- Advertisement -
Beranda blog Halaman 75

Wabup Buka Temu Regional Komda Lansia di Mangupura

Wabup Badung, Bagus Alit Sucipta membuka Temu Regional Komda Lansia di Ruang Madya Gosana, Lantai III Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa (28/10).
Wabup Badung, Bagus Alit Sucipta membuka Temu Regional Komda Lansia di Ruang Madya Gosana, Lantai III Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa (28/10).

PANTAUBALI.COM, – Badung Wakil Bupati Badung yang juga Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kabupaten Badung, Bagus Alit Sucipta, secara resmi membuka Temu Regional Komda Lansia yang mengusung tema “Komda Lansia Penggerak Pemberdayaan.

” Kegiatan berlangsung di Ruang Madya Gosana, Lantai III Kantor DPRD Kabupaten Badung, Selasa (28/10). Acara ini diikuti oleh perwakilan Komda Lansia Provinsi dari berbagai daerah, antara lain Jawa, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, dan Sulawesi Tengah.

Sebagai penampilan pembuka, Kabupaten Badung turut mempersembahkan Tari Janger, sebagai simbol semangat kebersamaan dan pelestarian budaya dalam memperkuat ikatan antar daerah peserta temu regional.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas kiprah Komda Lansia dalam mengisi kemerdekaan dan pembangunan nasional.

“Umur boleh lanjut, namun semangat tidak pernah surut. Hal ini terlihat dari semangat para Lansia dalam berorganisasi, menyatukan ide-ide kreatif untuk memastikan para Lansia hidup sehat, bermartabat, dan menikmati masa tua dengan bahagia,” ujarnya.

Wabup juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam mewujudkan kesejahteraan lansia melalui berbagai program, seperti penyediaan makanan bergizi, bimbingan fisik, mental, spiritual, sosial, hingga program Sekolah Lansia.

“Komda Lansia diharapkan menjadi mitra pemerintah, wadah konsultatif, wadah pembinaan, sekaligus penyalur aspirasi organisasi yang berperan aktif dalam pemberdayaan dan kemandirian lansia,” tegas Bagus Alit Sucipta.

Sementara itu, Ketua Panitia Anak Agung Istri Agung Swandewi melaporkan bahwa kegiatan ini bertujuan mengaktifkan kembali peran Komda Lansia di masing-masing daerah dalam perumusan kebijakan dan penyediaan layanan, serta mendorong partisipasi dunia usaha dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan peduli Lansia.

Menurutnya, temu regional ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi dan koordinasi antar daerah terkait penyelenggaraan kesejahteraan sosial lanjut usia, sekaligus momentum penting untuk mengaktifkan kembali Komda Lansia di seluruh daerah sebagai mitra pemerintah.

Kegiatan Temu Regional Komda Lansia dilaksanakan selama dua hari, 27–28 Oktober 2025, diikuti oleh sekitar 150 peserta. Seluruh kegiatan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Badung Tahun 2025.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati sekaligus Ketua Komda Lansia Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Abdul Sahid beserta istri, perwakilan BKKBN Provinsi Bali, jajaran Perangkat Daerah terkait di Kabupaten Badung, Asisten I Setda Kabupaten Parigi Moutong, perwakilan instansi vertikal terkait , serta pengurus Komda Lansia Kecamatan se-Kabupaten Badung. (rls)

Peringatan Sumpah Pemuda Ke-97 di Badung “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjadi Inspektur upacara saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 tahun 2025 di Lapangan Puspem Badung, Selasa (28/10).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menjadi Inspektur upacara saat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 tahun 2025 di Lapangan Puspem Badung, Selasa (28/10).

