- Advertisement -
Beranda blog Halaman 629

Soroti Zona Blank Spot PPDD, Komisi IV Usulkan Bangun Sekolah Baru

Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan mengenai kesiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 pada Jumat (20/5/2023).
Rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan mengenai kesiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2023 pada Jumat (20/5/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan Gusti Komang Wastana menyoroti sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan masih masuk kategori blank spot Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur zonasi.

Menurutnya, banyak siswa lulusan SMP yang belum tertampung di SMA lantaran terkendala penerapan sistem zonasi.

“Sebelumnya kami lihat memang banyak anak-anak yang bingung mencari sekolah sebab mereka tidak masuk jalur zonasi,” ujar Gusti Komang Wastana seusai rapat dengar pendapat (RDP) bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan, Jumat (19/5/2023).

Ia menyebut, wilayah yang masuk blank spot zonasi tersebut adalah wilayah Tabanan selatan seperti Beraban, Pejaten, Nyitdah dan Yeh Gangga.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali guna mengusulkan pembangunan sekolah baru agar tidak ada lagi siswa tertinggal pendidikannya, baik itu SMA maupun SMK.

Disamping itu, untuk lokasi sekolahnya nanti akan disesuaikan dengan lahan yang dimiliki pemerintah daerah. Selanjutnya akan mohonkan kepada Bappeda Provinsi untuk membangun sekolah.

“Disdik Tabanan akan mengkaji laporan kepada Provinsi dulu karena setiap tahun juga akan dilaporkan jumlah lulusan pada jenjang SMP,” jelas politisi PDI Perjuangan ini. (ana)

Urip Mengaku Legowo Tercoret dari Daftar Bacaleg DPR RI

Kader PDIP Tabanan I Made Urip.
Kader PDIP Tabanan I Made Urip.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kader PDIP Tabanan I Made Urip tercoret dari daftar bakal calon legislatif (bacaleg) DPR RI pada Pemilu 2024.

Padahal sebelumnya ia dikabarkan sudah mendapatkan pemberitahuan dari DPP agar bersiap maju lagi ke DPR RI.

Menyikapi keputusan partainya itu, Urip mengaku menerimanya dengan legowo.

Ia menyebut keputusan itu sebagai peraturan yang telah ditetapkan DPP. Khususnya bagi dirinya yang sudah lima kali lolos sebagai anggota DPR RI.

“Saya sudah diberikan tugas di dewan pimpinan pusat partai tiga periode. Di DPR lima periode. Itu sudah sebuah penghargaan bagi saya sebagai kader partai,” kata Urip.

Ketua DPP PDIP Bidang Pertanian, Kehutanan, Pangan, dan Lingkungan Hidup itu mengaku menerima keputusan itu saat dipanggil di Jakarta pada 9 Mei 2022 lalu.

Saat ditanya mengenai kemungkinan ia akan melimpahkan suara yang diperoleh pada Pemilu 2019, Urip menegaskan tidak akan mengarahkan.

Ia menyerahkan sepenuhnya kepada para pemilihnya di Pemilu 2019 lalu.

“Terserah hati nurani masing-masing. Mau pilih siapa, silahkan. Saya tidak mau mengarah-arahkan,” tegasnya.

Kini, politisi dari Kecamatan Marga tersebut hendak fokus mengakhiri masa tugasnya sebagai anggota DPR RI. Ia belum berfikir untuk terjun di dunia lain setelah selesai bertugas di DPR RI.

“Masih satu setengah tahun ini (saya) sebagai anggota DPR. Di DPP (juga) masih. Setelah itu, nanti dipikirkan ke mana. Paling tidak pulang kampung,” katanya.

Begitu juga saat disinggung kemungkinan dirinya ikut dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bali pada 2024 nanti, ia pun mengembalikannya pada keputusan partainya. “Kalau saya ditugaskan, sebagai kader, ya saya siap saja,” jawabnya. (ana)

Jalin Kerja Sama, Tabanan Kirim Kedelai ke Malang

Penanaman perdana kedelai di Subak Gubug I, Desa Gubug, oleh Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Wali Kota Malang H Sutiaji, Jumat (19/5/2023).
Penanaman perdana kedelai di Subak Gubug I, Desa Gubug, oleh Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Wali Kota Malang H Sutiaji, Jumat (19/5/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan bersama Pemerintah Kota Malang, Jawa Timur, melakukan kerja sama antarpemerintah daerah atau G to G (Goverment to Goverment).

