun dosis ketiga atau booster.

Dalam apel pagi itu, Wagub Cok Ace Bersama dengan Kapolda Bali juga berkesempatan melakukan pemeriksaan pasukan dengan mobil komando.(Rilis)

Gubernur Bali, Wayan Koster Menyambut Baik kegiatan pelayanan Administrasi Kependudukan Jebol

DENPASAR – Pantaubali.com – Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut baik kegiatan pelayanan Administrasi Kependudukan Jemput Bola atau Jebol yang dirangkaikan dengan Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas yang dilaksanakan hari ini, mengingat penyandang disabilitas merupakan salah satu subyek rentan dalam pelayanan Administrasi Kependudukan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2010 tentang Pedoman Pendataan Penerbitan Dokumen Kependudukan bagi Penduduk Rentan Administrasi Kependudukan dimana Warga negara yang rentan dengan administrasi kependudukan adalah permasalahan dan perlu mendapatkan jaminan serta akses dokumen kependudukan melalui pendataan sebagai dasar penerbitan dokumen kependudukan.

Hal tersebut terungkap dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Bali Anom Agustina.

Dalam sambutannya, Gubernur Bali juga menyampaikan Pemerintah tetap berupaya secara optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam memberikan pelayanan publik, salah satunya dalam memberikan pelayanan publik di bidang Administrasi Kependudukan, dengan mengembangkan berbagai terobosan yang berbasis teknologi informasi berupa pelayanan daring/dalam jaringan atau online. Pelayanan daring yang berbasis elektronik dalam penyelenggaraan administrasi kependudukan ini merupakan upaya yang visioner dan inovatif sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan yang mudah, murah, pasti dan cepat, serta terintegrasi dengan pelayanan publik lainnya.

Kegiatan ini saya nilai sangatlah strategis, karena Pelayanan Jebol memudahkan masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan, terutama bagi pendudukan rentan Adminduk, Mempercepat upaya mencapai Satu Data Indonesia, terutama data penyandang disabilitas yang mutakhir dan Meningkatkan kerjasama dan kepedulian bersama berbagai pihak untuk memenuhi kebutuhan penduduk yang mempunyai kebutuhan khusus atau penyandang disabilitas.

Gubernur Bali berharap, pelayanan Jemput Bola terus dilakukan dengan dukungan dari berbagai pihak, terutama dari Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH dan Staf Khusus Presiden RI Ibu Angkie Yudistia yang secara bersama hadir di Bali dalam rangka kegiatan untuk melakukan Pencanangan Gerakan Bersama Pelayanan Adminduk bagi Penyandang Disabilitas.

“Semoga dengan pencanangan ini dapat meningkatkan cakupan kepemilikan dokumen kependudukan dan meningkatkan pelayanan Adminduk yang lebih berkualitas”, katanya.

Sementara itu, Staf Khusus Presiden RI Ibu Angkie Yudistia mengatakan bahwa dalam melakukan pendataan hendaknya para staff melakukan pendekatan, karena bagaimanapun pendekatan terhadap disabilitas agak sedikit berbeda. Untuk itu, diharapkn dengan jemput bola ini pendataan disabilitas di seluruh Indonesia dapat terlaksana dengan baik, dan disabilitas mendapatkan seluruh hak-haknya seperti kesehatan, kartu miskin, dan lainnya.

Selanjutnya sambutan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, SH, MH, berharap pendataan para disabilitas ini menjadi prioritas, untuk itu aksesnya harus dibuka baik oleh Pemerintah Pusat maupun Daerah. Untuk itu, itu Zudan Arif meminta agar Pemda dan Pemerintah Pusat selalu bergandengan tangan dalam melayani masyarakat.(Rilis)