PANTAUBALI.COM, – Pemerintah Kabupaten Badung melaksanakan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-97 tahun 2025 dengan tema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu” di Lapangan Puspem Badung, Selasa (28/10). Selaku Inspektur upacara Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan diikuti oleh Pimpinan dan anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Pimpinan Perangkat Daerah, Organisasi Kewanitaan, ASN Pemkab. Badung, TNI/POLRI serta pelajar.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Adi Arnawa mengatakan, Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keutuhan dan kemajuan negara. “Peringatan Sumpah Pemuda merupakan momentum penting, untuk mengingatkan kembali peristiwa heroik di mana para generasi muda Indonesia yang sudah meyakini diri bahwa dengan bertumpah darah satu, Tanah Air Indonesia, berbangsa satu, bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi berbahasa persatuan, bahasa Indonesia, sehingga mampu menghantarkan bangsa ini meraih tujuan seluruh rakyat Indonesia yaitu kemerdekaan,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, pemuda adalah generasi penerus bangsa yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

Untuk itu para pemuda mulai melakukan pembenahan diri dengan meningkatkan sumber daya manusia, sehingga dapat mewujudkan impian founding fathers menjadikan bangsa Indonesia yang adil, makmur, sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta untuk mencapai target Indonesia emas 2045.

Sementara dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Erick Thohir yang disampaikan oleh Bupati Badung menekankan bahwa peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025 menjadi momentum untuk kembali meneguhkan komitmen persatuan generasi muda Indonesia.

Mengutip semangat para pemuda 1928, yang dengan keberanian dan tekad mengikrarkan janji suci persatuan, hari ini bangsa Indonesia diajak untuk meneruskan perjuangan dengan cara berbeda namun berlandaskan semangat yang sama.

Di tengah tantangan zaman yang bergerak cepat dan penuh dinamika, semangat pantang menyerah harus tetap berkobar agar Indonesia tetap berdiri tegak dan tidak kalah menghadapi perubahan global.

Sebagaimana yang selalu ditekankan oleh Presiden Republik Indonesia, pemuda harus berani bermimpi besar dan tidak takut gagal, karena mereka bukan pelengkap sejarah, melainkan penentu sejarah berikutnya.

Dengan penuh harapan dan semangat kebersamaan, melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97 ini, seluruh elemen bangsa diajak untuk terus menjaga api perjuangan, membuktikan bahwa Indonesia adalah bangsa yang besar, bangsa yang kuat, adil, makmur, dan disegani dunia. (rls)

Perdana Bertepatan Dengan Hari Sumpah Pemuda, Bupati Sanjaya Kukuhkan Ketua OSIS se-Kabupaten Tabanan 

Bupati Tabanan melantik Ketua Osis Sebali di Gedung Marya
Bupati Tabanan melantik Ketua Osis Sebali di Gedung Marya

PANTAUBALI.COM, –  Dalam semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun 2025, suasana kebangsaan yang penuh antusiasme mewarnai Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan, Selasa (28/10). Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., hadir secara langsung mengukuhkan para Ketua OSIS SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan yang terpilih melalui Pemilihan Umum OSIS (Pemilos) serentak 2025.

Kegiatan bertema “Demokrasi Putih Abu-Abu, Bangga Jadi Orang Tabanan” menjadi simbol komitmen generasi muda Tabanan dalam memperkuat nilai-nilai demokrasi dan nasionalisme.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Tabanan, Asisten Setda, Pimpinan Perangkat Daerah terkait, Ketua KPU Tabanan, Ketua KNPI Provinsi Bali, Ketua KNPI Kabupaten Tabanan, serta para kepala sekolah SMA, SMK, dan Madrasah se-Kabupaten Tabanan.

Acara diawali dengan prosesi pengukuhan para Ketua OSIS yang ditandai dengan pemasangan selempang oleh Bupati Sanjaya, kemudian dilanjutkan dengan talk show inspiratif antara Bupati Tabanan dan Ketua KNPI Kabupaten Tabanan

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terlaksananya Pemilos serentak ini, yang merupakan pertama kalinya diselenggarakan di Bali.

“Pemilos ini bukan sekedar proses pemilihan tetapi sebuah gerakan pendidikan politik bagi generasi muda di Tabanan, Khususnya generasi Z untuk belajar musyawarah memilih pemimpin secara demokrasi dan berintegritas.

Pemilu yang serentak ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan di pulau Bali dan Tabanan menjadi pelopor dalam pendidikan demokrasi siswa,” tegasnya dengan bangga.

Lebih lanjut, Sanjaya berharap agar para Ketua OSIS yang baru dikukuhkan dapat menjadi contoh kepemimpinan muda yang inspiratif. Memberikan pengaruh dan dampak positif bagi kemajua sekolah dan daerah.

