- Advertisement -
Beranda blog Halaman 75

Transaksi HUT ke-16 Kota Mangupura Tembus 1,2 Miliar

Perayaan Mangucita HUT ke-16 Kota Mangupura Kabupaten Badung.
Perayaan Mangucita HUT ke-16 Kota Mangupura Kabupaten Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Lonjakan ekonomi terjadi di perayaan Mangucita HUT ke-16 Kota Mangupura Kabupaten Badung. Selama dua hari gelaran di Kawasan Lapangan Pusat Pemerintah Kabupaten ygr Badung, 22–23 November 2025, total transaksi menembus lebih dari Rp 1,2 Miliar.

Pada hari pertama transaksi mencapai Rp 418.540.751, sementara hari kedua melonjak hingga Rp 829.276.000, sebuah capaian yang menunjukkan kuatnya denyut ekonomi lokal sekaligus antusiasme masyarakat yang terus meningkat.

Capaian ini sejalan dengan tema HUT ke-16 Kota Mangupura, “Rumaketing Taksuning Bhuwana”, yang bermakna menyatukan seluruh potensi untuk membangun Badung. Dari penyatuan seluruh potensi tersebut dapat menghasilkan rekapitulasi penjualan UMKM yang begitu fantastis.

Adanya peningkatan transaksi disertai tingginya antusiasme masyarakat, semakin menguatkan peran Mangucita HUT ke-16 Mangupura sebagai wadah kreativitas, kolaborasi, sekaligus pemberdayaan UMKM.

“Dalam peringatan HUT ke-16 ini, kita benar-benar merasakan kekuatan kolaborasi. Ada dukungan dari komunitas seni Badung, hadirnya musisi lokal hingga nasional, serta partisipasi 104 UMKM yang ikut memeriahkan dan menggerakkan perekonomian daerah,” ujar Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Selasa (25/11/2025).

Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berperan dalam menyukseskan perayaan HUT ke-16 Kota Mangupura.

“Terima kasih atas kolaborasi kepada semua pihak, UMKM, komunitas, dan seluruh elemen yang terlibat. Kolaborasi ini tidak hanya berhenti sampai HUT Mangupura saja, tapi berlanjut pada kegiatan lainnya. Momentum seperti ini diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempererat kebersamaan masyarakat Badung di masa mendatang”, tutupnya. (jas)

Polres Tabanan Peringkat 3 Nasional Indeks Kepuasan Layanan SKCK 2025

Polres Tabanan terima penghargaan Apresiasi Pelayanan SKCK yang digelar di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11/2025).
Polres Tabanan terima penghargaan Apresiasi Pelayanan SKCK yang digelar di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Polres Tabanan Polda Bali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Dalam acara Apresiasi Pelayanan SKCK yang digelar di Hotel Grand Said Jaya, Jakarta Pusat, pada Senin (24/11/2025), Polres Tabanan berhasil meraih Peringkat 3 Nasional pada Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Layanan SKCK Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri bekerja sama dengan Universitas Syiah Kuala Banda Aceh selaku lembaga independen pelaksana survei. Berdasarkan hasil penilaian, Polres Tabanan meraih nilai IKM 92,58, mengungguli ratusan polres lain di Indonesia.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh jajarannya untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Penghargaan ini adalah hasil kerja keras seluruh personel. Namun yang terpenting, ini menjadi pengingat bagi kami agar terus meningkatkan pelayanan, terutama pada proses penerbitan SKCK bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menyebut, survei dilakukan sepanjang tahun 2025 dengan melibatkan responden dari masyarakat pemohon SKCK, termasuk pengecekan langsung ke instansi pemerintah dan perusahaan yang rutin mengurus penerbitan SKCK bagi karyawannya.

Penilaian dilakukan melalui beberapa indikator, seperti kemudahan prosedur, kecepatan layanan, kepastian biaya, kenyamanan fasilitas, serta sikap petugas.

“Tingginya nilai IKM menunjukkan bahwa pelayanan SKCK Polres Tabanan mampu bersaing dengan jajaran Polres besar lainnya di Indonesia,” kata Bayu Pati.

Ke depan, Polres Tabanan berkomitmen untuk mempertahankan kualitas tersebut sekaligus menghadirkan terobosan baru.