Kerja sama tersebut berupa pengiriman kedelai dari Tabanan ke Malang melalui Perumda Dharma Santhika Tabanan kepada Perumda Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang.

Sebagai langkah awal dilakukan penanaman perdana kedelai di Subak Gubug I, Desa Gubug, sekaligus penandatanganan MoU penguatan pangan antara Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Wali Kota Malang H Sutiaji, Jumat (19/5/2023).

“Kami optimalisasi untuk menggerakkan perusahaan daerah di Tabanan sesuai arahan BI, gubernur, dan presiden” ujar Sanjaya.

Ia menyebut, dengan MoU yang telah ada maka nantinya dalam Perjanjian Kerjasama (PKS) itu yang akan dilakukan. “Nilai kerjasama belum kami hitung. Yang jelas buat dulu MoU,” katanya.

Selain kedelai, kerjasama juga dilakukan untuk komoditi peternakan berupa ayam. “Karena ayam sangat tinggi di Malang maka kita kerja samakan juga. Meskipun di Tabanan banyak peternak tetapi masih kekurangan dalam pangan dan daging ayam,” jelas Sanjaya.

Sementara itu, Wali Kota Malang H Sutiaji menyebut, pemerintah kota Malang tertarik menjalin kerja sama dengan Tabanan karena melihat potensi alamnya yang menjanjikan, terutama untuk budidaya kedelai. Apalagi dengan kebutuhan kedelai di Malang bisa mencapai empat ton per hari.

“Tidak ada daerah kuat tetapi semua daerah kekurangan. Sawah di Kota Malang terbatas, sedangkan alam di Tabanan luar biasa. Itulah yang dikerjasamakan,” kata Sutaji.

Ia menambahkan, untuk kedelai nantinya Tabanan diharapkan akan menyuplai varietas Anjasmoro karena memiliki banyak keunggulan di antaranya, berumur pendek 82,5 sampai 92,5 hari, berdaya hasil tinggi 2.03 sampai 2,25 ton per hektar, dan berprotein tinggi.

“Lahan di Tabanan cukup subur maka diperkirakan hasilnya bisa lebih dari dua ton,” imbuh Sutiaji. (ana)

Pelajari Budidaya dan Pemasaran Koi, Diskan Badung Kunjungi Sukabumi

Rombongan Diskan dan Komunitas Koi Badung ke Sukabumi untuk mempelajari budidaya dan pemasaran Koi.
Rombongan Diskan dan Komunitas Koi Badung ke Sukabumi untuk mempelajari budidaya dan pemasaran Koi.

PANTAUBALI.COM,BADUNG – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Badung mengunjungi Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat. Kunjungan bersama Komunitas Koi Kabupaten Badung berlangsung pada 15-16 Mei 2023.

Kepala Diskan Badung I Nyoman Suardana diterima Kepala Diskan Sukabumi Nunung Nurhayati.

Kunjungan Komunitas Koi Badung dilakukan di beberapa tempat seperti San Cherry Koi, Mizumi Koi Farm, Pasar Ikan Air Tawar Cibaraja, Adhima Koi Farm, dan Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi sebagai lokus terakhir pelaksanaan study banding.

Kepala Diskan Badung I Nyoman Suardana mengatakan, pemilihan Sukabumi sebagai tempat study banding lantaran memiliki pengembangan ikan Koi yang sangat baik di Indonesia.

“Diharapkan kunjungan ke Sukabumi dapat memberikan masukan bagi Komunitas Koi di Kabupaten Badung dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas Koi yang baik dan ke depan ada jalinan kerja sama seperti pelaksanaan pelatihan budidaya ikan Koi,” jelas Suardana, Jumat (19/5/2023).

Sementara itu, Kepala Diskan Sukabumi Nunung Nurhayati mengatakan keberhasilan dari pengembangan budidaya dan pemasaran ikan Koi di Sukabumi tak lepas dari pelaksanaan kegiatan Pembinaan Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar.

“Keberhasilan ini juga berkat adanya kerja sama dengan Perumda Agro untuk pemasaran ikan Koi,” imbuhnya.

Sedangkan Direktur Umum Perindo Agro Sukabumi Mandiri, Ikral Panutan menambahkan, posisi Perumda berada di hilir dengan mencarikan market bagi pembudidaya ikan.

Pihaknya juga menyatakan kunci penting dalam bisnis ikan koi adalah kepercayaan antara penjual dan pembeli.