“Ingatlah, kepemimpinan bukanlah kekuasaan, tetapi pengabdian. Bukan untuk disegani, melainkan untuk menginspirasi. Semoga semangat Sumpah Pemuda terus hidup dalam diri generasi muda Tabanan dan menjadi api yang menyala untuk membangun Tabanan Era Baru yang (AUM) Aman, Unggul, dan Madani,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua KPU Tabanan I Wayan Suwitra, SH, dalam laporannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam menyukseskan kegiatan bersejarah ini. Pendidikan politik yang dibalut dalam tema Demokrasi Putih Abu-Abu merupakan dikatakannya inisiasi KPU Tabanan yang bersinergi bersama Badan Kesbangpol, dan KNPI Tabanan.

“Program ini menjadi yang pertama di Provinsi Bali dan telah mendapat perhatian khusus dari KPU Provinsi Bali serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Bali,” pungkasnya. (rls)

Koster Siap Terbitkan Pergub atau SE untuk Perlindungan Satwa Liar di Bali

Foto : Kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Sidang I Tahun 2025-2026, di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Senin (27/10/2025).
Foto : Kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Sidang I Tahun 2025-2026, di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Senin (27/10/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR- Gubernur Bali Wayan Koster mendorong penguatan kebijakan daerah untuk melindungi satwa liar di Bali. Ia mendorong penerbitan Peraturan Gubernur (Pergub) atau Surat Edaran (SE) guna memperkuat upaya pelestarian satwa endemik di Pulau Dewata.

“Jika pemerintah pusat memberikan kewenangan, kami siap mengeluarkan Peraturan Gubernur atau Surat Edaran agar perlindungan satwa liar di Bali berjalan lebih efektif,” tegas Koster dalam acara kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Sidang I Tahun 2025-2026, di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Senin (27/10/2025).

Koster menyampaikan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemprov Bali dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian satwa endemik. la menegaskan, Pemprov Bali juga akan berkoordinasi dengan seluruh pemerintah kabupaten/kota se-Bali untuk melakukan pendataan menyeluruh terhadap satwa liar dan endemik sebagai dasar penyusur bijakan yang lebih komprehensif.

Dalam acara kunjungan kerja reses Komisi IV DPR RI Masa Sidang I Tahun 2025–2026 dengan agenda diskusi bertajuk “Repatriasi untuk Mendukung Satwa Liar di Provinsi Bali” yang berlangsung di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Senin (27/10/2025).

Agenda pertama kunker ini dihadiri secara lengkap oleh jajaran pimpinan Komisi IV DPR RI, mulai dari Ketua Komisi IV Titiek Soeharto, Wakil Ketua Alex Indra Lukman, Wakil Ketua Panggah Susanto, Wakil Ketua Ahmad Yohan, serta Wakil Ketua Abdul Kharis Al Masyhari. Turut hadir Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang bersama Komisi IV melakukan pembahasan langsung terkait repatriasi satwa liar.

Dari Pemerintah Provinsi Bali, Gubernur Wayan Koster hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Made Rentin, Kepala BKSDA Bali, Ratna Hendratmoko, serta jajaran terkait lainnya.

Menurut Koster, forum ini sangat penting mengingat Bali merupakan wilayah kecil dengan kekayaan alam yang besar dan beragam.

“Luas wilayah Bali hanya sekitar 5.590 km² dengan jumlah penduduk 4,4 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk kita relatif rendah, hanya sekitar 0,66 persen. Namun dengan keterbatasan ruang, kita harus sungguh-sungguh menjaga kelestarian lingkungan, pantai, laut, dan juga satwa endemik yang menjadi kebanggaan Bali,” ujarnya.

Koster juga menyoroti persoalan serius yang dihadapi Bali, yakni penyusutan luas wilayah. “Dalam 5 tahun terakhir luas Provinsi Bali mengalami pengurangan sekitar 40 ribu kilometer persegi. Karena itulah kami sangat berharap dukungan untuk perlindungan pantai. Kalau tidak ditangani dengan baik, ke depan Pulau Bali akan semakin kecil,” imbuhnya.