“Penghargaan ini tidak hanya menjadi kebanggaan institusi, tetapi juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk bekerja lebih baik, memberikan pelayanan yang humanis, profesional, dan presisi demi mewujudkan kepolisian yang semakin dipercaya masyarakat,” imbuhnya. (rls)

Pemugaran Pelinggih Rampung, Upacara Wraspati Kalpa Digelar di Pura Luhur Tanah Lot

Prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/11/2025), rangkaian Karya Wraspati Kalpa di Pura Luhur Tanah Lot.
Prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/11/2025), rangkaian Karya Wraspati Kalpa di Pura Luhur Tanah Lot.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemugaran bangunan Pelinggih Utama di Pura Luhur Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan, telah rampung. Sebagai tahapan akhir, Pengempon Pura bersama Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot menggelar upacara Wraspati Kalpa. Rangkaian upacara diawali dengan prosesi Mendak Siwi pada Rabu (2/11/2025).

Pemugaran yang berlangsung sejak Juni 2025 tersebut menjadi momentum penting bagi pengempon dan masyarakat, karena bangunan suci kini kembali dapat difungsikan secara penuh untuk menopang upacara adat dan kegiatan keagamaan di Pura Luhur Tanah Lot.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pihaknya telah menyiapkan dukungan teknis dan sumber daya agar pelaksanaan pujawali berlangsung aman dan tertib.

“Fokus kami adalah pengamanan, kebersihan, serta keselamatan pemedek dan pengunjung, mengingat akses menuju pura sangat dipengaruhi pasang surut air laut. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan nyaman,” ujarnya.

Di tengah pelaksanaan karya, DTW Tanah Lot tetap beroperasi secara terbatas dan teratur sehingga wisatawan tetap dapat mengenal kekayaan budaya dan spiritualitas Bali.

Selama rangkaian upacara, para pemedek juga melaksanakan ngaturan ayahan, termasuk persembahan tari-tarian sakral yang menjadi atraksi budaya bernilai tinggi dan memberi pengalaman spiritual sekaligus edukatif bagi wisatawan.

Sebagai bentuk dukungan dan antisipasi kondisi alam, panitia pengempon melalui Manajemen Operasional DTW Tanah Lot juga akan merilis perkiraan waktu pasang – surut air laut sebagai panduan bagi pemedek yang akan tangkil ke Pura Luhur Tanah Lot.

Dukungan dari berbagai unsur juga dilibatkan secara maksimal, meliputi personel pengamanan, petugas kebersihan, petugas layanan informasi, personel Balawista hingga pengaturan arus pengunjung dan penempatan pos pantau di titik-titik strategis.

“Mengingat akses menuju pura sangat dipengaruhi oleh kondisi laut, kami imbau pemedek tetap waspada, berhati-hati, dan menyesuaikan waktu tangkil dengan jadwal pasang–surut demi keamanan dan kelancaran prosesi,” kata Sudiana. (ana)

Dua Tersangka Pencurian di Tabanan Dibebaskan Lewat Keadilan Restoratif

Kejari Tabanan menerapkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, Selasa (26/11/2025).
Kejari Tabanan menerapkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif, Selasa (26/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan kembali menerapkan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif.

Pada Selasa, (25/11/2025), Kepala Kejari Tabanan, Arjuna M. Wiritanaya, bersama Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Ngurah Wahyu Resta, melepas dua tersangka dari tahanan setelah perkara mereka dinyatakan dihentikan.

Kedua tersangka berinisial KK dan AP. Mereka masing-masing terlibat dalam kasus pencurian di Desa Beraban dan Desa Bantiran.

Kajari Tabanan Arjuna M. Wiritanaya menjelaskan, penghentian penuntutan dilakukan berdasarkan Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan.

Keadilan restoratif dapat diterapkan karena kedua pihak yakni tersangka dan korba telah mencapai kesepakatan damai.

“Pelepasan ini merupakan tindak lanjut dari terpenuhinya seluruh persyaratan formil maupun materiil penghentian penuntutan melalui mekanisme keadilan restoratif,” jelas Arjuna.

Adapun persyaratan yang telah dilenuhi yakni, kedua tersangka belum pernah dihukum, bersikap kooperatif, dan memiliki tanggung jawab keluarga.

“Selain itu, tokoh masyarakat di dua desa tersebut juga memastikan bahwa perkara tidak lagi menimbulkan gangguan sosial,” ujarnya.

Penghentian penuntutan juga telah mendapat persetujuan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum setelah melalui gelar perkara di Kejaksaan Agung RI.