“Pemasaran ikan Koi tidak saja dilakukan secara manual tetapi pembudidaya sudah memanfaatkan media sosial untuk memasarkan ikannya,” tutup Ikral.

Lakukan Praktik Aborsi, Diskes Badung Sebut Ketut AW Dokter Gadungan

Ketut AW (gundul) pelaku aborsi dan tersangka pidana praktik kedokteran saat kasusnya diungkap jajaran Ditreskrimsus Polda Bali.
Ketut AW (gundul) pelaku aborsi dan tersangka pidana praktik kedokteran saat kasusnya diungkap jajaran Ditreskrimsus Polda Bali.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dinas Kesehatan (Diskes) Badung menyebut pelaku aborsi I Ketut AW (51) sebagai dokter gadungan.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Badung dr. Made Padma Puspita menyebut Ketut AW tidak memiliki ijazah. Bahkan Ketut AW tidak terdaftar di Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

“Iya. Hanya saja (I Ketut AW) memang sempat melakukan pendidikan dokter namun tidak tamat. Selain itu, ijazah dan STR (surat tanda registrasi) pun tidak ada,” ungkap dr. Padma, Jumat ( 19/5/2023).

Ia mempertegas, seorang dapat disebut dokter harus memiliki ijazah, STR, dan mengikuti uji kompetensi.

Apalagi diketahui dalam menjalankan praktik, Ketut AW tidak memiliki papan nama. Selain itu ada perjanjian terselubung antara Ketut AW dan korbannya.

“Pelaku pasti belajar anatomi mengingat dia pernah belajar pendidikan dokter, namun berbeda dia belajar pendidikan dokter gigi bukan dokter kandungan, terutama janin yang ditangani sudah besar,” jelasnya.

Sekadar diketahui, Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali menangkap Ketut AW pada Senin (8/5/2023) malam.

Polisi menangkapnya dalam penggerebekan di tempat praktik aborsinya, Jalan Raya Padang Luwih, Dalung, Kecamatan Kuta Utara.

Saat penggerebekan, polisi mendapati Ketut AW baru saja melakukan praktik aborsi terhadap satu orang pasiennya yang kini ditetapkan sebagai saksi. (ann)

Bacaleg Palsukan Akta Kematian, NasDem Tabanan Siapkan Kader Pengganti 

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Widiadnyana.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Widiadnyana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gusti Putu Wiarta Mas yang memalsukan akta kematiannya pada tahun 2018 demi dapat mencairkan asuransi telah mengundurkan diri sebagai bakal calon legislatif (bacaleg) Partai NasDem Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Nasdem Tabanan Ida Bagus Widiadnyana.

“Selasa (16/5/2016) sore beliau sudah bawa surat pengundurannya sendiri ke DPD dan staf yang menerima. Tapi besoknya staf saya baru kasi tahu,” ujarnya, Kamis (18/5/2023).

Politikus yang akrab dipanggil Gus Widi ini menyebut, alasan mundurnya Gusti Putu Wiarta Mas karena tidak dapat persetujuan dari keluarga.

Dengan mundurnya salah satu kader sekaligus bacaleg Partai NasDem tersebut, pengurus DPD partai akan menyiapkan kader pengganti yang potensial dengan melakukan rapat dengan tim penjaringan. Pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan KPU Tabanan.

“Untuk penggantinya nanti kami akan lakukan penjaringan. Bakal calon masih ada dari struktur partai,” kata Gus Widi.

Ia menjelaskan saat Gusti Putu Wiarta Mas mendaftar bacaleg, seluruh persyaratan administrasi yang dibawa lengkap, seperti KTP, Ijazah SKCK, keterangan sehat serta surat keterangan pengadilan.

“Selama menjabat dua tahun ini, saya baru menemui kejadian seperti ini,” jelasnya. (ana)

PKM Unwar Beri Pelatihan Laporan Keuangan Sederhana di Bualu

Tim PKM Unwar memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana kepada PKK Banjar Bualu.
Tim PKM Unwar memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana kepada PKK Banjar Bualu.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Tim Program Kemitraan Masyarakat Universitas Warmadewa (PKM Unwar) memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan sederhana bagi PKK di Banjar Bualu, Nusa Dua, Kamis, (18/5/2023).

Narasumber utama yaitu I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi SE, Msi yang secara langsung memberikan pelatihan mengenai penyusunan laporan keungan sederhana.