Meski kecil secara luas wilayah, Koster menegaskan Bali memiliki anugerah kekayaan alam yang luar biasa. Di antaranya tanaman endemik Bali yang sangat penting untuk pangan, kesehatan, dan upacara ritual keagamaan. Selain itu, Bali juga memiliki satwa endemik seperti babi, sapi Bali, serta burung atat. Satwa ini sempat lama tidak terlihat dan bahkan dianggap punah.

“Dan sekarang baru ditampilkan lagi melalui forum kunjungan Komisi IV DPR ini. Kami sangat berterima kasih karena burung atat atau kedis atat sudah bisa diternakkan lagi, sehingga kelestariannya akan terjaga ke depan,” papar Gubernur Koster.

Sementara itu, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menyampaikan rasa syukur atas capaian konservasi satwa langka yang berhasil dilakukan.

Terlebih lagi, acara ini juga dirangkaikan dengan melepaliarkan 40 ekor burung perkici berdada merah atau Trichoglossus forsteni mitchlli.

Perkici berdada merah merupakan spesies endemik Bali dan Lombok yang statusnya dilindungi sejak 2018 dan saat ini terancam punah.

Burung tersebut sebelumnya berhasil berkembang biak di Inggris karena dukungan kepercayaan dunia internasional, dan kini dikembalikan ke habitat aslinya di Bali melalui kerja sama lembaga konservasi global.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Bali Safari dan Bali Bird Park yang berkontribusi terhadap proses pengembalian perkici dada merah ini. Selain itu, terima kasih sebesar-besarnya juga kepada Komisi IV DPR RI yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap usaha-usaha konservasi satwa langka di Indonesia,” imbuhnya.

Sebelum diskusi inti dimulai, BKSDA Bali terlebih dahulu memaparkan proses repatriasi burung perkici berdada merah. Diskusi berlangsung sekitar satu setengah jam, dengan menghasilkan sejumlah kesimpulan penting, antara lain Perlunya penyempurnaan regulasi terkait perlindungan satwa langka; Penangkaran satwa harus melibatkan masyarakat secara lebih masif; Pendataan satwa perlu memanfaatkan teknologi canggih (chief technology).

Acara tersebut ditutup dengan penandatanganan sertifikat serta pemberian nama anakan burung perkici berdada merah oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI, Menteri Kehutanan, dan Gubernur Bali. (rls)

Kekurangan Pengasuh hingga Overload ODGJ Jadi Persoalan Panti Sosial Tabanan

Panti Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tabanan yang berlokasi di Banjar Dinas Wanasara, Desa Bongan, Tabanan.
Panti Sosial Dinas Sosial Kabupaten Tabanan yang berlokasi di Banjar Dinas Wanasara, Desa Bongan, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Panti Sosial di bawah naungan Dinas Sosial Kabupaten Tabanan yang berlokasi di Banjar Dinas Wanasara, Desa Bongan, Tabanan tengah menghadapi persoalan serius yakni kekurangan tenaga pengasuh dan kelebihan kapasitas penghuni.

Kasubag TU UPTD Pelayanan Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Made Sujana, mengatakan saat ini panti tersebut menampung 24 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), 4 lanjut usia (lansia), serta 3 orang terlantar yang tidak termasuk dalam kategori lansia maupun ODGJ.

“Sebagian dari mereka adalah orang terlantar, ada yang tidur di Terminal Mengwi karena tidak memiliki rumah, bahkan ada yang ditinggalkan pasangan,” jelas Sujana, Selasa (28/10/2025).

Menurut Sujana, jumlah tenaga pengasuh saat ini hanya sekitar 10 orang. Padahal idelanya membutuhkan lebih dari 20 tenaga pengasuh untuk menangani jumlah ODGJ, lansia dan orang terlantar yang ada.

Para pengasuh berstatus kontrak dan menerima upah sekitar Rp1,3 juta per bulan.

“Mereka bekerja secara bergantian dalam tiga shift, dan satu hari libur bergiliran,” ujarnya.

Kondisi fasilitas panti juga terbilang kurang layak. Saat ini, sebagian besar ruangan digunakan untuk menyimpan barang-barang kantor Dinas Sosial yang sedang direhabilitasi, sehingga daya tampung panti berkurang drastis.