“Sebagai bagian dari proses pemulihan sosial, Tersangka bersedia menjalani sanksi sosial berupa kegiatan pembersihan tempat ibadah selama periode waktu yang telah disepakati,” imbuh Arjuna.

Acara pelepasan turut dihadiri keluarga tersangka, pihak korban, serta Kepala Desa Beraban dan Kepala Desa Bantiran. (rls) 

Ngantor di Desa Antap, Bupati Sanjaya Ajak Masyarakat Kelola Potensi Lokal 

Bupati Tabanan saat Ngantor di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (25/11/2025).
Bupati Tabanan saat Ngantor di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (25/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Bungan Desa atau Bupati Ngantor di Desa kembali digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pada pelaksanaan ke-63 ini, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hadir di Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Selasa (25/11/2025).

Program ini sebagai wujud komitmennya untuk turun langsung di tengah masyarakat, memperkuat pelayanan publik, serta mendorong kemandirian desa menuju Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Kehadiran Sanjaya turut didampingi anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Sekda, para Asisten, Kepala Perangkat Daerah serta berbagai undangan terkait lainnya.

Kunjungan pertama Bungan Desa di Desa Antap, diawali dengan menyapa pelaku UMKM lokal. Bupati Sanjaya bersama jajaran meninjau Perajin Gamelan Rindik dan Gangsa milik I Gusti Putu Widiana di Banjar Dinas Antap Dajan Telabah.

Selain berdialog dan menyaksikan proses pembuatan rindik, serta memainkan rindik, Ia juga memberikan dukungan nyata dengan memesan 10 rindik dan 4 gender sebagai upaya pelestarian seni dan budaya daerah. Perjalanan dilanjutkan menuju Kelompok Bakti Rahayu di Banjar Dinas Antap Kelod.

Di lokasi tersebut, beliau berinteraksi dengan para anggota kelompok sekaligus mengikuti proses pembuatan bubu (alat penangkap lobster), yang produk-produknya juga dipasarkan hingga ke wilayah Yeh Gangga.

Tidak hanya itu, Sanjaya turut meninjau peternakan kambing BUMDes setempat sebagai bagian dari dukungan penguatan ekonomi desa. Bahkan dalam kesempatan tersebut, Sanjaya juga membeli hasil tangkapan dari seorang nelayan yang baru datang melaut, berupa ikan dan lobster.

Usai kunjungan, Sanjaya beserta jajaran hadir di Balai Banjar Desa Adat Antap Delod Sema, dengan sambutan hangat dari masyarakat. Kehadirannya pun diawali dengan menyapa anak-anak setempat, menyerahkan buku untuk mendukung layanan Perpustakaan Keliling, menyerahkan bantuan paket kepada dua anak terduga stunting, serta membagikan bingkisan bagi anak-anak setempat yang bernama Ketut.

Suasana semakin akrab melalui sesi maliang-liang dengan kuis yang diberikannya serta pembagian doorprize kepada setiap masyarakat yang mampu bisa menjawab pertanyaan Bupati Sanjaya.

Dalam sambutannya, Sanjaya menyampaikan apresiasi atas sinergi dan komitmen desa dalam mendukung visi pembangunan Tabanan.

“Tujuan utama saya adalah mendekatkan program ring Kabupaten dengan program yang ada di Desa. Saya yakin visi-misi Pak Mekel (Perbekel) pasti selaras dengan visi kita di Kabupaten, yaitu bagaimana mempercepat proses pembangunan dan mensejahterakan masyarakat, khususnya di Desa Antap,” tegasnya.

Rangkaian Bungan Desa juga diramaikan dengan berbagai layanan publik terpadu guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Diantaranya, Pelayanan Literasi Inklusi dan Akses Perbankan dari Bank BPD Bali, pelayanan kesehatan beserta pembagian kacamata gratis sebanyak 108 buah, serta pelayanan dari berbagai OPD: DPMPTSP (penyerahan perizinan), Dukcapil (penyerahan KTP Elektronik), Bakeuda (pembayaran PBB), pelayanan AK1 (Kartu Kuning), Samsat Keliling, hingga BPJS Keliling. Layanan-layanan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah mendekatkan pelayanan kepada masyarakat desa.