Dalam pemaparannya Gusti Ayu Ratih memberikan contoh sekaligus praktik secara langsung mengenai laporan keungan sederhana dengan membagikan buku kas kepada peserta pelatihan.

Gusti Ayu menyampaikan, kegiatan yang melibatkan 20 mahasiswa aktif ini bertujuan membantu PKK Banjar Bualu dalam melakukan penyusunan keuangan dari skala rumah tangga hingga kegiatan adat.

“Saya memilih Banjar Bualu karena banyaknya pelaku usaha kecil dan menengah selain itu sasaran awal memang ke arah sana dengan tujuan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra,” jelas Gusti Ayu.

Ia menyebut persoalan yang paling sering dijumpai dalam pengelolaan keuangan di kalangan pelaku usaha kecil yakni menggabungkan keuangan pribadi dan keuangan hasil usaha.

Gusti Ayu mengingatkan, ciri laporan keungan yang baik antara lain dapat dipahami, relevan, handal dan dapat dibandingkan, serta dapat dipertanggungjawabkan.

“Sebaiknya jika memang memiliki atau akan punya usaha lebih baik keungan pribadi dipisahkan dengan keuangan usaha,” ujarnya.

I Gusti Ayu Ratih Permata Dewi SE, Msi juga menyampaikan, pelatihan ini nantinya akan ada tindak lanjutnya dari Tim PKM Universitas Warmadewa.

Lebih lanjut Dosen Warmadewa yang sedang menempuh gelar S3 di Universitas Udayana ini nantinya juga membuka konsultasi gratis melalui via Whatsapp. (ann)

Pamit Cari Pandan, Seorang Lelaki di Mengwi Ditemukan Meninggal di Kebun

Jenazah lelaki yang diketahui atas nama I Ketut Gingsir (62) saat tiba di rumah sakit.
Jenazah lelaki yang diketahui atas nama I Ketut Gingsir (62) saat tiba di rumah sakit.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sesosok jasad laki-laki atas nama I Ketut Gingsir (62) ditemukan di lahan Kebun Pandan Dubak Batan Wangi, Mengwi, pada Rabu (17/5/2023) pukul 19.30 WITA.

Penemuan jasad warga Banjar Puseh ini cukup membuat heboh. Pasalnya, tidak ada luka pada tubuhnya dan tangan dalam kondisi masih memegang pisau.

Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana menyampaikan penemuan jasad pertama kali ditemukan istri korban Ni Nyoman Sariani (58).

Saksi mengatakan, suaminya berangkat ke kebun untuk mencari daun pandan pada siang hari pukul 12.00 WITA namun belum kembali hingga petang pukul 18.00 WITA.

“Karena pihak istri beserta keluarganya panik dan korban tidak dapat dihubungi, pihak keluarga lantas mencari korban ke kebun korban ditemukan,” ungkap Sudana, Kamis (18/5/2023).

Setelah dilakukan pencarian, pihak keluarga akhirnya menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dalam posisi tengadah.

“Saat ditemukan tangan kiri mengepal di dada, tangan kanan masih memegang pisau, kaki kanan tertekuk, dan kaki kiri lurus,” ungkap Iptu Sudana.

Pihak keluarga langsung menghubungi aparat Kepolisian Polsek Mengwi yang kemudian melakukan penyelidikan dan identifikasi jenazah.

Saat ditemukan, korban terlihat mengenakan baju kaos merah maron dan celana pendek hitam.

Telinga kanan mengeluarkan darah dan ditemukan lebam mayat pada leher, punggung, dan perut sebelah kiri.

Beberapa barang seperti tas pinggang warna hitam dengan uang Rp62 ribu, korek api gas, nota belanja dan tiga lembar kertas nomor ponsel serta dompet dengan uang tunai Rp252 ribu.

“Jenazah saat ini sudah dibawa ke rumah sakit. Untuk penyebab kematian masih diselidiki. Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” pungkas Iptu Sudana. (ann)

Buka ITTSU 2023, Sandiaga Uno : Pariwisata Merupakan Ladang Penting

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno Membuka Secara Resmi Event ITTSU 2023 di Balai Giri Nata Mandala Puspem Badung.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno Membuka Secara Resmi Event ITTSU 2023 di Balai Giri Nata Mandala Puspem Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, serta Investor Masyarakat Komponen Pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam event Indonesia Time To Speak Up (ITTSU) 2023, Kamis (17/5/2023).