“Sekarang hanya satu rumah yang bisa digunakan untuk lansia, dengan kapasitas maksimal 12 orang. Padahal sebelumnya kami sudah mengalami kelebihan kapasitas,” tambahnya.

Meski dalam keterbatasan, Sujana mengaku bersyukur kondisi para penghuni panti tetap stabil. Para ODGJ yang tinggal di sana sebagian besar sudah membaik setelah menjalani perawatan di RSJ Provinsi Bali di Kabupaten Bangli, meski belum bisa kembali ke keluarga karena pihak keluarga belum siap menerima maupun memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Selain itu dari segi perawatan kesehatan mereka sangat diperhatikan, seperti minum obat secara rutin, pemeriksaan kesehatan berkala dan jika sakitnya kambuh segera dibawa ke RSJ Provinsi Bali.

“Syukurlah, hingga saat ini para ODGJ dan lansia di sini baik-baik saja. Mereka tidak pernah membuat keributan. Bahkan, beberapa di antara mereka membantu menjaga kebersihan dan melayani lansia, seperti mencuci dan menjemur pakaian,” ungkapnya.

Selain kekurangan tenaga pengasuh, pihaknya juga masih membutuhkan alat-alat kebersihan lingkungan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

“Yang terpenting sekarang kami tetap fokus pada pelayanan pasien dan memastikan mereka hidup dalam kondisi aman dan layak,” pungkas Sujana. (ana)

Pemotor Tewas Dilindas Truk di Bypass Ir. Soekarno

Kecelakaan di Jalan Bypass Ir. Soekarno, termasuk Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, pada Senin (27/10/2025) sore.
Kecelakaan di Jalan Bypass Ir. Soekarno, termasuk Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, pada Senin (27/10/2025) sore.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Bypass Ir. Soekarno, termasuk Desa Dauh Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, pada Senin (27/10/2025) sore.

Akibat kecelakaan, seorang pengendara sepeda motor tewas setelah terlindas truk Isuzu di jalur lintas Denpasar–Gilimanuk tersebut.

Korban diketahui bernama Juniva T.S. Siregar (28), pria asal Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Ia meninggal dunia di lokasi akibat luka serius di bagian kepala setelah motor yang dikendarainya terserempet truk.

Kasat Lantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman dikonfirmasi Selasa (28/10/2025) membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi sekitar pukul 15.00 Wita.

Saat itu, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 5347 DY melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

Setibanya di timur Simpang Dukuh, sepeda motor korban terserempet truk Isuzu bernomor polisi S 8111 UW yang dikemudikan Agus Rozak (40) asal Jombang, Jawa Timur.

“Akibatnya, korban pengendara motor terjatuh dan masuk ke kolong truk hingga terlindas,” kata AKP Anton.

Ia menjelaskan, korban mengalami luka parah di bagian kepala serta lecet di tangan kanan dan kiri. Korban sempat dievakuasi ke RS Singasana Nyitdah, Kediri, namun dinyatakan meninggal dunia. Sementara, pengemudi truk selamat dari insiden tersebut.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), tabrakan diduga terjadi karena kelalaian pengemudi dan kurangnya kehati-hatian saat melintas di jalur tersebut.

“Faktor penyebab kecelakaan adalah manusia,” kata Anton.

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polres Tabanan telah melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. (ana)

Tabanan Raih Apresiasi BRIDA Optimal 2025 dari BRIN : Bukti Sinergi Riset dan Inovasi Daerah

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat menerima Apresiasi BRIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga mewakili Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. saat menerima Apresiasi BRIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Senin (27/10/2025).

PANTAUBAlI, – Tabanan Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Atas kerja keras serta kolaborasi dari seluruh jajaran dan pihak terkait, Pemkab Tabanan berhasil meraih Apresiasi BRIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia (BRIN). Penghargaan ini diberikan dalam kategori Indikator Peran BRIDA dalam Optimalisasi Potensi dan Penyelesaian Masalah Daerah, Senin (27/10) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Lantai III, Gedung B.J. Habibie, K.A. Thamrin, Jakarta.