Berbagai pelayanan diharapkan Sanjaya mampu memberikan manfaat yang positif bagi seluruh masyarakat serta mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Seperti biasa dalam kegiatan Bungan Desa, kami hadir dengan berbagai pelayanan. Hampir semua pelayanan yang kami miliki di Kabupaten kami persembahkan bagi Desa Antap yang kami cintai. Kami sekaligus ingin memberikan pelayanan kepada masyarakat secara langsung, sehingga masyarakat betul-betul terlayani secara langsung sampai tingkat bawah, itulah tugas pemerintah,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.

Melihat potensi Desa Antap, mulai dari kerajinan alat musik kesenian Bali, sektor perikanan, hingga peternakan, dan pertanian yang ada, Sanjaya menekankan pentingnya penguatan pemasaran dan hilirisasi produk desa.

Ia menyoroti peran Dekranasda Tabanan dan Perusda Tabanan dalam pemberdayaan UMKM dan IKM, serta pentingnya sinergi dan penguatan antara Bumdes dan Perusda Sanjayaning Singasana untuk menampung dan memasarkan produk lokal secara lebih luas dan berkelanjutan.

Sanjaya sangat berharap, kehadirannya bersama jajaran di setiap Desa yang dikunjungi, mampu memberikan dampak yang positif dan berpihak untuk masyarakat.

“Kami datang ke desa bukan hanya memberikan bantuan, tetapi solusi pemberdayaan. Dengan desa presisi nanti, kita petakan potensi dan komoditas, sehingga Tabanan benar-benar menjadi lumbung pangannya Bali. Kita hidupkan Bumdes, Bumdes hidupkan Perusda, dan Perusda akan menjual produk masyarakat ke hotel-hotel, restoran, dan lainnya di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Di kesempatan yang sama, I Ketut Wastika selaku Perbekel Desa Antap, sampaikan ucapan terima kasihnya atas kehadiran Bupati dan jajaran di tengah tengah masyarakat Desa antap.

Melalui paparannya, pihaknya menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki di Desa Antap, termasuk sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan hingga kerajinan yang diharapkan dapat terus diatensi oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Terkait potensi yang ada tersebut dapat menjadi penyokong dan pendukung dalam kemajuan desa adat, serta mohon dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati Tabanan, sehingga dengan potensi-potensi yang ada, desa dapat menyediakan lapangan kerja untuk masyarakat desa kami yaitu Desa Antap,” ujarnya.

Mengakhiri rangkaian kegiatan Bungan Desa, Sanjaya kemudian menuju Kantor Perbekel Desa Antap. Kegiatan diawali dengan sesi konseling calon pengantin melalui program Semara Ratih dan aktivitas pembahasan keselarasan program pemerintahan di ruang kerja Perbekel.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menerima audiensi Bendesa Adat Antap Delod Sema dan Bendesa Adat Bonian sebagai bentuk penyerapan dan mendengarkan aspirasi serta memperkuat sinergi pemerintah dengan desa adat. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon tabebuya sebagai simbol penghijauan dan kelestarian lingkungan. (rls)

Wagub Bali Minta Layanan Rehabilitasi Narkoba

Foto : Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta terima Kunjungan Kerja Komite III DPD RI di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin (24/11/2025).
Foto : Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta terima Kunjungan Kerja Komite III DPD RI di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin (24/11/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menerima Kunjungan Kerja Komite III DPD RI di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin (24/11/2025).

Pertemuan ini digelar dalam rangka pengawasan terhadap pelaksanaan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, khususnya terkait peningkatan layanan rehabilitasi medis dan sosial di daerah.

Dalam sambutannya, Wagub Giri Prasta menegaskan, penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius yang berpotensi melemahkan ketahanan nasional dan merusak masa depan generasi muda.

“Penyalahgunaan narkoba adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi kita. Karena itu, seluruh upaya pencegahan dan rehabilitasi harus diperkuat secara terpadu, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia memaparkan berbagai langkah yang telah ditempuh Pemerintah Provinsi Bali, mulai dari pencegahan primer melalui edukasi keluarga, pembinaan karakter, hingga kampanye anti narkoba yang melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Upaya pencegahan sekunder dilakukan melalui deteksi dini menggunakan Formulir Assist, layanan konseling, dan dukungan psikologis. Pada aspek rehabilitasi, Bali menyediakan layanan melalui 90 puskesmas rawat jalan, 9 klinik termasuk Klinik BNNK, serta 11 rumah sakit sebagai IPWL rawat inap.