Event yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem Badung ini mengusung pendekatan tiga unsur yaitu Kekayaan Alam dan Keragaman Budaya, Kolaborasi Lintas Sektor, serta Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno membuka secara resmi Indonesia Time To Speak Up (ITTSU) 2023.

Sekda Adi Arnawa menyampaikan pelaksanaan forum ITTSU 2023 dapat merumuskan kebijakan yang terintegrasi dan komprehensif untuk menyatukan visi dan misi serta arah kebijakan pariwisata, branding, dan mempromosikan industri kreatif.

“Pariwisata menjadi leading sektor dalam pembangunan di Kabupaten Badung dan sangat berperan penting dalam menggerakkan ekonomi dan peluasan lapangan kerja,” ucap Adi Arnawa

Sementara itu Menteri Sandiaga Uno menyampaikan, Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berkomitmen akan memfasilitasi dan support ke pelaku industri pariwisata.

“Ke depan kita akan mendorong pemanfaatan Gedung Balai Budaya Giri Nata Mandala sebagai event berskala Internasional,” tutup Sandiaga Uno.

Cendol Gadis Imut, Minuman Berbahan Kelor Inovasi Wayan Sumerta Dana Arta

Wayan Sumerta Dana Arta menunjukkan produk minuman olahan hasil inovasinya 'Cendol Gadis Imut'.
Wayan Sumerta Dana Arta menunjukkan produk minuman olahan hasil inovasinya 'Cendol Gadis Imut'.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Berbagai inovasi minuman kekinian yang digemari anak muda menginspirasi Wayan Sumerta Dana Arta (51) menciptakan produk baru berbahan dasar kelor.

Produk minuman itu ia namakan ‘Cendol Gadis Imut’ dengan proses pembuatan yang sangat mudah.

Pria asal Banjar Dinas Buahan Tengah, Desa Buahan, Tabanan ini menuturkan produk ini baru dikembangkan sejak dua bulan lalu saat acara Car Free Day (CFD).

Dari event itu, ia terinspirasi untuk membuat produk minuman berbahan alami yang segar sehingga bisa dikonsumsi pengunjung yang berolahraga.

“Awalnya bersama istri saya mau coba buat minuman seperti lumut. Biar ada kata ‘mut’ makanya saya namai Gadis Imut. Itu (nama) spontan saja,” ujar Wayan Sumerta Dana, Kamis (18/5/2023).

Ia menyebut, proses perbuatannya tidak jauh berbeda dengan cendol tradisonal pada umumnya.

Perbedaanya hanya terletak pada bahan baku berupa tepung dari sari pati daun kelor yang memiliki kandungan baik untuk kesehatan tubuh seperti vitamin A, tinggi protein dan tinggi ion.

Daun kelor yang sudah kering dihaluskan sampai menjadi tepung untuk selanjutnya dikombinasikan dengan bubuk jeli dan direbus hingga menjadi dawet. Setelah itu, dicampur dengan varian rasa seperti susu, coklat dan gula aren.

“Karena brand kami kelor jadi tetap bahan dasar utamanya dari kelor. Kemudian (varian rasa) disesuaikan dengan umur konsumen. Yang dewasa biasanya suka gula aren, kalau susu dan coklat itu kesukaan anak-anak dan remaja,” paparnya.

Dalam sekali produksi, Sumerta hanya memerlukan waktu tidak lebih dari satu jam. Hanya saja, karena masih berskala UMKM, kapasitas produksinya baru satu panci atau sekitar 20 botol cendol bertakaran 250 ml.

Selain itu, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau yaitu hanya Rp5 ribu per botol.

Pria yang akrab dipanggil Wayan Mokoh ini menyebut, minuman cendol buatannya tanpa tambahan bahan pengawet dan hanya bisa bertahan sampai empat hari. “Jika isi pengawet maka itu keluar dari branding kami,” ujarnya.

Sementara itu, pemasaran Cendol Gadis Imut saat ini hanya saat pergelaran pasar murah dan CFD. Sekaligus sebagai ajang promosi saat pergelaran.

Meskipun demikian, ia sedang memproses ijin halal agar bisa menjangkau pasar yang lebih luas. “Sempat ada permintaan dari toko swalayan tetapi ketahannya cuma empat hari dan masih kendala biaya akomodasi jadi belum bisa terpenuhi,” imbuhnya. (ana)