Penghargaan prestisius tersebut diterima langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M, yang saat itu diwakili oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga. Dalam kesempatan tersebut, Dirga menyampaikan rasa bangganya atas capaian ini yang menjadi bukti nyata bahwa riset dan inovasi telah menjadi bagian penting dalam pembangunan di Kabupaten Tabanan.

BRIN memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi serta Kabupaten/Kota yang telah mendorong kinerja Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) secara optimal, dalam rangka memperkuat pembangunan berbasis riset dan inovasi di daerah masing-masing. Pada tahun 2025, BRIN melakukan penilaian terhadap kinerja BRIDA/BAPPERIDA di 24 provinsi, 187 kabupaten, dan 41 kota di seluruh Indonesia.

Penilaian tersebut mengacu pada dua indikator utama sesuai dengan pendekatan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029 dan Instruksi Mendagri Nomor 2 Tahun 2029 tentang RPJMD 2025–2029. Kedua indikator itu meliputi Indikator Perumusan Kajian Kebijakan yang Dimanfaatkan dan Indikator Peran BRIDA dalam Optimalisasi Potensi dan/atau Penyelesaian Permasalahan Daerah.

Kabupaten Tabanan dinilai unggul pada indikator kedua karena dinilai mampu melakukan langkah-langkah strategis dalam pengembangan riset dan inovasi daerah. Melalui kebijakan dan program yang kolaboratif, BRIDA Tabanan dianggap berhasil memberikan kontribusi nyata dalam pemanfaatan potensi lokal serta penyelesaian berbagai tantangan pembangunan di wilayah.

 

Evaluasi kinerja BRIDA juga menyoroti kemampuan daerah dalam menjalankan riset yang terarah dan berdasarkan data, menghasilkan rekomendasi kebijakan yang bisa diterapkan, serta memperkuat inovasi di daerah. Hasilnya, sebanyak 39 BRIDA/BAPPERIDA dari berbagai level pemerintah daerah ditetapkan sebagai penerima Apresiasi BRIDA Optimal 2025, termasuk Kabupaten Tabanan yang mewakili komitmen Bali dalam riset daerah.

Di kesempatan tersebut, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada BRIN atas penghargaan tersebut. “Mewakili Bupati Tabanan, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Ini merupakan kerja keras bersama seluruh jajaran pemerintah daerah dan akan kami jadikan motivasi untuk menjadi lebih baik lagi ke depannya,” ungkap Dirga.

Lebih lanjut, Wabup Dirga menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Tabanan untuk terus memperkuat sinergi antara riset, inovasi, dan implementasi kebijakan pembangunan. Menurutnya, riset bukan hanya menjadi ruang akademik, melainkan juga pondasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat serta potensi daerah.

Ia juga mengapresiasi kinerja BRIDA Tabanan yang dinilai konsisten mendorong berbagai inisiatif berbasis data dan teknologi. Kolaborasi lintas sektor yang dibangun, termasuk dengan perguruan tinggi, lembaga penelitian, serta masyarakat, diharapkan mampu mempercepat transformasi pembangunan di Tabanan, baik dalam sektor pertanian, ekonomi kreatif, maupun tata kelola pemerintahan.

Capaian ini sekaligus memperkuat posisi Tabanan sebagai salah satu daerah dengan komitmen tinggi terhadap inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk kemajuan daerah.

Dengan apresiasi dari BRIN tersebut, Pemkab Tabanan berharap dapat terus melahirkan terobosan-terobosan strategis demi mewujudkan Tabanan yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) melalui penguatan riset dan inovasi daerah.(rls)

Pabrik Stirofoam di Kediri Kembali Terbakar, Diduga Akibat Percikan Las

Proses pemadaman api di pabrik stirofoam yang berada di Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Senin (27/10/2025).
Proses pemadaman api di pabrik stirofoam yang berada di Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Senin (27/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Belum genap seminggu kebakaran melanda pabrik stirofoam yang berada di Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Tabanan, kembali mengalami musibah kebakaran pada Senin (27/10/2025).
Sebelumnya, kejadian yang sama sempat menimpa gudang pabrik pada 15 Oktober 2025 lalu yang menyebabkan kerugian mencapai Rp3 miliar.

Kepala Bidang Pemadam BPBD Tabanan, I Wayan Suakta menyebut, api diduga muncul dari percikan las yang menyambar bahan yang mudah terbakar di dalam pabrik.