Sepanjang Januari – September 2025, tercatat 565 penyalahguna narkoba menjalani rehabilitasi medis. Meski demikian, Wagub menyoroti sejumlah kendala seperti keterbatasan tenaga ahli, minimnya fasilitas rawat inap, rendahnya kunjungan sukarela ke IPWL, hingga belum optimalnya integrasi data rehabilitasi melalui platform Satu Sehat.

“Ini memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BNN, serta lembaga mitra rehabilitasi agar layanan semakin efektif dan merata,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI, Dr. Filep Wamafma, bersama jajaran pimpinan dan anggota komite, menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Bali dalam memperkuat pencegahan dan rehabilitasi narkotika.

Ia menegaskan, persoalan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman besar bagi ketahanan nasional. Berdasarkan data BNN, prevalensi penyalahgunaan narkotika mencapai 1,73 persen atau lebih dari 4 juta pengguna aktif.

Kelompok usia 15–24 tahun menjadi yang paling rentan terdampak. “Paradigma penanganan narkotika harus diarahkan pada pendekatan yang lebih manusiawi dengan menempatkan pecandu sebagai korban yang berhak mendapatkan pemulihan. Rehabilitasi medis dan sosial harus diperkuat agar mampu menjadi benteng penyelamat generasi bangsa,” kata Dr. Filep Wamafma.

Ia juga menyoroti tantangan implementasi UU 35/2009 di lapangan, seperti keterbatasan sarana prasarana, kurangnya tenaga medis dan pekerja sosial terlatih, serta koordinasi antarlembaga yang belum optimal.

“Kami hadir untuk memastikan bahwa pelaksanaan kebijakan ini berjalan efektif di daerah dan bahwa seluruh kendala dapat diatasi melalui rekomendasi yang tepat dan terukur,” ujarnya. Komite III menekankan pentingnya peran BNN, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, serta lembaga mitra rehabilitasi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Kunjungan ini juga bertujuan mengidentifikasi tantangan daerah serta menggali rekomendasi berbasis bukti guna memperkuat sinergi pencegahan dan rehabilitasi. “Kami berharap Bali dapat menjadi model praktik baik dalam penanganan penyalahgunaan narkotika, sekaligus memperkuat kerja kolaboratif menuju Indonesia bebas narkoba,” tutup Dr. Filep Wamafma. (rls)

4.575 Rumah di Tabanan Tak Layak Huni, Pemkab Minta Bantuan ke Kementerian PKP

Kementerian PKP menyerahkan kunci rumah subsidi di Perumahan Griya Multi Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Selasa (25/11/2025).
Kementerian PKP menyerahkan kunci rumah subsidi di Perumahan Griya Multi Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Selasa (25/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di Kabupaten Tabanan, Bali, masih banyak warga yang menempati rumah tidak layak huni. Hingga akhir November 2025, jumlahnya tercatat mencapai 4.575 unit yang tersebar di sepuluh kecamatan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan meminta dukungan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pada Selasa (25/11/2025), bertepatan dengan kunjungan kerja Kementerian PKP sekaligus penyerahan kunci rumah subsidi di Perumahan Griya Multi Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga menyerahkan data rumah tidak layak huni kepada perwakilan Kementerian PKP, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryanti, untuk ditindaklanjuti dalam pemberian bantuan.

Wakil Bupati I Made Dirga mengatakan masih banyak masyarakat Tabanan tinggal di rumah tidak layak huni, dengan total mencapai 4.575 unit.

“Sebelumnya kami telah membantu 139 kepala keluarga untuk memiliki rumah layak,” ujarnya.

Dirga berharap tahun depan pemerintah pusat dapat memberikan dukungan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementerian PKP, sehingga upaya mewujudkan cita-cita Presiden dapat terus meningkat.

“Selain bantuan pemerintah pusat, kami juga akan mengoptimalkan APBD maupun CSR,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP, Sri Haryati, menyatakan pihaknya segera melakukan verifikasi data rumah tak layak huni di Kabupaten Tabanan.

“Nanti kami akan melakukan kajian dan koordinasi dengan pihak terkait. Setelah itu akan kami laporkan ke pimpinan,” ujarnya.

Ia menegaskan, Presiden Prabowo melalui program Asta Cita sangat mendorong percepatan pembangunan penyediaan rumah layak huni bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pada APBN 2025, bantuan rumah subsidi diperuntukkan bagi 45 ribu unit, dan tahun depan ditargetkan meningkat hingga 400 ribu unit.