“Luas area pabrik yang terbakar yakni 54×18 meter di sisi sebelah timur,” ujarnya.
Ia menyebut, api baru bisa dipadamkan 30 menit kemudian dengan bantuan lima unit mobil pemadam kebakaran dari Damkar Tabanan dan Damkar Badung dengan menghabiskan kurang lebih 5.000 liter air.

“Tidak ada korban jiwa akibat kejadian, hanya kerugian material kurang lebih Rp 5 juta berupa material Stirofoam,” jelasnya.

Selain di Desa Cepaka, peristiwa kebakaran juga menimpa toko plastik milik I Gusti Nyoman Suasada di Banjar Panti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri pada Minggu (27/10/2025) malam.

Diduga penyebab kebakaran karena korsleting listrik di salah satu kamar. Kobaran api berhasil dipadamkan dengan bantuan lima unit mobil pemadam kebakaran. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, hanya saja kerugian material diperkirakan mencapai Rp 200 juta. *(ana)*

UMKM dan IKM Bali Didorong Naik Kelas Lewat BAMFES 2025

Pergelaran Bali Fashion Market Festival (BAMFES) di Swiss-Belresort Pecatu, Minggu (26/10/2025) malam.
Pergelaran Bali Fashion Market Festival (BAMFES) di Swiss-Belresort Pecatu, Minggu (26/10/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta Industri Kecil Menengah (IKM) di Bali agar terus mengembangkan jiwa kewirausahaan dan berdaya saing tinggi. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bali Fashion Market Festival (BAMFES) di Swiss-Belresort Pecatu, Minggu (26/10) malam.

Dalam sambutannya, Ibu Putri Koster menegaskan bahwa masyarakat Bali memiliki bakat luar biasa dalam menciptakan karya seni dan kerajinan, namun masih menghadapi tantangan dalam memasarkan produk-produk tersebut secara luas.

“Karena itu, harus ditingkatkan jiwa entrepreneurship-nya,” ujar Ibu Putri Koster.

Ia berharap para pelaku UMKM dan IKM di Bali dapat terus berkembang dan mampu membuka outlet secara mandiri di berbagai lokasi strategis, termasuk hotel dan pusat wisata, sehingga tidak hanya bergantung pada pameran yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain.

Lebih lanjut, Ibu Putri Koster juga mengajak para seniman dan perajin Bali untuk memanfaatkan IKM Bali Bangkit, wadah yang dibentuk Dekranasda Provinsi Bali sebagai sarana promosi, kurasi, sekaligus pembinaan berkelanjutan bagi UMKM dan IKM hingga tahun 2030 mendatang.

“UMKM dan IKM jangan takut. Sampaikan kepada kami jika ingin mengikuti pameran di Bali Bangkit. Tapi syaratnya harus continue dan konsisten. Kami tentu akan melakukan kurasi secara ketat supaya ke depannya ada peningkatan, baik dari sumber daya maupun kualitas kerajinannya,” jelasnya.

Selain menekankan pentingnya konsistensi, Ibu Putri Koster juga mendorong para seniman Bali agar terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman dan tren global tanpa meninggalkan jati diri budaya lokal.

“Jangan menutup diri dari dunia luar. Tapi kita juga harus menjaga kelestarian karya-karya kerajinan Bali khususnya, dan Nusantara pada umumnya. Itu tugas kita sebagai anak bangsa,” tegasnya.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali tersebut juga menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Bali Fashion Market Festival (BAMFES) yang dinilainya menjadi ajang penting dalam mempertemukan para pelaku UMKM dan IKM Bali dengan para konsumen serta buyer potensial. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan kemandirian pelaku usaha lokal. (ana)

Pemkab Tabanan Raih Capaian SPI dan MCP Tinggi, KPK Dorong Penguatan Integritas ASN

Rapat Koordinasi Rencana Aksi Tindak Lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 dan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) 2025, Senin (27/10/2025).
Rapat Koordinasi Rencana Aksi Tindak Lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 dan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) 2025, Senin (27/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Satgas V.2 Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V menyambangi Kabupaten Tabanan pada Senin (27/10/2025) dalam rangka Rapat Koordinasi Rencana Aksi Tindak Lanjut Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 dan Monitoring Controlling Surveillance for Prevention (MCSP) 2025.

Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Utama Jayaning Singasana dan dihadiri langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Rapat tersebut membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, sekaligus mengevaluasi hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) yang setiap tahunnya dilakukan oleh KPK.

Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kehadiran tim KPK RI di Tabanan. Ia menyebut, kehadiran KPK dalam forum strategis ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi serta membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

“Tim Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia hadir di Kabupaten Tabanan dalam forum yang sangat strategis ini untuk memperkuat komitmen bersama dalam pemberantasan korupsi dan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” ujarnya.

Bupati Sanjaya juga menegaskan, kehadiran KPK menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran aparatur terhadap nilai-nilai integritas, karena integritas bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama dalam membangun kepercayaan publik dan mewujudkan pelayanan yang adil serta transparan.

Lebih lanjut, Bupati Sanjaya menekankan, pencegahan korupsi harus dimulai dari perencanaan dan penganggaran yang akuntabel hingga pelaksanaan dan pelaporan yang transparan.

Ia menyampaikan, hasil SPI dan MCSP bukan sekadar angka, tetapi merupakan cerminan dari komitmen dan konsistensi seluruh perangkat daerah. Oleh karena itu, ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah dan admin SPI/MCSP untuk aktif menyampaikan progres, tantangan, dan solusi yang konkret dalam forum tersebut.
Sementara itu, Satgas V.2 Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Nurul Ichsan Al Huda, dalam paparannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabanan memperoleh nilai SPI tahun 2024 sebesar 77,39, menunjukkan tren positif dalam pembangunan sistem integritas daerah.

Dari enam Rencana Aksi Tindak Lanjut SPI 2024, seluruhnya telah mencapai 100 persen progres per 24 Oktober 2025, menandakan komitmen kuat Pemkab Tabanan dalam menindaklanjuti rekomendasi KPK.

Selain itu, capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2024 telah mencapai 97,97, selain itu skor sementara MCSP Tahun 2025 per 24 Oktober 2025 Pemerintah Kabupaten Tabanan baru tercatat 75,52.

Data tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Tabanan berkomitmen menjaga performa integritas dan terus melakukan peningkatan signifikan dalam upaya pencegahan korupsi.
Dalam kesempatan yang sama, Nurul Ichsan juga menjelaskan, KPK tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga mengedepankan strategi pencegahan korupsi yang sistematis.

Melalui program pendidikan, sosialisasi, dan kampanye antikorupsi, KPK berupaya menanamkan nilai-nilai integritas bagi aparatur pemerintah, tenaga pendidik, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum.

Program pencegahan yang dijalankan antara lain mencakup Koordinasi Wilayah, Pengendalian Gratifikasi, Kepatuhan LHKPN, serta Monitoring dan Evaluasi, yang diintegrasikan dengan kegiatan penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan eksekusi putusan perkara tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Inspektur Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Supanji, memaparkan capaian responden SPI di Kabupaten Tabanan per 23 Oktober 2025. Dari komponen responden eksternal, jumlah data bersih mencapai 2.245 dengan perolehan 425 responden dari target 421 (100 persen) dan tingkat respon 20,01 persen.

Untuk responden internal, jumlah data bersih sebanyak 2.692 dengan perolehan 1.966 dari target 467 (100 persen) dan respon rate mencapai 84,4 persen. Sementara itu, dari responden ahli, jumlah data bersih tercatat 41 dengan perolehan 31 dari target 10 (100 persen) dan respon rate sebesar 81,58 persen.\

Menurut Supanji, tingginya tingkat partisipasi responden internal dan ahli menunjukkan antusiasme dan kesadaran yang baik di lingkungan Pemkab Tabanan terhadap survei integritas. Sedangkan capaian target 100 persen pada respon eksternal mencerminkan keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun komunikasi publik yang transparan dan partisipatif.

Rapat koordinasi ini menjadi langkah nyata bagi Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Melalui kerja sama dengan KPK, Pemkab Tabanan berkomitmen terus menjaga kepercayaan publik serta mewujudkan visi besar Bupati Sanjaya untuk membangun Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (ana)