“Kementerian PKP berkomitmen menuntaskan persoalan hunian masyarakat, salah satunya melalui program rumah subsidi dengan bunga 5 persen dan uang muka hanya 1 persen,” tegasnya.

Di sisi lain, Direktur PT BCA Land Jadi, I Gede Suardita, mengungkapkan, di Perumahan Griya Multi Jadi sendiri total ada 2.000 unit rumah dan separuhnya merupakan rumah subsidi.

Ia berharap pemerintah pusat dapat menaikkan batas harga rumah subsidi dari Rp185 juta menjadi di atas Rp200 juta agar pengembang tetap bisa membangun rumah subsidi di Tabanan.

“Di kawasan Sarbagita, hanya Tabanan yang masih mampu menyuplai rumah subsidi. Namun setelah tahun ini, kemungkinan tahun depan kami sudah tidak bisa lagi,” katanya.

Suardita menjelaskan harga tanah perumahan di wilayah perkotaan telah mencapai Rp1 juta per meter, sementara batas harga tanah untuk rumah subsidi hanya berkisar Rp500–600 ribu per meter agar tetap layak dibangun.

“Jika harga tetap di kisaran itu, kami sebagai developer tidak bisa berkembang dan bisa bermigrasi ke pembangunan rumah komersial,” ujarnya. (rls)

Air Mati dan Tarif Toilet Dikeluhkan Pengunjung Gedung Maria Tabanan, Ini Penjelasan UPTD

Fasilitas toilet di Gedung Kesenian I Ketut Maria.
Fasilitas toilet di Gedung Kesenian I Ketut Maria.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Fasilitas toilet di Gedung Kesenian I Ketut Maria sempat dikeluhkan oleh warga yang berkunjung.

Keluhan muncul karena toilet yang ada di sisi Selatan Gedung tidak berfungsi dengan baik, aliran air di salah satu toilet mati, sehingga mengganggu kenyamanan pengunjung.

Disamping itu, pungutan tarif juga menjadi keluhan mengingat toilet Gedung adalah fasilitas umum.

Kepala UPTD Taman Budaya Tabanan, Ni Ketut Sri Astuti, tak menampik adanya gangguan itu Ia menjelaskan, masalah terjadi pada toilet yang berada di sisi timur luar gedung.

Menurut laporan petugas keamanan, pipa air di lokasi itu mengalami kebocoran sehingga alirannya ditutup sementara.

“Benar, toilet yang di luar gedung sebelah timur airnya sempat mati karena air pipanya bocor sehingga ditutup sementara,” ucapnya dikonfirmasi pada Selasa (25/11/2025).

Sri Astuti menambahkan, selain kebocoran, petugas menemukan penyumbatan akibat batu dan pembalut saat dilakukan perawatan. Saat ini, penanganan tengah dilakukan dan aliran air telah kembali ditata.

“Untuk toilet di sisi barat dan ruang VIP semuanya berfungsi normal,” ujarnya.

Terkait keluhan adanya pungutan biaya pada penggunaan toilet umum, Sri Astuti menjelaskan, toilet memang termasuk fasilitas yang disewakan sesuai Perda Nomor 13 Tahun 2023.

Namun selama November, bertepatan dengan rangkaian HUT Kota Singasana, retribusi tersebut dihentikan sementara.

“Penyewaan kami stop dulu di bulan November karena kegiatan di Gedung Maria dan GWS cukup padat,” jelasnya.

Ia juga meminta para penyewa agar memastikan tidak ada pungutan selama periode tersebut.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat ikut menjaga kebersihan fasilitas umum, terutama tidak membuang sampah sembarangan di toilet agar masalah serupa tidak terulang. (ana)

Wanita asal Jakarta Jadi Penipu Sewa Ruko di Bali, Raup Hingga Ratusan Juta

Maharani Aisyah Rasyid (54) tampak digiring petugas Polsek Denpasar Barat usai ditangkap terkait kasus penipuan sewa ruko.
Maharani Aisyah Rasyid (54) tampak digiring petugas Polsek Denpasar Barat usai ditangkap terkait kasus penipuan sewa ruko.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aparat Polsek Denpasar Barat kembali mengungkap kasus penipuan penyewaan ruko yang dilakukan seorang perempuan asal Jakarta, Maharani Aisyah Rasyid (54). Pelaku ditangkap setelah menipu sejumlah calon penyewa ruko di wilayah Denpasar dengan total kerugian mencapai Rp 156 juta.

Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Laksmi Trisnadewi, mengatakan Maharani menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai pemilik ruko dan menawarkan bangunan tersebut melalui media sosial. Setelah uang dibayarkan, pelaku menghilang dan tidak dapat dihubungi.

“Pelaku memperdaya korban dengan mengaku sebagai pemilik ruko, lalu membawa kabur uang sewa,” ujar Kompol Laksmi dalam rilis resmi di Polsek Denpasar Barat, Senin (24/11).

Kasus ini terungkap setelah korban bernama Silvi Anggraini (21) tertarik menyewa ruko di Jalan Gunung Agung usai melihat iklan daring. Pada 15 Oktober 2025, Silvi bertemu Maharani untuk mengecek lokasi dan menyerahkan uang muka Rp 3 juta. Malam harinya, ia kembali melunasi Rp 18 juta melalui transfer bank.

Namun, saat Silvi memastikan kepemilikan ruko, ia justru mengetahui bangunan tersebut tidak pernah dimiliki oleh Maharani. Merasa ditipu, ia langsung melapor ke Polsek Denpasar Barat dengan nomor laporan LP/B/135/XI/2025/SPKT/Polsek Denbar/Polresta Denpasar/Polda Bali.

“Pelaku diamankan pada 19 November 2025 usai melarikan diri ke wilayah Jakarta Selatan,” tegas Kapolsek.

Hasil penyelidikan mengungkap Maharani telah melakukan aksi serupa di enam TKP, yakni Jalan Imam Bonjol (kerugian Rp 23 juta), Jalan Mahendradata (Rp 25 juta), Jalan Raya Tuban (Rp 42 juta), Jalan Gunung Lumut (Rp 20 juta), Jalan Bhuana Raya (Rp 25 juta), serta Jalan Gunung Agung (Rp 21 juta).

Tidak hanya itu, Maharani juga diketahui merupakan residivis penipuan ruko di Jakarta Pusat pada 2019 dan pernah dipenjara selama satu tahun sebelum bebas pada 2020.

Kompol Laksmi menambahkan, pelaku biasanya menggunakan modus uang muka kecil sekitar Rp 500 ribu kepada pemilik ruko untuk mendapatkan akses sebelum menawarkan bangunan tersebut kepada calon penyewa.

Atas perbuatannya, Maharani dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan, dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melapor. (*)

Gerakan “Hatinya PKK” Dengan Penyerahan Tanaman di Mengwi dan Abiansemal

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bibit tanaman kepada TP. PKK Kecamatan serta Kelurahan se-Kecamatan Mengwi dan kepada TP. PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kecamatan Abiansemal, Selasa (25/11).    
Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis bibit tanaman kepada TP. PKK Kecamatan serta Kelurahan se-Kecamatan Mengwi dan kepada TP. PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kecamatan Abiansemal, Selasa (25/11).    

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung terus menggencarkan implementasi Program Prioritas Nasional Gerakan “Hatinya PKK” (Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman) dengan menggelar kegiatan penyerahan secara simbolis bibit tanaman kepada TP.

PKK Kecamatan serta Kelurahan se-Kecamatan Mengwi dan kepada TP. PKK Kecamatan dan Kelurahan se-Kecamatan Abiansemal, Selasa (25/11). Adapun Bibit tanaman yang diserahkan meliputi berbagai jenis, seperti sandat, cempaka, cabai, dan terong, yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan Gerakan “Hatinya PKK” semakin dikenal dan diimplementasikan secara luas di seluruh wilayah Kabupaten Badung, sehingga memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan salah satu dari 10 program pokok PKK, yang berfokus pada ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan desa.

“Penyerahan bibit tanaman ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga serta melestarikan lingkungan. Kami menyerahkan bibit tanaman cabai, terong, sandat, dan cempaka untuk masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Bibit tanaman cabai dan terong diharapkan dapat menjadi stimulus dalam pelaksanaan program PKK di tingkat desa. Sementara itu, bibit tanaman sandat dan cempaka, selain untuk pelestarian budaya dan lingkungan, juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan upacara adat yang sering dilakukan di Bali. Acara ini juga dihadiri oleh Camat Mengwi, Camat Abiansemal, Ketua TP. PKK Kecamatan Mengwi, Ketua TP. PKK Kecamatan Abiansemal, serta perwakilan PKK Desa/Kelurahan se-Kecamatan Mengwi dan PKK Desa se-Kecamatan Abiansemal.  (rls)